Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Senin, 29 Februari 2016

AMIRUL MUKMININ BENTUK KEPEMIMPINAN ISLAM

Sabtu, 27 Februari 2016

PIKIR ADALAH POLISI PERASAAN, JANGAN TAKUT BERPIKIR

MENGENDALIKAN PERASAAN, MENJADIKAN PIKIRAN SEBAGAI POLISI
Sang Budha, bersabdha, bahwa sebaiknya perasaan manusia dibersihkan dari kotoran sebagai orang membersihkan kaca, di-lap setiap kali ada kotoran debu sekecil apapun – Sebab perasaan bekerja sama dengan pikiran bisikan iblis, bisa tumbuh dan berkembang dengan cepat diluar kesadaran si pelaku manusia. Perasaan dan pikiran yang mengacu pada perbuatan corrupt, sambil bersembunyi dalam kesibukan sehari hari, bisa tumbuh dan berkembang jadi raksasa dalam otak manusia begitu besar. Sehingga mendorong perbuatan yang sangat buruk akibatnya, bagi dia sendiri dan masyarakatnya, bahkan bagi dunia.
Sebagai ilustrasi teladan, bisa diambil dari epos India – yang sudah diadaptasikan dalam sastra Jawa. Ramayana. 
Sang Brahmana Resi Wisrawa, di-mohon oleh putranya yang sudah menjadi Raja, sang Dhanaraja, untuk meminang putri, cantik dan cerdas, Dewi Sukesi, putri seorang raja dikerajaan lain 
Lamaran disampaikan kepada sang Dewi, dan disambut dengan syarat, sang dewi harus bisa mendapatkan satu ilmu yang  sangat sulit diajarkan. Yaitu “Sastrajenda hayunngrat…., pangruwating diju”.  Karena sang Brahmana Rsi Wisrawa sangat sayang pada putranya, pengajaran ilmu musykil ini disanggupi oleh sang Brahmana.
Maka dimulailah pengajaran ilmu ini. Saban hari tatap muka. Waktu sang Brahmana menguraikan ilmu ini, beliau befikir, memang benar putranya jatuh hati pada sang Dewi ini, cantik dan cerdas, begitulah perasaan dan pikiran berkerja sama, normal, kan ndak ada yang tahu, sambil terus menguraikan ilmu musykil ini. Karena musykilnya makan waktu berbulan bulan, dan alam menjadi kaget, Pada suatu saat mendatangkan badai guntur mendadak tiba, saat lain candik ayu menyapa meliputi senja yang cerah. Perasaan dan pikiran sangat kagum dan sangat menghormati calon menantu ini tidak dihapus oleh sang Brahmana, toh tidak ada yang tahu, malah dipelihara dengan sangat hati hati dalam kesepian malam dantara do’a dan puja mantra sang Brahmana setiap tengah malam, membuat buaian perasaan yang sangat nikmat dalam jiwa sang brahmana, berkat pikiran yang dibumbui denga bisikan iblis ini. Siang hari dalam kesibukan kegiatan dengan sang calon besan membicarakan tatanegara  keadilan dan upacara puja rumah tangga kerajaan, perasaan dan pkiran pada sang Dewi calom nmenantu hilang kenyap sebagai kabut disapu angin, keadaan masih terkendali, aman. Hubungan tetap normal sebagai Guruji dan murid yang berbakti.  tidak ada apa apa diantaranya, samentara itu “perasaan dan pikiran itu tumbuh sendiri tanpa disadari dengan cepat dan kuat, menjadi mahakuat. Tidak terkendali oleh apapun.
Setelah bulan berganti tahun, maka perasaan dan pikiran ini menjadi raksasa yang kuasa melanggar segala rintangan, dalam perasaan dan perbutan, puja mantra malah mencitrakan cinta. MAKA TIDAK ADA YANG BISA MENGALAHKAN PERASAAN DAN PIKIRAN  “BURUK – SEBURUK BURUKNYA”  perbuatan manusia.  Menghianati janji pada sang putra tercinta, mencederai hubungan guru-murid, menodai ilmu yang diajarkan, melanggar keutamaan seorang Brahmana – apa yang tidak?
Mannurut legenda Jawa, Sang Danaraja dicegah membunuh Ayandanya oleh dewa Dewa, sebagi gantinya diangkat menjadi anggauta Kedewataan.
Maka dari pasangan Guru=Murid ini Terlahir Dasamuka sebagi anak pertama dewasanya menjadi Rahwana, anak kedua putri raksesi Sarpakenaka, cerdik tannpa belas kasihan, anak ketiga raksasa bedarah putih Kumbakarna si pembangkang kakaknya, tatapi mati membela Negaranya, yang keempat ksatria pinandita Gunawan Wibisana, selalu mengingatkan sang Rahwana untuk mengikuti dharma. 
Begitu pula cerita suci dari Perjnanjian Lama, yang dari agama Kristiani, perebutan secara licikterhadap istri sang jendral yang lugu, yang selalu nampak waktu mandi di kolam jauh dibawah jendela kamar Raja Daud yang sudah mengalami masa muda kedua, setiap kali terintip dari jendela melahirkan perasaan dan dibantu pikiran membayang bayangkan. Maka atas bisikan iblis direkayasa ( ini ya dibantu pikiran) agar yang Jendral mati dalam peperangan, maka janda sang jendral lugu diperisterikan oleh Raja Daud.
Jadi begitulah, bersihkanlan cermin saban hari, hapus pikiran korrupt, hapus perasaan/prasangka buruk selagi sebesar debu dari pikiran. *Semoga berguna *)
  

Kamis, 25 Februari 2016

DASAR SIKAP HIDUP MENUSIA UNGGUL, RMP SOSROKARTONO

SIKAP HIDUP MANUSIA LINUWIH/UNGGUL INI : RMP SOSROKARTONO


Dari pancaran kondisi bathiniah RMP Sosrokartono, mampu melahirkan sikap hidup lahiriah  manusia unggul ini.

Sikap hidup beliau yang dijalani sampai akhir hayatnya secara konsisten,  dapat disimak dari tulisan tinggalan beliau di nisannya:

Nrimah mawi pasrah        - rela menerima keadaan dengan berserah diri kapada Allah

Tapa pemrih tebih ajrih    -tidak mengharapkan keuntungan pribadi, tidak pernah takut pada godaan iblis                          

Langgeng tan hana bungah tan hana susah

                                                    - Datar tidak ada gembira dan tidak ada susah

Anteng manteng sugeng jeneng

 -bila lagi diam beliau bermeditasi, bila dalam hidup sehari hari beliau sangat menjaga prinsip hidupnya.


Dari sikap bathiniyah semacam ini, manusia unggul ini mampu menjalankan sikap hidup lahiriyah yang tertera juga di tulisan pada nisannya:

Sugih tanpa bandha   - Bersikap sebagai orang kaya raya, hanya memberi, karena semua dari Allah

Didgaya tanpa aji        - sakti tanpa bantuan mantra (call sign dari dimensi alam lain), hanya demi Allah

Nglurug tanpa bala     - masuk dikalangan musuh tanpa belatentara ( kecuali Allah)

Menang tanpa ngasorake

-         Bisa menang tanpa mengalahkan. Yang menang jalannya Allah.,

                                                                                                                                -----*)


 

Rabu, 24 Februari 2016

RMP SOSROKARTONO, KALIMAT PARADOKSAL

RMP SOSROKARTONO:

MURID GURUNE PRIBADI, GURU MURIDE PRIBADI, PAMULANGE SENGSARANE  SESAMI, GANJARANE AYU LAN ARUME SESAMI

Murid (adalah) guru (dari) Pribadi, guru (adalah) murid (dari) Pribadi , pelajarannya dari sengsara yang diderita sesama manusia, ganjarannya adalah kebaikan rasa bewrsyukur dari sesama


RMP Sosrokartono alkhi bahasa (Linguistic) dengan sendirinya, secara tatabahasa beliau pasti benar, bila aneh pasti desengaja.. Lulusan Universitas Leiden, Negeri Belanda. Priyayi ( nobility) lancar menggunakan 26 Bahasa, juga dapat menggunakan lebih dari 10 bahasa Daerah Nusantara  ini, alkhli bahasa Jawa juga. Dalam bahasa bahasa Kepulauna Nusantara, tatabahasanya tidak begitu rumit, Konstruksi kalimat standar pokok adalah : pokok kalimat- sebutan – pelengkap penerita, atau pelengkap peyerta.

Kalimat peninggalan beliau diatas membingungkan,  dirangkai tiga kata, induk kalimat dan anak kalimat terdiri dari tiga kata, nampaknya dengan pokok kalimat yang berbeda, menyimpang dari gramatika kalimat majemuk.  Coba dibaca terbalik menjadi: Pribadi muride  Guru,  pribadi gurune murid.  Jadi dua kalimat yang dirangkai seperti biasa, pokok kalmiat- sebutan-pelengkap  dan anak kalimat pokok kalimatnya sama- ya wajar, pokok kalimat sebutan dan pelengakap penderita dan wajar dirangkai karena pokok kalimatnya sama,  terangkai dengan pokok kalimat dan anak kalimat dengan pokok kalimat yang sama yaitu Pribadi.  

Induk kalimat bila menjadi kalimat sendiri berbunyi  Pribadi gurune murid  . Yang artinya memang Pribadi itu gurunya sang murid atau orang yang sedang belajar atau beguru. itu yang didepan

Yang dibelakang   menjadi kalimat sendiri akan berbunyi

Pribadi  muride GURU – artinya ya pribadi itulah muridnya sang GURU                                                        yang sedang mengajari jalan yang benar.


Maka maknanya : Wahai orang yang sedang mencari jalan yang benar, bergurulah lah pada MURID  SANG GURU, cari sampai ketemu.
Sedangkan Al Fatihah ayat ke 7 dan ke 8  Pembaca surah itu mohon prtunjuk tuntunan ke  ke jalan yang benar, Yaitu jalannya orang yang Enkau beri Penjuk. Bukan jalannya orang yang sesat serta mendapat murka.
Surah Al Fatihah ini adalah ummul Qur’an – induknya Al Qur’an, yang dibuka dengan Bismillahorakhmanirakhim –Dengan nama Allah yang maha Pemurah dan Maha Pengasih.
Inilah surah Wahyu dari Allah kepada Nabi Muhammad sallalhu alaihi wasalam, lewat Malaikat Jibril. Beliau mendapat petunjuk dari sang GURU.
Yang jelas si Pembaca surah ini tidak menyebutkan permohonannya, jalan yang
benar yang dimaksud seperti apa, tapi seperti yang telah Allah tunjukkan pada mereka yang mendapat rakhmat. Ummul Qur’an hanya member petunjuk bagi Pembacanya penjuk yang benar itu akan mendapat pendahuluan bahwa perbuatan si pemohon akan sesuai dengan tugasnya menjadi Khalifah di Bhumi, dengan azas Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih thok tidak ada yang lain.
Jadi petunjuk benar dan salah dari surah berikutnya dari Al Qur.an dan Al Hadist hanya dipagari dengan tugas dan kuwajibannya menjadi rakhman dan rakhim, bukan lainnya umpama mengadili suatu perkara tentu tidak boleh dengan nama Allah yang Maha Adil, atau Allah yang Maha Benar.

Begitu pula menimbang persoalan sikap kelakuan Manusia, petimbangan yang diperkenankan Allah adalah didasari oleh azas Pemurah dan Pengsih fithrah manusia yang sebenarnya.*)  

Selasa, 23 Februari 2016

iLMU PERTANIAN -CARA MEMPELAJARI SUATU ILMU

IILMU PERTANIAN. ILMUNYA FOLOSOF/PEMIKIR.
Sebagaimana  cabang cabang Ilmu yang lain, paling mudah mencari posisi Ilmu Pertanian diantara ilmu ilmu yang lain adalah menurut cara mempelajarinya, Satu Universitas sebagai pusat penyebaran dan pedidikan segala Ilmu dibagi menjadi Fakultas Fakultas ilmu yang pokok:
. Illmu Hukum, Ilmu Susial Politik tergolong  ilmu humaniora, Ilmu Kedokteran,  Ilmu Farmasi, Ilmu Ekonomi,  Ilmu dasar Kimia, Fisika, Matematika. Ilmu  exacta.. Disamping Ilmu Ilmu Terapan dar masing masing fakultas yang sangat banyak,  sangat dibutuhkan masyarakat dipelajari di Akademi Akademi, diharapkan jasanya dari pelajaran disana laku dalam msyarakat.
Ilmu  Pertanian dalam pengembangannya dibagi menjadi Ilmu Peternakan, Ilmu Kedokteran Hewan, I,mu Perikanan dan Ilmu Kehutanan..
Selanjutnya masyarakat umum menggunakan Universita Univesitas , Akademi Akademi, unuk mencari tempat investasi bekal anak anaknya : Pendidikan , demi meperolah nafkahnya dalam hidup nanti.
Saya mendapat kesimpulan, bahwa Imu Pertanian, berkembang sejak “tanah” menjadi pusat perhatian menghasilkan barang dagangan dan bahan strategis untuk pangan dan Industri. Dengan lahirnya era industrialisasi, dsamping Pertambangan dan Metalurgy, di akhir abad pertengahan.
Oleh karena dari saat ilmu Pertanian itu berkembang, teknologi pedukung belum berkembang, dan tanaman memang makhluk yang harus hidup bebas di alam yang berubah rubah, dan berbeda beda menurut pola iklim di bola dunia ini.
 Ilmu Pertanian lebih mendasari pemahamannya dengan berfikir analitik, menghubungkan pola alam dan tanaman, . supaya  budidayanya berhasil, ya wajar.  Menjadikan ilmu ini mengajari berfikir secara sistimatik, ilmunya para filosof/pemikir.
Sedang ilmu Kedokeran mendasari ilmunya dengan pendalaman secara rinci jaringan yang saling melekat satu sama lain dan berbeda beda fungsinya. Ilmu ini berkembang dengan menghafal, mengingat, menandai dengan kuat,  menandai dengan sangat teliti fungsi setiap jaringan normal dan sakit. atau bermasalah, menjadikan Ilmu ini ilmunya para Master/ Undagi/Empu.
 Para Master/undagi,makanya tidak heran bahwa pasien dilarang minta fotocopy status riwayat sakitnya selama dirawat di RS itu diberikan pada ke RS yang lain bila si sakit pindah tempat tinggal. Sebab mungkin merupakan perlindungan profesi master/undagi ini sendiri.
Para Master mengumpulkan pengalaman undagi lain yang lebih berpengalaman sejalan dengan kemajuan teknologi (yang sangat pesat berkembang), dengan bayaran yang sangat mahal, karena mnyangkut nyawa orang. Mempengaruhi pola pikirnya untuk menjadi conservative, karena pengalaman yang sudah teruji dari waktu ke waktu.
Sebagai ilustrasi saya sajikan pertukaran pendapat antara Professor ilmu Kdokteran dengan tataran akademis S 3 dengan sarjana Ilmu Pertanian peringkat S 2. Mengnenai agama Islam, karena keduanya  muslim, berumur diatas 70 tahun, sudah sangat matang dibidang ilmu ukhrowi ini dengan pola pikir masing masing.
Kedua sosok muslim  ini membahas terjemahan dari satu kalimah suci dari AL Qur’an, kalimah Basmallah  kedalam bahasa Indonesia.
Satu kitab Al Qur’an dengan terjemahannya menulis “Bimillahirakhmanirarkhim” dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia “Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih”, yang satu lagi menterjemahkan dengan “ Dengan {menyebut} nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengsih” dengan kata menyebut dalam kurung, yang maksudnya kata itu tidak ada dalam tranliterasi kata demi kata. Yang lain lagi kitab terjemahan itu menulis “ Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih” kata menyebut tidak dimasukkan dalam kurung, karena ditafsirkan lebih pas dengan situasi posisi Allah jauh diatas manusia, jadi hanya boleh disebut saja. Sedangkan terejemahan  Dengan Nama……. Atau Atas Nama………. Tidak pas. Sang professor dengan pola pikir kenservarivenya tidak menganggap penting perbedaan terjemah itu karena hanya tafsir ( dia tidak siap membicarakan hal ini seumur umur), dan condong ke “Dengan menyebut Nama”……….karena posisi Allah adalah Junjungan manusia, jadi tidak pas bila berani mengatas namakannya, meskipun dari 99 Asma Allah, hanya dua ini yang boleh di atas namakan yaitu Pemurah dan Pengasih, dalam segala perbuatannya di Dunia sebagai Khalifah Allah.
Si Pertanian, karena biasa menggunakan pola berfikir yang analitik acute, menghubungkan kalimah suci ini dengan perintah Allah di surah Al Baqarah ayat 30, yang berbunyi dalam terjemahannya “Akan Allah angkat manusia menjadi Kaliffah KU di Bhumi……., Lha gimana, sudah diangkat kok tidak mengerti tugas dari Yang Mengangkat.  Hanya mengatas namakan Yang mengangkat, dalam hal Pemurah dan Pengsih thok. Bukan Asma Allah yang lain dari yang 99 itu !  Jadi harusnya berani tanggung jawab, sudah sama apa enggak perbuatan dengan tugasnya.
Karena penasaran, si Pertanian memberanikan diri untuk men sitir kata kata peninggalan Gus Dur Almarhum yang berbunyi:
Jika kamu membenci orang karena dia tidak bisa baca Al Qur’an, maka kamu pertuhankan bukan Allah tapi Al Qur’an.
Jika kamu musuhi orang yang beda agama dengan kamu, bararti kamu pertuhankan bukan Allah, tapi Agamamu,
Jika kamu menjauhi orang yang melanggar “moral”, maka kamu pertuhankan bukan Allah tapi “Moral” Pertuhankanlah  Allah bukan yang lainnya. Dan pembuktian bahwa kamu mempertuhankan Allah kamu harus menerima semua makhluk karena begitulah Allah.
Terus makna dari ajat suci Al Qur’an, Al Ikhlas : Qulhuallahuakhad, Allahusomad, Lamyalidwalamyulat. Walamyakullahu khufuanakhad. Dengan risalah Gus Dur ini makna surah ini jadi gamblang.
Sesudah orang meyakini bahwa Allah yang dipertuhan itu menerima semua mahluk, maka Allah itu Tunggal. Hanya Allah yang menetapkan kejadian apapun di Bhumi dan dimana saja. Dia tungggal dan tidak ada apapun yang menyamaiNya.”
Maknanya bila kata mutiara Gus Dur ini benar benar dicamkan, kita hanya mempertuhankan Allah dengan perbuatan, maka, apapun kejadian yang ada adalah sudah kehendak Allah, amiin. Berarti bila orang bisa bersemangat menyebut Nama Allah, bahkan mengatas nanakan Allah, membakar dan membunuh karena persoalan agama, moral, ajaran suci,  menghancurkan kota dan bangsa, itu bukan kehendak Allah, tapi tanggung jawab manusia yang belum mempertuhankan Allah satu satunya, bukan Ajaran suci dari wahyu Allah. Bukan Agama, bukan Moral. Ya benar Pak Profesor, berfikir itu gampang disusupi bisikan iblis, dalam beragama lebih selamat, tidak berfikir. Contohya sesama Ilmu yang harus brfikir Ilmu Hukum, ada Pangacara brilyan, OC K, membela tersangka yang sudah disperate, ada putusan majlis Hakim yang melunak karena pembelaannya. Satu saat orang dibawah wewenangnya pikirannya ditempel iblis, si ahli Hukum terbuai bisikan iblis juga, dia di vonis hakim bersalah. Bagimu si pertanian ?., Tetaplah berfikir mengenai apa saja,  dan berlindunglah dibawah naungan Al Fatihah, sehingga nuranimu cerah, karean berfikir itu tidak melanggar Undang Undang,. Sebgai "Pribadi muride GURU" - Ingatlah kalimat pesan RMP Sosrokartono.alm.*)

















Senin, 22 Februari 2016

ILMU PERTANIAN, SAMA DENGAN ILMU HUKUM, DIDASARI ILMU BERFIKIR.

IILMU PERTANIAN

..Keduanya jadi saling heran, kena apa si Pertanian ini resah dengan transliterasi ayat suci “Basmalah”. Menrut tafsir disatu kitab  terjemahan Al Qur’an menjadi “ Dengan nama Allah yang Maha Pemurah dan Pengsih” dilain kitab edisi lain diterjemahkan dengan tafsir Al Qur’an   Dengan (menyebut) nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengsih” sedang dilain kitab terjemahan ditafsirkan “ Dengan meyebut nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih” – tanpa kurung dari kata menyebut – alias kurung dihilangkan, jadi seolah olah ada kata “menyebut” ini ada dalam bahasa Arabnya ayat suci Basmallah ini. Dluar  dugaan saya nampaknya sang profesor terlulu konservative untuk berfikir,
Mungkin dalam Ilmu Pertanian, preamble dari Ilmu ini adalah befikir kedepan dan kebelakang, guna memahami daya hidup tanaman budidaya terhadap alam yang berubah rubah yang memperngruhi cuacanya dalam masa tanam. Jadi ilmunya para Filosof/ Pemikir. Pelajarannya yang pokok adalah menganalisa sedalam dalamnya, dan mamahami, sehingga dapat meningkatkan hasil.
Sedang dalam Ilmu kesehatan ada organ dan fungsinya yang harus sangat di fahami sedalam dalamnya secara detail sekecil kecilnya mengenai interaksi lingkungan mikro dan jangka waktu sangat pendek dari satu kehidupannya saja. jadi Ilmunya para Master/ Undagi, pelajarannya yang pokok adalah menghafal, menandai gejala secara teliti dan menyeluruh..
Jadi jangan heran sejak adanya kebudayaan manusia,  penghasilan para Master/Undagi selalu  jauh lebih baik dari para Filosof/pemikir. Jadi bila masyarakat itu masih mengharapkan ekonminya ditunjang dari Pertanian, seyogyanya menyumbang pembiayaan dan kelengkapan peralatan sekolahnya dan menjamin penghasilan dari ilmuwan bidang ini, karena manfaatnya, jasanya bagi petani tidak dibayar. Sama sama Ilmunya didasari dengan memikir, Ilmu Hukum bisa dekat dekat dengan Perdagangan, Hutang Piutang, waris, perjanjian dan hak milik, jadi dalam kehidupan, selalu ada yang membayar jasanya *)

Jumat, 19 Februari 2016

SERI OPTIMISME – TUGAS KITA.
DALAN KEADAAN EKONOMI DUNIA MEROSOT, EKONOMI INDNESIA HARUS MENGGELIAT.
Menanggapi topik yang dikemukakan oleh Metro TV tangal 19/02/2016 program MI jam 6.25 pagi dengan Pembicara Mas Tommy:
Pada pokoknya Pemerintahan Pak Jokowi menelorkan kebijakan kebijakan unutk mempercepat dan mempermudah investasi domestic maupaun dari Luar. Banyak pembicara mengemukakan perkara industry mengingatkah lanngkah Bung Karno, menghadapi situasi yang sama waktu itu. Tiga hal : extentsifikasi lahan pertanian dalan rencana beberpengairan, Industri penunjang usaha pertanian, industry hilir ringan berbahan baku serat dan logam, Maka dibangun produksi kain mori prmisima Bhatari dan Krakatau Steel. Selain itu masih disibukkan dengan gangguan PRRI Permesta dan kaum separatis, komprador dengan CIA.
La iya lah.
Setahun pertama pemerintahan Pak jokowi, membuat peraturan yang mendorong investasi – tentu saja di tingkat Menteri dan Dirjen. Diteruskan ke tingkat Kanwil di Propinsi dan Kepala Dinas ditingkat kabupaten –
 Hla dari sini sudah sangat dirasakan simpul smpul yang merintangi tujuan semula, menggalakkan investasi usaha. Adminisrasi loket – persyaratan operasional. Yang akan dibuat dasar surat izin Bupati Kepala Daerah, melalui Gerbang Gerbang ( gerbang beneran atau imaginer) Kekuasaan kedinasan.
Disinilah aku berdiri jadi Penguasa Negeriku. Petugas Pemeriksa Dokumen.

Di era Reformasi,  praktek praktek era Orde Baru lancar tetap berlangsung, malah ditambah Pengangkatan secara ngawur kroni partai jadi Kepala Dinas Kabupaten atas pengangkatan Pak Bupati dari partai apapun. Saya melihat Kepala Dinas Perindustrian pindahan dari Dinas Perkabunan, SI Pertanian, hanya pamannya menjabat jadi Wakil Gubernur di era Orde Baru, yang ini jago peras. Saya melihat sorang Kepala LLAJR dari PNS yang dierima secara KKN, dari Diklat PU,  juga juga tukang peras, saya melihat Kepala Dinas Pengairan Kabupaten bekas Guru SD Negeri ya idem ditto, saya lihat Penguasa loket Lulusan SMU yang baru diangkat, sangat disiplin, bahkan dalam melipat peta denah rumah, mesti ada sesuatu yang berwarna merah beberapa lembar dilipatan peta denah, saya melihat petugas loket yang perlu waktu sehari untuk mendapat tanda tangan dari Kepalanya. Dan seterusnya entah sampai kapan.
Mareka warga Negara biasa, dari kalangan menengah dan menengah bawah, berpendidikan menengah, ditambah dengan Dklat Diklat apa saja yang sifatnya tatalaksana, banyak yang menambahnya dengan beaya sendiri ijazah S1 semua bidang Ilmu Sosial, sebagian besar Perguruan Tinggi atau Akademi abal abal guna mengukuhkan posisinya, kerena kenaikan pangkat dan jabatan memerlukan ini – dan sayangnya Biro Kepegawaian tidak pernah mem-verifikasi keberadaan Lembaga Pendidikan Tinggi itu sampai detik ini. Inilah cara orang kecil mencari tambahan untuk beaya hidup.
Sehingga posisi mereka sebagai Penguasa gerbang, dan loket, yang jumlahnya jutaan, dapat diperkuat secara formal dan sebagian besar secara informal, yang menimbulkan rekening gendut, meniru guangxi seperti di China, bahkan para Dukun. Inilah rimba raya yang menelan segala kebijakan pemerintah untuk melancarkan investasi.
Dalam situasi Negara semacam ini dari warisan Orde sebelumnya, perlu diaktifkan kotak pos 5000 disetiap loket dan gerbang, ditambah alamat facebook dan alamat twitter yang ada tukang bacanya disemua tingkat masyarakat. Netizens, bangunlah, bantulah menyaring dengan dukungan, apapun usul ide saran dari netizens yang lain. Netizens, saya percaya anda anda cukup peka dan tanggap atas ajakan ini yang masuk akal untuk pak Joko Widodo. Pembaca saran dan keluhan bisa semua orang, hanya yang mendapat dukunngan terbanyak akan sampai di alamatnya.
Yang terpenting niat untuk menjadi lebih baik nyata, dan didukung oleh rakyat yang berkepentingan bisa diberi jalan.*)

Kamis, 18 Februari 2016

PRAHARA PERGANTIAN ZAMAN  - MENYONGSONG ERA TEKNOLOGI BARU – HUMANOID ROBOT -

ISAAC AZIMOV – sarjana fiska, penulis fiksi ilmiah Amerika – futurologist sejati. meramalkan, bahwa akan tercipta humanoid robot yang jauh lebih superior dari manusia, dalam daya tahan dan kekuatan fisik, jauh lebih superior dalam intelektualitas komputasi dan membuat keputusan. Issac Azimov telah dengan tegas dan gigih, menekankan bahwa ciptaan manusia yang satu ini harus tunduk pada  HUKUM ROBOTIC tanpa kempromi harus demi kesejahteraan dan perlindungan seluruh makhluk di alam raya terutama manusia
1 SATU ROBOT HMANOID HARUS DENGAN KEMAMPUANNYA BERBUAT MENOMER SATUKAN EXISTENSI DAN KE
SEJAHTERAAN MANUSIA.
2   SATU ROBOT HUMANOID APA BILA SUDAH TIDAK MAMPU             BERBUAT  BAIK BAGI  MANUSIA, HARUS  MENEMPATKAN  DIRI  UNTUK`MEMBELA KESELAMATAN MANUSIA JIWA  RAGANYA                
3   SATU HUMANOID  ROBOT  BARU  DIBOLEHHKAN  MENYELAMATKAN  EXISTENSI DIRINYA APABILA SAMA SEKALI SUDAH TIDAK BERTENTANGAN DENGAN HUKUM PERTAMA DAN KEDUA.
Sedang masyarakat manusia sampai sekarang, hukumnya terbalik, nomer satu  adalah menyelamatkan diri dari kesusahan  dan kematian, nomer dua tidak berbuat yang mereugikan masyarakat, nomer tiga baru berbuat kebaikan bagi masyarakat, Dalam hukun besi robotics, keadaan hukum manusia ini dibalik, karena bagaimanapun robot lebih superior dari manusia, tapi dia ciptaan manusia berarti ceptaan kebudayaan masyarakat manusia.

Tidak ada yang abadi di bumi kita ini, kecualia perubahan itu sendiri.
Perubahan pada susunan masyarakat selalu terjadi diakibatkan oleh pertentangan antara yang bertahan, melawan   penyebab perubahan itu, khusunya dalan produktivitas masyarakat, secara keseluruhan.

Pada zaman modern ini masih berkecamuk pertentantan ini antara pendukung susunan  masyarakat yang  produktivitasnya lebih rendah melawan caplokan oleh masyarakat dengan produktivitas yang lebih tingg. Sangat banyak argument  “ilmiah” yang membela pencaplokan ini dengan mengguakan hukum alam, “ The survival of the fittest”.
Tapi Islam memberikan solusinya dengan semboyan “Bismillahirakhmanirakhim” yang sesuai dengan posisi Manusia sebagai “Rakhmatan lil alamin”.

Pencaplokan ini dijalankan dengan merintangi exploitasi kekayaan alam yang dimiliki oleh masyarakat yang produkvitasnya rendah, untuk digunakan oleh masyarakat yang produktvitasnya lebih tinggi dengan segala cara, sambil tetap membuat si rendah tetap pada posisinya dan menjadi miskin.
Tentu saja terjadi perlawanan dari si rendah yang lagi berkembang.
Perlawanan ini tentu saja menggunakan alat untuk mengatrol produktivitasnya dengan apa yang mereka punya. Tantu saja  dengan uang karena mereka miskin, mereka berhutang pada si kaya. Itupun mengandung jebakan dan kelicikan demi menjadikan si miskin tetap miskin.
Tinggal satu satunya cara, yaitu dengan apa yang si miskin punya, yaitu tenaga tangan manusianya.
Satu cara saja untuk mempertinggi peoduktivitas masyarakat miskin ini adalah merangsang tenaga kerja fisik mereka, dengan mengobarkan semangat dan memperpanjang waktu kerja, tidak ada jalan lain. Untuk ini perlu rekayasa yang menyangkut semangat  jiwa, demi menambah semangat ragawi dan selanjutnya pemperpanjang daya tahan bekerja di sawah, pabrik atau kantor.Improvisasi dalam memperbaiki pruktivfitas sangat dihargai olah masyarakat miskin ini, sayangnya tidak sebanding dengan yangdiberikan oleh kapitalis yang memang sudah kaya..Tidk ada pengurtangan tenaga kerja karena persaingan penasaran produk. Semua produk dibuat me3mangt berguna
Apa di masyarakat Negara yang produktvitasnya lebih tinggi tidak demikian ? Pasti demikian tapi ditambah unsur yang harus ada yaitu kualitas otak masyarakat itu sendiri. Insentive material dan persaingan sebagi imbangan. Produk sangat beragam. pokoknya diterima pasar,`banyak yang gunanya secara intrinsik tidak ada, asal ada pasar ya dikerjakan.. pemborosan banan baku..
Nah, soal kualitas otak ini juga sangat banyak mengandung jebakan, terutama bagi si pembuat policy pendidikan dan pengajaran. Sebab di masyarakat yang sudah tinggi produktivitasnya ya menyadari hal ini. Pergumulan terjadadi di perangkat keras dan perangkat lunak pendidikan generasi muda. Antara main video “games”,lupa diri dengan musik dan narkotik atau  ketelatenan menghafal dari murid dan ketulusan guru mengajar ilmu dan moral/mental, Pda akhirnya alkal budi sksn memperoleh pengikut yang luas dimana saja dibandingkan dengan manipulasi pendidikan dengan dalih apapun dimana saja, baik dinegara miskin maupun dinagara kaya.
Mengenai semangat kerja, masyarakat yang hanya mengandalkan faktor  andalan ini,(banyak otot sedikit alat bantu yang memerlukan otak,  telah menekan sampai batas maximum dalam bidang ini dengan agitasi dan propaganda, akhirnya keceriaan kolektip dengan kawan sekerja di lahan pertanian, pabrik dan kantor dengan satu tujuan memompa semangat,  untuk kerja lebih cepat dan tepat dan memberikan waktu hidupnya lebih lama kepada pekerjaan. enjadi counterproductive untuk pertumbuhan masyarakat keseluruhan.
Umpama “outing” pada waktu libur hari Sabtu dan Minggu oleh kolektip antara  para pekerja saja, sebab yang perlu adalah membicarakan urusan kolektivitas pekerjaan supaya harmonis, jadi  keluarga tidak ikut,yang perlu dihari libur untuk keluarga, diselenggarakan kesenangan dan kebebasan bagi pribadi  pekerja dengan kolektipnya. Perusahaan tidak perlu bayar lembur, kan outing/ bersenang senang ? Tapi waktu buat keluarga inti  gimana? Anak yang sirng kehilangan bapak ibunya di waktu yang dibutuhkan, tidak akan membentuk jiwa yang baik kemudian hari.
Kan fungsi bapak/ibu masih dalam rangka alami mepertahankan kelangsungan hidup species Homo sapient ? Apa masyarakat sudah peduli dan bisa menggantikan peran bapak ibu kandung dalam waktu libur resmi yang dirampas secara halus dan menyenangkan ? Apa harus minta tolong pada serigala serigala untuk menemani generasi penerus ini ?.
Untuk mengimbangi produktivitas masyarakat yang masih rendah terhadap pengeluaran Masyarakat itu, yang tergabung dalam Negara, panghasilan yang meningkat dari pemerasan tenaga otot dan mental dibelanjakan hanya  untuk persediaan pangan supaya harga stabil, dimana pangan sudah ditangan tengkulak international dikuasai oleh masyarakat kaya, maka digalakkan penciutan poduksi anak, sehingga pertumbuhan penduduk kurang dari 2% per tahun, sebab pertumbuhan penduduk berarti tambah mulut yang perlu diisi, meningkat jadi lebih dari  2% setahun.  Supaya mengurangi pertumbuhan penduduk  tentu saja dengan kualitas hidup  sesuai apa yang tersedia di pasar bebas yang jauh lebih baik, tidak cuma menguras pertumbuhan produktivitas yang sudah dengan susah payah dirintis.
Ini tarjadi di negeri China yang sesudah Perang Dunia kedua jadi Negara sosialis, sebelum itu, sangat rendah produkivitasnya, dengan pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Setelah menjadi Negara Susialis dalam beberapa decade produktivitas jadi sangat meningkat dengan kekuatan fisik tenaga kerja sebagian besar warganya. Pertumbuhan penduduk dikurangi hingga Negara hanya mengizinkan anak satu setiap keluarga inti.. China menjadi masyarakat dengan penjelengara Negara yang sangat pakar memperpanjang waktu kerja para pekerjanya, dan meningkatkan semangat kerja dengan murah.  Sayangnya penciutan keluarga inti tidak diimbangi dengan mentalitas “anakmu juga anakku”. Tetanggaku adalah saudaraku. Manusia Negara Sosialis belum bisa menganggap seluruh bayi manusia itu ya anaknya sendiri secara tulus, sayang. Pdahal bila teknologi manusia sudah sampai pada penemuan humanoid robot, yang bekerja untuk seluruh masyarakat manusia, produktivitas masyarakat yang memiliki humanoid robot yang tunduk pada hukum robotic Issac Azimov menjadi sangat meningkat, lha untuk pemilik humanoid robot, yang tidak punya ya hrus beli tingkat kesejahteraan yang di dambakan manuisa semua, jadi hasil keja si nmanoid robot untuk si kaya saja, bukan untuk seluruh kemanusiaan. .

Tarbukti pada generasi ketiga dari anak tunggal ini sudah tidak punya saudara sepupu, istilah paman dan bibi yang sebenarnya telah hapus dari kamus China. Tapi seorang ibu muda tentu saja pekerja,  menjadi single parent, jatuh sakit tidak berdaya.
Tetangga, kawan sekerja dan Negara,  entah dimana. Menurut berita TV, si Ibu malang ini hanya dilayani  tunggalnya yang umurnya baru lima tahun. Sungguh tragis. 
Meskipun di kita keluarga bukan inti masih ada, tapi orang tua terlantar terpaksa harus dipelihara oleh anak anaknya yang masih sangat muda, kejadian yang biasa, tapi kita kan ndak penah jadi Negara sosialis ? Kita ini dalam masyarakat miskin duniawi, tapi ukhrowi juga miskin. Karena sulit untuk mengetrapkan “bismillahirakhmanirahim” karena tidak mengerti makna sebenarnya credo ini, sehingga ada tetangga yang terlantar, dan kelurganya ya miskin, terpaksa dipelihara oleh anak anaknya yang masih kecil. Lha kelebihan individual ?. Ya kelebihan individual karena memiliki humanoid robot ya untuk naik haji plus plus, mengoleksi istri muda, membeli sorga di akhirat nanti
Problimnya  mana lebih dulu,  "care" terhadap sesama sesudah kaya,  atau miskin tapi juga "care" terhadap sesama ? Maunya, sudah lebih dari kecukupan dan peduli terhadap sesama zakat ftrha 2% kerja robot.. Iya to ? *)

Senin, 15 Februari 2016

OPTIMISME SAYA MENGENAI KAPAL PENGANGKUT TERNAK

OPTIMISME SAYA, MIMPI MENGENAI KAPAL PENGANGKUT TERNAK.
Negara mengadakan kapal pengangkut ternak besar, khusus untuk normalisasi harga daging diseluruh Indonesia. Upaya yang bagus, karena bakat wilayah kita di NTT adalah peternakan. Sedang pemakan rendang daging adalah penduduk pulau Sumatra. Doktrin usaha Pertanian mengatakan bahwa “Peternakan adalah utilisasi dari produk pertanian”.
Jadi mengusahakan perbaikan untuk transportasi ternak besar yang cepat dan nyaman bagi sapi/kerbau ini adalah sangat baik, akan memberi kemudahan bagi konsumen daging dan peternak. Apalagi bila baliknya kapal khusus ini ini diisi dengan makanan ternak hay atau silage, bahkan kmpos, kalau perlu dalam bentuk di press jadi briket yang ringkas, Apa ndak bisa ? Bila mau mestinya bisa. Apalagi bila dikapal istimewa tersebut dilengkapi dengan instalasi biogas, sekaligus kompressor dan tabung gas dari kotoran ternak ternak yang diangkut, kan lumayan ? Sambil mempopulerkan energy yang terbaharui, biogas dari NTT
Membuat kompos sudah dilaksanakan di Kota Madya Surabaya, bukan dari sampah tapi dari hijauan pangkasan tanaman kota dari taman taman, peneduh jalan, tapi juga dari halaman halaman rumah penduduk secara perorangan malah penduduk harus bayar mahal untuk menyingkirkan dedaunan hasil pangkasan ini. Ya rezekinya awak depo sampah dekat hunian yang diberi lahan, mesin penghancur dedaunan, dan terpal untuk memadatkan dan memeram kompos ini. Sebab bensin, tenaga dan tempat telah dibayar oleh Bu Risma. Beliau membutuhkan komposnya untuk taman taman beliau.
Saya tidak mengincar dedaunan dari pembabatan hutan lho !!
Tapi penanaman pakan ternak, untuk daerah NTT memang perlu dibantu dari daerah lain yang hujannya agak merata sepanjang tahun, mereka sangat terbantu oleh upaya pembuatan pakan dari lain daerah yang bukan dari limbah pertanian, sebab di pulau Jawa pun limbah petanian ini sudah tidak mencukupi untuk peningkatan pupulasi ternak, lebih lebih musim kemarau. Jadi anggap saja menanam hijauan setengah liar di bekas botak raksasa hutan yang dibabat dengan bulldozer sambil menata lahan dengan terasering, dan pematusan yang terencana, mebersihkan tonggak tonggak perakaran hutan adalah upaya peralihan sementara pembentukan tanah tanah pertanian nanti.
 Lebih optimis lagi, bila kta tidak mampu membuka lahan buat pertanian di bekas hutan yang dgunduli ini, apa ndak lebih baik, tanah tanah gundul ini datur diteras, dan dibajak dengan bulldozer terus ditebar benih tumbuhan yang mampu mengikat N ( Papillionaceae ) yang kaya protein , tidak beracun – untuk dijadikan hay atau silage yang dipadatkan  atau kompos yang dipadatkan. Untuk upaya pertanian kita yang tanahnya semakin kurus ? Darimana buldozernya darinama mesin perajang, penghancur dedauannya ? Ya hutang !!. Bila kita sudah berhasil membayar jalur kereta cepat Jakarta-Bandung dengan tapioca, batatas dan terong, apa buldoser, mesin pencacah hijauan, kalau perlu pabriknya, apa kita tidak dipercaya bisa  dan mau bayar ?
Kita cicil dengan daging, ikan dan serealia hasil percepatan cyclus tranformasi dari tanah yang bakal atau sudah rusak jadi tanah pertanian atau setidak tidaknya ndak terbakar sewaktu musin kemarau, sambil mengadakan pakan ternak untuk menambah kekurangan pada musim kering di daerah selain NTT dan Jawa Timur, guna memenuhi kebutuhan daging ini, juga untuk menyicil hutang, kan lahannya disini, petani dan peternaknya disini ? Sehingga kapal kapal tenak ini mendapat angkutan balik, bahan yang sangat dibutuhkan di NTT dan pulau Jawa, pusat dari pertanian intensive ini.  OPTIMISLAH, INSYA ALLAH akan terwujud impian ini.
Maaf ini mimpinya orang yang sudah uzur, saya di blog  ide subagyo,blogspots.com – juga menyicil untuk membayar hutang, karena saya sekolah gratis.*)



OPTIMISME MENDORONG ORANG BERUSAHA, MENCEGAH KEBEBALAN OTAK

OPTIMISME MEMBUAT ORANG BERUSAHA, MENCEGAH KEBEBALAN OTAK.

Diminta atau tidak,  orang pintar selalu optimis.
Bagaimana tidak, orang ribut, hutang Negara sudah sangat besar, kok masih mendambakan membeli ( dengan menghutang) kereta api khusus cepat dari Jakarta ke Bandung sengan jarak lk 145 km double track,  kecepatan rata rata 250 km/jam – ini sudah cepat tapi bukan “maglev” dari Paris ke Lyon lho, masih jauh lebih cepat yang itu, konon sampai 450 km/jam. Jakarta Bandung memang dekat, tapi hubungan darat makan waktu katakan 3,5 jam, pakai pwsawat sering delay karena cuaca buruk.
Tarutama anggasuta DPR kita,  tidak mengerahkan wewenagnya untuk executive mempercepat kerja mempercepat persyaratan dan penelitian wilayah yang dilewati rel, kok malah ikut mendukung sikap ber "letoi – ria" Jawataan yang terkait. Alasannya bakal membebani APBN puluhan tahun untuk menyicil utang itu, belum tentu bisa dapat penumpang yang bisa mengembalikan modal, dampak lingkungan negative dan lain sebagainya.
Orang pintar segitu banyak, vocal lagi, mengadakan koor paduan suara besar melolong lolong, tidak menyetujui pembangunan kereta cepat itu. Padahal sudah dijelaskan itu tidak bakal membebani APBN kapan saja, karena dibeyayai  oleh perjanjian antar BUMN  Indonesia dan China, dan mereka sanggup. Hanya China minta syarat jaminan Negara, BUMN ini tidak dibubarkan sebelum utanngnya lunas, kuwatirnya utang jadi  terkatung katung, karena mangkrak seperti kerja Taipan Dahlan.  Masih melolong koor bahwa di Iran sama sama membangun transportasi kereta api oleh China, per kilometernya beayanya lebih murah. Lha apa Pejabat Teras BUMN ini bodo bodo? Ya lihat barangnya toh ?. Iya pasti murah, kalok yang dipesan KA klutuk, seperti antara Semarang- Demak-Kudus- Pati- Blora  yang sudah megap megap malah tidak beroperasi, kalah sama bemo, wong sejajar dengan jalan Pantura.  Koor orang pinter pinter ini kayak koor TK saja. Mbok dipikir, kita import bawang putih berapa banyak dari China , import kapas berapa. Lha karena untuk sgro-ekologi tropIs basah kita, nanam bawang putih dan kapas itu sulitnya bukan main. Ekosistim daeran lereng pegugungan, dataran  tinggi kita rusak gara gara nanem bawang putih, sayuran sub tropis dan kentang. PADAHAL NANAM SINGKONG DAN BATATAS SANGAT MUDAH.  China, penduduknya lebih dari semilyar,  semua masak saban hari menggunakan tepung tapioca (aci),katakan  kira kira 100 gram satu masakan per hari,   dan sangat menggemari terong ( Solanum melongela L), memandang batatas makanan delicates yang mahal harganya karena disana Ipomea batatas sulit ditanam, banyak hama penggerek dalam tanahnya, banyak penyakit cendawan dan virus, ongkos proteksinya mahal.
Lha mbok iya, ditanamkan Singkong (Manihot utilisima L), sebanyak banyaknya, jemis ubi kayu "gajah" dri Kalimantan Tengah cocok dengan gambut dengan pengapuran, ketela rambat ( Ipomea Sp.) dari daerah Kuningan dan Cilembu sistim pengairan Jati Gede sebanyak banyaknya, ditanamkan terong  sebanyak banyaknya, wong nanam terong lebih mudah dari nanam tomat . Minta dicicil berapa lama ?. Lha gitu, itu namanya optimis, wong yang memberi hutang saja mau kok, karena kita memang bisa membayar, mereka percaya, lah si begog kok bingung ?*)

Sabtu, 13 Februari 2016

SERI MEMBANGUN BANGSA, SERI III


PENDIDIKAN SATU BANGSA HARUS MENGHASIKAN WARGA NEGARA YANG TULUS PADA TANAH AIRNYA.
PENDIDIKAN KITA : PENUH  DENGAN KEGONCANGAN  PERUBAHAN POLICY, KEBERHASILANNYA TERGANTUNG PADA KETULUSAN BATHIN PENGAJARNYA.
DARI JAMAN ASHRAM HINDU, ASHRAN BUDHA, PESANTREN PARA WALI ISLAM,  JAMAN PENJAJAHAN BELANDA, PENDUDUKAN MILITER JEPANG, JAMAN PERANG KEMERDEKAAN, JAMAN DEMOKRASI LIBERAL,  JAMAN ORDE BARU…35 TAHUN….YANG LEBIH LAMA DARI JANGKA WAKTU  ETISCHE POLITIEK PENJAJAHAN DAN LEBIH TANDAS DALAM PENCITRAAN FEODALISTIS SEBAGAI PENYELAMAT BANGSA.
TUJUAN PENDIDIKAN SILIH BERGANTI, KEBERHASILANNYA DITENTUKAN OLEH KETULUSAN BATHIN PARA PENDIDIK DAN PENGAJARNYA.

Rupanya, selama kita dibawah Nippon Gunsaikanbu dan perjuangan demi Kemerdekaan, pemikiran mengenai pendidikan generasi muda, kita mengalami kegoncangan hebat, bukan saja kegoncangan tapi, kecenderungan beralih aliran ke erosi nilai hidup, kedangkalan jiwa, telah menggerus pondasi lembaga pedidikan dan pengajaran itu sendiri, JANG SANGAT BERPENGARUH yaitu ketulusan pengajarnya.
Pada zaman penjajahan, pendidikan seluruhnya diserahkan pada Lembaga yang didominasi oleh profesional “guru”. Mulai sosok yang mengepalai seluruh upaya pendidikan dan pengajaran di seluruh Hindia Belanda, sampai pada para Penilik Sekolah di Kabupaten dan Karesidenan, semua dari kalangan profesi pendidikan. Di Karesidenan bercokol Pengawas Belanda, Di Kabupaten bercokol Pengawas Pribhumi.  Tugas mereka, dari Belanda totok maupun pribhumi yang tersirat adalah satu :
  Yaitu mencitrakan upaya Pemerintah Kerajaan Belanda lewat Gubernur Jendralnya, keunggulan kebudayan Barat, harus percaya bahwa Belanda mengajari hidup bersopan santun dan teknologi Barat, bisa menerima dengan aman akulturisasi kebudayaan Barat untuk menjalani hidupnya “lebih baik” ( lebih baik juga untuk sistim penjajahan) disamping itu, harus tidak kehilangan identitas sebagai pribhumi, dengan budaya lokal. Baik dari bangsa Belanda totok maupun bangsa Pribhumi, telah sangat berhasil menciptakan lapisan masyarakat, yang terdiri dari manusia kombinasi ini HARUS tanpa menggugah semangat kebangsaannya.  

Sekolah dibagi tiga yaitu disediakan untuk anak anak orang kalangan rendah dengan income maksimum gaji mandor ( sekolah Ongko loro- Volks school dan untuk bangsa kulit putih. Dengan membentuk satu lapisan kelas orang pribhumi para inlanders ini vervolk school 3 tahun ), untuk kalangan kaum pribhumi menengah bawah ( Normal school), kemudian untuk golongan dengan income menengah, sekolah  HIS, dan MULO, Ambachshool (sekolah pertukangan – muatan scholastiknya lebih rendah dari SMP diisi dengan ketrampilan pertukangan), kemudian sekolah guru untuk sekolah dasar pribhumi malah dengan  diberi  ikatan dinas, dengan bahasa pengantar bahasa Belanda ( Kweek school,  HIK  dengan  HKS.)
Pendidikan pengajaran kelas income tinggi se level anak Bupati dan anak Para Penyelia yang pribhumi, atau pegawai Belanda dengan bahasa pengantar bahasa Belanda dari kelas satu ( ELS  Eropeesche School terus ke HBS  Hoogere Burgers School)  dan AMS untuk pemakai bahasa ibu bukan bahasa Belanda dan ber-income menengah, merupakan sekolah persiapan untuk masuk perguruan tinggi.
HBS sekolah ini diperuntukkan bagi warga Belanda, pribhumi warga priyayi, berpenghasilan tinggi). Prinsip saling menghargai antar guru dan murid (dalam keseharian mereka saling menyapa dengan sebutan yang sama “ meneer Fulan dan Mufrouw Fulan, atau Jefrouw Fulan) diutarakan dengan bebas dalam bahasa Belanda, sebab guru di tataran sekolah menengah,  sekolah menengah atas dan sekolah tinggi  semakin tinggi semakin sedikit guru pribhumi. Disinilah Penjajah Belanda menyematkan kebudayaan barat, dicitrakan lebih baik disemua aspek kehidupan, daripada kebudayaan feodal kuno kaum pribhumi, yang sangat mendapat cemohan dari murid murid AMS dan HBS  atau Sekolah Tinggi.
Yaitu kolot dan mengundang  sinisme dari perbedaan kasta keturunan, yang sudah usang, sangat  penuh dengan penghormatan tanpa dasar dan takhayul. Ini sangat terkesan pada generasi muda pribhumi pada waktu itu, terutama guru guru, karena ketulusan para pengajar Belanda mencitrakan kebudayaannya diatas kebudayaan pribhumi. Benar benar pangejawantahan dari “etische politiek” yang sangat berhasil. Karena guru guru pribhumi untuk pengajar sekolah pribhumi dengan pengantar bahasa Belanda diajarkan sopan santun cara Barat, dengan mengetrapkan kepada mereka seperti sesama  setulusnya. Akibatnya sifat tulus ini ditularkan ke guru pribhumi  (HIS) dan (Mulo) dan sekolah Belanda yang lain berbahasa pengantar Bahasa Belanda, kepada murid muridnya yang menjadi cikal bakal kaum intelektual di Hindia Belanda dan Repulik Indonesia yang masih sangat muda.
Untuk menyempurnakan etische politiek, para gadis remaja pribhumi putri kalangan tinggi disediakan sekolahan “Van Deventer” ( didesign oleh Prof Abendanon termasuk arsitek dari politik etis) di Semarang  kemudian di Solo, muatan pendidikan ketrampilan hidup sehat dan melaksenakan excellences budaya barat, tapi sekali kali tidak boleh kehilangan kepribadian pribhumi dalam berbusana dan bersikap, disiapkan untuk jadi istri istri pegawai tinggi pribumi seperti bupati dan para penyelia,  setingkat dengan yang menguasai karesidenan, para dokter dan sekelasnya.

Th 1942, dalam hitungan minggu, Hindia Balanda telah jatuh ketangan bala tentara Dai Nippon
Nippon biasa nempeleng tidak pandang bulu, asal bawahan.  Semua orang dan semua umur. Cahaya Asia bangkit memperluas kekaisarannya seleluruh pantai kolam Pacific kecuali pantai pantai Amerika selama 3 tahun. Nippon Gunsaikanbu  meyakinkan bangsa yang terjajah, Nippon adala bangsa nomer satu, ichi bang.  Pekerjaan pendidikan dan pelajaran Kolonial Belanda dijungkir balikkan. Untuk mendapat simpati dari massa rakyat jajahan.

Sekolah dasar Ongko loro dan HIS ( Hollands Inlandsche School)  dibongkar dijadikan Sekolah Rakyat yang gratis, dan tanpa membedakan asal usul.  MULO (Meer Ungebreid Lager Onderweiys - setingkat SMP bahasa pengantar bahasa Belanda), KES (Koningen Emma School) di Surabaya dan KWS ( Koningen Wilhemina School) di Batavia Sekolah Teknik Menengah bahasa pengantar bahasa Belanda  dijadikan SMP dan STM dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia tanpa batasan bagi yang masuk baik posisi kasta maupun kekayaan semua boleh asal lulus Sekolah  Menengah .
Juga sekolah guru, ada dua tingkat SGB dan SGA dipisahkan antara putri dan putra. Begitu pula HBS dan AMS dijadikan SMA juga tanpa batasan posisi sosial dan finansial. Cuma persyaratannya yang harus diturut adalah semua murid (dan orang tuanya) benci pada bangsa Europa. Semua buku buku pelajaran MULO, KES KWS, AMS dan HBS dan lain Sekolahan berdasarkan bahasa Belanda diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia ejaan lama, Guru guru dididik kembali bahasa Nippon dan tulisannya mulai katakana ( huruf bunyi), hiragana huruf bunyi dan kata keseharian yang merupakan karakter/gambar, kemudian kanji ( huruf karakter china). Semua harus percaya bahwa Kaisar Jepang Tenno Haika waktu itu  mendiang Kaisar Hirohito,  adalah setengah Dewa, kita tahu dia manusia biasa sebelum perang dan sesudah kalah perang.  Sangat dicibir dengan sembunyi sembunyi oleh murid madrasah pondokan pesantren yang Islam.

Nippon belum sepenuhnya menang dari Sekutu pada saat itu, maka waluapun masih Gunseikanbu, yang maksudnya adalah pemerintahan militer, akan tetapi sudah banyak muatan jangka panjang. Misalnya ketegasan mengenai masuknya kebudayaan Jepang ke dalam penghidupan pribhumi, ada yang lebih kurang cocok ada yang malah bertentangan.
Yang cocok,  kita adalah sama sama masih dalam taraf kebudayaan feudal kuno, dengan masyarakat  bertingkat statusnya dengan segenap upacaranya,  walau dalam kalangan militer. Umpama seorang bawahan akan bicara kepada atasannya selalu dengan pendahuluan “mohon izin” – atau dalam bahasa inggris “Sir, with respect”    bila diberi izin baru bicara tegas, tidak bertele tele, singkat dan sikap sempurna. Dalam bahasa Jawa, “Nyuwun sewu gusti, kepareng matur” sampil berdatang sembah. “Mohon izin” yang sekarang masih “harus” dikalangan Angkatan Laut RI, termasuk para istri mereka.

Ada yang bertentangan yaitu kebiasaan menerima hukuman tempeleng dan hukuman tempeleng didepan umum adalah jamak, termasuk tingkah kasar kepada kasta dibawah ( ungkapan “bageiro” yang artinya gobl….juga diobral oleh kalangan prajurit krucuk Nippon, atau bintara rendahan Nippon).  Bangsa Jepang tidak memandang terlalu tinggi wanita pada umumnya, sedangkan di kita sudah dari perkembangannya yang sangat awal menjalankan  matriarchat, menghargai wanita dalam adatnya. Sedangkan agama Hindu dan Islam saja yang sudah berakar begitu dalam, tidak dapat membongkar adat matriarchat ini seluruhnya. Semua perubahan dalam masyarakat yang merupakan propaganda dekolonisasi Belanda juga bergema di dunia Pendidikan dan Pengajaran, Penggilan pada guru lelaki dan perempan berubah dari Meneer dan Mufrouw atau Jefrouw, jadi Bapak Guru dan Ibu Guru, sama dengan apa yang digunakan di sekolah swasta Taman Siswa yang didirikan oleh nasionalis R. Suwardi Suyaningrat nama bangsawan Yogya yang jadi guru diganti oleh beliau sendiri jadi Ki Hajar Dewantoro. Baliau Pendiri Perguruan Taman Siswa, Taman madya dan Taman Dewasa yang menjadi pembibitan yang handal dari Penggerak Anti  Penjajahan. Sedang Islam mulai zamam Majapahit abad ke 13 sudah mengadakan Pondok Pesantren yang santrinya atau laki saja atau perempuan saja, mondok/ kost pada Kiai dan Nyai nya- bukan dengan sebutan Ustaz. Sedangkan pelajaran Agama islam bertentangan (haram)  dengan pemujaan cara agama Shinto yang membuat sesaji di altar persemabahan kepada Dewa dewa Jepang. Inilah sebabnya seorang Kiai dari Jombang Jawa Timur, mungkin kiai Wahab Hasbullah ditangkap Nippon, diinterogasi sempat disiksa dan dilepaskan, Nippon berfikir masih ada waktu buat menyelesaikan tuntas perkara ini.
Perbedaan ini akan segera menjadi antipati diam diam dari para terpelajar dan rakyat. Tapi  melawan dominasi penjajahan tuan tuan (kulit putih) berhasil baik, nyaris  tidak ditujukan pada sesama penjajah Nippon ( karena Nippon mencitrakan dirinya dihadapan orang pribhumi sebagai saudara tua, meskipun ada  antipati yang tersembunyi menimbulkan dendam kepada saudara tua ini  yang berwujud pemerintahan militer, mendapat cemohan diam diam karena tingkah yang umumnya kasar dari  kaum militernya, mungkin sudah pembawaan dari sananya.  Semua ini terikut dalam upaya pengajaran dan pendidikan cara Nippon.
Ancaman, dimasukkan kamp konsentrasi yang sangat menyeramkanlah yang sejatinya menggerakkan kaum pribhumi mendidikkan kebudayaan Jepang. Dengan sendirinya dididikkaan tanpa ketulusan kepada murid muridnya. 
Demi untuk propaganda perang, rakyat daerah jajahan tidak perlu bayar beaya pendidikan dan tujuan pokok pendidikan ini adalah mendukung terciptanya kebencian kepada Sekutu.  ketenteraman dan hukum dalam mansyarakat kolonial dan segragasi antara kaum tuan dengan  pribhumi yang dicitrakan oleh penjajah Belanda sebagai hidup bersih hygenis, yang beda dengan hidup pribhumi pada umunya ( mereka makan dengan pisau, sendok dan garpu, sedangkan Nippon pakai sumpit dan makan daging ikan mentah), di jaman penjajahan Nippon sangat disamarkan dengan berbagai cara.)   Pendidikan militer sampai  ke jenjang bintara dan perwira  lapangan PETA ( Pembela Tanah Air) dselenggarakan, para trainee nya mengadopsi cara Nippon dengan semangat  meniru korps samurai,  sangat dalam membekasnya.
Berbagai cara digunakan untuk pendidikan  masyarakat yang walau masih diperlukan buat membantu melawan sekutu tapi bersama itu toh diexploitasi dengan lebih hebat dari etische politik penjajahan Belanda dalam ekonomi perang Nippon, jadi kaum inteligensia diluar Jawa yang mengerti hal ini di eksekusi dengan sistimatis, terutama para dokter, lulusan NIAS Surabaya atau GH Batavia.
Ciri pokok dari pendidikan dan pengajaran  propaganda Nippon, meskipun policynya sangat populis, tapi semua orang tahu ini tanpa ketulusan dari pendidiknya, malainkan  dipacu oleh ketakutan kepada penguasa militer Nippon, tetap gagal.
Nippon kalah tahun 1945 bertekuk lutut karena di bom nuclear, dengan korban dua kota Nagasaki dan Hiroshima. Berakibat Dai Nippon Taikoku segera bertekuk lutut tanpa syarat.
Mendadak saja semangat melawan Sekutu gampang sekali berubah menjadi  semangat merdeka dari semua penjajah sudah dimiliki oleh 98 persen bangsa Indonesia. Yang dua persen tidak diperhitungkan, para bangsawan komprador dan bangsa tengkulak Timur Asing yang sudah jadi warga Hindia Belanda yang disamakan  dengan Belanda ( geliykgesteld - disamakan dengan warga Belanda – atau Londo godong, karena pribhumi yang mendapat hak geliykgesteld tidak boleh seluasa lagi bergaul dengan sanak kelurganya lagi – seperti kerabat ibu saya yang menjadi Patih di Lamongan atau Malang, ceritanya si Patih (sekarang Sekretaris Daerah) sudah tidak sowan lagi ke Ayah angkatnya yang pensiunan Wedana di Ngampel di Kabupaten Boyolali, Karesidenan Surakarta Hadiningrat), karena sebagai Patih sudah berhak untu mendapat perlakuan sebagai Hollandsche Burger atrau Londo godong, asal bisa memisahkan dari asal usulnya.
Proklamasi kemerdekaan dikumandangkan tg 17 AGUSTUS 1945 hanya hitungan hari saja setelah Nippon menyatakan takluk tanpa syarat. Pendidikan dan Pelajaran berubah jadi kancah  semangat kemerdekaan terutama dari tingkat SMP-SMA- STM – Perguruan Tinggi yang hanya beberapa ratus mahasiswa saja terutama Kedokteran dan Tekhnik. Mereka sama sama membentuk Tentara Pelajar yang menjadi inti pelawanan secara fisik maupun kebudayaan -terhadap kembalinya penjajahan Belanda – murid murid ini melarang  guru gurunya berbahasa Belanda. Bekas tentara Nippon pribhumi- dengan setulus bathin mereka. Konon Tentara Pelajar ini tetap berjuang bersama rakyat, tanpa terpincuk pada ketersediaan rampasan bekal perang Jepang, harta benda Belanda dan Nippon yang ditinggal bergudang gudang, melainkan hanya senjata, bahan pakaian dan obat obatan untuk perang melawan NICA. Heiho yang ikut membakar semangat tempur rakyat. Semangat samurai Jepang, kecintaan pada Kemerdekaan Republi Indonesia. Pak Gumbreg, seorang Hieho, berjibaku menangani meriam anti pesawat terbang telah  melawan pesawat spitfire Inggris, satu pasawat jatuh, yang kedua beradu kepala dengan meriam pak Gumbreg dan tertembak jatuh sambil menghancurkan pak Gumbreg dengan senapan mesin beratnya, di front Jetis, Barat Surabaya tahun 1945.
Mulai saat itu, pendidikan dan pengajaran generasi muda bangsa ini memperoleh corak bentuknya yang sangat populis, kerena segera meneruskan  policy Pendidikan dan Pengajaran sementara Gunseikanbu Nippon.
Ini memperoleh sambutan positip dari rakyat jelata, semua anaknya bisa sekolah, sayangnya hanya dengan fasilitas yang ada sebelumnya. Toh sudah membesarkan hati.
Pendidikan dan pegajaran harus ditujukan pada anak bangsa dengan gratis, tanpa syarat harta dan kasta, dipertahankan dalam masa revolusi. Muatan pendidikan  kental disajikan dengan cinta tanah air yang SETULUSNYA. DIMULAI DARI GURU –GURUNYA. Mengikuti gelombang euphoria kemerdekaan, meskipun mereka hasil didikan Balanda yang sangat ketat menekankan pada ketundukan pada “rust en orde” – ketenteraman dan keteraturan” dalam ketidak adilan, adalah tujuan utama  kandang imaginer exiskstensi bangsa ini dijaman penjajahan Belanda. Pembebasan dari kandang ini dihapus oleh profesi guru, profesinya tetap disandang walaupun harus mengungsi dari pertempuran  di Semarang, langsung mengajar SR ( sekolah rakyat) di Solo dan digaji oleh Pemerintahan Rapublik ini, tanpa banyak cing cong menunggu surat pengangkatan dan lain lain, beliau sudah bercucu, guru pengungsi dari Semarang ini, 
langsung menjadi  salah satu guru Sekolah Rakyat di Solo, dimana saya belajar sebagai anak pengungsi juga.
Dan kita harus sangat bersyukur bahwa mayoritas guru guru, yang terdidik pada jaman penjajahan Belanda, mengantisipasi dengan sangat tepat dan nyata menggariskan profesinya sebagai guru bangsa Indonesia yang sangat muda, dengan semangat yang menggelora. Sebutan kepada Bapak Ibu Guru tetap dipakai, bukan Sensei a’la Nippon, atau meneer/mufrouw cara Belanda, anehnya segera Bapak Ibu Guru  tidak ingat lagi bahasa Jepang. Tandanya beliau beliau mengajarkan bahasa jepang bukan setulus hatinya tapi tepaksa karena takut militerisme Nippon.
Propaganda perang Nippon membebaskan beaya pendidikan disekolah sekolah Negeri masih menjadi tonggak ketercapaian revolusi kemerdekaan.
Kejiwaan para guru masih tidak terusik selama pemerintahan Demokrasi liberal, selama Orde Lama, meskipu hanya hidup dari gaji – karena apa yang akan dukorupsi ? Ini ungkapan klasik kala itu, jaman demokrasi liberal jamannya Partai Partai rebutan kursi kekuasaan dan korupsi di sector yang paling menjanjikan yaitu pemberian“izin” untuk apapun dan “pajak” terutama bea masuk barang import, di tilep, karena menjual barang import untungnya besar, maklum rakyat terlalu lama menderita kekurangan barang yang biasa diimport dari luar. Tapi guru guru tetap tidak menjual bangku sekolah, tetap tidak menarik bayaran untuk naik kelas, untuk lulus ujian, untuk deterima sebagai murid sekolah vaforit, sunggh pamali, karena saya tahu sndiri. Guru guru bekerja dengan tekad seorang pejuang sejati  dan ketulusan bhatinnya dalam mendidik dan mengajar.
 Terbukti tekad dan ketulusan idealism para guru senior ini telah mengilhami,menarik generasi muda para mahasiswa kala itu, yang mau jadi guru sukarelawan, dipelosok tanah air, sampai banyak yang dibunuh oleh Permesta dan PRRI, Dewan Dewan Separatis karena membela NKRI, semoga Allah memberi tempat yang sebaik baiknya bagi arwah arwah mereka.
Dengan gugurnya guru guru sukarelawan, di pulau pulau  pelosok tanah air, tidak sia sia lahirlah Orde Trisakti yang dipimpin oleh Founding father kita sendiri,  Bung Karno. Kabinet Presidensial dengan Sukarno sebagai kepala Negara Perdana Menteri dan Panglima Tertinggi NKRI. Tewujudnya nyanyian “Dari barat sampai ke timur, berjajar pulau pulau”.Irian Barat akhirnya kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.  Guru guru masih tetap pada idealismenya terhadap bangsanya di seluruh Indonesia setia dengan TRISAKTI.
Guru guru mendidik dan mengajar anak anak diseluruh hunian penduduk Negara yang masih agraris ini, sangat banyak di desa desa. Idealis yang terpelajar ini paling mengerti soal tanah yang dikelola pabrik gula pada zaman Penjajahan Beanda untuk menghasilkan tebu, oleh Pabrik gula digiling jadi gula. Tanah ini dikuasai oleh sebagian penduduk desa yang menghimpun kekuatan kelompok Partai atau tukang pukul, menggarapnya dengan backing kekuatan itu sejak jaman  demokrasi Partai Partai, sedang sebagian besar petani di Jawa Tengah dan Jawa Timur lapar tanah, memang mereka bekas kuli pabrik gula maka Pemerintah Sukarno dengan Menterinya Sujarwo dan DPR hasil Pemilu ketiga mengundangkan UUPA no 5 Th 1960, membagikan tanah pabrik gula ini kepada petani ex kuli lahan tebu milik pabrik – Para guru desa mengerti betul kegunaan tanah sawah untuk petani miskin ini ikut bergembira. Sebaliknya para tuan tanah yang menguasai tanah ex pabrik gula selama 8 tahun sangat kehilangan, mereka kebanyakan dikalangan kelompok teragitasi saling memperkuat lolongan serigalanya dengan nafsu paranoid  massal membunuhi orang yang dianggap antek PKI tanpa tanggung jawab. Sedang  pasukan Jendral  Suharto yang mendukung amuk massal itu. Di kalangan akar rumput di pedesaan, klop mereka bekerja sama untuk menjatuhkan Bung Karno dan melenyapkan PKI –  pada coup de’etat Jendral Suharto dengan dalih memberantas G30S PKI, para petani penerima tanah hasil land reform ini dibantai habis oleh rakyat yang dikendalikan oleh para conformis yang teragitasi berat, mereka dari kelompok conformis Islam,  juga PNI Osa Usep dijaga oleh satuan dari kelompok bersenjata pengikut Jendral Suharto. Akibatnya sekolah desa mengambil guru sebagai pengganti yang hilang, seadanya dari lingkungan setempat. Maka hilanglah idealisme pendidik, ketulusan guru bangsa yang plural, mengajar dan mendidik dngan tulus tidak pandang asal usul, suku bangsa dan agama muridnya, karena mereka yang hilang adalah warga yang berfikir, intellectual desa yang sulit untuk jadi conformis meskipun mereka sebagian besar Islam, namun tidak terikat pada atribut dengan kopyah dan jilbab sebagai orang Jawa umumya. Orde Baru tidak mengenal kotak kotak untuk berbagi, sebagai yang dituntut oleh sekutunya,  tidak mengenal atribut conformistik yang dipimpin oleh Subchan ZE alm. Dia terbunuh pada kecelakaan mobil yang mencurigakan di padang pasir Saudi Arabia tidak lama kemudian, akhirnya NU kembali ke khitah dan tidak berpolitik praktis. Presiden Suharto memilih kroninya sendiri dari mereka yang bisa menggandakan uang. Sedang bekas sekutunya, untuk memenangkan coup d’etat ini,  sudah menguasai tanah bekas punya pabrik gula, beliau sendiri juga dari kalangan petani, mengerti betul kerja tuan tanah, jadi sekutu ini sudah habis gunanya. Tapi rakyat di pedesaan sudah kehilangan guru gurunya yang berfikir, mandiri, tulus dalam mengajar, dan tidak suka menonjokan konformisme  Diganti dengan guru guru yang kehilangan arah, pribadi pribadi yang kehilangan GURU, hanya mengandalkan atribut atribut saja, sebagai ganti iman dan intelektualitas mereka, nyambi berdagang dan meramaikan bursa politik, jadi Golkar. Juga dikota kota besar dan kota kabupaten, banyak guru yang dipecat dan dibunuh, dengan dakwaan simpatisan PKI, yang sebenarnya lebih banyak yang pengikutnya Indonesia Bung Karno .
Diganti guru entah dari mana, semua dengan sekolah diberi wewenang untuk cari uang sendiri, memeras dari orang tua murid murid. Mulailah perlombaan jadi vaforit  orang tua murid, adu banyak muridnya  yang diterima disekolahan vaforit yang lebih tinggi. Muatan pendidikan agama diperbanyak, sebagai pencegahan kembalinya PKI yang dianggap anti agama tidak ber Tuhan. Untuk yang golongan Islam dajarkan huruf hijaiyah sampai tingkat SMU. Membaca Al Qur’an, sebagai ganti pelajaran Budi Pekerti. Maka liberalisasi mencari dan  mencari uang dari upaya pendidikan dan pengajaran, mengikuti gaya hidup yang makin hebat dengan kendaraan bermotor, sangat bertentangan dengan kepribadian sosok guru untuk pertama kali sepanjang sejarah pendidikan.
Yang di didikkan semestinya adalah mencari uang dengan wajar, mendapatkan honorarium wajar atau berdagang wajar. Dengan posisi guru, kewajaran ini dengan mudah menjadi tidak wajar, karena dalam lingkungan sekolah, kekuasaan guru adalah mutlak. Uang gedung , uang bangku menjadi puluhan juta, memacu korupsi para orang tua murid, dan lembaga pendidikan hingga kepribadian guru dan tidak gedung sekolahnya yang baru dibangun, sama sama sangat lemah dan mudah roboh. Tidak ada lagi yang bicara perkara ketulusan bathin guru dalam mengajar. Kepala Sekolah hanya berkantor di Kabupaten untuk menggarap pembagian dana dan kucurannya dari tingkat I maupun tingkat II.
Dengan kagoncangan profesi guru ini, dan dasar mencari uang dunia pendidikan, maka guru jadi komersial, memberikan les dirumah, dan memberi keistimewaan pada yang membayar, presis kayak Pendeta Drona. Inilah hasil akhir yang didapat selama Ode Baru. Termasuk saling menginfiltrasi pendidikan dan pengajaran di pondok pondok.
Pendidikan  tidak punya ideology yang bisa mengilhami rakyat, dengan idealisme yang lebih tinggi, selain pragmatisme mencari uang.
Segera sesudah pembantaian berdarah darah dikalangan petani pangan, Orde Baru mendapatkan bantuan dari konsursium bank bank luar megeri untuk belanja pupuk dan pestisida  sangat royal. Maka Pemerntah Orde Baru dengan dorongan dari konsursium mengadakan crash program intensifikasi produksi pangan, sebagai pengalihan perhatian para petani dari tragedi yang berusan melanda desa desa, program BIMAS PADI DAN POLOWIJO, yang memberi subsidi besar besaran dan bibit padi unggul dari IRRI.   Dengan demikian Pendidikan dan pengajaran disemua tingkatan, menjadi ajang phragmatisme mencari uang, tanpa ada yang secara serius mengamati. Ini berakibat parah pada anak didik diseluruh Indonesia selama 35 tahun rezim Orde baru berkuasa. Pedoman Pelaksanaan dan Pengamalan Pancasila tidak berpengaruh apa apa terhadap moral bangsa karena juga tidak diajarkan oleh guru guru/  instructor yang tulus.
Dilain sisi dunia Islam yang kokoh di akar rumput, telah terbelah secara serius: Menjadi anti zionis yang sebenarnya menguasai Amerika Serikat, sebagai pembela setia dari faksi Yahudi yang nyata nyata  mengusir bangsa Arab dari ladang minyaknya, dari masjidil Aqsanya, dari tanah Palestina – atau jadi sekutu Amerika Serikat melawan komunisme, yang sangat menguntungkan bila Partai Partainya  berkuasa pada satu saat, sayangnya komunisme sudah bubar. Pemimpin Dunia Islam di Indonesia tidak melihat sisi ideologi Islam yang lain, lebih hebat dari hanya pilihan yang sekarang nampak. Yaitu ideologi rakhman dan rakhim, yang dengan itu bisa mengganti hilangnya guru guru yang tulus.
Guru  guru desa yang tidak mengajar dengan tulus ini selama 35 tahun kekuasaan Orde Baru, telah melahirkan anak didik yang menjadi warganegara bangsa ini  juga tidak ikhlas bernegara, bila memegang kekuasaan, bahkan gampang sekali menggunakan wewenangnya memperkaya diri alias korupsi desegala bidang. Contonya  Budiaji, Artalita Suryani, Roby Cahyadi, Gayus, Dhana, Aiptu Labora, Aceng Fikri (belum tersangka korupsi uang, tapi prilakunya terhadap perempuan sangat corrupt ), Lutfi Hasan Ishaq, Anas Urbaningrum, Andi Malarengeng, Andi Cul Malarangeng, La Ode Nurhayati, Ratu Atut Chosiah, Jero Wacik, Hartati Murdaya Poo, Nazaruddin, Amran Batalipu dll,  yang masih muda muda,  dibesarkan dan dididik oleh iklim Orde Baru.

Th 1998, Orde Baru Jendral Suharto kahabisan nafas, karena kredit dari lembaga keuangan Dunia diketati nyaris berhenti, Jendral Suharto lengser, sebelum lengser. dalam sekaratnya, Orde Baru mengerti kekuatan apa yang membuat dia malu terhadap Amerika Serikat. Dilevel akar rumput, mengadakan operasi intelijen yang bersifat deterrent ke Pesantren Pesantren menteror kiai kiai di Jawa Tengah dan Jawa Timur, mengembalikan mereka ke khitahnya. Tanpa hasil, sebab penentang Amerika   makin santer saja. dikalangan pesantren.

Inilah situasi dunia pendidikan dan pengajaran yang diwarnai  PARAGMATISME MENCARI UANG MENGIISI ORSE REFORMASI, yang kita hadapi sekarang. Silih berganti Pemimpin Negara, dimulai dengan teknolog Dr Habibi,  budayawan pluralis guru bangsa Gus Dur, pejuang dengan fleksibilitas pragmatis tinggi Megawati, pejuang pencitraan diri dari ABRI  Jendral Susilo Bambang Yudoyono, dua periode, dunia pendidikan tetap seperti itu. Que vadis Domine?
Tulisan pajang lebar ini hanya dimaksudkan untuk pembuktian bahwa tanpa ketulusan yang sebenarnya dari kaum guru, demi idealisme yang lebih berjangka panjang membangun bangsa yang tulus, ndak mungkin pedidikan  menhasilkan warga yang tulus kepada Negara dan masyaraktnya , terwujud. Dan inilah batu pondasi Bangsa yang bisa besar, tidak mngkin roboh - seperti Omar Mokhtar si singa padang pasir - lha Anies Baswedan siapa*)


































BAKAL SAYA TERUSKAN
Hanya kena apa  ideologi Islam telah dibiarkan terjun di level pragmatisme, penumpukan harta pribadi kader kader utamanya seperti Lutfi Hasa Isqak, Suryadharma Ali, Aqil Muchtar, dan bagi kader kadernya yang msih dibina lebih memilih menjadi pendekar perang yang gegap gempita merangsang euphoria kemenangan pertempuran skala skirmish dan sorga bagi yan gugur sebagai jihadist dilevel kader kader bawah.  Ketulusannya sebagai murid murid sang GURU, hidup zuhud untuk melawan hangkara murka dan melaksnakan Bismillahirkhmanirakhim hilang maknanya, dianggap kuno dan tak berdaya.
Terpaksa Amerika Serikat menyatukan seluruh rakyatnya bersatu bergerak turun sendiri melawan ISIS. Amerika Serikat mengirim pasukan tempur, mengirimkan kapal induk pesawat tempur denga pembom presisi, megirimkan drone, memburu ISIS, yang mengamuk di ex Irak di Kurdistan, Siria dan Libanon. Pakistan dengan sulit mempertahankan pemerintahannya, Mesir tidak berkutik, Ikhwanul Muslimin dibubarkan dan diburu.
Sedang para ideolog-nya masih dalam paradigma kuno, aliran salafiah yang hanya diartikan oleh Abdul Wahab daru Jasirah Arabia sebagi pemurnian mrnggunakan hanya atribut atribut Arab dalam syarah syari’ah menurut adat Arab saja, pertentangan berdarah darah antara syi’ah dan sunni, antar suku dan aliran agama, menjadikan pedidikan dan pengajaran tidak berarah.
Kehilangan pengertian mengenai keadaan rakyat Amerika yang plural, yang melahirkan Andrew Carnegy yang soleh secara sosial, yang melahirkan  Geoge Washington, yang melahirkan Martin Luther King. Mereka bukan kafir. Atas kehendak Allah pasti bisa berubah – Mereka juga korban dari penjual perak campuran timbal sebagai simbul persembahan kepada Tuhannya di altar sinagog.  Mengejar keuntungan besar menyebabkan kemudian mengubah kertas dollar yang dijual keseluruh dunia sebagai pasir emas, sebagai alat satu satunya untuk beli pangan yang dibuat langka. Mereka kafir yang sebenarnya, pemuja setan. Hanya bisa dikalahkan dengan ketulusan bathin. Kaum Muslimin harus bechalwat kepada Allah menjalankan tugasnya sebagai Khalifah Allah di bhumi, TULUS dengan nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih, baru kemudian rakyat diseluruh dunian bisa menghargai kaum yang nenjadi rakhmatanlilalamin, menjadi Guru yang tulus mengajar, mengalahkan si licik pengikut dia yang diberi tangguh. *)
















Jumat, 12 Februari 2016

SERI MEMBANGUN BANGSA SERI II


 KETULUSAN DAN KECULASAN
Setiap makhluk hidup merupakan organisme hidup mandiri, dalam satu sistim metabolisme  asimilasi dan disimilasi, dalam keseimbangan dinamis. Semua orgisme hidup harus menurut pola ini dari  lahir sampai mati.
Asimilasi berarti  mengambil zat yang diperlukan untuk hidup, menggunakan organ organ hidup, enzyme dan gormone, mengambil energy dari metabolism, membuang sisa yang tak dipeluakan tubuh  sisa pembakaran disimilasi.
Pasti ada periode juvenile, periode masak dan periode tua dan mati. Karena alam dimensi ini ditakdirkan berpasangan, maka zat hidup bepasangan jantan dan betina, hukum yang berlaku penyatuan dan pemecahan dari dua jenis, dari makhluk bersel satu sampai ke deajad makhluk tertinggi, penyatuan dari dua spermatozoid jantan dan betina jadi embryo – bentuk juvenile menjadi bentuk masak/dewasa dan betuk tua dan mati. Sampai pada taraf bentuk yang tetap dari dua gender, jantan dan betina. Semua dengan perjuangan  bersaing satu sama lain. Proces hidup ini harus dilewati oleh semua makhluk hidup secara sendiri sendiri secara individu masing masing.
Jadi sifat egoistic sudah dimiliki oleh bahkan makhuk bersel satu, bentuk amuba maupun jenis makhluk yang mampu mensintesa protein dari alam dengan fotosintesa atau chemosintesa. Sedang amuba dan manusia bermetabolisme, mengubah hasil sintesa dari makhluk yang mampu mensintesa protein dengan enegi sinar maupun enegi kimia mineral alami jadi protein  menjadi  dasar hdupnya sendiri. Bagaimana tidak egois ?
Manusia makhluk istimewa pada tataran tertinggi piramida makanan, memenangkan arena dunia dengan ketrampilan dan pikiran, didasari dengan bekerja sama satu sama lain, belajar satu sama lain.
Sangat berhubungan erat dengan penanaman watak tulus adalah PENDIDIKAN.
Kesadaran untuk bekerja sama satu sama lain, sudah ada sejak jutaan tahun, masih terhalang oleh warisan hidup sebelumnya jauh dikedalaman prinsip makhluk terendah, yaitu egoisme dengan segala alasan yang tidak tulus alias culas.
ITU MENJADIKAN KITA “ENEK” KEMAUAN SELURUH FRAKSI DPR RI KITA PERIODE 2014 -2019  YANG DENGAN SEGALA ALASAN YANG ELEGAN, NGOTOT MEMASANG PENGAWASAN  KEPADA KERJA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DARI GOLONGANNYA.  Bukan alasannya yang salah, tapi reputasi TIDAK TULUS YANG SANGAT NYATA EGOIS MEMBUAT LEBIH NYAMAN KELOMPOKNYA, KARENA JUSTRU DISANA LAHAN UANG SANGAT TERHORMAT UNTUK KORUPSI BERJAMA'AH.  Sebagian besar anggauta institusi itu berwatak yang menjadikan reaksi rakyat negastip, curiga ada maunya apa ini ?
Mereka sudah terlanjur terpilih oleh rakyat, berkat dukungan Partai politik yang tidak punya ideology melainkan menawarkan kamapanan sentiment kuno kepada konstituen-nya,  praktek feodalisme didalam ranah suku ras dan agama, yang masih ditingkat sangat rendah nilainya dalam masyarakat majemuk yang luas.  Jadi sebenarnya ketulusan berbangsa bukan jadi motif dasar menjadi wakil rakyat pemilih yang lebih dari 120 juta ini.  Bagaimana persoalan PENDIDIKAN di Masyarakat ini?*)



Kamis, 11 Februari 2016

SERI MEMBANGUN BANGSA KE i

SERI MEMBANGUN BANGSA.
KETULUSAN
Bukan  rahasia lagi, intisari dari seluruh pelajaran manusia dalam bernasyarakat  Satu faktor yang sangaat penting,  ADALAH KETULUSAN  setiap anggautanya.
Katulusan watak sosok individu manusia tidak tersirat dalam rangkaian DNA nya,  benar benar tidak ada organ hidup yang bertautan dengannya. Apalagi keturunannya, contoh Bupati bangkalan Fuad adalah cicit Hadratush Syech Kiai Kholil, Pendiri NU, kok begitu egois dijatuhi hukuman karena terbukti korupsi kekayaan rakyat Bangkalan.
Maaf bila ada yang masih bepegang pada pendapat bahwa hati adalah  organ tubuh yang bertautan dengan ketulusan. Ilmu pengetahuan moderen mengatakan bahwa hati adalah salah satu dari dua saringan di perederan darah, dalam istilah anatomi saringan ini ada dua saringan “sistema portae” hepatis adalah hati dan ginjal adalah “sistema portae renalis”. Jadi bila hati dan ginjalnya berfungsi baik individu yang memilikinya tidak dengan sendirnya menjadi baik
Watak tulus selalu menyertai semua perbuatan kebaikan atau amal yang keluar dari kegiatan hidup manusia – berdasarkan satu pola – yang hanya bisa mampak dari dasar perbuatan baik dari satu individu itu tulus
Kebalikan dari tulus ini adalah culas.  Semua pembaca sudah tahu dan pernah merasakan keculasan dari sesamanya, besar atau kecil. Belum tentu pada permulaannya keculasan ini mewujudkan keburukan, seperti upaya gafatar terhadap petani tak bertanah,  malah sebaliknya. Pokoknya culas adalah asosial,  egois, cuek terhadap masyarakat yang diperalat..
Maka dari itu sudah brjuta juta tahun sejak manusia hidup berkelompok, kemudian setelah jutaan tahun jadi bemasyarakat, Katulusan ini selalu diajarkan – dididikkan pada generasi penerusnya untuk menjadi dasar semua perbuatan satu individu demi kebaikan masyarakatnya. Tumbuhlah masyarakat kebudayaan tinggi diseantero kontinen kontinen.
Dari kegelapan ke terang,  pada saat manusia menemukan bahwa ketulusan ini juga jadi dasar terciptanya Manusia oleh Allah, dengan bekal Nurani, maka ketulusan manusia medapatkan pelita selama hidupnya.
Segala agama mengajarkan ketulusan adalah dasar perilaku manusia untuk bernasyarakat. Sebaliknya agama juga mengajarkan bahwa kaculasan adalah ajaran iblis, yaksa, rahwana, siluman apapun yang menjadi sumber keburukan menyesatkan watak manusia. Egoisme. Menepis egoisme primieval ini, kaum Naasrani mengandaikan dengan isyarat "Bahwa manusia tidak hidup dari roti saja"
Pelajaran agama samawi penuh dengan ajaran amal perbuatan yang didasari ketulusan, sangat dihargai oleh Allah. Bahkan walau sekeci zarah, sekecil biji sawi, setidak berarti apapun, asal dikerjakan dengan ketulusan, sangat dihargai oleh Allah. Bahkan bila saja diingat di hati satu individu, dalam keadaan tidak berdaya, selalu mendapatkan perhatian dari Allah aza wa jalla, yang mengajarkan harapan dan optimisme.*)

Selasa, 09 Februari 2016

KAPITAL TIDAK AKAN TULUS.!

DI
UNGKAPAN KOMERSIAL pro bono publico setiap jam di siaran tv, TIDAK BISA MENGGANTIKAN KETULUSAN DARI MASYARAKAT. TERSIRAT PADA GONG XI FAT CAI, YANG DIUNGKAPKAN OLEH MASYARAKAT KITA.
Masyarakat itu lebih besar dari capital, akibatnya ungkapan Komersial tidak akan menggantikan ketulusan harapan kepada masyarakat.
Kapital yang menjadi jiwa masyarakat pedagang, telah berkembang jauh lebih cepat dari masyarakat keseluruhan di Reoublik ini,  karena perkembangan capital sejalan dengan perkembangan individualisme, malah egoisme yang menjadi motornya pun boleh.. Watak ini sudah ada sejak orang dilahirkan. Sedangkan watak tulus bermasyarakat dibentuk kemudian selama manusia merunuti evolusinya, sehingga mencapai derajad makhlik yang tertinggi dihadapan Allah, yang selalu digoda oleh iblis. Pada era Orde Baru iblis dan pengikutnya jutaan dikeluarkan dari kotak Pandora.
Ungkapan gong xi fat cai diucapkan oleh orang yang sama dengan dia yang dengan sama renyahnya menawarkan kondominium super mewah, cocok untuk kebahagiaan lahir bathin, berjarak "hanya" sekiam menit dari Bandara, sekian menit dari pusat perbelanjaan dan cicilan per unit "hanya" sebelas juta rupiah sebulan, pada cicilan ketiga dari tujuh puluh  lima  bulan cicilan, sudah bisa terima kunci !
Saya "hanya" terhenyak sadar, sudah  70  tahun merdeka sudah demikian jauh “gap” antara mereka yang menerima pensiun dua juta rupiah per bulan, duda dan jandanya hanya enampuluh persen, golongan Pegawai Tinggi Pemrerintah yang tidak korupsi, yang memperjuangkan terbentuknya masyarakat merdeka dengan rintangan dan godaan saabrek termasuk keselamatan jiwanya. Dimana egiosme merupakan tindak korupsi. Dibandingkan dengan mereka yang berdagang, mechandizes sejak perang kemerdekaan dan sekarang proyek sarat dengan mark up, biang kerok pembabat hutan dan pembakar lahan gambut, merunuti jalan bebas hambatan dimana egoisme dan kelicikan merupakan akal kepiawaian yang terpuji, dilicinkan oleh uang, capital. Termasuk ungkapan abal abal “papa minta saham”, memalsu restitusi pajak (export),dari uang Negara - export abal abal, restitusi pajak ini milyaran rupiah, individu dari golongan entitas  ini sekarang mengincar jadi Presiden pada pilihan yang akan datang.
Begitulah ancamannya pada Staf Kejaksaan Agung. Kapital selalu bisa segalanya, Gong xi fat cai !  Alam dunia selalu mencari keseimbangan.*)

Kamis, 04 Februari 2016

ORDE BARU MEMBUKA KOTAK PANDORA.

ORDE BARU MEMBUKA KOTAK PANDORA,……….. SEKARANG HARUS KITA BERSIHKAN SISA SISA ISINYA, BERSAMA RAKYAT SEMUA.
Konon, menurut legenda Yunani kuno, kotak Pandora berisi  jutaan segala macam makhluk  dari neraka yang jahat dan amenjijikkan.  Pesan para Dewa wanti wanti hangan dibuka.
 Bagaimana bisa beberapa gelintir ex  Perwira rendah pribhumi Nusantara yang dididik Nippon menjadi perwira lapangan PETA, Beberapa gelintir perwira lapangan Pendidikan Nippon  ini mengerti  sekali  enaknya jadi Penguasa  Militer. Sebagian oknumnya sudah mempraktekkannya selama  revolusi kemerdekaan 1945 -1949,  membina kroni dengan para pedagang china, antara lain Liem Sioe Liong,  berdagang melewati garis demarkasi,  perbatasan  antara daerah kekuasaan Republik dan  daerah kekuasaan Tentara Kerajaan KNIL.
Bagaimana bisa kelompok perwira yang ambisius ini tidak menggunakan kesempatan emas tawaran bantuan yang tak terbatas di tahun 1964 dari fihak yang kalah dalam perang Vietnam, guna membendung “domino principle” kekalahannya  ini  ke seluruh Asia Tenggara ?
Dengan segala akal dan dana tak terbatas sudah dijalankan perebutan kekuasaan dari Presiden setengah dictator kebangsaan Sukarno dengan kejutan listrik tegangan tinggi, sehingga massa  terkena kejutan tegangan tinggi dari document  Gelchrist dari penghianatan G30S,  ada golongan kecil yang sangat diuntngkan di pulau Jawa,  dengan  mengembalikan tanah penanaman tebu ke  para  penggunanya mulai zaman Jepang,  karena buruh tani tebu, yang mendapat bagian dari land reform  sudah  dihabisinya seakar akarnya, Ansor dan Banser telah mengambil kembali trophynya sendiri. Di Jawa lahan tebu milik HGU  Pabrik pabri gula Gula ( ada kira kira 250 pabrik dengan Hak Guna Usaha khusus dari pemerintah Hindia Belanda, tanah berpengairan kelas satu  setiap pabrik a' 10 000 - 15 000 Ha.), sebagian besar telah diambil sebagai trophy oleh oknum anggauta Ansor dan Banser. Begitu, karena itulah tujuannya, pula tanah perkebunan tembakau  di Sumatra Uatara, oleh para preman, secara hukum feodal.
Untuk selanjutnya karena kekuasaan tidak bisa dibagi, seluruh Pemerintahan diambil oleh Orde Baru dengan Golkarnya, bersama kroninya sejak perang kemerdekaan, dengan kredit yang sangat royal.
Generasi muda NU, merasa disepelekan, Subchan ZE terbunuh di Saudi Arabia oleh "kecelakaan" mobil, NU kembali ke khittah, non politik,  masyarakat  lumpuh.

Presiden Sukarno  yang didakwa komunis jatuh, pendukungnya disamakan dengan G30S..

Semua itu diawali dengan para initiator cup d'etat membuka kotak Pandora, maka keluarlah semua isinya, untuk menggalang  massa secepatnya maka dibukalah kotak Pandora oleh kelompok kecil dari kelompok militer ex didikan  Dai Nippon Teikoku ini.
 Maka keluarlah dari dalam kotak Pendora ini organisasi massa Kammi Kappi berdemonstasi massal dikawal tank tank Kostrad dibawah Jendral Suharto, dan jendral dibawahnya, antara lain Jendaral Sarwo Adhie Wibowo,  kemudian mengkristal jadi dua golongan yaitu golongan Agama yang anti Komunis dengan HMI nya, dan golongan yang  oportunis, secara lingkungan alami berwatak feodal kuno dari puaknya  dari kampung kampungnya,  langsung berjibur dalam siraman dollar  bantuan dari CIA.
Begitulah tumbuh suburnya ormas yang sekarang masih bercokol di Medan, di Sulawesi,  Ambon yang akhirnya menunjukkan muka aslinya.
Dari kelompok yang sangat oportunis  dengan watak feodal kuno  puaknya dan kampungnya satu menjadi golongan  preman dan PNS dengan birokrarasi feodalnya,  golongan A dibawah Agung Laksono, selama Pemerintaha Orde Baru, sangat mudah kaya raya, tanpa tandingan, sebagai biroktrat yang didukung dwifungsi  ABRI.
Golongan yang kedua  mereka  yang lebih canggih golongan B (Bakri), harus bekerja keras  bercokol di permainan stock pangan Nasional yang lebih  rapi terorganisi dan mendatangkan uang panas sangat banyak, sekaligus mencucinya, Ciri mereka  sangat  piawai mendapatkan dukungan ormas   agama seperti Lemkari, LDII, FPI, PKS,  mereka  golongan B ( Bakri). Lihat betapa mesranya pembelaan Surachmad Hidayat dari MKD DPR RI yang PKS
Kini kedua golongan ini bersaing menjadi pangendali  rakyat ndangndut yang  masih asyik berjoged. (golongan C), yang sekarang lagi terlanda PHK, mulai berhenti berjoged ria, mikir perutnya.

Sayangnya ketiga golongan karya ini sudah kehilangan dukunga dwifungsi ABRI. Menjadi Partai Golkar yang lagi asyik memecah diri dengan sengketa.  Artinya perebutan apa ?

Maka ya tidak mengherankan bila sekarang apa saja bisa mereka perbuat dengan uang super banyak itu, bahkan menjadi operator tingkat pemula exploitasi migas, seperti di Porong,Sidoarjo yang terkenal itu.  
Golonan B sangat menjaga jangan sampai  golongan A ikutan menikmati jarahan sebagai operator stock komoditas pangan,  mengatur  ketersediaan pangan bangsa ini, Karena dari lahirnya Orde Baru telah dirintis oleh para mentor- pendahulunya,  Jendral Ahmad Tirtosudiro alm dan Jendral Bustanil Arifin…………kok enak ?
 Makanya mereka golongan A membuat ulah dikota kota kekuasaanya   lihat saja Gupernurnya, DPRD nya, semua langganan KPK
Massa  sudah sulit mereka gerakkan.  Karena mereka sudah menandai, mereka berasal dan keluar dari Kotak Pandora*).
Kata kunci untuk mengembalikan isi kotak Pandora ini ke asalnya ya  "Bismillahirakhnmanirakhim"

Senin, 01 Februari 2016

CIRI BEDEBAH, BERWATAK FEODAL

   CIRI BEDEBAH,  BERWATAK FEODEAL.
Saya mohon maaf, kerna terlalu sering memakai istilah “feodal” ini, tapi ternyata masih banyak dari teman teman saya yang pengertiannya tentang istilah ini, lain dari yang dimaksud.
Ternyata pengertian feudalisme menurut umum teman teman adalah “keturunan” darah biru,  tolangi, adat-istiadat “penghormatan” nyaris seperti “kultus individu” yang nampak dari segi budaya indah saja.
Yang dimaksud bukan itu ………… itu kan hanya kulit kulitnya saja. Meskipun sangat menjadikan perasaan risih dan muak, ITULAH CIRI WATAK BEDEBAH Dengan contoh perilaku anggauta DPR RI ( Berita TV tg 1/02/2016 konon dari fraksi PDIP yang gagah berani), memukul asisten-nya wanita muda, sambil mabok dalam mobil)  apa mau dikata ? Maka lengkaplah gambaran kita mengenai watak feudal kita. Itu hanya kulitnya.
Inti pengertian feudal adalah “Diakui haknya dipanggil Yang Mulia, Menjadi kaya raya tanpa upaya- memeras tenaga dan pikiran”  karena previlegi itu sudah didapat dari lahir atau dipilih masyarakat puaknya. Satu factor derajad dalam masyarakat yang  dipatuhi masyarakat.
Feodalisme dipatuhi masyarakat luas karena pembenaran hak feodal in telah dipertahankan dengan kekuatan dan ketegasan dari si feodal ini selama berabad abad. Pelaksana-an hukuman bagi pelanggar/melawan hak istimewa ini adalah hukuman mati, seluruh pembangkang dihabisi sekeluarganya, desanya dibakar habis.  Kebiasaan ini dipakai di Negeri kita hingga sekarang, oleh kelompok bedebah, bila perkara tanah yang dimaui, gampang mengerahkan kroninya  dijadikan gerah, resah. Makanya selama ribuat tahun hak hak feodal dipatuhi masyarakat, meskipun makin lama makin susut sehingga tinggal simbolik saja. Tapi watak kelompok yang mengandalkan kekuatan fisik pakaian seragam dan senjata masih saja dipertontonkan dengan tawuran satu sama lain, ini kan atribut kekuatan nyata dari feodalisme yang sudah riban tahun umurnya ?
Sesudah 70 tahun merdeka, masyarakat kita sebagian besar masih feudal yang sebenarnya, terutama mengenai hak kepemilikan tanah,  ada  secara tersirat, terutama di pulau diluar Jawa, dapat  timbul kembali bila ada alasan atau kesempatan, dengan motif yang terang benderang untuk memperoleh previlegi kekayaan tanpa upaya tenaga dan pikiran. Seperti menarik pajak a’la pak Ogah, pembayaran pembayaran uang tinggal dan bekerja di tanah transmigrasi dsb.
Masyarakat diluar pulau Jawa, bahkan di Papua, masih menggunakan hak ini atas tanah tanah di pulaunya, secara tersirat, secara psychologic dari mayoritas penghuni aslinya. Saya baru sadar mengenai ini. Setiap warga local masih menyimpan “rasa” menjadi tuan dari tanah nganggur berabad abad sebagai pilihan lahan pertanian yang berpindah pindah, dan masih mengincarnya sebagtai panggilan jiwa feodal, baik sebagai Pejabat Pemda maupun perorangan yang berkelompok komunitas local. Makanya program transmigrasi selalu jadi sarang korupsi dan pengusiran oleh komunitas local, dengan segala dalih yang kentara maupun yang tersembunyi.
Yang tersirat dimana mana selalu ada pembersihan kelompok yang dianggap meresahkan oleh kelompok local seperti yang terjadi pada orang Madura di Kalimantan, perampasan dan pembakaran lahan pertanian orang yang terpincuk pada “bantuan gafatar” yang termasuk mewah bagi para pencari lahan hidup, dibandingkan dengan penyelengaraan cara Departemen Transmigrasi yang dijalankan oleh orang local dengan setengah hati. Pengusiran lahan kelapa sawit milik para transmigran, selalu jalin menjalin dengan nafsu feodalisme orang setempat dan business perkebunan besar, yang menjanjikan keuntungan feodalistis, sperti merelakan kencing minyak kelapa sawit setiap konvoi tanki tanki minyak kelapa sawit lewat dsb. Dipekerjakan sebagai pengawal keamanan kebun yang dibayar dengan baik kerja setengah nganggur, termasuk membakari lahan gambut, dan menteror penduduk sekitar untuk meniggalkan desa yang bertetangga dengan kebun besar kelapa sawit. Juga peberpihakkan si Feodal  kepada para investor sekelas Hartati Murdaya Poo oleh feodal suku Amran Batalipu dngan kroninya sesuku.
Bila Indonesia mau maju, lipatgandakan dan percepat tempo transmigrasi disertai dengan mengendalikan nafsu feodal dari orang setempat.
Feodalisme dimasa kini adalah counterproductive, lihat watak anggauta DPR RI kita yang sekarang ini, sebagai cermin, apakah bangsa ini mau maju ? *)



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More