Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Jumat, 22 Mei 2015

OPTIMISME ADALAH KATA KUNCINYA, MARILAH KITA MENCOBA UNTUK MELAKSAKAN TRISAKTI, SUSAH PAYAH SUDAH SEMESTINYA

MARILAH KITA COBA UNTUK OPTIMIS, SELAMA LIMA TAHUN PRESIDEN JOKOWIDODO.
Bangsaku, setelah founding father kita mati teraniaya oleh ulah bangsa sendiri sebagai korban rekayasa kekuatan adhikuasa,  oleh prasangka ketakutan yang direncanakan. Ulah founding father kita, Bung Karno dengan menuntut kembalinya Irian Barat kepangkuan Ibu Pertiwi, membuat mereka panas dingin, takut juga kalau kalau terjadi “domino pinciple”, setelah di Vietnam mereka keok. Disamping memang mengincar emas disana. Baru sekarang limapuluh tahun kemudian semua itu jelas nyata.
Setelah masa Orde Baru yang enak karena dijejali hutang yang bertimbun timbun, dalam segala bidang termasuk pertanian dengan subsidi besar besaran untuk “in put” usaha tani terutama padi dan polowijo a’la BIMAS PADI DAN POLOWOJO, hampir sepanjang dua puluh lima tahun, yang sayangnya manfaat Bimas ini hanya disisi pengadaan dinikmati petani karena kemudahan berusaha ( sedang harga gabah dikendalikan oleh Bulog dengan operasi pasar, artinya menjual beras dibawah harga lokal waktu panen raya, demi keuntungannya sendiri) , sedang disisi ekonomi dinikmati oleh para sudrun dan spekulan besar kroni si sudrun di BULOG ini, termasuk exporter abal abal yang ada di Sungapore yang mensupply document impor beras abal abal (sedangkan berasnya dari sini saja yang dikemas persis kayak dokumen impornya) , dibidang Pertahanan dengan senjata hibah yang bekas dan beaya pemberantasan komunis yang tak terbatas, dibidang kesejahteraan, pasar dibanjiri barang import barang pakai dengan hutang US dollar yang berjibun, pembangunan industry hilir pabrik pabrik di Negara maju, oleh swasta kroni Jendral Suharto yang mewakili penerima mayoritas kredit pemerintah untuk pertumbuhan industry ini, yang sudah  terpercaya berkongsi dengan si Babe Jendral Suharto seperti Liem Sioe Liong dan kawan kawan, dengan kroninya, dan dwifungsinya yang masih dirindukan sekarang ini, oleh yang berkepentingan, assembling mobil oleh Astra  dkk, disertai dengan penghapusan transportasi tram listrik diganti dengan bemo, dan selanjutnya tanspotasi cepat masal menjadi terbengkalai.
Orde Baru bangkrut karena mbalelo enggan memerdekakan Timor Timur, karena harga diri sang dictator, maka credit langsung diketati oleh konsursium Bank Bank kelas Dunia IMF World Bank, ADB dan sebagainya. Langsung  dictator Suharto ditinggalkan hampir semua menterinya, Diktator ini akhirnya mengundurkan diri, untuk selama lamanya karena tidak punya kader sekelas Jendral   Fattah.al Sisi. Tinggal kenangan betapa enaknya berkuasa  dipangku oleh Bank Dunia dengan menggadaikan seluruh potensi ekonomi bangsa ( yang masih ditiup itupkan oleh putrinya yang dari Partai Golkar sebagai anggauta PDR RI  sekarang dari  fraksi partai Golkar), betapa pahitnya hukuman tidak diberi kradit karena mau mempertahankan harga diri, bahkan dictator ini memerintahkan membuka lahan gambut satu juta hectare pada akhir kekuasaannya. Apa daya sudah ditinggal oleh kroninya dan putra putrinya, adik kakaknya hanya kapitalis karbitan saja, perut gendut penuh nafsu kepala kosong. Ganteng cantik tidak punya nurani dan harga diri. 
Penggantinya silih berganti dengan Partai yang tidak berideologi, sebangsa SDA dan LHI tapi koalisinya berhenti memerintah dengan menggendong kasus korupsi yang amat besar yang dikerjakan oleh kader kadernya yang berasal dari para sudrun. Partai Partai Agama yang diketuainya luluh lantak oleh godaan sepele “harta tahta dan wanita” menjilma jadi partai gurem. Belum pernah dalam sejarah bangsa ini Partai Partai Agama jadi gurem memalukan ini, tidak ada kader sekelas   Fattah al Sisi, si Jendral ini dapat kredit dollar murah dan banyak untuk memberi makan rakyanya, lha kita tidak, kita jadi pesimis terhadap hari depan bangsa ini.
Sekarang kita menghadapi kenyataan, bangsa ini akan dibawa mengarungi lautan cobaan hidup miskin tapi berharga diri, demi menyelesaikan trisakti. Apakah ini hanya mimpi ? Gini saja, Presiden Jokowidodo mendadak sudah ditawari kredit nikmat banyak dan murah dengan borgolnya untuk dipakai sendiri.
Ya apapun mimpi atau sungguhan tapi  niat sudah dimulai, Presiden Jokowidodo dan kabinetnya yang masih dipengaruhi kepentingan Partai dan koalisinya akan di reshuffle, yang keterlaluan akan diganti, Presiden sendiri sudah keliling untuk mencari trobosan, kebocoran oleh tikus raksasa migas yang pelakunya hanya beberapa gelintir orang dan sangat tersembunyi, sangat menggiurkan untuk dilindungi,  malah sudah dibabat oleh penyidik polisi. Kalok masih sulit mencari dollar akan mengadakan intergovernmental trading untuk dapat beras Ini semua pertanda bahwa Presiden Jokowododo mengerti.
Ya, kita tau arahya lah, makanya segera Institusi bank Dunia langsung menawari ktredit murah dan banyak, supaya Indonesia setia pada rantainya.
Optimisme ini dasarnya memang kita mampu mengadakan komoditas untuk di barter yaitu ikan, tepung tapioca, dan ketela batatas, karet,  dan kopi, kelapa sawit, mungkin masih tembakau. Karena mamacu melipat gandakan komoditas tersebut relatip mudah bagi agro economi kita, asal segala rintangan dari pusat sampai daerah yang masih mempunyai banyak lahan tidur sadar. Perlu tekad bulat mempertajam kemauan politis untuk ini, mengatasi rintangan politis sukuisme yang masih  berbudaya feudal yang sudah dipraktekkan oleh Amran Batalipu ex Bupati Buol Sulawesi Tengah dan bangsa Kroninya Hartati Murdaya Poo, Artalita Suryani,  para sudrun dan sebangsanya, sebagai antek institusi keuangan dunia, nyata pada apa yang terjadi pada Nyona Sri Mulyani yang tentu saja akan merentangkan rintangan  dengan segala cara dan beaya, bahkan akan mengerahkan ISIS import ke Indonesia bila perlu. Mengerahkan aksi mahasisiwa a’la pembentukan Orde Baru dengan “KAMI” dan “KAPPI”  nya, yang gejalanya sudah nampak pada demo mereka tg 21 Mei 2015 sebagian demonstran dengan indentitas dari Muhammadiah, membakar dan merusak ( berita TV Satu tg 22/5/2015 jam 5 sore). Sebab ide trobosan ini memang berdasar dan mungkin,, bila dikerjakan dengan tekad politik yang bulat untuk membebaskan diri demi amanat TRISAKTI.
Bagaimana tidak, tepung tapioca adalah bagian dari kuliner disana dengan penduduk yang sangat banyak yang tak terpisahkan dengan semua resep masakannya sehingga dinamakan “a wonder flour” seperti bawang putih di kuliner kita, sedangkan ketela batatas dimakan oleh penduduk mereka sebagai dilicatess dan sesulit mereka mendapatkan panen yang baik, seperti bila  kita nekad menanam bawang putih. Sedang Manihot utilisima/ ketela pohon tidak tumbuh di sebagian besar daerah iklim mereka, meskipun mendapat persaingan dari Vientam dan Negara tetangganya di Asia tenggara, Ikan dilaut kita perlu teknologi mutakhir untuk menjamin hasil tangkapan setiap kali melaut dengan beaya bahan bakar yang besar, kelebihannya setara dengan kekurangan beras dan kedelai, yang teknologinya sudah ada, sedang kopi dan karet kelapa sawit sudah ada ditangan kita.
Yang diperlukan adalah tekad dan optimsme kita, bahwa kita sudah sampai di tantangan melaksanakan amanat trisakti, berani melaksanakan apa tdak ?*)
Lilhat juga artikel di google dengan kata kunci INDONESIA L] BOND Bulog.....

1 comments:

Presiden yang Katanya 'Plonga-plongo' Itu Ternyata:

Pada 6 bulan kerja Presiden Jokowi ternyata banyak sekali tantangan dari berbagai sektor. Mulai dari beragam kebijakan, hingga naiknya harga BBM yang berimbas kepada naiknya harga kebutuhan pokok.

Walau banyak sekali yang menghujat dan menyesal telah memilih mantan Walikota Surakarta (dulu bernama Solo) dan mantan Gubernur Jakarta itu, namun tak sedikit yang yang masih optimis akan kinerja sang Presiden.

Tak sedikit pula yang menjuluki Presiden Jokowi yang katanya 'plonga-plongo' seolah tak tau hal yang dialami oleh negara ini. Apabila dibalik, berapa banyak diantara kita yang mengerti secara persis masalah negara ini?

Taukah sobat, Presiden yang katanya 'plonga-plongo' itu ternyata telah menuntaskan berbagai hal yang kebanyakan kita sebagai masyarakat lupa bahkan nggak tau..

Ternyata...

Presiden yang katanya 'plonga-plongo' inilah yang hari ke-2 jadi Presiden, Malaysia langsung mencabut mercu suarnya!

Presiden yang katanya 'plonga-plongo' inilah yang lalu meminta hak kedaulatan udara RI bagian timur agar segera dikembalikan setelah puluhan tahun dipegang otoritasnya oleh Singapura. Kalau tidak kembali, perang!

Presiden yang katanya 'plonga-plongo' ini jugalah yang membuka ratusan hektar lahan hutan untuk membuat rumah bagi pengungsi letusan gunung sinabung yang telah diterlantarkan pemerintahan sebelumnya.

Presiden yang katanya 'plonga-plongo' inilah yang belum 100 hari langsung membereskan masalah Lapindo yang sewindu terabaikan.

Presiden yang katanya 'plonga-plongo'ini lah yang memberikan statement keras agar PT. FREEPORT harus segera membangun smelter di Papua. Kalau tidak, kontrak Freeport akan segera dicabut. Dengan adanya smelther, maka Freeport tidak punya alasan untuk membawa hasil mentahan ke negaranya, dan harus diolah di Indonesia.

Presiden yang katanya 'plonga-plongo' inilah yang pertama kali mengeksekusi mati terpidana NARKOBA.

Presiden yang katanya 'plonga-plongo' ini juga menjadi yang pertama berani mengkritik dengan keras BANK DUNIA, ADB, dan IMF dan menyerukan semua negara untuk tidak mempunyai ketergantungan dengan 3 lembaga keuangan Amerika ini, dan cukup membuat Amerika gemetar.

Presiden yang katanya 'plonga-plongo' inilah tak pernah sekalipun menjelek-jelekan dan menghina-dina orang lain bahkan selalu membalas cacian dengan senyuman.

Presiden yang katanya 'plonga-plongo' inilah dikagumi ratusan pemimpin dunia namun di negerinya sendiri dicibir dan dihujat!

Presiden yang katanya 'plonga-plongo' inilah setiap hari dihujat jutaan caci maki haters sementara ia sibuk bekerja dari pagi sampai pagi lagi tanpa punya niat mengkriminalisasikan haters.

Intinya, kita sebagai rakyat harus sedikit optimislah. Mungkin dibalik semua ini ada hikmahnya..

(berbagai sumber)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More