Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Jumat, 27 Februari 2015

CELAKANYA BILA PARTAI TANPA IDEOLOGI, CIRI MANUVER PEMIMPINNYA ADALAH CARI UANG - TIDAK JAUH DARI MENUMPUK UANG

CELAKALAH BILA PARTAI TANPA IDEOLOGI, CIRI MANUVER PEMIMPINNYA ADALAH CARI UANG – TIDAK JAUH DARI MENUMPUK UANG.
Berita dari Megapolitan, koran Kompas Kompas ,TV 27 Pebruari 2015 sangat Penting bila dilewatkan yang judulnya “A Hok Bongkar anggaran siluman DPRD di Dinas Pendidikan.” Gubernur DKI adalah A hok Basuki Tjahaja Purnama, sosok tidak berpartai, menolak anggaran yang diminta oleh DPRD nya untuk mengajukan anggaran siluman pangeluaran 12,1 trilliun Kepada Kementrian Terkait, guna meningkatkan kualitas alat IT di SMP/SMA sewilayah DKI, dengan alasan bahwa rakyat miskin masih memerlukan gedung sekolah yang memadai, rusun sebagai penampungan penertiban centang perenang hunian mereka yang merintangi DKI untuk menata wilayah agar banjir kambuhan dapat diatasi. Angguata DPRD dengan gagahnya akan mengetrapkan hak angket untuk penolakan itu. ( Siaran Kompas TV jam 5.30 padi hari Jum’at, tg 27/2/2015). sementara Wakil Ketua DPRDnya Lulung, mejeng naik Lamboghgini. Sang Gubernur bilang peningkatan. Anggaran 12,1 trilliun dan semacamnya dari Dinas lain masih banyak, lebih baik dan sangat berarti untuk tambahan menata sekolahan yang banyak masih kumuh, dan lahan kota agar banjir bisa diatasi di kota yang telah dirusak tata ruang kotanya mulai 50 tahun yang lalu. Wujud dari penggunaan uang ini dapat dirasakan dan dilihat. Anggaran 12,1 trilliun cukup banyak untuk “pembelian” alat IT yang standard kualitasnya dan kapasitas tanpa diketahui oleh sebagian besar aggauta Dewan, dan harganya sangat bervariasi, akan sangat berbau busuk “mark up” yang dapat dinikmati Partai maupun anggautanya yang terkait, berjama’ah, sebagai landasan kekuatan Partai dan Pemimpinnya – UANG – Mereka dari Partai apapun semua cap tikus(^) semoga A Hok bisa melewati dengan selamat jebakan dan rintangan maling maling seperti ini. Bila tidak ya Negeri ini ditakdirkan tenggelam ke dasar laut*)

Kamis, 26 Februari 2015

SI SUDRUN MENCUCI UANG HARAM, SUDAH PENGALAMAN MECUCI UANG BERTAHUN TAhUN , SAYANGNYA HABIS UNTUK HARTA TAHTA DAN WANITA

SI SUDRUM MENCUCI UANG HARAM, Bagaimana para Sudrun mencuci uang haram sihingga berbau harum ? Di blog ini sudah ditulis berkali kali tentang kegiatan para sudrun cs, para pedagang beras untuk memncuci uang haram yang trilyunan rupiah yang mereka kuasai, yang didapat dari kegiatan pencurian kekayaan Negara secara sistimatis ini. Semua rekening gendut menjadi tercuci bersih dan harum. Pertama diciptakan situasi sehingga import  suatu komoditas strategis menjadi keharusan oleh Pemerintah sendiri. Seolah olah merupakan tindakan emergency. Untuk mengambil kesempatan pengeluaran Negara mengimport beras, atau gula. kedelai, jagung atau bawang putih bawang merah harga local dari komoditas itu dinaikkan drastis dengan cara membuat komoditas sasaran langka dan harga naik drastis secara luas di seluruh simpul tempat tempat strategis, yng merupakan lokasi industri. Begitu import di laksakanan, tentu saja lewat mekanisme perdagangan internasional, lewat para pengikut tender, ada yang bisa menawarkan dengan harga murah, sebab stock mereka sudah ada di gudang gudang daerah yang terpencil atas beaya Negara, bisa gudag Dolog, gudang KUD setiap Kecamatan bisa gudang swasta. Import dilakukan dengan dokument fiktif semua, seolah olah ada pesanan import L/C invoice fiktive, BL shipment invioce fiktive, nama kapal aspal, tujuan pelabuhan semua fikive. Beras sudah disini sejak lama dengan label karung yang persis seperti tertera di invoice. Uang L/C sudah ditransfer sungguhan dan disimpan di bank Singapore dengan kepercayaan yang sudah teruji bertahun tahun. entah para sudrun ada rencana apa yang membutuhkam beaya besar, apa sudah berhasil memdapat counterpart baru, yang butuh mencuci uang besar besaran yang membutuhkan beaya besar apa ada rencana baru kita tidak bakal tahu. Yang jelas Pak JKW/JK harus waspada. Harus ada yang mengecek gudang dgudang yang digunakan untuk keperluan stock piling beras tersebar sampai Kecamatan kecamatan, lah siapa ?*)

Jumat, 20 Februari 2015

BINATANG YANG SELALU HIDUP BERDEKATAAN DENGAN MANUSIA,, SETENGAH PARASIT MENGUNGGULI KITA - TIKUS REKENING GENDUT. MANUSIA DENGAN NAFSU BINATANG MEMPARASITI DAN MENGUNGGULI KITA - KORUPTOR

Iikus rumah, sudah jutaan tahun hidup bersama manusia nampaknya mulai dari hidup di gua gua sampai hunian kelas atas di komplex mewah, sudah juataan tahun. Sehingga kata beri nama sindiri kepada species ini “Ratus domestica” lain dengan tikus sawah Ratus argentiventer. Si Ratus domestica ini masih kita maklumi bahwa mereka binatang liar, sama dengan binatang liar lainnya, bukan binatang piaraan, atau hewan piaraan. Binatang rumahan in selalu kita lawan, paling itdak kita batasi daya mencurinya secara terus menerus juga telah jutaan tahun. Mereka juga melawan mencuri terus menerus selama jutaan tahun, berubah sikap ? Tidak akan. Lalu apa yang diperbuat nenek muyang kita si Pithecanthropus erectus ? Mereka mendekati binatang lain merupakan predator asli , dipilih yang tidak bakal mengancam mereka bertempat itnggal bersama, mulai dari gua gua alami . Kucing ( Felix manul ) para archeologist bisa membenarkan kejadian ini. Sampai sekarang orang tahu kucinglah yang memiliki kita, dia setia pada rumah, bukan kepada kita. Kita lihat kebijakan nenek moyang kita ini, Binatang tikus rumah kita carikan lawan Kucing rumah, sama sama binatang yang terbiasa dekat dengan manusia, begitu cerdas sehingga tidak takut kepada menusia, dengan caranya sendiri. Hanya pada beberapa ratus tahun belakangan ini sang kucing sudah biasa makan ikan pindang, lebih suka sarden dan sosis curian, sudah makin cuek kepada tikus rumah yang makin besar dan lincah. Sedang sang kucing makin berlemak dan malas, tapi tidak kurang cerdasnya. Di zaman mederen ini kita meniru kebijakan nenek moyang kita, mengambil kucing dari desa yang masih kurus kita ajak kerumah kita yag penuh lubang tikus unggul ini. Benar juga tidak perduli tikus warna apa dia sikat semua, sampai satu saat dia menagkap tikus rekening gendut. Nah sekali ini sang tikus melawan, dia panggil tikus tikus lain mengeroyok kucing desa ini dengan kentutnya yang berbau sangat busuk kayak senggung (skunk). Ternyata kucing dari desa ini pernah menangkap anak burung yang bakal dipelihara oleh si Empunya rumah didapat dari hutan, burung anakan ini dilahapnya dari lapar. Dari tikus yang sudah terlanjur berkuasa disemua tempat, menyebarkan indikasi ini brsama kentutnya.. Kucing desa dipulangkan kedesa, tikus gendut dibiarkan gendut berpesta dengan teman temannya bersama kucing gendut, sekarang dibiarkan didapur dekat dengan tungku menghangatkan badan, dia baik tidak menyiarkan bau busuk lagi. Ada usul ? *) Ya lain kali ndak usah piara kucing desa, piara kucing anggora saja.

Kamis, 19 Februari 2015

MISTERIUS, DAN SERIUS: HARA MACRO TUMBUHAN KALIUM [K]

MISTERIUS DAN SERIUS HARA MACRO TUMBUHAN : KALIUM (K) Setiap petani kita sudah mengerti khasiat setiap unsur hara macro yang dibutuhkan tanaman,[N] untuk menjadikan tanaman nampak subur gemuk, [P] membuat tanaman berbuah lebat, akan tetapi [K] mereka masih mengerti bahwa dia dibutuhkan tanaman dan sudah tercampur dengan pupuk majemuk {NPK}, karena gejala kecukupannya kurang bisa dilihat dengan mata telanjang, yang jelas buah buahan yang dipupuk dengan pupuk KCl buahya akan berasa lebih manis, batangnya lebih kekar. Unsur {K} ini mudah sekali larut dalam air, makanya mudah tercuci dari zona akar tanaman yang dipupuk dengan pupuk {K} Tahukah anda bahwa tanaman tebu ( Sacharum oficinale) di banyak lahan tebu memerlukan pupuk KCl hingga 1 ton /Ha dalam masa vegetasinya ? Hanya untuk sebagian besar terkandung dalam tetesnya (molase} kebagai hasil ikutan yang harganya tidak berarti dibandingkan gulanya. Bagi Pakar Pertanian, mereka hanya mengerti unsur macro (K) ini tidak pernah terikat pada tubuh tumbuh tumbuan dalam jaringannya, tapi K+ ikut dalam semua reaksi kimiawi sintesa asimilasi dan disimilasi yang terjadi dalam tumbuhan itu, antara lain dalam pembentukan karbohydrate, baik tepung ( amylum) maupun gula ( sacharosa, fructosa maupun glucosa dan senyawa yang lain) Si Pakar ya hanya mengerti sampai disini, sebab semua lingkaran reaksi kimiawi dalam tanaman itu secara rinci sudah dilacak oleh ahli biokimia sangat panjang dan rumit, mengikut sertakan ion bebas K+ ini. Jadi ngapain Pakar Pertanian hafal reaksi reaksi dalam sel hidup ini ? Yang penting kejadian adanya ion K+ dalam cairan tumbuhan pasti menaikkan tekanan osmose dari cairan sel. Efek dari sifat ini kasat mata dan pantas dimengerti. Bayangkan kita punya tanaman padi, dan tanaman ini sebangsa rerumputan. Contoh bangsa rerumputan yang paling besar ya bambu. ( Bambusae spp) Lha ini bidang perhatian kita. Bila pohon bambu ini masih kecil namanya rebung, merupakan tunas vegetatip seanjang 0,5 meter rebung sudah komplit jumlah ruasnya seperti bambu dewasa yang tingginya sampai 20 meter hanya ruasnya sangat pendek pendek, waktu tumbuh, setiap ruas ini memanjang dengan cepat. Oleh apa ? melulu dari perpanjangan setiap sel muda dalam ruas ruasnya, dengan sangat cepat. Ini sudah jadi sifat sumput sumputan ( Graminae), padi juga gitu. Dengan pengetahuan kasat mata semacam ini dan sedikit manandai sifat alami tumbuh tumbuhan dapat ditarik kesimpulan, bahwa bila padi yang sedang bunting, sebenarnya semua organ organ diatas tanah sudah komplit semua hanya masih dalam bungkus pelepah daunya, dalan taraf pertumhuhan pasca primordial. Bila waktunya tiba padi ini segera setiap ruasnya memanjang dan malainya keluar mekar untuk persarian bunga bunganya, dan pembentukan buah ( gabah), demi keselamatan gabah gabah yang terbentuk dari serangan hama, dihabiskan hama dan burung burung si padi beranak satu-satu sehingga waktu pembuahannnya berurutan, dan waktu masaknya gabah juga berurutan (maksudnya si padi, mestinya biar yang diambil dahulu yang sudah bernas yang belakngan masih bakal ada dan utuh, untuk melanjutkan keturunan). Ini bisa dimengerti para Pakar Pertanian lapangan, dulu waktu padi dipanen semalai demi semalai dengan ani ani atau ketam, malai yang masih muda akan dipetik pada panen beberapa hari kemudiam,sampai masak dulu, no problem tidak hilang. Sekarang tdak ada ketam/ ani ani, tapi diubah dengan memotong seluruh jeraminya, untuk mengurangi kerontokan, sabit dibengkok semacam arit dan bergerigi supaya bisa memotong jerami tanpa mengayunkannya yang akan merontokan gabah, beberapa genggam jerami dibungkus dengan lembaran karung anyaman prastik. (PP woven fabric), sejauh ini semua baik baik saja, hasil meningkat, rontok sampai 10% bsa dikurangi. Pakar Pertanian Lapangan menandai tidak semudah itu meningkatkan hasil gabah, ternyata waktu malai padi keluar dari pelepah daun masih ada 6-12 dari lebih limabelas sampai duapuluh anakan padi masaknyua tertinggal dan gabah yang tertinggal terbungkus dalam pelepah, juga masih ada Akibatnya masih tetap hijau dan berair waktu gabah semalai pada masak dan gabah yang masih hijau dari anakan beberapa yang termuda ikut terbabat, padahal malai dari anakan semacam ini dari 12 – 20 malai, yang 3-5 malai termuda masih hijau, berisi 150 -200 gabah dan dari semua malai yang sudah tuapun ada 6 – 12 gabah tidak masak alias hijau, karena masih terbungkus dalam kelopak daun hancur waktu dirontokkan dan dikupas dari kulitnya. Apa akal ? Yang harus memutar otak ya kita sendiri, sebab kejadian itu di sawah kita, di Indonesia. Bila diperhatikan padi varietas yang kita tanam ada yang dari kultivar yang tidak bisa mengeluarkan sepenuhnya malai anakan hingga tuntas, ada sisa yang masih dalam seludang kelopak daun, dan jarak waktu pembuahan anakan agak panjang waktunya Cara berpikir semacam ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak berlatar belakang Ilmu Pertanian, yang sekarang rupanya makin susut tidak tergantikan, karena generasi muda sudah tidak berminat menggeluti dunia pertanian di lapangan, sayang. Anakan akan nengeluarkan malai terlalu jauh jarak waktunya dari pokok padi yang tertua dari satu rumpun. Pakar Pengamat Lapangan mendapatkan bahwa sebagaimana bambu, setelah padi bunting, berarti semua organ sampai ke daun bendera sudah ada dalam bentuk post primordial tinggal memanjangkan sel selnya. Disinilah perlu ion (K+ ) untuk mempertinggi tekanan osmose cairan sel dan merangsang fotosintesa daun daun yang sudah tua, mengisi sel sel dengan gula/ tepung. Makanya dicoba pada saat bunting mayoritas anakan dalam satu rumpun disemprot dengan larutan KCl setengah sampai satu persen larutan KCl , 1 Ha hanya membutuhkan 150 -200 liter saja, untuk menyemprot bagian yang masih hijau, paling tidak daun benderanya, Reaksinya cukup baik, padi bisa berbunga lebih bersamaan daalam rumpun dan lahan dengan hari tanam yang sama, dalam satu petak tanam. Akibatnya pada saat dibabat bersamaan. Semua gabah sudah keluar dari seludang tangkai daun dan bisa jadi gabah kering hampir bersamaan dengan waktu dibabat. Bayangkan saja berapa tambahan panen gabah dari akal ini. Hal ini bisa diakali oleh Pakar Lapangan Pertanian dan disuluhkan kepada petani dengan pemikiran sederhana. Belum terhitung tambahan bobot gabah karena lebih bernas. Tambahan gabah yang dikupas jadi beras dari 1 Ha sawah: 10000 m2 x 25 rumpun /m2 x 12 anakan x 10 gabah = 30 000 000 gabah sehat bila 26 gram/1000 gabah. Ada tamabahan 26 x30 kg gabah 780 kg gabah atau 290 kg beras, lebih bisa menambah mulut yang diberi makan. Tanpa memperhitungkan bahwa ada kultivar yang kadang ada 3 – 5 malai paling buncit yang berisi hanya 150-200 gabah masih terlalu muda untuk ikut terbabat. Dengan menambah ongkos penyempotan larutan KCl 80 000 rupiah per ha, paling sedikit ada tambahan panen jadi beras sama dengan sepertiga atau seperempat dari ongkos. *) .

Kamis, 12 Februari 2015

DO'A SAYA KEPADA BANGSAKU UNTUK MENGHADAPI ZAMAN TERTELAN PRAHARA INDIVIDUALISME

DO'A AKU KEPADA BANGSAKU UNTUK MENGHADAPI ZAMAN MASAYARAKAT TERTELAN PRAHARA INDIVIDUALISME. Apakah jahatnya individualisme ? Tidak ada, malah baik untuk merangsang pertumbuhan pendapatan dari kemajuan yang melecut semua orang untuk mendapatkan hasil yang sebesar besarnya. Begitulah para pakar Ilmu Ekonomi Kapitalis berkhotbah, bukan hanya berkhobah tapi juga dengan gagahnya memberikan dengan sangat royal landasan yang sangat menarik untuk hidup secara indiviualis dengan kata lain egoist, mobil pribadi, rumah pribadi, kapal pesiar pribadi, pantai pribadi bahkan pulau pribadi. Usahalah nikmatilah, tidak terkecuali Bank bank menawarkan dengan rekening gendut tidak bisa orang lain tahu segendut apa. Apa situasi semacam ini belum pernah terjadi ? Sudah selamanya terjadi, karena individualisme adalah sebagian dari hidup manusia yang sudah jutaan tahun bepasangan dengan hidup berkelompok menyatukan tenaga dan pikiran. Saya hindari kata sosialisme sebab ini taboo di dalam kebudayaan Amerika Serikat Tuan kita semua. Kena apa sebagian dari hidup ? Sebab kenyataannya sisi lain dari individualisme adalah hidup berkelompok, melawan binatang yang kuat sebagai predator predator, bersama sama satu puak dengan alat, dengan akal terencana dan pembagian kerja yang rinci, dan ditepati oleh seluruh kelompok, berarti upaya ini sudah mengandung kecerdasan yang lebih tinggi dari para pemembuat alat, melaksanan tugas sebagai individu dengan memperhitungkan dengan kepercayaan membagi tugas kepada individu yang lain. Dari zaman jutaan tahun yang lalu hingga sekarang. Kepercayaan kepada individu lain adalah bentuk kecerdasan yang baru, merupakan kesadaran baru. ( Kemudian kesadaran terbaru percaya kepada yang Maha Kuasa-Allah,jadi yang ini sangatlah sulitnya ) Contonya himbauan seorang Kepala Daerah temtang menanggulangi banjir, dimana mana di negeri kita yang tercinta ini: Bandjir bukan semata mata harus diatasi oleh Pemerintah, tapi juga tanggung jawab setiap individu anggauta masyarakat luas yang terimbas atau tidak, sederhananya “Jangan sekali kali membuang sampah disungai” Sudah bosan dari sederhananya pesan ini, tapi ini menunjukkan fungsi individual harus disertai dengan fungsi bermasyarakat artinya semua orang berperilaku tidak membuang sampah di sungai. Ini satu macam upaya. Upaya lain mestinya organisasi masyarakat yang resmi membuat tanggul spanjang sungai ini. Upaya membuat tanggul sepanjang sungai adalah upaya besar, perlu mengunpulkan dari dana pajak Negara lewat administrasi Negara. Lha upaya ini dipenuhi dengan lubang lubang individualisme dari setiap pelakunya, mengambil untuk keperluannya sendiri- “sekarang terkenal dengan prilaku koruptsi”. Tentu saja perilaku korupsi ini ditangkal dngan peraturan peraturan hukum dan undang undang. begitu hebatnya peraturan dengan dengan undang undang ini sehingga sangat menghambat pembeayaan segera. Uang sudah ada, artinya anggaran sudah ada, tapi pemilik tanah dibantaran sungai minta tambah ganti rugi karena selama pengadaan anggaran harga harga sudah naik. Ini alasan apa ? Mestinya tanah dan apa yang diatasnya dan dikandungnya sebanyak mungkin digunakan untuk kepentingan umum,(UUPA no5 tahun 60) jadi tanah bantaran sungai bukan pisang goreng, setiap hari bisa berubah. Ini tugas untuk tunduk pada Ungang Undang untuk menentukan ganti rugi, karena bantaran sungai alami brfungsi sosial Negara yang menentukan. Lain dengan pelebaran jalan, pembagunan jalan tol, yang tidak menyangkut mestapa orang banyak dan hak atasnya bagi individu lebih kuat dari bantaran sungai yang lebih banyak haknya Negara, yang pasti segera harus ditangani, jadi pembicara di TV harus menyadari hal ini dan rakyat semua harus menyadari hal ini dengan segera. Ndak usah takut menyatakan tugas sosial dari warga, ndak usah takut mengelurakan beaya extra untuk harga ganti rugi, karena tanah mempunyai fungsi ekonomi perdagangan secara dominan, bukan saja Berapakah hasil panen yang diharapkan dari beberapa ratus meter mersegi tanah bantaran sungai ?. Apakah perilaku koruptive dalam jual beli ini tidak ada, misalnya “mark up” ? . Ini perlu komisi, panitya dll yang makan waktu, kapan membangunnya tanggul itu ?. Lha bila rakyat bodo ya percaya "kesulitan" menentukan harga itu. E, e, malah petugas Negara pegumpul pajak bersekongkol dengan pemilik rumah usaha meringankan pajak untuk sebagian besar ditilep oleh si Pegawai Negeri Pengumpul pajak, ini se complex perumahannya tahu, malah bikin rumah tingkat mentereng, razeki dari Allah. Malahan lagi anaknya perempuan yang janda mencalonkan diri jadi wakil Rakrat di DPR apa ada rasa salah pada otak keluarga tega tersebut tdak ada sama sekali? Sama seperti keluarga Ratu Atut Chosiah, tidak pernah merasa salah, lha ini menyenangkan bagi tetangga kita Negara yang Adhi kuasa. Uang pribadi membawa berkah dan keselamatan dunia, untuk menghibur diri saya sendiri, diakhirat hasil korupsi tidak memberi berkah tapi member laknat*)

Minggu, 08 Februari 2015

MENJADI ORANG ASING DINEGARA TIRAI BESI SELAMA HAMPITR LIMA TAHUN

ORANG ASING DI NEGARA TIRAI BESI SELAMA HAMPIR LIMA TAHUN. Tulisan ke 2 Negara dibalik Tirai Besi, julukan kepada Negara Rusia yang dimiliki oleh dinasti Tsar Rusia selama berabad abad, rakyatnya yang masih petani penggarap setengah budak dari pemilik tanah merebut kekuasaan dipimpin oleh Paratai Komunis yang diketuai oleh Wladimir Ilytch Lenin, setelah revolusi social Oktober 1917, menjadi Negara USSR ( Union Sovyet Sociailist Republics), bubar tahun 1993 Kekaisaran Rusia memiliki wilayah mulai dari perbatasan dengan Polandia dan Checko – Slovakia Rumania hingga pegunungan Ural batas anak benua Europa di timur. Lebih ketimur lagi ke belantara terdingin di Dunia ribuan kilometer taiga sampai perbartasan China, Mongolia dan laut Bering, bagian paling utara benua Asia. Luas Kekaisaran Rusia dalam sejarah membesar dan mengecilnya wilayah Kekaisaran Rusia tergantung pada suku suku bangsa yang mendiami bagian Asia yaitu bagian timur dari wilayah ini. Dalam sejarah kapan suku suku ini kuat mendesak kebarat misalnya Jenghis Khan dari suku Tartar, menyerbu menaklukkan kerajaan kerajaan di barat. Dari steppa padang rumput dimana mereka terbiasa memelihara ternaknya sampai ke Bagdad dan nyaris menjarah Wienna ibu kota Austria. Kapan mereka lemah mereka menetap saja di steppanya. Akan tetapi, bagian barat dimana tanah hitam (chernozom) yang subur terletak, silih berganti ditaklukkan oleh suku suku dari barat, suku yang mendiami Polandia dan Teuton, tanah hitam yang sangat subur ini tanpa mempunyai perbatasan alami, sekarang menjadi bagian dari Republik Ukraina. Secara tradisional didiami oleh kaum Kazakh sebagai petani prajurit kavaleri yang sangat handal dengan kuda kudanya. Mereka semua di Ukraina. maupun yang di Belorusia di Rusia sendiri termasuk bangsa Slavia, dengan nuansa kebudayaannya sendiri. Jaman Tsar Rusia suku Kazakh ini menjadi prajurit kavaleri tulang punggung andalan Kekaisaran Rusia, mereka dimasa damai bercocok tanam di tanah hitam yang subur ini : Za Matusyka Russia, za Batusyka Tsarya. Kepala Kepala sukunya bertitel Attaman, Berjuang demi ibu Russia demi bapak Tsar.
 Tsar Peter I atau Peter the Great , mengadakan modernisasi Rusia dengan memajukan pelayaran samudra ( konon beliau belajar membuat kapal layar di negeri Belanda), memindah ibu kota Rusia ke Saint Petersburg, dekat ke semenanjung Skandinavia, ditepi sungai Narva yang menuju kelaut utara yang masih dipengaruhi oleh lidah yang paling ujung dari Gulfstream. Agama resmi Kekaisaran Rusia adalah Katolik Ortodox, dipilih alami, ini karena tulisan Cyrilic sangat mirip dengan huruf Yunani, dengan Kitab Injil ditulis dengan abjad huruf yang sama, kaum Pendetanya boleh kawin dan membina keluarga. Gereja Orthodox termasuk pemilik tanah dan hutan yang sangat luas, sebagaimana para bangsawan Rusia. Perang Dunia I, Kaisar Jeman Prusia, Wilhelm II, sebagai bangsa dagang, memerangi Perancis dan Inggris untuk tidak disudutkan kekanan dan kekiri, diperhitungkan dalam menguras kemakmuran jajahan mereka nun di Asia dan Afrika. Kekaisaran Rusia kena imbasnya karena tanah hitamnya juga terancam untuk dijadikan modal perang dari Kekaisaran Jerman Prusia, sehingga harus mati matian mempertahankannya demi kelestarian gudang makanan kekaisaran Rusia, dimana wilayah ini harus dipertahankan hanya dengan menyerang aggressor sampai ke sumber kekuatannya, seluruh lembah sungai Rhein dan lembah sungai Donau. Begitulah pada tahun 1917 Kekaisaran Jerman Prusia runtuh, kekaisaran Rusia kehabisan nafas, dan terjadi Revolusi sosial pada bulan Oktober 1917, wangsa Romanov dihabiskan semua dan Pemilikan tanah oleh para Bangsawan dan Gereja dihapuskan, dimiliki oleh Negara dan Petani Kolektip. kekaisaran Rusia jadi Republik Sosialis Rusia bersama sama dengan Pepublik Republik lain termasuk Republik Sosialis Ukraina, Rapublik Sosialis Uzbekistan Republik Sosialis Kazakhstan, Republik Sosialis Gruzia, Republik, bergabung juga Negara Negara kecil kecil yang secara tradisional bukan ternasuk suku Slavia, Negara Negera Baltik dicaplok dari hasil kesepakatan Hitller dan Stalin : Republik Sosialis Latvia, Republik Sosialis Lithuania dan Republik Sosialis Estonia masih banyak lagi dari ex kekaisaran Rusia menjadi Republik Sosialis, mereka bergabung jadi Soyus Sovyet Sosialis Republik (SSSR), bubar tahun 1991. Jadi keberadaan saya sebagai orang asing dari 1959 hingga 1965 di Negara Uni Sovet, Negara belakang Tirai Besi, Negara Sosialis adalah unique, sebab tidak bakal ada lagi orang yang bisa tinggal di Negara Sosialis selama itu pada tahun tahun yang akan datang, karena Negara Negara itu sudah bubar, juga karena gereja orthodox banyak yang ditutup, meskipun mereka sudah direhabilitasi, artinya gereja orthodox sudah beroperasi tapi ekonomi moderen sudah tidak bisa hanya didasarkan dengan kepemilikan tanah yang sangat luas seperti gereja orthodox zaman Tsar Rusia memerlukan reinvestasi yang sangat besar tidak mungkin diadakan dengan segera oleh siapapun, dan jazad seluruh keluraga Romanov termasuk princess Anastasia Romanova yang controversial sudah di exhume dan dimakamkan seperti semestinya. Kayaknya feodalisme kok kini sudah tidak dimaui oleh mayoritas bangsa bangsa di dunia ini apapun alasannya, kecuali untuk dekorasi sebagai musium hidup seperti di Inggris dan beberapa Negara Europa. Kayaknya tidak seorangpun yang mau bekerja mengolah tanah bila tidak dibantu oleh Negara, baik asuransi jaminan gagal panen maupun kredit yang mengandung subsidi uang rayat, baik di Negara paling kapitalis maupun Negara sosialis yang membalik baju menjadi kapitalis seperti di Rusia sekarang. Ini karena hukum pokok upaya pertanian sangat bertentangan dengan hukum pokok industry kapitalis. Meskipun di Indonesia, para kapitalis baru yang dicetak oleh Orde Barunya sang Jendral Suharto, telah menguasai lahan tebu ratusan ribu hectare disebagian besar Lampung untuk industry gula pasti bakal minta minta pemerintahan sipapun untuk berbagai keringanan dan subsidi dari dari uang siapa lagi bila bukan uang rakyat ? Sovyet Union, merupakan structure Pemerintahan yang kuat, buktinya memenangkan Perang Dunia Ke II perang total yang dahsyat melawan Naziisme, bersama sama dengan sekutunya Amerika Serikat, Inggris, patizan dari Polandia, patizan dari Yugoslavia, gerilyawan Chekoslowakia dan kaum Maquis sebutan dari gerilyawan Perancis, Pemerintahan dalam pengungsian dari Perancis dan Belanda. Naziisme dianut oleh blok As terdiri dari Jerman Raya, Italia dan Nippon yang terang terangan berideologi Naziisme yang memeastikan merekalah Tuan didunia ini. Tujuan pokoknya adalah merampas kekayaan alam dari negeri lain dan memperbudak bangsa lain untuk kajayaan bangsanya sendiri, mereka anggap diri mereka adalah das herrenfolk. Bedanya dengan fihak Sekutu, fihak As yang Nazi ini telah mempersiapkan agresi ini bertahun tahun sebelum perang. Jerman mempersiapka ratusan Divisi tank dan kendaraan lapis baja untuk mengatasi luasnya steppa, pesawat tempur Messerschmidt dan Fokke Wolf, dalam jumlah besar, juga berfungsi sebagai pesawat pembom tukik yang dahsyat. Juga memproduksi secara massal kapal selam samudra dan kapal penempur sangat modern tapi bertonase kecil ( pocket battle ships ) untuk memutus supply bahan strategis dari benua Amerika ke Inggris kemudian sebagian ke Murmanks Rusia . Jepang mempersiapkan armada laut menjadikan angkatan lautnya yang paling kuat di dunia, dengan lebih dari 19 kapal induk penuh pasawat tempur Mitsubishi Zero, yang spectakuler bisa digunakan sebagai pesawat torpedo, pembom presisi Bettty beserta pembom tukik dan pembom keseluruhannya merupakan armada terkuat di Dunia, dengan beraninya menghancurkan pangkalan armada Pasific Amerika di Pearl Harbour tanpa pernyataan perang sebelumnya. Untungnya Amerika Serikat sudah diperingatkan oleh spion Rusia bangsa Jerman Dr. Sorge. Sehingga pada hari H empat kapal induk dengan ratusan pesawatnya selamat, lagi keluar pelabuhan Pearl Harbour. Seterusnya Nippon menduduki seluruh kepulauan di Pasific, Phillipine dan Asia Tenggara dalam waktu yang sangat singkat, menuju ke Australia. Italia, melebarkan sayap ke Afrika, menaklukkan Ethiopia dan Sudan untuk memperkuat logistic blog As. Membangun skadron pesawat tempur yang tidak bisa dremehkan walau oleh Inggris sebagai lawan Jerman dalam teknologi. Manjelang Perang Dunia II, kekuatan Nazi Blok As berlipat dari kekuatan Sekutu minus Perancis yang kekuatan angkatan perangnya dihancurkan sendiri dari dalam. Maginot linie yang dibangga banggakan jendral jendral tua ternyata hanya onggokan banguna beton belaka, Kaum Nazi Jerman dengan pasukan panzernya mengitarinya lewat Belgia dan Negeri Belanda hanya setengah hari. Tapi Uni Sovyet meskipun di tahap pertama Operasi Barbarosa oleh pasukan Nazi Hitler ratusan divisi lapis baja, tentara Merah mundur sampai hampir dua ribu kilometer dengan terhuyung huyung, berkat kekacauan yang diciptakan dinas rahasia Nazi. Akibat dari fitnah yang diselundupkan oleh intelligence Nazi kedalam Pemerintahan Stalin yang otoriter, mengisyaratkan bahwa perwira perwira tinggi Tentara merah telah berkhianat, kemudian dibasmi oleh Stalin tanpa ampun, sampai ratusan Jendral yang telah merencanakan pertahanan serbuan dari Barat/Nazi dihukum tembak mati. Akibatnya serbuan oparasi Barbarosa tidak bisa ditangkal dengan efektip, karena blue print pertahanan dan garis mundurnya sudah kacau balau. Hanya karena tekad membaja rakyat biasa Rusia, musim dingin yang dahyat selama perang, musim semi yang sangat berlumpur dimana nana, maka operasi Barbarosa bisa dihentikan pada tahun kedua dan menyerang balik musim dingin tahun ketiga. Saya menjadi orang asing di Negara Sosialis yang pertama didirikan di Dunia dengan segala rintangan dan kekurangannya, sampai pada puncak kejajayaannya. Kami belajar bahasanya, perkembangan ilmu pendidikan genereasi mudanya dan kebudayaan masyarakat sosialis yang pertama di dunia. Kehidupan rakyat biasa di Negara balik Tirai Besi itu yang jarang mendapat ulasan para pengamat dari Negara bebas, kecuali melecehkan, yang merupakan propaganda politik. Ya memang sebenarnya Negara Sosialis pertama di dunia ini sangat tidak memunyai waktu buat kenyamanan rakyatnya kecuali bekerja dan bekerja untuk menangkal perlombaan senjata perang dingin yang sangar mahal,apalagi perang bintang. Maka keadaan yang sebenarnya kala itu perlu saya ceritakan sekarang. Negara Negara sosialis yang bergabung dalan USSR ini berdiri atas kekuatan kemauan Partai Komunis di bekas Kekaisaran Rusia, yang jajahannya membentang mulai dari Uzbekistan, Kazakhstan, Tajikistan, Turkmenia, Gruzia, Armenia, Belorusia, Ukraina dan Rusia sendiri dsb. Yang tingkat ekonominya tidak sangat beragam. Pada umumnya masih dalam taraf Feodalisme, dimana ekonomi sangat tergantung dari hak atas tanah pertanian, atau padang penggembalaan ternak. Sebagaimana diketahui manusia sebagai bagian dari makhluk alam, mempunyai kecenderungan yang seimbang daintara dua sifat yang tak terpisahkan yaitu sifat individualist karena dalam banyak hal dia harus menghadapi hukum alam sendiri sediri, sakit, mati, lapar dahaga. Sedangkan dilain sisi telah terpateri dalam jiwanya manusia memang tidak bisa bertahan hidup sendirian (seperti makhluk solitaire layaknya beberapa binatang pemangsa), artinya alam dihadapi dengan bersama sama dengan sesama speciesnya karena terlahir sangat lemah dalam waktu juvenile yang relatip lama. Jadi manusia ya makhluk individu ya makhluk sosial. Kalok di Kekaisaan Rusia dan sistim feudal seperti ini, ya dengan mudah Partai Komunis Rusia didukung oleh sebagian besar rakyat tani merampas tanah hak kaum feudal dan hak Gereja Orthodox untuk digunakan menjamin makan mereka, karena menjelang habis musim dingin hingga musim semi, kebiasaan kelaparan di setiap desa adalah peristiwa chronis berabad abad, menjadikan ketergantungan permanen dari para mujik/petani budak, kepada pertolongan bangsawan dan Gereja, yang mempunyai kekuatan untuk membangun gudang gudang makanan biji bijian yang memadai. Jajahannya masih dalam taraf feudal, ya feudal di situasi gurun dan steppa ini yang sangat ketat menjaga hak hak prioritas dari kelasnya, membuat kelas dibawahnya sangat tertindas, karena memang keadaan alam harus menyelengarakan self preservation yang ketat. Bila Revolusi Oktober 1917 menghasilkan kecenderungan mengarah ke pengaturan kepentingan masyarakat ya wajar. Idea sosialis laku kala itu. Saya berada di negeri yang diatur dengan kecenderungan mementingkan kepentingan masyarakat secara umum dengan fakta dan prakondisi zaman sebelumnya, dimana kecenderungan individualistic telah terdukung oleh budaya berabad abad, termasuk didukung kuat oleh Agama Katolik Ortodox Kepemilikan tanah: Yang saya temuka ditahun 1969-1965 semu hak tanah dan peruntukannya di hunian kota adalah milik Negara, segala Istana dan halamannya bangunan dan tanah orang kaya jadi milik Negara. Itu kami ngerti sejak semula, tanah adalah alat produksi utama zaman feudal, jadi ya dimanfaatkan unutk kepentingan masyarakat. Ternyata persolalan tanah saja di Negara sosialis bekas Negara feudal jadi milik masyarakat alias Negara, semua tenaga kerja jadi Pegawai, detailnya cukup rumit. Bukan saja sistim administrasinya yang rentan terhadap permainan gratifikasi, tapi pemilikan dimana dan seluas berapa bisa dimiliki perorangan ?. bagaimana registrasi pewarisnya, bisa diwariskan apa tidak, ini terus terang saya tidak sempat meneliti langsung detengah tengah masyarakat sana. Adapun alasannya kami terlalu sibuk belajar pelajaran, belajar yang berhungan dengan cabang ilmu yang berkaitan dengan kami masing masing, sedangkan belajar dari kehidupan masyarakat sana sampai kehabisan waktu, toh ndak ada ujiannya, ya jadi prioritas kesekian, memang kami hidup seolah olah dimenara gading dinegeri orang, gratis. Bung Karno founding Father dari Republik ini yang sangat gandrung pada Trisakti, juga mencanangkan sosialisme Indonesia kala itu, kami percaya, bahwa itu jalan terbaik untuk mengerahkan tenaga seluruh bangsa membangun Negara demi kepentingan seluruh rakyat yang sudah dituangkan oleh UUD 1945 titik. Kepala kami dipenuhi dengan idealisme mendapat kehormatan membangun Negara dengan sepenuh jiwa, keahlian yang kami peroleh dan tenaga kami. Malah terpikir bahwa kami akan membina keluarga dalam suasana “frontier”, garis depan pembangunan diseluruh Nusantara gitu. Bahwa karya kami akan dinikmati oleh bangsa kami, yang sudah berhasil mengusir penjajahan begitu lama. Administrasi keberangkatan kami saja yang mensyaratkan bahwa pemberian dana Negara USSR kepada kami secara perorangan telah diambil oper oleh Negara cq Departemen PTIP ( Perguruaan Tinggi dan Ilmu Pengatahuan) saat pemberangkatan kami, kami menanda tangani ikatan dinas selama dua belas tahun dan hal ini tidak dikoodinasikan kepada Depatemen yang lain misalnya Departemen Luar Negeri, selama di Moskwa hanya satu tahun terkhir saja keberadaan kami di Moskwa diperhitungkan oleh Kedutaan Republik Indonesia, dengan Dutanya Pak Adam Malik, baru tahun ketiga kami belajar disana Duta Besarnya ganti Pak Manai Sofiaan. Beliaulah yang menganjurkan kami untuk mengikuti kuliah semua mata pelajaran termasuk Dialektika Materialisme dan dan Dilektika Sejarah perkembangan manusia. Memang beliau dari Partai Murba yang tidak asing dengan teori ini. Cuma Indonesia punya kepentingan geopolitik sendiri yang harus tetap punya kepribadian sendiri. Bung Karno juga penah berkata bahwa pisau operasi yang paling tajam buat menganalisa semua kejadian di alam ini akan sangat tepat bila kita menggunakan pisau dialektika materailisme dan dialektika sejarah. Metoda analisa ini yang berdasarkan sifat alam yang sudah ditemukan oleh kebudayaan kebudayaan kuno jang teruji kesahihannya seperti mendua yang tak terpisahkan- rwa binedha, sebab dak akibat – karmapala, yang abadi adalah perubahan itu sendiri – panterei , kwantita yang selalu berubah jadi kwalita baru, kebetulan dan keharusan dsb, sebetulnya tidak ada yang baru. Sedang dialektika sejarah mencirikan perubahan masyarakat manusia mulai jaman Phytecanthropus sebagai pengumpul makanan dari buah buahan biji bijian dan binatang kecil - masyarakat Petembayan/Gotong royong, masyarakat Perbudakan, masyarakat feudal, dan masyarakat kapitalistik yang terus berkembang menjadi masyarakat sosialis. Yang terahir ini adalah keyakinan yang sangat merisaukan kaum Kapitalis yang dipelopori oleh Amerika Serikat, karena msyarakat sosialis yang di prediksikan tidak akan ada, begitulah ideology Kapitalis manafikan. Manusia bebas dalam indivdualismenya hanya bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. Juga tidak ada yang baru. Hanya urut urutan ini disebabkan oleh bagaimana cara memperoleh rezeki itu yang jadi lain. Bisa satu puak menaklukkan puak lain dan yang kalah dimakan, itu zaman batu, bila yang kalah disuruh kerja menjadi budak itu zaman perbudakan berikutnya. Perkerjaan bertani perlu inisiatip petani dan pemeliharaan tanaman dengan cermat dan tepat waktu, sudah tidak bisa hanya dikerjakan asal asalan Bahkan dengan pengawasan yang ketat, lebih produktip bila petani ini bebas, tapi membayar pajak perlindungan dari permpasan si Kuat, ini zaman feudal. Petani dalam waktu senggang membuat sepatu atas pesanan, ini zaman feudal, tapi akhirnya dia mngkhusukan diri membuat sepatu dan dijual di pasar, dia tidak memerlukan tanah untuk ditanami, jadi bebas kemana dia akan jual dan berapa banyak terserah pasar, dia bisa jadi kaya dan minta kedudukan setingkat dengan para feudal ini jadi bibit demokrasi. Bila tukang- pedagang makin kaya, mereka membuat uang sendiri atau Raja membuat uang yang sering dipalsu susut nilainya, merugikan pedagang. Akhirnya ada perubahan dari Raja jadi Presiden Republik, kayak Revolusi Perancis. Di Rusia petani setengah budak karana harga tanah termasuk petani penggarapnya. ( sastrawan Chekhov telah menggambarkan ini dengan baik) . Secara chronic petani ini kelaparan karena bagian panennya sedikit, kaum feudal dapat hasil dari pengumpulan panen yang diperdagangkan, maka terjadi revolusi social, perampasan tanah untuk petani, djadikan petanian kolektip tanah jadi milik mashyarakat, sesederhana itu. Dimana produktivitasnya rendah kerena tidak didorong oleh kepentingan pribadi, anggauta Kolektip ini cenderung berleha leha, ada yang tidak. Makanya perlu diktator proletariat, ya sama saja otoritariannya. Masyarakat Sosialis ini dianggap keharusan menurut hukum dilektika sejarah yang sangat ditentang oleh Amerika Serikat dan kaum Kapitalis seluruh dunia. Kuliah mengenai dialekitka ini belangsug dua tatap muka digabungkan dengan mata kuliah Politik Ekonomi tanpa kesan, karena teman kami yang dari Gana bilang Petani kopi mereka tidak suka bergabung dalam kooperasi karena dipimpin oleh orang dari kalangan Pemeritahan yang korup, nereka lebih suka bekerja sendiri sendiri, sedang sosialisme a’la Indonesia kami belum tahu wujudnya. Kamipun tidak merasa apa apa, study kami lancar lancar saja. Maklum dibawah Pemerintahan Sukarno, seluruh Depatertemen masih bercokol banyak kader kader partai PSI dan Partai Murba yang diam diam sangat tidak senang pada kedekatan rezim Sukarno ini ke kubu negara Sosialis. Sebenarnya mereka mengincar kesempatan belajar di perguruan tinggi gratis ini, inginnya dipergunakan untuk umpan menghimpun kader kroni mereka sendiri dari pelosok tanah air. Mumpung sosialisme Rusia masih belum melepas pemakmuran konsumtip individual dengan barang barang pakai yang berlimpah seperti di Dunia Barat, masih terpusat pada industry berat dan industry perang. Perdana Menteri Khrusyov kesengsem pada tamanan jagung di Amerika, baru mencoba menanam jagung kayak di Amerika yang produksi daging mentega dan susu melimpah karena tanam jagung. Di Uni Suvyet ( karena ABS-asal bapak sengang- semua Sovkhos – Perusahaan Pertanian Negara - memaksakan diri menanam jagung, akibatnya terang daerah di utara gagal total penen biji bijian dapatnya hanya silage batang jagung, karena musim gugur datang. Jadi mudah untuk mendisktreditkan sistim sosialis ( perencanaan ekonomi terpusat ) dibandingkan dengan sistim kapitalis yan barang pakai disana melimpah. Iya, di Rusia atau seputar Moskwa sendiri, kehidupan ternyata tidak begitu sederhana, teman teman kami pemuda pemudi Rusia berburu mencari pasangan, berebut untuk bekerja di kota kota besar atu mendekati kehidupan kota besar, berusaha keras untuk mendapat apartment (kwartier dalam bahasa mereka) bahkan hal ini juga termasuk jadi berita guyonan dari majalah Krokodile majalah satire dan dan kritik masyarakat, yang tentu saja dibawah pengawasan Partai Komunis. Saya sendiri tidak begitu tertarik pada kehidupan nyata pemuda pemudi sana, mereka mendambakan kesenangan la iya lah. Kami digadang gadang untuk membangun Negara oleh Bung Karno, dia bilang apa ? Untuk membangun keluarga cukup dengan bantal dan tikar selembar demi pembangunan Bangsa ini, rak gampang to, emang kami mengerti kami hidup di sabuk tropis yang indah, yang pasti kami sudah dijamin berpendidikan dari Rusia ini. Jadi bagi saya mendapatkan ilmu sebanyak banyaknyalah yang menjadi tujuan utama seluruh waktu saya berada di Negara dibalik tirai besi ini. Teman saya, lulusan IPB ( Instiute Pertanian Bogor) tahun 1963 Ir Willy Tampubolon telah membuka Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin dengan istrinya Ibu Ir Munarni ( sekarang mestinya Profesor emiritus) yang terakhir dosen di Universitas Brawijaya, beliau berdua lulusan IPB Bogor. Mereka betul betul mengalami romantikanya mempunyai Negara yang baru dibangun. Terus terang watku itu studi saya belum selesai, saya kagum dan mendambakan romantika saudara saudara saya seperi Pak Ir. Willy Tampubolon almarhum. Apalagi bangsa Rusia pada umumnya disekitar kami adalah nasionalis yang sangat fanatic, malah kesan kami pada umunya mereka seperti katak dibawah tempurung, kami tidak meladeni, maklum mereka sudah sangat kenyang di indoktrinasi bahwa kehidupan mereka setara bahkan lebih dari keadaan masyarakat “lawan” mereka di Negara Negara Kapitalis. Istilah goyonan kita > perwie ve mire”< (nomer satu di dunia). Memang benar waktu kita masih disana Gagarin adalah orang pertama terbang ke kosmos, mengitari bumi tanpa bobot. Tapi bahwa industry ringan di Europa dan Amerika sudah berkembang melewati persaingan yang ketat seperti industry mode di Perancis dan Italia memang tidak bisa dikesampingkan begitu saja oleh megeri yang baru saja sebagian besar dirampok habis habisan oleh Operasi Barbarosanya Hitler dan seteruskan dengan berkonsentrasi di persenjataan akibat perang dingin yang berkepanjangan. Akibatnya sebagian rakyat yang padangannya cetek sudah enggan diajak prihatin lebih jauh lagi, mereka menggerutu dan para penggerutu ini dalam generasi muda lebih banyak saja. Atau prihatinnya memang melebihi dari daya tahan satu generasi yang tidak mengalami perang melawan Jerman Hitler. Mengerutunya misalnya memakai pantyhose dari nylon itu sangat sexy, merka juga kepingin, bahwa sejenis nylon atau dacron itu bisa jadi baju musim dingin yang ringan dan hangat mereka juga kepingin dan lagi lagi sexy sedang di seantero USSR tiak ada. Aku sangat tidak mengerti bagaimana pemuda pemudi Rusia seumurku tidak merasa memiliki bendung sungai besar besar di dunia. Bendung sungai Wolga, sungai Jeneisai yang menghasilkan listrik sangat murah, bagaimana bangsanya mempunyai peleburan baja di raksasa si Donbass dan di Ural, lampu listrik mereka masih dengan lampu pijar rata rata 100 watt 220 volt, dipasang dimana mana, bahwa saya tidak bisa membeli lampu pijar 25 watt karena memang tidak diproduksi, juga lampu TL 25 watt, karena semua 50 watt dan diatasnya, listrik sangat murah jaman itu karena dihasilkan oleh hydro listrik raksasa, dimana memungkinkan di sungai sungai besar. Rumah rumah yang dibangun semacam apartemen yang mempunyai pemanas sentral, dimana air panas disirkulasikan ke baterai baterai pemanas disemua ruangan, dikantor maupun disemua ruangan dan sekolahan baik dikota besar maupun tingkat kota kecamatan, mesti saja tetap dak memenuhi semua kebutuhan akan apartemen keluarga keluarga baru yang jumlahnya meningkat terlalu cepat. Sangat terasa pada musim dingin, dimana cuaca menghadiahi temperature hingga minus 38-40 derajad dbawah nol, kebanyakan satu keluarga dewasa dan anak anak berdesakan diruangan yang harus mempunyai baterai penghangat ruangan. Transportasi umum sangat murah di Moskwa sosialis dan banyak jenis maupun jumlahnya ada trem listrik, ada bis troly, bis diesel, Metro ( kereta bawah tranah). Toh generasi baru masih mendambakan punya mobil atau sepeda motor pribadi, lha wong menaruhnya di musim dingin saja sangat sulit, sebab bila ditaruh diluar mesinnya bisa beku bukan saja radiator tapi juga pelumas dalam mesin dan luar mesin. Artinya petumbuhan alat transport tidak dimulai dengan mobil sejenis T-Ford seperti di Ameka, karena industrinya baru tahun 1930 bisa bekerja dibangun menurut rencana tersentralisasikan seluruh Negeri, kan lebih cepat membangun tram dan trolly bus, truck dan bis dari mobil perorangan ? Saya tidak pernah berinisiatip untuk travelling di Rusia atas initiatip sendiri, lha kemana, kecuali ikut bersama sama rombongan teman se Universitas, konon umum perlu antri jatah tiket berbulan bulan untuk menunggu cuti bepergian dari Organisasinya, entah Serikat Buruh, entah serikat Pekerja, entah Kepala Project, pokoknya harus direncana sedemikian rupa sehingga seat untuk kereta api, pesawat dan bus dan kamar hotel cukup, saya mengerti bila di babaskan, migrasi keselatan pada musim panas yang menjadi dambaan semua orang dengan moda transportani massal akan selalu kurang, jauh dari kebutuhan, kayak dikita sekarang mengenai jatah haji maupun trasportasi mudik pada iedul fitri. Orang mabuk banyak, hampir semua laki laki tua atau setengah baya, pengemis ada sembunyi sembunyi, jelas tukang parkir ndak ada, yang berseliweran banyak truck dan container, kendaraan sedan umum taxi dan polisi dari merek Wolga, mobil sedan jarang lewat. Waktu saya diundang untuk belajar disana, USSR sudah berumur paling sedikit 37 tahun, melewati perang saudara dengan Kaum Huzar, kaum Mensyewik dan Perang Dinia ke II, paling sedikit lima tahun, 1939 – 1944. Sebanyak itu pengalamannya, masih saja detail mengenai kepemilikan alat produksi tanah masih amburadul, tentu saja bukan kepemilikan besar, justru kepemilikan kecil, sekecil 0,5 Ha kebun sayur dipingggir kota, didalamnya juga penggemukan babi yang diberi makan roti sisa jatah makan buruh pabrik, bukan sisa saja tapi batton penuh, tentu saja bergizi dan murah sekali. Bagaimana ndak bikin “pengusaha” ini kaya, bila dia sempat mengusahakan beberapa puluh petak secara clandestine ? Hla bila dijual harganya berapa, yang nengesyahkan penjualan itu siapa ? lantas pemilik semula mati apa diwariskan ? saya tidak menanyakan itu. Meskipun itu bisa kejadian di Indonesia bila sosialisme a’la Indonesia benar benar dilaksanakan oleh Pemerintahan Sukarno, saya kok juga nggak mikir kala itu, karena masyarakatnya sudah complex bukan kayak zaman Rusia Tsar th 1917. Tentu saja ndak bisa, kalau alat produksi sudah dimiliki Negara langsung terus beres, wong Indonesia menurut pendapat orang PKI adalah lautan Borjuasi, semua orang suka korupsi. Waktu itu kami adalah pengikut fanatic Bung Karno, penuh idealism, belajar a’la Rusia, menganut tradisi keilmuan yang sama sama dengan tradisi tradisi bangsa Europa yang lain, katimbang dari Indonesia yang masih sangat singkat sejarahnya, mencangkok sistim pendidikan tinggi a’la Continental yang mulai ditinggalkan bahkan ditempat kelahirannya sendiri. Setidaknya tradisi saling menghoramati antar individu baik antara lecturer dan siswanya maupun antara lecturer dan peraturan University nya. Yang jelas perbandingan siswa dengan kolektive pengajar yang terdiri dari mulai asisten lecturer yang membimbing praktikum, Lecturer, Lecturer kepala Kafedra (Kepala Jurusan), Dekanat beberapa orang Proffesors dan Librarian sangat royal yaitu hampir 4 : 1 hingga 5 : 1 jadi tegasnya 5 mahasiswa dilayani oleh 1 dari colecktive pengajar. Disemester bawah makin berat ke tenaga kolektive pengajar, makin ke semester atas perbandingan pengajar dari bahasa makin sedikit dan dari disiplin ilmu Fakultas makin banyak. Ditingkat pelajaran Bahasa Rusia satu pengajar untuk khusus phonetika ( lafal dan tekanan kata) untuk 5-6 siswa, dan satu pengajar lagi buat gramatica untuk 5-6 siswa, disemester kedua pengayaan vocabulary untuk setiap jurusan Faculties, satu guru10 -12 siswa, masih dalam rangka pelajaran Bahasa Rusia tapi sudah tidak saban hari Mulai pelajaran jam 9 00 semua mahasiwa masuk kelas setelah ketua kelas mengabsen kami, lecturer, atau dalam bahasa Rusia Prepodawacil/prepodawacilnitsya masuk kelas mengucapkan slamat pagi dan kami berdiri, lantas dipersilahkan duduk. Pertama kami dibagi stensil naskah isinya singkatan mengenai topic kuliah yang akan diberikan hari itu, dalam memberikan kuliah siswa boleh tanya didahului dengan isyarat mengangkat tangan kanan, langsung ditanggapi oleh lecturer atau diberi tahu bahwa hal itu akan dibicarakan nanti apa jam kuliah yang akan datang. Kami boleh mencatat bolah tidak, karena di stensilan singkatan kuliah hari itu sudah disebutkan sumbernya dari text book mana. Sepuluh menit sebelum kuliah berakhir, diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan apa saja, mengenai topics saat itu apa topic dari kuliah yang lalu, atau dari berita yang kami dapat dari koran, biasanya selalu dijawab seperti mestinya. Satu waktu kuliah 45 menit disusul istirahat 15 menit lantas kuliah jam kedua. Kuliah oleh lectures biasanya normative, menurut syllabi yang sudah dibagikan, disemester atas selalu disertai mengingatkan siswa keadaan waktu praktek lapangan tahun lalu, tapi apabila lecturernya professor yang rata rata sudah sepuh, selalu menceritakan pengalaman pribadinya selam meniti karirnya, yang sangat menarik. Profesor Botani kami menceritakan penelitiannya waktu masih muda, mengenai kandungan vitamin C dalam hypant bunga mawar yang ternyata sangat tinggi, membantu jaman perang, melengkapi gizi selama perang karena kekurangan sayur segar, kami berkometar bahwa kami pemakan segala dedaunan, malah kadang untuk pengganjal perut dari rasa lapar, direbus dan diperas dimakan dengan perutan kelapa plus cabe dan garam, yang dari Afrika tertawa terpingkal pingkal kerena itu juga kebiasaan mereka. Profesor kami mengenai zoology, menceritakan bagaimana dia menyelamatkan populasi sejenis ikan yang penting dalam industry dari kepunahan dengan pemijahan buatan, mrengambil steron dari otak babi, dipisahkan untuk diinjeksikan dalam badan ikan, merangsang pembentukan sperma dan telur ikan tersebut dan mempertemukan sperma dan telur dalam bejana mencampurnya dngan menggunakan bulu angsa. Sangat kalah mendalam dari Profesor kami terutama Ir Gembong dan dr. Suwasono menukil dari text book bahasa Jerman dan bahasa Belanda yang tebal tebal, sangat komplit ( dan berpotensi untuk diujikan semua) sayangnya tidak pernah menceritakan pengalaman pribadi dalam meniti karirnya wong beliau beliau waktu itu masih sangat muda dan saya yakin tidak pernah meneliti di lahan pertanian maupun hewan ternak milik petani. Ujian semesteran: Satu hal yang menarik untuk diceritakan bahwa ujian semesteran kami sangat unik, mungkin tidak pernah ada di Negara lain, apalagi di Indonesia hingga sekarang. Kafedra, menyediakan soal ujian yang ditulis dalam “bilyet” bervariasi sampai lima belas lembar, setiap lembar berisi pertanyaan ujian yang kurang lebih berbobot setara, terdiri dari tiga atau empat pertanyaan. Pertayaan ini menyangkut cabang ilmu isi kuliah bagian depan bagian tengah dang bagian akhir, pekerjaan praktikum di laboratorium maupun di lapangan. Mahasiswa masuk dalam ruang ujian ( ya ruang kelas kami), disana sudah duduk menghadapi meja ujian ( kayak Hakim Pengadilan disini), team pengajar tiga empat lima orang terdiri dari Professor atau Kepala Kafedra kami, lecturer, dan Asisten Pembiming kerja laboratrium maupun kerja lapangan, bisa ditambah wakil dari Kedutaan Kedutaan bila mau hadir. Si Teruji, mengamil salah satu bilyet yang diletakkan dimeja, masing masing bilyet dalam keadaan tengkurap, jadi kami mengambil secara acak. Kami tunjukkan kepada penguji nomer bilyet kami, kami mengambil tempat duduk dan mempersiapkan jawaban kami secara tertulis. Waktu mengerjakan tidak ditentukan, boleh ikut mendengarkan kawan kami yang terdahulu sedang menjawab dengan kertas ujian besertai biyetnya. Tentu saja tidak ada yang sempat mendengarkan bagaimana kawan kami sedang bercanda atau lagi “berenang” ( istilah kami mahasisiwa) dengan tertatih tatih dan mnggumam ,menjelaskan jawabannya dari salah satu soal yang tertera pada bilyetnya. Sampai disini mulai menarik, tidak ada hal yang terluput ditanyakan dari seluruh perkuliahan, mulai dari bab dalam garis besar maupun detailnya, tidak ada pertanyaan yang keluar diri curiculum dan silabus dari perkuliahan, tidak ada pertanyaan tambahan bila semua pertanyaan dalam bilyet yang berhasil dijawab dengan baik, kecuali pertanyaan pembantu dari asisten lecturer yang merupakan pertanyaan jembatan keledai untuk mengingat ingat hal dalam pertanyaan bilyet, pertanyaan pengganti yang diberika oleh Profesornya untuk meyakinkan nilai yang diberikan oleh team. Saya mempunyai kawan anak Afrika entah dari Negara mana, dia sering ngotot minta angka tertinggi 5 dari ujian itu, sedangkan dalam “berenang” dia lancar bicara tapi sering ngawur atau dlplomatis, diputuskan oleh team memperoleh angka 4, benar saja dia tidak menerima. Untungnya Profesor itu pernah ke Negerinya, diberi pertanyaan tambahan, ternyata jawabannya diplomatis, sehingga kami yang menunggu giliran menjawab kedepan team terpaksa ikut mendengar dan tertawa terbahak bahak, langsung diperingatkan oleh team. Tapi mahasiswa Afrika ini tetap mendapat angka 4. Dalam belajar yaitu mempersiapkan ujian semester, saya memakai buku buku, tentu saja meminjam dari perpustakaan, karena catatan kuliah saya sering amburadul, hanya mencatat komentar pengalaman pribadi para lecturer atau professor, tap buku ini sangat banyak macamnya, misalnya tentang ilmu dasar Microbiology, ada buku yang digunakan pada sekolah perawat yang mudah dan sederhana bahasa serta topiknya, ada buku yang disediakan untuk hygiene hunian dan teknisi penyaringan air minum, ada General Microbiolody, ada text book of Microbiology buat Fakultas Pertanian dan Microbiology buat Fakultas Peternakan, buku buku itu saya baca semua berbarengan. Bukan saya terlalu pintar tapi buku untuk perawat mrngenai hygiene air minum lebih gampang dimengerti dan singkat. Dari sini saya baru bisa menghormati professor saya karena sebagai professor dalam ilmu Microbiology yang sangat luas dan dalam, dia bisa membatasi diri dalam menetapkan bobot pengetahuan seorang calon Agronomist atau Akhli Peternakan dalam bekerja nanti. Karena dia bicara terus terang bahwa dia memberikan angka lima tidak sembarangan bukan saja dari bobot jawaban bilyet saya tapi dari keluasan jawaban mengenai ilmu itu, setara dengan keluasan ilmu dasar Microbiology. Saya jawab angka empatpun dari dia sudah sangat memadai bagi saya. Saya kemukakan pada dasarnya saya datang ke Rusia mencari ilmu sebanyak banyaknya. Saya bisa mendjawab bertanyaan tambahan dia mengenai bacteri Escherichia coli dari bacaan saya, bukan dari perkuliahan. Saya melihat sedikit sekali kaum professional dan kaum menengah yang menjadi anggauta Partai Komunis, karena saya bertanya pada mereka secara langsung. Kami mahasiswa asing dari Universitas Persahabatan Bangsa Bangsa dari banyak nasionalitas Asia Afrika biasa saling memotong rambut kita sendiri tanpa ongkos, sebab tukang cukur tergabung dalam coiffeur milik Negara dan si tukang mendapat gaji, antrinya panjang. Kami sangat jarang membuat pakaian di Atelier ( Penjahit), sebab menunggu terlalu lama, kami lebih senang membeli jadi, dengan kualitas yang buruk. Atau beli diluar negeri, nitip pada kawan yang baik, membayar dengan stipendium kami uang rubel Rusia. Kebanyakan dari kami mahasiswa Indonesia adalah undangan Pemerintah Uni Sovyet, ada yang atas nama perorangan seperti saya (jarang) ada yang dikirim lewat orgamisasi dan titipan tokoh di Indonesia, misalnya Amy Pryono alm. atau anggauta Lembaga Persahabatan Indonesia Rusia di Jakarta. Diantara penduduk Moskwa sendiri saling tolong tentu saja dengan ongkos membuat sweater menggunting baju dan celana adalah lumrah tapi tidak resmi merupakan usaha. Yang sudah tidak ada tukang swasta di masyarakat sosialis kota Moskwa adalah proffesi Plumber, Instalatur listrik, tukang renovasi rumah, sebab tergabung dalam perumahan Negara, tapi mengetik dan penjilidan skripsi ada. Yang direnovasi apa? paling memasang kertas dinding, wong apartment itu rata rata hanya satu kamar, kamar mandi dan dapur bersama. Ada “Banya” tempat mandi sauna bersama sama a’la Ruisa beertebaran dimana mana dengan membayar murah. Saya punya kenalan seorang seniman Pematung, tinggal di Apartment Ibunya, dia ibu guru sudah janda, tinggal di apartement yang sejenis Mungkin sudah kumpul kebo di apartement lain, karena bila lapor dia sudah kawin lagi apartemennya dicabut. Soal apartment di Moskwa sudah sangat complex antara kebutuhan dan supply sudah tidak memadai, meskipun distribusinya menurut aturan Negara, tapi celah, upaya mendapatkan dan kesempatan bisa di atur, saya sering membaca sindiran di majalah Krokodil. Begitu pula hasil pertanian apalagi sekitar Ibu kota Moskwa, lebih banyak sayur dan daging babi dhasilkan oleh peternak babi lepas/ clandestine perorangan lain dari yang dihasikan oleh Kolkhoz ( Petanian kolecktip). Bagaimana tidak, pertenak babi clandestine membeli roti yang harganya disubsidi banyak hanya untuk memberi makan babi babinya, kwalitas dagingnya lebih baik, dan lebih murah. Begitu pula sayur segar yang dihasilkan di lahan perorangan seperti kol, sawi,terong tomat dan buncis lebih segar dan cocok dimasak dari yang dihasilkan kolkhoz (Pertanian Kolektip). Kami sudah punya kantin Universitas yang ternyata masakannya jauh lebih enak dari Restoran kelas satu diseluruh kota Moskwa. Jadi kami jarang sekali belanja. Terus terang, yang kita ketahui, pemilikan alat produksi dinegaran Sosialis seperti di USSR tidak boleh dimiiliki oleh perorangan atau badan yang menrupakan entitas yang dianggap sebagai peroangan. Saya masih muda jadi tidak terlalu peduli pada hak milik perorangan, penuh dengan idealisme, karena hidup dalam keluarga menengah, jadi sampai berapa jauh hak milik perorangan ini menghunjam dalam sanubari saya di masyarakat saya tidak sangat menyadari, alias saya tidak bangga pada materi. Bahkan hingga dewasa dan hidup di dunia dimana apapun boleh dimiliki oleh perorangan tak terbatas, tetap tidak terfikir menggunakan kesempaan yang ada, untuk menambah hak milik, harta saya, dengan terlalu “ngoyo” (bernafsu). Diam diam, mulai kecil orang tua kami selalu mengingatkan bahwa kami bukanlah keturunan bangsawan, bukan keturunan saudagar atau petani kaya, tapi punya garis ginealogi yang jelas ( sudah bukan jamannya menceritakan hal ini) dari para Wali penyebar agama Islam yang pertama di Pulau Jawa. Istilah dalam bahasa Jawa “Dudu trahing kusumo rembesing madu, nanging tedhaking wong hamara tapa, timbangan bobote pada lan Brahmana Rsi” Kuliah saya secara resmi di Fakultas Pertanian Profil luas, tanpa jurusan. Pofessor kami memberi kesempatan seluas luasnya untuk membaca buku buku terbitan terbaru yang direkomdasi oleh dia. Kami dianjurkan untuk mngunjungi Perpustakaan Kementerian Pertanian, disana dapat dibaca terbitan Hemera Zoa dari Bogor, buku dari Heine, mengnai nuttige planten in Indonesi, buku Kalshoven mengenai hama tanaman bisa dan minta diterjemahkanpun dalam bahasa Rusia difasilitasi. Saya tertarik kepada sapi susu jenis kecil ( hampir sama dengan banteng) yang berasal dari steppa dan biasa digembalakan di steppa daerah selatan yang panas dan kering, dengan rerumputan dari daerah yang panas dan lebih kering dari di Indonesia. Namanya sapi “krasno-stepnoi Skot” selama musim dingin diberi makan silage rumput alfafa dan batang jagung tambah consentrate bungkil. Saya tertarik pada postur badannya yang kecil betina sampai berat hidup 200 -300 kg dan jantan sampai 800-900 Kg. relatip tahan terhadap suaca panas. Lain sekali dengan jenis Holstein Frisian yang biasa dipiara di daerah dingin untuk produksi susu di Indonesia, karena di tempatnya bisa menghsilkan susu 2500-3000 liter per tahun, dan sama dengan rata rata sapi India atau silangannya dengan sapi India, yang mempunyiai kelenjar keringat per cm2 (persegi) lebih banyak dari sapi daerah dingin. Pekerjaan saya sama sekali hilang ditelan perubahan politik Pemerintah Indonesia tahun 1965. Rezim Sukarno yang pro sosialime di coup d’etat oleh rezim Jendral Suharto yang pro Amerika.*) IHDUP DIBAYANGI ANCAMAN JADI TAHANAN TANPA BATAS WAKTU, HINGGA PE3MBUNUHAN, HARUS TIARAP DIBAWAH TYRANI KECURIGAAN MEMBUTA TULI, LEBIH DARI KAUM NAZI JERMAN MAUPUN NIPPON. Begitu sampai di Jakarta kami melapor ke Departemen PTIP sambil menunggu proses penelitian ijazah saya tinggal dirumah paman saya ( ingat paman saya tempat saya ngekost ?) dia sudah jadi Pegawai tinggi Departemen Keuangan Direktorat Pajak. Disela sela waktu menunggu saya menggelandang menjaring ikan bersama nelayan di Eretan, membantu memelihara sapi perah di Warung Buncit, hingga meletus pembunuhan Jendral jendral Pahlawan Revolusi, oleh pasukan Cakrabirawa yang konon dikendalian oleh PKI. Mulailah perburuan terhadap pelaku G 30 S, yaitu para anggauta PKI dan simptisannya, pengikut Bung Karno dan PNI yang dipimpin oleh Mr Ali Sastroamijoyo dan Ir Surahman, Bung Karno ditawan, Letnan Jendral Suharto. Panglima mandala ini praktis menjadi Pengemudi Negara Republik Indonesia, sejak Presiden Sukarno ditahan dirumah salah satu istrinya dan menderita sakit. Saya bekerja di kebon kopi dari tahun 1969 hingga tahun1971, kemudian menjadi Agronomistnya perusahaan Pensuply Pestisida Hoechst kemudian pindah jadi Agronomistnya perusahaan sejenis dari Shell – Kedua perusahaan ini mensupply insectisida untuk Programe Bimas tanaman pangan. Saya diwajibkan member after sales service kapada petani pengikut Bimas (Bimbingan Massal) di Jawa Tengah, Jawa Timur, bali, Sulawesi, NTB, toritis sampai wilayah transmigrasi di Papua Barat. untuk Bimas Kapas di Jawa Tengah Jawa Timur, Lombok, NTT dan Sulawasi Selatan dan Sulawesi tenggara, hingga umur 60 tahun saya berhenti jadi Agronomistnya perusahaan Shell yang sudah dijual haknya menjual productnya di Indonesia kepada stu perusahaan Amerika. Manager dari perusahhan Amerika ini adalah orang India yang sangat mencari cari kekurangan anak buahnya termasuk saya, akhirnya hanya untuk leluasa korupsi duit discout yang seharusnya diberikan kepada Agent dai setia wilayah penjual. Si India ini ketahuan menilep ratusan juta rupiah sekali raup. Dari setiap Multinasional Companies expatriate yang paling buruk kelakuannya rata rata dari India, sangat kotor permainannya untuk segera kaya dan pulang kenegerinya.*)

ESSAY SEJARAH NUSANTARA, MASYARKAT BERKEMBNG MENURUT CARA BARU PENANAMAN PADI DAN PENCETAKAN SAWAH

ESSAY SEJARAH NUSANTARA Daerah kepulauan di sabuk tropika ini memang sejak zaman pra sejarah jadi tempat perlindungan dan tempat hidup baru puak puak dari benua Asia yang terdesak dan juga menjadi asal dari Pythcanthropus erectus sejak semula. Mulai dari zaman pra sejarah hingga sejarah zaman pertengahan telah terjadi perubahan yang drastic dari masyarakat, mengikuti perubahan cara bercocok tanam padi ( Oryza sativa) yang rata rata menjadi makanan pokok penduduknya, terutama di pulau Sumatra, pulau Jawa dan pulua Sulawesi selatan dan Sulawesi Utara. Kebiasaan makan nasi rupanya dibawa dari asal mereka yang datang dari tempat lain dengan berbagai alasan dari zaman ke zaman prasejarah hingga jaman pertengahan, Selain padi penduduk asli sudah menggunakan sagu, taro dan yams, sukun, tanaman asli dan dibawa dari kepulauan Pasific taro dan yams disini namanya talas dan bentul. Tanaman padi memang diduga dapat ditemukan bentuk liarnya di Nusantara, tapi nyatanya ada dua verietas yang ditemukan sejaman dengan waktu artefak prasejarah, ditanam hinga sekarang adalah gabah yang panjang dari jenis Oryza sativa cv. Indica , dan Oriza sativa cv. japonica yang gabahnya agak oval. Ternakpun demikian ada kerbau jenis dari India Bubalus arnee lebih besar dan lebih hitam, ada jenis Bubalus mindoroensis yang local lebih kecil. Sapi dari India ”Zebu” besar dan berponok dan beda dengan sapi local yang dijinakkan jadi sapi Bali , dari jenis liar setempat Bos banteng lebih kecil, mempunyai tonjolah serupa ponok, merata dari tulang belakang mulai gumba sampai beberapa ruas tulang belakang kearah ekor. Binatang piaraan yang menandai pendatang yang membawanya dari zaman pra sejarah ( 2000 – 1500 tahun sebelum Masehi) adalah ayam dan babi, mungkin kucing dan anjing. Ayam local serupa ayam katai, kakinya pendek, kecil, kita punya babi hutan local paling sedikitnya ada empat species alami, babi hutan dari hutan darat jenis yang terbesar ( celeng wijung- Bahasa Jawa), dari rawa rawa berkaki panjang berambut kemerahan, ada species yang mukanya berbenjol benjol ( celeng katak- Jawa) dan celeng goteng ( bahasa Jawa) kecil kecil. Apa yang dibawa pendatang dari China berbadan panjang dengan tulang belakang melengkung seperti sadel, kepalanya berat dan telinganya besar, mirip babi Bali. Jadi persis, piaraan ini dibawa suku suku ke Nusantara yang keturunan dari China dan Campa, dan Asia daratan di tenggara-lah yang membawa ayam dan babi dari sana, dengan tanda tanda yang cocok seperti di Minahasa, Batak, Bali Kalimantan, yang sekarang penduduk aslinya kulitnya berwarna cerah. Bahkan padi yang mereka tanam juga varietas japonica. Sedangkan dimana ada kerbau besar species dari India datang belakangan dengan perahu yang lebih besar dan datang secara massive, seperti yang datang dari Benggala, mereka datang dengan perahu bercadik dengan balatentara dan petani beserta ternak tariknya, Bubalus arnee kerbau lebih besar berwarna lebih hitam dan Bos indica sapi besar berponok, dan ayam jenis Galus bangkiva dari Asia tenggara. Mereka yang datang secara massive ini adalah suku suku yang berkulit sawo matang agak gelap, dan bertanam padi jenis dari India. Kedatangan pendatang dari teluk Benggala ini terjadi pada 500 tahun Masehi, dengan keperluan mendirikan kerajaan sebagai outpost dari kerajaan di Benggala di muara sungai Musi, untuk menguasai jalan pelayaran lewat selat Sunda dan dari laut Jawa ke barat. Mereka menggunakan perahu perahu besar karena telah berhasil melengkapi perahu yang besar besar ini dengan layar yang besar, meskipun perahunya masih harus dipasang cadik untuk keseimbangan layar yang cukup berat diatas. Konon armada perpindahan penduduk dari Benggala ini berjumlah hingga 20 ribu orang, tentu saja lengkap dengan alat alat pertanian petani, ternak tarik bajak dan tentara. Sekaligus membuat suatu peradaban baru di Nusantara, menyerap puak puak setempat, untuk membangun hunian dan sawah ditepian sungai Musi dengan Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan ini kemudian berkembang di pulau Jawa dengan wangsa Syailindra di Jawa Tengah di Jawa Barat Kerajaan Panjalu.pertanian padi swah jadi satu sistim masyarakat sawah. Apabila di tepian sungai Musi mereka membuat saluran irigasi mengandalkan pasang surut permukaan air sungai besar yang dipengaruhi pasang surut air laut, maka di Pulau Jawa yang lebih kecil dan Bali, mereka menggunakan lereng lereng gunung berapi dan kaki gunung yang mengalirkan air dari mata air dan menjadi kali kecil di hulu turun ke jurang dibawahnya, maka dengan membendung sungai yang tidak besar ini di ketinggian menjimpangkan air lewat saluran yang dibuat dengan menyertakan orang orang setempat karena pekerjaan cukup besar, dengan aliran air dan hewan tarik, dicetaklah lapik lapik sawah berundag, berpengairan yang sangat subur, bisa panen dua kali setahun dan sangat menarik kaum pribhumi untuk bergabung dengan kelompok pendatang ini dengan cara menanam padi yang baru, menggunakan pengairan dan pembibitan, bibit dipindahkan ke lahan yang bebas gulma untuk beberapa bulan sementara padi masih sangat muda. Jauh lebih nyaman dari menanam padi di huma. Akan tetapi kalangan Ksatrya dan Brahmana cukup hati hati, menjaga keunggulan mereka sebagai “Trahing kusuma rembesing madhu, tedhaking handana warih” Ksatrya dan Brahmana dianggap sebagai keturunan Bunga atau bidadari dari Kahyangan melelehkan madu kebahagiaan dan keturunan bidadari dan dewa pemberi hadiah air pengairan terus mengalir untuk sawahnya. Maka itu mereka dengan senang hati membuat iuran hasil panen meraka kepada kedua kaum diatas, kan mereka menjadi kaum Kaum Waysia dan kaum Sudra, siap membantu bila ada musuh jadi prajurit dan bekerja bergotong royong. Dua wangsa yang diatas itu sangat hati hati khawatir mereka minggat dan membuat sawah sendiri. Mreka sangat memperhatikan perilaku watak Ksatya- Brahmana yang sampai sekarang dikenal dengan watak “priyayi” atau “ noblese oblique”, sesuai dengan derajad yang diberikan oleh masysrakat. Perilaku ini juga mencegah para kasta bawah orang setempat minggat dan membuat negara sendiri mencetak sawah dilereng gunung yang masih tersembunyi. Hanya para Brahmana melarang keras mereka untuk belajar membaca dan menulis huruf Palawa hurufnya kitab suci Wedda. Sebaliknya ajaran Agama samawi yang pertama datang ke Musantara adalah agama Islam, bukan asli dari orang Arab, tapi lewat Parsi, yang kebudayaannya jauh kebih tinggi dari kebudayaan Arab dengan para mubalegh dari Yunan Tiongkok, yang kebudayaannya juga ludah tua sekali ajaran bermasyarakatanya, berbatasan dengan Irak. Mereka menghilir sungai Yang tse, lewat Tiongkok selatan menuju ke Nusantara, ikut berlayar rombongan pedagang. Mereka mbalegh kaum intelek bejumlah hanya sedikit, tapi sangat piawai dalam Ilmu agama Islam dan teknologi orang Parsi dari Mesopotamia yang terkenal dengan “taman tergantung” dan sistim pengairan di rawa rawa di Mesopotamia, antara sungai Euphrat dan sungai Tigris. Mubalegh dari Yunan ini dengan murah mengajari kaum Waysia dan Sudra membaca dan menulis huruf Arab, sehingga orang wangsa Waysia dan Sudra yang hidup dipantai bisa berdagang dengan sangat maju, membuat surat perjanjian, mengirim pesanan barang dan mencatat pembukuan keuangan dengan angka Arab yang sangat praktis untuk neraca lajur hingga tujuh delapan digit di daun lontar. Sesudah jumlah mereka cukup banyak dan modal terkumpul mereka mencetak sawah dirawa rawa dekat hunian di bukit kapur Gresik. Sehingga kuburan islam yang paling tua dari gadis Fatimah binti Maimun bertarikh setara dengan abad ke sebelas Masehi. Pencetakan sawah rawa ini belum pernah dibuat ditanah yang diterlantarkan , tanah rawa ini. Metoda yang digunakan adalah metoda pembuatah saluran penatus dan pengisi air tawar dengan pintu ganda, yang bisa untuk lewat perahu pengangkutan hasil panen padi/beras ke pelabuhan terdekat, mengalahkan supply beras dari sawah lereng gunung kerajaan Majapahit yang jaauh dari pelabuhan kapal pada waktu itu. Sesudah mereka punya pengalaman dan tenaga cukup banyak dengan tenaga mereka sendiri, dimulai membuka rawa rawa yang lebih luas di selatan gunung Muria menjadi Kerajaan Demak Bintoro, tanpa bersaing dengan wangsa yang berkuasa, malah memberikan sumbangan tambahan. Rawa seluas kurang lebih 30 000 Ha ini terjadi karena aliran sungai sungai dari gunung Merbabu lereng timur, dari gunung Telomoyo di Ungaran - lereng timur dan dari pegunungan kapur Kendeng lereng utara seluas kurang lebih panjang 50 km selebar 20 km mulai kota barat Demak sekarang sampai dibarat kota Pati sekarang , catchment area ini terhalang oleh gunung Muria yang ada di pantai Utara. Maka kerajaan Demak yang Islam bisa mengalahkan Kerajaan Majapahit dalam produksi beras dan sekaligus pengangkutannya ke pelabuhan di pantai utara Jawa di Trung, Ngampel Denta dan Jepara. Kebetulan mata dagangan yang sangat dibutuhkan oleh jung jung raksasa dari Tiongkok adalah beras sebab disana kehidupan petaninya korat karit karena sering perang. Ditambah dengan penghasilan dari kayu jati di lereng utara gunung Muria. Terbukti, satu abad kemudian, setelah kerajaan Demak. Diganti kerajaan Mataram dengan ibu kota di Plered pada abad ke 15, di barat kota Bangsri, orang Portugis membuat Benteng ditepi pantai yang sangat sepi, nyaris tidak berpenduduk, dan menghadap kelaut Jawa lepas, hanya untuk menjaga monopoly mereka terhadap kayu jati yang diluncurkan dari lereng utara gunung Muria, dengan mudah diluncurkan kelaut untuk lunas dan lambung kapal kapal mereka, karena bahan kayu jati ini ternyata sangat tahan terhadap cacing laut yang sangat merusak, menjadi barang dagangan yang sangat berharga. Mubalegh Islam dari Yunan dan Parsi ini tidak berdagang melainkan mengajar Ilmu scara murah. Mereka rata rata berwatak ksatrya –brahmana selalu monomer satukan kepentingan umum, pantang bermewah mewah dan menmpuk harta untuk menciptakan “Dien” yang dicita citakan oleh islam, sebagai lawan dari kaum Bhaiarawa tantra yang merusak kerajaan Majapahit dari dalam, mengejar suap dan upeti a’la LHI dan Fath. mengumbar hawa nafsu ma lima untuk kesempurnaan jiwanya menuju derajad kesadaran jiwa tertinggi. Pemuda islam rata rata tidak mengejar harta duniawi melainkan berjihad mengabdikan diri demi kamaslahatan umat. Belajar Ilmu tasawuf dan ilmu alam, ilmu Kimia dan Mathematik, sehingga rata rata mereka bercita cita tinggi, sehingga mampu mendirikan kerajaan Demak Bintoro Dengan kekuatan ekonominya mengalahkan kerajaan Hindu Majapahit. Konon, kekuatan physic para pemuda Islam ini, waktu itu dibantu dengan penguasaan ilmu pernafasan a’la aliran silat dari Tiongkok, dengan bantuan tenaga linuwih mereka mampu menggali saluran saluran dirawa rawa yang dapat mengatur ketinggian air disawah sawah mereka. Tarbukti ada murid mubalegh ini yang rakyat menyebutnya Kalijaga diberi martabat sunan oleh rakyat karena ikut mengembangkan ajaran islam. Kalijaga artinya menjaga kali, mengukur meneliti prilaku air kali untuk menentukan arah dari saluran saluran tentu saja dengan alat optic rudimenter seperti teodolit/nivelier sekarang, sudah ada di Mesopotamia dan dibawa oleh mubalegh Islam untuk merubah rawa rawa luas jadi sawah yang subur, bisa dipanen dua kali setahun, angkutan panen mudah dan cepat dengan perahu perahu khusus berlambung rendah dengan draft yang sangat kecil sehingga bisa melewati saluran saluran yang dangkal, jenis perahu ini sapai sekarang masih ada. Menciptakan pengolahan senjata keris yang semula orang Majapahit membuat dari dari besi cor (pig iron) menjadi dari besi baja cara Damascus ( Damascent steel), yang tidak gampang putus bahkan mengisinya dengan pamor meteor nikel. Sesudah runtuhnya kerajaan Demak Bintoro karena sistim saluran dan persawahan dengan cepat dan luas menjadi dangkal karena lahar dingin dari gunung berapi Merapi dan Merbabu, karena hujan abu yang besar, maka butuh tenaga yang luar biasa dan lama untu memulihkan kekuatan ekonomi yang menonjol. Bersama itu juga kedatangan Mubalegh islam dari Arab dan Mesir yang Pedagang, lebih mementingkan tata cara dan keseragaman cara, dengan patokan hidup cara Arab, dari pada tasawuf dan ilmu pengetahuan yang dianggap sangat tidak perlu, ditandai dengan di singkirkannya ajaran tasawuf dari Hamsah Fansuri di Sumatra dan ajaran yang dipengaruhi falsafah islam dari Parsi Al Haladz, disini berimbas pada pemikiran Syekh Siti Jenar, penghapusan pemikiran ini juga merembet ke kebencian kepada ilmu pengetaahuan sesudah reinessance. Sesudah itu Kerajaaan sesudah Demak Bintoro tidak pernah bisa melawan armada dari Barat, karena daya tembak meriamnya yang jauh lebih dari armada perahu setempat. Pada jaman baru, kerajaan di Nusantara semua ditakluk-kan oleh Penjajahan Belanda dengan menanda tangani “ Traktat panjang” , akhir d ke 18 abad ke 19 sesudah terusan Suez digali, pelayaran kapal uap semakin mudah, Karena alur pljayaran melewati Laut Merah, dan di pelabuhan Jeddah kapal uap dari Belanda kosong, mengisi penmpang dengan menarik ongkos dari orang Arab yang dibujuk untuk memperbaiki kehidupannya ke Hindia Belanda, Meskipun Jasirah Hejaz penduduknya sedikit, dan dari Hadramaut juga sedikit, akhirnya kapal uap mereka masih bisa ngeteng mencari uang daripada kosong, dasar. Malah mereka yang akan mencari kehidupan yang lebih baik ini setelah beberapa saat di tanah Hindia Belanda disamping berdagang juga mencari uang dengan mindring membungakan uang yang dilarang oleh agama Islam, menjadi Sayid dan Sayidah Tuan tanah, memiliki rumah banyak untuk disewakan juga tidak diharamkan, merangkap menyempunakan Islam dengan cara mereka yaitu melaksanakan tata kehidupan Arab, yang sayangnya oleh orang setempat dianut sebagai kepatuhan pada akidah Islami. Jadi apabila Islam harus dominan di tanah ini, maka ajaran yang sudah dirintis para Wali di Pulau Jawa, para pemudanya, mahsiswanya menjadi pelopor membuka tanah gambut diluar Jawa, membuang jauh jauh nafsu korupsi, mengumbar hawa nafsu harta tahta dan wanita menghasilkan kekuatan ekonomi pangan dunia, mengajari anak petani gratis ilmu pengetahuan praktis seperti menciptakan pembangkit listrik micro, menggulung dynamo dan motor listrik, menggunakan energy surya sebagai alternatip, membuat silages dan kompos, dan menyambung dan okulasi tanaman, membuat bio gas, ( lah gimana , para uztadz- nya saja nggak bisa, sudah puluhan generasi hanya kitab kitab agama saja yang dipelajari, sekaligus menghidupkan jiwa Islami dalam wadah keksatyraan Nusantara, sesuai dengan akidah hidup islami yang pokok. Bismillairakhmanirakhim – memulai setiap tindakan dengan nama/atas nama Allah yang Maha pemurah dan Maha pengasih – menjauhi teladan buruk dari Partai gurem a’la Lutfi HI dan Fathonah, Partai gelembung udara a’la AU yang ngotot jadi Partai wakil rakyat macam Sutan Batu Gana , bupati Fuad dari Madura dan Hasan Batalipu dari Sulawsi tengah dan kawan kawannya*)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More