Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Sabtu, 04 Juli 2026

EGOISME DAN SOSIALIALISME YANG TERADAPTASI PADA MSYARAKAT MANUSIA. YA. Watak manusia telah beradaptasi ratausan juta tahun…….hanya dari Binatang kecil sebangsa kera – yang mampu berdiri dengan dua kaki – dan didukung oleh tulang belakang Yang tegak – sehingga dukungan tulang belakang terhadap kepala, berlaku sebagai schock breaker kepala – menahan goncangan selama beraktivitas Phytacanthrous erektus mencari makan – sehingga mereka bisa lebih lama menjaga catatan “ingatan ” merangkainya, sehingga akan sangat berguna bagi kegiatan utamanya membuat alat guna menambah kemampuannya mencari makan – Apalagi mahluk raksasa bangsa Sauria telah punah karena perubahan iklim Bhumi secara permanen . Jenis binatang lain yang jauh lebh kecil tinggal di gua gua – mendapat kesempatan mencari makan di alam bebas dari ancaman dimangsa bagsa Sauria, terutama dibantu oleh posisi otaknya yang didukung oleh schock breaker- tulang belakang yang sambung emnyambung meruakan huruf F yang bisa menahan goncangan waktu beraktifitas berburu dan berkelahi, jadi terdukung oleh ingatan yang lebih baik dan banyak…..bisa merangkai alat alat berkelahi yang lebih efektive. Secara keseluruhan, P. erectus menjadi puncak pyramida makanan – yang sangat membantu tebentuknya sel sel syaraf otak calon manusia moderen Pythecantropus ini. sayangnya calon manusia moderen ini tidak mampu membentuk protein hewani – dari semula termasuk golongan Omnivora pemakan segalanya tumbuhan dedaunan dan buah buahan. juga daging binatang lain dalam dieetnya keseharian bisa di wakili oleh biji bijian sebangsa kedelai - kacang kacangan yang mempunyai bintil akar yang bisa menangkap Nitrogen dari udara – bisa menggantikan mendapatkan makanan yang mengandung protein hewani lengkap dengan 20 asam amino essensialnya. JADI SEBENARNYA MANUSIA DARI AWAL PERKEMBANGANNYA MASIH HARUS MERAMPOK “HIDUP” GOLONGAN LAIN BINATANG HERBIVORA DAN OMNIFORA – CARNIFORA IUG DARI HEWAN BURUAN ATAU PIARAAN. BERLAKU SEBAGAI CARNIVORA PENANGSA – TENTU SAJA DENGAN SEGENAP WATAK KEBIASAANNYA UTUK MENDAPAT ENERGI HIDUPNYA – BERLAWANAN DENGAN WATAK RAHMAN DAN RAHIM. MAKANYA ISLAM MENAMBAHKAN AYAT “TAK AUD” SEBELUM “BISMILLAHRAKMANIRRAHIM” DALAM RANGKAIAN EMPAT AYAT PERTAMA AL FATIHAH INDUK SEGALA AYAT DARI KITAB SUCI AL QUR’AN. ISYARAH SEJAK SEJAUH DUA SETENGAN ABAD SEBELUM EMPAT AYAT “QUANTUM” DICANTUMKAN DALAM UMMUL QUR’AN. KALAU SAJA ISLAM TIDAK DIPERGUNAKAN UNTUK MENYEMANGATI JIHAD FISABILILLAH SELAMA SEABAT KEBARAT DAN KE TIMUR JAZEERAH ARAB OLE BANI UMAYAH DAN JAJARAN KAUM WAHABI – YANG MEMENITINGKAN HANYA PEMENUHAN KUWAJIBAN DALAM ILMU SYARI’AH SEMURNI MURNiNYA, UNTUK MENCAPAI SURGANYA ALLAH, SEHINGGA KERAJAAN DEMAK BINTORO TERPECAH BELAH = PARA WALI DARI GRESIK PENGIKUT KHALIFAUR RASYIDDIN (TERCANTUM DALAM NYANYIAN KANAK KANAK “ILIR ILIR” TENTANG TANDUR PARI TANAM PADI DENGAN JAJAR EMPAT EMPAT PERSEGI MLAMBANGKAN EMAT ILMU ISLAM , SYARIAT, TAARIKAT, HAKIKAT.DAN MAKRIFATULLAH. SUPAYA MENYATU JADI SARUNG – YANG TIDAK ADA EMPAT POJOK TERPISAH SEPERTI KAIN BATHIK, PAKAIAN UTAMA ORANG GRESIK JAWA MELAINKAN SARUNG YANG TAK BERPOJOK – TAPI SUDAH TIDAK MERAIH PERSATUAN MILITERISTIK A’LA WAHABIAH SEPERTI DI MESIR DENGAN IHWANUL MUSLIMIN YANG SECARA PERIODIK DAN PERSISITEN DISAPU PERSIH OLEH FIR’AUN DAN SEKARANG AL SISI – JENDRAL AU MESIR. SEDANG DI KITA… BELANDA MEMILIHKAN ALIRAN WAHABIAH – YANG LEBIH MEMENTINGTKAN “TAKLID” PADA PIMPINAN, SULTAN DAN KEBAWAHNYA ULAMA D PARA WIZIR.MENJADIKAN PERPECAHAN DI KESULTANAN ISLAM SETELAH MAJAPAHIT – SEDANG KESULTANAN ISLAM DI TIMUR KEPULAUAN DILAUT BANDANAIRA DAN MALUKU SULTAN KETURUNAN ARAB MALAH MEMAKAI SARUNG GRESIK – BUKAN EGAL DAN DULBAN – SEDANG Mataram Islam memakai Jubah dan sorban – lambang islam “Pangeran Diponegoro” = Kasultanan Mataram islam condong ke aliran Wahabiah, guna mencapai disiplin taklid pada Sulthan. Para wizir, dan pasukan perang yang kompak MERANGKAP JADI PENGGARAP sawah perpengairan di kipas lahar Selatan pegunungan Wilayah lereng Selatan unung Merapi Merbabu. Complex pegunungan Kedu, G. Sundoro, Sumbing lereng Tenggara yang mengalir keselatan sepanjang kipas laharnya hutan Mentaok yang sangat subur – dibangun sistim bendungan karena jurangnya tIdak dalam yang dialiri sungai Progo Opak Oyo. Serayu yang pendek dan dangkal kiri kanan Sungai Sungai ini sawah berpengairan yang sangat subur – akhirnya dirampas oleh Kompeni dijadikan lahan menanam terkenal dengan “Tanam paksa” NILA. diperintahkan Gupernur jendral VOC karena sang Sulthan Agung Hanyokrokusumo kalah perang di Betawi, dihianati …… logistikya dibakar. Tanaman indigo/biru tua pewarna wool domba si Europa yang sangat laku sebelum ada anilin ewarna kimia. Akibat Sultan Demak Bintoro beraliran Wahabiah, dilawan oleh Sunan kalijaga aliran islam a’la ajaran Wali songo – PERMUAAN SAWAH RAWA SEKITAR LAMONGAN , terjadi penegasan dari ajaran Islam yang dianut kasultanan – Mataram Islam jelas mengikuti aliran Wahabiah di ceremonialnya – tapi di kebathinannya adalah islam jawa dari Wali Sanga Gresik masih digeluti oleh kaum inteligensia Jawa. Secara tidak resmi……. Sedang seremonial resmi Kasultanan Adalah adat campuran – ilmu islamnya menurut adat Wahabiah, Sultan Adalah Pemilik sawah Kasultanan – makanya VOC mudah sekali melaksanakan Tanan Paksa – sedangkan kaum intelektual jawa masih mengikuti islam wali sanga antaranya R Ng Ronggowasito, putra Pengeran Bhuminoto. Islam ajaran dalam lagu ‘“Ilir ilir.” Beliau dihukum minum racun, oleh Susuhunan Surakarta-kerena sangat krirtis rterhadap Kekuasaan Susuhunan Surakarta Hadiningrat…..yang bodoh dan korupt. penerus kasunanan Surarta Hadiringrat semakin semakin jatuh martabatrya, karena derajad pergaulan kroninya semakin asor – bahkan sampai sekarang, Keraton Gusti Mung merasa masih berharga jadi cagar budaya Jawa…..tapi kenyataannya hanya tukang tadah anggaran Pemerintah Rebublik Panca sila Indonesia….. Iya wong hanya “Paku”….sepatu kuda…sudah bengkok karatan lagi, .. lain “Hamengku” dari Ngayogyakarta hadiningrat yang masih berbudaya……ikut mengagungkan Republik Indonesia, yang Pencetus aliran politis PANCASILA . yang sosioreligius – di genggam elite captures di Sumatra – yang sudah lama suram sesudah Majapahit cuntuh. Kaum elite captures ini ditampung oleh Belanda dengan murah – cukup dengan titel dan nama kehormatan yang sangat bombastis dan berderet -memupuk ajran wahabiah – ternyata kepemilikan tanah pertanian cocok dengan sistim penjajahan Belanda, toh disana tidak cocok dengan pendirian pabrik gula – akan kekurangan buruh lapangan apalagi untuk pabrik penggilingan gulanya. Segal “buya” mendapat penghargaan Belanda di Pabrik Gula di Jawa Timur. Hubng mesra antara Pemilik Pondok Perantren dengan Dr Snouck Horgronye, dan Van Der Plas – Gupernur Jawa Timur – toh H. Misbach Tokoh NU dari Jawa Barat terknal degan julukan haji merah, haya karena beliau melawan Belanda dan wafat kena malaria di Boven Digul- Dimana beliau dibuang. Toh H. Misbach dari Jawa Barat – pantasnya kan dari Jawa Timur. makanya sangat heran Gus Dur kok dari Keluarga Jombang. Malah yang di Jawa Timur, banya tokoh muda, berebut eramu pusaka dan azimat untuk mendapatkan julukan titel KH, dan mendapat pilihan jadi “MURSYIDS” anggauta DPR RI MMBAWA iSTRIYA 3 KE SENAYAN – PALInG BERGENSI TITEL DARI PENDUKUNGNYA, PENGGARAP SAWAHNYA YANG SETELAH ORDE BARU SUDAH LEBIH 40 TAHUN JADI RATUSAN HA. Maunya merubah puutusan P 21 p3ebylidikan Polisi si embah ayah gus BEKI sang murasyid pondok. Jadi apa beliau kenal dengan kiai Misbach ?yang gugur di BOVEN DIGUL DIBUANG OLEH BELANDA ? Yang DI DPRpun ridak ada yang tahu. Yang jelas semua dang mur…….*

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More