Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Rabu, 15 September 2021

 

SERI 1.

EKONOMI MEMBENTUK BUDAYA SUATU MASYRAKAT

Kata “masyarakat” bisa merarti kumpulan populasi suatu species makhluk hidup…. Juga bisa berarti masyarkat populasi manusia dalam satu kesamaan terterntu……Kedua himpunan maklhuk hidup ini bekerja sama untuk satu tujuan…. Mendapatkan sarana hidup dan berlembang speciesnya.

Kita berusha membatasi meninjau dalam masjayakat masyarakat manusia, yang sudab mencapai kesadaran mengenai ekonomi masyarakatnya…. Yang maknanya semua menyadari arti kegiatan untuk meperoleh kebutuhan hidupnya, secara cukup dan berkelanjutan upaya individual    dan kolektive – mereka cirikan sebagai kegiatan ekonomi. Tdak heran, Prof. Sumanto al Qurtubi, mau berusah payah menjadi editor buku “TONGHOA & BUDAYA NUSANTYARA”  ATAS PRAKARSA  BANK CENTRAL ACIA Tbk, Pendukung  publikasi buku ini.

Bahwa BUDAYA msnusia didasari oleh WARNA EKONOMI populasi manusia ini….. umpama “budaya iklim padang pasir” atau “buduya iklim tropika basah” tentu beda.

Sebab jelas , ecosistimnya berbeda , tapi para Nabi utusan Allah  yang berasal  dari sana…..dari semula, yang oleh cak M.H. Ainun Najib disebut senagai  agama agamja Samawi, dari kerturunan Nabi Musa…Ajarannya mirip dengan perkembangan buah kelapa dari bluluk, crngkir, degan, sampai buah kelapa yang sempurna…menuju ke satu ajaran pokok “kasih sayang” antar manusia dan melebar keseluruh alamnya dan antara manusia dan Khalik-nya – sebagai  lawan dari watak predatoris dari binatang, yang sampai ke kanibalisme. Sebab  Allah sudah menandai manusia bisa tersesat sampai kesana berupa genocide borongan demi menimbulkan effek terror yeng membuat jera terhap manusia sesamanya.

Dari mengumpulkan dan menyimpan kebutuhan hidup individual atau bersam sama----BERBURU…… sampai mengupayakan  “menanam” tumbuhan makanan disekitar huniannya BERTANI atau nenjinakkan  BINATANG yang bisa menghasilkan makanan dan lain kebutuhan  pakaian penahan dingin - BETERNAK……. MAKA RODA  KEGIATAN EKONOMI MULAI BERPUTAR……. Dengan jalan dIsamping saling menukar “produk” sampai saling merampas sumber kebutuhan hidup  hasil karya bertani atau beternak, atau sekalian menguasai tahan dan ternak dengan perkelahian, massal, yang di dunia fauna ada,tapi antar species. Timbul upaya membetuk kekuatan melawan atau mengalahkan….  SEMAKIN MODEREN SATU SAYARAKAT SEMAKIN CANGGIH… HANYA UNTUK MERAMPAS SUMBER EKONOMI MASRARAKAT LAIN., DEMI KONTINUITAS DAN KELIMPAHAN MASYARAKATNYA SENDIRI, BUKAN SAJA DARI KUANTITASNYA TAPI JUGA DARI KUALITASNYA…….YANG LANGIT ADALAH BATASNYA. INILAH YANG MENJANDI PROBLIM PERKEMBANGAN MASYARAKAT MANUSIA SEPANJANG SEJARAHNYA, MENURUTI NASFU HEWANI TANPA BATAS.

SEBAGAI CONTOH BAGAIMANA PARA RAJA DAN PANGLIMA PERANG PARA PENAKLUK ROMAWI  DALAM SATU PESTA MAKAN. ….. BANDINGKAN, BILA SUKU PRIMITIP DI AFRIKA, MASIH DALAN TARAF EKONOMI JADI PENGUMPUL MAKANAN…. MENDAPATKAN TELUR BURUNG MERAK  DUA BUTIR SAJA, SUDAH SANGAT SENANG UNTUK MEMBERI MAKAN ANAKNYA…. SEDANG RAJA RAJA ROMAWI BERPESTA MAKAN DAGING HANYA DARI LIDAH  BURUNG MERAK YANG HARUS DIKUMPULKAN SEBAGAI HIDANGAN KHUSUS PARA RAJA ROMAWI DAN PANGLIMA PERANGNYA…. BAYANGKAN BERAPA RATUS BURUNG MERAK HARUS DIBANTAI DEMI SATU PESTA PARA PENAKLUK CANGGIH  YANG DIDUKUNG OLEH  BARISAN RIBUAN PARA LEGIONER ROMAWI DENGAN TOMBAK DAN TAMENG  YANG LEBIH KUAT DAN RINGAN .

DALAM BENAK PARA LEGIONER INI BILA SUDAH MENGALAHKAN MASYARAKAT YANG MAKMUR…… PASTU MERAMPOK DAN MEMPERKOSA UNTUK KESENANGANNYA…..JUGA  MENJUAL TAKLUKANNYA SEBAGAI BUDAK. MENURUT KETEGORY URUTAN ZAMAN, DALAM SEJARAH MANUISA  KITA KENAL SEBAGAI ZAMAN PERBUDAKAN . INI BARU BICARA BUDAYA.

KELOMPOK MASYARAKAT PENGUMPUL PUNYA ENTITAS  EMAGINER PELIDUNG DAN PEMARAH DIBATU BESAR DAN POHON BESAR YANG SUKA MARAH DEMI KEPAQTUHAN MASYARAKATN KEPADA SANG "PERNTARA"....PARA DUKUN DAN SEJENIS PHARAOH......MENYEBARKAN PENYAKIT. SEDANG PARA LEGIONER ROMAWI PUNYA DEWA ZEUS YANG PERKASA,  PUNYA SETENGAH DEWA HERCULES SAMA IMAGINERNYA…YANG MEREKA SERU WAKTRU PERANG. .MEREKA PUNYA TOMBAK BAJA, RINGAN KARENA KECIL DIAMETERNYA SUPAYA RINGAN DISAMBUNG DENGAN KAYU,  DAN PERISAI KUAT DENGAN CARA INI…. INILAH PEMBELA RAJA RAJANYA – LEGENDANYA DIKARANG OLEH PARA CERDIK PANDAI ZAMAN ITU, SEBAGAI KARYA PARA DEWANYA……. SAMPAI RIBUAN TAHUN, JADI ANDALAN  SANG PENGUASA…MENGUASAI EKONOMI BANGSA LAIN……JELAS SANAD DARI PARA DEWA.... KARANGAN DUKUN.

HANYA AKHIRNYA DISANGGAH OLEH AGAMA KRISTIANI DI IBU KOTA ROMAWI, ROMA…. JAMAN KAISAR NERO……..

APAPUN KATA LEGENDANYA….SELANJUTNYA KRISTIANITY SELURUH EUROPA DIPIMPIN SRI PAUS DARI ROMA, RAJA DENGAN MAHKOTA SUSUN TIGA……MEMIMPIN RAJA RAJA SELURUH EUROPA MEMBEMBASKAN KOTA SUCI JERUSALEM DARI PENDUDUKAN KAUM MUSLIMIN….. PERANG SALIB HINGGA 700 TAHUN SAMPAI  PULUHAN BABAK ….. SAYA PIKIR, INI KAN ALASAN EKONOMI  HANYA UNTUK MEREBUT MUARA DARI JALAN SUTRA…..  MEMBAWA DAGANGAN YANG SANGAT DIMINATI OLEH RAJA RAJA DAN ORANG KAYA DI EUROPA…SUTRA, KERAMIK HALUS.  DAN REMPAH REMPAH. SAYANGNYA  HARUS BELI LEWAT TANGAN PENGUASA ISLAM DARI TANAH KANAAN/ PALESTINA…. PASTI SUDAH DITAMBAHKAN HARGA TANGAN KEDUA. JADI KONFLIK BEGITU HEBAT DAN MAKAN WAKTU RATUSAN  TAHUN ITU MEMEPEREBUTKAN  SUMBER EKONOMI…..YANG SANGAT MEMPENGARUHI  PARKEMBANGAN BERFIKIR SELURUH BENUA EUROPA DAN SEKITAR LAUT MEDITERANEAN…MELAHIRKAN BUDAYA BERFIKIR BARU NYONTEK DARI SERJANA MUSLIM ARAB..ZAMAN RENAISSANCE. 

MBOK DIUPAYAKAN PINDAH JALUR LANGSUNG KE EUROPA ?.... ndak bisa karena terhalang musim dingin dataran tinggi dan sungai besar yang rawan PUNGLI. JADI PPRINSIP EKONOMILAH YANG MENGGERAKKAN PERISTIWA SEJARAH WILAYA ITU- SAMPAI KE BUDAYANYA.

Lha sekarang, kita di Nusantara dan hubungan kita dengan msyarakat paling tua di anak benua Asia’……. Anak benua India dan anak benua China.

Jelas dari India para pelayar MENUJU NUSANTARA dibantu angin passat katulistiwa… Berlawanan arah di utara dengan diselatan kalulistiwa………dilautan tebuka  Samudra Hindia . Memang budaya India sudah ada di Nusantara lebih  lama…. Para pendatang itu lengkap dengan puluhan ribu migran membentuk koloni kemudian Negara  di lembah Sungai Musi, lembah sungai Batanghari, menggunakan pasang  surut laut di muara sungai besar ini, sampai jauh ke sekItar Pelembang, dan hunian lain untu mengatur pengairan “rawa” sebagi dasar ekonomi hunian baru para pendatang ini.

Sungai pendek di Jawa Barat…. Membatu transpotasi kolonis kerajaan Hindu ke pinggang gunung, guna mendapatkan lokasi  mencetak sawah berundak…. Dan menanam  benih padi dari  permbibitan, jadi bibit sudah berunur 25 -30 hari baru dianam dengan jarak tanam sukup lebar tanpa  tumbuh bebas tanpa persaingan dan diganggu gulma liar, di bubur lumpur yang sudah dibersihkan dari gulma….. cara baru ini jauh lebih produktip dari tanam padi huma…. Membakar dan pindah panen sekali setahun. Dibanding  dengan  panen dua kali setahun berkat pengairan dari luberan  banjir sungai besar yang masih dipengaruhi pasang surut di muaranya….. Dan di Jawa Barat danau kecil / sendang atau sumber dipinggang gunung yang berhutan lebat, di cetak sawah berundak dibantu hewan Tarik. Penyerapan penduduk setempat dalam sistim menanam,padi cara baru ini yang juga melibatkan penduduk setempat  juga bermotif ekonomi. Dengan pengelolaan ekonomi cara ksatrya…. Budaya Ksatrya…. Tidak terikat pada harta, pemurah dan menjalani kebenaran atau Dharma. Ini sangat jauh dari watak bakul/budaya pedagang. Sampai sekarang yang nempak pada jenisnya clan  Setia Novanto keua DPR RI sepuluh tahun  yang lalu, businessmen dan bankers yang berlepotan dengan quangxi, jaman orde baru. Bahan konon sampai mengupayakan dukungan financial pada pemilihan Presiden Amerika Serikat, untun mendapat perlindungan  komensalisme Modalnya dengan Pasar modal Amerika Serikat.

Fenomena ini tidak berubah….. meskipun mungkin ada gejala penemuan situs “Gunung Padang” yang ternyata menandakan ada kebudayaan tinggi yang hilang….. olen becana alam yang kolosal… tenggelamnya benua Atlantis ditengah  Nusantara ini…. Ditandai dengan kebudayaan Tinggi Atlantis, jauh sebelum pendatang koloni dari India. Karena kebudayaan masyarkat Jawa Barat – jauh lebih tua dari kebudayaan Sumatra sekitar sungai Musi dan Batanghari…..*)

 

SERI 2. EKOMONI MENCIPTFAKAN BUDAYA

Jadi para pendatang mendirikan kerajaan Hindu dengan membuat candi besar dan megah dengan budaya kasta dari agama Hindu tanpa perlawanan, menurut ppara archeolog yang teliti, nampak di exspresi wajah pera peraga yang terukir di relief csndi candi, disimoulkan si pengukir bekerja sdengan sukarela dan germbitrsa.… Sebab meskipun  jadi kasta wasia  maupu sudra,  pun pada awalnya masih lebih enak dari merdeka jadi penunggu huma tanaman padi berpindah pindah….Setelah menetep disatu desa yang permai, aman dan damai,  pukuhan generasi baru para Brahmana mengukuhkan ajaran kasta Hindu, sangat menekan kasta waysia dan sudra…… karena sawah garapannya semakin sempit….dari kasta bawah yang berbiak cepat, raja dan Brahmana kebutuhannya jadi lebih banyak.

Pulau Jawa jadi terkenal dengan nama Jawadwipa, Bahasa Sanskerta, konok dari kata jawawut atau gabah.  Masyarakat jawa dan Sumatra lembah suugai Musi, Batanghari dan Sungai lainnya telah digunakan sebagai sarana pengairan oleh pendatang dari India Selatan. Sedang  di Bali dan Lombok Barat, menggunakan lereng gunung yang mendapat air dari sumber si atasnya untuk mencetak lapik lapik sawah berundak. …. Era berikutnya para Brahmkana membuat aturan Hindu, komplit dengan peraturan para Dewa yang dijaga oleh kasta tertinggi para Brahmana, dengan catatan musim dan waktu tanam, juga harus menanam apa sesuai dengan ketersediana air irigasi musim kemarau…..”Budaya  subak” ini merupakan sitim tanam siklus satu tahun – supaya tetap berhasil panen….sistim ekomoni pola tanam dan tata tanam Pengairan subak yang dilestarikan oleh UNESCO.  

Sedangkan pendangkalan muara sungai besar dengan cepat di  sungai besar Sumatra….. merubah debiet air luberan  akibat pasang surut air laut berubah waktu datangnya dan jumlahnya ….. tidak bisa diantisipasi oleh “Rice Estate” disekitar Palembang jaman Orde Baru…. Yang dikuasakan kepada ahli pertanian abiturient HMI MPO gagal total, Selama 32 tahun, budaya jadwal pola dan tata tanam padi disana alias EKONOMI PENGAIRANNYA tanaman padi disana harus diubah.

Islam datang dibawa oleh para Ulama dari Yunnan ( Prof Slamet Mulyono)….. ke pulau jawa, sejak abad 12 zaman Singhasari…. Bermukim di Gresik Jawa Tumur, kkemudian pada pperjalanan waktu muncul seorang wali islam dengan julukan Sunan Kalijogo.... dari kegiatannya  hari hari selalu berkeliling,,, orang kecil menjuluki baliau sebagai penjaga kali dan rawa.  karean memperbangingkan dasar sungai  dan dasar rawa….untuk membangun saluran pematus dan pengisi sawah rawa yang akan dicetak..   .  Kerajaan Majapahit  tidak keberatan, karena rawa mmemang wilayah yang diterlantarkan.  Dengan menggunakan teknologi pendayagunaan rawa dari Mesopotami, antarA LAiN PENGGUNAAN PROTOTYE DARI  TEODOLITE ciptaan ulama islam  Parsi Al Haitham. Tenagfa lerja bergotong royong  oleh para mu’alaf, sambil melatih fisik dan mental keksatrya…dengan ajaran silat tenaga dalam, aliran dari aliran Mo Kau dari Parsi..sempalan dari aliran Bu tong.  Waktu itu ketercapaian para wali islam dan murid muridnya konon telah sampai kemahiran teleportasi, dan ut of body travelling, merambah dimensi lain dari alam semesta

Sawah rawa dihibahkan pada para mu’alaf itu…….Yang di sistim agama Hindu  kaum waysia ini HANYA PENGGARAP LAHAN BERPENGAIRAN SUBAK yang semakin sempit – juga dilarang belajar membaca menulus huruf kitab Wedda…..Tapi hibbah sawah rawa talah memberikan motif ekonomi, meskipun mereka sendiri yang mengerjakan, sedangkan para wali ulama islam adalah perencananya… Disertai memberi palajaran membaca dan menulis huruf Palawa dan Arab…… Agama Islam, mengajarkan mulai dari watak ksatrya, disisipkan dalam epos Mahabharata dan Ramayana, menurut versi moral    islami, dalam pertunjukasn wayang kulit gubahan para Wali Islam, ditanah Jawa .                                                                                   Jadi kebanggaan kaum bawah yang disetarakan dengan kaum ksatrya Hundu dari ajaran  kejiwaannya…Ikatan bathin dengan ajaran islam para wali Islam ini,  dari hibbah sawah rawa dari sang Guru. Sedang syari’ah islam dijadikan semangat  mnenyatu antara kaum seiman….. sholat berjamaah di jalankan dengan Bahasa Arab, dengan Imam jamaah bisa semua muslim lelaki dewasa yang telah mahir  bedo'a dan menjalani urutan sholat berjamaah…berbadaan sehat jiwa raga. Yang di ajarkan makna dari isyarahnya…lewat tafsir akan rumit karena beda budaya. Bayangkan, bagaimana mbok tani bisa tandur dengan cekatan kalok haram mengangkat petutup tubuh datas tumit, sedangkan mereka harus membungkuk di lahan lumpur setengah tumit dan berbasah basah memakai burkah ? Jadi makna isyarah syari’ah masih mentoleransi Wanita menaman padi…. Asal si lelaki bersifat ksatria…. Tidak mengumbar mata dan nafsu hewani. Ini kan budaya baru ?

 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More