Mestinya kaum muslimin garis keras, harus bisa bermanuver dengan lain
langkahselain dari menggunakan momentum sentimen penistaan agama,
kebodohan pengikutnya yang sangat dibuat buat. Seolah olah
Superpower masih bersekutu dengan mereka untuk membendung “domino principle”
dengan tumpukan US dollar, kan sudah dimenangkan, dan tidak akan ada lagi
makan siang gratis bagi mereka. Sayang, era Suharto sudah berakhir, tanpa keberunutngan mereka dsertakan sebagai organisasi, tapi secara individual selalu bisa diikutkan mukti wibawa.
Oportunis ini
harus bermanuver cara lain. Bukan bersandar pada majelis yang membabi buta
bersikukuh minta dihormati bila lagi puasa, berduri duri kayak landak diarena
pergaulan bangsanya yang plural, minta musik dihentikan alunan suaranya di kendaraan umum, sebab katanya islam
melarangnya, tanpa kesejukan toleransi. Enaknya sendiri dengan mudah mengorbankan persatuan bangsanya>
Pemerintahan
Jokowi dan sebagian besar ormas dan orsos Islam, berusaha dan pasti berhasil
mendapat citra sebagai penggerak policy sejuk dan damai dari kaum
muslimin seperti yang digariskan oleh ideology Islam yang
sesungguhnya. Tanpa dirangsang oleh kepentingan kepentingan bantuan
dana dari sana sini seperti biasanya.
Kaum
oportunis ini, berfikir, bisa membela existensi Palstina, sebagai semboyan yang gagah, dengan mengireimkan anggautanya yang sumbu pendek dan berniat mudah masuk sorga, dengan beaya sendiri tanpa pengetahuan perang gurun, atu dipersiapkan buat itu dan didalam negeri
mendukung kembalinya sosok militer dalam dwifungi ( kombinasi yang telah di demonstrasikanoleh Perwra Tinggi angkata muda mudanya secara vulgar) gagal, dipensiun muda.Harapan banjir kesempatan berKKN seperti
pada zaman Orde Baru, di kavelingnya yang kecil, menyusut dari cita citanya, hanya menanganipengelolaan ongkos haji
dan Kementrian Agama, yang sudah dibelakangi, ditolak oleh NU sebagai
organisasi, berganti manuver dengan semboyanNUada dimana mana (para kadernya) walau sudah tidak ada sebagai organisasi
politik, dengankembali ke khittah,
sejak awal ordebaru – sampai sekarang.. Kader kader ini malah jadi konglomerat
mini. Kacuali yang jadi Bupati, sampai bsa memiliki sumur gas LPG !
Adapunpesan dari saudara
kita yang penduduk asli padang pasir, bahwa muslimin bisa mengalahkan kaum
musyrikin bila sudah menjalani agamanya
secara kaffah. Terbukti bahwa upaya memurnikan agama yang dimotori oleh ulama
Arabia, Abdul Wahab, di abad yangbaru lalu, dapat menyatukan suku suku Beduin melawan
dominasi Turki yang dekaden menurut anggapan mereka, dan berdirilah Kesultanan Saudi
Arabia. Kenyataan ini harapannya bisa
terulangsebagai langkah strategis,tapi kansuasana yang terlanjur plural dalam budaya tropis
basah, dimana mayoritas muslimin
berada, seperti di masyarakat kita sekarang ini. Sudah tertutup kemungkinan menelad terbentuknya
Kerajaan seperti Saudi Arabia, seperti Imperium Iran dengan Shahanshah Reza
Pahlevi. Tinggal kerancuan wahamparanoidseperti di Purworejo dan
Bandung saja.
Diperlukan kader
kader yang cerdas, yang bisa melihat jauh kedepan, tanpa kehilangan prinsip, apa bisaKarena makinlama makin ndak
jelas prinsip yang mana menurut paradigma lama.Tapi menurut sikon baru yaitu membela mati matian tegaknya NKRI dan
Pancasila sebagai pondasinya, sebagai kendaraan untuk mencapai keadilan dan
kebenaran secara universal termasuk untuk sekyat Palestina, adalah masuk akal
bila ada kesempatan Negeri ini mengembangkan potensinya, ... tak iye, kat orang
Madura. Melainkan menurut paradigma baru terbentuknya kerajaan Brunai
Dareussalam, di Indonesia Dinasti Suharto – gagal sebab keturunannya menyebal, mweengandalkan ulama sarjana ilmu moderen yang free lance, ulama yang sering kesrempet
dunia paranormal, dijajarkan dengan bebera puluh profiteer dan knglomerat hitam
lengkap drngsn quangxi yaang bisa diandalkan dikoleksi oleh setiap putra
putrinya yang manja, lebih dari cukup untuk membobrokkan ekonomi dan politik
Negara ini, sampai puluhan tahunpada era
reformasinya.
Bukan takut kepada drone pembunuh yang dikendalikan oleh pecinta hard
power Amerika, sebab seluruh dunia sudah tahu universalitas kemunsiaan,
termasuk rakyat Amerika sendiri , yang sudah mengerti kelebihan soft power.
Bila rakyat dan pemimpin kita bisa tahan untuk gigih bermanuver menangkal iming
iming, kecukupan bagikelas atas dan menengah atas sambilmengorbankan idaman rakyat banyak, karena
harus bekerja keras jadi binatang ekonomi kayak di Korea Selatan dan Jepang
---- pada ahirnya yang sangat lama, Negara kan bisa bangkit juga, dengan resiko
melenceng dari cita cita UUD 1945. Sama sama amil modal dari bank pemerintah kenapa harus pak Prabowo mengelola izin qsxoitasi hutan sua ratus ribu ha, sandiada Uno memiliki tambangi emas besar di banuwangi ? Kalok rakya cukup sabar mengerti manuver pak jokowi mwendapakt modal jalan unutk projectnya yang sudah dimulai...... BUMN pun bisa mewkili rakyat ikutan mereka yang dianggap bank local credible. *)
Subagyo Kusno untuk Sentot de
We di face book:
OLIGARCHY –
Nek gak onok dhuwit ya mati keliren - berlaku diseluruh wilayah operasi
mereka, termasuk di Amerika Serikat, Mr. Donald Trump membuka kran mengurangi
pengangguran yan paling bawah di Amerika Serikat- bener, mung aweh sepiro
butuhe wong mbambung, caranya jalan migran mbambung musiman dari Mesico dan
latin lainnya distop dengan pager (pira mark up nya 7000 km baja papan atau
tembok ?) biasane buruh panen, buruh perusahaan rumah tangga ngusungi sampah,
singmigrasi lewat pewrbatabatasan sunga Pio grsnde gurun di darat.
Sampai Dr. Ravi Batra, economist Amerika turunan India,yang ces pleng
ramalan ekonomine ndukung Donald Trump, aku ya mikir. “Jancuk, wong pinter
ngene kok pro Donald Trump piye to yo ?”
Tapi ya bener De Trump maine kasar,
terang terangan ngrampog perang mbek negara sing diincer sugih cadangan
minyak bhumi trus langsung di gilas satu per satu BISA BERHASIL.
Wingi `tg 7/01/2020 nerror Iran, membunuh Majen Iran Ibrahimi sing lagi berkunjung
ke Bahgad – trus dibales nganggo roket- jarak menengah-e Iran, sing kena penagkis
roket Patriot mung saitik, wog tobaake "disawuri ngsnggo roket PD II kastyusha sing digawe anyar, bisal rengket tur adoh, sing okeh tepat sasaran kang sak durunge wis
dikandani, dadi kosong – mung kanggo mbuktekno nek Patriot wis gak cocok, yekapa carane nangkis disawuri wedi campur rawe, uler gatel ? Tentarane wis diungsekno.
Wong mbambung gak duwe omah oleh peggawean.
Demokrat lebih licik tapi alusan nyoya Hillery Clinton to, mbelani kaum
menegnah Ameika - sing bolak balik ke Indonesia – ngajari bu Mega dong dadi
Presiden RI ngedoli BUMN sing ngungtungno sing rugi malah diingu. Kanggo Amerika
free interprices mbek free fight liberalisme iku kudhu diturut mbek jajahan-ne, nek Dr Trump ya biasa ae kaum nenengan diberi borongan supply sangu perang adoh, wis seneng.
Oligarchy Arab itu dasarnya nakal, suka berkelahi, sumbu pendek, sombong ( sng paling pinter ya mung UAE ( Uni Arab Enirate).
jadi mereka sendiri sendiri nglawan ja kalah, dibunuh sat satu Saddan Husain,
Quaddafi. cari bantuan dari negara yang rakyatnya lebih bodoh lagi, Indonesia
Majaysia, Phillipna mereka jual rumah untuk jihad di Suriah Lebanon,
Afganistan,yang sudah bengkrut karena sudah tidak direken oleh yang masih kaya,
Negara Jazeera Hejaz. Riyad sekarang sudah jadi New York, Mekkah sudah ada
Hotel Hilton jejer dengan Baitullah, rame seger seneng. Indonesia harus bersatu
dudu persatuan cara mereka jaitu Konglomerasi dalam organisasi yang terdiri dari pentolan
pentolan komuntas kecil kecil yang pimpinannya bisa bertindak sendiri sendiri
sebebas bebasnya dialuar kesepakatan yang ndak punya sangsi, kedalam bersaing
keras tanpa toleransi, hanya menghadapi fihak luar jadi bersatu untuk tawuran,
sambil mengkafir kafirkan lawannya. Persatuan Indonesia bukan cara itu tapi
berprinsip menahan nafsu perorangan, dalam agregasi suku ras golongan,
aliran, tong, kongsi, serikat dagang, bukan konglomerasi- untuk menang sendiri. Tapi dengan prinsip
berbagi.... kalok dibuat rumus ya Pancasila, dalam rabgka agregasi Nusantara.( Tegese agregasi iku ikata kaya wedi semen abang, gamping tohor, kuat, tapi durung dadi beton nganggo semen portland. wedi, slagsten, beton eijser, embuh mbesuk. Sedang Islam sendiri setelah dua
setengah abad ya bersatu dengan cara yang pertama, konglomerasi...ya kalah. Mulane persatuan Nusantara kudune kaya agregasine beton *)
WATAK KSATRYA , WATAK
PERWIRA DALAM BUDAYA JAWA YANG DIINJEKSIKAN OLEH PARA WALI ISLAM.
Sungguh sulit untuk menjelaskan keunggulan ajaran islam dari agama lain, bagi
para wali islam di pulau jawa pada abad ke 12. Agama Hindu dan agama Budha
sudah berurat berakar di pulau Jawa berabad abad sebelumnya. yang sudah
memiliki code etika hidup bagi kaum atas, mirip dengan ”Busido”kaum bangsawan
dari budaya Jepang, “noblesse oblique” dari kaum bangsawan Europa..... Bagi
umat Hindu –agama Budha- di pulau Jawa- etika moralnya dujadikan satu menjadi
Hindu Jawa, atau Hindu Budha, yang masih sama code etiknya.... tertera dalam
epos mengenai “darma” kitab Mahabhata karangan kolektif para Brahmana Rsi India
yang dipersonifikasikan jadi Maharsi Krisnadwipayana Wedhawiyasa untuk agama
Hindu, sudah dianggap wedda ke lima, dan kitab Sutasoma, sebagai salah satu
kitab untuk contoh moral ideal agama budha, karangan Mpu Prapanca , dari
Majapahit abad ke 13/14, dimana sang Sutasoma mengorbankan dirinya untuk
mengganti anak harimau yang mau dimakan oleh induknya karena lapar.. Kitab
Sutasoma ini cerita pendidikan dalam rangka peghyatan agama Hindu jawa, gabungan
antara ajaran Hindu dan Budha...... tanpa mengurangi atau mencampur perintah
dan pantangan masing masing agama. Mereka juga taklid kepada Ida Sang Hyang
Widiwasa. Tuhan yang maha esa dari kepercayaan agama samawi.
Pegangan moral sudah diselesiakan oleh penyebar agama islam yang pertama abad
ke 12, bukan dengan sinkretisme atau doktrin tetapi dengan watak manusia,
sebagai mahluk yang bisa berfikir, membedakan baik dan buruk. Begitu juga
adanya patung dewa, dewi yang ada di candi candi Hindu maupun patung Budha
dalam segala sikap mudra, adalah semacam rambu pembantu untuk konsentrasasi
meditasi pengikutnya....... benda benda ini dhormati sebagai lambang pusat
konsentrasi meditasi bersama mereka...... bukan sebagai entitas adhkodrati yang
nyata dan dipuja. Itu dasar para pemeluk Hinduisme dan Budhisme yang para
muslim tidak mempersoalkan karena dengan jalan lain kaum musim ini mampu
menunjukkan tujuan utama dari bathin mahluk manusia lebih rasional, .......
bakal disiarkan dengan laku atau perbuatan yang dianggap oleh semua agama
memang ideal, pada suasana yang istilah sekarang kondusif, secara individual
atau berkelompok, lewat perolehan nafkah yang lebih baik, adil dan lebih
terjamin, waktu penen raya sawah tambak dari rawa. milik kelompok mereka, di
bekas rawa rawa, yang diterlantarkan oleh Kekuasaan Majapahit.
Kepada laum bawah. Para waysia sudra dan pariah, ditawarkan akan mendapat
nafkah hasil kerja mereka sendiri yang diakui sebagai rahmad Allah. Karena kaum
waysia dan sudra apalagi pariah, dalam kenyataan mereka hanya buruh pekerja
kasar, membantu bercocok tanam padi.....
Kepada ketiga kaum bawah ini, terutama kalangan mudanya, ditawarkan pelajaran
silat mengerahkan tenaga “qi”, ilmu membaca dan menulus huruf Arab,, huruf
pegon ( arab gundil-tanpa tanda vokal) dan berhitung, juga membaca dan menulis
huruf Palawa, hurufnya kitab Wedda...... yang dalam ajaran Hindu kala itu
sangat dilarang, dosa besar bagi kaum bawah untuk mempelajarinya, diancam
hukuman berat. Sedangkan pada kaum muda ilmu silat sangat membantu kekuatan
fisik kesehatan juwa raga dan mental bukan saja untuk jadi prajurit tapi untuk
kerja fisik. Kekuatan dan daya tahan waktu bekerja membangun saluran air
pengisi dan pematus dirawa rawa. Watak yang sangat dihormati oleh masyarakat
Hindu Jawa adalah watak para ksatra yang “prawiro” – dalam bahasa jawa
mempunyai muansa lain dari “PERWIRA” dalam bahasa Melayu maupun bahasa
Indonesia moderen.
Dalam bahasa jawa, PERWIRA, lebih cenderung menjadi watak ideal seorang yang
berjiwa: berani, pantang menyerah, pandai dan cerdik, sangat menjaga
kehormatan. Menghindari watak selingkuh, bermuka dua, lebh menghargai kepiawian
menolong yang mebutuhkan dari mengalahkan musuh. Lain dengan arti kata
“perwira” basa Melayu dan bahasa Indonesia, yang menggunakan dalam derajad
ketentaraan.
Semua ilmu bercocok tanam di sawah berpengairan berundak/berteras d lereng
gunung diatur oleh para Brahmana dan ksatrya yang memiliki hak atas sawah dari
Raja. Kaum waysia yang lolos bisa menguasai sawah agak lebar bisa apabila
permohonannya diizinkan untuk membuka sawah sendiri di tepian sungai yang
landai dan dangkal di lembah lembah yang jauh dari hunian, dinamakan tanah
yasan. Semua sawah dari aliran sungai yang sudah masuk dalam catatan kerajaan
adalah milik raja......... dan para pembantunya, Brahmana di pura pura
penting...dan ksatria pembela Negara.... Sedang penggarap lahan itu adalah kaum
waysia, kaum sudra dan kaum pariah menurut aturan saat itu, kecuali dilokasi
yang sangat jauh.
Semua organisasi pertanian padi dibawah peraturan organisasi Subak sperti di
Bali sekarang anggaurtanya terdiri dari penguasa tanah, sedang kaum waysia
penggarap, diatur dengan awig awig yang dikuasakan pada Pura, yang anggauta dan
pemukanya hanya komunitas abdi Raja dan kaum atas..Kaum bawah tidak diikutkan
dalan proses organisasatoris produksi padi di sawah yang berpengiran
berundak/berteras ini. Di Bali sekarang semua pemilik maupun penggarap, masuk
dalam rapat perkumpulan subak, dan semua kasta boleh jadi aggauta.
Sebaliknya semua sawah yang dicetak bersama dengan pemuda pemudi golongan bawah
yang bergabung dengan upaya pawa Wali islam....... diberi hak untuk
nenikmatinya sebagai murid para wali islam, yang telah menjadi mu’alaf. Dengan
demkian, para murid pemuda pemudi dari kaum bawah, merasa ada peluang untuk
memiliki sumber nafkah, oleh kemurahan para Gurunya. Ternyata para murid
angkatan pertama ini telah dipilih dan diangkat derajadnya menjadi ksatrya
versi para wali, untuk pelaksanaan syi’ar agama islam selanjutnya. Para murid
dari wali islam yang membuka sawah dari rawa rawa di Lamongan, atau dulu
namanya Pamotan, dididik bermentalitas para ksatryia seperti setiap orang
hindu, dari epos Mahabharata – kisah Iindia mengenai watak ksatrya dari para
Pendawa, melawan saudara sepupunya para kurawa yang berjumlah seratus, yang
meninggalkan watak ksatrya..
Epos Mahabharata ditetapkan oleh para wali islam pertama untuk ikut mencetak
mental dan moral ksatrya mu’alafnya yang asalnya dari pemuda waysia, pemuda
sudra dan pemuda kaum pariah. Sementara gadis gadis yang mau jadi mu’alaf, yang
ditemukan dalam keadaan terlunta lunta, dididik untuk bekerja manghasikan tenun
membatik, mengelola rumah tangga, disamping membaca dan menulis seperti mu’alaf
jang lain..... menyamai putri brahmana..
Para wali islam tanah jawa, mengangkat derajad kaum waysia, sudra, pariah yang
mau mergotong royong mencetak sawah rawa di Pamotan – kenyataannya mereka bisa
secara sukarela bergotong royong demi mendapatkan hak menggarap sampai ke
keturunannya. Banyak kaum ksatrya karena jatuh miskin, setelah satu satunya
nafkah merupakan sebidang sawah telah dibagikan pada keturunan mereka menjadi
terlalu sempit untuk menafkahi kelurganya. . Memerlukan area baru – yang tidak
kunjung dibangun oleh kasta atas, karena kekuasaan mereka atas bagian dari
panen masih mencukupi dan disibukkan oleh upacara puacara mengerahkan tenaga
kaum bawah, dan perang perang kecil.
Lebih baik ikut menjadikan rawa menjadi sawah sawah dengan sistim saluran yang
mereka buat bersama, atas petunjuk para wali islam atau muridnya yang mendapat
pengetahuan dari Babylonia, dan merka manfaatkan bersama, dengan hak dan
kwajiban bersama, kaum muslim dari waysia sudra dan pariah, yang berasal dari
wilayah Hindu jawa dan penduduk setempat sekalian ikut bergabung.
Untuk itu sudah disiapkan satu reformasi mental pemilik bersama dari hasil
kerja bersama, dengan watak ksatrya jawa: WATAK KSATRYA (SATRIO) DISERTAI WATAK
PERWIRA (JAWA: (PRAWIRO)..
Hasil kerja mewujudkan sawah rawa muara sungai Bengawan Solo- wilayah Lamongan
sekarang, ternyata bisa merubah mentalitas watak menyerah dari golongan bawah
menjadi aktip bertindak dan berfikir bersama tanpa kekangan dari siapapun -
berpedoman ajaran islam yang memang egaliter, tanpa kasta. Ini sudah sangat
menarik kaum bawah bertransformasi menjadi kaun satrio yang prawiro dalam
prilaku bermasyarapkat, tanpa kata yang iindah indah dan menyangkut para dewa
dewi kecuali tenaga mereka sendiri mengikutu teknik kerja para guruya ulama
para wali Menyerap pengertian yang sangat sederhana dan mudah dicerna yaitu
islam. Juga pantang berjudi, melakukan sex diluar aturan agama islam.minum tuak
dan minuman kain yang memebokkan, dan madat dan makan daging tanpa dsembilih
atas nama Alah, daging babi dan lain peraturan syari’at islam yang mudah
dilaksanakan, bahkan kaum muslim di wlayah Pati, jawa tengah dan disekitarya
menghormati adat Hindu- seperti hanya menyembelih kebau, karena sapi hewan
pujaan orng hindu
Ashadualailahailullahwashaduanamuhamadarasulullah, menurut tulisan huruf Arab
yang tidak ada huruf besar ( dalam tulisan huruf Jawa, namanya huruf Murdo) dan
digandeng semua sukukata dalam kalimat.
Seklaigus dijelaskan bahwa Allah satu satunya yang ditinggikan. Dan Muhammad
adalah utusanNya
Permulaan yang sangat berhasi di Lamongan ( dulu zaman Majapahit namanya
Pamotan) . Pembentukan masyarakat muslim yang berwatak sartryo dan perwiro –
dan menyembah hanya kepada ALLAH DAN MUHAMMAD ADALAH UTUSANNYA. Sambil sholat
lima waktu dengan hanya mengikuti dari wudhlu, niyat dan membaca do’a sholat
bahasa Arab, yang tidak perlu diucapkan sendiri melainkan imamnya saja –namanya
sholat “rubuh gedang”-hanya mengikuti saja, segampang merobohkan pisang untuk
dipetik buahnya. Sholat bersama sama dengan muslim yang sudah hafal do’anya
sehingga bisa melakukannya sendiri, waktu solat tidak bersama sama. Sedang
watak para seniornya sangat terpuji, terlatih menjadi satrio yang berwatak
prawiro........ jadi induksi perbuatan baik, berlaku dengan sendirinya, bersama
keyakinan akan ridha dan pertolongan Allah yang sudah marupakan sunnatullah
seperti hujan pada musin penghujan.
Maka sudah waktunya ditrunkan dengan cara sorogan makna dari setiap do'a dalan
solat menggunakan basa jawa sehingga betul betul jelas bahwa islam adalah
tuntunan hidup dan tuntunan mengadapi ajal bagi manula, sehingga watak ksatria
yang perwira menjadi bertambah kokok melekat dalam juwanya dan bakal diturunkan
ek anak cucunya, Kemudian dengan diam diam keturunan wali islam dan para
,muslim/ menggunakan rawa yang lebih besar di Selatan gunung Muria, dataran dimana
air dari lereng timur dan selata gunung Telomoyo Ungaran, lereng Utara dan
timur gunung Merbabu, lereng utara pegunungan Kendeng dari Purwodadi, sampai
mendekati Pati, air tangkapan hujan dibendung kaki gunung Muria sebelah
Selatan, membentuk rawa besar yang potensinya sampai 40 ribu Ha. Pekerjaan
raksasa mencetak sawah dari rawa ini menjadi dasar Kasultanan Islam yang
pertama di Demak Bntoro th 1475 -1554. Dimulai para mu’alaf dari kaum Hindu
jawa dari segala penjuru, dengan pandega masing masing yang sudah digembleng
ilmu islam dan sudah menguasai ilmu ksatrya yang berwatak perwira.
Berarti proses pembentukan karakter para mu’alaf dari kasta bawahan di Lamongan
dapat diperluas di dengan persawahan rawa yang lebih luas, demi melipat
gandakan wilayah penyangga produksi beras, tanpa mengusik wilayah pertanian
Majapahit. Wilayah lahan sawah rawa yang merupakn peyangga Kasultana Demak
Dintoro mengumpul ditengah rawa besar lamongan dan Demak, yang mampu melayani
kebutuhan beras jung jung besar di Pelabuhan dalam, menggunakan perahu datar
sepanjang rawa dan setelah di kupas kulitnya dan di bersihkan kulit arinya
supaya awet disimpan, dengan perahu di punggah ke jung besar hingga mencapai
200 -300 DWT = sepanjang tahun..di Pamotan sebab "amot' adalah memuat dalam
bahasa Jawa. .
Para Wali islam sudah menduga, bersamaan waktu dengan itu kebutuhan export ke
China kerubah juga dari rempah rempah untuk diangkut lagi ke Barat lewat jalan
sutera, berganti dengan beras dalam jumlah besar, untuk wilaya China sendiri,
karena peperangan yang berlangsung lama di daratan China, perang antara raja
raja kecil yang akan membentuk kekaisaran china dinasti baru, menyebabkan
pertanian padi rusak berturut turut beberapa tahun, dan kelaparan yang luas.
Export beras besar besaran dapat dilayani oleh kasultana Demak yang baru
berdiri dengan pelabuhan Jepara dan Lasem. Baandfingkan dengan keadaan sekarang
2019 - beras juga aka sangast dibutuhkan di Timut Tengah dan India karena lahan
petaniannya sudah rusak dan di India j digerogoti uga oleh pertqambahan
penduduk, dan betambahnya lapngan kerja dari electrunika - menganyam logan
semikondutor - tapi beras tetap huarus dari sawah. Se3dangkan Indonesia kita
sujdah tidak mengexport minyak mentah dan hasil batuan tambagna lagi........
yang "segera" bisa dimanfa'atkan adalah rawa jadi sawah dengan
potensi yanfg sangat besar - tentu saja harus ada mekanisasinya - ya
cari........... sebab lahan sudah ndak ada lagi di dunia ini, ada tapi dengan
lesulitan yang sama dengan kita Brasilia, Venezuela, Bolivia.......... Jadi mau
atau tidak investasi dan kerja keras dengan "ilmu tanah" sungguhan
atau figurative - sebab para ilmuwan yang mendapat rejeki nomplok dari
Pemerintahan Orde Baru yang hasilnya NO:L pasti menulis berbagai alasan ilmiah
unyuk menyelamatkan mukanya - Tapi itu gampang diatasi tengan mengamati rawa
itu sendiri, apapun yang secara lalami terjadi misalnya keasaman anah,
tertimbunnya pirit dan sulfida...... ratusan juataan tahun...... toh sekarang
DIATASNYA ADA VEGETASI.......JADI YA IKUTI CARA HIDUP VEGETASI ITU.........
YANG DI PADANG PASIR SAJA BISA KOK. iya memang ada ilmu buat menyelamatkan
muka... tapi ilmu itu juga bisa meyelamatkan kelangsungan hidup kita, asal
mau.......begitulah muda mudi saudara mudaku. Apa yang dikerjakan Pak
Jolowi dekarang ?.......MEMBERESKAN IMPOR BBM ....... ITU ADA HUBUNGAN ERAT
DENGAN KEBUTUHAN BESAR DEGERA,EXPLOITASI MEKANISASI PEMANFAATAN RAWA !!!!!!!
JANGAN SALAH....... BELIAU MENCERMATI -- APA YANG ANDA ATIDAK MELIHAT- MAKANYA
JADI PRESIDEN
Dengan besarnya pengaruh Kesultanan Demak, diseluruh pulau Jawa, dan surutnya
Majapahit karena pembelian rempah rempah sangat mengecil, diganti dengan
kebutuhan akan beras dalam jumlah besar sepanjang tahun. Majapahit sangat
menderita, tidak mampu mengumpulkan beras dari wilayahnya yang sangat luas, di
lereng lereng gunung yang berjajar dari timur ke barat di pulau jawa dari
Banjuwangi sampai ke gunung Gede jawa barat. Tanpa ada transportasi yang
memadai, kecuali dipikul atau diangkut di punggung ternak angkut yang di
Nusantara biasa , wilayah yang lebih kering di Sulawesi dan NTT, sedang di
pulau pulau yang lebih basah dipakai kerbau – yang tidak tahan panas, sebagai
hewan rawa, sehingga problim pengangkutan tidak teratasi. Tanpa perang dengan
Kesultanan Demak Bintoro – tahun tahun kerajaan Demak berjaya, Majapahit
runtuh. Kejayaan Ksultana Demak dari sawah pembukaan rawa besar ini, sangat
perpengaruh kepada jumlah mu’alaf yang bermental satrio prawiro, yang laku
sebagai pasukan laut Kejrajaan Demak dan Penguasa Wilayah sebagai Pejabat
wilayah negara bawahan para Bupati, karena pendai mencatat dan berhitung dengan
angka Arab, berasal dari kasta bawah yang sudah muslim, bermental ajaran para
wali islam, sebagian menjdai kaum "priyayi" yang bukan dari kasta ksatrya.
Pada waktu kesultana Demak mencapai kejayaanya, juga menarik para ulama dari
Kekhalifahan Abasiah datang dari Hadramaut...dari Irak yang suni.. abag ke 16
dengan perahu layar dhow mereka, meskipun jumlahnya kecil,........ mreka
terkejut bahwa islam di Jawa berpenampilan tidak menurut cara Arab, tapi
pergaulan mereka dengan ulama wilayah setenpat baik baik saja,.tanpa menuntut pengakuan kekhilafahnya. kayak sekarang. Mereka mendirikan pondok pesantren
sediri terutama di bandar bandar besar dan kota perdagangan yang ramai,
mungbkin asal muasaal para habib sekarang. Sebab para ustdznya juga bekerja
sebagai pedagang, para muird sudah bisa behitunga angka arab dan membaca......
tinggal neyempurnakan. memperbaiki cara membaca do’a yang benar menurut sastra
Arab – tartil, tajwid, nahwu sorof, sastra Arab,...... sebagian kecil kaum muda
diberi jalan ikut dhow belajar di Mekah dan Madinah....lama jadi mukimin
disana.... menimbulkan riak riak pembaharuan islam, sampai zaman penjajahan
Belanda, mqalah digunakan memecah belah antar umat islam, dengan amcaman hukuman berat menubah ajaran Islam.
Perbaikan mengeni cara membaca do’a di sidang solat lum’at di masjid. Bekal
mereka ulama baru datang dari tanah suci ini adalah ilmu mebaca al Qur’an, dan
Al Hadist, mereka sedikit demi sedikit mengadakan pembaharuan dan menafsir demi
mengajarkan islam, tanpa menjamah ilmu hakikat islam dan makrifat islam yang
terekandung didalamnya, karena di negara negara islam di Timur tengah telah
berabad abad terjadi pemusuhan yang berdarah darah akibat pertentangan
pendapat, dari tafsir tafsir, dan Para penguasa Sultan, Khalifah, Para menguasa.
Syah berkutat dalam tulisan dan risalah berupa kitab tulisan tangan dibagikan
pada para ustadz pendatang dari mukumin di tanah suci untuk disebarkan di tanah
airnya yang sangat jauh. Diterima sebagai Pusaka, sehingga bisa mengubah hasil
metoda para wali tanah jawa, menjadikan "watak "- kurang penting,
digantikan dengan ilmu bahasa Arab yang memang sulit dan indah dengan caranya
sendiri. Jadi "watak" yang menjadi andalan utama, dkalangan mereka
yang mmpu menjadi murid ilmu Islam. yang belum masak, dalam ilmu hakikat dan
ilmu maktifat islam karena disana nyaris dilarang oleh penguasa duniawi, karena
dianggap melemahkan kepatuhan, sudah berani membuat pondok ditempat yang
terpencil, dan menghasilkanulama setengah matang . yang dengan susah payah
sudah dihindari, oleh wali islam tanah jawa dari abad 12, denga ilmu sorogan
dicetak jadi satrio yang perwiro plus pesan moral dsri kearifan
setempat, sebab menjadi para pelajar ilmu Islam secara formal harus mulai
dengan tatabahasa Arab, , dengan tartil, tajwit, nahwu, sorof dan tilawah Al
Qur’an dan Al Hadist, membaca risalah dari kitab kitab kuning, mendukung dengan
segenap jiwa raga setia pada mereka sang penguasa disana, paling sedikit
selama 12 tahun belajar, hingga hampir tara dengan Kiai mustofa Bisri beliau
perlu waktu sampai belasan ahun juga, termasuk pelajaran mashab mashab yang
juga mengajari ilmu ga’ib, mashab mashab sempalan dari India dan Persi.
Para Sultan, Shaikh, Khalifah, Shah, feodal timur tengah yang merasa sudah
cukup kaya untuk mengerahkan pengikut mengincar kekuasaan absolut. dari Negara
dan Rakyatnya, dengan hukum yang keras dan cepat menurut adat mereka, dan
sampai disiarkan di tempat jauh seperti mashab kecil Ismailliah dari India
dengan Pengeran Ali Khan yang tinggal di Holywood dengan bintang film Amerika
yang terkenal th 1952 an, Rita Hayword. Soalnya mereka pamer bisa mambukakan
pintu sorga.
Kini gaya lain kagi mengerahkan kaum yang rendah nalarnya untuk jihad sampai
bunuh diri gara gara kecewa pada aturan duniawi setempat yang fana.*)
·Subagyo Kusno Hai Arman. tulisan ini saya rasa sudah teralu panjang buat anda,
sangat sulit disingakat karena setiap tahap harus dijelaskan...... mengingat
ulama yang ada sekarang sudah sangat sedikit mendapatkan manfaat dari ajaran
sorogan para waii, tertarik pada…Lihat Lagi
·Arman Anwar Menarik tulisanyan bung SUBAGIO.Seingat Saya dulu ketika Kita masih
sekamar masiswa di Donskoi MoskowBung SUBAGIO lebih tertarik membaca berdebad
dan memahat patung...ngak pernah menulis...sekarang menulis lebih cepat dari
berpikir...mengagumkan..Sukses sahabat
·Subagyo Kusnosebenarnya semua yang saya tulis suda ada di blog saya
mulai th2012. mengenai islam sekarang jadi hangat karena ada pemikirann
khikafah ada pemikiran islam nusantara....... yang sebenarnya akarnya sudah ada
pada abad ke 12, kami mwndapatkan dari kakek moyang kami. Sedang di Minang
sangat ketat dipengaruhi ulama Nuruddin ar Raniri masih ditambah Haji Miskin ,
Tuanku nan Renceh.abad 17-19, aliran yang sangat keras a'la Wahabi. Sedang kami
di jawa sudah dari pertama mendapatkan dari ulama dari Yunnan abad 12 dimana
kerajaan Majapahit masih sagat kuat sampai abad ke 14,,, Islam malah bersekutu
dengan Majapahit melawan aliran sesat Bhairawa dengan upacara mengorbankan
darah.
BAGAIMANA
SOSOK AGRONOMIST BISA MENGERTI MENGAPAPEL DI BATU/MALANG BISA BERBUAH TIDAK TERGANTUNG
MUSIM,
Kebetulan oleh nasib, seorang
agrronoist/ahli pertanian, bisa megerti mengapa apel di Batu/ lereng timur
Gunung Panderman, dan dataran tinggi Poncokusmo/Tumpang bisa berbuah,
Sedangkan cherry (Prunus avum) di Puncak dan Bogor tidak pernah berbuah.
Apel tumbuhan dengan asal lungkungan
sub tropis sama dengan cherry – apelfamilia2 tumbuhan khas empat musim mengalami musim gugur dan musim
dingin dengan hujan salju yang bertemperatur dingin sampai dibawah nol derajad
C. Semua tumbuhan menggugurkan daunnya (kecuali berdaun jarum bangsa Pinus) dan
semua bahan penting dari daun yang akan
gugur, protein dan bahan hidup chorohyl dan banyak enzym selama musim semi dan musim
panas, di dedaunan yang hijau telah ditimbun di kulit batang dan cabang atau
akar, dedaunan menjadi luning dan merah dari warma anthocyan teringgal didaun
yang berguguran.
Tmperatur dingin dibawah nol,
perubahan kualitas sinar matahari karena sampai ke permukaan bumi bersudut miring
dan lengkung bumi, beda dengan wilawah tropis dimana sinar mahari masuk
atmosfer lurus. Kedua beda ini yaitu tempeatur dan kualias sinar matahari
merangsanggugur daun dan pemimbunan
makanannya di kulit pepoponan dan semak. Kuncup baru akan tumbuh musim semi
nanti, menggunakan ersediaan yang ada, dengan syarat bila alam sudah memperkaya sinar matahari dengan spektrum
yang lebih pendek ( merah kuning) dan tamperatur, pada saat kuncup di ranting
tanaman / LEMBAGA yang masih lekat dalam biji bijian mulai menarik air yang
mencair dari salju karena panas mataahari, maka jumlah panas dari spektrum sinar panas (
kuing dan merah) menjadi syarat untuk sel sel pucuk tunas, berubah dari
membuat pertumbuhan-membesar, jadi membuat bunga yang berarti membentuk gameet
betina dan gameet jantan. Pada tumbuhan pohon perubahan ini perlu waktu beberapa
minggu, pada serumtan perlu sampai dua setengah bulan, sampai mekar. Ini mernurut hukum alam atau sukatullah....... paeubaha dari kuantitas ke lualitas sel tepucuk, selalu akan terhadi bia semua syarat dipenuhi. Tapi sebenarnya, justru saat saat perama kali waktu sel sel paling pucuk, yang hr0nosomnya nasug 2n mendapat rangsang tepmeratur (bisa -5 minus lima derajad C) pada gandum musim dingin yang didapat pada musin gugur- ditebar saat musim gugur habis menyemai tertimbun salju selana 3 bulan) atau plus 4-10 derajad nntuk gandum musim panas) sel sel gerneratip di pucuk koncup sudah cukup untuk berkembangan selanjutnya membelah secara gereratip 2n jagi n)
Apabila syarat lingkngan ini tidak ada atau
kacau maka perubahan pertumbuhan mendjadi pembungaan ( perkembangan) tidak akan
terjadi.......menjadi organisme tanpa bisa membentuk organ generatip.
Apabia pohon apel daun daunnya di
gunduli habis dan cabangnya yang cenderung tumbuh keatas di stuasi iklim tropik
dilengkungkan kebawah, setelah dirompes walaupundaunnya masih hijau jadi gundul. Maka akan merangsang penimbunan makanana di
kulit cabang ( karena dirudukkan), juga merangsang tunas tunas tidurnya di pagian apikal berubah membentuk
sel gameet jantan dan betina jadi bakalbunga, artinya sel sel pucuk berubah
dari pombelahan vegatative ke pembelahan generative.
Karena segala syaratnya internal dnn external( teperatur dan kujalitas sinar) sudah lengkap.Ternyata perangsang peluruhan daun dan
perundukan cabang di lokasi iklim tropik......nerangsang pembungaan.Juga kelembaban relatip yang rendah. Makanya
di daerah Batu, lereng timur gunung Panderman, lebih baik dari Wilayah
Poncokusumo yang lereng barat gunung Bromo. Mestinnya lokasi lereng timur
kelembaban reatifvenya bisa turun karena
di daereh bayang bayang hujan, untuk dipilih menanam cherry ( Prunusavum).
Sesama mahluk
hidup, baik flora maupua fauna, yang pertumbuhan sel sel generativenya akan
aktip dirangsang oleh alam linhgkungan hidupnya, artinya temperatur udara,
kuantitas dan qualitas sinar, kelembaban relative udara.
Bila menyangkut gologan
fauna diperluas sampai ke kuantitas dan kualitaa makanan seperti anjing kucing dan babi– binatang
piaraan ini cukup makanan yang bergizi,
dan bisa berbiak sembarang waktu dalam setahun.Sedang ke kualitas situasi dan kondisi lingkungan.....setiap
binatang yang dikandang di kebuh binatang hanya para zoolgist yang memelihara
yang tahu, sikon untuk kebutuhan berbiak.
Tanpa pentahuan itu binatang liar di kebun binatang banyak yang tidak
mampuberbiak.Lingkungan macam apa yang cocok untuk setiap
mereka berpasangan untuk berbiak.. Maka si Agrnomist bisa menganalisa , mengapa
ikan bandeng (Canos canos sekarang bibitnya(nener) tidak ditangkap dengan susah
paya di pantai pantai landai, tapi induk ikan bandeng dirangsang pemasakan telur
dan spermuanya dengan hormomone steron ( androsteron dan gynosteron)mengapa benih udang windu ( Pineaus monodon)
yang dulunya harus didapat dari induk bunting sekarang bisa didapat dari induk
yang pembentukan ovariumnya bisa dirangsang dengan teknik ablasi. Jaitu nerusak tangkai mata udang
windu betina untuk mengaktivkan ovariumnya membentuk telur, sehigga hanya
diperlukan pembesaran udang windu mencapai ukuran induk baru dilakukan
ablasi.....Tidak perlu susah payah
mencari induk alami (yang sudah bunting). Tingal dipiara sampai melepaskan
telurnya, yang sudah dibuahi. OK udang windu sudah beres.
Lha sekarang ada geger, menteri
baru, kerena didesak untuk mendapat devisa cepat, maka mengizinkan export bibit
lobster, yang pada zamannya menteri Ibu
Susi Susilowati melarang, karena untuk mendapatkannya bisa merusak lingkungan
dan menhabiskan tempayak, dan induknya........... langsung Ibu Susi marah
besar.......DIA BENAR.
Cari nama bukan dengan DENGAN MEMBERI
IZIN menjual bibit lobster saja, bidang perikanan masih luas, cukup berfikir
kreatip bersama staff ahlinya, masyarakat,
dan rasiolisasi serta coordinasi antar lembaga penelitian. Seperti pemiakan kepiting
lumpur....... sedang memelihara dalam keramba saja sulit sekali karena kanibal
dan jenis makanannya belum diteliti, lha kok mau piara induk untuk pebiakannya........
kan harus dipiara dulu beru berbiak ? jadi ada dua tahap penelitian.
Tapi
bagi seorang agronmist dengan aliran Pemikiranmenyatunyamahlukhidup danlingkungannya bisa tahu
?. Harus ber-imaginasi, mengapa benih lobster ( Panulirus spp) kok sulit di
tangkarkan dengan metoda ablasi, seperti udang windu ?
Dua macam species ini memang berbeda sangat jauh, dalam bentuk dan cara
mencari makan mungkin sama, tapi yang jelas rangka chitin-nya jauh berbeda.
Kulit chitin udang windu lebih tipis dan agak transparan, Sedang pada lobster
lebih menyerupai kepiting lmpur, kulit chitinnya lebih tebal dan tidak
transparan.Bahwa kepiting lumpur kita,
yang mudah kita ketemukan sehari hari dipantai berlumpur, dihutan
mangrove.juga sulit
ditangkangkarkan.
Menurut
penelitian, pernah dicoba.
Yang saya tahu, beda antara kepiting
dan lobster. Kepiting lebih berani mengexpose dirinya dibawah terik matahari
dari lobster.
Teknik ablasi adalah merusak tangkai
mata......... alat yang tersensitip terhadap sinar.
Kepiting lumpur, tidak terganggu
pembentukan organ generative-nya oleh sinar matahari, sudah biasa hidup dalam liang lumpur yang dalam mungkin
sudah cukup gelap untuk mematangkan ovariumnya. sebaliknya mungkin udang windu
organ mata-nya harus dilemahkan untuk pendewasaan ovariumnya, makanya dibutakan
dengan ablasi, sudah cukup
Ada percobaan yang memakai teknik
ablasi pada lobster..... gagal. Mungkin lobster masih terpengaruh sinar yang
lewat chitine diruas ruas badannya yang cukup tipis dan tembus sinar.
Berarti:
bahwa fungsi reprodulsi dari binatang laut berkulit chitine hanyabisa aktip terbentuk dalam gelap, makin ada
terang makin sulit terbentuk. Dan ada temperatur air dalam laminasi arus yang
lebih dingin dari kutub bumi. ( Tandanya hanya pantai yang menghadap ke selatan
dan cukup dalam untuk arus dingin kutub tidak terpaksa menyembul keatas jadi
hangat dipemukaan karena dangkal atau terhalang pulau atau benua, misalnya
pantai selatan jawa barat, Jawa Tengah yang bertibing curan samapai dalam
dasarnya kondsi ini ada di panati Lampung Selatan. Sebaliknya di lingkaran kutub, selt Bering kepitingnya beras nesar rentang kaki kakinya mencapai semeter ( National Geodraphy)
Makaya
dengan adanya menteri yang salah tingkah,mau mengizinkan memjual bibit lobster, sebaiknya percobaan mematangkan
ovary betina lobster dan kepiting betina yang cukup besar dengan aguarium
diruang gelap 100% (bekerja dengan lampu biru) begitu pula kepiting lumpur
tentu saja bersama dengan pejantannya, dIkerjakan lebih dulu. Sebab golongan
ini tidak bisa dirangsang dengan steroid seperti biasanya ikan ikan. Begitulah
imaginasi dan percobaan yang mahal saling mendukung. Saya sedih penelitian
dibidang ini dan bidang lainnya sangat lapar dana, sehingga seorang mahasiswa
tugas akhir mengerjakan teknik ablasi pada lobster di Lampung Selatan, manggut
manggut memuji Gubernur Zumi Zola karena mungkin mendapat beaya dari Gepernur
anakan ini, sebab harga induk lobster yang sampai puluhan ekor, sangat tinggi, dan
mengangkutannya sampai ke Lab. harus dalam kondisi sehat dan hidup – apa harus
dapat dana dari uangharam ini ? Dan
lagi, pekerjaan penelitian termasuk pekerjaan golongan para Fungsional yang
lapar dana, bukan para eselon dari Struktural yang mencengkeram dana, ya SEDIH DAN maklum *)