Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Jumat, 16 Maret 2018

PERKARA KEDELAI KITA

\

PERKARA  KEDELAI,  (Glycina soya ) DI INDONESIA.
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-2958969/batan-luncurkan-kedelai-hitam-hasil-teknologi-nuklirKamis, 02 Jul 2015 18:52 WIB

Batan Luncurkan Kedelai Hitam Hasil Teknologi Nuklir
Zulfi Suhendra - detikFinance
 Share 0 Tweet 0 Share 0 0 komentar

 qoute   
Jakarta - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menciptakan varietas baru untuk kedelai. Kedelai hitam yang disebut dengan Mutiara 2 dan Mutiara 3, punya keunggulan lebih baik dibanding dengan benih kedelai lain pada umumnya. 

‎Adalah Hari Is Mulyana bersama rekan-rekannya di Batan melakukan penelitian dari benih kedelai Cikurai menghasilkan Mutaira 2 dan Mutiara 3. Penelitian yang dilakuka‎n memakan waktu hingga 5 tahun dan menelan biaya Rp 500 juta untuk bisa meluncurkan produk penelitiannya ini. 

"Kita lakukan penelitian dari 2008, di 2014 kita baru bisa presentasi ke Kementerian Pertanian, dan diumumkan baru bisa dilepas (ke pasar)," tutur Hari, ditemui di kantor Batan, Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (2/7/2015).

Hari mengatakan, untuk ‎melakukan penelitian 1 varietas, membutuhkan biaya hingga Rp 100 juta per tahun. 

Mengenai Mutiara 2 dan Mutiara 3 ini, Hari mengatakan, produksi kedelai ini dikhususkan untuk bahan baku produk kecap, karena merupakan kedelai hitam. Menurutnya, kedelai jenis ini pun bisa dipakai untuk bahan baku tahu dan tempe.

"Tapi warnanya agak kusam," tutur dia.

Mutiara, lanjut Hari, adalah kepanjangan dari Mutan Unggul Teknologi Isotop dan Radiasi, karena secara teknis, kedelai ini diproses dari benih Cikurai dengan menggunakan tekonologi nuklir dengan radiasi sinar gama. 

Hari membeberkan, keunggulan dari kedelai hitam ini a‎dalah dari segi produktivitas. Untuk Mutiara 2 memiliki potensi hasil 3 ton per hektar dengan rata-rata hasil 2,4 ton per hektar. Sedangkan Mutiara 3 punya potensi hasil 3,2 ton per hektar dengan rata-rata 2,4 ton per hektar.

"Kalau secara nasional itu rata-rata kedelai (biasa) produkt‎tivitasnya 1,4 ton per hektar," jelasnya.

Selain itu, ‎kedelai hitam ini memiliki kandungan protein yang tinggi dibanding yang lain. "Dan adaptif terhadap lingkungan, protein 3%, standarnya 2%, kental dan tahan terhadap penyakit karat daun," katanya.

"Ini bisa membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor," imbuhnya.

(zul/rrd)
unquote.

Data kandungan protein dalam kedelai diatas hanya dari susu kedelai yang dihasilkan, biasanya dari biji kedelai sepuluh kali kipat.
Artekel daur ulang dari idesubayo.blogspot.com.th 2017 dengan judul  diartas.
Artikel ini terlalu sederhana, baik penyusunannya maupun materinya yang bisa disajikan, bila dibandingkan dengan judulnya untuk membuat essay  mengenai budidaya kedelai di Indonesia, karea hingga sekarang, seleksionis kita, agroteknik kita belum mendapatkan sesuatu, demi bisa ditawarkan  untuk memenuhi kebutuhan Nasional kita yang sangat banyak,  secara kuantitative antara satu juta sampai satu setengah juta ton pertahun, kekurangan ini merambat naik sejak  ¼ pertama usia  kemerdekaan republik ini, hingga kita menapaki usia kemerdekaan 72 tahun.  Tanpa bisa diatasi, dengan  tanaman swasembada.  Apalagi secara qualitative, kualitas rasa ini  hanya  muncul belum sampai satu decade samapi sekarang. Sampai segitu parahnya memburuk, sangat pelan tapi pasti.  Karena tidak disadari dari semula. Sebab pengrajin makanan dari bahan kedelai selalu mencampur bahan baku kedelai dengan ampas tahu atau bungkil kelapa, atau rebusan jagung, peosentase nya naik makin lama makin banyak. Akhirnya ganti kedelai amerikana yang bisa lebih murah karena hasil panennya besar.
\Tentu saja, kita tidak bisa berdalih soal adaptasi tanaman budidaya ini, kerena sudah dibudidayakan di Nusantara dan Asia Tenggara pada umumnya,  sejak puluhan abad yang lalu menyertai  perpindahan bangsa bangsa, dari daratan china ke selatan, bersama kebudayaan yang dibawanya, yaitu kegunaan kedelai sebagai bahan pokok makanan  setua batatas, dan jams (bangsanya talas talasan), sorghum,  kacang tanah  mendampingi  beras.  Sudah dikenal olahannya,  dengan fermentasi,  diambil minyaknya, kecambahnya,  juga rebusan dari biji masih dalam kotak buah dan rangkaian buahnya.  Sudah diterima bahwa asal bentuk liar dari kedelai adalah dataran rendah  Manchuria, China, Jepang  dan Korea di wilayah sub tropic basah.  Sudah lama diterima bahwa tingkat jumlah panen diwilayah barunya,  Asia tropik basah   menyamai tingkat produktivitas tempat asal muasal kedelai dibudidayakan, dari bentuk liarnya. Termasuk kualitas yaitu rasanya.
Rasa bahan makanan  dari kedelai,  berubah, terdeteksi bukan sekaligus, tapi bertahap menurut  lokasi, dimana  jumlah ragam makanan dari kedelai dan tingkat  daya beli penduduk setempat, karena produk jadinya sudah banyak dicampur dengan lain bahan makanan yang lebih murah supaya tetap terbeli.
Misalnya tempe, setelah rebusan biji kedelai yang seharusnya bersih dari  biji rusak  oleh hama,  tumbuh tidak sempurna, ditiriskan dan dipakai sebagai media basah dari jamur Aspergillus niger, maka  hamparan, atau bungkusan media ini dengan dedaunan ( bisa daun pisang bisa daun waru atau daun yang lebar asal tidak mengubah warna dan rasa),  sekarang malah kantung plastic terang. Maka bugkusan media rebusan biji kedelai ini, bila ditaruh di tempat yang hangat dan gelap, akan menyatu  secara terikat padat oleh benang benang micelium cendawan /hipha,  yang di inokulasali-kan secara murni dengan merata dalam bungkusan lembab  itu. selang sehari semalam, jadilah  tempe.
TEMPE inilah satu satunnya makanan dari jamur yang dikonsumsi sekalian dengan medianya. Kalok wine kan diminum ?
Tentu saja media rebusan biji kedelai yang dipakai sangat menentukaan rasa dari rempe tersebut. Seperti juga pembuatan minuman wine di wilayah tumbuhnya buah anggur ( Vitis vinivera), menghasikan macam macan cita rasa dan aroma wine, dari kualitas buahnya, bahkan buket dari varietas varietas yang sengaja diramu.
Lain dengan tempe, yang dihubungkan dengan makanan pribumi "bangsa tempe", inlander di jaman Hindia Belanda, toh orang jawa sudah mengenal  “gurih” nya tempe, dan kelanjutan proses fementasi Aspergillus niger ini menjadi “tempe bosok” satu substansi bumbu sayur lodeh, sayur bobor,  dan macam macam sayur hasil cuisine local jawa, yang aromanya menyengat. Begitu juga brine (larutan garam) kedelai ini bila di fermentasikan jadi tauco yang terkenal untuk makan lumpia tapi bukan asli makanan orang setempat, jadi rasa bukan spesialis mereka. Kacualai di daerah dimana sampai sekarang masih jadi kerajinan rakyat di Cianjur, Jawa barat.
 Sayangnya dinegara kepulauan ini sedikit banyak akan menimbulkan  terisolasinya penikmat tempe, menjadi wilayah jawa Tengah dan Jawa Timur saja, dan suku Jawa thok, Karena tempe adalah bekal hidup mereka dari lahir sampai mati.  Merekalah orang yang tau rasanya tempe.
Dari olahan bijian kedelai,  yang lebih meluas di  dijadikan hidangan sehari hari  di Nusantara ini adalah tahu. Orang Ingris menamakan soybean curd, orang Jepang dan China menamakan tofu.
Tanpa ada yang protes sekarang semua tahu rasanya tidak enak, kecuali  di perbelanjaan kalangan menengah atas di supermarket tofu import dari jepang, sedangkan dari pembuatan local saya lihat di Semplak Bogor, tahu Yun Yi yang pemasarannya sangat terbatas,  dibuat dari jenis kedelai local yang harganya sampai 17500 per lk ½ kg. orang inggris bilang rasanya lebih creamy, kita bilang lebih berasa tahu, gurih.
Hanya satu jawaban dari kiamatnya tempe, tahu dan kecap manis ini, kedelai yang digunakan sebagai bahan dasar adalah kedelai verietas Americana, yang bijinya besar besar, nyaris dua kali lipat kedelai local berwarna putih kekuningan pucat. Kan petani lebih suka menanam kedelai jenis ini kerena yang di import dari Brazilia dan Amereika Serikat juga dari jenis yang sama. Panennya bisa 1 ton samapi 1,5 ton per Ha, nyaris dua kali lipat jenis local.  Sedang harga bibit dan beaya keseluruhan sama dengan jenis local.
Tanpa upaya mengembalikan “rasa”  tempe, tahu, tauco, dari jenis kedelai local, ketiga jenis makanan ini akan kiamat. Benih kedelai tidak dapat disimpan lama, dalam enan bulan daya tumbuhnya sangat menurun, tidak dapat dipakai sebagai benih.
Tandanya, sudah dicoba oleh Multi Nasional Company, membeli merek kecap manis local, yang dipasarkan luas merupakan kecap papan atas, cap salah satu burung rawa. Diproduksi dan dipasarkan oleh si MNC dengan resep tiruannya sendiri menggunakan bahan dari R&D nya, semua sintetis buatan pabrik, ya sebagian dari gulanya, ya aromanya, ya kekentalannya,ya warnanya, plus banyak MSG (mono sodium glutamate/vitsin). Ternyata masih laris. Malah secara pasti ditiru oleh merek lain, bisa lebih banyak mendatangkan keuntungan berkat BPOM, masih belum sadar akan beda rasa produk pabrik ini.  Akibatnya produk kecap manis   resep local kiamat. Yang ada sudah lain rasanya,  dengan rasa pabrik, bukan rasa bumbu alami, kecuali garam.   Satu merek yang  masih berasa kecap manis tradisional dari Kediri, harganya sebotol lk 250 cc RP 24.000,- cap sawi yang saya  tau dari dulu sudah ada.
Tanpa campur tangan dari para ahli culiner, yang mnghormati kreasi kakek moyangnya, tanpa campur tangan dari petani yang masih mau menanan kedelai local hasil seleksi dari Balai Penelitian yang sudah susah payah merelease cultivar kedelai local atau crossing  dengan cultivar Amerikana yang rasanya tidak enak, dibanding dengan rasa local, tanpa campur tangan dari pemerintah untuk mempertahankan rasa makanan local dengan kedelai rasa local untuk syarat direlease kepada petani kalaupun ada.  Sebab rasa ini bisa dicampurkan segara fisik, bukan secara genetik saja, jadi dengan bugitu, kedelai local masih bisa survive,  perangsang  harga premiumnya saja supaya setara dengan kedelai cultivar Amerika.  Bila tidak makanan hasil dari seni kulinari local bisa  kiamat. Perlu asosiasi perajin kecap manis, tempe dan tahu bergiat mempertahankan domainnya. 
Perlu kaum menengah yang peduli, sebelum terlambat, benih lokal lenyap dari muka bumi.

MASYARAKAT PENIKMAT KECAP DAN TEMPE PERLU KAMPANYE MAKAN DENGAN KECAP DAN TEMPE ENAK SEBAGAI KULINER WARISAN KAKEK MOYANG.

Soalnya seleksionis Amerika menciptakan cultivar  kedelai mereka yang mendominasi hamparan penanaman kedelai seluruh dunia,  maksud sebenernya kedelai cultivar jenis ini, untuk digiling dijadikan produk industri pakan ternak, babi, ajam,  perikanan,  obat dan makanan dengan rasa sangat beragam buatan pabrik, minyak goreng dan margarine.

Jadi orangAmerika tdak perlu rasa asli kedelai yang gurih dan beraroma bila dibikin kecap manis - yang di China tidak ada

 Lha kita langsung jadi makanan kita sendiri, bahkan sesudah di fermetasi, kalok bangsa lain memelihara cendawan, siitake, campignon, jamur kuping, jamur merang, medianya susah pajah dibuat steril, maka tempe kita makan hypha cendawan dan medianya sekalian, tidak ada yang mbuang, sebab sterilisasi dengan autoclave media ini sangat mahal bahan bakarnya.  
Ya kita makan  semuanya jadi tempe. rasa ya masih penting, lagi pula  supaya anak cucu mau makan di rumah, tempe ini bebas MSG ndak seperti bakso yang dagingnya sering di oplos dan digemari anak anak, sedangkan kedelai, seperti kita tau, adalah sumber protein yang jenis serta pebandingan asam amino esensialya sejajar dengan daging, halal lagi.
Supaya khazanah rasanya menyerupai khazanah rasa dari wine, ikut dirasakan dinikmati orang sedunia.  Kalok kita miskin ndak perlu segala rasa, pokoknya  telen,  kenyang,  ya sayang kita bakal tetep miskin dan malah jadi zombie *)

Kamis, 15 Maret 2018

DR, BIMANESH SUTARJO, HOPING FREDERICH YUNADI

·         Biasanya seorang dokter yang membuart diagnosis selalu mempunyai alasan yang secara profesional sangat sulit disanggah oleh orang awam, apalagi sorang spesialis dan sudah mendapat gelar doktor konon dalam molekular genetic di IPB, sosok kayak beliau, nanti jangan jangan............wong karyanya ndak ada di blantika ilmu pertanian.

 COPY PASTE DARI News kiputab6,com>News>
Home
·         News
·         Politik
FOTO: Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dokter Bimanesh Sutarjo Sambangi KPKFOTO: Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dokter Bimanesh Sutarjo Sambangi KPKDokter Bimanesh, Pensiunan Polisi di Pusaran Kasus Setya Novanto
Jennar Kiansantang
12 Jan 2018, 15:29 WIB
·          
·          
·          
·          
·         5
2.1k
Dokter Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, memenuhi panggilan di Gedung KPK, Jumat (12/1). Bimanesh menjadi tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana mencegah dan merintangi penyidikan Setya Novanto. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Liputan6.com, Jakarta - Dokter Bimanesh Sutarjo menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Jumat (12/1/2018). Namanya terseret dalam pusaran kasus Setya Novanto.
KPK menetapkan Bimanesh sebagai tersangka dalam sangkaan merintangi penyidikan terhadap Setya Novanto.
BACA JUGA
Bimanesh sendiri merupakan dokter spesialis penyakit dalam. Gelar sarjananya diraih dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Lulus 1980, ia bergabung dengan kepolisian pada tahun yang sama. Bimanesh kemudian mengambil spesialisasi penyakit dalam di Fakultas Kedokteran UI pada 1987, dan lulus 1991.
Sebagai dokter polisi, Binamesh juga bergelut dengan tugas kepolisian. Namanya sempat tersorot media pada 2004. Kala itu Polri tengah mengusut kasus gula ilegal, Bimanesh ditugaskan menangani kesehatan politikus Golkar Nurdin Halid yang menjadi tersangka.
Penyidikan saat itu sempat terhambat, karena kondisi kesehatan Nurdin Halid yang menurun.
Bimanesh sempat muncul di publik mendampingi juru bicara Mabes Polri kala itu, Brigjen Soenarko DA dan Direktur Ekonomi Khusus Brigjen Samuel Ismoko, saat jumpa pers di Mabes Polri pada medio 2004.
Bimanesh yang mewakili Rumah Sakit Polri, saat itu memberi keterangan soal kesehatan Nurdin Halid. Politikus Partai Golkar itu didiagnosis mengalami radang lambung.
Pascakasus gula impor, Bimanesh jarang lagi tersorot. Pangkat terakhirnya di kepolisian adalah komisaris besar polisi. Ia pensiun dari dinas kepolisian pada 2013.
1 dari 2 halaman


Tersorot Karena Novanto
Dokter Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, memenuhi panggilan di Gedung KPK, Jumat (12/1). Bimanesh menjadi tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana mencegah dan merintangi penyidikan Setya Novanto. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Nama Bimanesh kembali mencuat saat peristiwa kecelakaan tunggal yang dialami Setya Novanto, pada Kamis malam, 16 November 2017 sekitar pukul 19.00 WIB.
Ahli penyakit dalam, konsultan ginjal dan hipertensi ini merupakan dokter yang memberikan penanganan medis bagi Novanto di RS Medika Permata Hijau.
Dia mendiagnosis Novanto mengalami cedera kepala dan darah tinggi. Saat itu, dia mengatakan kondisi Setya Novanto sempat sempat gawat.
"Keadaannya gawat tadi malam. Sekarang kita lihat alhamdulillah pagi ini atas izin Allah, kita berikan pengobatan, pelan-pelan memulih," kata dokter Bimanesh di RS Medika Permata Hijau, Jakarta Barat, Jumat, 17 September 2017. 
Belakangan KPK mengendus kejanggalan dalam perawatan Novanto di RS Medika Permata Hijau. Bimanesh dan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, diduga melakukan manipulasi data medis.

unquote

R.M.P. SOSROKARTONO, FILOSOF JAWA, BERAGAMA ISLAM.

.R.M.P. SOSROKARTONO.


IDEALNYA  SEORANG  PEMIMPIN  DALAM KEBUDAYAAN JAWA
FALSAFAH HIDUP ORANG JAWA.- SEBAGAI  DITELADANI OLEH
R.M.P. SOSROKARTONO.

Saya bukan jawa sentris, saya orang Indonesia,  terserah mau omong apa, tapi kenyataan hidup menunjukkan bahwa  iklim dan lingkungan sangat mempengaruhi watak penghuninya yang telah ribuan tahun turun temurun  ratusan ribu generasi tinggal disatu wilayah.
Semua suku pendahulu di Negeri ini berasal dari satu wilayah penanaman padi, tropikal basah, sejak zaman batu halus.   Sampai zaman perunggu disusul dengan zaman besi  tertandai dari artefak yang ada, mulai berdatangan manusia dari wilayah iklim lain.  Yang termudah mengikuti angin musson barat laut dari  gurun Gobi. Diselingi oleh pendatang dari anak benua India dari teluk Benggala dengan jumlah yang besar. Kenyataannya dalan sejarah, perpindahan  kelompok  besar sampai 20 000 orang untuk membangun Negara baru  datang dari teluk Benggala sudah zaman awal zaman pertengahan dengan misi menguasai jalan laut di Samudra Hindia, dan pegembangan agama Budha. 
 Pendatang  dari China, sesuai dengan irama perang dan damai antar negara asal,  dan gagal musim di China selatan berturut turut , tidak pernah dengan orgaisasi besar besaran seperti pendirian wangsa Syailindra/ Budha.
Organisasi masyarakat di India sudah dianut  sangat lama, masyarakat berkasta, dengan pengaruh suku Aria yang mendominasi sebagian besar anak benua India ke selatan tempat suku Dravida.  
Kelihatannya sudah sangat stabil.
Sedangkan di Anak benua China, mereka puas  dengan anggapan mereka, bahwa China adalah pusat Dunia, jadi kena apa harus jauh jauh pindah.   Jadi perang penaklukan sangat tebatas  diantara  kerajaan kerajaan di daratan kadang sampai ke Vietnam danThailand.  
Beda sikap antara pendatang dari India dan pendatang dari China.  
Bagi pendatang China, penguasaan perdagangan  sudah cukup untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Meskipun belakangan diantara mereka sampai posisi Bupati, baik diangkat oleh Sultan maupun oleh Gupernur Jendral Belanda..Hasil perkawinan antara Pangeran Penguasa setempat dengan para putri dari China atau Champa sering menjadi Raja yang sangat terpuji. 
Sedang pendatang dari India waktu itu tujuannya  adalah melaksanakn misi penguasaan wilayah jalan laut, dengan pengembangan budaya mereka Hinduisme dan Budhisme.  Makanya mereka memilih Palembang sebagi stronghold untuk menguasi jalan laut selat Sunda sekaligus Selat Malaka. Migrasi besar besaran sampai rmbongan 20 000, mendirikan koloni di sungai Musi, dan Batanghari, komplit untuk suatu outpost sebagai stronghold. 
Sebaliknya, Brahmana Hindu di Jawa sering mendukung Orang Kuat setempat yang setia berbakti kepada mereka, menjadi Raja, bukan dari wangsa Ksatrya India.
Mungkin  pendatang dari padang pasir, juga punya missi sama dengan pendatang dari India, hanya jarak wilayah dari negeri asalnya sangat jauh dan jumlah mereka tidak akan  bisa banyak, itu saja. Tapi semangatnya sangat dominan.  
Sebenarnya Islam dibawa ke Pulau Jawa oleh orang dari  Yunan, sebelah utara  Parsi, masuk wilayah China. Mereka bukan dari Padang Pasir, dan bukan dari anak benua India dan anak benua China, merunuti sungai yang Tse sampai jalur pelayaran tradisional laut China Selatan, mengkuti angin muson dari Asia tengah ke Australia. 
Coba pikirkan apabila mereka dari Padang Pasir, pasti kejadian seperi di Sumatra,  terjadi juga di pulau Jawa ( Kedatangan utusan dari Ulama Islam suni utusan wangsa Mamluq dari Mesir), memicu perselisan antara para pengikut Hamsah Fansuri dan Nuruddin ar Raniri. Munculnya tiga serangkai penyebar aliran Wahabi dari Arab, pada penghujung abad ke 18, Warga Sumatra barat yang kembali dari belajar disana, H Miskin, H Piobang dan H Sumanik, memicu perang Padri, antara kaum Pemurnian islam dan kaum islam Adat, meskipun sudah Islam. 
Mulanya Islam masuk di tanah Jawa bersama dengan kebudayaan toleransi, ( kartel bermoral ) dari pedagang China, dan filosofi  hidup serta teknologi ( pencetakan sawah dari rawa seperti di Mesopotamia) dari Parsi, Jadi pemimpin sangha dari Budha – mudah menerima ( lain dari Budha di Myanmar dengan islam di Bangladesh menyangkut Rohingya), juga oleh kaum brahmana Hindu Jawa karena semua sama dalam memilih hidup zuhud, daripada kehidupan  duniawi yang mewah,(.diwilayah ini sangat  nyaman).   Khilafah ( politik) dunia Arab, India dan China,  jauh dari kehidupan rakyat setempat  sehari hari. 
 Hanya, ketakutan yang mendalam sampai sampai ketingkat psichosis massal “takut akan kelaparan” berbeda beda antara bangsa bangsa pendatang itu.
Mungkin, dalam rantai DNA para pedatang itu, makin dekat asal mereka dengan ligkaran kutub, semakin tanah dan iklimnya tidak bersahabat, makin parah penyakit itu. Terserap  di badan mereka. Tidak heran bahwa dalam daftar nama Panama Papers diantara 2900 lebih para pencoleng pajak kekayaan, 80 %nya adalah keturunan dari etnik China, meskipun sudah ganti naman dengan nama jawa/ Indonesia, yang sangat menyolok menterengnya – sering ada kombinasi  dengan nama Eropa yang tak kurang modist, tapi kita tetap tahu. Mereka lebih dari lima keturunan di Indonesia.  Dari https//indocropcircles wordpress.com/2016/04/06/inilah-nama-indonesia-di-panamapapers-alphabetical-order.

 Bagaimana tidak bisa berkontroversi  dengan filsafah  hidup jawa, yang orangnya tidak pernah takut terhadap kelaparan selama hidupnya karena iklim yang menunjang  falsafah hidup yang diwakili oleh RMP Sosrokartono. Falsafah hidup orang Jawa:

Nrimah mawi pasrah                                           menerima hidup dengan berserah diri kepada Allah apa adanya

Tanpa pamrih tebih ajrih                                    tidak berpamrih untuk pribadi dan kelurganya,  jauh dari  takut

Langgeng tan hana bungah tan hana susah    datar tidak dipengaruhi  senang dan susah

Anteng manteng  sugeng  jeneng.                        Dalam diam berkhalwat kepada Allah, dalam begiat  di ajang penghidupan,  dengan prinsip  tegas dan tegak,  teguh dipengendalian diri, bukan meuntut orang lain.

Ini menjadi sikap Presiden kita sekarang, semoga Allah melindunginya.  Yang tertera diatas, adalah  sikap  untuk pengendalian diri.  Sikap pribadi terhadap hidup bermasyarakat, seperti yang diteladani oleh RMP Sorsrokartono.  Juga:

Sugih tanpa bondho                   berbagi tanpa bisa habis - rakhmat Allah ( kekayaan bentuk bentuk yang lebih baik), oleh si tanpa harta.

Digdaya tanpa aji                       sakti  tanpa  pertolongan gaib, KECUALI PEERTOLONGN ALLAH

Nglurug tanpa  bala                   mendatangi kubu lawan, tanpa pasukan

Menang  tanpa ngasorake.      Menang tanpa mengalahkan lawan.         

Sampai seberapa sih anda dibikin miskin oleh pajak kekayaan ?  Apa nunggu sampai rakyat menuntut dengan sungguh sungguh PEMBUKTIAN TERBALIK  dikenakan pada kalian,  asal usul dari harta kekayaan anda yang sengaja anda senbunyikan  ? Pemerintah Indonesia perlu tahu kegunaan uang ini apakah untuk kulakan narkoba, kulakan senjata teroris, membayar assasin/terrorist, atau kejahatan yang lain ?

Kami lebih senang bila politisi kami, berani terbuka, menunjuk hidung koleganya yang terlibat dalam menumpuk kekayaan haram.  Apalagi telah ketahuan digondol disembunyikan keluar negeri.

Telah disebut para “nama besar” oleh terdakwa korupsi dalam proses pembuatan E-KTP misalya. E e ternyata hanya nama dari feodal puak, feodal kampung yang kerdil, gemuk dan plontos penuh hawa bafsu.  Tanpa malu malu malah berbohong didepan hakim. Untung judikatip masih mengadakan peradilan setengah  terbuka, jadi rakyat tahu. Dengan semboyan - “Biar langit runtuh asal keadilan  dapat ditegakkan”- Fiat justisia, ruat coelom

Kok sampai ketahuan tapi malah masih lari, menyimpan harta anda di Negara Pembajak, dibatu dengan warga sepuaknya yang sangat jumawa, karen hitungan bondho donyonya.  Kami  sangat senang apabila anda sadar, bila tidak silahkan jadi warga Negara lain. Kami lebih senang   *)


Selasa, 13 Maret 2018

BIOLOGI DAN ANTHROPOLOGI

BIOLOGI DAN ANTHROPOLOGI, ADALAH ILMU ALAM HIDUP.  PANTAS DIPELAJARI OLEH PARA KAWULA MUDA DARI SEMUA AGAMA.

Pada zaman modern ini, ilmu Biologi sudah tidak banyak mengandung spekulasi lagi, seperti abad yang lalu.
Dua abad yang lalu bahkan ilmu Physica yang mempelajari semuanya mengenai benda mati, masih banyak wujud fisik benda yang masih “diandaikan” saking kecilya, seperti atom dan molekul, jadi masih bisa diragukan,  pada abad pengandaian itu semua perhitungan yang menyangkut benda yang diandaikan keadaannya, sudah sangat mendekati kenyataannya. Sampai seabad yang lalu ilmu physica masih meninggalkan suatu teka teki mengenai wujud dari sinar, berwujud gelombang medan energy  atau partikel berkecepatan tinggi sampai diukur kecepatannya ketemu 360 km/detik – Menurut penilitan Huygens, Maxwell, sinar adalah energy gelombang electromagnetis dengan seluruh parameternya sudah ditemukan, setelah dilewatkan ktistal berupa  prisma  seberkas sinar bisa dibelokkan waktu masuk substansi bening dengan sudut tertentu dan keluar dari substansi itu ke udara kembali  dengan terurai menurut panjang gelombangnya, makin pajang gelombangnya makin sedikit sudut belokannya dehingga berkas sinar campuran panjang gelombang itu  terurai menjadi spectrum panjang gelombang sinar, urut dari yang terpendek ke yang terpenjang dari merah oranye ke ungu sesuai dengan panjang gelombangnya.
Tapi menurut Newton seberkas sinar adalah pertikel benda berkecepata tinggi.  Mewton juga membuktikan bahwa sinar tertarik oleh gravitasi – pada perjalanan sinar dari satu sumber yang sangat jauh dari bumi, mestinya sumber itu belum nanpak atau sampai dimata pengamat, bila diasumsikan bahwa dia merambat lurus,  sesuali dengan  perhitungan  jarak sejauh itu, kenyataannya sudah nampak didepa mata pengamat.  Ternyata di tengah tengah lintasan yang lurus itu berkas sinar ini hampir mnyinggung  satu benda masif yang gravitasinya besar sekali, menarik berkas sinar tersebut,  sehingga trajectory-nya melengkung sedikit, jadi bisa sampai ke mata pengamat di bumi,    karena tertarik gravitasi, jadi seberkas sinar adalah materi/benda berkecepatan tinggi, bukan seberkas   gelombang energi berkecepatan tinggi yang melintas.  Sekarang sudah menjadi jelas kenyataan alam adalah mendua yang tak terpisahkan,  jadi sinar berwujud materi dan energy sekaligus, menurut hukum-nya  E= mv2 dimana E adalah energy dan v adalah kecepatan sinar dalam km/detik,  jadi sinar itu dalam keadaan energy dan materi sekaligus, dalam kecepatan tinggi.
  Pada pertengahan abad 20 sampai kini, energi ikatan atom sudah bisa di extract, artinya bila atom pecah energy ikatannya pasti keluar, dengan memberikan tekanan yang super tinggi, kecepatan yang sangat besar kepada atom U 235 dikenal dengan massa kritisnya supaya terjadi reaksi pemecahan atom Uraniun secara berantai,   reaksi fusi  antara isotope Uranium 235,  karena dimampatkan secara luar biasa ( belahan massa kritis Uranium dimasukkan dalam bejana alloy baja super kuat, didalam bejana itu kedua belahan Uranium yang sudah diukur mencapai masa kritis ditumbukkan dengan ledakan TNT – (trinitro tuluen misiu moderen),  tumbukan dahsyat terjadi antara belahan masa kritis Uranium 235  dalam tekanan super tinggi, maka terjadi fisi (pemecahan) andara atom U 235, Pu 239  belahahan isotop Uranium yang ditimbukkan dengan kecapatan tinggi  sebagian dari massa kritis itu hilang, berubah jadi energy murni, setara dengan puluhan ribu kilo  TNT,  dalam  seper-iota detik terjadi reaksi berantai pemecahan atom Uranium dalam waktu sangat sangat singkat.
https://id.wikipedia.org/wiki/Senjata_nuklir. 
Dengan membebaskan energy ikatan atom masa kritis inti Uranium  keburu bereaksi fisi berantai dengan mengeluarkanen energy E = mc2, berupa ledakan dahsyat, menyebar partikel abu atau lebih kacil dari debu uranium dan unsur atom lain yang radioaktip, penyinaran alfa beta dan gamma.
BIla ledakan bom nuklir Uranium 235 ini dengan metoda yang sama dipakai buat menumbukkan atom Hydrogen sejumlah massa kritisnya, akan terjadi reaksi fusi ( penyatuan) antar atom Hidroigen berantai,  menjadi Helium dengan sebagian massa yang hilang menjadi energy murni – setara. –dinamakan bom Hydrogen. Dengan energy ledakan setara puluhan mega ton TNT. Berupa ledakan yang super dahsyat menyaingi matahari.
Sampai ditingkat itu pengetahuan  manusia mengenai alam benda. Dan sampai disitupun Allah masih membiarkan manusia berexperimen perkara ilmu dunia ini. Meskipun kerusakan yang ditimbulkan oleh energy nuklir sudah sangat besar.

Mengenai ilmu makhluk hidup yaitu Biologi dan Anthropologi, yang menjadi issue utama mengapa kedua ilmu benda yang  ini menjadi bulan bulanan kecurigaan dan dimusuhi oleh Agama zaman yang ada sekarang.  Karena  ajaran Agama agama terutama agama samawi, sampai wahyu Illahi yang diterimakan oleh malaikat Jibril dari Allah kepada Rasulullah Muhammad salallahu alaihi wassalam, yang membawa ajaran terakhir, Islam. Menerangkan bahwa Adam dan Hawa adalah kakek moyang seluruh manusia di dunia, hanya mampu diteruskan oleh para ulama secara doktriner.
Sedangakan islam dalam ajarannya mengajarkan jangkauan yang sangat luas, sunnatullah. tentang hukum Allah yang semua ciptaanNya mesti patuh, termasuk hukum gravitasi !  ( ceramah Cak Nun). Islam juga mencakup  hukum Allah jang mengenai alam  seisinya. Pegetahuan kenyataan mengenai itu diberikan sebagai petunjuk yang diperlukan oleh manusia sebagai khalifah Allah di Bumi. 
Jadi petunjuk petunjuk ini bukan doktrin, tapi memiliki latar belakang sejak waktu diwahyukan, sampai sekarang  masih ada yang belum terbuka oleh akal manusia walau oleh ulama Islam yang palung jamhur sekalipun. Sayangnya belum ada yang setara  Dr. Baiquni alm.
Tanpa ilmu pngetahuan tentang materi/ benda, dengan penelitian dan upaya mempelajari yang berkelanjutan, yang sayangnya ditinggalkan  oleh para ulama islam selama abad abad terakhir, terhanyut oleh pertentangan hujjah masing masing untuk mencari pengikut, guna mendukung sistim feodal para Sultan dari suatu dinasti, yang memberikan upah besar.
Ilmu Biologi dan Antropologi – adalah benteng terakhir, yang dipakai oleh golongan manusia yang akal budinya sudah dirasuki  oleh pekerjaan pakarnya penyesatan, yang adanya bersama alam hidup manusia, untuk mencari korban dengan kegalakannya membela agama, malah membela Allah ! dari kejahatan orang kafir.
Bila diwaktu lampau ilmuwan  Physica cabang Astronomi dan Matematika sampai dibakar dan disiksa oleh ulama agama sebelum islam, hanya berdasarkan kesimpulan penelitiannya bahwa planet bhumi mengelilingi Matahari. Ternyata oleh sarjana islam telah dibuktikan kebenarannya, dan dipergunakan dalam perhitungan yang lebih tepat dalam kalender islam.  
Maka dalam ilmu Biologi dan Anthropologi akhir abad 20 para sarjana meraba bahwa “code” semula dinamakan gene yang satu abad yang lalu masih hipotetik, kemudian ketemu, dia adalah akibat konstelasi deretan pada ikatan melekul molekuk double helix, molekul molekuk dasar hidup golongan protein DNA, bisa berubah, sebagi reaksi terhadap lingkungan hidup dalam jangka  sepanjang waktu zaman geologi – selama jutaan tahun melakukan evolusi -  Sehingga ilmu pengetahuan cabang Paleontologi, Archeologi,  menemukan satu teori berdasarkan fosil fosil dan artefak yang bisa menunjukkan bawa dengan dasar evolusi ini,  juga berlaku kepada salah satu  dari beluarga genus Primata, kera yang tidak berbulu berjalan tegak, telah mengembangkan diri setelah jutaan tahun berevolusi menjadi Homo sapient – manusia perfikir.
 Penemuan ilmu benda ini dianggap oleh para ulama semua agama sebagai menentang keterangan dari Langit, bahwa manusia keturunan Adam dan Hawa – ciptaan Allah di design untuk mendiami jannah oleh ajaran Islam, garden of Eden dalam Kristianity,Hindu menyebutnya  Swargaloka, Nirwana dalam Budha, yang diturunkan ke dunia karena suatu kesalahan.
Hanya pada tahun 1965  saya diberitahu oleh seorang Ulama Islam, Kiai Qudratullah dari Banten, yang kemudian diangkat jadi Anggauta Konstituante zaman awal pemerintahan Jendral Suharto, bahwa Adam dan Hawa, semula penghuni Sorga, berbuat  pelanggaran terhadap pantangan yang diperintahkan oleh Allah sendiri, dihukum,  diturunkan ke Bhumi.
Selanjutnya, keterangan tafsir Kiai Qodratullah ini kepada saya dan beberapa orang sesama tamu pengajian yang datang awal, Adam dan Hawa ini penghuni alam yang lebih tinggi dimensinya dari alam dunia, lebih halus. Di bumi serba benda materi energy yang lebih kasar dari alam Jannah, tentu saja wadag/matter-energi  yang mendukung Adam dan Hawa itu tidak cocok dengan  kondisi matter/energi alam Bumi ini, sedang di bhumi sudah berevolusi jutaan tahun warga genus Primata, telah sesuai, berkembang cocok dengan tugas Adam dan Hawa menjadi penghuni bhumi, maka Rokh dan wadag Adam dan Hawa melarut dalam wadag Pitecanthropus ini, ikut merubah code DNA-nya cocok untuk hidup di bhumi. Sesuai dengan petunjuk Allah,  "jangan kawin dengan saudara pasanganmu sejak lahir" sambil digoda oleh Iblis,  malaikat yang enggan bersujud kepada manusia Adam, dan diberi tangguh hukumannya, toh ada pasangan yang irihati, menimbulkan pembunuhan antar bani Adam yang pertama, emang Iblis ada hanya untuk menyesatkan semua keturunan Adam dan Hawa di dunia. Kenyataannya DNA manusia purba jenis Naendertahl yang punah,  tidak terkandung di konstelasi DNA manusia purba keturunan Adam  dan Hawa,  punah karena gagal berevolusi mereka memlilih inbreeding diantara mereka sendiri,  tidak tersentuh pasokan energi, yang tercetak pada code DNA nanusia kerturnan Adam yang unggul  karena energy yang mengubah code DNA dari Jannah, tertampung di konstelasi DNA keturunan Adam. Rokh pemberian Allah, Sang Maha Energi.

Keterangan Kiai Qudratullah ini diberikan kepada saya hanya dengan menggumam saja, sambil lalu, sambil nyeruput kopi. Bagi saya yang pelajar ilmu Biologi induk dari ilmu Pertanian, adanya petunjuk seorang Ulama Islam yang ini, sangat melegakan, memberi kesan sampai sekarang.
Jadi saya tidak perlu membantah theory evolusi makhluk hidup dari  Charles Darwin, dan sarjana pengikutnya selama seabad meneliti, kemudian sudah susah payah menyediakan bukti bukti fosil  hasil penemuan dari seluruh dunia dan tidak perlu berseberangan dengan wahyu Illahi yang di sampaikan pada Rasulullah Muhammad salallahu alaihi wasallam, sebagai Rasul penutup Allah.
Saya kira pendapat ulama islam ini bisa menjahit keterangan yang terpisah antara ilmu hayati benda dan ilmu ukhrowi islam. Dan bisa menerima bahwa evolusi kearah penyesuaian diri kearah yang lebih cocok lebih sesuai dengan lingkungannya akan menjadi landasan untuk meneliti alam hidup. Jadi dengan mempelajari Biologi, para santri agama apapun juga bisa tenang dan memberi sumbangan kepada perkembangan manusia dengan leluasa, memandang secara hormat sesama makluk hidup yang mampu bertahan sampai sekarang, dari situasi alam gurun kering dan panas sampai kekutub yang dingin membekukan. Lebih bagus lagi, mengerti bahwa perubahan  sosok manusia lahiriyah dan bathiniah disebabkan oleh keadaan lingkungannya. Apa bila menelaah sejarah manusia dalam Anthropologi, pasti dicari, kapan dan bagaimana, terjadi perubahan apa di bibidang materi -  manusia – bisa teknologi bisa ekonomi – bisa budaya. Ini penting untuk menangkap sebab utama evolusi manusia  menurut sejarahnya. Jadi perubahan dari budaya Hindu ke budaya islam di pulau jawa adalah hasil kerja fisik para wali islam tanah jawa – bukan dari kesaktiannya atau pusakanya – tapi dari kemampuannya mengerahkan para santrinya mebangun sawah pasang surut dari sawah rawa. !!!!! Disertai ajran yang lebih pasti dari islam, keempat empat ilmu Islam sekaligus, sebagai imbangan bobot. 
Makanya perkembangan masyarakat islam ada di Gresik, sebab dekat sekali dengan rawa delta bengawan Solo – dirawa ribet oleh nyamuk, lebih nyaman tinggal di bukit gersang Gresik. Bagitu pula di Demak Bintoro yang dikelilingi rawa besar – para wali tanah jawa juga mencetak sawah dari rawa  yang lebih besar dengan teknologi dari Mesopotamia dimana salah satu wali ini mencangkok ilmunya dari kebudayaan Parsi yang telah maju semenjak zaman Babylonia.

Begitu pula  suatu anjuran islam yang mengganjal masyarakat kawasan tropik, tentang aurat perempuan yang harus ditutup pada bentuk dewasanya, mengenakan burkah. Agak aneh memang, bila muslimah petani sawah harus menutup semua auratnya waktu bekerja disawah dengan burkah dan cador, terpisahan formal tempat antara lelaki dan perempuan dewasa dalam masyarakat muslim, bila bekerja disawah.
 Pada ceramah cak Nun, dinyatakan bahwa para peserta pemerhati ceramahnya tidak dibedakan antara lelaki dan wanita dewasa, semua berdesakan duduk rapi dengan santai di lantai tikar, sebab neskipun ada petunjuk yang jelas di ajaran islam, tapi pandangan cak Nun dan para peserta ceraman itu malah tidak merasa mereka lelaki atau perempuan, semua asyik dalam menyerapi isi ceramah dan guyonannya, bahkan waktupun tidak mereka rasakan, sampai jam 3 menjelang pagi.  Untung saya tidak bereaksi  terhadap “penyimpangan” dari petunjuk itu.
Hanya dari ilmu Biologi, didapatkan bahwa perbedaan gender secara biologi dan fisik adalah keniscayaan dalam alam hidup tingkat tinggi. Perbedaan gender ini merupakan satu upaya besar alam hidup untuk menjalankan fungsinya – reproduksi- keturunan satu species yang beda kondisi hidupnya supaya kerturunannya lebih adaptive dengan lingkungan, maka hanya difungsikan sementara makluk hidup dalam tahap yang paling prima, untuk melakukan tugas lebih lanjut, memelihara keturunannya, makanya kita harus hormati, dan mengerti maksudnya.
Biologi menemukan, semakin tua umur makhluk  perilaku gender ini terbalik, sebagai konsekuensi beberadaan banjir dan surutnya hormone perkembang biakan, disebabkan bertambahnya usia makhluk hidup.
 Seekor ayam betina, setelah semua tunas telur di ovariumnya habis, bila  masih bertahan hidup, si babon tua ini berubah watak jadi jago, lebih berani dan agresif. Sebaliknya ayam jago tua, bila hidup sesudah fungsi penghasil gamet jantannya habis,  jago tadi beralih jadi berwatak  babon, kurang agresif dan tidak galak.
Pada manusia juga demikian. aurot jenis perempuan dan jenis lelaki sangat berbeda dalam fungsi gendernya.
Gender jantan  menentang lingkungan alam demi bertahan hidup puak dan keluarganya,  semua saraf perasa dan peraba dibawah kulitnya menjadi tumpul, otot ototnya menjadi kuat dan hormone tubuhnya masih membanjir, menciptakan kejantanan. Sebaliknya gender perempuan pada manusia, karena  proces regenerasi  species manusia relatip lambat dan pemeliharaan bayinya lama dan harus penuh perhatian, perlu kelembutan dan kemesraan seorang ibu.  
Maka saya curiga ( sebab saya lelaki tua – fungsi gender saya sudah berlalu ) sistim syaraf peraba dan perasa pada seluruh kulit wanita muda yang tiba waktunya menjalankan tugas regenerasi,  ter- reorganisasi menjadi sangat peka  bersinergi dengan rangsangan organ seksual,   langsung terhubung dengan kelenjar hormone progesterone,  jauh lebih mudah untuk terangsang menjalankan fungsi regenrasi, artinya mempertemukan gamet jantan dan betina.   Ini fungsi alami yang sangat murni yang  Allah  menciptakan, makanya nyaris tidak dapat ditolak.
Itulah sebabnya aurot wanita dewasa dalam islam adalah semua bagian badanya kecuali bola mata dan telapak  tangan.
Sementara ulama islam berkutat dalam melaksanakan perintah Allah mengenai pemakaian burkah dan cador bagi wanita dewasa. Tidak dilengkapi dengan ilmu pengetahuan, meskipun hanya untuk menyadari apa adanya. Tidak rela ilmu mecampuri urusan akidah dengan menafsirnya secara ilmiah, meskipun hanya mengerti, tidak membantah. Akidah itu doktrin, harus diikuti tanpa tafsirapa apa. Sebagai doktrin wanita harus memakai hijab, titi. malah dituruti oleh kaum wanita bahkan anak anak pada musin dingin di Negaranya Masha dengan bweruannya, sebab disana amat dingin
Menjadi galak karena membela perintah Allah. Efeknya sweeping yang membuat geger.
Malah hukum posititive Barat dengan pengatahuan Biologi dan Anthropologi telah mwengundangkan pasal bahwa lelaki dewasa dapat dikenai hukuman berat bila tanpa izin/persetujuan  pelapor, sengaja meraba dengan maksud, seorang wanita dewasa. Malah pemerkosaan coitus selanjutnya tidak dikenakan pasal kejahatan dengan hukuman. Text Hukum ini juga berlaku di Indonesia, jadi seorang Hakim harus sangat bijaksana menilai perkara pemerkosaan, terlebih situasi dan kondisi  perkara in jauh sebelum kejadian. Begitu pula situasi dan perlakuan formal yang ketat harus diberlakukan terhadap hubungan client pasien  dan dokter Spesialis Opstrisi dan Gynaecology, code of conduct ini dikeluarkan oleh organisasi Ikatan Dokter Indonesia IDI dan assosiasi medis internasional.

Saya anjurkan, para muda usia mengerti biologi sebagai ilmu alam hidup supaya tidak menyalah gunakan ciptaan Allah yang sangat diperlukan, berlaku hormat kepada tugas mulia seorang ibu, yang sangat dibanggakan memuliakan, yaitu  para ibu sebagai sunnah Rasuluullah Muahammad salallahu alaihi wassalam, yang sangat diingat oleh para ummatnya.
Karena kelangsungan hidup species manusia, paling kurang sampai bisa mencapai derajad menjadi benar benar khalifah Allah di bumi yang menjadi rakhmat Allah pada alam semesta, sebelum kiamat.
Jadi meskipun pernyataan cak Nun benar dan lebih masuk akal, lebih manusiawi, tapi pelajar Biologi masih bisa menambahkan dengan meyakinkan, dapat menggali kebenaran yang ditengarai oleh perintah agama islam.  Lagipula, semakin maju kebudayaan manusia. Semakin tinggi  derajad ilmu pengetahuan benda, berimbas pada derajad manusia, semakin empan papan, bisa meletakkan semua dalam proporsinya, tanpa suatu paksaan atau ganjaran dan hukuman.
 Jadi sweeping kepada buruh perempuan bila pulang dari shift malam tidak ditangkap oleh Peraturan Daeran Banten yang merasa sangat islam, menggebyah uyah menganggap wanita yang masih dijalan waktu malam pelacur, oleh mayoritas pemilihnya santri wahabi, sehingga Bupatinya dan kroninya khalifazah ratu korupsi kabupaten Banten, malah terpilih, dapat dihindarkan.

Saya malah menandai bahwa larangan dan anjuran islam itu cocok dengan harkat manusia seluruh dunia mau atau tidak mau.
Mushaf Al Qur’an di tulis dalam tulisan dan bahasa Arab, sehingga untuk mempertahankan kemurnian makna surah surah wahyu illahi ini menggunakan bahasa Arab dalam sholat, tentu saja diluar sholat tafsir dan terjemahan selalu dianjurkan. Begitu sulitnya bagi orang awam untuk mengupas maknanya’
Tapi sudah tiga abad huruf angka Arab dipakai oleh orang sedunia, karena  lebih praktis dari lambang bilangan bahasa apa saja tanpa disuruh atau di demo. Bahkan semua calculator dan computer sudah menggunakan angka lambang bilangan Arab.

Puasa, sulit dan berat sekali bagi mereka yang tinggal di utara atau selatan khatulistiwa, di lingkaran kutub, dimana siang hari pada musim panas,  siang hari sangat panjang, matahari tenggelam hanya sebentar, kan antara sahur dan buka puasa sangat lama ? Karena islam tidak mempersulit orang, maka menyesuiaka dengan jam buka puasa  orang di sabuk tropis, saya kira ndak dilarang,  syah syah saja. tapi yang kita belum mengerti mengapa kok buka memakai tanda tenggelamnya matahari.
Sebab Biologi belum meneliti, hubungan  metabolisme penimbunan dan pemakaian carohydrate dalam bentuk lemak manusia dibagian bumi yang musim panasnya hari terang sangat panjang, matahari tidak kunjung tenggelam, jadi menunggu buka puasa sangat lama, dibanding  dengan  metabolisme persediaan lemak di sabuk tropika jang panjang harinya hanya 12 jam.
Jang jelas nampak di lomba “American Ninja” disiarkan dari TV kabel, pemenang  loncat keseimbangan+ manjat tali +,  begantungan dan melompat sambil memanjat dinding, pemenangnya selalu bertubuh nyaris tanpa lemak, seperti orang Pakistan dan China Selatan, malah ada wanita muda yang tingginya hanya 155 cm,  ceking, hampir mirip  siamang, lebih berpeluang menang dari yang berbadan berisi dengan otot kekar a’la orang Caucasoid dari sub tropic, sangat mengesankan tapi banyak gagal.  Apakah penimbunan lemak itu semacam tanda lemahnya fisik manusia, terutama jantung, yang secara berkala harus melakukan puasa satu bulan penuh ? Dengan puasanya  itu jangka waktu berpuasa berubah dari tropic ke sub tropik harus semakin panjang. ? Jadi ulama Islam di sub tropic  harus sangat hati hati membuat fatwa bisa berbuka nurut jam sabuk tropika, apa jam matahari terbenam. Paling sedikit Biologi cabang kedokteran manusia, terutama ulama islam harus meneliti ini. akibat secara fisik, lha secara bhatiniah gimana menghadapi umat islam yang lebih rasional? Dan masih banyak lagi yang perlu mendapatkan pemahaman baru yang cocok dengan kondisi alam pikiran manusia moderen, perlu digali.
Di Nusantara, sejarah menunjukkan, bahwa sikap santri islam yang menentang penjajahan secara uzlah hampir seabad penuh dari usaha pejajah dengan etische politiek mereka, meng-introduksi pendidikan Barat - Menimbulkan ekses dalam pendidikan a’la santri pondok islam, menjauhi ilmu pengetahuan dengan metodologi modern, terlebih ilmu  Biologi dan Anthropologi, apalagi falsafah ilmu benda, karena falsafah ini pegangannya orang kafir, komunis, ilmu yang semestinya memudahkan pola berfikir mengenai alam benda dibulet buletka dengan sengaja oleh kekuasaan gereja zaman pertengahan, menimbulkan ketimpangan yang melebar dengan jalannya waktu, karena falsafah ilmu benda memudahkan menelaah segala kejadian alam kita,  penguasaan ilmu adhikodrati/ laduni bukan suatu yang bisa dipelajari, itu karunia Allah yang   Allah kapan saja  bisa mencabut kembali,  menguarkan kabisaan atas ilmu ini  menimbulkan segala  tindakan kesombongan kosong,  yang menghambat dinamika masyarakat, sangat perlu mendapatkan perhatian dan koreksi. Terutama pandangan para Kiainya. Pemimpin pondok pesantren Kiai, rata rata dihornati nyaris seperti rector perguruan tinggi. Nggak apa apa asal sesuai dengan isi pribadinya terutama kepiawaiannya dalam falsafah segala ilmu. Memang orang jawa mengenal pepatah menggambarkan kemurahan Allah, yaitu ma’unahnya para santri, karomahya para Wali, dan mu’jizatnya para Nabi.


*)

Sabtu, 10 Maret 2018

MAKNA TEMBANG ILIR ILIR, GUBAHAN PARA WALI ISLAM JAWA

quote dari blog ini:
BAGAMANA PARA ULAMA ISLAM DI PULAU JAWA MENGINGATKAN UMMATNYA PADA ABAD KE 15 -16, ZAMANNYA PARA WALI, DI KERAJAAN DEMAK BINTORO.

Di youtube, cak Ainun Najib, malantunkan syair para wali tanah jawa satu tembang dengan grup musikalnya “Kiai Kanjeng” tembang  “Ilir Ilir”, yang dalam perenungan saya sebagai the last generation of the javanese" orang jawa generasi terkhir:
Ilir ilir….. ilir ilir……..            Oi angin sepoi datanglah 
Tandure wong semilir…..    Tanaman bibit padi disawah sudah bangun
Tak ijo royo royo……….         Begtu hijau berpendar  segar  
Tak sengguh penganten anyar… Kukira penganten baru
Cah angon 2  peneken blimbing kuwi… anak gembala 2 panjatlah pohon blimbing itu
Lunyu lunyu penekna……..meski sangat licin  panjatlah
Kanggo masuh dodot-ira…. Untuk mencucuci kain dodotmu
Dodod-ira – dodod-ira……. Kain penghias pinggangmu 
Kumitir badahing pinggir.. berkibar sobek di pinggir
Dom-ana, jlumat-ana......Jahit dan anyamlah dengan jarum dan benang.
tak enggo seba mengko sore … akan kupakai meghadap nanti sore
Pupung padang rembulane…. Senyampang bulan purnama
Pupung jembar kalangane…senyampang luas lingkaran “halo” sinarnya 
Ya surak-a  surak horee… bersoraklah sorak horeeeee.
 sur
Syair tembang untuk bermain para bocah ini mengandung  pertunjuk yang dalam dan telak bagi kaum muslimin zaman itu di pulau Jawa, sampai sekarang (malah hingga sekarang di seantero dunia), iyarat itu dari upaya cak Ainun Najib berkeliling dunia dengan tembang itu meskipun di tembangkan beramai ramai oleh anak anak dimana mana.( memangnya hidup ini bukan sekedar permainan ?) Lho lah maknanya kok nggak terikut  ???.
Adapun makna yang saya renungkan adalah: 
Situasi lagi sangat baik, pemindahan bibit ajaran baru (di abad 16) sudah  tumbuh berkembang…..bibit padi disawah ditanam bersegi empat seluas sawah dari pembibitan sudah menggeliat bangun. Maksudnya ajaran islam dengan empat ajaran pokok yaitu ilmu ilmu syari’at islam, tarikat islam, ilmu hakikat islam dan ilmu makrifat islam  sudah tumbuh dengan bergairah. Menghijau segar berpendar, begitu bersemangat sampai saya kira temanten baru.       Cah angon2, para gembala umat islam, ulama, nara praja ( abad ke 17), panjatlah pohon belimbing itu , yang  buahnya bersisi lima, yaitu kelima rukun islam, meskipun pohonnya licin, sangat berat. Sebab buah belimbing ini akan aku pergunakan untuk mencuci kain hiasan pinggangmu yang telah kau jahit karea sobek di penggir - tentu saja sobek diluar libatan kain dipinggangmu bagian yang nampak. dan anyamlah menyatu kembali sebagai kain yang bersegi empat ajaran pokok ilmu islam yang akan aku jelaskan, ilmu srai’at islam, ilmu tarikat islam, - ilmu hakikat islam, ilmu makrifat islam. Sebab aku lihat kain dodotmu robek  berkibar kibar di pinggir diluar libatan pinggang,  sebelah luar libatan dodot yang kasat mata, artinya  ilmu syari’at islam dan ilmu tarikat islam, jahit dan anyamlah dodotmu dengan teliti. menyatu kembali utuh sebagai kain bersegi empat artinya segi ilmu hakikat islam dan ilmu makrifat islam yang ada dilibatan kain sebelah dalam. Agar aku bisa memakai kainya untuk menghadap nanti menjelang magrib, sehingga ilmu ilmu ini menyatu keempat empatnya waktu matahari tenggelam  dalam hidupku. Kerjakanlah senyampang  kondisi alammu masih baik. Maka bersoraklah dan bergembiralah dengan bersorak  horeeee.  Kalau saja Dr. Kontowijoyo menyadari mengenai makna tembang Ilir -ilir ini, beliau tidak sampai nyrempet nyrempet ke ilmu Sosiologi dari Barat,  sudah ada di pelajaran para Wali tanah Jawa yang Holistic seperti diuraikan diatas. Sedang Ontology -- dan Epistemology- tidak mengarah ke kesadaran Holistik kehidupan manusia. Walau saya sangat mensyukurinya.            Jadi penghadapan pada waktu magribnya hidup, alias mati, dapat dibicarakan dengan nyanyian permainan anak anak yang gembira diakhiri dengan sorak horeee.

Begitulah ajaran para wali islam di jawa, yang dilantunkan beramai ramai oleh ansambel alat  musik gamelan jawa dan choir Kiai Kanjengnya cak Nun yang selamat sejahtera sampai keliling Dunia, sedang renungan ini ya begini saja, masih untung belum viral dadakwa ilmu klenik, bid'ah  oleh para habib, dan dicerca dan dinista  seperti uraian Doktor dari Amerika Nurcholis Madjid alm. Yang inti dari cercaan itu adalah pesan: 
“Disini, Indonesia sekarang,  banyak orang pandai , al ustadz , al mukharom alim ulama ahli agama islam, buku dan artikel di e-media,  uraian agama islam bejibun yang  didukung oleh Saracen, MCK, dan  khilafah dari Sabang sampai Maroko, kamu ndak usah bergaya merenung dan berfikir sampai warisan para wali jawa segala, tanpa restu para saracen,MUI, khilafah, aswaja, (koma) karena,  selalu saja ada sayap sayap  organisasi organisasi itu  yang lebih  tegas layakya pegas forged in fires yang sangat berbahaya  dan ngawur tanpa kendali dari organisasi induknya, malah dapat dukungan dari anak autis kita yang gagah perkasa” *)
unqoute

Terima kasih, wasalamu’alaikum warahmatulahiwabarokatuh.

Rabu, 07 Maret 2018

YANG INI PEMBACANYA SEDIKIT. ULASAN EKONOMI AMERIKA SERIKAT, DENGAN COPY PASTE TULISAN DR.rAVI BATRA

SEKARANG DAUR ULANG KE 3
DAUR ULANG POSTING TH 2013
Sejak diketemukan Benua Baru ini oleh Columbus, ratusan tahun kemudian berbondong-bondong para
imigran dari Europa berlayar menyeberangi Samudra Atlantik dengan perahu layar. Tujuan mereka
sebagian besar adalah bertani di tanah perawan yang  konon sangat  sangat luas.
Tentu saja sebagian kecil adalah para Pemodal dengan tujuan menguasai tanah seluas-luasnya seperti di    Negeri asalnya. Tentu saja usaha pertanian perorangan ini terbatas luasnya pada kekuatan otot dan alat yang digunakan untuk mengolah tanah, terutama untuk menghasilkan komoditas bernilai tinggi seperti tembakau di Virginia.Yang terkenal jadi lambang WASP adalah penumpang kapal layar Mayflower.
Saya akan sepakat bila kaum ini adalan asal muasal dari semangat Kaum Menengah di sana.
Tentu saja usaha tani, seperti terjadi sepanjang zaman dimana-mana, sangat tergantung dari cuaca setiap musim. Dari cuaca yang bervariasi setiap tahun, para Petani kaum menengah ini nasibnya tergantung. Sebagian kecil dari mayarakat tani dengan semangat kaum menengah ini dapat bertahan dengan bekerja sama satu sama lain membentuk masyarakat tani gotong royong yang peninggalan relic bertahan sampai sekarang seperti masyarakat Amish, masyarakat Mormon dan lainnya, dengan jumlah yang relatip kecil sekali nyaris tidak berarti.
Ketergantungan pada alam dari usaha tani dapat disimak dari dongeng/legenga yang  populer pada jamannya tentang Pengacara Daniel Webster, yang membela petani  kaum menengah, saking putus asanya telah menggadaikan nyawanya kepada si Devil, pembelaannya berhasil, karena para jurinya adalah rokh kaum menengah Amerika juga, yang pada waktu hidupnya pernah gagal, malah telah tergelincir jadi musuh masyarakat.  Peralihan kepada industry adalah keniscayaan, karena semua sarana ada, seperti yang digambarkan pada tulisan Tom Paine “ The Land of Plenty”.  
Sedangkan sebagian besar beralih profesi menuruti gelombang raksasa industrialisasi ini. Karena sebagai pekerja di Pabrik dan pekerjaan yang berhubungan dengan industri tidak tergantung dari perubahan cuaca dan hama penyakit tanaman yang menggagalkan panen meraka setiap saat ada kesempatan, tanah yang makin kurus, lingkungan petanian yang makin rusak.
Tentu saja industrialisasi yang melangkah sangat cepat ini tanpa gangguan apa-apa, karena jauh dari pusaran dinamika masyarakat di Europa. Industrialisasi terdukung baik dari sisi sumber bahan baku, sumber energy maupun dari sisi tenaga kerja, karena dalam tahap awal khusus di Amerika Serikat kaum Kapitalisnya masih berwatak egalitarian, meskipun segera saja diganti dengan watak greedy/hangkara, dan makin “impersonal” yang ternyata hingga sekarang.
Sedangkan watak kaum menengah yang oportunis dan phragmatis (artinya tidak berprinsip) yang mewakili sebagian besar warga  Amerika, telah membentuk watak kaum menengah yang diwakili oleh kaum pekerja kerah putih/white collar workers dan kerah biru/ blue collar workers, membuat kaum Kapitalis yang greedy leluasa membentuk kartel dan mengarahkan APBN- Amerika Serikat setiap tahun untuk membangunkan infra structures demi mereka berkiprah.
Kaum Kapitalis berkerumun di wilayah bahan baku dan energy tersedia murah buat mereka, jalan dan jembatan dengan sendirinya telah terentang kesana semua dari APBN nya yang diarahkan oleh lobby terkuat kaum ini di Senat, Konggres dan badan badan Otoritas untuk mnegerahkan Anggaran Belanja Negara.
Sampai akhirnya sesak secara fisik dan perlu istirahat, seperti ular yang perlu waktu untuk ganti kulit, yang artinya pertumbuhan ekonomi dihentikan, para buruh dirumahkan karena overproduksi.
Sampai para pe lobby di Kongress maupun Senat mendapatkan sebagian besar APBN-Amerika Serikat untuk membangun infra structure baru bagi mereka, yang asumsinya adalah menciptakan lapangan kerja baru. Jadi negara adhdidaya ini sebenarnya hanya jadi alat bon bonan modal untuk membangun infra srucuture baru, yang kaum kapitalis besarnya yang sangat sedikit. ( bon bonannya ndak dibayar lagi, atau dibayar dari setiap pembayar pajak,
Pada upaya pembangunan infra structure oleh dorongan penuh dari APBN semula adalah “infra structure tahap pertama”, yaitu pengembangan sumber daya energy, sumber daya bahan baku, dan seluruh keperluan hunian untuk tenaga kerja (tentu saja khusus yang ini mendapatkan porsi paling kecil, karena tidak ada hubungannya dengan proses produksi yang menciptakan keuntungan). Ini rupanya yang dulu memicu perang saudara, pajak federal dari export diciptakan oleh kondisi saat itu, bagian Selatan dengan produksi kapas mendominasi Dunia  menggunakan tenaga budak, akibatnya harga kapas Amerika tidak tersaingi, tapi infra structure dibangun di Utara untuk keperluan industrialisasi terutama sistim jalan kereta api, yang marak pada era itu. Disana muatan selalu penuh dan lintasannya relatip lebih pendek dari daerah pertanian di Selatan.
Sekarang ini mulailah saya memperhatikan tentang APBN – AS ini.
Pertama telah menjadi pegertian umum, bahwa recesi selalu tertolong oleh pembangunan infra structure industri perang.
Emangnya iya, sekarang Amerika Serikat lagi menyulut perang dimana mana dengan mengaktifkan persenjataan super modern, berdasarkan IT dengan rangkaian electronics yang mahal dan soft wares super canggih, harga infra strukutre yang super canggih ini, harus dibayar oleh APBN – AS berkat para lobbyist Cogressmen, yang mendominasi Sisitim Pemerintahan Amerika Serikat.
Bukan saja industry ini harus dibangun dengan ongkos yang tidak bisa di hemat, tapi kini industry perang dan semua sector industry harus dibangun  pula dengan infra strukutre tahap kedua yaitu otomatisasi dengan dasar IT alias menuju ke penggunaan robot, jadi ongkos pertamanya sangat tinggi, justru akan menyaingi pemakaian tenaga manusia.
Masih ada lagi, demi monopoly ladang ladang minyak dunia, perang Penaklukan diembuskan di Timur Tengah.  Dengan asumsi tentu saja agar orang Amerika Serikat bisa bertahan hidup, kayak kebutuhan akan “Das Lebensraum”nya Hitler. Padahal technology robot yang berfikir masih dalam kontroversi akan “dimiliki” siapa public atau previlegi  si Kapitalis? 
Boro-boro, wong kaum menengahnya malah ditipu kok, dibebani pajak yang mestinya jadi beban Kapitalis super kaya, agar krasan dan mau membuka lapangan kerja, sambil golongan menengah ini dianak-tirikan dari penggunaan APBN-AS, sampai difisit, artinya merendahkan upah dan tabungan hari tua buruh, tahun demi tahun jadi makin merosot,  yang ini sekarang mulai mereka rasakan.
    Makanya semenjak Presiden Nixon, Reagan, dan Obama, pajak orang kaya selalu mendapat potongan agar mereka krasan/tetep tinggal da AS dan perangsang kredit, bahkan untuk ‘bail out’   bank bank wall street yang bangkrut dan subsidi diberikan dengan royal oleh Pemerintahan Presiden Presiden tarsebut agar mereka membangkitkan industry Amerika Serikat dan menyerap tenaga kerja, begitulah yang dipercaya.
     Keserakahan Wall Street dalam menguras APBN -AS ini sangat membuat figure kaum menengah seperti Micheal Moore resah, membuat Profesor Ekonomi seperti Dr. Ravi Batra mengumumkan betapa Presiden Presiden Amerika Serikat Mulai dari Richard Nixon, Ronald Reagan dan Obama sekalipun memanjakan si Kapitalis yang super kaya tambah kaya, malah menciptakan lapangan kerjanya hanya sedikit, dibandingkan dengan 3 billion dollar yang mereka terima ( Simak tulisan Dr. Ravi Batra, simak kegiatan Michael Moore dengan OWS (The Occupy of Wall Street), di  Google dengan kata kunci Dr. Ravi Batra mengenai The Occupy of Wall Street, yang merupakan tanda tanda bangkitnya kepentingan kaum menengah yang seharusnya hidup berkecukupan ini.
  Dengan meniru persis prilaku para Presiden Amerika Serikat sejak Richard Nixon sampai Obama, kita punya Penggede berharap dapat dukungan dari Amerika Serikat, umpama mem “bail out” bank Century jang 6,5 trilliun rupiah yang malah dimainkan oleh penipu, bungkam terhadap adanya outsorching  tenaga kerja, memberi kredit dan hak ex territorial kepada Perkebunan HGU raksasa a’la Industri Gula di Lampung, menghadiahi Hartati Murdaya Poo dengan 75 ribu hektare lahan di Sulawasi untuk dikuasainya sebagai HGU termasuk menambang apa saja yang ada disana, membiarkan Lapindo keluarga Bakri mengobral janji thok mengganti rugi mereka yang tergilas lumpur. Apa kita bisa menyalahkan itu Penggede dan Party yang dipimpinnya ?(*)


Simak Tulisan asli Dr. Ravi Batra yang menjadi inspirasi bagi  saya :

The Occupy Wall Street Movement and the Coming Demise of Crony Capitalism
Tuesday, 11 October 2011 04:57By Ravi Batra, Truthout | News Analysis

In 1978, to the laughter of many and the derision of a few, I wrote a book called, "The Downfall of Capitalism and Communism," which predicted that Soviet communism would vanish around the end of the century, whereas crony or monopoly capitalism would create the worst-ever concentration of wealth in its history, so much so that a social revolution would start its demise around 2010. My forecasts derived from the law of social cycles, which was pioneered by my late teacher and mentor, P. R. Sarkar. Lo and behold, Soviet communism disappeared right before your eyes during the 1990s, and now, just a year after 2010, middle-class America, spearheaded by a movement increasingly known as "Occupy Wall Street (OWS)," is beginning to revolt against Wall Street greed and crony capitalism. Will the revolt succeed? It surely will, because the pre-conditions for its success are all there.
The first question is this: Why does rising wealth disparity create poverty? My answer is that it causes overproduction and hence unemployment and destitution. It is all a matter of supply and demand. Inequality goes up when official economic policy does not allow wages to catch up with the ever-growing labor productivity, so that profits soar and rising productivity increasingly raises the incomes and bonuses of business executives. I have detailed this process in an earlier article. Then money sits idly in the vaults of bankers and big-business CEOs and restrains consumer demand, leading to overproduction and hence layoffs. The toxic combination of mounting layoffs and absent job creation raises poverty, which, according to official figures, is now the highest in 50 years.
The next question is: how has the government either restrained wages relative to productivity or made the rich richer and the poor poorer? It is easy to see that almost all official economic measures adopted since 1981 and contained in the following list have devastated the middle class. The list includes:
1. The Reagan income tax cut of 1981 that benefited the rich, but made it necessary to sharply raise all other federal taxes, paid mostly by the poor and the middle class, to finance that tax cut.
2. Unenforced antitrust laws, leading to mergers among large and profitable firms, but killing high-paying jobs in numerous industries.
3. Permitting the oil industry mergers in the 1990s that are now preventing oil prices from falling in the middle of the worst slump since the 1930s.
4. Permitting relentless mergers among pharmaceuticals and health insurance companies, so that America, far more than any other nation, now spends almost 15 percent of its gross domestic product (GDP) on health care that is mediocre by European and Japanese standards.
5. Unchecked use of outsourcing that kills high-paying jobs in manufacturing and services.
6. Ignoring the growth of the trade deficit that has destroyed our manufacturing base.
7. The 1999 repeal of the Glass-Steagall Act under President Clinton that led to reckless lending by banks and an unprecedented housing bubble, which collapsed in 2007 to trigger the ongoing slump.
8. The Bush tax cuts and bailouts that further benefited the rich while nearly doubling the government debt.
9. And finally, the decimation of the real minimum wage by President Reagan and other Republicans. (In 1981 the hourly minimum wage bought $8 worth of goods compared to $6 by the end of Reagan' presidency in 1988,  and to mere $5.15 in 2006 under Bush.)
Looking at this nine-point list, is there any government program that a big business CEO would hate? Stated another way, is there any measure that has helped the middle class? I can't think of any. Thus, over the past three decades whatever the government did, ostensibly to help the people, actually ended up hurting them. Mergers, outsourcing and free trade raise productivity, but also lower wages, whereas the other provisions of the above list directly enrich the wealthy. The nine-point list is really a list of exploitation.
Let us now look at President Obama's record since January 2009 when he took office. The president's first act was to engineer another bailout, à la George W. Bush. The idea was that the $800 billion package of assisting banks and faltering industries would save or create some four million jobs. Did the measure succeed in its avowed purpose?
According to the latest estimate from the Congressional Budget office, the bailout created nearly 1.5 million jobs. Even if we accept the administration's claim of four million, the bailout was extremely wasteful and enormously enriched the rich. Dividing 800 billion by four million yields 200,000. In other words, the government spent $200,000 to create one job. When the average wage is less than $50,000 per year, where did the other $150,000 go? This suggests that companies that hired those four million people received $150,000 for each job they created. Thus, three-fourths of the bailout, or $600 billion, went to businesses, and a mere one-fourth benefited the unemployed. This is the best case for the Obama measure. It is clear that the bailouts, Bush's and Obama's, were extremely wasteful and hugely enriched the opulent.
The fact is that government deficits are not working and have always benefited the wealthy. Not surprisingly, the fastest and the sharpest rise in income and wealth inequality has occurred since 1981, when the culture of mega-deficits first began. Lasting prosperity occurs only when wages rise in proportion to productivity, as was the case through much of American history, especially from 1940 to 1980. Whenever wages trail productivity, debt and profits soar, only to be followed by overproduction and soaring poverty and misery for the middle class. Such was the case in the 1920s and the 1930s and such again has been the case since 1981.
If President Obama really wants to create millions of jobs, then all the economic measures adopted since Reagan's presidency must be abandoned. Of course, the Republicans would oppose him tooth and nail in this resolve; they would scream about the president hurting job creators, who in fact are job destroyers. Big business has decimated American jobs through mega-mergers, outsourcing, oil speculation and by shifting factories to Mexico and China. The nation can only prosper if the destructive ability of job destroyers is restrained through increased taxes or the creation of free markets.
When the government bails out mega banks and Wall Street firms, it amounts to shooting the economy in the foot. Our president seeks to bring about change, which was his campaign slogan. But once elected, he got sidetracked by thinking that change is possible through compromise. This has never happened before. Never in history have the exploited prospered by cooperating with the exploiter.
Compromise is what produced the government's nine-point list of measures described above. The Republicans were able to impose these measures whenever some Democrats compromised with them. When Reagan raised the gasoline tax and excise taxes in 1982, it was through the cooperation of the Democrats, who cooperated again in 1983 when Social Security and self-employment taxes went up sharply to pay for the massive income tax cut of 1981. The repeal of the Glass-Stiegel Act, the Bush tax cuts and bailout were all the handiwork of Republican lawmakers and right-wing Democrats.
America does not need another dose of increased government spending, but a rational economic policy that generates free-market capitalism to take the place of the current monopoly capitalism. In 1776, the nation declared independence; coincidentally, the same year Adam Smith, the father of modern economics, demonstrated how small businesses generate lasting prosperity for all, not just a privileged few. That is what we need again. It is well known that small firms have created the bulk of American jobs in recent years. This is then the best argument for breaking up business conglomerates not only to create jobs, but also to lower the oil price and the cost of health care.
The government should also adopt strong, not toothless, measures to eliminate the trade deficit, which is now running at $500 billion per year. This alone will create five million manufacturing jobs. Eliminating the trade deficit will raise US GDP by the same amount, and to produce that much output, new workers will be needed. Suppose it costs a business $100,000 to hire a worker, including salary, benefits and profit. Dividing 500 billion by 100,000 yields five million. In other words, eliminating the trade shortfall will generate five million new jobs, paying the average wage and benefits.
The trade deficit can be eliminated by setting up a low export-exchange rate, the way China and other Asian nations have done. But first, the government must see the value of balancing our trade and then proper economic policy can be devised to reach the goal.
Outsourcing is now the biggest job destroyer. The government should impose a hefty tax on this practice. This way, if a company has to outsource some work, it will compensate the nation for creating joblessness in the economy. Finally, we need to eliminate the federal budget deficit. This can be done by repealing the Bush tax cuts for the wealthy and by enacting a small tax on financial transactions, while preserving crucial programs for the retirees. There is no reason to cut Social Security and Medicare, because President Reagan raised taxes sharply to guarantee the benefits to retiring baby boomers. In short, President Obama should do away with the nine-point list of exploitation mentioned above. He will then be able to bring about the change that he promised during the election campaign in 2008.
Einstein once defined insanity as doing the same thing over and over again and expecting different results. By now, we should know that excessive government spending is one such insanity. It creates very few jobs and primarily benefits the rich. In fact, I have shown mathematically to some audiences that, under reasonable assumptions, increased government debt goes completely into the pockets of the opulent. As the latest piece of evidence, from September 2010 to September 2011, the deficit rose $600 billion, but only 400,000 jobs were added.
I call upon the OWS movement to demand that the above nine-point list of exploitation be repealed, so that a free-market capitalism of small firms is reborn. This will strengthen the president's hand and enable him to face Republican lies and tactics that are only meant to further weaken the economy and force the president out of power. We need to make sure that Mr. Obama is re-elected, provided he accepts the repeal agenda, because the Republicans always do the same thing over and over, namely make the rich richer and the poor poorer. Additionally, we should also work to defeat Republican incumbents and rightist Democrats who will compromise to maintain the status quo and possibly cut Medicare.
Our efforts are bound to succeed. I am an economist and historian and made many forecasts in the past about the economy and social change. While 5 percent of my economic forecasts have been wrong, to my knowledge I have never made an error about forecasting a revolution. My latest estimate is that monopoly capitalism will go the way of Soviet communism by 2016.
O' brave protesters of the OWS movement, your effort will not only shape the 2012 elections, they will also end, once and for all, the brutality of the rich and powerful, who are responsible for the sorry state you are in. The change that you are about to bring will be glorified as what Abraham Lincoln did for black Americans. I hope that, with your support, Mr. Obama will be the harbinger of that change.
unquote




Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More