Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Kamis, 27 Februari 2020

VIRUS CORONA BISA HIDUP 9 HARI DI BENDA MATI ?


Virus Corona Bisa Hidup Hingga 9 Hari di Benda Mati
CNN, CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 10:24 WIB
Bagikan :    
Virus Corona Bisa Hidup Hingga 9 Hari di Benda Mati Ilustrasi. (Chinatopix via AP)

Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti menyebut virus corona bisa bertahan 5 menit hingga 9 hari ketika menempel di benda mati. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap virus corona SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndome). Virus bisa bertahan selama itu jika benda-benda tersebut tidak didisinfektan.

Sehingga sangat mungkin orang tertular virus corona ketika menyentuh permukaan yang sudah terkontaminasi, "lalu menyentuh mulut, hidung, atau mungkin mata mereka," jelas badan kesehatan AS (Centers for Disease Control and Prevention/ CDC).

Hal ini diungkap terkait dengan kekhawatiran yang muncul di China terkait berapa lama virus corona Covid-19 bisa bertahan hidup ketika menempel di benda mati. Kekhawatiran ini bahkan sampai membuat bank sentral China melakukan pembersihan intensif (deep cleaning) dan menghancurkan uang-uang yang beredar di China. Sebab, uang adalah benda yang paling sering berpindah tangan.


Selain itu, pemerintah Indonesia pun sempat membuat pembatasan pengiriman barang dan impor dari China dan Hong Kong untuk mencegah penyebaran virus corona.
Lihat juga:

Meski demikian, sebenarnya virus itu bakal lebih mudah menyebar antar manusia lewat kontak langsung. Selain itu penularan juga lebih mudah terjadi lewat butiran pernapasan yang menyebar lewat batuk dan bersin. Sehingga butiran ini bisa mendarat di mulut atau hidung orang terdekat.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang spesifik meneliti ketahanan virus corona Covid-19 untuk bisa bertahan hidup ketika menempel di suatu benda dan berpotensi menginfeksi manusia. Tapi sejumlah peneliti sebelumnya telah melakukan penelitian pada virus corona SARS dan MERS.

"Saya akan merujuk pada data dari virus corona SARS, yang paling mirip dengan novel corona virus (Covid-19) [...] SARS bisa bertahan di benda mati kurang dari lima menit hingga sembilan hari," jelas Dr. Charles Chiu, profesor penyakit menular dari Universitas California, San Francisco, seperti dilansir 
CNN.

Tak cuma corona, CDC juga mengungkap kalau virus flu bisa bertahan di permukaan benda tertentu selama 48 jam. Virus ini berpotensi menginfeksi seseorang jika tak dibersihkan dengan disinfektan.

Namun, menurutnya hal ini sulit untuk dijadikan patokan untuk mengukur ketahanan hidup virus corona yang baru. Sebab, keduanya punya beberapa perbedaan seperti urutan DNA, cara percobaan, dan lingkungan eksperimen. Sehingga, menurutnya perlu lebih banyak penelitian untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut.
Lihat juga:

Untuk mencegah terjadinya infeksi kepada manusia, penelitian itu menyebut membersihkan permukaan dengan disinfektan bisa efektif menonaktifkan virus tersebut.

Ia menyarankan campuran pembersih dengan campuran 62-71 persen ethanol, 0,5 persen ethanol peroxida atau 0,1 persen sodium hypoclorite. Pilihan lain, membersihkan dengan pemutih selama satu menit.

Virus corona adalah sebutan untuk beragam virus yang biasanya menjangkiti hewan. Virus-virus ini disebut zoonotic karena bisa menular dari hewan ke manusia. Saat ini belum diketahui pasti hewan yang menyebabkan wabah virus corona di Wuhan, China.

Meski demikian beredar dugaan kalau virus ini berasal dari kelelawar lantaran virus tersebut memiliki kesamaan urutan genetik dengan kelelawar. Peneliti juga menyebut kemungkinan ular dan trenggiling ikut terlibat menjadi inang penginfeksi virus tersebut.



PEMBAGIA KERJA DIATU MASYARAKAT MENENTUJKAN


PEMBAGIAN KERJA DISATU MASYARAKAT, MENENTUKAN KEMAJUAN MASYARAKAT ITU

Apapun masyarakat yang ada sisatu lingkungan hunian, bila bisa menyelenggaraakan pembagian kerja yang rapi dan hasil erja itu bermutu tinggi. Selama  bisa diopertahanka demikian...... masyarakat itu akan tetap exist dam maju.
Jepang, negara kepulauan yang beriklim sub tropis masyarakat agraris sudah terlebih dulu terlalu sesak dan sebagian anggauta masyarakt kagraris menjadi tukang segala macam barang kebutuhan kerja, ruma tangga dan perang. Peralihan jalan naffkah itu sejalan bersamaan dengan China dan Korea....... bisa berjalan secara mulus – sepanjang tarikhbya yang sudah mencapai hampir tiga abad.
Sedangkan di Nusantara susana agraris masih bisa memberi kemakmuran tanpa mereka beralih  menekuni pertukangan untuk mendapatkan nafkah...... sedangkan tarikhnya masih dibawah satu tiga perempat abad...... alih profesi ke pertukangan sangat kurang beraneka ragam untuk memenuhi kebutuhan hidup bermasyarakatnya,
Maasyarakat yang tersebut diatas sudah lewat oeriode pemakaian roda....... yang di Nusantara kalah dengan pelayaran dengan perahu layar. Sedang penenun serat dan wool – terus terang di wilayah tropik basah kurang cepat karena alamnya bereklim sangat lunak sepanjang tahun.  Di alam tropik basah penutup tubuh adalah keperluan budaya...... bukan untuk memperahankan hidup, dari hawa dingin. Semua alat bersifat sementara karena iklim dan cuaca toh bakal merusaknya. Walupun demikian catatan di atas daun tal dengan guratan pisau dan diisi tai penbakaran minyak..... butiran arang yang sangat halus bertahan ratusan tahun berupa buku keropak, Cara ini hanya bertahan di Pulau Bali, sebagai pendukung utama agama Hindu Jawa yang di jalankan di Bali.
Sebaliknya kertas sebagai alat tulis dibuat oleh masyarakat China, Jepang dan Korea sebaga pendukung agama Budha dan agama setempat dibuat dari perekat pengisi dan serat Akibatnyatnya kemajuan pertukangan menempuh jalan yang berbeda. Barng pakai di Chna, Jepang dan Korea dibuat awet dengan susah payah....... Sedang barang pakai di tropis basah adalah pemberian alam yang siap sekali pakai...... dari tombak sampai alas makan.... kayu/bambu/bagian keras dari macam macam pelem, yang dipanaskan nyaris sama dengan baja,  sangat mudah dibuat dan hilang. Juga pakaian adalah kulit kayu yang dilunakkan tinggal seratnya saja sang sudah merupakan anyaman serat yang lunak dan halus..........
Itulah perjalanan alih profesi dari PETANI KE TUKANG SANGAT LAMBAT JALANNYA.  Sejarah menentukan bahwa piring gerabah lebih jelek dari piring celadone dan perselain, tombak baja masih bisa menembus perisai kulit binatang dari tombak kayu palem yang keras, golok baja llebih awet dari welat bambu yang befungsi sebagai pisau yang tajam sekali pakai. Toh mesjarakat tropis basah masih mampu melebur logam besi untuk alat yang berfungsi lebih berat dari berburu di hutan, dan menugal padi, menjaring ikan. Itulah sebabnya Pizaro menaklukkan suku Aztec, Conelis  Houtman mengalahkan amada Kerultanan Banten dengan kalantaka yang jarak tembaknya hanya ratusan meter dengan peluru batu yang dibulatkan se telur angsa melawan cannon yang mencapai  dua ribu meter. Disana Foudry cannon  Di Btu bata batu  tahan api mampu mwlebur bijih besi saqu sampai lima ton.... sedang  disini dengan bejana porselain beberapa ratus kilogram bijih besi untuk spuluh duapuluh keris atau satu dua laras kalatantaka, senjata andalan Keajaaan Majapahit.
Kekuatan alat berperang dengan logam besi, tenunan kapas dan wool mengalahkan keris tombak kayu dan kulit kijang – disatu sisi alat logam harus dikerjakan oleh master di gildanya, seperti golok pedang dan tombak, dierjakan oleh master dan gildanya yang memiliki tungku beleburab dari bata tahan api – textile dari kapas, linnen dan wool yang memerlukan master di gikdaya untuk alat  tenun bukan mwsin tapi pakai roda dan pegas  – sebaliknya di tropika basah semua orang bisa jadi master membat piring dari daun pisang, membuat tombak dari batang pinang, setiap orang dapat  mambuat tombak pencari ikan dan memburu binatang. Biasanya Master hanya  dipilih dari seiap orang tua yang berpengalaman bisa membuat tombak dari pokok pinang, tidak memerluka jaring unutuk nmanangkap ikan tapi diburu dengan tombak sambil menyelam. Idak ada master tidak ada gilda tidak ada borjuis tidak ada kapitalis tidak ada kolonialis. Sedang yang di sub tropis, tetangga kita diseberang lautan dan samudra, masyarakat petani membentuk masyarakat tukang dengan gildanya.... berkembang jadi borjuis di  Peranacis, di Jepang kaum samurai jadi master dan menjadi clan pendukung Tenno dan kapitalis besar dengan  kemampuan menjadi super kolonialis kayak yang di Barat.
Di Nusantara, tidak ada gilda yang lain. Kacuali gilda kendaraan menuju sorga oleh para ustadz – yang  sangat lekat pada aturan zaman kanjeng Nabi Muhammad salallahu alaihi wasallam, cara hidup orang arab.. Yang menjadi satu satunya jalan menuju sorga. Langka dantara mereka bisa mengembangkan pertukangan apa saja terhadap barang pakai. Giilda terbentuk dikalangan tikang perhiasan logam mulia dan tukang kayu ukir, batu ukir, dengan sang Empu sebagai guru, pekerjaan pokok masih bertani, dibantu ternak tarik. Apa sebentar lagi pakairtraktor sang sekali pakai tidakbsa diperbaiki ? Begitu juga alat alat beratnya ?
Almamdulillah, kita disini kansung mwembentuk Republik yang demokratis, tiang penyangganya adalah kaum ksatria yang dicetak para wali islam abad ke 12, belum sempat membentuk gilda pertukangan kecuali kepandaian mengolah baja a’la Damaskus, melebur kaca di permukaan besi cangkul supaya lempung tidak melekat di cangkul........ sampai datang era mekanisasi pertanian. Selama 32 tahun Republik ini tumbuh dibawah diktator militer seperti di Republik Haiti dengan Dkator vodoo Dokter Duvalier, sama sama tidak bisa tumbuh menjadi  Kekaisaran beneran karena tidak ada gilda feodal dengan Guru dari spesialis jalan sorga....... naka mereka dibawah asuhan kapitalis birokrat dengan quangxi dari konglomerat hitam....... tidak bisa membentuk  Negara yang kuat, lihat Baby Dock di Haiti, dan yatim piatu di Cendana di kita, Kekaisarannya mati tak mau, hidup tak  mampu. Damokrasi ? Suara rakyat makin tidak bisa dibeli, sayangnya wakilnya bisa, itukah rharapannya untuk kembali ?
Ada rudimen dari gilda pembatikan kain dan mewarna dengan pewarna alami, sedng alat tenun masih design benang lungsi diatur menjadi permukaan kan rapat denan benang kapas ditegangkan   dengan tarikan punggung dan si penenun memesukkan behang umpan dengan delondong topong ke lungsi dan kayu penggaris merapatkan benang....... cara ptimiitip untuk menenun diselutuh dunia. Tenunan hanya sekebar angan direntangkan.
Tidak ada gilda yang lain. Kacuali gilda kendaraan menuju sorga oleh para ustadz – yang  sangat lekat pada aturan zaman kanjeng Nabi Muhammad salallahu alaihi wasallam, cara hidup orang arab.. Yang menjadi satu satunya jalan menuju sorga. Langka dantara mereka bisa mengembangkan pertukangan apa saja terhadap barang pakai. Giilda terbentuk dikalangan tikang perhiasan logam mulia dan tukang kayu ukir, batu ukir, dengan sang Empu sebagai guru, pekerjaan pokok masih bertani, dibantu ternak tarik.
Apapun yang terjadi, pemumpukan kapital yang produktive, dengan usaha pertukangan tidak terjadi secara masal guna memenuhi perintaan pasar.
Akibastnys Belanda terpaksa membentuk Sekolah Pertukangan dengan musid dari SD (HIS, Vervolk School) semula pertukangan kayu di Madiun, untuk melayani pembuatan gerbong KA kleas tiga. Baru pertengahan abad 19  ads Selo;ah Tehnik bangunan, Tehnik Mesin dan Tehnik Eletro. Itupun hanya mejlajani pebutuhan Industri ysng sudah terbentuk di Europa.
Ekolah Perukangan tidak dilanjutkan oleh Republik yang baru ini, dan bentukan Zaan penjajahan di matikan. Dialnjutkan dengan SMK Tekhnik, untuk melayani modal besar yanf sudah terbetuk, bukan pertukangan unutk mengembangkan modal seperti umunya Gilda di wilayah sub tropik
Itulah yang terjadi di masyarakat kita, sehingga kebutuhan masyarakat “maju” untuk tukang tidak pernah masukdalam pemikiran pemerintahan apapaun dan oleh siapapun. Selama 74 tahun merdeka ini. Perkaskas dan bangunan rumah makin berat bobotnya dan pembanguan maupun perbaikannya makin membtuhkan keahlian yang dapat dioertanggung jawabkan. Umah bulansekedar bilik bambu, kendaraan bukan sekedar becak dan dokar/sado....... Bus Truck banyak yang remnya blong, dinding tembok banyak yang runtuh menimbuh mati penghuni rumah. Perkakas banyak yang mangkrak dibuang sayang ( karena haganya mahal)  diberbaiki tidak bisa. Ditambah dengan industri kapitalis moderen yang membuat barang sekali pakai dengan keuntungan setinggi mungkin.  Sedangkan perkakas listrik yang bisa diperbaiki sudah tidak ada. Itulah ironi negara yang disetir oleh konglomerat hitam, dan kaum birokrat di Presideni, dibantuMentri genius,  siapapun ya itu birokrat pelaksananya, *)

Sabtu, 22 Februari 2020

MDAL SAYA MENGAJAR DI FAK. PERTANIAN


MODAL SAYA MENGJAR DI FAKULTAS PERTANIAN SWASTA DI SURABAYA.
Saya pernah mengajar banyak mata pelajaran, bukan mau pamer apa, melainkan berbagi bengan anda, sebenarnya apakah pelajaran yang  yang disbutuhkan oleh siswa mengenai yaitu mengnenai inti sari suatu cabang llmu.
Kebatulan, saya ditugaslan oleh Dekan mengajarka tanaman Kopi. Kedelai, kapas, Kewira swastaan, Mekanisasi. Karena kenalan saya tepatnya sahabat muda saya mengerti bahwa saya kuliah di Russia mendapatkan pengakuan derajad kesajnaan dari Depatereten Ipendidikan Tinggi dan Ilmu Pengwetahuan ( Dept PTIP dengan menteri orde baru Prof. Dr. Sumantri Brodjonegoro,  pernah bekerja di kebun Kopi  di Kabupaten Banyuwangi  selama 6 tanun sebagai teknisi th 1968 - 1974........ sebetulknya kebun itu semua perangkat pegawainya sudah lengkap. orang lokal, atau sudah bekerja di kebun itu selama hidup. Menjadi penasihat agronomi  di kebun karet dan kopi di Kali Baru Jember, Kemudian bergabung dengan Proyek Bimas Pangan,  untuk menjamin pemakaian product pestisida dengan benar dan aman yang telah dibeli pemeritah kemudian didistribusikan ke petani Program Bimas dngan harga subsidi  80% persen, digaji oleh Perusahaan Pestisida Jerman kemuidan Inggris sampai retired. Saya bekerja sendiri, jatah kunjungan ke desa desa dengan kendaraan jeep total 3000 km per bulan. Keseluruh Jawa Tengah jawa Timur, Bali, Lombok NTT, sedang di Sulawsi ada perwakian Agronomist yang berkendaraan jeep juga..... menyusuri wilayah  Suawesi, trans Sulawai masih dibangun,  nyetir sendiri, makan akomodari akomodari diganti perusahaan, dibantu di  oleh Penyuluh lapangan lulusan SPMA, untuk bekerja sama dengan Patuga Penyuluh Lapangan untuk menjadwal pertemuan saya  dengan Kelompok tani pemakai Pestisida Bimas di Jawa Timur, jawa Tengah, Sulawesi dan Bali NTB, NTT.
Wilayah masing masing penyuluh, masing masing, dibayar lewat saya. sebaliknya saja harus menjalin kerja sama dengan semua Lembaga Penelitian Pertanian Prkebunan dan Perikanan, Saya juga ditarget mempromosikan herbisida di Perpebunan, fungicida di sayur sayusan, fumigan di Bulog racun keong Trisipan di tambak Bandeng, hama kayu jati saat penerbangan laron Neothermes tectonae, dengan fogging, dan hama kapas dengan formulosi ULV (ultra low volime) yang gawat terhadap drift racun consenrasi tinggi.  Utuk penelitian efikasi  (kemanjuran sarana racun hama buatan pabrik yang membayar saya) ikut pengujian pestisida produk produk yang saya promsikan. Jadi masih ada waktu buat mengajar di Fakultas Pertanian, seminggu sekali, bersama dengan teman teman di Dinas Pertanian.....semacm pegabdian kepada Golkar... Jadi teman muda saya yang  Dekan itu tidak salah pilih. Jadi saya ikut Golkat. Siswa saya berpendapat saya mengajar calon agronomis yang hidup, sedangkan kolega saja dari Unversitas Negeri jang sudah ternama mwengajar buku panduan agronomi, ilmu yang mati, apa kata buku.
Kebun kopi dimana saya semula bekerja, dipimpin oleh sosok berpengalaman, mulai dari bawahan Pemiliknya sendiri pada zaman akhir penjajahan Belanda  sebelum saja lahir  th 1935 an, suami istri Van Wel. Seorang Belanda prakatisi perkebunan – pernah bekerja di kebut teh sebelum membeli kebun  itu. Saya mnedapatkannya dari koleksi buku buku berbahasa Belanda yang cukup banyak, dan catatan dia yang masih tertata rapi, berkat kesayangannya pak Pengoros (Adminstreatur) Kebun kepada beliau.
Pada zaman Jepang th 1942, pemiliknya Van Wel, pulang ke negeri Belanda. Kebun Kopi dalam kekuasaan Jepang, semua ditanami jagung dan singkong,  tanaman kopi dibabat, tinggal tonggaknya.
 Sebagai Admnistraturnya bekerja di kebun itu mulai dari sebagai mandor kepercayaan Van Wel,  asalnya dari Sangir Talaut dengan anaknya sebagai Bendahara dan mengurusi administrasi. Waktu itu pak Adinstratur kebun disapa dengan sebutan Pak Pengoros sudah umur sudah 71 tahun, saya sudah 29 tahun dan anaknya sudah umur 45 tahun.  Kebun kopi  yang lausnya 780 Ha ini semula hanya kopi robusta, Kemudian  tahun 1047 Jawa Timur sudah jatuh ketangan tentara kerajaan, dan Van Wel kembali membangun perkebunan kopinya. Sementara jawa Timur dibawah kekuasaan tentara Kerajaan, hanya di simpul simpul komunikasi antar kota kota Kabupaten dan pabrik gula...... di pelosok masih  wilayah gerilya  dari TNI, lasykar lasykar, dan gorombolan penjahat rampog bersenjata  yang mengembara mencari mangsa, th ’49, kebun didatangi perampok bersenjata...... berakhir dengan terbnuhan pemilik kebun suami istri Van Wel ditembak......... setahun kebuh dalam pengurusan hak waris dari negeri Belanda  dan dibeli olah  kelompok dokter dan pedagan cina Surabaya  kemudian diambil alih oleh china   WNI, yang berpengaruh di mansyarakat china perantauan sebagai pemuka sindikat, sebangsa Triad   Selama kekasaan Presiden Sukarno......Pemilik mayoritas saham PT, menempel ke Militer dan mengangkat sebagai Komisaris PT, seorang sosok Militer yang pensiun dini, dengan banyak “hubungan”. Hingga lolos dari incaran nasionalisasi dan bertahan sampai Orde Baru menang. Kelama th 1960 -1065 “hubungan” sang Komisaris mendapatkan jatah import dan export...... semua pemegang saham utama dan komisaris dapat beli mobil, dan rumah mewah di Surabaya, kebun tambah tanaman budidaya mulai dari singkong rami, karet abaca  semua dicoba, tanpa penambahan pupuk dan proteksi tanaman cendawan apapun. Tanaman dipelihara seadanya. Dengan rata rata penen hanya 2-4 kwintal biji kopi WIB 1, per Ha, sepanjang tahun....... sedang kebun kopi yang baik bisa menghasilkan ratarata 5 – 8 kwintal per Ha. Saya diajak sang Komsaris PT kebun ini  mendampingi pak Pengoros ( bahasa Madura), sambil menunggu panggilan bekerja untuk memenuhi perjanjian ikatan dinas 8 tahun bekerja untuk Negara, malah ada persekusi lulusan dari neara Solialis manapun, sedang pemerintahan Bung Karno, hanya mengirim pelajar ke Negara sisialiis di Barat. Sambil memelihara kebun apel milik sang Komisaris, di Wilayah lereng Utara gunung Welirang. Ternyata ilmu yang saya dapat dari praktek.   Memperhitungkan kapasitas kerja buruh perkebunan dan kebutuhan manuver agroteknis mengantisipasi iklim, mengatasi fluktuasi  pengaruh hujan saat pembungaan kopi, disitu saya kalah. Akar kopi 80 % akar rambut di permukaan tanah persis kayak permadani dibawah kanopi...... setelah berhasil dalam persarian dan membentuk pentil....... rontog karena permukaan zona akar terexpose kena sinar matahari...... mekipoun hanya 30 % lebih dari total intensitas penynaran biasanya...... sudah cukup untuk tanaman kopi merontok-an pentil hasil persariannya 40 % hasil pembungaan raja ( pembungaan terbesar). Satu musim saya kalah besar. Karena tenaga menutup permukaan zona akar dengan selapis tananah, lambat selesainya..
Disitu saya menyadari bahwa iklim tropis basah itu sangat dinamis, sama denan iklim sub tropis yang ada di kontinen seperti di Rusia ,,,,, Amerika Serikat dan Afrika. Itu juga bisa terjadi di kebun kelapa sawit yang ada di tanah gambut. Penting sekali untuk menjaga kelembaban permukaan tanah....... tidak mebiarkan permukaan air tanah melorot terlalu dalam, sehngga jauh dari zona akar....... karena tersedot contour tanah areal macro diluar batas perkebunan. Water managemen permukaan air tanah menjadi sangat penting.
Sebaliknya, pengamatan saya dan kuliah mengenai pengalaman para profesor profesor kami yang rata rata umurnya diatas 65 tahun karena itu mereka sarat dengan pemikiran pokok, yang juga bisa  saya dapat baca  di Perpustakaan, terutama monografi para Ilmuwan kondang........ saya dapat inti sari dari cabang Ilmu pwengetahuan Bioligy secra luas dan clethukan  komentar dari profesor tua, terhadap policy perluasan tnaman jagung, yang mungkin siswa lain tidak memperhatikan karena menyangkut falsafah iklim dan tanah Russia. Mereka para Profesor kami, sangat yang sangat bersahabat dengan kami orang asing dari Asia Afrika itu. Saja bedakan dengan ilmu dari Fakultas Pertanian dan peternakan di tanah air, yang lebih text book pelajaran di untuk tingkat popadeus, dan tingkat bacalorat......  Banyak bersinggungan praktek dilapangan, ditimgkat doktoral saja...... sedang tentamen saya tidak kunjung komplit. Di Russia lebih banyak mendengarkan pikiran  dan  pembahasan  pofessor yang sudah tua tua, kemudian ditingkat ruangan kelas dengan lecturer kandidat doctor dan doktor dibicarakan penjelasasan penjelasan prakatis.  Barangkali menariknya  profesor profesor tua ke fakultas kami, sebagai penghormatan kepada beliau beliau sebagai veteran zaman perang perjuangan agung mereka melawan perang anihilasi oleh Nazi Jerman, zaman yang sangat berat menekan sektor produksi pertanian dan peternakan. Ini nyata di mata kuliah ilmu Pedoligy ( ilmu Tanah), Mineralogy dan Petrology. Microbioloagy, Biology,  Botany  Peternakan, Physiology Tumbuhan dan Ternak. Makanisasi Pertanian. Sedang ditanah air tingkat propadeus dan bacalureat balum banyak bersinggungan denan para Profesor yang kebanyakan pendidikan Belanda, sedikit praktisi. Para dosen muda ini mempunya asumsi bahwa dialah yang mencetak para sarjana yang terakhir,, calon pemeran utama dunia ilmu pengetahuan tanpa menularkan pemikiran filosofi ilmu yang dikulaihkan  melulu formula dan rumus atau mana nama organ tumbuhan dan hewb ternak........ Sehigga harus sempurna menurut pola mereka, tidak terpacu pada keadaan Negara yang perlu bejuang yang berinisiatip dan berfikir. Maka di sistim pedidikanTinggi yang semcam itu matilah segala idealisme, dan tumbuhlah mentaliatas penjilat dan penghafal serta pencari jalan singkat lulus dengan mendapat soal ujian dari Organsasi Mahaiswa Extra yang saling berlomba menjaring anggauta. Sampai PempinNegara Bung Karno mengeritik mereka sbagai kaum “text book thingking” yang tengik. Bukan sampai disitu saja.... Sarjana S3 di IPB tertangkap tangan membuat bom daya ledak tinggi untuk pendemo, melemahkan KPK, sungguh sangat ironis.
Persis seperti yang dikemukakan menteri PP&K sekarang, Nadiem Makarim – yang menggalakkan “Kampus Merdeka” . pada pokonya menghidupkan inisiatip calon inteligensia.... mengenal  masyarakat dan Negarabya dengan menerjunkan diri kebawah dengan bimbingan para Pengasuhnya para Peneliti, Lecturer dan Profesor. Hanya meleset dari kenyataan dibidang “magang” pada perusahaan swasta yang sangat berneka macam, 95 persen dikuasai mudal keluarga imigran zaman penjajahan kebetulan ras china.......... perusahaan keluarga yang menjadi besar berkat ndustri ringan hulu dari negara maju di Europa, yang mencari dan mengajari inudstri hilir di negara berkembang, yang diharap memekai produk negara maju trutama dari Europa barat besar kecil  untuk memakai produknya......... dijadikan monopoly usaha mereka....... Semua menuju ke penghematan produk alami hasil pertanian yang semnakin mahal. Misalnya idustri rokok, mulai daun tembakau sintetik dari kertas dengan pewarna, saos, pelembab, , lem, celofan    idustir sirup, sambal tomat, kecap, syrup ditambah pengental, penyedap rasa, pewarna, pemanis pengganti gula, pengawet, pengganti glutein tepung gandum, sintetik, menjadikan roti mekar sebagai balon dengan tepung gula dan magarine sangat sedikit dirambah senyawa aromatis yang sangat beraneka ragam yang menggugah selera lha dimasyarakat bawah, penjuan makanan jajanan jalan.......sudah mewabah jadi penthol tanpa kanji dan daging, kue lekker, sosis sitetik,  kulit sapi/kerbau  menyertai gudeg dengan pengawet non food grade , tahudengan firmalin. Sedang oleh perusahaan besar pembungkus styrofoam...... semua dicampurkan jadi produk makanan mahal dan tidak bergizi jadi andalan pabriknya pemburu keunutngan seketika...... yang di negara maju sudah luas diawasi dan ditentukan keselamatann penggunanya....... di sini jadi andalan mencari kentungan sebesar besarnya....... otomatis jadi rahasia monopoly. Jadi apakah si magang disana tidak dianggap sebagai menyusup yang akan meyaingi mereka ? Sedang petugas Negara dari Pengawasan Obat dan Makanan saja, selau kekurangan tenaga Pengawas Lapangan ...... juga kekurangan ilmu karena doilapangan direkrut dari pendidikan menengah....... dan  mendapat insentip dari pabrikan bila tidak melit melit memeriksa, mendapat tambahan income ? Pelajaran di lembaga Pendidikan belum mengenai uang  bitcoin, dan investasi bodong, praktek perbankan yang nakal, semua jadi usaha yang wah, dipuja dan dipuji oleh SWA, gaya BLBI, hutan mangrove pribadi buat apa kalok nggak untuk kegiatan sembunyi dengan bawaannya ?, Eddy Tanzil, clan clan konglomerat hitam,  Salim, Riyadi, CEO Gorporeasi ABC, banking tanpa izin yang mencetak surat tanda terima sebagai uang hanya diganti  tanda pembeli janji, degan materai Negara -dut rakyat bodoh ?
Entah yang mendapat tugas membimbing ngerti apa enggak ...... kalau tidak ya import Lecturer dan Profesor asing, banyak diantara mereka yang berpandangan humanis yang idealis barbasis kenyataan, melampaui batas bangsa dan puak. Barngkali pak Nadiem Makarim punya jaringan informasi siapa dan dimana mereka. Jangan kuwatir, Komunis sudah mati, kalok Lecturer asing bilang keyimpangan sosial ya ketimpangan sosial, kebodohan ya betul kebodohan, bukan politik, bukan cari pemilih *)

Jumat, 14 Februari 2020

sewri 3 SIFAT ORGANSME TINGKAT TINGGI


 Seri 3 
SIFAT ORGASME TINGKAT TINGGI – YANG NASIH BISA DOMANIPULASI. TANPA TINJAUAN GENETIKA FORMAL,  MEALINKAN TGINJAUAN PRAKTEK DARI I.V. MICHURIN.
 Bila Genetika formal, mendasari semua “sifat” yang bisa diturunkan ke generasi berikutnya  dengan keberadaan “gene” memang sudah nyata. Hanya kelemahannya  bahwa semua sifat sifat itu harus “tertulis” pada gene, yang dimuat dalam gamet jantan dengan dan gamet betina – separo dari 2 n plus xx atau xy  chromosome (diploid), dimana x atau y adalah sex chromosome.
Dalam praktek, terlebih untuk mendapatkan pupulasi unggul, dipakai perubahan dari sifat alami ke sifat produktivitas sesuai dengan kebutuhan manusia......... tanda tnada kasat mata, merupakan potensi pada generasi berikutnya...... Jadi dimulai dengan memilih parental stock  merupakan prototype jenis unggul yang dicari, MISALNYA SAPI ATAU KERBAU YANG MAMPU MEMPRODUKSI SUSU ANTARA 3000 – 5000 LITER SETAHUN, DENGAN SITUASI dan kondisi  TROPIK YANG BASAH. Produksi susu sebanyak ttu sudah tidak masuk hitungan di wilayah sub tropik, di padang rumput yang sejuk.  Tapi untuk kita di alam tropik basah, sudah baik, lerlebih tanpa gangguan kerentanannya terhadap penyakit tropis, gara gara liingkungan yang tidak nyaman  bagi “mereka”.
Situasi dan kondisi tropik basah bagi organisme tinggi yang bernafas dengan paru paru dalam lingkungan kelembaban relatip yang tinggi, mempersulit pembuangan sisa energi panas tubuh setelah melakukan metabolisme dalam menimbun atau memproduksi jaringan, atau mengeluarkan tenaga otot,  sehingga nafasnya ngos ngosan.  Produksi pada sapi susu , atau kerbau  pedaging,  ditandai dengan tambah berat badan perhari, atau jumlah susu yang bisa diperas per hari selama satu tahun. Dan kandungan gizi normal bagi species itu, diwilayah produksi wool, ketebalan dan kehalusan bulu, yang berupa wool.  Temperatur  badan haur tetap, jadi regulasi panas tubuh ini  sangt penting, dibebankan pada kulit, dan waktu lari, atau kerja keras, dibantu kecepatan nafas, seimbang dengan detak jantung.  Fenomena pertumbuhan dan perkembangan badan di alam tropis basah selama rtusan ribuan tahun telah menjadikan gajah kerdil ( di Kalimantan) , kerbau kerdil atau anoa  (Sulawesi), sapi kecil- banteng di pulau Jawa dan Bali, Lombok   diketemukan bentuk liarnya di Jawa dan Bali, kuda yang lebih kecil, dalam bentuk piaraan, tidak diketemukan bentuk liarnya di seluruh penjuru Nusantara. Fenomena ini disebabkan oleh luas permukaan ( kulit) hewan yang kecil dibagi berat badan, si kerdil  lebih besar indeks permukaannya dari hewan yang lebih besar.......
Sifat kerdil ini dalam taxonomi masih digolongkan jadi  satu familia dengan saudaranya yang besar besar, di sub tropik/ atau dataran tinggi, jadi merupakan sifat termodifikasi, tidak saling pengaruh dengan gene pada genetika formal. Juga berarti dapat dikawin silangkan.
Kelenjar keringat di kulit berfungsi  untuk mendinginkan tubuh.
Begitu pula dari species sapi. Bentuk liar sapi dari Asia sub tropik Europa dan China,  sebagian India, adalah familia Bos, tidak ditemukan betuk liarnya,  badannya besar, berat hidup betina mencapai 400 – 500 kg, sedang pejantan sampai 1300 kg. Bos taurus taurus dari Europa dan Bos taurus indica dari India utara. Sebaliknya dari Bovinae dan Bos yang sama asli berevolusi di tropik basah  adalah   Bos banteng, berat hidup betinanya hanya 200 – 250 kg, pejantan sampai 800 kg. saja, dalam keadaad liar masih ditemukan di Jawa Timur dan Bali
Menghitung kerapatan kelenjar keringat sebagai tanda kemampuan fungsi kulit  mendinginkan tubuh, secara objective dikerjakan dengan menghitungnya per centimeter persegi kulit, dan dibagi dengan berat hidupnya. Ternyata sapi susu dari steppe Russia, ..sapi Krasnostepnoi skot.....yang kakek moyangnya hidup di padang rumput yang panas, di Asia tengah pada permulaan domestikasinya  tetap  digembalakan di steppe yang panas  dengan  kelembaban relatipnya juga rendah,  rerumputannya juga cenderung kasar.....karena menahan kekeringan udara luar.  Ternyata sapi susu Krasnostepnoi skot mempunyai hitungan kelenjar keringat yang lebih tinggi dari sapi susu Hosltein Frisian dari Belanda, ( Penelitan  Aklimatisas Akademmi  Nauk di USSR th 1950 di Selatan Lokasi Pengamatan  Aklimatisasi  terhadap Krasnostepnoi skot). Sebaliknya, sapi susu Holstein Frisian hidup sudah berabad abad di Indonesia dibawa oleh Belanda, dan selalu diimport  hidup, baru  sedikit penyebarannya, karena umurnya tidak panjang, mudah terserang TBC (sapi), meskipun sudah dipiara di pegunngan diatas 1500 – 2500  meter diatas muka laut, berkelenjar keringat relatip  sedikit dibanding dengan berat badannya ( penelitian IPB Bogor th 1954 di Majalah Hemera zoa – Fakultas Kedokteran hewan dan peternakan)
Sedangkan pada Bubalus mindoroensis/ kerbau Asia Tenggara,  wilayah tropika  basah. 20 -30 persen lebih kecil dari kerbau  india Bubalaus arnee, Sedang yang masih liar Bubalus depresicornis/anoa  beradaptasi dengan situasi dan kondisi hutan tropis basah, di Sulawesi dan Kalimantan.  Menjadikan berbadan jauh lebih kecil..... tinggi gumba hanya satu meter, berat badan lk 75 - 80 kg saja.
. Merurut azas Genetika formal sifat kontet ini sudah ter catat di gene dalam cromosme, .  Menurut dasar pemikiran a’la Pak Michurin,  binatang liar keluaga Bos dan keluaraga Bovinae ini seperti binatang liar yang lain, di iklim propis basah tubuhnya cenderung kecil,  sebagai reaksi aklimatisasi selama ribuan tahun dilingkungan itu,  menjadi sifat  sudah diberikan oleh alam .... cenderung jadi dominan dan konservative, sulit digoyahkan, oleh sifat species yang sama terbentuk belakangan di era domestikasi, artinya akan dominan  dari sifat populasi yang sejak domestikasi menjadi ternak dengan produksinya jang jauh lebih tinggi.  
Kita mau sapi atau kerbau, untuk dipelihara disituasi dan kondisi  iklim tropika basah, dengan produksi tinggi.  Kalok kita mulai dari gene, kita ndak tahu harus mulai dari mana, padahal menyangkut beaya, tenaga, dan waktu..... Karena di desa desa anak anak bayi sudah banyak yang menderita gizi buruk dan tumbuh kontet.   Sedangkan susu adalah asupan wajar untuk bayi apa saja, mestinya lebih mudah didapat di suasana agraris, didesa desa.  Syaratnya harus menguntungkan, jadi produktivitas susunya  melewati ongkos produksi.                                                                                   
Pak Michurin  memberi jalan dari pengalamannya, untuk kita pikir,  Hibridisasi antara kebau susu India sebagai pejantan dengan kerbau Mindoro sebagi induk dan resiprocalnya, untuk mendapatkan organisme hybrida yang berwatak elastis terhadap perubahan, umpama iklim tropik basah....... diambil F1 nya, untuk memperbaiki adaptasiya terhadap iklin triopik basab, mengawikan kembali bergenerasi generasi, sampai mendapatkan bentuk kerbau susu yang baik, didapat dari sifat kerbau susu dari India, apapbila bybridisasi ini kurang berhasil, maka masih bisa menempuh jalan hybridisasi dengan bentuk liar, kebau depressixcornis, demi memperoleh hybrida yang lebih plastis.  Akan  memperoleh cultivar dengan tinjuan pengalaman pak Michurin, bahwa organisme hybrida dari verietas yang jauh, ( kerbau susu india dan kebau liar depessicornis) ini akan lebih bersifat plastis bisa mudah berubah dari sifat kedua parental stocknya. Agar sifat produktivitas susu  tetap jadi tujuan maka diperkuat  dengan perkawinan balik ke fihak betina  (karena dalam hybridisasi ini diambil induk kerbau susu india mencegah kesuliatan melairkan bila kita pilih  induk kerbou anoa yang jauh lebih kecil) disertai perlakuan  makanan dan pemeliharaan seadanya di pedesaan, supaya generasi berikutnya dan berikutnya jadi lebih kuat sifat sifat yang unggul itu melekat, dan daya aklimatisasi terhadap iklim tropis basah lebih baik.
Demikian pula hybridusasi antara sapi susu local dengan sapi susu Krasnostepnoi skot dari Russia selatan.
 Semua itu sangat dipermudah dengan adanya metoda pengiriman semen pembekuan cepat denga nitrogen cair, yang dapat menyimpan semen lama...... dengan teknik mencairkan kembali  dari pembekuan cepat ini, sudah lama umum di negeri kita ini, karena sudah program Pemerintah, sejak lama.
 Sapi susu India adalah Bos taurus indica  yang juga sesama Bos taurus taurus di Europa Bos taurus turus,  Sedang banteng asli dari tropika basah hidup liar........ Mungkin ada persamaan dengan sapi susu Krasnostepnoi skot .... dengan Bos banteng,....sejak zaman kutub utara masih hutan tropis ?                      Tandanya, terjadi pengerdilan badan karena beradaptasi yang sangat lama. Alias berevolusi menuju menyesuakan diri pada iklim tropis basah zaman itu........ dan berangur ansur menjadi savana sub tropik panas dan kering berselang seling dengan lembab ringan pada musim panas, dan sejuk pada musin dingin setelah poros kutub bumi seperti sekarang. Sedang  banteng kita ada di iklim tropika basah, dari sebalum perubahan arah poros  kutub bumi itu sampai sekarang  masih disekitar sabuk trpis basah.
Sehingga sangat besar kemungkinannya memperbaiki produktivitas sapi susu Grati, yang seluruh populasinya adalah hybrida antara sapi jawa hasil silangan dengan sapi India Onggole dengan banteng piaraan sedang sapi jawa keturunan banteng dan sapi kerja india hasil perkawinan alami yang reciprokal sejak lama, dan dengan betina sapi Holsten Frisian yang lahir di Jawa yang kurang produksinya dijual ke rakyat. Jadi sapi Grati betina, kadang ada keturunannya  yang masih banyak memiliki konstitusi tubuh sapi susu, si sapi susu cuntik ini, bila dikawinkan suntik dengan semen sapi Krasnostpnoi skot semem beli dari Pussia disismpan di Bandung dulu. Menunggu panggilan dari Grati, demi memperoleh kemampuan memproduksi susu lebih baik di kondisi humiditas tinggi iklim tropika basah, yang penting memperbaiki produktivitas susu sapi Grati yang  baru ini, dengan mengawinkan balik berulang ulang guna mendapatkan generasi yang sesuai dengan iklim dan suasana pedesaan Nusantara, rata rata tropik basah di Sulawsi Utara kejadian seperti sapi Grati juga ada, karena Belanda banyak yang bermukin disana.
Dengan meluasnya upaya pemerintah Indonesia mengadopsi teknologi baru kawin suntik   (Artificial insemination ) dengan semen beku, yang sudah secara luas dipraktekkan di Indonesia sekarang, akan sangat memudahkan rencana peningkatan produktivitas susu dan daging, dengan hybridisasi dan perkawian balik kearah peroduktivias,  dengan beaya yang lebih murah, hnaya beaya pengiriman semen beku, dengan paket udara.......
Sapi Grati yang kenyatannya adalah populasi hybrida yang belum terarah, bisa memperoleh arakan ke penyesuaian dengan kodisi pemeliharaan sapi susu di desa desa, tapi denga  prdotivitas sapi susu yang baik, ,menjadi upaya yang sangat mungkin dijalankan. Sehinga mutu asupan makanan bayi di pedesaan dapat di perbaiki, untuk memberantas pertumbuhan yang terhambat dari bayi dan anak balita kita, dari kontet masal. Adalah upaya dari ilmuwan kita dan Negara memberikan susu sapi sebagai asupan wajib dengan mendapatkan sapi susu dengan produktivitas baik, yang tidak terlalu menuntut...... bisa. 
Memang memperbaiki kualitas sapi pedaging di Indonesia sudah dilaksanakan menuruti selera sang diktator  32 tahun.......yang tahunya hanya sapi pedaging,  tanpa mengindahkan daya adaptasi ternak sapi hedat itu kepada lingkungan tropik basah, bila perlu kandangnya dipasang AC, konversi pakan  terhadap produksi daging, yang herus dibewrikan kepada  bibit sapi keturun Bhahman sehinga menaikkan beaya pemeliharaan. Standard produksi daging adalah sapi Braman Angus dari Amerika yang berat hidup pejantannya mencapai 1300 -1500 kilogram, sama sama Bos taurus  taurus, memang sapi pedaging Braman ini berbadan besar, dengan mengambil sifat tahan udara panas kering sapi Brahman  rnaches Texas Amerika Serikat....... sehingga berlawanan dengan hukum alam  tropis basah, yang sebaliknya, meskipun sangat membuat bangga hati pecinta sapi di ranch Tapos...milik .ex. Presiden  RI selama 32 tahun, Jendral Suharto alm , yang di terlantarkan oleh putra putrinya karena lebih suka memelihara konglomerat hitam sangat inovative dengan quangxi jaman jaya jayaua sang ayah *)







Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More