Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Kamis, 03 Oktober 2019


BANGSA YANG MAKAN ANAKNYA SENDIRI MEMANG DTAKDIRKAN JADI BUDAK DAN PUNAH.
Alam mengajarkan,  bahwa sebuas beuasnya binatang pemangsa,  sang induk tidak akan makan anaknya sediri......
Apa yang tejadi di masyarakat kita...... secara tidak merasa salah...... mereka makan anaknya sendiri.
APAKAH BENAR BEGITU ?
Saya mulai dengan sistim bagaimana Negara/ masyarakat ini mengatur.
Zaman penjajahan, sekolah diatur oleh pejajah Tuan Besar Gupernur Jendral Hindia Belanda secara mutlak......mendukung policy penjajahan dengan ciri masyarakat berjenjang cara kolonial yang ditambah kapitalistis diundangkan oleh Tahta Kerajaan Belanda dengan nama ertische politiek, supaya dinegara jajahan tidak menjadi masyarakat berderajad dibawah binatang pemangsa.
Adapun pelaksanaannya terserah pada Gupernur Jendral yang bekekuasaannya mutlak. Juga memerlukan kaum menengah pribumi yang bebudaya Belanda   Keluarga menengah rata rata menghabiskan 70 % penghasilannya untuk membayar sekolah sampai ke deradjad menenengah, bila mnyekolahkan lebih dari 3 akanya ke sekolah Belanda unutk pribhumi.
 Mulai dari th 1945..... semua sekolah Rakyat (SR) termasuk SMP dan SMA gratis, melanjutkan policy pendudukan balatentara  Nippon.
Th 1950  sampai presiden yang pertama Ir. Sukarno di kudeta oleh Jendral Suharto dibantu Amerika th 1965 ..... Masjumi, PSII, NU mewakili kaum agama jadi PPP, dan PSI, PNI, MURBA, partai Katolik dan partai Kirsten  dilebur jadi PDI sedang rakyat mayoritas –  dijadikan GOLKAR, katanya supaya tidak terkotak, didukung  hutang besar besaran US dollar,  alasan membendung Komunisme... yang atheis.
Sejak itu sesudah th 1965  pemerintahan Suharto, Jendral militer selama 32 tahun, sekolah tidak pernah sepenuhnya gratis.   Sistim budaya dasar diciptakan oleh mayoritas mahasiswa aktip dalam organisasi , dari pertama berdiri dimulai oleh  Himpunan Mahasisa Islam HMI, disemua Perguruan Tinggi Negeri yang masih bisa dihitung jari. Secara berangsur angsur dijalankan menuju sepenuhnya ke sistim kapitalis bebas, seperti di Amerika Serikat. Tapi di kita dimasyarakat kita feodalisme masih sangat kental, juga dikalangan Agama.
Sebenarnya sistim kapitalistik ini kita sudah kenal pada zaman penjajahan..... pembayaran sekolah sangat mahal sebagai alat penyaring dinamika masyarakat bawah dan menengah supaya tetap ada disana, Cuma diberi katup pengaman, pendidikan bagi golongan terbatas untuk orang kaya. Sampai di Kota Gadang di Sumatra barat dan sekitar Medan Sumatra utara disebut Sekolah Raja.                       Jadi  NKRI sejak Jendral Suharto hingga sekarang ini adalah kepanjangan dari sistim pendidikan kapitalis bebas yang jadi dasar Gupernur Jendral Hindia Belanda zaman Koloial dulu.... Kementerian olah raga saja lubuknya sportivitas, korupsi besar besaran oleh Menteri  Nahrowi........DI AMERIKA  DIMANA KEJUJURAN  ILMU SUDAH  KETAT BERLAKU........ , Disini  Direktur Rumah Sakit memberi surat keterangan sakit berat pada Setia Novanto agar bebas dari interogasi, ternyata gelar doktornya didapat dari IPB (Pertanian) dan dua doktor yang lain sudah ketahuan korupsi  – Lecturer pamasok bom molotov, peneliti   mengolah fakta  dengan licin, demi tujuan politis.
Kapitalisme  pendidikan  dan feodalisme pegaulan menggiring mahasiswa ke pembodohan. Sampai Pak Jokowi memberi peringatan, kegiatan tidak produktip dihapus. Jurusan fakultas dirasionalkan. Ndak ada jurusan dengan nama mentereng tapi jauh dari disiplin Ilmu fakultas sendiri.

 Pseudo sciences memerosotkan  suatu bangsa hingga punah.
 Hari  pertama sudah tertidur disidang MPR RI.  Istrinya tiga dibawa ke Senayan semua, .... sedang kaderisasinya  di kursus Partai, apa ndak pake akomodasi ?                                                                                        Selanjutnya, bisa menguasai segala izin exploitasi  alam dan industri  ekonomi bangsa dengan uang, hanya berbagi dengan Pejabat Struktural                                                                                          Bisa sehat,  hanya dengan uang.                                    Selanjutnya, bisa berpendidikan bekal hidup dewasa berbangsa bernegara bermasyarakat, belajar agama dan menunaikannya  hanya dengan uang........ , ketrampilan, juga harus dibeli dengan uang......Itu saja  menghadapi tipuan pepesan kosong ..... bidang ini sudah dicegat oleh asosiasi  swasta kolusi Pejabat struktural  izin usaha. dikaitkan dengan  Akademi Pemimpin Eksekutip Perusahaan. Akademi Pasar, Uang dan Bank, Akademi Ilmu Ilmu Administrasi Pengadilan  Negeri,  Institute Perizinan dan Pajak, Akademi Dagang dan Pegadaian,  Akademi Asuransi Transportasi Masal. Akademi Keamanan Swasta dll yang mentereng dan berbayar tinggi.  
Lantas Pengabdian kepada Negara juga harus dimulai dengan segepok uang....... jadinya pengabdian apa ?                      


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More