Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Kamis, 07 November 2019


PEMBENTUKAN KADER BANGSA 700  suku kata
Prolog
Setelan penjajah meberlakuan cultuur stelsel atau tanam paksa...... kaena kekalahan Kesultanan  Mataram dari kompeni belanda..... menyulut  perang jawa dipempin oleh pangeran Diponegoro 1836- 1830. Sistem tanan paksa diganti sistim Perkebunan yang dikelola secara ilmu pertanian untuk semua komoditas penting seperti Kopi, Tebu, karet, Teh Kina dsb. Perlu tenaga ahli pertanian dan pengawas kerja, penata adminisrasi dan pembantu melayani mesin/ Dicetak dari lulusan pendidikan formal yang didirikan oleh Gupermen. Tingkat Sekolah dasar, Sekolah menengah, dan Sekolah tingkat atas.
Para murid dipilih dari kerabat Sultan dan orang kaya karena bayanya mahal sekali.
Ini dinamakan etische politiek oleh Pemerintahan tahta Belanda yang diatur pelaksanaannya oleh Gupernur Jendreal, untuk keperluan penjajahan.
Masyarakat yang secara ketat diatur bertingkat.
. Jadi dari yang paling bawah 10 gulden sebulan samapi 150 gulden sebulan di Perkebunan perkebunan. Sudah sangat bagus dibandingkan dengan gaji koeli yang 25  sen per hari.

Sambutan warga tanah jajahan: Pendidikan Kanjeng Gupermen adalah modal buat penghasilan tetap diatas koeli........ sampai menyamai Tuan Bupati.

Akibatnya seluruh masyarakat probumi wilayah jajahan mendambakan anaknya bisa masuk sekolah  Gupermen. Tidak semudah itu...... karena harus ada kekerabatan dengan Sultan, atau orang kaya dengan pemilikan tanah pertanian yang luas, yang haknya duakui  Gupermen –
Epilog
 Founding farthers dari Pergurun Tinggi dan Menengah zaman Jepang dan Republik merunuti jalan ini.  Sosok pemuda Soedirman, dari lingkungan Muhammadiah dan melanjutkan pendidikan menengah-nya di perguruan Taman Siswa  Ki  Hajar Dewantoro, nasionalis dimusuhi Gupermen. Sedang pengaruh islam dari pendidikan Muhammadiyah, yang pembaharu islam, bukan dari pondok pesantren, Sebaliknya sosok Oerip Soemohadjo adalah pensiunan mayor pasukan KNIL, pangkat di KNIL yang paling tinggi dicapai oleh pribumi. Dengan pengaruh ke-ksatrya-an jawa ajaran para Wali islam tanah Jawa abad ke 12. Sedang AH Nasution,  sebagai putra daerah Sumatra dengan modal orang tua yang cukup, belajar islam pembaharuan dari ranah Minang, dengan nuansa doktrin Nuruddin ar Raniri dan Abdul Wahab dari Hejaz. Melanjutkan mendapat ilmu dari Sekolah militer di Jatinegara sampai tingkat Jefreiter – kopral senior. Semua mendapat penampungan di PETA didirikan oleh Jepang,  mayor Oerip Soeumohardjo menolak mendirikan polisi jepang dan diinternir 3,5 bulan. Ajaran moral sebagai militer yang harus brani mati, setia pada tugas atasan, standar moral yang tinggi dari kaum bangsawan Europa “Noblesse oblique” bisa disambung dengan semangat “busido” dari militer jepang dan ke-ksatrya-an dari Hindu Jawa sudah sangat memadai melandasi pendidikan Opsir Akademi Militer Republik yang baru berdiri ini. Apa pembaharuan islam dalam politik kenegaraan belajar dari Mustafa Kemak Attasturk ?  Penganut Islam di republikbaru ini rupanya tidak, juga di benak fouding fathwer Akademi Militernya.  Semangat anti ateisme sangat masuk jiwa  para founding fathers Akademi Militer yang indokttrinnya bersanding dengan maut setiap saat ini. Cocok dengan doktrin Barat dalam “esprit du corps”. Dalam masa revolusi, diluar Akademi, perwira TNI dari PETA dan self appointed komandan laskar,  menguasai garis demarkasi antara Republik dan wilayah pendudukan tentera kerajaan. th 46 sd th 47  didebut cash 1 ada masa tidak saling menyerang  seama 1 tahun edang perundinga Renville. Kewmudian clash 2 th 48 - 49 perjanjian KMB Republik Indonesia Serikat beerdiri sebagai hasil perundingan ini.selama masa pwrundingani ada garis 
demarkasi yang ditetapkan kedua belah fihak.  Pars profiteer  melintas perbatasan dengan barang hasil perkebunan kopi karet dan gula ditukar sangat menguntungkan dengan textile, selaa clash II lalulinras perdagangan tetap mengalir, dengan perlindungan convoi Tentara Kerajaan. belanda, obat obatan terutama penicilin dan sulfa, onderdil truk  maupu sepeda accu dan senter  tanpa  batre, jas hujan dan sepatu boot karet,   “power tend to corrupt” menggoda panguasa wiayah perbatasan dan menjalin “persahabatan” dengan para  profiteers antaranya Liem Sioe Liong. Tidak heran gula milik negara yang disimpan oleh BPPGN hilang bergudang gudang dari PG Colomadu Solo, wilayah Guperhur Militer Republik di Solo Madiun, hilang...... diketahui dam
an waktu tiga bulan menjelang clash II.  Let kol Gatot Soebroto sebagai Gupernur Militer dqrah Solo waktu itu, kemudian jendral, ayah dari Bob Hasan. Maka didikan moral dari Akademi militer larut dengan mudahnya.
 Nampaknya Jendral AH Nasution lewat tidak melihat sejarah Perkabunan Gula di pulau jawa....... yang menciptakan petani tak bersawah, ratusan tahun, melainkan penggarap tanah  HGU pabrik Gula yang mencapai sepertiga dari luas 2,5 juta ha, tanah “glebakan” tebu, dirotasi dengan padi, oleh ratusan ribu  keluarga petani. Bung Karno mwmbagikan tanah HGU ini kepada petani – dibanyak tempat, bersengketa dengan penggarap santri pondok yang bukan penduduk kecamatan lokasi tanah, dan pasukan Hisbulloh yang sudah di demobilisasi, setelah menggarap tanah NGU lima sampai delapan tahun mulai zaman Jepang – akibatnya genocide 1965 – Penerima tanah hasil land reform, guru guru desa, pegawai kehutanan yang dengan teguh menjaga  perbatasan da dlondong hutan jati negara dengan tegalan petani,  dicap komunis, yang ikut membunuh pahlawan revolusi. Tentara yang dikerahkan pak Harto  mengepung dan Banser menyelesaikannya........ tanpa saksi dan bunyi,  sampai sekarang tetap mengingkari adanya genocide ini, sedang penduduk seluruh desa dimana ada pabrik gula, sudah tahu siapa yang ngedrop siapa yang didrop dengan membawa alamat  dan daftar mana, ....... sedang CIA saja,  peyandang dana amuk massal ini, sudah membuka documen rahasia genocide  ini yang sudah disimpan nyarias 50 tahun nyata, dengan pelakunya sekalian.   Sedangkan Pak Nas, karena doktrin anti komunis hanya  diam seribu bahasa, padahal beliau pengarang Buku Perang Gerilya yang berazaskan manunggalnya petani dan tentara,   Makanya petisi 50 tidak ada pendukung dari rakyat, yang kaku kejang dari takutnya. Apa ini hanya propokasi terhadap penentang golongan  inteligensia ? jadi bisa ditangkal segera ?  rupanya iya . Propokasi terhadap santri yang kehilangan tanah garapan, propokasi terhadap kaum pemenang yang nyinyir, iri kepada pembentukan Dinasti, sukses sudah dilakasanakan. Buku  Perang Gerilya wajib siswa Akademi Militer seluruh dunia, sama sama diingkari.  Maka partai partai dengan azas islam , - azas sesumur, sedapur, sekasur, sekotak--jadi gurem, apapun hujjahnya tidak mengisi kotak suara*))


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More