•
Kita sudah berntung punya dasar PANCASILA sebagai dasar Negara Indonesia. Sebab sampai sekang, sejak th 1945 kemenangan kelompok Negara Demokrasi yang akan disapu bersih oleh kekuatan Negara yang berazas Fasisme terang terangan dengan menganggap dirinya sebagai Negaranya rakyat kelas satu “uber mensch” dimulai dengan berdirinya Partai NAZI di Jerman, dicetuskan oleh seorang ex copral Perang Dunia 1. Adolf Hitler, yang melihat kedepan, perang sudah bisa dimenangkan hanya dengan nengorganisir cara memakai teknologi moderen – dengan cara terkuno - tenaga sekali pukul, lawan tak bangkit lagi – perang kilat……persenjataannya produksi teknlogi moderen…..yang sudah terbukti luar biasa pada PD 1, dimenangkan oleh fihak Sekutu. Di Europa didukung oleh sistim kapitalisme kuno dalam mengorganisir masyarakat untuk menegakkan sistim produktivitas kerja kapitalistik yang baru.
Pendukung teori Fasisme d Europa Italia, Swedia-belum 100%, satu Negara di Balkan, di Asia hanya Kekaisran Jepang, mereka menamakan dirnya Blok As.
Andalan mereka mengerahkan produktivitas senjata moderen berbasis intensitas otomatsasi tembakan senapan mesin, motorisasi, intensifikasi /modernisasi alat electronic untuk inteligens dan komunikasi, dan propaganda – harus sekali pukul mematikan dengan upaya ini, sistim kolonial, yang didasari penaklukan negara terbelakang di Asaia Afrika, Amerka latin dengan azs teknologi moderen, sangat jauh dari tingkat kuali besar untu merebus kaum kolonialis, kapal perang bermesin uap dengan Meriam moderen merondai sungai sungai besar, merekrut pasukan local dipersenjatai senapan semi otomatis menurut pengarang novel senapan Henry, bukan pedang dan bayonet – senapan Henri dengan lebih dari 10 peluru diperutnya, model yang diproduksi massal Lee Enfield dari Amerika. Tahun ertama kaum Fasis menang telak – claim emenangannya diberikan pada Pesawat terbang fighter Messerschmids dan seluruh Europa diduduki, berkat pesawat tempur Jerman yang sangat banyak, roket V2 untuk daratan pnulau Inggris.
Untuk menghalang Ingris, memproduksi senjata, kapal selam U 2 menghambat supply bahan baku dari Amerka Serkat untuk industry perang nggris…… dua tahun pertama kaum fasis unggul- akibat pukulan maut - tahun kedua blok As mulai pusing, medan perang Timur mulai macet, di daeran ndudukan Europa mulai goyah dilawan “Resistances” dan gerlya….seterusnya semakin dekat ke kekalahan total di semua front.
PD II merupakan contoh bagaimana secara otokrasi seorang Hitler menebar kharisma pada mayoritas bangsa Jerman, bahwa mereka bangsa tuan – dengan idelogi Fasisme, ahirnya secepat bangkitnya fasisme Jerman secepat itulah hancur mndur ke titik nol, puluhan tahun negara dibagi dua, separo diduduki Russia dan separo diduduki blok Nato, aesudah seabad jadi Kekaisaran Jerman Raya, setara dengan Republik Perancis dan Kerajaan Brittania Raya. Iulah akibat
kharisma menjadi pemimpin Negara diberikan secara emosional kepada Hitler sang ex Kopral.
E,e…..kok di-ulang di Amerika Serikat sekarang ini – Kalok mau makmur sendiri sebagai penguasa tunggal energi fosil sekarang - seperti bertahun tahun yang lalu ya ndak bisa …...e e Donald Trump nekad menebar premanisme diantara negara penghasil minyak dan gas bumi – memgganti Presiden Venezuela, membunuh dictator Kadafi, mengebon Iran supaya membalas Dunia Arab, ngeclaim Greenland, menuntut pembayaran harga poduksi gas dan mnyak bhumi dari Negara Merdeka diluar Amerika Serikat - Iran boleh menjual mnyak entah tapi membayarnya di Commercial World Centre New York.
Kok rakyat Amerika Serikat percaya kepada Mr. Donald Trump Nampak pada charisma nya digemari rakyatnya untuk modal dia petentang petenteng diseluruh dunia – kalok sasaran aksinya negara yang sangat tergantung impor ya eterlaluan, tapi masih masuk akal – tapi ada Venesuela, pada Iran, pada Federasi Republik Russia, yang pesaingnya untuk ditindas mengandalkan anak buahnya – yang kaya tapi tak berotot mengucilkan Iran, itu kan premanisme……mengandalkan negara kroninya seperti Irak yang dia hancurkan berkat rakyatnya yang suda bosan pada Pemimpinnya yang enerima gratis kharisma dari akyatnya, malah dijadikan modal berwatak preman sak keluarga besarnya.
Demi mencegah kejadian semacam itu, sastrawan filosof Jawa, sejak zaman enjajahan Belanda, seorang putra Bupati Jepara kakak kandung ibu Kartini pembela Wanita ….. dari himpitan adat Arab yang terikut sijejalkan dsalam ajaran Islam – zeperti ibu Hadijah juga terhimpit adat Arab dan menjadi pemikiran kanjeng Nabi Muhammad saw.
Drs. RMP Sosrokartono membekali para aktifis perjuangan emerdekaan di Nederlands Indie, untuk hati hati berperilaku agar tidak melukai rakyat yang ikut kepincuk idea Kemerdekaan Negaranya. Syair Bahasa jawa berIkut:
Nrimah mawi pasrah
Tanpa pamrih tebih ajrih
Langgeng tan hana bungah tan hana susah
Anteng manteng sugeng jeneng
Ini pedoman pngendalian diri dalam perilaku ke Masyarakat, dupaya ego terkendali, terlanjur jadi otokrative =
• Induknya feodalisme, anak keturunan sikap tertuntun kearah feodalisme- seperi di-candi-kannya tanah dipendamnya – tembuni Nyonya Presiden orde bau Suhartinah Suharto di Karanganyar, halaman kecamatan oleh orde pentolan kami/kappi. Si penjilat se-ngatok itu Kosmos Batubara. OTOKRASI ADALAH MUKA JELEK FEODEALISME. Lha sekarang mana sisa kami kappi apa sudah habis apa melanjutkan perjuangannya di Hambalang, di tambang timah Bangka Biliton ? bengan conterpartnya di P.Formosa sudah diseleksi – yang nggak bisa kerja mundur e e semua tidak lulus?
Langgeng tan hana bungah tan hana susah Anteng manteng sugeng jeneng –
Sehingga Pejuang politik maupun berdsenjata sesudah Jepang kalah…..tidak menuntut tanah HGU pabrik Gula, ngerti bahwa sawah berpengairan teknis – jaitu setiap tahun dtanami tebu bergilitan dengan padi sawah – sebab Pemerntah Hindia
Belanda yang membangun – sesudah Merdeka tentunya ya sistim engaran itu esudah Merdeka ya milik Pemerntah – seperti jalan dan embatan semua milik Republik Indonesia – dimanfaatkan sebesar besarnya untuk kepentingan rakyat – dikala penduduk sudah melebihi kapasitas memproduksi beras, dsamping import juga jatah menanan tebu dikurangi, atau dihapus tanah HGU MASIH PUNYA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA – JUGA PENGELOLAANNYA, NUKAN DIKELOLA OLEH SANG MUSRYID PEMILIK PONDOK- ATAU DIBELI DENGAN MEMBAYAR PAJAK PEMBELIAN SEPERTI MAKAN DI RESTORAN - KAMI PEGAWAI NEGEERI DAPAT ERUMAHAN SEDSERHANA…. DBERI IZIN TINGGAL, GRATIS – SETELAH KAMI PENSiUN RUMAH SEDERHANA SUDAH DITEMPATI 20 TAHUN,DAPAT IJIN DIBELI – YANG INI TANPA DUIT – TAPI PAJAK PEMBELIAN MESTI AYAR KAYAK PENJUAL RUJAK DITARIK PAJAK PENJUALAN – PAJAK PEMBELIAN DITAMBAHKAN DI HARGA RUJAK YANG HARUS DIBAYAR OLEH DIA YANG KEPEDASAN SEBESAR 10 % JADI SESUDAH 25 tahun tinggal gratis rumah harus dbeli cash – pajak rujak pedas harus di bayar bersama rujaknya 1O% karena inflasi berarti 50 juta rupiah – untuk rumah sederana 200 m2 - alangkah banyaknya bila itu sawah HHU 200 ha, atau pantai yang di pagar dan dikeringkan.
Lha si Pegawai Negeri dapat pesan samungan syair diatas:
Sugih tanpa banda
Digaya tanpa aji
Nglurug tanpa bala
Menang tanpa ngasorake









