Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Kamis, 11 Oktober 2018

CERITA FIKSI KE 8 belum diurutkan kembali
SETELAH PERTEMUAN PARA GENERASI BARU PASKA BENCANA PEMBEKUAN WILAYAH SUB TROPIS.


Pertemuan remaja generasi baru di Bali dua bulan.
Berpusat sekitar danau Bratang yang indah,  dua ribu pemuda pemudi manusia baru, yang pada umur  tujuh hingga sepuluh tahun, terjadi perubahan alam yang merupakan bencana besar pembekuan yang mendadak melanda wilayah sub tropis.
Setelah mereka dengan sukarela dan merasa sedikit ngeri juga, dijodohkan berdasarkan data base kesehatan manusia sedunia, yang dengan  mempertimbangkan  segala segi syarat pegaulan keluarga yang harmonis, tujuannya selain itu. yang terutama adalah memperkecil pengaruh merugikan dari gene pada turunan mereka yang akan datang. Karena program eliminasi gene gene yang telah merugikan manusia seluruh dunia telah dialami selama sebelum bencana tiba, sangat sulit untuk diatasi karena budaya yang memberikan tengara “berjodoh” secara alami, banyak yang masih percaya bahwa “jodoh” – “rezeki” – dan “umur” ditangan Tuhan. Padahal setiap individu sudah mengandung gene gene yang rentan terhadap sakit diabetic dengan segala tingkatnya, sudah mengandung gene yang rentan terhadap penyakit jiwa yang paling sulit disembuhkan adalah “paranoid”, sebab antara perilaku maunya sendiri dan perilaku normal bercampur aduk. 
Selanjutnya schizoprenia, mania dan phobia – semua terkandung dalan kombinasi gene yang bisa memicu dalam hidup seseorang.  
Keturunan dari pasangan pernikahan, pasangan yang  banyak membawa gene dari dua belah pihak sehingga penyakit degeratip menyatu, yang seharusnya bisa ditutupi oleh gene “Jodohnya”,malah diperkuat - Belum kecenderungan mengidap penyakit cancer dan degeratip organ yang bisa didapat dari kombinasi gene yang kebetulan “berjodoh” untuk memperkuat dalam kombinasi gene dengan  perkawinan, yang pasti jatuh pada kerurunannya.  Zaman sudah mencapai ketrampilan untuk “memperbaiki penampilan” tubuh dan wajah seseorang dengan sangat sempurna, tanpa bekas. Jadi jodoh tinggal secara teknis direkayasa dari data base penduduk muda di dunia. Jangan curiga macam macam, sebab sesudah kekacauan  kebekuan yang mendadak dinegara maju, pil KB sudah bukan produk farmasi umum, sulit didapat, jadi para robot pendidikan wanti wanti pesan jangan sembarangan main main dengan organ reproduksi sebelum berniat untuk mendapat anak, petunjuk robot cerdas ini manjur. Pasangan sekemah ini telah dibekali test kit, jangka waktu ketersediaan telur siap dibuahi, yang sangat dapat dipercaya.
Pasangan pasangan baru ini sangat manusiawi dan menghormati wanita.
Demi mendapat keturunan yang lebih kuat, lebih cerdas dan lebih sehat jasmani dan rokhani – maksudnya untuk mengikuti langkah anak cucu Adam dan Hawa, tanpa godaan syaithan yang terkutuk.   
Bayangkan Allah menciptakan bani Adam, dengan wadag Pythecantropus erectus, yang sudah disusupi code code di DNAnya dengan code code sorgawi, lewat Adam dan Hawa. Atas kehendak Allah sang Pencipta. Keturunan Adam+Hawa harus dipisah perjodohannya, antara yang menarik dan yang tidak menarik dari kedua sisi itu, konon mereka dilahirkan sudah kembar lelaki dan wanita, kembar menarik, dan kembar kurang menarik. Atas perintah Allah, yang menarik baik lelaki maupun wanita dijodohkan dengan yang kurang menarik baik lelaki maupun wanita. Anak Adam lelaki yang menarik dan gagah tidak mau diperintah berjodoh dengan pasangan gadis yang kurang menarik (ketika itu bagi pemuda Pythecnatorpus kesannya baru permukaan sekilas). Padahal Allah Maha memberi, Maha adil, jadi bila sabar sedikit, si anak Adam yang gagah pekasa Pithecantropus rupawan ini akan mendapatkan pasangan yang sangat pas untuk dicintai, dilindungi, mendapatkan yang terbaik dari si gagah dan rupawan Pithecanthropus ini. Dia malah membunuh saudara lelaki pasangan kembarannya yang menarik. Legenda Habil dan Nabil.
Sejak itu code sorgawi yang tercantum dalam  gene Adam dan Hawa, telah tercemar dengan semangat pebunuhan, begitulah yang dipercaya.
Zaman yang masih digoda Syaithan sejak keberadaan bani Adam yang pertama.  Allah member tangguh pada si syaitan yang terkutuk.
Kecuali itu sidang umum hadirin telah bulat memutuskan manusia di dunia adalah satu.
Sangat dalam pengaruh pegaulan  antara pemuda pemudi zaman baru ini dengan robot yang mulia, para dokter dalam jajaran Robot, spesialisasi “bedah pastik” dapan merubah  wajah jodoh bila perlu di design a’la data base dari foto ayah dan ibu sang pasangan oleh computer super ini, menjelang berangkat ked pertemuan. Pecayalah, robot dapat menditeksi dengan mudah idealism penampakan permukaan sekilas, dua kilas, dan seterusnya menjadi jalinan persahabatan mengenai libido ketertarikan satu pasangan, mengenai selera  yang dijodokan dari manusia manusia muda ini, melulu demi kesinambungan keintiman antar mereka yang dijodohkan, demi keturunannya. Yaitu untuk zaman manusia berilmu dan menghayati wahyu illahiyah.
Watak generasi baru telah berubah mendasar, sangat sabar, mengerti isyarah Allah yang sehalus apapun untuk pribadi masing masing dengan jelas, sehingga menimbulkan iman yang sangat teguh.  Dan Robot adalah “ndelallah kersaning Allah” (bahasa jawa) dengan kehendak Allah, membantu manusia menjauhkan dari segala gangguan besar godaan Syaithan – Syaithan sudah tua dan masanya pensiun. Jalan manusia menjadi rakhmatan lil alami terbuka lebar.

-Tujuan utama yang sangat penting adalah mendapatkan sumber energy hidup manusia, secukup cukupnya.
- Manusia harus berupaya supaya tetap produktip berguna kepada alam raya, seperti yang sudah digadang gadang oleh Penciptanya - Allah subhanahuwata’alla, dalam bahasa muslimin, jadi rakhmatan lil alamin.
-Tahap pertama dari penciptaan makhluk manusia yang sudah ratusan abad yang lalu menurut perhitungan hidup manusia, meloncat maju budayanya berkat penemuan api oleh manusia purba.
 Padahal menurut waktu alam raya – sangat singkat meskipun dimulai secara phylogenic, dari adanya makhluk satu sel hingga manusia purba.
Api ini selanjutnya sangat tergantung dari bahan bakar fosil, turunan dari energy matahari kita, yang terperam dalam planet bumi sudah jutaan tahun, tentu saja bisa habis. Bumi dan tata surya hanya satu titik di alam raya dengan matahari matahari yang tak terhitung jumlahnya, dari trilyunan galaksi selain galaksi kita Sang Bimasakti - the Milky way.
-Tahap yang kedua hanya digunakan reaktror nuklir  cukup banyak, dari bahan baku Thorium90 dengan ketersediaan yang cukup banyak di bumi kita maupun di planet planet tata surya kita, jauh lebih aman terhadap lingkungan hidup planet ini dari paparan sinar radio aktip yang sangat merusak  seluruh kehidupan yang ada.  Semoga dengan adanya Thorium90 ini kebutuhan energy bisa diatasi sampai tahap perikutnya.

Sejak pertemuan akbar di Bali, manusia sudah tidak terpisahkan dari robot ciptaannya sendiri. ( sebetulnya telah berguna dan dibuat manusia segara masal di Kontinen kedelapan), jauh sebelun ada bencana pembekuan wilayah sub tropik. Karena kondisi kerja yang hanya cocok bagi robot cerdas,  yaitu tanpa oxygen dan temperatur yang sangat tinggi bagi manusia – kerja bor reactor Thirium90 melemahkan ikatan kristal, dan menghasikan macam macan serat sebangsa asbestos dan batu apung untuk segala keperluan  manusia sebagai penemuan serat tumbuhan ratusan abad yang lalu.
Sebagai contoh di zaman pembaca blog ini saja,  kita hampir tak terpisahkan dengan sistim komputer kita, meskipun jauh lebih rendah derajad teknologi dan “kemanusiaannya” karena kita harus bayar mbah Google kepada server kita,   google adalah pemilik  hak  intelektual harus dihargai dengan uang.  Sedangkan Robot tidak dihargai dengan uang, tapi dinilai dari seberapa dekat dengan tugas manusia, sebagai rakmatan lil alamin.
Dengan itu saja, robot yang terhormat pasti dengan seluruh eksistensinya membantu manusia yang dijodohkan sebagai pertnernya.  Dari robot robot cerdas  zaman yang akan datang, bila dibandingkan dengan teknologi sekarang, seperti  lilin dengan lampu listrik zaman ini.
Mesin mandiri, adalah ciptaan manusia, yang sejak terjadinya dari permulaannya  sudah jadi kendaraan syaithan – karena manusia masih dalam kngkungan syaithan, semua dihargai dengan uang, paling ngetop dibayar dalam US  dollar dan kembarannya riyal, yang berwarna hitam, sehitam minyak bumi yang menjaminnya. Dan minyak bumi langsung dibawah ketiak syaitan. 
Hukum robotic yang digunakan dalam pembuatan otak positronik di Kontinen Kedelapan sangat peka dan tunduk kepada tiga pokok Hukum robotic. yang diciptakan oleh Fisikawan dan filsuf Isaac Azomov. Mereka tidak punya nafsu, mereka cerdas luar biasa, bekerja melulu untuk mendukung hidup dan kesejahteraan  manusia dan masyarakatnya. Kekuatan fisik, dan mentalitasnya jauh lebih unggul dari manusia,  berkebribadian kanak kanak umur sepuluh tahun, dan tidak bisa bohong. Dilemma yang menyangkut hidup manusia bila sijejalkan dengan paksa kepada otak robot, sang otak “positronic” bisa terbakar dan jadi rongsokan, padahal nilainya bagi manusia sangat besar. Jadi sang partner manusia harus sangat bijaksana, dan makruf – untuk bekerja sama dengan robot. Bersamaan dengan itu manusia dan robot mampu menciptakan alat alat pengukur semua parameter fisiologis dan psychologis  badan manusia, mencermati bekerjanya semua organ dengan berbagai kedaan, baik alami maupun di simulasikan dengan stimuli experimental dengan kepekaan yang sangat tinggi,  hasil  teknologi nano oleh para robot. Katakan hanya alat cardiografi, begitu pekanya dan banyakanya parameter yang bisa direkam, sehingga pengetahuan para Dokter semakin drastic meningkat. Apalagi mengenai alat perekam fungsi otak. Sehingga ilmu ilmu gaib para adept di masa lampau bisa dilacak dan disimulasikan.

Manusia yang berbakat/ adept terhadap energy aneh sepanjang legenda, dan kenyataan yang ada dalam sejarah kebudayaan mausia, misalnya energy chi dari budaya China, tajamnya energy “kemauan” yang dipelajari tekniknya oleh petarung bangsa mereka, bisa memotong balok kayu atau barang getas ( pejal tapi bisa pecah seperti batu dan balok) dengan pukulan tangan telanjang. Meloncat mencapai jarak tidak masuk akal baik jauh dan tigginya dsb. Juga apa yang sudah dicapai oleh para Lama di Tibet dengan latihan meditasi.  Zaman itu teknologi telah memungkinkan untuk mendalami hal ikhwal  meditasi secara leluasa dan mendalam, tanpa cercaan dari fihak lain dari sisi  kering ilmu pengetahuan, karena hidup rata rata manusia sudah terbantu oleh pekerjaan robot. Inti sari dari meditasi jenis ini adalah melipat gandakan rasa menyatukan diri dengan energy alam, bukan mohon atau memerintah, bukan konsentrasi pikiran memaksakan kehendak, melainkan meditasi manusia demi melaksanakn rekhmatan lil alamin, keyakinan itu sangat diperkuat sehingga manusia  “bebas” dari keterbatasan pikiran, kulit dan daging manuisanya, tapi menjilma jadi petugas yang menjadi rakhmat alam raya sedang melakukan karyanya, dengan apa yang dikaruniakan kepadanya – karena manusia bukan sekedar makhluk benda, tapi separo dirinya adalah makhlik non benda, yang jauh lain dan lebih, dalam segalanya dari sekedar benda- termasuk robot cerdas yang sudah melebihi manusia dalam bidang  ke bendanya juga lebih dari sisi mentalitasnya,  atas rancangan yang ciciptakan oleh manusia,robot  sudah menjadi bagian dari tubuh benda manusia.  
Hanya, dunia benda selalu tegantung dari energy yang cocok dengan sistimnya. Manusia pemberi energy yang bisa dipakai robot, sebaliknya segera bertimbal balik, manusia mamperoleh energy, tercipta oleh alat dari benda atas bantuan robot, karena kondisi badan manusia sudah tidak mampu mengatasi kondisi tekologi mutakhir, sebagian besar prosesnya tanpa oxygen dan panas yang tinggi. Begitulah kenyataan alami mulai terjadinya. Robot mengerti dan manusia mengerti betul tentang hal ini.
Lha bila waktu  sudah masanya manusia mencari energy jenis lain, dengan bagian dari tubuhnya yang non benda.
Telah sangat lama terpendam selama ribuan generasi mengenai adanya dimensi alam yang selain alam kita, dengan peredaran energy yang bila di transfer ke alam dimensi kita, besarnya berlipat lipat, ini ditandai dari frasa wahyu ilahi sendiri yang mengatakan alam ini bersusun sampai arasy, tingkat energy yang tertinggi. Diatas dimensi alam kita masih ada alam alam yang lebih tinggi, yang pada zaman yang lampau konon energy dri sana bisa digunakan untuk menciptakan keajaiban keajaiban mendirikan batu bangunan ratusan ton – energy dari alam dimensi lain – ini bahan penelitian yang serius bagi manusia zaman baru, demi mendapatkan jenis jenis energy yang sesuai dengan tugas generasi manusia baru yang akan datang.
Dengan perilaku yang bersih, mengatasi kebendaan dari dirinya dengan segala jalan, ( mengerti makna mengapa jalan ini telah ditempuh manusia ribuan generasi yang telah lampau) – kali ini lebih ringan, karena kebutuhan kebendaan dirinya sudah ditakar dan dikendalikan menurut keperluannya, menurut hukum thermodinamika, hukum kekekalan energy dari sisi benda.  Keberadaan  sisi kedua dari badan manusia, tanpa dorongan  gejolak nafsu  keberhasilan, hanya menurut mengalirnya suasana menyatukan diri seutuhnya dengan alam non benda, seorang manusia bisa memakai energy non benda, dari arus  energy non benda layaknya aliran terjunan air terhadap turbin,  Ini hasil diskusi pencerahan dengan robot cerdas. Karena robot mengerti sekali mengenai kelebihan kekuatan makhluk manusia dari robot. Tidak aneh.
Akirnya ada kesimpulan, jalan ke ruang kosmos dan waktu tempuhnya dapat disingkat lewat lubang cacing yang akan dipetakan oleh upaya sisi manusia non benda,  sehigga badan hidup manusia bisa melewati ruang dan waktu secepat cipta bila kendaraannya diciptakan di ruang angkasa yang tanpa bobot. Artinya bisa diciptakan pelindung kendaraan dari meteri yang sangat padat, supaya tidak hancur dalam lecepatan yang mendekati kecepatan sinar di ruang hampa dan tanpa gravitasi. Itu saja untuk sampai ke galaksi lain di nebula yang terdekat Andromeda, dengan  ribuan matahari, dengan planet plenetnya perlu ratusan tahun untuk benda  cahaya merambat kesana – masih diperlukan lekuk terjunan bidang ruangwaktu yang yang harus diloncati, namanya fenomena lubang cacing, yang membuat jarak jadi relatip pendek.
Masih jauh explorasi manusia hingga bisa menjelajah alam dengan ”cipta” sebagai wahana yang masih fenomenal dari legenda kuno.  Meskipun Thorium90 masih ada harapan ditambang dari dua planet matahari kita yang terdekat dengan matahari, karena massa Thorium besar. Jadi tidak terlempar jauh dari induk semua planet saudaranya, pada saat terjadinya dari pecahan matahari.

Dilain sisi,  manusia baru tertantang untuk menggunakan badan non bendanya, istilah popular badan “astral”nya, berkelana di alam dimensi lebih tinggi, explorasi ilmiah, artinya dengan prosede yang sama, alat yang sama, semua orang dapat mengulangi dengan hasil satu fenomena yang sama, mulai dirintis pada zaman baru ini, mendayagunakan badan astral manusia, dengan menggunakan alat yang sesuai*)

Senin, 08 Oktober 2018

TEMBANG ILIR-ILIR, AJARAN PARA WALI,MENGURAIKAN EMPAT ILMU ISLAM

quote dari blog ini: sudah di edit 8/20/2018
BAGAMANA PARA ULAMA ISLAM DI PULAU JAWA MENGINGATKAN UMMATNYA PADA ABAD KE 15 -16, ZAMANNYA PARA WALI, DI KERAJAAN DEMAK BINTORO.

Di youtube, cak Ainun Najib, malantunkan syair para wali tanah jawa satu tembang dengan grup musikalnya “Kiai Kanjeng” tembang  “Ilir Ilir”, yang dalam perenungan saya sebagai "the last generation of the javanese" orang jawa generasi terkhir:
Ilir ilir….. ilir ilir……..            Oi angin sepoi datanglah 
Tandure wong semilir…..    Tanaman bibit padi disawah sudah bangun
Tak ijo royo royo……….         Begtu hijau berpendar  segar  
Tak sengguh penganten anyar… Kukira penganten baru
Cah angon 2  peneken blimbing kuwi… anak gembala 2 panjatlah pohon blimbing itu
Lunyu lunyu penekna……..meski sangat licin  panjatlah
Kanggo masuh dodot-ira…. Untuk mencucuci kain dodotmu*
Dodod-ira – dodod-ira…….o kain penghias pinggangmu 
Kumitir badahing pinggir.. berkibar sobek di pinggir
Dom-ana, jlumat-ana......Jahit dan anyamlah dengan jarum dan benang.
tak enggo seba mengko sore … akan kupakai meghadap nanti sore
Pupung padang rembulane…. Senyampang bulan purnama
Pupung jembar kalangane…senyampang luas lingkaran “halo” sinarnya 
Ya surak-a  surak horee… bersoraklah sorak horeeeee.

*   "kain dodot* adalah kain semacam kain bathik, bersegi empat, untuk dililitkan ke pinggang merangkapi celana dibawah lutut semacam kulot, dengan banyak lipatan didepan, (bhs.Jawa:wiru), sebagai hiasan tambahan, sebagaimana "kampuh" nya orang Bali, tapi lebih lebar seperti pakaian adat orang Melayu.

Syair tembang untuk bermain para bocah ini mengandung  pertunjuk yang dalam dan telak bagi kaum muslimin zaman itu di pulau Jawa, sampai sekarang (malah hingga sekarang di seantero dunia), isyarat itu dari upaya cak Ainun Najib berkeliling dunia dengan tembang itu meskipun di tembangkan beramai ramai oleh anak anak dimana mana.( memangnya hidup ini bukan sekedar permainan ?) Lho lah maknanya kok nggak terikut  ???.
Adapun makna yang saya renungkan kembali dari dongeng moyang saya adalah: 
Situasi lagi sangat baik, pemindahan bibit ajaran baru (di abad 16) sudah  tumbuh berkembang…..bibit padi disawah ditanam bersegi empat seluas sawah dari pembibitan sudah menggeliat bangun. Maksudnya ajaran islam dengan empat ajaran pokok yaitu ilmu ilmu syari’at islam, tarikat islam, ilmu hakikat islam dan ilmu makrifat islam ( sebab di contoh lain....para wali menggamgarkan contoh ksatrya unggul Arjuna...."bersitri 4* , bukan istri tapi llmu...ini ambahan cerita para wali islam tanah jawa. sebab di mahabharata certia aslinya dari India, sebagai cerita suci hndisme Wedda kelima - tidak ada. Diperistiwa lain malah saban bertemu Pandito Guru....malah putrinya diperistri...adalah sanepo-sindiran mengenai ilmunya sang Guru). Pelajaran ilmu yang empat ini sudah tumbuh dengan bergairah. Menghijau segar berpendar, begitu bersemangat sampai saya kira temanten baru.       Cah angon2, para gembala umat islam, ulama, nara praja ( abad ke 17), panjatlah pohon belimbing itu , yang  buahnya bersisi lima, yaitu kelima rukun islam , meskipun pohonnya licin, sangat berat. Sebab buah belimbing ini akan aku pergunakan untuk mencuci kain dodot hiasan pinggang yang telah kau jahit karea sobek di pinggir - tentu saja sobek diluar libatan kain dipinggangmu bagian yang nampak. dan anyamlah menyatu kembali sebagai kain yang bersegi empat ajaran pokok ilmu islam yang akan aku jelaskan, ilmu srai’at islam, ilmu tarikat islam, libatan diluar - ilmu hakikat islam, ilmu makrifat islam libatan di dalam tidak manpak. 
Sebab aku lihat kain dodot*mu robek  berkibar kibar di pinggir diluar libatan pinggang,  sebelah luar libatan dodot yang kasat mata, artinya  ilmu syari’at islam dan ilmu tarikat islam, jahit dan anyamlah dodotmu dengan teliti. artinya dijahit kembali ilmu hakikat islam dan ilmu makrifat islam yang dilibatan  menyatu kembali utuh sebagai kain bersegi empat. Artinya segi ilmu yang tidak kasat mata, libatan kain sebelah dalam. dan libatan kain sebelah luar.
*kain dodot dilibatkan di pnggang mrnutup celana selutut seperti culot banyak lipatan di depan ( wiru) , sebagai  hiasan, seperti dandanan cara orang Melayu.
Agar aku bisa memakai kainya untuk menghadap nanti menjelang magrib, sehingga ilmu ilmu ini menyatu keempat empatnya waktu matahari tenggelam  dalam hidupku. Kerjakanlah senyampang  kondisi alammu masih baik. Maka bersoraklah dan bergembiralah dengan bersorak  horeeee.  Kalau saja Dr. Kontowijoyo menyadari mengenai makna tembang Ilir -ilir ini, beliau tidak sampai nyrempet nyrempet ke ilmu Sosiologi dari Barat,  sudah ada di pelajaran para Wali tanah Jawa yang Holistic seperti diuraikan diatas. Sedang Ontology -- dan Epistemology- tidak mengarah ke kesadaran Holistik kehidupan manusia, kecuali bila ditambahkan kepada ilmu ilmu yanfg dicangkok  dar barat itu, yaitu wahyu illahi. Walau saya sangat mensyukurinya, keduanya sama sama mengajari manusia kembali ke harkat pokonya, jadi rakhmatan lil alamin. ( fgoogle kata kunci epistemologi Dr.Kuntowijoyo)          
Jadi penghadapan pada waktu magribnya hidup, alias mati, dapat dibicarakan dengan nyanyian permainan anak anak yang gembira diakhiri dengan sorak horeee.

Begitulah ajaran para wali islam di jawa, yang dilantunkan beramai ramai oleh ansambel alat  musik gamelan jawa dan choir Kiai Kanjengnya cak Nun yang selamat sejahtera sampai keliling Dunia, sedang renungan ini ya begini saja, masih untung belum viral dadakwa ilmu klenik, bid'ah  oleh para habib, dan dicerca dan dinista  seperti uraian Doktor dari Amerika Nurcholis Madjid alm. Yang inti dari cercaan itu adalah pesan: 
“Disini, Indonesia sekarang,  banyak orang pandai , al ustadz , al mukharom alim ulama ahli agama islam, buku dan artikel di e-media,  uraian agama islam bejibun yang  didukung oleh Saracen, MCK, dan  khilafah dari Sabang, malah manyqa dqai Papua  sampai Maroko, kamu ndak usah bergaya merenung dan berfikir sampai warisan para wali jawa segala, tanpa restu para saracen,MUI, khilafah, aswaja, (koma) karena,  selalu saja ada sayap sayap  organisasi organisasi itu  yang lebih  tegas layakya pegas "forged in fires" yang sangat berbahaya  dan ngawur tanpa kendali dari organisasi induknya, malah dapat dukungan dari anak autis kita yang gagah perkasa” *)
unqoute

Terima kasih, wasalamu’alaikum warahmatulahiwabarokatuh.


Sabtu, 06 Oktober 2018

UNTUK PARA FACEBOOKER YANG MENCARI SAYA


edisi ke 2 : PERKEMBANGAN +ISLAM  SESUDAH MAJAPAHIT DI PULAU JAWA+ dari blog sesudah di edit 3/1/2018

Yang jelas, Majapahit runtuh  bukan karena perang dengan siapapun,     melainkan disebabkan oleh landasan ekonominya  telah  runtuh, tanpa bisa diantisipasi jauh jauh hari.                                                                        Kapal jung dari China, menjadi lebih besar, guna mengangkut beras yang  lebih dibutuhkan, dan tidak bisa dilayani oleh pelabuhan pedalaman, di pinggir kali Brantas di Wilwatiktapura,  sekarag sekitar Trowulan, Mojokerto sekarang, sangat mendangkal  karena endapan pasir vulkanik dari gunung api di daerah tangkapan airnya, terutama gunung Kelut, dan gunung Anjasmoro. 
Sedangkan memang komoditas beras sangat memerlukan transportasi dari sawah  peninggalan zaman sebelumnya,  sawah dengan pengairan berundak di lereng lereng  gunung yang terpencar pencar, sehingga sulit sekali untuk mendapatkan ready stock beras sebanyak muatan  3-4 jung besar dalam waktu sebulan misalnya, katakaan sampai 1000 ton beras di pelabuhan   dalam, dengan draft 2 -2,5  meter, di laut Jawa atau selat Madura.   Sedangkan ulama islam, sejak berdirinya kerajaan Majapahit telah membangun persawahan pasang surut dan persawahan di rawa rawa  muara bengawan Solo dekat hunian kaum muslim di Gresik, sejak pada abad ke 12 M. dengan teknologi dari Mesopotamia, menggunakan alat pengukur optik, ciptaan Al Haitham,   ulama islam ahli optika, disempurnakan dari kebudayaan Babylonia, oleh ulama islam, dari prototype  teodolit, untuk mengukur kontur dasar rawa. Rawa yang luas dengan cepat dipetakan untuk rencana pembangunan saluran saluran pengairan, bisa diukur  meskipun dari wilayah rawa yang luas. oleh sunan Kalijogo, dan gurunya sebelum zaman Demak. Menggunakan dasar rawa paling dalam untuk dilewati saluran pematus guna menurunkan permukaan air di area yang sama sama tergenang air, baik rawa pasang surut maupun rawa akibat aliran sngai terhambat, seperti di Demak Bintoro, karena aliran sungai melewati lembah buntu seperi Demak Bintooro, jadi dasar rawa yang tinggi menjadi cukup dangkal untuk tanam bibit padi, menjadi lahan sawah, yang bisa mendapat air pengairan sepanjang tahun. Pencetakan lahan baru sawah ini tidak bertentangan dengan kekuasaan Majapahit, malah mendatangkan penghasilan dari katakanlah “pajak” exportnya. Dengan demikinan selanjutnya pondasi dari kerajaan islam Demak Bintoro menjadi kokoh. Karena sekitar Demak memang areal rawa yang sangat luas, bisa di cetak sawah puluhan ribu hektare, karena dari tangkapan air di lereng timur gunung Merapi Merbabu, lereng utara pegunngan Kendeng, lereng timur dan selatan gunung Telomoyo di Semarang, terhadang ke laut oleh kaki dan lereng selatan gunung Muria !! . Satu satunya pematus rawa itu adalah sungai Welahan dari Demak ke Jepara. Maka pematusan rawa Demak dibuat di hilir terendah dari kali tersebut, dan hulunya adalah rawa Demak disitu dibuatkan saluran saluran ke hilir menyatu dengan hilir sungai Welahan yang diberi pintu untuk mengatur tinggi air  permukaan rawa.                      
Lha ulama  Jawa, mulai dari para wali zaman Demak, telah mengajarkan ilmu  hakikat islami dan makrifat islami digali dari isyarat isyarat dalam syari’at islami yang kasat mata. ( tembang dolanan ilir Ilir itu ciptaan para wali)
Diajarkan secara estafet, sorogan dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi untuk  mengatasi ajaran dharma dan karmapala yang tanpa ampun terhadap segala kesalahan manusia, dari agama sebelumnya.                Karena isyarat yang diberikan oleh bacaan dan gerakan sholat itu adalah inti sari ilmu hakikat islami dan makrifat islami, yang di design oleh ALLAH subhanahuwata’alla sangat sederhana dan mudah dimengerti oleh manusia diseluruh dunia. Jadi ilmu hakikat islami dan ilmu makrifat islami tidak sulit sulit  amat untuk dimengerti dan dijiwai oleh para murid para wali tanah Jawa, dan anak pinak murid muridnya, meskipun belakangan sesudah Demak sangat banyak ulama belajar dari Timur tengah berdakwah dikalangan akar rumput dengan besorban dan jubah, brewok jenggot aneka macam, menawarkan sorga dan menjatuhkan ke neraka mereka yang secara kasat nata beda dengan dia. Malah menyebarkan ramalan ramalan akhir zaman,mereka artikan secara harfiah, seperti kembali ke kekhalifahan islam yang lebih luas dan hebat, Padahal ramal meramal adalah tidak islami, asing bagi islam.   Apabila pada permulaan kerajaan islam di Jawa, para ulama ikut berperan aktip membangun dasar ekonomi dengan  membangun pondasi ekonomi, sawah rawa, sesudah Kasultanan Demak bintoro fungsi ulama islam surut, karena tidak berperan dalam kemajuan ekonomi, baik infra structure maupun perdagangan, karena gangguan alur pelayaran yang semakin  gawat dari pembajakan galleon galleon Portugis, yang tidak bisa diatasi, mungkin juga kerusakan saluran di rawa rawa akibat pendangkalan oleh lahar dingin, atau sengketa hak atas lahan sawah rawa, kesulitan untuk mengerahkan tenaga gotong royong pekerjaan raksasa yang berat dan makan waktu, mungkin ketiga tiganya mejadi sebab ditinggalkannya wilayah Demak Bintoro.
Sesudah Raden Patah sebagai Sultan partama kemudian Pati Unus sebentar dan diteruskan oleh Sunan Prawoto, yang mati terbunuh, diganti Sultan Traggono, dasar pondasi karajaan islam yang pertama ini pudar, artinya exsport beras ke China sangat terganggu, entah  karena produksi beras dari lahan rawa terganggu secara masif oleh pendangkalan saluran saluran, tanpa bisa diperbaiki, akibat lahar dingin, atau macetnya angkutan jung besar besar karena pencegatan oleh kapal kapal galleon dari petualang petualang Portugis yang dirintis untuk pertama kali dengan pelayaran ke timur mengitari benua Afrika oleh Vasco da Gama, pada akhir abad ke 14, karena Pati Unus pernah kalah dalam perang laut melawan galleon galleon ini apa keduanya, tapi kenyataan sejarah, telah terjadi perpindahan ibu kota Kasultanan Islam ke Pajang dengan Sultan satu satunya adalah Hadiwijoyo, putra menantu Sultan Trenggono, Sultan terakhir kerajaan Demak Bintoro, sultan kerajaan Pajang ini bergelar Sultan Hadiwijoyo.  Kerajaan baru ini  hanya didukung oleh produksi beras dari lembah tepi barat bengawan Solo,  sawah berpengairan dari sumber air di ngarai, lembah antara lereng barat kaki gunung Lawu sampai tepian timur bengawan Solo ,lembah antara pegunungan kapur di selatan, Gunung Merapi dan Merbabu di barat dan Pegunungan kapur Kendeng di utara, merupakan dataran rendah bengawan Solo, kali Pepe dan kali Dengkeng di dataran landai  menyatu dengan bengawan Solo,  sebagai anak sungai yang sangat pendek  mengalir di lembah berbentuk seperti alat penggorengan. Dengan ketinggian beberapa puluh meter diatas permukaan laut. Perpindahan ibu kota sekaligus pengalihan rekayasa teknik pengairan sawahnya.-  juga membuat surutnya pegaruh para ulama islam dalam politik pemerintahan para Sultan, mulai zaman Panemhana Senopati di Mataram Kerto, Amangkurat I Mataram Plered, dn Kartasura kemudian pecah dua jadi Srakarta Hadiningrat dan Ngayogyokarto Hadiningrat.
Dari semula, pada zaman terdahulu, sawah berpengairan  merupakan modal kekuasaan semua kerajaan di pulau Jawa, kecuali Majapahit. yang bertumpu pada perdagangan rempah rempah. Tidak seperti kerajaan Hindu yang hingga sekarang masih ada di pulau Bali, menciptakan sistim saluran pengairaan subak sebagai penopang ekonominya., dikepalai oleh kaum brahmana sebagai Sedahan agung.  Bila persawahan rawa ini dimotori oleh para ulama islam yang menyediakan teknologi sekaligus para santrinya, sebagai tenaga penggerak pembuat saluranoleh sebab itu sidang para Wali sangat besar pengaruhnya terhadap pemerintahan Sultan Sultannya.                                                                                                          Maka pengairan dari sumber dataran rendah ( umbul Cokro, umbul Pengging) adalah danau  kecil di dataran  70 - 80 m diatas permukaan laut. Dengan debiet lk. 1500 liter per detik, setiap sumbernya,  digunakan sebagai  pengairan sawah dengan sistim saluran ke areal sawah bawahnya, hingga tepian barat bengawan Solo. Wilayah yang oleh Penjajah Belanda disebut Vorstenlanden. Yang pemiliknya adalah Sultan, dengan pengelolanya  para  pejabat dan keluarga kerajaan  hingga tingkat prajurit, sedang para ulama adalah abdi Sultan, tidak mempunyai “lungguh” sawah diwilayah kerajaan baru  ini, apalagi ikut majelis kerajaan.                             Adapun setelah diperintah tiga Sultan, pembunuhan amirul mukminin di tanah Arab jauh sebelumnya, pendukungnya mengajukan pembenaran pembenaran dengan ngotot, sehingga sangat menimbulkan pertentangan, diantara kaum muslimin, gemanya sampai kesini juga setelah berabad abad.  Lha ulama  Jawa, demi menghindari dari dampak itu, mulai dari para wali zaman Demak, telah mengajarkan ilmu  hakikat islami dan makrifat islami digali dari isyarat  isyarat dalam syari’at islami yang kasat mata. Diajarkan secara estafet, sorogan dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi juga untuk  mengatasi ajaran dharma dan karmapala yang tanpa ampun terhadap segala kesalahan manusia, dari agama sebelumnya.
 Karena isyarat yang diberikan oleh bacaan dan gerakan sholat itu adalah inti sari ilmu hakikat islami dan makrifat islami, yang di design oleh ALLAH subhanahuwata’alla sangat sederhana dan mudah dimengerti oleh manusia diseluruh dunia. Jadi ilmu hakikat islami dan ilmu makrifat islami tidak sulit sulit  amat untuk dimengerti dan dijiwai oleh para murid para wali tanah Jawa. Apabila pada permulaan kerajaan islam di Jawa, para ulama ikut berperan aktip membangun dasar ekonomi dengan  membangun persawahan dari lahan rawa. Lantas pemiliknya siapa ?
Tapi menurut kebiasaan leluhur zaman sebelumnya  “perdikan” yang ada, yaitu tanah sawah yang dibebaskan dari pajak, terpaksa masih dipertahankan.  Perdikan ini pada zaman Sultan Islam, sangat sering menjadi sumber perselisihan,  para pemangku perdikan sejak zaman Hindu terutama zaman Majapahit  yang sudah sibuk dengan perdagangan rempah rempah,  sebaliknya dengan para Sultan islam, yang menjadi penerusnya, sangat  tergantung pada hasil sawahnya, sangat memperhitungkan penghasilan berasnya,  bahkan pemberontakan, seperti yang terjadi di Mangir dan Kajoran pada era kerajaan Mataram abad ke 16 -17 yang selalu dapat dipadamkan. Sedangkan pada zaman kasultanan Demak saja yang masih didukung oleh persawahan rawa luas untuk exsport, masih membutuhkan log/gelondong kayu jati dari Wengker ( wilayah Ponorogo) yang sangat mudah dihanyutkan lewat kali Madiun anak sungai bengawan Solo. Demak merasa dirintangi oleh pemangku  wilayah sebagian dari  Wengker, dibawah keturunan pemangkunya yang mendapat mandat dari Majapahit, Kiageng Kutu. Sosok sakti dari sincretisme Islam Hindu jawa. Demak tepaksa minta tolong kepada Kiageng Gribig dari Sengguruh/Malang sekarang,  yang telah membersihkan kaum Bhairawa di sana. Beliau merupakan turunan ketiga dari Sunan Giri Kedaton. Moyang Sunan Giri Kedaton ini Syech Jumadil Qubro pendahulu dari wali islam di Demak, telah mengalahkan  aliran  nyleneh dari hinduisme, yaitu aliran Bhairawa. ( google, idesubagyo.blogspot.com  Matahari Terbit di Wilwatikapura tayangan 2013) . Kiageng Gribig mengirimkan putranya Kiageng Mirah, untuk membantu utusan Demak, Bhatoro Katong, sehingga Kiageng Kutu bisa ditaklukknan. Untuk selanjutya keturunan Kiageng Mirah bermukim di Ponorogo, salah satunya adalah Kiageng Ngalimuntaha Mohammad Besari yang dimakamkan di desa Nglames. utara Madiun, kecamata mBagi.  Pada akhir Perang Diponegoro beliau sudah berusia hampir tujuh puluh tahun, masih menyelenggarakan sistim lintelijen lapangan yang sangat diperlukan oleh pasukan gerilya perang Jawa ini ( 1825-1830), dengan mengamati gerakan pasukan Marsose Belanda dari Benteng Ngawi, yang merupakan pertemuan sungai Madiun dan Bengawan Solo,  Ngawi sangat strategis karena merupakan jalan angkutan perahu ke tiga arah, ke Ponorogo -, Madiun, ke Solo dan ke Surabaya. Berita gerakan pasukan  lewat ketiga arah ini dipantau dan diberitakan dengan puluhan kurir terpercaya sambil membawa pesan berupa kacang tertentu sebagai contoh dagangan, ( jumlah pasukan) para kurir berkuda secara estafet, kurir yang  kesehariannya menyewakan kereta kudanya ke para marsose senior yang memelihara istri simpanan di desa desa, sedang kuda kudanya bila perlu bisa dikendarai oleh kurir dengan cepat,   ke tiga jurusan, sehingga kurir kurir ini tidak tahu siapa sebenarnya penerima contoh dagangan dan disampaikan kepada siapa.  Saat daerah Nganjuk mamanas, pada akhir perang Jawa, setengah batalion marsose dari Ngawi dikirim ke  timur mudik sungai Madiun, mendarat di desa Mbagi, untuk melanjutkan  dengan baris jalan cepat, 55 km ketimur, lewat lereng utara gunung Wilis. Di tepian barat sungai Mediun, tepatnya di ladang kering desa mBagi, sudah dihadang oleh pasukan gerilya simpatisan Diponegoro, dan dipukul mundur,  dengan banyak korban, dikenal dengan perang Mbagi. Sang Kiai sepuh sangat hati hati,  berendah hati, selamanya tidak pernah pergi dan menerima tamu asing, sehingga tidak diketahui  peranan-nya  baik oleh kawan maupun oleh lawan. Itulah yang membuat upayanya sebagai intelijen tidak terungkap sampai perang Jawa dimenangkan oleh Belanda.  Hanya gambarnya dibuat kumpeni untuk arsip, dan pengawasan gerak geriknya, sebagai sosok cerdas, yang bisa diduga juga memiliki pengetahuan strategi militer. sampai sekarang masih ada. Hanya dekat sekali dengan rumahnya didirkan sekolah sampai kelas lima, oleh kanjeng Gupermen, sesuai dengan kebutuhan kecakapan yang diperlukan oleh para kepala mandor kebun tebu (kometir- gecomiteerde) dan pegawai kecil di kaonderan dan kawedanan, istilanya program pasifikasi, sampai th 1952  sekolahan itu masih ada, sedang di dekat masjid lain misalnya di Gebang Tinatar tidak didirkan sekolahan semacam  itu, apalagi di desa.
Banyak nama ulama dengan nama Besari di kawasan Madiun Ponorogo Pacitan dan Solo, seperti Ki Ageng Anom Besari, yang makamnya di Caruban, ,dan banyak sosok Besari, yang kiranya merupakan murid dari  satu ulama sufi,   sangat mungkin beliau berasal  dari Lebanon sekarang. Para murid beliau  yang berhasil menguasai ilmu sang guru, seperti Kiai Ageng Ngalimuntaha Mohammad Besari dari desa Nglames Madiun diperbolehkan memakai nama beliau, juga Kiai Ageng Muhammad Besari dari Gebang Tinatar, Ponorogo. Kiai Imam Besari di  Jatisobo, Bekonang Solo, dari Pacitan, sebab kata Besari di Libanon adalah nama satu tempat dekat dengan tempat kelahiran sastrawan humanist zaman ini, yang bermukim di Amerika, Kahlil Gibran (google kata kunci  the birth place of Kahlil Gibran). Jadi pasti ada ilmu sufi/makrifat  islam dan hakikat islam yang sama dari semua yang menyandang nama Besari.  nama ulama Besari ratusan tahun yang lalu, dari wilayah Yogya, Pacitan, Solo, Ponorogo, Madiun, Caruban, belum pasti mereka dari satu induk pohon ginealogi, tapi mungkin juga putra/kerabat, rupanya para generasi ke tiga sudah tidak berhak memakai nama itu. meskipun telah  di wejang  ilmu ini dari tangan ketiga, yang pasti mendapat ajaran yang sama. Yaitu ilmu HAKIKAT ISLAMI DAN MAKRIFAT ISLAMI, yang intinya tentu cocok dengan ajaran para wali jawa terdahulu.                                                                             
Kedua pengetahuan islam ini hingga sekarang di Saudi Arbia sangat  dibatasi penyebarannya, oleh Pemerintah Saudi Arabia (google kata kunci Sumanto al Qurtubi – Wahabi KW ) beliau seorang lecturer mengenai science di Riyad King Faisal University. Rabaan  saya, ajaran hakikat islami dan makrifat islami dengan isyaratnya  dalam kalimah toyibah menunjukkan hanya al Qur’an dan Al  Hadist sajalah asal aturan nas dan salaf, bukan dari  yang lain, sedangkan generasi yang ada dibawah khalifaurasyiddin saja,  telah menodai dirinya dengan pembunuhan  pembunuhan  amirul mukinin-nya.   Sehingga banyak hujah  untuk pembenarannya yang bias    menimbulkan pertentangan, diantara muslimin, makanya abad ke 15 M  ulama islam di jawa sangat berusaha menghindari dampak hujah hujah itu, dengan ilmu hakikat islam dan makrifat islam langsung dari sumbernya bacaan dan gerakan utama sholat wajib, dan sunnah nabi pada awal wahyu diturunkan, waktu masih belum ada suku atau kabilah yang ikut ikut, kemudian merasa berhak sebagai penerus jadi Amirul Mukminin, melainkan perorangan, dan istri Nabi Muhammad s.aw..belum ada dukung mendukung. Para Wali menelad sebagai patokan para  sahabat Nabi yang tercocok karena cakaplah maka dipilih jadi Amirul Mukminin,

 Persawahan rawa yang lebih unggul dari persawahan berundak dalam  transportasi hasilnya, padahal kerajaan Pajang dan Mataram mendasari ekonominya dengan sistim pengairan dari sumber air dataran rendah, tanpa bantuan dari kaum ulama, juga masih kesulitan dalam transportasi hasilnya,  Hasil karya pembangunan sarana ekonomi ini dimanfaatkan sepenuhnya oleh para penguasa. Di Kesultanan Mataram, mulai dari pendirirnya – Panembahan Senopati, mendasari pengairan sawahnya dengan membendung sungai di Wilayah Yogya sekarang, sungai sungai yang mengalir ke selatan, yang merupakan sungai pendek dengan wilayah penangkapan air di lereng tinggi gunung dan dataran tinggi – beberapa kilometer sepanjang pinggang gunung membentuk jurang dalam, akhirnya beberapa puluh kilometer dibawahnya membentuk kipas lahar dingin di wilayah luas terbentuk dalam waktu jutaan tahun,  peberapa puluh  kilometer menjadi sungai dangkal, yang mengalir deras didataran rendah,  mudah sekali dibendung dan dinaikkan permukaannya dengan  sistim bendung “plered” jaitu luncuran sisa aliran air sungai yang tidak masuk dalam saluran pengairan. Bangunan bendung sistim plered ini menjadikan bendung lebih kuat menahan air bah, dalam legenda bangunan pengairan ini menjadi nama pusaka andalan Mataram tombak Kiai Plered - saya kira in hanya samaran dari andalan kerajaan  Mataram. yaitu bendung yang berupa plered.

Juga bendung batu kali  rendah untuk mengalirkan air pengairan kedataran kipas lahar dingin yang  sudah melapuk  berabad adad  sebelumnya, sudah memadai untuk mengairi sawah areal itu beberapa puluh hingga ratus hektare.  Jelas sistim saluran  pengairan ini tidak memerlukan teknologi yang terlalu tinggi, dari para ahlinya, yang semula dimiliki oleh para wali islam tanah Jawa.  Tidak heran nama istana keraton  ibu  kota Mataram zaman  pemerintahan sesudah Sultan Agung diganti  dengan nama Plered, disitu air sungai dinaikkan dialirkan ke saluran irigasi, untuk mengingatkan abdi petani, bahwa sang Sultanlah yang menghadiahi air.  sebagai  "Trahing kusumo rembesing madhu, satrya handana warih, tedhake  wong hamara tapa"  begitu dilukiskan sebagai tembang suluk  janturan para dhalang  wayang purwa ”. Handana warih artinta memberi sedekah air - irigasi  Sebelumnya ibu kota Mataram namanya Karto. Sedangkan gelar Sultan Agung adalah Sultan Agung Hanyokrokusumo  Senopati hing alogo Sayidin Panotogomo Khalifatullah tanah Jawa. Tanpa di jajari oleh pemuka agama- ulama atau sidang para ulama.  Malah pada  pemerintahan Amangkurat I terjadi suatu masacre pembununuhan besar besaran terhadap para ulama di Plered/Kerto konon menurut buku terjemahan oleh Belanda “Babad Tanah Jawi” huruf latin, dalam satu  hari telah dibunuh 10 000 ulama islam  di ibu kota, didakwa berkomplot melawan Sultan.  Saya kira ini sangat dibesar besarkan, demi politik devide  et impera Belanda yang sangat ampuh. Buku ini susah payah diterbitkan dalam tulisan latin, oleh percetakan J,B,Wolters, Groningen Batavia, agar dibaca olen kaum abangan yang tercipta oleh etische politiek di Hindia Belanda,yang akan menimbulkan jijik kaum menengah kepada penguasanya: para Sultan. Selanjutnya terjadi exodus, pelarian besar besaran para ulama dan  santrinya dari ibu kota dan kawasan sekitarnya ribuan keluarga para santri dan ulama, lewat  route selatan yang sepi, sepanjang pegunungan kapur selatan, Wonosari  Wonogiri Pacitan  Ponorogo Trenggalek Tulungangung Kediri  Jombang selatan  Bangil Pasuruan  Probolinggo Lumajang Jember hingga  Asembagus. Di lokasi lokasi tersebut bertebaran para ulama dan santri pelarian ini bermukim.
Berbaur dengan orang setempat, tentu  saja pelarian pelarian ini sesuai dengan kondisi kelurganya, akan bermukim dimana mereka bakal merasa aman. Tentu saja mereka memilih daerah yang relatip subur dan air sumur untuk air wudhlu mudah didapat. Kebanyakan masyarkat petani jawa dipelosok  route pengungsian ini  masih setengan Hindu dan setengah menjalankan ritual animisme. Bisa ditebak para ulama yang tinggal di jalan pelarian tersebut diatas akan berinteraksi dengan penduduk petani  budaya setempat, saling menyesuaikan diri. Apa yang didapat selama bermukim di kota kerajaan, tidak akan dikenal oleh penduduk setempat. Yang paling mudah menjadi pelipur lara dan dasar pergaulan dengan masyarakat setempat adalah pengertian dan toleransi terhadap budaya lain, yang masih lekat pada karmapala dan dharma sayup sayup, ada pada sanubari penduduk setempat, sedang ajaran agama islam dipilih yang paling sesuai dengan siituasi. Merekalah cikal bakal pesantren yang ada di sepanjang route pengungsian abad ke 17 tersebutUntuk memimpin masyarakat pelosok yang masih setengah animis ini, yang sangat  menarik minat mereka terhadap ajaran para pendatang baru ini sdalah semacam  ilmu gaib, debus, rodat, reog ponorogo, kuda lumping, silat stroom, mampu menghimpun pengikut baru. Maka makin susutlah ajaran syari’ah yang  mengenai larangan thakhayul, bid'ah   dan khurafat.
Kekurangan para ulama dan keturunan mereka dibidang Agama islam, sedikit demi sedikit diisi oleh pengembara baru dan pendatang baru yang berguru di Mekkah dan lain tempat di timur tengah, berabad abad kemudian hingga  sekarang, yang berkisar pada ilmu bahasa Arab yang adiluhung, sepeti yang dikuasai oleh Prof Qurais Sihab dan Gus Mus, adab dalam menjalankan syari’ah dan hidup secara islami seperti yang di Timur tengah,, dengan cara para habib,  tanpa mempertajam ilmu hakikat islami dan makrifat islami, karena ulama yang baru datang belakangan tidak diajari peka menangkap isyarat isyarat dari syari’at islami dan bacaan wajib waktu sholat, (jangankan peka, ya Mas Pati ? Ajarannya saja kebanyakan dihapus dari khazanah ilmu ilmu penting  islam ( Sumanto Al Qurtubi islaModerat.com. wahabi KW) karena dorongan watak egoisentris ulama baru dari timur tengah ini untuk menjadi guru mursyid guna mendapatkan taklid (sumpah setia, tunduk tanpa tanyadari pengikutnya, yang berujung pada masyarakat yang monolit berkhilafahislam thok.                                                                        Ini lebih penting dari pengetahuan yang tidak kasat mata dari  ajaran islam, meskipun pengaruh pengertian ilmu ilmu mengenai ajaran hakikat islam dan makrifat islam akan muncul dalam perilaku dikancah pergaulan masyarakat, bisa memancarkan watak yang sangat  penting, yaitu sabar, toleran, rakhman dan rakhim terhadap sesama hidup, dan mendasari tindakan perilaku dengan ilmu ilmu nyata yang moderen. Watak idealnya priyayi jawa, sampai Belandapun tidak bisa menebak pikirannya. 
Mereka kaum muslimin Jawa yang berabad abad yang lalu sudah jauh dari kekuasaan Kasultanan, bentuk kekuasaan  yang sudah menuju ke autarchy feodalistis murni mulai dari Sultan Agung, malah hidup sebagai perajin bathik, tenun dengan seluruh puaknya memelihara masjid dan memberi pelajaran kepada puaknya sendiri, mengajarkan ilmu tasawuf ini dengan diam diam, menghasilkan sosok sosok islami yang hidup zuhud, dan hanya memberi petunjuk kepada anak cucunya sendiri, sambil mewarna kain bathik dan membathik atau menenun untuk menopang hidup keluarganya. Antara lain  model stereortype keluarga besar Kiai Ageng Ngalimuntaha Muhammad Besari. Sedangkan waktu Perang Diponegoro beliau sudah berusia antara 70 tahunan,  menciptakan jaringan informasi intelijen lapangan dengan sangat rapi, memantau gerakan militer marsose dari benteng bentengnya, antara lain yang ada di pertemuan dua sungai Bengawan Solo dan kali Madiun, benteg Ngawi.  
Belakangan setelah Keturunan para ulama pelarian dari Mataram menjadi kelompok uzlah, artinya menjauhi budaya penjajah secara heroik memisahkan diri dari upaya etische politiek Hindia Belanda, bersarung nglinthing dan berbadan aking, berkudis disela jemarinya(google, kata kunci Islam moderat) sayangnya dijalankan dengan membabi buta, terutama dalam hal menolak ilmu moderen dan hygiene. Jadi sasaran cibiran dan hinaan Mohamad Basya Dahlan agen dari Dr. Snouck Horgronje, diseludupkan di Muhammadiah, memberi dukungan dan dana besar, sekali lagi upaya memecah belah antara pengikut dua sahabat dengan devide et impera, Kiai Hasyim Ashari dan Kiai Ahmad Dahlan, dua sosok besar Islam yang sangat ditakuti Belanda, sesudah Perang Jawa.( Pekalongan.utara.bersatu.com. judul meluruskan sejarah ).
Dalam perang kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan banyak muslimin,terpesona ajaran islam dari ulama baru dari timur tengah yang penuh dengan ide khilafah  diperkuat dengan slogan slogan dari kitab kitab bahasa arab, budaya timur tengah: sewaktu waktu, tumbuh sayap tegas dari pegas yang “forged  in fire" muncul disetiap gerakan dan organisasinya, selalu mempunyai sayap organisasi tumbuh tanpa kendali dari organisasi induknya. Sangat sulit dipegang  tindakan politik praktisnya, karena kaum tetua-nya saja masih terjebak dalam dilema mereka:                                                                   Dalam "ad dien" islami. yang diperjuangkan kaum muslimin itu apa bisa berdampingan dengan masyarakat plural ?  Apalagi dalam khilafah dari Sabang sampai Maroko. Untuk mencapai itu apakah bisa dengan damai ?    
Padahal ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia jelas ada. Ini nomer satu, rakyatnya pingin damai, kemakmuran dalam keadilan - harga mati. 

Jangan khawatir, ndak usah plin plan,  "ad dien" itu bakal mendunia, bila dodot tidak bedah di pinggir, yang kasat mata berkibar kibar menyolok mata, kalau bisa dijahit dijlumat  menyatu dengan seluruh segi empat kain penghias pinggang, dodot, sangatlah elok. Seperti lambang bilangan huruf arab, nggak ada yang demo, ndak ada yang sweeping, dengan sendirinya dipakai semua orang semua computer, diseluruh dunia, pemberantasan maraknya HIV yang menetaskan AID, dari hubungan sex sembarangan yang sudah sangat dicermati pelaksanaannya oleh "ad dien". Mbok dicoba, semua santrinya mengurangi rokok ? wong secara global rokok sudah ditandai merusak kesehatan, menjadi cara yang handal untuk mengeruk keuntungan, Sedang di Arab saudi saja sudah di larang ?

Dalam aturan perdagangan islami, mendadak saja dengan cara kapitalis  murni ada Negara yang menawarkan win win solution kepada negara miskin ndak kuat bayar, untuk membangun infra strucutre,  mengajukan syarat mirip cara perdagangan yang dianjurkan Islam, apakah dagang cara islami ini tidak bakal mendunia ? Tanpa di demo ramai dengan gembar gembor ? Atau perang  ISIL ?
Dunia perlu disayang, resources alami terbatas, kalau dunia mau selamat ya harus diatur bagaimana  menggunakannya, itu namanya dalam rangka "ad Dien". Satu keyakinan ideologi : yang  aturan "ad Dhien" islami ini, mau atau tidak harus diikuti oleh orang sedunia, perlu disadarkan, ndak menyinggung harga mati kita, harga mati orang Amerika orang  Europa, orang Rusia orang China orang Jepang, orang Korea orang India.  Kecuali si perusak alam, si pemakan rente, si hangkara murka, si kartel, si neo liberalis, menggunduli hutan, membakar gambut, menggerogoti gunung, dengan kapal ratusan ton menyeret jaring trawl/centrang ngeruk sampai kedasar lautan dangkal - lha kok ponakan njenengan malah cengengesan, membela mereka ?> sampah plastik, ya sampah politik, perusak generasi manusia dengan narcotics dan HIV, rak enggih ta Pak Yai ? Kalok gitu ya monggo kerahkan santri njenengan, ndak usah bawa golok, jadi counterparts relawan pelindung lingkungan hidup.
 Sedangkan keturunan ulama jawa yang jauh dari kekuasaan,  tidak menghimpun pengikut dari golongan bawah dengan daya tarik setengah magic.( Satu bait dari Wedhotomo : "Kekerane ilmu karang, kekarangane bangsane ghaib - syair Wedhotomo oleh Mangkunegoro IV.)  Jadi kelompok yang pertama  menggeluti ilmu barat dengan belajar di sekolah sekolah sejak zaman etische politiek 1870-1890, dan ilmu ilmu moderen dari barat, sambil mempertahankan ajaran yang tidak kasat mata, dalam ilmu hakikat islami dan makrifat islami. Hafalan-nya hanya kitab Turutan/ Jus  Amak, jus yang dalam Al Qur'anul karim, berisi surah surah pendek dari Al Qur’an yang dibaca sebagai lanjutan dari ummul Qur’an  Al Fatihah  wajib diucapkan pada setiap roka’at. Untungnya masih ada isyarat isyarat ilmu ilmu penting yang sudah dijabarkan para wali tanah jawa  jauh jauh hari, dan masih dilantunkan oleh cak Nun dengan Kiai Kanjengnya. tembang dolanan "ilir ilir"   ( di postingan  blog ini tepat sebelum yang anda baca ini)  
Sayangnya kok di youtube tidak dijabarkan sekalian maknanya "ilir ilir" itu
Kedua model perkembangan agama islam ini bertemu di zaman pra –kemerdekaan.  ,Cacatnya para Amtenaar / kaum menengah ciptaan Belanda, jadi islam abangan yang sering melupakan sholat lima waktu dan  puasa wajib, malah di maklumi oleh Raja Mangkunegoro IV, dengan  syair gubahan beliau mengenai etika dan moral abdi Kraton - serat Wedhotomo, pemerintah Hindia Belanda tidak membredelnya, MUI belum ada.                       Sedangkan para santri yang uzlah,  terpesona pada hujjah para ulama yang berguru dari timur tengah,  sebab bangsa kita sendiri, seperti ustadz Firanda ( google kata kunci  biodata Firanda  )  yang dibesarkan di Sorong Papua, bermukim disana juga tidak mengenal toleransi dengan tetangga, yang bukan golongannya pun dibilang kafir, mau tawuran, sweepingpun sulit karena setiap oasis terpisah dengan padang pasir yang luas. Dan orang Arab kini sangat menghormati kebebasan individu, hanya memperlakukan peraturan agama pada dirinya sendiri ( google, islaModerat .com, Sumanto al Qurtubi, wahabi KW) Mau demo 411 atau 212 penduduknya cuma hitungan  jari, ya pindah lesini.         Yang tinggal disatu oasis harus seragam, yang beda ditindas, mau lari kemana ? Tidak kekurangan  apapun semua dibeli dari Amerika. Petrodollarnya masih mengizinkan.
Zaman mengisi kemerdekaan Indonesia  dengan tantangan baru, satu Negara yang multi budaya, satu Negara yang penduduknya sudah multi agama, harus dipersatukan  oleh kepentingan bersama. Mempertahankan kehidupan warganya dengan  warisan kakek moyang dan cadangan bagi para generasi mendatang, dengan kemakmuran yang berkeadilan.  Itu saja ditinggal lari, oleh sebagian kecil warga kita, yang mengirim uang haramnnya ke Panama, pulau Kayman, Swiss, Singapore, untuk menghindar pajak yang tidak seberapa, kartelnya disini, jadinya kapan ada kemakmuran-nya ?  Di kancah penggunaan fasilitas Negara, anggaran Negara, juga Kekuasaan Negara digunakan mengeruk bersama kartel Usaha e-KTP.. Pembalakan liar, Agen kapal keruk ikan “centrang” , pemerasan anak anak buruh pabrik mercon, penimbunan beras a'la PT Ibu, impor daging sapi, penilepan trilyunan kredit bank pemerintah kita, menteri sudrun mengobral over budgetting Kementeriannya, semua gak ngaku, bersih, mulus. Ini mestinya yang jadi sasaran  gerakan 411 !
Sampai disini bebas, akan jadi  koruptorkah dengan berkartel dan berKKN, enyusup  dengan kekuatan internasional, atau jadi warga yang zuhud sebagai warga negara yang baik, mestinya sejarah ajaran islam di Nusantara, sebagai contoh di Jawa, sudah mampu menunjukkan beda antara mereka yang egosentris despotis a’la timur tengah,  grusa grusu memaksakan kehendak dari para habib - dengan/atau mereka yang mementingkan masyarakatnya dengan hidup bersih, sederhana dengan hati dan mementingkan kepentingan umum, Bangsa dan Dunia, seperti bedanya model(A) Gus Dur dan model(B) Lutfi Hasan Ishaq,   sangat nyata,  Pak Jokowi adalah model(A) dengan kerja kerja karja mengejar dibangunnya infra structures  dasar dari kemakmuran yang berkeadilan- yang malah dicibir dilecehkan oleh warga khilafah islam dari Sabang sampai Maroko, para saracen, muslimin khilafah, malah ponakan saya sndiri yang suka nulis ujaran kebencian di face book, anggauta Front embuh membela apa, gitu kok minta direken*)







BANTUAN BENCANA ALAM LEWAT BANK

UPAYA BANTUAN KORBAN BENCANA ALAM.

Seminggu berturut turut semua siaran TV didominasi oleh berita mengengai gempa dan tsunami di wilayah Palu kota dan Donggala, sampai sekarag tg 8/10/2018. Peerkiraan saya sampai setahun rekonstruksi fisik dan non fisik belum akan selesai.
Pertama keluar statemen salah satu Bupati Jawa Barat menyediakan dana bantuan satu milliard. Disusul oleh pemda pemda lain Alhamdulillah. Medagri juga menyurati setiap pemda mengirimkan bantuan. Alhamdulillah.
Yang saya amati :
Sudah tidak ada upaya dari akar rumput dikampung kampug, di jalan raya, sosok sosok yang membawa kardus untuk mengumpulkan sumbangan langsung dari pemakai jalan.
Berarti dari para akar rumput yang tersentuh dengan ukuran bencana ini, sudah sadar bahwa upayanya bisa disusupi oleh orang yang mencari kesempatan mudah sekali. Alhadulillah.
Koran sudah tidak meneladani Jawa Pos yang mengumpulkan dana lewat Korannya dan nama penyumbang ditayangkan di halaman korannya – berbuntut skandal yang sangat memalukan, dari dana sumbangan public yang sebesar lebih dari dua miliar rupiah, waktu harga emas masih seribu lima ratus rupiah per gram. Beberapa tahun kemudian diusut oleh aktivis dari masyarakat media cetak, uangnya jadi kebun jambu mete di NTT, milik siapa tidak jelas, kilah pemilik Koran itu, yang masih ngotot, hutan jambu mete itu hasil pemakaian bantuan lewat korannya. Padahal hutan itu sudah dari dulu ada disana.
Ekor belut sudah mulai nampak, tidak diusut tuntas, wong hutan itu dari dulu sudah ada – kepala belut baru nampak enam delapan tahun kemudian, baru nongol kepala si belut listrik itu, saking banyaknya skandal busuk yang dilakukan oleh belut listrik ini,  antaranya membuka sawah  di Sumatra Selatan, di Kalimantan-tidak merugikan pemerintah karena duitnya dikumpulkan dari BUMN  yang berhubungan dengan pertanian seperti Pabrik urea Arun, Petro Kimia, sama sama untung, gas bumi tidak ada yang menghitung, mobil listrik  abal abal,  cuma fork lift yang dirias saja, ratusan gardu travo fiktif, pembangkit listrik fiktif, dari dia, si menteri fiktif ini, yang aslinya ya belut listrik. Menilep trilyunan rupiah. Sudah dipenjara semoga bukan penjara fiktif saja.
Jadi sekarang pemerintah dan masyarakat lebih hati hati. Hanya situasi berbeda sedikit, sekarang musim kampanye menanam citra. Ada Bupati yang menyatakan kabupatennya menyediakan dana satu miliar supiah, ada bupati yang  memulangkan kelompok penduduk kabupatennya yang merantau ke Palu dan Donggala, pokoknya Sulawesi  Barat yang terdampak, entah penjual bakso atau mie dan nasi goreng, atau bakul jamu. Syah syah saja, wong mencari nafkah, bisa pulang kampong gratis. Hanya berkoar sih gampang, kesempatan untuk Petahana Kepala Daerah, petahana anggauta Partai di DPRD daerah itu, sebagai wahana pencitraan sebalum masa kampanye. Wong Cuma ngomong.  
Ini hanya suatu pendidikan yang tidak baik, orang jawa bukan merantau, seharusnya pindah penduduk, turut membangun daerah menyatu dengan penduduk stempat akan lebih baik. ( Tapi bukan di DKI, sabab akan dipersulit, golongan bawah akan menghabiskan anggaran, dan tidak bakal dibuatkan pulau, kecualai perantau...........................sama sama menjual  nasi goreng, quangxi  gorengan proyek dengan ex Ketua DPR RI, yang Unyilnya  ngatok menjilat pantat tak tahu malu, ya kesangkut belut listrik Riau, makanya sampai segitunya.
Ketua DPR RI adalah kedudukan moral yang tertinggi di Indonesia, pilihan partai Golkar, ndak ada kabar sudah di pecat atau belum, saya kira sahamnya di partainya sangat banyak, karena sahabat Donald Trump, satu saat nanti dibantu tuannya jadi Presiden Papua Merdeka, ndak usah mendekam di istana Suka suka, tanggung ditebus. Mestinya malu diri pakai nama lain.

Diikuti oleh pejabat yang gedean, tanpa konsekuensi, sukur sukur ngecek sungguh sungguh, sebab ini peluang untuk Gupernur, Bupati wilayah aman, belut listrik dimana mana lebih ganas. Kalok ditilep, siapa mau protes ? 
Lha yang heran ini, setiap media masa Nasional atau regional menyebutkan nomer rekening di bank ditayang cepat di TV, dua belas digit, sulit dicatat, bank yang mempunyai sangat banyak cabang, mengurusi pengambilan pensiun, simpanan micro, simpanan anak sekolah, di seluruh Kecamatan di Indonesia, hampir mengganti kantor Pos. Kok tidak mengumumkan nomer account nasabahnya untuk mengirimkan sumbangan lewat cabang ranting banknya – sukur sukur disemua cabang cabang banknya sendiri yang sangat banyak iu. kami mengerti kesulitannya jangan jangan ditilep penggunaannya - kan bank ahlinya verifikasi - deterima berapa dikirim kemana - keseluruh cabang cabangnya ditempel besar besar di dinding,nomer rekening penerima dana bantuan micro mini dari pensiunan, murid sekolah biar latihan inisiatip sendiri tanpa guru yang masih nencicil mobil. Sebagai tindakan simpatik membantu para penyumbanag micro dan mini, pensiunan yang terketuk hatinya, dan pelupa mencatat no acc. penerima dana bantuan ? Kan tinggal menyebarkan dari cabang mana nomer account si penerima dana ke seluruh counter para pegawai teller diseluruh Indonesia ? Buat apa antene jaringan compternya ? Sukur syukur ikut mem-verifikasi kredibilitas  moral dan finansial  penerima dana yang menunjuk bank-nya sebagai pengumpul dana, kan selamanya kerjanya cuma itu ?
Dasar bank birokrat, dulu masuknya dengan katabelece, yang makin tinggi pangkatnya makin culas, makin gede gaji dan tantiemnya, makin tidak peka menerima amanah duit rakyat,  malah jadi maling tujuh koma dua trilliun tanpa tersentuh hukum, Cuma jadi saksi buta, masih bergaya sucitra, malah cap sudurjana menempel dikacamatanya contohnya perkara BLBI, e e e masih untung dikaca mata, bukan si pelupuk mata yang menggelambir itu, nyebut nyebut pak pendekar gunung perang dilawan lingga berakhir o,!!! *)


Kamis, 04 Oktober 2018

AKU JADI PWENGAJAR KEWIRWSWASTAAN DI PT PERTANIAN SWASTA

AKU SEBAGAI PENGAJAR KEWIRA SWASTAAN

Jangan tertawa dulu, aku sebagai pangajar Universitas Swasta di kota Surabaya, kejatuhan pulung, dItunjuk untuk mengajar Kewiraswastaan di tahun 1980 han. Kebetulan Dosen pengajarnya untuk semester itu lagi sibuk. Karena yang lain sesama mengajar demi pengabdian kepada Golkar, pada ogah dengan alasan yang tepat, mereka bukan Ekonomist dan mereka bukan Psikiater. Mereka tentu memandang saya lebih berpengalaman karena menurut pandangan mereka saya biasa berhubungan dengan Pedagang, mulai tingkat Agen Nasional sampai tingkat Agen penjualan di Propinsi, dan Retailer di Pertokoan dan Pasar Pasar – di sentra sentra usaha pertanian, kebanyakan mereka spesialis menjual hanya satu macam barang yaitu Pestisida – kemikalia pengendali hama ( artinya mematikan hama terutama  bangsa serangga, bangsa tungau dan Trips, obat tikus – semua itu ya racun bagi manusia) dan penyakit tanaman, bangsa cendawan, saya Dosen Favorit. Sebab saya bolehkan mahasiswa tanya dan menyela karena tidak mengerti waktu saya bicara soal Pertanian, saya memang hafal dan bicara  mengenai apa yang harus saya sampaikan kepada mereka mengenai subyek kuliah yang saya bawakan – ya budi daya Kopi, sebagai wakil dari budidaya buah buahan tahunan, Ya buddaya Kapas wakil dari budidaya industry, ya Kedelai  karena ndak ada yang mau mengajar ini dari praktek petani dan buku buku – maksudnya sang Dekan Fakultas ini bubudidaya Pertanian, diberikan oleh beberapa dosen yang biasa menangani – dosen dari Dinas Peranian kala itu mendat jatah mengajar padi, polowijo dan Bimas, Azas Penyuluhan, ada mata kuliah yang namanya Ekonomi Pembangunan, dipegang oleh Dekannya sendiri, Pegawai Teras di Propinsi entah bahan kuliahnya apa saya cuek. Mestinya itu programnya dia sebagai PNS tingkat Propinisi jadi bahannya tinggal baca saja, mahasiswa tidak dilayani menyela apalagi tanya.
Sebagai pembukaan saya kemukakan bahwa wiraswasta apa saja dimanan saja zaman apa saja harus sadar “mencintai uang”. Dalam bahasa Jawa “gandrung pada uang” semua sudah paham arti makna kata “gadrung” ini – kurang lebih ya mabok, tergila gila pada uang. Tidak seorangpun yang tanya. Sesudah itu saya jelaskan pengertian “kerugian ekonomi” bukan kerugian uang atau kehormatan, atau waktu. Artinya bila sebulan dia berpotensi mendapat uang lima juta rupiah, padahal total uang yang didapat dari upaya wiraswasta hanya 2,5 juta rupiah, atau kurang dari 150 ribu per hari, dia saban bulan rugi 2,5 juta, yaitu selisih potensi dan kenyataan.
 Jadi sebagai mahasiswa mereka harus rajin menyelidiki berapa kira kira gaji sarjana pertanian rata rata, yang bekerja dimanapun, bila dia jadi calon pegawai negeri berapa tahun dia terima gaji sementa dan gaji tetapnya yang akan menentukan take home pay – nya berapa ?
Dengan catatan tahu beda mengenai income kotor dan income bersih. Semua fasilitas yang bisa dia pergunakan secara resmi bisa dihargai sebagai income. Termasuk pendapatan mmenerima ceperan yang kebal hukum, yang sangat popular sampai sekarang adalah gratifikasi dalam bentuk apapun. Kuliah mulai riuh waktu dibicarakan mengenai cara membagi tips diantara para pelaku pelayanan di Hotel Hotel – Pengambilan laundry dilakukan pelaku lain dari penghantar pakaian yang sudah rapi deseterika. Kena apa – supaya tips- bisa diterima oleh membawa baju kotor dan pembawa baju yang sudah bersih. Diambil dan dihantar dengan perhitungan sang tamunya pasti ada di kamar, lagi mau pergi keluar, dalam tingkat upah dari jasa. dianggap lebih berharga dinamakan retainer, bila tidak termasuk hitungan dalam upah namanya gratifikasi.
Gratifikasi yang diberi tariff dan dipaksakan, namanya pemerasan secara halus,sepeti yang lagi ngetren sekarang dikalangan eksekutip dan legislatip DPRD/DPD RI.
Semua penerima upah harus mengerti skala harga jasa masing masing. contohnya anggauta DPR RI yang menentukan take home pay-nya sendiri, berapa dia harus menerima – secara jujur itulah plavon take home pay sesudah dipotong  pajak ( kita ndak tahu anggauta DPR Ri bayar pajak peghasilan dan pajak penerimaan dan jasa apa enggak ?) – yang di paling bawah adalah UMR  (upah minimum regional) , atau upah ukang bangunan ( sekarang September 2018 mungkin rp 150 ribu per hari tanpa pajak, mereka jarang sebulan penuh bekeja, rata rata 20 % saja bila lagi sepi kayak bulan ini.
Secara jujur rumit kan ?. Perusahaan swasta milik keturunan China, sebesar apapun, jarang yang menyertakan berita potongan pajak penghasilan bersama gaji/upah. Perusaan asing lain, ada kebiasaan menyertakan stroke pajak penghasilan menyertai gajinya. Pajak harus secara sadar dibayar oleh siapapun yang menerima nafkah dari satu wilayah Negara. kan ya enak jadi wiraswasta, UKM.  Belum diuber pajak. Cuma dainjurkan ikut BPJS seluruh keluarganya, sebab sakit itu sangat mahal, alternatipnya mati.
Gambaran keadaan tahun 2018 bulan Oktober.
Ternyata msyarakat cukup mengerti membayar upah seperti yang diterima tukang batu,  nafkah “stake holder” terselip diantara harga makanan dan minuman yang dijajakan. Trend waktu sekarang, semua semua sama didasarkan upah minimum regional, sarjana antau bukan.
Jam kerja selama mungkin, sudah lima puuh tahun lebih, 56 jam sehari, outsorchsing, kontrak, bila dikantor, harus menatap komputer 8 jam sehari. Datang kerja diabsen pake sidik jari lewat computer terlambat lima menit didenda potong gaji. Jalan raya macet setiap jam brangkat dari rumah dan keluar dari tempat kerja.  Artinya tidak pernah melihat matahari. Berangkat kerja subuh pulang lepas magrib.   Cari makan sulit, pungli korupsi merajalela. Berarti anggaran belanja Negara susut dijalan banyak. Kapital harus untung, investasi harus dengan ROI minima 25 persen, tekanan yang sangat berat bagi usaha dan terutama dipikul  sektor tenaga kerjanyanya, diperas dan diterror oleh para Penjelia dan manager sebab mereka butuh makan.
Jadi ya cobalah ber-wiraswasta.
Karena falsafah hidup mayoritas senior kita terutama orang Jawa, selalu menekankan pada anak anaknya, bahwa ortu kita tidak membekali kita dengan modal pertama, tapi dengan pandidikan saja – yang pasti selembar izasah. Ini yang tedak klop dengan sistim kapitalis sekarang, yang sudah mepunyai batas upah minimum regional. Titik. Tidak disebut kondsiri kerja dan jam kerja – semua dasarnya outsirchsing dan kontrak. Upaya sebesar yang dicantumkan dalam aturan upah minimum regional.

Sederhananya umpama  dalam sebungkus nasi dengan lauknya, yang dijajakan di warung warung, seharusnya sudah termasuk harga jasa didalamnya. Sebenarnya jangan kuwatir, dari nasi bungkus yang harganya 7500 rupiah, diwarung dijajakan dengan Rp 10 000 per bungkus, pasar sudah menerima. Warung yang buka lebih dari 10 jam/ hari, mengambil untung bersih 2500 per bungkus. Si produsen, artinya penyedia nasi bungkus terima kira kira  2000 -2500 per bungkus. Bila masak dengan ismillahirakhmanirrakhim, munyak gorengnya sering diganti, bumbu masak dan pengawet sngat dihindari, bila tidak ya ngawur dan jorok, Alhamdulillah pembeli masih menandai karena lain dilidah.
Pembagian nafkah:
-Belanjaan dari pasar tradisional, mengambil untung antara 10 sampai 20 % dari pasar induk, jadi dari satu nasi bungkus seharga 7500 pasar sayur rradiasional mengambil untung 1500 rupiah.
-Warung mengambil keuntungan 2500 rupiah. Hrga jual 7500/bungkus.
-Produsen nasi bungkus dapat 3500 - 3750 rupiah, tergantung berapa irit dia mengelola dapurnya tanpa mengurangi rasa.
Pembagiannua : tukang sayur/ayam/telur 1500,- jadi sehari tukang sayur harus menjual sayur setara dengan 100 lauk nasi bungkus, terdiri dari 50 telur, 50 iket kecil kangkung, 6 lonjoran tempe/ tahu, sartu potong normal ajam dijadikan dua potong atau tiga potong. Langganan satu tukang sayur masih bisa melayani belanja ini. dapur rumahan RSS pasti kuwalahan. Supaya mendapat nafkah seperti tukang batu.
Tukang masak nasi bungkus harus mampu memproduksi 150 000 : 3750 = 40 nasi bungkus, supaya sama dengan nafkahnya tukang batu sehari.
Warung harus menjual 150000 : 2500 =60 dagangan  setara dengan nasi bungkus, supaya setaqra dengan nafkah tukang batu, tapi kan dagangan warungnya banyak – yang paling menguntungkan adalah kopi, teh dan minuman yang lain bisa 60 -70 %, kue kue dengan untung lebih kecil dan nasi bungkus, adalah pelengkap.
Kewiraswastaan mengajarkan:
Tukang sayur harus mengambil dagangan sebisa mungkin langsung dari produsen, atau pedagang besar di pasar induk – menjual lebih murah dengan volume – sudah dilaksanakan pasti – dengan tambahan kerja mengemas kembali untuk mengambil untung dari penampilan baru yang lebih menarik dan awet segar. Super market lebih bisa mengerjakan ini.
Produsen nasi bungkus harus mencari warung warung baru supaya produksinya per hari bisa mencapai target minimum 40 bungkus/hari- lebih 10 %, sebab pasti ada bungkus yang kembali tanpa menghasikan penjualan. Manyiapkan nasi bungkus lebih awal, supaya sempat dibeli untuk “brunch” makan pagi dan makan siang bareng, artinya seawal mungkin, dan menjaga kualitas terutama kulitas beras dan rasa nasi supaya exstra enak, dan masak nasi supaya tidak cepat basi, ketularan maskan telur, sambal atau sayur yang mengandung santan.
Warung harus meningkatkan “ image” warungnya, sehigga pegunjung tidak keberatan beli nasi bungkus yang sama dengan harga 10000 per bungkus. Di Rumah sakit, nasi bungkus kesualitas ini dihargai 12000 per bungkus. Mungkin untuk warung, supaya mendapat nafkah sama dengan tukang batu, sepertiga dari penyerapan 60 bungkus per hari sudah memadai – mungkin dengan buka lebih lama dan menuntut supplier bisa melayani waktu makan siang dan makan malam, bila mungkin makan pagi.

Gampang kok, jadi wiraswasta itu. yang penting mulailah dengan idealism kompak seluruh keluarga, semangat niat yang tinggi melayani sesama hamba Allah sebaik baiknya, keuntungan akan menyertainya. Bila kepincut pada makanan, ya cobalah sambil berdo’a Bismillahirakhmanirakhim tak henti henti mencari outlet atau lokasi baru, atau mendirikan restoran/warung atau restoran sendiri, sementara ini growth penjualan masih bisa menanjak, dengan urbanisasi penduduk itu sendiri, dan Penjual tenaga  bertambah banyak dengan modal izasah dari pedesaan. Mengadakan inovasi, melayani trend kesukaan dan gengsi public, pekerja kerah putih yang terbengkalai, tidak mampu bayar makan siang 20 000 rp. keatas, sekali makan *)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More