Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Sabtu, 25 Februari 2017

ORANG TUA MURID, PENGAWAS SEKOLAH KEMENTERIAN PDK,

                 WASPADALAH

Sudah bukan rahasia lagi, mentalitas sebagian guru  guru di mayarakat kita dijangkiti penyakit “materi- isme”  parah dan menular.

Gedung sekolahan yang relatip baru pada roboh, bukan salahnya guru , roboh karena  materialnya asal asalan, supaya sisa anggarannya bisa dibuat bancakan. Contoh jelek bagi guru guru, dan para muridnya, karena tidak ada urusan, si maling tenang tenang saja. Mengawasi.

Pengngkatan guru  baru dan guru  honorer sudah dianggap lahan mencari rezeki oleh sebagian orang di  Dinas kabupaten dan Propinsi Kementerian ini. Juga teladan yang amburadul dari Pimpinannya.

Lha sekarang ini lagi marak maraknya penambahan jam belajar menjadi full day school, pulang selolah jan 4.30  murid sampe kucel, pulang sekolah tidur, mandi waktu  Isyak  yang sudah nggak sehat. Makan siang di kantin, siapa yang nenjamin gizi, kualitas minyak goreng bumbu masak dan keersihannya ? Tambahan beayanya berapa ?

obyekan lagi
apa orang kerja tanpa keuntungan ?

Salah besar bila anda-lah jago pendidikan, sedangkan lingkungan,  meskipun kampong pelosok banjir kambuhan disana hanya ada pengaruh jelek. Sebaliknya segala yang baik bisa tumbuh di suasana apa saja, karena kasih sayang  orang tua, kepedulian tetangga  masih ada. Seperti guru guru ang baik masih banyak. Jadi pertimbangkanlah. “Full day school” itu.

Sebab ditengarai ada gejala bahwa tambahan jam mengajar menjadi lahan cari tambahan belanja  dari guru guru, tanpa pengawasan yang ketat, mosok semua waktu hanya untuk diajar oleh yang itu itu saja, dengan  kemampuannya yang sangat terbatas, misalnya bahasa Ingris, bahasa jepang, bahasa Arab, bahasa Perancis .  Jelas jelas kursus diluar sekolah  lebih baik dalam conversasions, pemakaian kata sehari hari,  thesaurus  kata  kata, karena muridnya terbatas dan suasananya bukan kayak disekolahan. Lha bagaimana mereka bisa mengikuti kursus kursus ini beberapa jam seminggu, wong waktunya dimonopoli gurunya sendiri, dengan motif cari tambahan honor mengajar ? 

Mohon diingat sekolah itu cari Ilmu bukan cari ijasah saja. *)

 


   

KEPADA BANGSA CHINA SAUDARAKU

KEPADA BANGSA CHINA

Saya  menyukai sebagian besar kebudayaan China,

Sejarah China,  cerita  melegenda  China, seperti kisah Tiga Netara,  dongeng China seperti  Perjalanan ke Barat mencari Kitab dengan Sun Go  Kong, semua cerita silat bersambung sudah saya a lalap. Waktu masih SMP saya selalu membaca lebih dahulu majalah Star Weekly yang  di bagikan ke langganan hari Sabtu.  Supaya saya jadi yang nomer satu membacanya di keluarga  kami, saya jemput teman saya looper koran yang mendistribusikan majalah itu saban hari Sabtu. Guru ilmu Hayat  favorit saya, di SMP Pak Liem Boen Po, dari keluarga keturunan China dari Sulawesi. Dokter langganan  waktu saya sakit di pengungsian Solo adalah Dokter Oen, setelah di periksa saja,  saya sudah merasa sembuh, bapak angkat saya diwaktu saya sesah pengelola sekalian sopir oplet Ford 6 silinder, Pak Liem, alias pak Wiryo dari Rogojampi.

Waktu seluruh anak benua China jadi Negara Tirai Bambu yang sosialis/komunis,   ada unsur lain yang merasuki sikap  bangsa China menurut perasaan saya adalah kembalinya kebanggaan sebagai bangsa dari Negara  Pusat  Dunia ( konon itulah arti  kata China.) Kita menjadi terkooptasi menamai mereka dan keturunannya yang sudah menjadi warga Negara Indonesia  dengan   ketururunan  Tiong Hwa. Sebab ada kalanya  sebutan China  adalah sebutan merendahkan, satu penghinaan. Meskipun saat itu sampai sekarang barang barang dari sana selalu ada inskripsi “Made in China” no problem.

Anehnya, agitasi dan propaganda kaum Komunis China  waktu itu selalu dengan berapi api menyebut Amerika Serikat sebagai MACA KERTAS.

Di kita, waktu itu Amerika Serikat dengan Pesawat B 25 pembom tempur, nun dilaut  Arafura Ambon, adalah macan sungguhan  dengan pilotnya Mr. Alan Pope telah menenggelamkan  satu kapal cepat dalam formasi dipimpin oleh Laksamana kita Jos Sudarso. Yang gugur dalam penyerangan Alan Pope ini.  Di kita AS adalah macan kumbang beneran,  dalam kegelapan ada dimana  mana subversi merajalela. Apalagi bila lagi memangsa Freeport.

Lha iya, penyiar radio China bilang AS adalah macan kertas, wong dia jauh di Peking. Ternyata Penyiar ini ya provokator biasa.  Ndak peduli effeknya, rakyat menjadi korban. Pemerintahannya  belum mampu menghalang halangi apabila si macan kumbang  terpojok dan menyerang.   Kita terlalu jauh.

Sekarang situasinya berbeda,  China sudah menjadi partner AS, sesama Negara kapitalis. Mr. Alan Pope sudah mendapatkan Freeport tambang emas nomer duanya milik Freeport yang ternyata nakal,  tidak mengakui UU pertambangan kita, mengadu kepada Negaranya Amerika Serikat  dan Presidennya yang ada di belakangnya kebandelan itu.

Seolah olah tidak ada alternatip lagi selain menuruti mereka meberi remah remah usahanya kepada Negara RI, to hell dengan UU petambangannya. Ya kita berhak cari jalan lain untuk membangun masyarakat kita sendiri dengan cara kita sendiri, tampa diobok obok bangsanya IMF dan World Bank to ?

Lha mbok iya,  China sebagai Negara Kapitalis yang gross national kapital-nya  sangat besar, meskipun tekanan jumlah penduduknya juga sangat besar ini, agak sabar dan mengalah  kepada kita sedikit. Bersaing dalam memberi kesempatan  kepada kita, sepuluh tahun saja, untuk  memenuhi kebutuhan hidup minimal rakyat Indonesia yang termiskin,   dengan ikut mencegah para warganya yang menyertai investasi hard wares di Negara kita ini, untuk ngobyek misalnya membangun kelistrikan dan pelabuhan sebagai kebutuhan minimal rakyat kita yang sudah lama menderita. 

 Ikut mencegah warganya bila mereka ikut mencari hasil gaji tambahan  untuk kebutuhan secundair mereka, bakerja secara illegal di sini. 

Sebab kejadian ini  di blow up oleh media pemburu dollar  kita, ini menjadikan issue bahaya kuning dengan penduduknya yang sangat banyak menyerbu ke INDONESIA MERAMPAS PIRING NASI YANG ISINYA TIDAK SEBERAPA BANYAK INI,  hanya uutuk lebih cepat bagi beberapa ratus gelintir warganya dari China, hanya untuk menikmati  membeli kebutuhan secondair saja.

Mending  sekali ini mengalah sedikit,  menyediakan tenaganya sendiri  sejumlah yang sangat essensial saja, untuk project membangun hard wares di Indonesia, dengan sendirinya nanti, hasil dari exploitasi lahan nganggur  product pertanian terutama pangan, akan mengalir ka China dengan stabil cukup banyak dan harga bersaing, wong kita  bukan bangsa yang aslinya berwatak bakhil, dan tidak kenal terima kasih. Setidaknya on the long run China tidak melulu tergantung dari gandum Amerika dan Kanada saya, tapi masih ada beras dari Indonesia, batatas dari Indonesia, casave dari Indonesia, ikan Indonesia. Sebagai imbangan.

Akan kami pergunakan sebagai imbangan kesrakahan demi keuntungan besar instan kayak sikap Freeport itu.  Sebab memang kita dengan mereka  bukan partner apa apa, terlalu tidak seimbang sebagai teman, menurut mereka cocok sebagai koeli saja. Anda kan ndak begitu wahai saudaraku bangsa China ?  *)


 


 

Kamis, 23 Februari 2017

KEJAHATAN APAPUN MNGKIN DILAKUKAN, BILA NEOKOLONIALIS  LAGI  MENYEDOT ENAK  KEKAYAAN

Yang menjadi pratanda, semenjak Indonesia mempersoalkan bagian  Negara dari operasinya Freeport, kok ada saja gerakan yang aneh dari sekumpulan  kelompok masyarakat .  Mereka dengan dalih agama , berbuat  menantang kewibawaan Negara, dengan dalih yang sangat infantile  sebagai bagian dari bangsa, yang tidak peduli pada bagian bangsa ini  yang lain.

Ndak infantile ( kekanak kanakan) gimana, wong jelas  jelas azas Negara adalah trias politika, artinya kekuasaan Negara dibagi tiga yang bekerja independen. Yaitu eksekutip., legislatip dan judikatip.  Ketiganya itu dibawah naungan tertinggi dari azas bangsa yang mengupayakan membangun bersana Negeri ini tanpa membeda bedakan suku ras dan agama, PANCA SILA.

Yang ini saja didongkel dongkel, di dorong dorong supaya Kekuasaan Negara mencampuri urusan yang sudah dipilah pilah menjadi wewenang siapa diantara yang tiga itu.

Lha kok buntut buntutnya  ada  semacam  tekanan dari  pihak yang lagi getol getolnya menyedot kekayaan Negara dengan modalnya, maunya gratis kayak di tanah nenek moyangnya saja, di Papua Barat Indonesia

Kejadian yang sama dialami oleh Negara Minyak  Saudi Arabia,  berazaskan aliran suni  denga purifikasi a'la Abdul Wahab yang super kaffah. Arabia ada Osama ben Laden, sebagai penyemai aliran suni wahabiah dengan jihad.  

Negara yang dilewati terusan antar samudra yang di bangun baru bisa delewati super cargo ships atau super tanker berpapasan. Terusan Suez baru. Berazaskan pluralisme dalam pergaulan masyarakat sejak zaman dulu, tapi di elit pemeritahan Kesultanan Mesir ada tradisi islam yang ketat. Karena perut rakyat Mesir sangat tergantung dari gandum Canada dan Amerika. Para elit Politik lebih senang aliran islam pragmatis.  

di Mesir ada IM, juga mencanangkan jihad, melawan dominasi Barat, masih merindukan daulah Muawiyah yang suni, dulu menguasai daerah barat sampai Andalus. Mereka terpesona pada gerakan Wahabiyah faksi yang sangat agresive ( ada 2 faksi yang tidak agresive) menurut Sumanto Al Qurtuby di www islam moderate net/2017/02/Sumanto-Al-Qurtuby-islam-wahabi-di-saudi.html

Di Irak  yang telah lama dikuasai kaum Baatist, beraliran suni keturunan Arab. Sedangkan sekarang mayoritas muslim Irak berakar dari Parsi dengan daulah Abbasiah sebagai sumber inspirasi.  berazaskan islam aliran syi'ah. Sekarang terjadi de-baatisasi. dihadapkan dengan ISIL, berazaskan islam suni yang kaffah, terinspirasi oleh daulah Mu'awiyah yang jaya, di abad pertengahan.

Sedangan disini ada habib yang i-autis. Menyemalkan pemurnian wahabiyah faksi yang agresivc  untuk memperluas pengaruhnya, sekaligus menjadi faktor calon penerima bantuan AS kayak dulu  jaman orba, kalau dibutuhkan super power ini.  Dihadapkan dengan pemerintah yang berani minta bagian exploitasi tambang terlalu tinggi nurut mereka..

Semua mereka mnyusup menghimpun sekutu lama Neokolonialis dan sengaja membuat gerakan merongrong kewibawaan Negara, yang berani minta  bagian keuntungan yang layak sebagai Negara tempat dimana si Nekolim mengadakan pengerukan resources alam yang tidak terbarukan,  demi keuntungannya sebagai alat super power.

Ndak kebetulan, mulai geger Petral, geger Kontrak Kerja Pertamina, Geger Freeport, kok lantas muncul setan gentayangan  berkedok agama, pokoknya merongrong Pmerintahan Pak Jokowi, mereka bersama ex sekutu AS gerombolan jaman ORBA ini juga merambah DPR RI. 

Dimana saja, merongrong Pak Jokowi, yang  berjuang untuk kepentingan bangsanya, demi kemajuan kedepan yang jauh, bukan kebutuhan sesaat berkuasa saja. Kayak presiden sebelumnya yang periode pemerintahanya panjang, berekor mega korupsi, mega salah guna kekuasaan, mega skandal intelijen  dalam pembersihan unsur demokrasi yang berazas  kepentingan rakyat, hak azazi manusia. Dia ikut arus pembiaran si Autis.

Maka dari itu Pak Jokowi, rapatkan barisan,  bersihkan unsur unsur bermuka dua   yang  ikut  arus gondoruwo leak , menjadi wedon sabrang ini dari kegiatannya yang sangat mengganggu ketenteraman  dan mendidihkan sara, merusak keadilan bersama publik, bersama rakyat, diseluruh Indonesia, kami menunggu ketegasan anda.


Kalok mereka tetap pada kesombongannya, sebagai antek nekolim, jangan sampai dipropokasi sebelum  menelanjangi kenakalannya kapada Rakyat.  Rakyat supaya tetap bersatu dan waspada, dunia tidak akan sama kepentingan dan tingkahnya dengan Nekolim AS, ada saat dan tempat dan waktu dimana mereka lemah dan tak berdaya, karena menginjak mulut dan harga diri sekutunya di lain belahan dunia, kita tidak sendirian. *)

Sabtu, 18 Februari 2017

ALAH PENCIPTA DAN PENGUASA SEGALA ALAM

ALLAH  PENCIPTA DAN PENGUASA SEGALA ALAM
Alam yang dimaksud menurut Agus Musthofa, adalah  seperti yang digambarkan bahwa langit  yang  berlapis tujuh, bukan merupakan lapisan tapi merupakan derajad “dimensi” alam alam. - Alam demensi 1 plasma terjadi sesudah  Allah bersabda "KUN" kemudian meledak berkembang jadi alam atom dan medingin menjadi primieval soup mendingin jadi molekul H2O, CO2, dan NH3 - trus membentuk molekul DNA. bergandengan acak dalan baris dua dimensi -  membetuk rantai DNA  berbagai makhluq dengan berwujud tingkatan janin, alam 3 dimensi - tingkatan janin yang tertinggi, dikandung ibunya sembilan  bulan bulan lebih, janin Primata jenis Phytecanthorpus erectus - menapaki dimensi ke 4  ketika lahir usianya 0 (waktu) disadari. berkembang lebih lanjut karena otak dan tangannya saling bersinergi mambuat alat cari makan, maka terbentuklah Homo sapient, didunia yang kasar ini. 
Sedangkan Adam dibentuk dari tanah liat di Jannah, ditiupkan Allah di Jannah rokh Adam, di  alam yang lebih halus  Allah berkenan menciptakan  Hawa, dari bagian badan Adam. 
Karena itu Malaikat dan jin harus persujud kepada Adam. Malaikat tunduk sabda Allah ini, tapi jin jenis ini berontak karena EGO nya merasa dilecehkan.  Jenis  Jin ini dimurkai Allah, tapi minta tangguh sampai Qiamat, dia dan keturunannya akan berbuat menjerumuskan manusia keturunan Adam, dengan segala cara membuat dosa kepada Allah dan Alam Raya, Allah mengabulkan permintaan tangguhnya itu. .Malaikat mengimani kebijakan Allah, hanya tergerak oleh kehendak Allah semata.
Karena Adam sudah memiliki rokh yang ditiupkan Allah, dan wujud dasar  bahan  dari jannah  yang bukan materi-energi 4 bimensi yaitu 3 dimensi ruang dan satu  dimensi waktu, maka rokh dan wujudnya ya bukan manusia kayak Pitecanthropus erectus, ragawi, yang dasarnya adaah "code" dari DNA. Code ini bukam materi bukan energi di alam 4 dimensi pemilik code ini, jadi ya ciptaan Allah.

Waktu Adam dan Hawa diturunkan ke Bhumi  maka mulai dirasakan adanya waktu sebagi dimensi ke 4. dimulai setalah janin manusia lahir, dengan waktu O.

Persepsi saya dari keterangan Agus Musthofa ini, dimensi 4 adalah alam kita seluruh kosmos dengan banyak galaksi dan black hole tak terhitung. Dimensi waktu adalah pembatasnya. 
Bagamana entitas dasar dari jannah ini  menyebabkan perubahan sehingga code DNA Pitecanthropus eretus ini menjadi Homo sapien,-manusia berfikir bani Adam,  hanya Allah yang tahu, saya bisa hanya rmenduga sesama bukan mareri dan energi, yang di DNA Piteconathropua erectus adalah code DNA sedang rokh yang ditiupkan Allah dan wujud  dari tanah liat jannah ya bukan meteri dari bhumi, ,mestinya ya compatibel. Sifat yang bukan materi dan bukan energi ini sama dengan amal sholeh dan amal jari'ah, menyebarkan Ilmu yang berguna,TIDAK AKAN HABIS BILA DIBAGIKAN  DIBERIKAN KEPADA MANUSIA BANI ADAM DI ALAM RAYA SELAMANYA SAMPAI DIHISAB - mulai saat itu rokh Adam dan badan Adam yang dari lempung sorgawi, berdampingan bersama dengan sifat code yang menjadi dasar adanya Pitecantropus erectus - dengan kehendak Allah  berubah menjadi milik manusia baru Bani Adam, Menjadi Homo sapien sampai keturunan ke berapapun  sifat Adam dan Hawa akan menyatu dengan manusia baru,tidak akan makin kecil dan abis,.

Makanya untuk mengatasi pembatas yang 4 dimensi ini sangat dianjurkan beramal sholeh, beramal lari'ah   yang nilainya bisa menembus batas waktu, menyebarkan ilmu yang beguna, meskipun waktu seseorang di alam  ini sudah  habis.   Amal dan ilmu tidak akan habis walau dibagikan kepada siapapun yang jumlahnya tak terbatas, jumlahnya tidal kurang secuilpun..
Dan amal sholeh amal jari'ah  akan  dihisab hanya selama di bhumi saja selama dia hidup.

Sedangkan Alam  dengan lima dimensi didiami oleh jin, dimana waktu sudah bukan pembatas.  Dengan tambahan satu dimensi EGO, alam dimensi ke 5. 
Mentalitas  sang ego adalah pembatasnya.
Di dimensi kelima ini, mentalitas pribadi adalah pembatasnya, pemilik mentalitas  paling  unggul  disana  adalah para Malaikat, yang  hanya  berkehendak sesuai dengan kehendak Allah semata, bila tidak mereka diam.
Sedang Alam dimensi yang ke enam ada tambahan  dua faktor  lagi dari alam ini,  yaitu dimensi  MENTALITAS EGO  DAN GUNA.
 kegunaan terbesar dimiliki para Nabi dan Rasulullah, para Aulia,  waliullah dan manusia yang sholeh dan sholehah, ilmuwan yang zuhud, para suhada (ego mereka sudah teerbukti  tidak tekah hilang,  Alam ini bisa dicapai oleh mereka.
 Lapisan ketujuh dari  langit ( dimensi ke tujuh)  adalah Arsy hanya Allah yang tahu, para malaikat saja tidak sampai desana melainkan Rasulullah Muhammad. Salalahu Allaihi Wassalam.
Ini persepsi saya terhadap  keterangan Agus Musthofa.
Manusia yang sudah merambah alam  abadi, dengan amal sholeh  dan amal jariah kepada   sesamanya,  bisa menembus  alam dimensi waktu  dan bhatin setiap orang. Bisa merambah alam dimensi kelima. Bila dengan rendah hati tidak membesarkan egonya, bisa berguna bagi sesamanya dan berguna bagi Allah tanpa diminta apalagi diminta.  Akan lurus dalam  perjalanannya yang penuh rintangan dan sangat panjang, seperti yang dimohonkan setiap sholat.
Selanjutynya, dalam Al Qur’an :  Al Mu’min ayat 60 : “Mintalah kepadaKU, miscya akan KUkabulkan…….”.  Allah berrsabda lewat wahyunya, dalam Al Qur’an
( google http semarangineer,worldpress/com.2011/12/06.)
Maka saking  salah apabila   para senior akan bersikap demikian. Dengan isyarat dan perlakuan terhadap juniornya, malah isyarat ini dipertegas seperti perlakuan terhadap taklukannya. Yang beginipun menandakan besarnya ego sang senior dalam perjalanan ini, ( bukankah EGO ini yang membedakan syaitah dari malaikat ?) Bukan perbuatan amal yang bisa abadi malah menggelembungkan ego, dengan memberi atau tidak memberi restu. Tidak mengutamakan barokah//rakhmad Allah, yang tidak habis bila dibagi.  Apalagi bila yang besikap demikian adalah si junior dengan rasa si EGO senang atau tidak senang, dalam kepercayaan Jawa namanya Kuwalat, dalam lepercayaan Minang jadi Malin Kundang. Tanpa beguna kepada juniornya, hanya asyik dengan kemegahannya sendiri-kemana arah sang seninor ini ?
 Maka kapan  para  senior ini merambah dimensi yang lebih tinggi  ? Sayang *)



Rabu, 15 Februari 2017

SEKALI LAGI DEMI MENGHORMATI DAUN HANDELEUM


MENGHORMATI DAUN BERKHASIAT, DAUN HANDELEUM ( Graptophylum pictum L) 

Tulisan pertama saya unggah di blog google saya pada waktu saya berumur 75 tahun, Sekarang sudah 89 tahun, saya tulis kembali sebelum saya lupakan, kesaksian penting saya mengenai daun obat ini
Jadi menyambung tulisan lama  tg 7/02/012, di blog ini.
Lima tahun yang lalu saya kena stroke ringan, tapi harus ke Rumah Sakit, Atas rujukan Dokter BPJS saya.
Hari itu saya merasa keseimbangan saya agak nggak bener, bila mata saya pejamkan saya tidak bisa berjalan lurus.
Saya sama sekali tidak pusing, tapi tekanan darah saya systole ( yang diatas) waktu diperiksa 240  yang dibawah diastole) saya lupa.
Dokter  menganjurkan saya segera ke Rumah Sakit. Dari dokter puskesmas segera  diantar oleh menantu saya ke RSAL Surabaya berhubung loket sudah tutup saya dianjurkan lewat UGD, dengan rujukan dan pemeriksaan tekanan darah diulang, saya  diantar pakai kursi roda,  menunggu antrian pemeriksaan pesien hari itu di klinik Syaraf, saya dipanggil, aneh waktu disuruh tidur di tempat tidur pemeriksaan, saya sudah tidak bisa melepaskan sepaktu saya, tangan kanan saya dan kaki kanan sulit digerakkan. Selanjutnya saya dikirim ke kamar rawat inap menunggu pemeriksaan MRI, bener saja nampak penyumbatan pembuluh darah di otak sebelah kiri - jadi efeknya ke anggauta badan terutama tangan dan kaki kanan tidak bisa digerakkan.
Dalam perawatan inap, satu minggu anggauta bada tangan dan kaki kanan saya sudah bisa digerakkan. Diganti rawat jalan, disertai beberapa kali latihan physioterapy, diajari jalan.

Yang perlu saya ceritakan disini, beberapa hari dirumah dengan bekal data dari laboratorium  tekana darah saya sudah sangat turun yaitu sekitar 140 sistole, Choleterol,  LDL dan HDL masih besar LDL, total cholesterol masih tinggi,  glucose darah masih diatas normal puasa masih diatas 150, dan dua jam sesudah makan masih 140. Yang mormal systole hurus 120.
 Dua minggu dirumah problem buang air besar mulai timbul, saya anggap karena otot lurik bagian kanan badan termasuk otot umtuk mengejan lemah, jadi sulit ke belakang. Semula masih bisa saya abaikan, tapi satu saat saya salah makan, ( sambal dan salak)  dan hingga tiga hari tidak ada penggilah kebelakang. Hari ke empat saya bawa ke UGD.   Dengan keluhan sulit buang air, setelah menunggu lama sambil setengan telanjang di ruang UGD saya diperikasa, dokter jaga, kesimpulannya ada pembengkaan pada otot sfingter ani, saya dirujuk ke dokter bedah umum.

Ini baru problem, saya ogah untuk dioperasi, saya bertekat untuk saya coba khasiat daun handeleum. Kali ini  tujuh lembar daun handeleun saya juice setelah dicuci bersih  dengan air dua gelas besar, setelah lembut baru saya minum segelas, kira kira jam enam sore, paginya  tanpa ada panggilan ka belakang, sesudah sarapan saya memaksakan diri ke WC,  setelah anak sekolah dan orang kantoran pada selesai mandi, dengan tekad saya harus bisa. Benar saja, dengan mengejan sekenanya, sambil menegakkan tulang belakang dan kepala menengadah, memandang keatas, menarik nafas dalam dalam, akhirnya berhasil membuang kotoran yang nyantol di usus besar saya sudah empat hari dengan lega.

Tapi waktu konsultasi bulanan ke dokter syaraf saya keluhkan kesulitan saya untuk buang air. Diberi resep obat pencahar yang diminun sore, benar paginya ada panggilan segera, dan tuntas saat itu juga.  Saya khawatir jangan jangan bisa addict saya dengan pencahar itu, kebetulan setela seminggu, si obat pencahar mulai rewel, reaksi panggilannya mulai  lama waktunya dan tidak mementu sampai siang atau sore. tanpa pertanda  apa apa. Saya berhenti minun obat pencahar dan minum juice daun handeleum tapi dosisnya saya kurang menjadi empat daun saja, dijuice dengan , dengan air panas dua gelas, lantas disaring dan saya minun segelas. Bebarapa bulan rupanya otot perut saya melai bisa mendorong seteru saya ini keluar tiap dua hari sekali no problem, tapi titik di pengkal jempol jari kanan  saya cari terus dan saya tekan tekan keras, konon ini bisa merangsang usus besar untuk bergiat mengadakan gerak peristaltik,  penting untuk mendorong si seteru ini keluar.
Kemudin meskipun pemakaian dau handeleum saya hentikan sudah lama. Rupanya pembengkaan otot sfingter ani sudah tidak kumat lagi, dan saya bukan addict  dengan obat pencahar, yang menjadikan saya  repot karena jangka waktu penggilannya tidak menentu, mengganggu kegiatan sehari hari,  bisa setiap saat tanpa pandang waktu dan tempat, tanpa bisa direm.
Inilah yang lupa saya tambahhan selama hampir lima tahun, maaf  ya daun handeleum. Masih ada, obat herbal ini bila braasal dari tumbuhan yang bergetah kayak santan orang harus hatri hati menentukan dosisnya, tapi bila mrasal dati tumbuhan yang bergetah seperti air biasa, soal ddosis tdak membahayakan bila kelebihan. Keterangan ini saa dapat dari eyang Perdi alm., beliau pakar kehutanan mulai zaman penjajahan Belanda.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZzOXhsZNPsjyhfu5fJl1ZR2cQfEjvewsIWlw284iqoGPEp_70JGuyXukPK1lTYodAYeB3B_sPE2g1gltmHFwFcazavm0r_eUeGxX8rb4cY9IzSoNj5sjQcT2b5kKtJK72x6N6eeK-Gw0/s320/890.JPG
 pohon handeleum yang mengobati ambeien saya


Tahun 1993 saya bebas tugas alias berhenti jadi pegawai karena usia, sebelumnya saya bekerja sebagai Agronomist perusahaan Pestisida products dari Multi National Company trus perusahaan itu dijual ke perusahaan domestic dengan products sekalian bersama asset dan para pegawainya. Saya tetep jadi Agronomist pada zaman Bimas Tanaman Pangan Nasional untuk wilayah Jawa Timur, Indonesia Timur dan Sulawesi. Kalimantan tidak termasuk.
Product Companies itu kebetulan cocok untuk dipromosikan dimasukkan dalam products yang dibeli pemerintah untuk program Bimas/ Inmas (Bimbingan masal dan Intensifikasi Masal untuk tanaman pangan dan kapas, yang jumlahnya mencapai ratusan ton). Kita hannya pasukan lapangan, sedang yang mendapat jatah menang tender sebenarnya adalah termasuk kroni dekat Pentolan paling berkuasa di Orde Baru.
Walaupun demikian pada tahun tanam sebelum tender tahun berikutnya, selalu dinilai barapa carry over atau sisa yang masih belum dipakai oleh petani, di gudang-gudang Penyalur Tunggal untuk sarana produsi pertanian bersubsidi, P.T Pertani.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK-pMrq2oDCPd4Yki0__UcYi1kvtPzqi2wt7w2tm5DOTdt4thhjlth95O9YFvbv9aMyPMyc44Fzfp6rcIMSoun9BR1WKgy2FnGBR1XbTtH9dczIIBJtrBsAISexT3zJcz5Li6F-DZbvQ8/s320/handeleum.jpg
contoh tanaman daun handeleu

Jumlah sisa atau carry over pada akhir tahun tanam menjadi pertimbangan penting jumlah jatah pembelian tahun berikutnya. Nah inilah tanggung jawab kami para Agronomist, jadi kerja kami sebenarnya sangat mirip dengan Detailers Obat- Obatan manusia produk Pharmaceuticals Industries, hanya beda sasaran saja, sasaran kami adalah setiap petani, gurem atau tuan tanah atau Direktur Produksi perkebunan BUMN atau Swasta, petani gurem peserta Bimas/Inmas tanaman pangan polowijo dan kapas, sedangkan Detailers betulan, sasaran mereka adalah para dokter dan Rumah Sakit.
  Jadi tugas kami adalah kunjungan, pertemuan dengan petani, menyelengarakan demonstrasi, membagi samples, sampai ke lahan yang kena serangan hama atau penyakit, membuat “demonstration plots” dan memelihara “brand image” jangan sampai salah dalam penggunaan, memberikan penekanan pada keselamatan kerja menggunakan pestisida. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVRCfs6vMOjDs_NwSs_vmc17RI1x-PU3b178loTpYO9y3VwO1SAUrHKr4NbLNxHtcNa26IzSXsQL7h4WtRLREC0RujrSpLzlZ3HjVlYhByRqAihg42VWqnmInmqcGdtrSvo1WwrKM9DJg/s320/889.JPG
pohon handeleum bisa tumbuh  di pekarangan

Menyelengarakan pertemuan dengan sebanyak mungkin dengan Kelompok Tani, Jajaran Dinas Pertanian, Segala Lembaga Penelitian jang terakait, (PPL) Petugas Penyuluh Lapangan dan terutama Petani yang mempunyai pengaruh terhadap teman-temannya.
Termasuk juga perkebunan BUMN dan Swasta juga usaha Perikanan (pemberantasan ikan liar dan keong tambak payau yang dekat pantai, Trisipan. spp.)
Sesudah Bimas Inmas berhenti, dan penjualan dijalankan di pasar bebas tanpa subsidi, pekerjaan kami sangat competitive sebab banyak produk yang bahan aktif (generic) sama, banyak produk seperti sintetic pyrethroid yang punya gradasi knock down terhadap hama sendiri-sendiri.
Jadi jangan bertempur di medan yang anda pasti kalah “grade”nya dengan perethroid sintetic punya kompetitors
  
Wasir
Inilah yang membuat saya mengidap sakit wasir atau ambeien, atau haemorrhoid luar yang parah, kadang celana di bagian anus berdarah darah sampai kayak wanita haid, sebab harus betah duduk di kendaraan berjam-jam setiap minggunya, mengemudi sendiri jeep yang keras suspensinya pasti, sebab perlu menempuh segala jalan-jalan desa
Segala obat dari Phaemaceutical Industries untuk haemorrhoid, pil untuk diminum, supositoria (semacam “peluru lonjong dan agak lunak dimasukkan ke anus sudah digunakan), kemudian ada larangan makanan pedas, minum kopi, makan daging kambing sudah dijalankan, alcohol tentu saja dilarang, ok, tapi bergadang dan mengemudi jeep ya itu kerjaannya.
Sampai saya membaca perkara “handelaeum” sebagai obat wasir.
Dari pertama saja yakin, bahwa nama “handeleum” adalah nama Sunda, orang Sunda paling suka lalapan dengan sambal pedas, jadi mestinya sebagian mereka pasti kena wasir, lha bila mereka menemukan obatnya di antara dedaunan atau rimpang atau buah buahan ya pasti manjur.

perhatikan, daun handeleum bagian belakangnya ke-unguan, jangan salah tanaman
Lain halnya misalnya bila obat tradisional untuk penyakit hypertensi atau tekanan darah tinggi, yang dtemukan oleh orang Madura - ya manjur, habis semua makanan dan lauknya cenderung asin, kan garam diproduksi andalan di Madura, dan mereka terkenal suka “carok” atau berkelahi menggunakan senjata tajam.
Yang penting saya bisa mengatasi wasir (istilah dokternya ambeien luar) yang saya idap sudah menahun.
Setelah saya temukan tumbuhannya yakni daun Handeleum tadi, saya ambil dua tiga helai daun yang masih muda namun sudah selebar daun dewasa, agak berlendir bila dipotes, saya celupkan air mendidih beberapa menit langsung diangkat.
Kemudian digulung serupa cerutu pendek dan padat. Cerutu daun handeleum sebesar jari telunjuk sepanjang lebih dari dua buku jari diletakkan membujur diatas jari kiri, trus yang di atas ujung jari dimasukkan dalam anus, kemudian ditekan pelan-pelan dari ujun jari ke dalam anus, tapi yang masuk dulu adalah cerutu yang diatas ujung jari, dimasukkan dalam kedaan jari membujur lubang anus, tapi tekanan ada di ujung jari, sehingga masuk seperti supositoria biasa,
 jadi mesti  membujur anus.
Tentu saja jenis supositoria dari cerutu daun handeleum ini tidak keras, tapi dengan pertolongan ujung jari bisa kita masukkan cerutu sebagian besar gulungan daun handeleum kedalam rongga bawah ujung usus besar diatas sphincter ani (otot lingkar anus), sehingga tidak gampang lepas keluar, karena melorot tertekan usus besar.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEmG1_0gcL46gconmjosQyMkXdK-udpZokwaCNXwjbbwEx6mgZSulC17XQpg_ph7X08dILVaz_4iqF9cdKbF9-El7HfCifVfHR1YZUVMqepkp19hp81jFSP8EDslhMN2tJZszUJkxK-Qs/s320/handeleum.JPGDengan demikian bila mengemudi kendaraan dengan supositoria gulungan daun handeleum ini tetap ada ditempat yang semestinya.
Beberapa jam Insya Allah, bengkak mengempis dan perdarahan berhenti, tidak perlu diapa-apakan lagi, sebab cerutu akan keluar bersama kotoran

Handeleum nama lain dari “daun ungu”, nama Latin species: Graptophylum pictum Griff.
Genus: Graptophylum, Familia: Acantaceae, Ordo:Seropheriales, Kelas:Dicotyiledone. Bila pembaca ingin mengetahui riwayat daun handeleum bisa baca di wikipedia telah komplit informasinya.
Handeleum Sangat gampang ditanam bahkan dari stek batang sepanjang dua jengkal pun bisa saja agar cepat besar.
Dapat ditanam dictempat yang lebih kurang 1700 meter diatas muka laut sampai tepi pantai, yang penting untuk perdu ini cukup air, dan dipiara dari serangan ulat daun. Bila cukup matahari daunnya cenderung ungu kemerahan, bila kekurangan sinar matahari cenderung menghijau.
Saya jadi biasa menanam Graptophylum pictum ini disetiap Penginapan di Kota Kabupaten di mana sering saya singgahi dan menandai di depan rumah di mana tanaman ini bebas tumbuh, ini perlu, sewaktu waktu haemorrhoid saya kumat saya tahu tempat terdekat dimana daun ini bisa diambil.
Semoga ada gunanya bagi pembaca, Insya Allah anda bisa terbebas dari penyakit wasir yang amat menyebalkan ini.(*)



Selasa, 14 Februari 2017

RUTINITAS APARAT NEGARA, BUKAN MIKIR GIMANA SUPAYA ADA CABE - NDAK USAH IMPORT

RUTINITAS  ORGANISASI NEGARA

Satu entitas organism yang mirip sekali dengan nakhluk hidup.

Melakukan respon terhadap lingkungannya.

Respon ini diproses di otak yaitu KEPALA NEGARA DAN MENTERI PEMBANTUNYA,

Kemudian diturunkan ke aparatnya yang bersangkutan dengan macam respon yang sudah di olah di otaknya.

Bila mengenai harga cabai merah dan cabai rawit yang menggila ? Sudah hampir tiga bulan ?

Respon Presiden sudah benar, Pemerintah membantu mengatasi kesulitan menanam cabe. Beberapa bulan yang lalu Pak Jokowi mengumumkan demikian.


Mestinya, presiden sudah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian,  karena langkah apa yang akan dilakukan sudah dibicarakan dengan dengan Presiden.  Lewat mass media rakyat tahu bahwa Menteri Pertanian membantah adanya organisasi dagang KARTEL di bidang perdagangan cabe, musim lagi jelek untuk cabe ( Capsicun spp) - Belum kenal saja sama almarhum Lemkari ngkali ?

Sudah itu “pet” ndak ada berita apa apa mengenai cabe, dari Menteri Pertanian.

Rakyat hanya tahu dia harus beli cabe dengan harga sekitar seratus ribu rupiah setiap kilo,   hampir dimana mana di Indonesia. Ya dari mass media.

Lho, terus kelanjutan respon dari Menteri Pertanian bagaimana ? Apa sudah di komunikasikan langkah apa yang bisa diambil disetiap Provinsi Negara ini, oleh Menteri Pertanian sebagai Organisator bidang Pertanian di Indonesia ? Kan Indonesia ini luas sekali ? Tapi jajaran Kementrian Pertanian kan ya banyak sekali ditambah dengan Lembaga Lembaga Penelitian Pertanian dan Kehutanannya ? Doktor sudrun ya banyak.

Iya, diseluruh Indonesia ini umumnya sekarang lagi banyak hujan, Banjir dimana mana, termasuk di NTT, pulau Sumbawa lagi sibuk menolong penderita kebanjiran. Tanah  harapan untuk bertanam cabe dimusim hujan.

Saya lihat dari program TV lupa stasiun apa tg 10/02/2017  sore. penjelajahan "The ring of fire" dilakukan oleh warga masyarakat yang punya daya dan bekal  lewat rute pegunungan di Timor Indonesia, satu keluarga seorang ayah dengan putra putrinya, ada yang naik sepeda motor besar, ada yang naik sepeda motor trail ada yang naik satu mobil  all terrain, nampaknya dengan gardan ganda. 

Lewat hutan hutan alami  dilereng bukit di Timor Indonesia, Hutan alami ini nampaknya hanya terdiri dari beberapa species pohon yang tidak terlalu besar dan tinggi, sedikit/ hampir tidak ada semak dibawah kanopi, melainkan rerumputan cocok untuk penggembalaan ternak sapi, dimusim hujan ini. Lha musim kemarau ?. Anehnya tidak nampak tumbuhan liana yang merambat keatas kanopi, khas hutan tropik basah , dan paku pakuan.

Salah satu peserta yang naik sepeda motor trail, tergoda, mencoba lewat tahan hutan  lereng off road naik keatas. 

Lho, mampak tanahnya  yang di bawah rerumputan itu sangat basah, kayak lumpur dangkal  rodanya berputar sambil bertengger diatas batu dasar top soil dangkal bercampur pecahan kecil kecil bebatuan, terlempar oleh ban trail keatas, ban itu tidak nancap di lumpur seperti biasanya di pulau lain.

Lha bila tanah hutan itu di buat koridor sabuk gunung  (teras) rata air, hanya pepohonannya di potong dahannya untuk penyinaran,  agar teras terbuka, tanpa mengadakan olah tanah, (zero tillage)  melainkan menghilagkan rumputnya. Bukankah di teras tebuka tanpa dicangkul ini bisa ditanam cabe SAAT INI, meskipun masih dengan bantuan pupuk dan dengan herbisida sistemik lewat akar.  Lahan teras terbuka dan tanpa dicangkul bisa ditanam cabe, selama musim hujan ini ? Meskipun saya yakin hukum konservasi tanah sangat melarang menggunakan tanah semacan ini untuk pertanian dengan pengolahan tanah,  sebab  sangat berbahaya,  rawan longsor dan menyertakan top soil yang memang  tipis itu.

Pemikiran semacan ini bisa timbul di wilayah NTT apabila isyarat dari Pak Menteri sampai ke Kanwil Peertanian NTT sampai di  Dinas Pertanian Kabupaten setempat, dan mass media memang berniat membantu Pemerintah.  Keluar dari rutinitas birokrasi makan gaji, tapi tahu berfikir sekala luas. 

(Mungkin, kilahnya masih nunggu nunggu dibangunnya embung embung ) BARU BISA membantu  Pak Menteri,  Membantu Pak Presiden sebelum embung embung dibangun, artinya sekarang dicoba sedikit. Kan banyak disana lokasi yang lebih baik dari yang ditayang di ring of fire itu, solumnya/lapisan olah, top soil lebih dalam, miringnya landai ? 

Saya yakin NTT akan menjadi daerah penyangga cabai Indonesia, karena musim kemaraunya drastis,  pasti ada lebih kurang dua atau tiga bulan kelembaban relatipnya rendah karena dipengaruhi iklim kontinen Australia, yang lagi musim dingin.  Dan dimusim kemarau, dengan adanya embung embung nanti, ( semoga bukan sekedar wacana) air masih bisa didapat, meskipun  pemakaiannya dengan rekayasa drip irrigation kalok perlu. Ya……di tanah yang secara konvensional tidak boleh diusahakan untuk bertani itu ( artinya dicangkul atau dibajak traktor). tapi  menggunakan zero tillage dan drip irrigation. Karena harga  cabai potensial  bisa menutup ogkos itu. Disamping itu sekaligus di teras zero tillage itu lantas di tanami bibit  kayu cendana ( Santalus alba L) berdampingan dengan cabe, cendana  memang produk andalan disana, Pak Jokowi tahu bahwa parakaran bibit kayu cendana bayi masih harus mengurut  berdampingan denga akar cabe. Beliau orang kehutanan kok.

 Semoga bangunlah bangsaku *)

  


 





Senin, 13 Februari 2017

MENULIS SEKALI LAGI MENULIS



KARANG MENGARANG KARYA TULIS.
Saya tergelitik, oleh satu pengumuman dari Penerbit,  cari di google –patabablora.blogspot.co.id.  usaha dari adik adik Penulis Kenamaan, idola anak bangsa, mengadakan lomba mengarang diantara murid murid SLTP, SLTA. Mereka menyelenggarakan Perpustakaan dan mencetak buku. 
Bravo,  kok masih ada kepedulian untuk mengembangkan bakat generasi muda.
Saya lantas befikir, dari masa anak anak, saya sudah  gemar mendengarkan dongeng simbah putri, meskipun sudah diulang ratusan kali, maniak menonton wayang kulit, saya gemar membaca apa saja, zaman saya masih  kelas 4 SD,  masih ada Perpustakaan kecil, menyewakan buku buku, dikampung kampung di Solo, kebetulan di Jl Baron, Singosaren, ada persewaan buku. Ya hanya itu, bioskop  sudah tutup,  monopoli propaganda perang Nippon,  zaman revolusi tidak mutar film apapun,  Semua filmnya sudah di orat arit oleh para Pejuang. Bacaan untuk anak anak tidak ada, hanya "Kuncung lan Bawuk" dari desa Pedan  Kabupaten Klaten dan "Matahari Terbit" sampai jilid tiga, cetakan JB Wolters Groningen, Batavia, sisa dari zaman Kolonial. yang ada koran berita  berita Revolusi kita, upaya para pemimpin kita, siapa lawan dan siapa kawan. Kegiatan seniman kita memompa semangat perjuangan.
Listrik sudah byar pet satu dua tahun.
 Jadi membaca cerita dari buku adalah satu satunya hiburan saya, sampai habis buku di perpustakaan kecil itu. Walau demikian si Bapak pemilik  Sewaan buku ini masih ketat hanya mengijinkan saya membaca buku yang untuk umur 13 tahun kebawah. Meraba saja nggak boleh buku buku yang untuk orang dewasa. Entah disengaja oleh “care” nya terhadap perkembangan jiwa anak atau karena reflek, wong dalam keadaan susah  dia masih memegang prinsip itu. Dengan segala alasan  disuruh bapak, atau kakak, tetap  menguras persediaan buku dia yang bertulisan huruf latin,  sampai buku Bhagawat Gita dan  buku aneh aneh  bahasa jawa huruf  latin, seperti  “Raden Mas Tangkilan lan Ibunipun” - mengenai adat istiadat priyayi Solo, "Ni Wungkuk ing Bendo growong" masih saya ingat, sebab banyak yang bertulisan jawa , cetakannya dengan huruf jawa kurus yang saya tidak lancar membaca. Diteruskan menghabiskan buku buku dari Perpustakaan Rakyat Jl Ondomohen Surabaya yang jauh lebih besar, dilengkapi dengan buku buku terjemahan oleh penerbit Balai Pustaka. Sampai ke tejemahan buku karangan Willian Saroyan,  cerita kehidupan anak petani prairie di Amerika serikat, banyak karya terjemahan dari penulis luar negeri misalnya Harold Lamb, yang saya ingat Hannibal, Alexander dari Macedonia, Pujangga Baru,  buku Abdullah bin Abdukadir Munsyi yang berbahasa Melayu aneh, Catatan di Sumatra karangan Parada Harahap, wartawan cerdas, jujur pada profesinya,  W4H1, dsb. menggambarkan perjalanan dengan mobil  depanjang  Sumatra dari  Aceh sampai  Palembang tahun 1947, seperta apa adanya, Banyaknya lasykar yang mencegatnya  di pos pos pinggir jalan minta "pengertian" mendukung "perjuangannya", padahal mereka bahkan tidak tahu Belanda ada di mana. Setelah penyerahan kedaulatan ke RI dia malah tersisihkan. Kemungkinan sang Wartawan kawakan ini korban penyingkiran karakter, a'la Melayu, karena membuka borok "perjuangan" perang kemerdekaan di sepanjang Sumatra.( Balakangan mengepalai Dewan Banteng, dewan Garuda, Dewan Kancil yang mendahului  Dewannya CIA  yang menjatuhkan Bung Karno.)
.Lha setelah  retired/usia diatas 60 tahun, anak saya menganjurkan saya menulis di computer sebab gampang dirubah rubah bila kesalahan ketik, tidak menjengkelkan. 
Wong saya ini bukan penulis, tidak ada kecenderungan kesana, apalagi bakat.  Saya agronomist yang tersesat jadi salesman, tukang jual obat tanaman, racun  hama, racun cendawan penyakit tanaman. 
Dia membuatkan saya blog di google, dengan mengajari cara mengoperasikannya, juga melihat di google dashboard, berapa yang kesasar ngeclick disitu, sampai sekarang saya masih  “ nunak nunuk” bila terjadi salah pencet, semua sulit dikembalikan seperti semula, itu kendala saya dengan mesin computer ini. Tapi saya akui, tanpa dia, si Computer ini, saya bisa gila.
Ilmu yang sangat dekat dengan kegiatan tulis menulis, atau dongeng mendongeng ialah ilmu Sastra. Sesudah itu ilmu tentang segalanya.
Tapi apa ilmu sastra menuntun untuk orang berekspresi menulis apa, mendongeng apa? Ternyata tidak.
Malah membaca apa saja, bukan membaca tulisan thok tapi membaca segalanya, sesuai dengan perintah Allah yang dituangkan dalam ayat pertama yang diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad Salallahu allaihi wasallam, melalui Malaikat  Jibril, ayat terdepan  Al Qur’an adalah Al Fatihah, tapi yang turun pertama adalah Al Alaq, Ikroq……….. bacalah sebab Allah mengajari manusia dengan kalam/ tulisan……….. 
Membaca tulisan, membiasakan si pembaca menyerap “Taksu”  dari sang Empu , orang  Bali bilang. 
Dalam  budaya lain, taksu ini menjadi pamor, daya tarik, semangat, dari setiap karya apa saja hasil kegiatan manusia unggul,  akrablah dengan mbah Google pasti ada  taksunya. Dia tidak bisa menipu, cuma kalian harus telaten mengganti susunan kalimat tanya, sesingkat mungkin, pakailah kata kunci, pisahkan dengan koma (,) sering ada jawaban dari situs yang mengejutkan. 
Jadilah dirimu sendiri, jangan pernah ingin meniru gaya orang lain. Menulis  adalah melukis, kanvas demi kanvas, bila engkau terpesona pada pohon, lukiskan di kavas pohon apa saja, dikanvas maupun dimana saja lukislah sebanyak dan serinci rasamu, pengamatan-mu, dengan kemampuan seluruh  dayamu, jadi bila kamu ingin melukis hutan, tinggal jadikan satu kanvas hutan dengan contour lahan dan cuaca  menurut kanvas hutanmu  -   atau ....untuk cuma menggambarkan dengan kata kata, pasti berguna bagi orang lain. Seraplah hidup ini hingga remah remahnya, lantas tulislah, setidak tidaknya anda akan mengingat ingat kata apa yang paling tepat, bila ndak ada ya karanglah sendiri,  siapa tahu sangat diperlukan orang lain.
Pamor atau taksu ini menandai  derajad kepiawiana sang Empu, kekuatan sang Penulis, penya’ir, pelukis, pembatik, pematung, pumbuat  gerabah, disemua hasil karya manusia.
Saya menduga ada semacam getaran energy yang mudah bersinergi dengan manusia lain  secara wajar dan alami,  untuk mendapatkan kekuatan resonansi getaran energi daya tarik kepada kesempurnaan, keindahan,  harmoni, merangsang kekuatan jiwa, kekuatan  kejujurannya, keharuan dsb, yang sangat membekas di jiwa masing masing  pengguna, pecinta  karya karya tersebut. Bukan   manusia saja, alam juga mengukir batu, orang Jepang bilang itu  “suiseki”.
Ya, bahkan karya sebuah surat, misalnya surat lamaran kerja. Bahkan menulis sms.
Ya, bahkan secarik surat lamaran di kertas folio bergaris, ditulis tangan,untuk mendapat bea siswa di Universitas Persahabatan Bangsa Bangsa  di  Moskwa..
Dukungan terhadap ide persahabatan, ide perdamaian diantara bangsa bangsa, tanpa berslogan ria. Melompati segala slogan slogan ideology ideology manusia  zaman ini, melulu demi kemajuan umat manusia..
Bisa dibayangkan surat itu harus jujur, tidak mengemis, tidak berjanji apa apa, hanya memuat sesingkat mungkin, sejelas mungkin, komitmen mencari Ilmu, dan gunanya nanti, (DALAM PEPATAH JAWA "NGANGSU APIKULAN WARIH,  GOLEK GENI HANGGOWO OBOR" - ARTI BAHASA  iNDONESIA MENCARI AIR SUDAH  MEMIKUL AIR, MENCARI  API SUDAH MEMBAWA OBOR - gimana bisa, kalok ndak membaca segalanya sebanyak banyaknya he? ) .
Surat adalah rangkaian kata, untaian kalimat yang harus kuat dan  bersahaja,seperti apa adanya., Sama sekali tanpa  nuansa rayuan. Sebab siapapun tahu nilai finansial  dari pengorbanan pembayar pajak yang juga masih miskin dari Negeri itu, hanya untuk mengangkat sebutir debu melewati keterbatasannya.  Saya berusaha semua itu tidak akan hilang percuma, sampai akhir hayat saya.
Waktu bersembunyi, putus dari pergaulan ramai , bersembunyi di kebun kopi, sambil kerja dibayar semampu kebun rusak ini, (750 Ha. HGU  kebun kopi yang dijual tergesa gesa, karena Uni Indonesia-Belanda dibubarkan, dibeli pedagang China, rusak berat..
 Saya memberi tahu orang tua seorang gadis mahasiwi yang praktek di kebun itu untuk skripsinya, Dangan surat berbahasa jawa halus kromo hinggil campur kromo madya, yang isinya  setengah memperkenalkan diri, setengah  bersimpati, sedikit insinuatip  harapan kedepan, wong belum ada janur kuning melengkung di pintu halaman,  dalam kondisi saya yang seperti itu, tanpa terkesan janji dan gagah gagahan, tapi berani. 

E, e, saya malah diperkenankan oleh sang Bapak dan Ibu gadis itu untuk datang mengantar si Mahasiswi putri beliau waktu pulang ke Salatiga..dari kebun.kopi di Kabupaten Banyuwangi. Kacamatan Songgon.


Beliau ternyata  pesiunan Kepala sekolah SGA, dididik dari Sekolah Guru Untuk Pribumi, terus naik ke Sekolah Pendindikan Pribhumi dengan bahasa pengantar Bahasa Belanda. Beliau  cerdas, disiplin dan keras, terhadap diri sendiri dan orang lain.
Ya putri dia  itu yang kemudian jadi istri saya. Yang ngelamar Ibu saya lho. Coba bayangkan gimana bunyi surat saya dalam bahasa Jawa itu  he ?
Kami menikah di Kantor KUA kelurahan Cilandak, dekat RS Fatmawati sekarang, diantar oleh dua kakak saya, dua pasang thok. 
Bisa dibayangkan, bahwa surat yang demikian memang pernah ada, dan berhasil, sebut itu saja ada taksunya ada ilmunya. Cobalah kasih komentar artikel ini, dikotak comment dibawah, untuk mencoba ekspresi anda. Atau membuat suratnya, gitu.......jangan maido thok. apa yang dicacat wong sudah ternyata hasilnya ?
Jadi sulit depercaya apa lagi dizaman  screening Orde Baru. yang bertumpu pada kebudayaan baru yang penuh dengan KKN yang kental. dan tengik.  Orang harus ngatok/ menjilat sepatu boot, gampangnya ya  anggap saja yang mengirim adalah Pemerintah Bung Karno, titik. Sebab kala itu semua bantuan pendidikan dari Negara Barat dibekukan oleh Bung Karno. Mereka Nekolim, sedang beliau  gandrung kepada  the new emerging forces  munculnya kekuatan baru yaitu rakyat rakyat  bekas  jajahan, yang masih kurang dimengerti oleh politisi seluruh Dunia, politisi kapitalis maupun politisi sosialis, mereka kira inilah buah ranum yang siap dimangsa *).

Tips dari saya, lanjutan dari artikel ini ada di blog saya di artikel yang paling baru saya tulis dua hari yang lalu di ide subagyo blogspot.com dengan juduk "Mengarungi masa muda ......". tg 04/03/2017. disana ada 500 artikel temannya dari th 2011, saya sendiri rutin membaca lagi, banyak soal pertanian dan agama Islam warisan simbahnya simbah saya. Lho jangan ngenyek , si simbah putri saya alm. baca  Servantes - Don Quchote, tejemahan. Pacar merah dari "The red pimpernel" Saya baca "Scaramouche" dari Rafael Sabatini dia favourite saya.



Sabtu, 11 Februari 2017

MENCARI NAFKAH

MENCARI NAFKAH


Sudah menjadi kewajiban setiap manusia hidup mancari nafkah. Karena dia diberi kebebasan berbuat. Maka nafkah artinya belanja untuk kehidupan tanggungan-nya.
Allah menetapkan bahwa setiap hidup ciptaanya sudah diberi rizki secukupnya.

Sebagai tuntunan Allah telah berfirman “Apabila sudah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah dimuka bhumi, dan carilah anugerah Allah ( Al Jum’ah 10)”- google kata kunci rizki )
Rizki sudah ditentukan Allah,
“Dan dilangit terdapat ( sebab sebab) rizki kalian dan terdapat apa yang dijanjikan kepada kalian.  Ad Dariyat 22)” - google kata kunci rizki 
Jadi, rizki mempunyai cakupan jauh lebih luas dari nafkah. Dua duanya harapannya adalah pemberian Allah. (Syaithan juga mengincar peluang ini untuk menyesatkan makhluq lemah ini)
Manusia diharuskan memilih, cara mendapatkan nafkah yang halal dan mendapatkan hasil yang halal. 
Benar rizki sudah ditakar oleh Allah, tapi Allah masih memberikan pada manusia hambanya menentukan kualitas  rizki ini sehingga nilainya jadi berlipat lipat berupa barokah kepada mereka yang telah diberi petunjuk jalan yang benar, bukan mereka yang sesat dan malah dimurkai .
Maka dari itu mencari nafkah dalam islam, diwajibkan kepada mereka yang masih mampu berbuat menjadi Khalifah Allah di Bhumi, mereka yang masih berusia produktip, bukan kepada anak anak yang masih dalam pengampuan orang tuanya, mereka yang sudah uzur.
Adapun rizki harus dicari oleh mereka yang mampu berbuat itu, lelaki dan perempuan, dengan sadar bahwa bukan kuantitasnya saja tapi juga kualitasnya. Bukan dengan KKN, mencuri, menipu ,dan bakhil,  tapi yang halal dan bisa disyukuri dengan amal ma’ruf nahi mungkar oleh seluruh tanggungan penerima nafkahnya, penerima amal jariahnya, penerima zakatnya.

Bagaimana seorang muslim/muslimah mencari rizki yang dimulai dengan "Bismillahirakhmanirrakhim", tapi lebih condong ke mencari rizki dengan “ngongso”, pikiran hangkara, menakar pemberian ALLAH dengan kuantitasnya, menakar usaha dngan jumlah modalnya layaknya  pasar saham di Wall Street, New York, bukan dengan  kesabaran, syukur dari pelakunya, dan fi sabilillah terhadap godaan syaithan yang terkutuk. ? Naudzubillahminzalik.
Makanya tugas para tetua terutama Bapak Ibu, dan Mertua adalah memberi peringatan keutamaan jalan Allah, yaitu Bismillahirakhmanirakhim, dan kewajiban para muda usia dibawah pengampuannya  menghargai dan mensyukuri berapapun besar nafkah yang diterima untuk melipat gandakan barokah Allah yang menyertainya amiin *)

Jumat, 10 Februari 2017

Daur ulang. TAHUN 2010 GREECE DAN ITALIA BANGKRUT

 TAHUN 2010, TERNYATA GREECE DAN 
ITALIA, TERMASUK NEGARA MAJU ANGGAUTA UNI EUROPA - BANGKRUT ? 

Saya seorang Agronomist, pengertian saya mengenai ekonomi, apalagi ekonomi finance global sangat terbatas. Akan tetapi berhubung seluruh dunia geger, sampai sampai CEO yang menguasai uang yang ada seluruh dunia ini diwawancara oleh CNN, apa yang akan mereka lakukan di Club mereka saat ketemu di Davos Switzerland kini?
Soal pertemuan kota Davos di Swiss dengan Obama, saya tidak tahu, wong CNN saja ya belum menyiarkannya.
Tapi yang jelas kata “bangkrut” yang bahasa kerennya “bankruptcy”, kami tahu sekali, bahasa petaninya “puso”, artinya seluruh modal milik petani dipergunakan untuk ongkos tanam dan pemeliharaan. E…e… ternyata panennya habis diserang hama atau penyakit tanaman dan utang ndak terbayar.
Yang ini terjadi di Europa dimulai dari Greece (Yunani), kemudian Italia kemudian Perancis mulai kesulitan pancairan dana besar, sebelumnya Inggris berjaga jaga agar duitnya di Bank awet liquid segala pos pengeluaran diketati, termasuk dana pendidikan.
Di berita TV sedunia rakyat pada demo, karena mau atau tidak obatnya hanya satu yaitu “austerity measure” bahasa petaninya hidup sangat hemat, makan sekali-sehari.
Ndak percaya ?
Tahun 1975-an dan tiga tahun berikutnya ada hama padi wereng coklat (Nilaparva lugens L) yang sekaligus menjadi vector virus kerdil rumput (grassy stunt) dan wereng lainnya, menghancurkan panen habis-habisan, petani kelaparan, hanya mampu makan sangat sederhana, bahkan bonggol/umbut pisang direbus sekedar menangsal perut, bahasa kerennya “super autere measures”

Tapi ini aneh, Negara Europa, seperti Greece, Italia, bukan negara berkembang, termasuk negara maju, sudah bebas buta huruf, kematian ibu dan anak sangat kecil, harapan hidup tinggi. Gini rationya hebat, rata rata 1% penduduk menguasai 70% kekayaan Negara !
Kok Bank Sentralnya bangkrut, anak pinak bank-bank di bawahnya sudah tidak bisa mengembalikan uang orang.
Pantasnya Negara yang sudah maju ini (wong negara Turki saja tidak diterima masuk kok) seperti negara negara Europa yang tergabung dalam Uni Europa, bank-bank sudah ratusan tahun beroperasi, punya batasan batasan hukum supaya bank itu tidak sampai terkuras habis oleh resiko apa saja termasuk KKN. E..e.. kok malah bangkrut.

Bila analisa dilakukan menurut ilmu dan istilah perbankan orang akan pusing tujuh keliling, sebab yang dinamakan harta bank itu ya “activa” bank semuanya, adalah semua activa itu yang bentuknya macam-macam termasuk piutang yang nagihnya mudah dan activa dengan kesulitan menagih sendiri-sendiri yang telah diperhitungkan.
Semenjak Perang Dunia II seluruh Europa telah berubah, “demokrasi” nya telah menyentuh rakyat bawah yang ternyata telah mati matian dengan gagah berani dan pengorbanan yang besar, ikut mengusir Nazi Jerman jadi Maquis. Partizans, Resistance, bekerja sama dengn Sekutu.
Kaum menengah dan menengah atas sesudah itu mulai peduli dengan kesejahteraan golongan bawah, buruh berkerah biru dan buruh tani- timbul aturan pemerintah yang melahirkan welfare country.
Lha memang dua negara yang Bank Sentralnya bangkrut ini termasuk negara yang tertua dalam segala hal, termasuk susunan hunian, jalan-jalan di kota kotanya dan sistem sanitasinya, bayangkan bila harus dimodernisasi sekaligus semua.
Jadi setiap politisi harus mengikuti zaman, pemilihan Presiden pemilihan Gupernur dan Walikota pemilihan anggauta Parlemen dan patai-partai, para politisi calon-calon ini selalu berkampaye tentang kesejahteraan rakyat, lha akhirnya kan ditagih, dan umumnya mereka sudah mengenal penyelenggaraan “welfare societies/welfare countries” semenjak Perang Dunia II, artinya memberi kesempatan rakyat untuk hidup layak, dengan upaya negara.

Jadi bila Politisi hutang pada bank dengan jaminan bangunan Kantor Municipalities, gedung Kementerian untuk bikin betul WC di rumah sakit, got pematusan seluruh hunian se-negara, bikin rumah sakit buat orang tua-tua itu ya memang dari hati nuraninya, didukung secara aklamasi oleh Parlemen-nya, wong DPR RI saja bikin betul WC di gedung DPR nya dengan onkos 300.000 Euro, lha disana bikin baru semua jamban fasilitas umum, bikin jalan dan jembatan di desa-desa mereka yang habis kebanjiran sekolahan desa yang tidak mudah roboh, sangat mahal, memang budaya mereka sudah tinggi.
Lha kemudian kini duitnya orang-orang kaya yang sejak dulu dititip di bank terambil oleh keperluan mendesak itu.

Kebetulan mendadak saja ada prospect baru, meniru tuan Sachs dari US membeli logam mulia besar- besaran, Jadi rush, oleh orang orang superkaya untuk penanaman modal di lain tempat dan para marquis-marquisse dan baron dan baroness, para mister Onasis dan para Papapuolos, Duke Paganinni dan Signor Ferrari menarik uangnya dari bank-bank itu - lho uangnya sudah tipis dipakai untuk membeayai infra structures kota dan desa, (tentu saja tidak seperti desa di Mesuji) tidak cukup, sedangkan yang sangat penting,kiriman devisa US dollar dari TKI (I -artinya Italia ) dan TKG (G- artinya Greece) susut banyak karena USA juga lagi krisis juga, maka bankrutlah bank -bank di sana, sementara itu. Ini pengertian fantasi saya.

Seperti biasanya IMF menganjurkan “super austere measures” kayak petani kita, makan umbut pisang, tidak diterima rakyat, mereka bilang kami bekerja, products kami laku keras (lihat tas Gucci dan cosmetic dan minyak wangi dibeli dimana-mana, sepatu Bally kami selalu dipakai anggauta Dewan Perwakilan Rakyat RI) kok kami yang harus “puso” artinya puasa juga seperti petani Jawa Bali dan Sulawesi ?
Begitulah pengertian seorang Agronomist, sangat sederhana.

Pengertian mayoritas kaum menengah dan menengah atas di Europa, menyangkut pengaturan pendapatan Negara sudah bisa menjejelaskan pengertian idelogi kapitalis di bawah ini :

IDIOLOGI KAPITALIS
Para Ideologist Kapitalisme selalu dengan bangga menggaris bawahi bahwa kemajuan yang dicapai umat manusia setaraf sekarang ini adalah berkat berlakunya hukum pokok yang disakralkan oleh Ideologist Kapitalisme :
“Hak milik pribadi atas modal dan alat produksi tidal boleh dibatasi oleh apapun kecuali oleh kemampuan manusia itu sendiri untuk menguasainya.”
Memang masyarakat yang berbudaya harus bisa “melindungi” hak milik pribadi setiap anggautanya, mengenai hal ini masyarakat Dunia sudah sepakat bahkan oleh mereka yang masih hidup sangat sederhana.

Mungkin hukum ini didapat dari pengalaman manusia jutaan tahun, bagaimana mereka harus mempertahankan hidup, bukan dalam hubungannya dengan species lain, tapi dalam hal “hak milik pribadi” ini khususnya nenyangkut hubungan dengan speciesnya sendiri.
“Homo homini Lupus” adalah ungkapan sarkastik dari cirinya yang berbunyi :
“ The might is right” bagaimana pahitnya pengalaman masyarkat manusia sepanjang sejarahnya menghadapi prilaku sesama speciesnya yang merampas makanan, anak istri/suami, perangkat pakaian pelindung badan/tubuh dari cuaca dan menghancurkan tempat berlindung keluarganya, juga kebebasannya seumur hidup dan hidup anak cucunya di bawah perbudakan.
Dengan demikian bahkan membela hak milik pribadi diasosiasikan dengan “hak membela diri” untuk “mempertahankan hidup”. La iya lah, sampai disitu seluruh kemanusiaan setuju.

Dalam satu cerita dari sosok tokoh fiktive yang melegenda dari Masyarakat Dunia Baru duaratus limapuluh tahun yang lalu di Amerika Serikat digambarkan dengan indahnya bagaimana Pengacara Daniel Webster membela seorang Petani yang bangkrut yang terpaksa menggadaikan jiwanya kapada sosok Syaitan, saat jatuh tempo, di Pengadilan sistim Anglo Saxon ini Si Syaitan dengan Dewan Juri yang terdiri dari roh-roh Penjahat dan Pembunuh kelas kakap yang pernah hidup di Amerika Serikat, didatangkan langsung dari Neraka ........dan Juri-juri itu pada akhir pembelaan Daniel Webster yang menggambarkan bagaimana si Petani malang itu harus mempertahankan hidupnya dan keluarganya dengan mengerjakan tanah yang berkali kali puso, sehingga terpaksa menggadaikan jiwanya kepada sang Syaitan, Dewan Juri yang terdiri dari roh-roh orang Amerika yang nenek moyangnya hijrah ke sana untuk memperbaiki nasib, para Juri ini telah tergelincir jadi manusia yang sudah dianggap sekutu oleh Syaitan sendiri, malah pada mengeloyor pergi tampa keputusan sambil menundukkan kepala, langit keburu kemerahan di ufuk timur, sudah pagi, si Petani itu harus dibebaskan demi Hukum, karena dia terpaksa menggadaikan Jiwanya untuk mempertahankan hidupnya dan keluarganya.
Begitu hebatnya hak mempertahankan hidup itu dimaklumi, bahkan oleh mereka yang dalam hidupnya hampir tidak berhati nurani seperti para Juri yang langsung datang dari Neraka itupun tahu.
Karena bagaimanapun mereka dulu juga Manusia.

Yang dilupakan atau sengaja ditutup-tutupi oleh Para Ideologist Kapitalisme itu, sekarang ini “hak milik pribadi” sudah menjadi hak atas tumpukan segala kebutuhan hidup manusia yang di hak-i oleh beberapa gelintir manusia dan diperoleh dengan segala cara, “hak milik pribadi” macam ini tidak ada sangkut paut dengan “hak mempertahankan hidup” seseorang tapi bahkan mengancam seluruh bentuk kehidupan sangking srakahnya, itu namanya ya CAPITAL dengan huruf besar yang daya hidupnya dilahirkan dari pemikiran Kapitalisme, dengan hukumnya yang mutlak tidak bisa di amandemen oleh DPR manapun apalagi oleh DPR RI yang sering tidur dalam sidang sambil meRoyan dan tidak lupa mengucap Al Amiiiin, sesudah terima gratifikasi.
Hukum Hak Milik Pribadi itulah azas dasar Kapitalisme ini dibela mati-matian oleh kampanye yang gencar dan terencana, didukung oleh semua cabang ilmu, bahkan dicoba juga lewat agama-agama di seantero Dunia Kapitalis.
Faktanya Allah menciptakan Manusia tidak sama.
Sudah ribuan tahun yang lalu fakta ini digunakan oleh ras Arya mendapatkan pembenaran dari “dominasinya terhadap ras Dravida sebagai kasta Brahmin yang Aria diatas kasta Sudra yang Dravida , di Anak Benua India.
Kaum Aria  yang kasta tertinggi Brahmana dan Ksatrya memberi peluang pada kaum Sudra untuk naik tingkat menjadi kasta Ksatryia atau Brahmana setelah dia mati. Mengadalkan inkarnasi, hidup kembali menjadi ksatryia atau Brahmana apabila mereka taat membersihkan kotoran manusia waktu masih nidup menjadi sudra - lantas siapa Hindu yang tak percaya  nurut iman mereka ?
Kini siapa yang nggak tahu akal akalan ini bahkan di India sendiri.

Ada segolongan Ideologist Kapitalis yang menggali hukum-hukum Biology, mengemukakan bahwa persaingan untuk mendapat makan dalam satu Species akan lunak bila alam sedang memberikannya secara melimpah, akan tetapi akan menjadi ganas – saling membunuh bila sumber makanan menyusut dan menjadi langka. Ini juga berlaku pada hubungan antar Bangsa bahkan antar Negara, karena ini adalah hukum Alam, jadi ya wajar saja. 
 Apalah nasib rakyat di negara yang kaya sumber minyak mentah dikala sumber yang tak tergantikan ini sudah terasa menyusut ?
(“The lesson of History” oleh Will and Ariel Durant risalah dari the best seller sebelas jilid dari “The Story of Civilization” oleh Pengarang yang sama , terjual tiga juta set th 1969)
Sepintas nampaknya memang benar demikian akan tetapi Ideologists ini lupa apa “pura2” lupa bahwa Manusia itu meskipun masih satu golongan dengan makhluk Hidup jenis Binatang Mammalia, tapi bukan golongan Carnivora –pemakan daging - hidupnya sebagai Predator yang bisa berbuat kanibal karena tidak mungkin makan selain daging, dan juga bukan Herbivora murni yang tidak mampu mencerna daging tidak mungkin jadi kanibal, tapi Omnivora yang bisa makan dan mencerna segala organisme dan mineral, jadi watak kanibal adalah watak “tempelan” kayak Sumanto dari Banyumas itu saja, bukan seperti gerombolan serigala yang kelaparan yang dibenarkan saling memangsa.
Bahkan sebagai hamba Allah, Islam mengharuskan umatnya ber-ikrar  bila lagi mengawali segala perbuatannya “Dengan nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih”
Bukan bersaing untuk makan satu sama lain.
Boleh menimbun makanan, energi minyak tapi untuk distribusi dan konservasi, bukan untuk mencari untung, haram hukumnya.

Selanjutnya, Ideologists Kapitalis menandai bahwa sebenarnya tuntutan masyarakat manusia Moderen akan “pemerataan” kesempatan untuk mendapatkan jaminan kesehatan dan kebutuhan esensial hidup - adalah prakarsa anggauta nasyarakat yang pro
duktivitasnya rendah,   Masyarakat kelas bawah yang memang inferior dalam produktivitasnya, akan menyeret ke arah degradasi kualitas hidup seluruhnya-.
Golongan masyarakat yang superior menuntut Masyarakat memberikan “kebebasan” untuk berkarya mendorong kearah eskalasi derajad Kemanusiaan.
Tapi dengan hukum besi ”the survivial of the fittest” secara individual, lupa bahwa survival “manusia” di alam ini justru separoh lebih, disebabkan oleh sifat species ini sebagai makhluk social. kemudian makhluq berfikir,  peningkatannya dengan pesat dari membaca. Tidak heran ini jadi wahyu Allah, sebagai ayat yang pertama di dawuhkan: " Al Alaq" - Ikroq......

Bagaimana sebenarnya mengukur produktivitas anggauta masyarakat manusia ? Mengukur hasil akhir dari satu sistim penuh tipu daya, seperti Gayus si pegawai pajak yang duitnya ratusan miliar atau Cyrus si Jaksa bengkok. Bagaimana mengukur produktivitas seorang Sufi Ahli Falsafah, Seorang Guru, Seorang Ibu yang memelihara bayinya?

Memang Manusia sebagai individu tidak akan sama satu sama lain, tapi dichotomi dengan kriteria inferior dan superior akan diuji apabila ada pandemi virus flu burung H5N1 apa si Superior akan lebih tahan dari si Inferior? - Jadi apalah arti pemerataan yang diminta - akan merugikan siapa dan apalah arti kebebasan bagi si Superior bila sama-sama bernafas dari udara yang sudah penuh dengan virus H5N1 ?
Si Superior akan membangun Dunia mereka sendiri yang bebas dari virus H5N1 tapi kapan ? masih butuh modal yang super kolosal, sementara WHO sudah membunyikan alarm itu H5N1 sudah didepan pintu.
Ternyata lebih mngkin memberikan pemerataan sanitasi, isolasi medis dan mengerahkan dana seluruh umat manusia menghalangi sebisa mungkin penyebaran H5N1, daripada mempertahankan dichotomi inferioitas dan suprioritas a’la Kapitalisme.
Alhamdulillahi Robbil Alamin.(*)


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More