Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Minggu, 18 Mei 2014

IDEOLOGI RAKHMAN DAN RAKHIM PASTI DEMOKRATIS. MANUSIA YANG DEMOKRATIS BELUM PASTI RAKHMAN DAN RAKHIM. (Ditulis kembali untuk dipertegas pesannya)

Kejadian akhir akhir ini  kejadian di Timur Tengah, kejadian di Dunia Islam. Mereka pada demonstrasi, mereka pada bersimbah darah, malah pada mati, aku parcaya patsi banyak yang mati. Selalu terlihat di TV senjata caliber besar, senapan mesin berat berlaras tunggal dan ganda dibawa kesini kesana disatukan dengan pick up,  dibandingkan dengan Ak 47 yang dibawa semua orang, kayak mainan anak anak. Betul, itu semua sangat mematikan. Perang antar saudara yang ini sangat  mematikan.
Sedang aku lihat juga di TV seorang murid sekolah dasar di Yaman, aku lupa Utara apa Selatan mebaca buku pelajaran, dimulai dengan “bismillahirakhman nirakhim” aku terhenyak, murid belasan tahun, sudah membaca buku pelajaran dengan kalimat ikrar : Dengan nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih. Sedang kakak kakaknya lebih tua beberapa tahun, ditempat lain, di Dunia Arab. Di Lebanon, di Siria, di Mesir, di Lybia, pada memberontak melawan tentara penguasa yang  sudah sangat lama bercokol sebagai Penguasa Negara.  Muka mereka yang mati matanya melotot bertanya  “Lho kok bisa aku mati ya ?”
Ini kegilaan oleh apa ?
Masyarakat Padang pasir ini adalah puak puak yang hidup di oasis oasis terpencar pencar dan self supporting.
Bila bukan srinkadi srikandi mereka berkutat sehari hari untuk self supporting, di oasis yang semuanya terbatas, sekaligus memelihara anak anak, lantas siapa lagi.
Wanita wanita arab ditimbun dengan perhiasan dan emas, hanya untuk perangsang kerja keras, tidak boleh dipertontonkan didepan umum, jangan jangan dibawa minggat.
Itu dulu, dulu sekali.
Apa yang terjadi di puak puak ini, pasti ada satu lelaki pemimpin yang unggul terutama secara fisik, dia  memimpin para senior. Masing  masing senior menjadi  patriarch dikeluarganya. Dan ada para yunior pemuda pemuda yang banyak dibawahnya. Itu sampai sekarang, kini sekali.
Oleh karena yang dihitung terutama kekuatan fisik, yunior puak itu adalah kaum lelaki muda saja, kaum wanita tidak diikutkan, mereka lupa bahwa istri Nabi Muhammad SAW dan pendukng yang sangat setia, adalah pengusaha mandiri dan sangat kaya, Siti Hadijah, yang janda, tapi kecerdasannya tidak kalah dengan lelaki.
Pendidikan ditujukan terutama untuk bertahan di situasi yang keras, situasi gurun, otomatis rasa kebersamaan antar mereka amat kuat. Carrot and stick,  favor and punishment, diserahkan pada pemimpin puak dan patriarch dimasing masing keluarganya. Ini sudah memadai selama ribuan tahun, menurut sang Despot.
Para Patriach dan para Pemimpin Puak dan kemudian Pemimpin Suku, Pemimpin Bangsa sudah puas dengan ini. Termasuk Kolonel Gaddafi alm, bahwa kini  peraturan favor and punishment yang ditentukan oleh selera seorang Despot  bagi para yunior yan sudah berpendidikan formal di Barat – dan pendidikan non formal Barat - di jalan jalan dan di mal mal, dan di café café, jadi tidak memuaskan lagi.
Sementara para Senior dan Patriarch hanya mengetahui Despotisme sebagai Pemimpin, mereka kaum yunior minta dihargai sbagai warga yang sederajad, bukan menempuh jalan hidup seperti yang disukai  oleh para Patriarch dan  para Despot, ini terlalu sempit memakai criteria menilai para yunior, hanya sebagai pria yang kuat dan setia kawan. Aku tidak yakin apakah Pemimpin mereka yang baru tidak memikul pandangan yang bertahan selama ribuan generasi - Despotisme ?
Mereka memilih slogan “Demokrasi” sebagai pekik perjuangan dibantu oleh kampiun Demokrasi sepanjang zaman Amerika Serikat.
Akupun pernah hidup dibawah kekuasaan para Despot Orde Baru, aku ambil slogan Demokrasi  makin kuat, karena  sang DESPOT yang dikelilingi para Despot dikelilingi yang didukung oleh banyak despot, mengandalkan bantuan uang dari World Bank, dari IMF, karena Beliau Beliau sudah mulai risih, sang Despot Besar mulai mbalelo, duit ditahan, akhirnya Reformasi.
E, e  di era Reformasi, Demokrasi ini dengan mudah berubah menjadi PLUTOKRASI, itu persekamakmuran orang orang kuaaya kaya.
Orang itu sebenarnya memuja kekuatan mentah dan yang kuat selalu benar.
The might is right. Ini ilmunya Syaithan,
Alam modern telah menggantikan kekuatan fisik dengan uang, uang telah digantikan dengan uang plastic, tinggal gesek.
Saya khawatir demokrasi didambakan oleh mereka yang tidak lolos seleksi atas kekuatan mentah fisik dan setia kawan, tetep akan diganti dengan gelimang uang, untuk jadi  Despot yang didukung Depot yang didukung despot, itu  saja. Karena Demokrasi memberikan kemungkinan yang sama bagi setiap orang. Kata kuncinya: Aku tidak mungkin jadi miskin, sebaliknya engkau si fakir, mungkin jadi kaya raya lho - dibawah panji panji Demokrasi !
Para Patriarch Arab otomatis akankah membiarkan kaum mudanya untuk memilih jalannya sendiri dan menghormati aspirasinya begitu saja ?
Bebaskanlah para anak perempuanmu, putrimu untuk kawin dengan kekasihnya, bukan pilihanmu untuk putrimu, coba ?
Sebenarnya kan itu yang menjadi dalih dibawah sadar kaum pemberontak muda ?

Duaribu sebelas tahun yang lalu datang Utusan Allah ditanah Yudea, tanah sempit diapit oleh dua gurun besar Sahara dan Jazirah Arabia umurnya pendek hanya 33 tahun.
Seribu empat ratus tahun yang lalu datang lagi Utusan Allah datang langsung ke tengah gurun Arabia satu oasis Makkah.
Umurnya lebih panjang 63 tahun. Nabi Penutup.
 Misi Keduanya sama mengganti Pemujaan Kekuatan mentah, memuja patungnya yang jadi Despot, orangnya  yang menterjemahkan sabda patung patung,  penterjemah sabda patung patung itu ya Despotic, tidak bisa lain.  Diganti dengan kekuatan kasih  Yang Maha Agung – apakah ini kebetulan ?
Dua Utusan ini datang ke disana dilingkungan padang pasir dan padang batu – segalanya serba keras – hanya kekuatan yang mampu bertahan.
Diajarkan : “Hai sabda patung, hai dunia seisinya, Allahuakbar – Allah yang Maha Besar –  sebaliknya para Despot yang bisa dibaca urusan pribadinya- kecil, kecil sekali. Penterjemahnya saja yang bilang ini urusan si Despot adalah urtusan Negara, itupun  kecil karena ketahuan maksud aslinya, urusan pribadi si despot itu sangat kecil tidak ada artinya. Yang Maha  Besar itu urusan Allah. Bukan sebaliknya, Allahuakbar, diartikan dengan: “Saya dan si despot saya didukung oleh kekuatan Yang Maha Besar lho, awas menyingkirlah jangan menghalangiku”.
Manusia tidak hanya didukung oleh Allah, tapi resmi diangkat jadi Khalifah  oleh Allah – jadi Penguasa di Bumi, Allah mewakilkan manusia di Bumi dalam urusan apa ? Itu hanya mewakili dua urusan Allah : Pamurah dan Pengasih untuk  Dunia ini.
   Kalau saja murid sekolah dasar di sana itu tahu, ( wong pakai bahasa Ibunya sendiri)  bahkan membaca buku pelajarannya saja  dimulai Dengan nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih, Bismillahirakhmanirakhim. Kalau Despot itu seharusnya hanya memikirkanan menjalankan tuganya atas nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih dia sudah batal jadi Despot tiga puluh lima  tahun yang lalu, bila si Despot itu setiap memulai perkerjaan berikrar Dengan mana Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih, mungkin dia jadi Mahatma Gandi, jadi Omar Mukhtarnya Mutafa Achad, jadi Ho Chi Min jadi Ibu Theresa, tidak ada yang menyuruh dia berhenti, tidak ada yang memakai senapan mesin berat untuk saling tembak, tidak ada orang yang mementingkan diri sendiri, meskipun dilahirkan di dunia yang keras – di oasis,  di tengah gurun yang sangat luas.
Kembalilah pada sabda Allah yang disampaikan utusanNya, yang          dilahirkan menjadi bangsa kalian, bicara dalam bahasa kalian, mengalami sepanjang hidupnya kekerasan gurun yang luas, mengajari kita untuk jadi Rakhman dan Rakhim  disitu dengan sendirinya Demokrasi sejati, sebab bukan saja kebebasan untuk mengejar hidup yang terbaik, malah kebebasan memberi hidup yang terbaik – itulah makna Rakhman dan Rakhim. Bila anda ndak bisa, untuk apa Allah mengangkat anda jadi KhalifahNya di Bumi ?  Rupanya Allah sudah tahu bahwa perubahan dari sitim politik dari fodalisme/despotism ke Demokrasi itu pasti terjadi, tapi untuk keselamatan umatnya Allah menyuruh manusia itu berikrar terlebih dahulu, berikrar dengan sungguh sungguh Bismillahirakhanirakhim, maka selamatlah perubahan itu artinya tidak melenceng ke despotism yang lain, misalnya kayak disini jadi  Despotisme uang - Oliegarchy,  gitu saja dalam prosesnya mengorbankan dua juta hidup petani ditahun 1965*)


0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More