Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Sabtu, 15 Desember 2018

disimpan di pad 2

BAGAIMANA ISLAM DIKEMBANGKAN DI PULAU JAWA OLEH PARA WALIULLAH –MULAI AKHIR ABAD KE11 MASEHI                                                         

Para mubaligh Islam yang paling pertema tiba di pulau Jawa, konon dari Yunan sisi utara masyrakat Parsi, yang terdiri dari para ilmuwan islam yang mmpuni, mengambil jalan lewat utara pegunungan Himalaya- menghillir sungai Yang Tse yang ramai dengan pelayaran menuju ke Laut Kuning dimana  secara rutine jung china sudah  melayari sampai di Majapahit sebagai ujung perdagangan rempah rempah dari timur yang sangat dimaui pasar di pelabuhan sebelah barat - Timur laut kota kota pelabuhan Mediteranean antaranya  .Mantaralain Punisia - ujung barat Jalan Sutra         Jadi asal para mubaligh  itu dekat dengan bangsa Parsi dimana islam bekembang di linkungan yang berkebudayaan sangat tinggi juga dalam petanian, sangat lain dari di Mesir. yang hanya mengandalkan luapan sungai Nil, tapi di Mesopotamia menanfaatkan rawa untuk sawah, dengan mengatur ketinggian air dirawa rawa Mesopotamia ( tanah diantara dua sungai Euphrat dan Tigris)                                                                                  Para mubaligh ini melihat bahwa masyarakat Hindu di pulau jawa sudah mengalami zaman keemasan dan mulai  mengalami pelapukan di segi  dinamika masyarakat yang terbagi dengan sistim kasta berdasarkan kepercayaan agama Hindu yang berkembang sudah berabad abad lamanya. Pengamatan para mubaligh penyiar agama islam di barat India dan kerajaan kasultanan di India – ternyata budaya kasta ini masih terikut dalam masyarakat baru yang beragama islam, membuat para sarjana mubaligh ini sangat hati hati, terutama dalam sistim penguasaan tanah pertanian sebagai tiang pokok suatu kekuasaan dalam masyarakat agraris waktu itu. Penaklukan wilayah tidak mensita tanah pertanian milik anggauta komunitas petani desa, melainkan menarik pajak tahunan seperti yang lazim dilakukan oleh sistim pemerintahan feodal. hanya tanah pertanian milik Raja diambil alih oleh penguasa baru. Mungkin juga lungguh (pengganti  gaji) para penjabat pemerintahan, mengalami pergantian seperti lazimnya pegantian rezim.                                                                     Peperangan demi menyiarkan agama Islam seperti yang ditulis dalam sejarah lslam, menyangkut catatan yang sangat rinci mengenai harta rampasan dan pembagiannya – “ghanimah” -jadi rampasan perang dari peperangan itu sendiri, semua bekal perang seperti ternak daging, ternak tunggang  ternak angkut, kendaraan perang  dengan bekal makanan,  senjata, baju zirah dan pasukan taklukan beserta budak budaknya.

 Kondisi zaman – yang telah menyingkirkan Abu Dzar, sosok muslimin, yang sangat dekat dengan ideal Rasulullah, karena karakternya yang lugas, jauh dari nafsu memperkaya diri,  zuhud, dan berani – seperti Jendral Jusuf, ksatrya dari Bugis                                                                                                               Hak milik satu pribadi yang untuk hidup sebagai kawula Negara satu komunitas  tidak dirampas, dibag bagi.  Padahal perang sebelumnya sama dengan perampokan dengan skala jauh lebih luas, tidak ada pembatas untuk perilaku pemenang.                                                                                                                           Cara itu tidak beda dengan perang suci damana mana, di zama sesudahnya.  Juga perang perampokan dimana mana. Konon perag orang Portugis dan Spanyol di Kerajaan Inca dan Maya di Amarika Selatan dua adat perilaku  perang itu dicampur jadi satu.  

Kesimpulannya penyebaran islam di Nusantara,  jelas  tidak memakai cara penaklukan itu. Sedang perang antar Kerajaan di Nusantara – sebagai contoh di pulau Jawa,  ya masih menurut kebiasaan itu.  Hanya pemilik Kerajaan serta keluarga intinya dan hak miliknya disita – termasuk istri istrinya anak anaknya jadi tawanan atau boyongn. ( dari babad Tanah jawi).  Islam tidak mengadakan peperangan di Pulau jawa. Jadi bisa dimengerti, komunitas islam pertama di Pulau jawa harus membangun komunitas kaum muslim ( dan kaum lain) demi kemandirian tanpa bergeseran dengan pebduduk asli dan existensinya sendiri, sebagai petani bebas atau penggarap tanah brahmana atau asyram. Para mubaligh yang datang dari Junan mengambil pengalaman dan teknologi dari Mesopotamia membangun rawa jadi sawah di muara Bengawan Solo dan tinggal di lokasi yang lebih tinggi di bukit kapur Gresik atas izin peguasa Kerajaan Majapahit. Tentu saja dasar dari semangat untuk bekerja berat membangun rawa jadi sawah ya kepemilikan sawah itu sendiri. Perjuangan mencetak sawah dari lahan rawa ini laksana perang penaklukan pada zaman kalifaur rasyiddin, para pimpinan pasukan penakluk menganggap sebidang tahan pertanian yang subur adalah ghanimah, hak untuk dibagi bagikan pada para pasukan yang berperang, tapi Umar bin Khattab sebagai Amirul Mukminin lebih suka menjadikan tanah peertanian ini milik Negara dan peggarap ditarik pajak untuk digunakan sebagai beaya penyelengaraan Negara. https://www.kompasiana.com/milanletana/5500dddba33311a8725124af/ijtihad-umar-ibn-khattab-cak-nur


Kali ini para santri pembuka sawah rawa  diberikan hak untuk memilikinya- kejadian yang belum pernah ada pada kekuasaan sebelumnya – meskipun komunitas kecil ini di Gresik ini bukan Negara, tapi memberi semangat yang sangat besar bagi para santri dari semua kasta bawah kaum Hindu yang menjadi santri.

Terbukti pada adat kebiasaan petani di lamongan dmana sawah rawa dbangun para santri, sekarang, yang masih memakai adat matriarchal murni untuk mempertahankan sawahnya dari pembagian waris sawah di beberapa desa Lamongan, sawah hanya  diwariskan pada anak perempuan.  Dengan melamar menantu pria untuk tenaga penggarap, lengkap dengan emas kawinnya – asal tidak minta warisan sawah sang calon istri. Persis di tanah Minang yang bekas Kerajaan Hindu Pagar Ruyung.  

Penimbulkan percaya diri, serta mengubah  mentalitas satu komunitas untuk sukarela begotong royong, alias berkorban tenaga dan harta, demi idealnya, lengkap didukung oleh dua kasta atasnya dalam komunitas itu, kaum Ksatria dan kaum Brahmana. Karena dua kasta diatas itu, sebagian kecil hampir mirip sikap Abu Dzar sang beduin dari padang Pasir.

Setelah kurang lebih satu abad, generasi berikutnya dari para sarjana dari Yunan ini membentuk satu budaya baru, sudah ada kesempatan membangun rawa yang lebih besar di Demak Bintoro, karena beras lebih dimaui pasar. Sedangkan sistim ekonomi kerajaan Hindu yang berkuasa mulai melapuk karena  perebutan kekuasaan dan tidak mampu mengantisipasi kebutuhan pasar, kerana infra structure jalan dan jembatan sangat sulit dibangun di  wilayah tropic basah ini, sehingga mengumpulkan beras yang diminta pasar tidak mudah. Lagipula sawah berundak di lereng lereng gunung wilayah Majapahit sangan berpencar pencar, mulai Banyuwangi hingga  wilayah  gunung Merapi Mebabu. Memang Majapahit tidak mengandalkan komoditas beras untuk export, melainkan mengumpulan dan memproses rempah rampah.

Sehingga kesempatan untuk mengembangkan rawa menjadi sawah tidak disia siakan oleh komunitas islam di Gersik, tepat perhitungan para pendahulunya, para wali generasi kedua berhasil mendapat dukungan kaum ksatrya dan kaum Brahmana dengan kelebihan ilmu dan budaya komunitas islam yang telah diciptakan di muara bengawan Solo. Yaitu mengembangkan semangat abu Dzar, dengan segala cara.

Pengajaran ilmu islam sangat digalakkan untuk mereka, kaum ksatrya dan brahmana Hindu, yang melihat di lingkungannya sudah dekaden.  Para idealis ini mendapat angin segar dari pelajaran islam para wali. Yaitu pelejaran ilmu makrifat islam dan hakikat islam, yang di selami para wali dari sumbernya langsung yaitu Al Qur’an dan Al Hadist Kudzi.  Dan gerakan, bacaan sholat  lima waktu, seterusnya diandaikan dengan buah blimbing bersisi lima rukun islam, dalam tembang "Ilir ilir". Adapun metoda megajarkan islam mengambil dari sumbenya al Qur'an dan al Hadist - adalah mengambil  tafsir dan makna dari induknya Al Qur'an - surah Al Fatihah seluruh textnya, (lha kenapa ditulis dalam mushaf  Qur'an jika tidak untuk dibaca dan digali apa maknanya ?), meskipun belakangan ada ajaran dengan banyak cara mengumandangkan ummul Qur'an ini - cara ini membaca yang bermacam macam ini timbul diantara penerus mubalegh islam. Pada zaman para wali, mereka megambil sumber ajaran bukan dari detail, surah demi serah al Qur'an ini, yang memerlukan belajar bertahun tahun  untuk menguasainya menurut Gus Mustafa Bisri. Para wali abad 13- 14 di tanah jawa mengambil jalan tabligh yang tepat, karena mengganti mentalitas Hindu - menjadi mentalitas semangat Islami. yang kala itu Hinduisme sudah dianggap pengap dari feodalisme dengan autarchy feodal, oleh sementara golongan kecil kaum brahmana dan ksatrya - mereka mengagumi ajaran egalitarian dan kelugasan dari Islam, waktu sholat berjama'ah semua lelaki dewasa sehat dan bisa sholat, boleh jadi imam/ pemimpin sholat berjama'ah ini.  Tedak heran kesultanan Demak juga didampingi oleh sidang para Wali - tidak memiliki sawah rawa yang dibuka dan dimilik para santri. Ini yang menjadi kelemahan kekuasaan Kesultanan dibelakang hari. Terbukti kesulitan Kesultanan jawa zaman berikutnya dari Pajang sampai Mataram - para sultannya berusaha "memiliki" sawah berpengairan, dan petani sebagai penggarapnya, dengan puncak kekuatannya pada pemerintaha Sultan Agung Hanyokrokusumo. Sultan Agung sudah berhasil mencetak kalantaka besar tapi sebagai kesultanan di pedalaman, sudah tidak membangun kapal besar tipe kapal bercadik seperti di gambar di candi Borobudur, dipersenjaai dengan itu......sayang.

Tindakan ini perlu kebersihan hati dan percaya diri yang sangat besar.  Prilaku dan pemikiran Kanjeng Nabi Muhammad salallahu allaihi wassalam , dan sahabatnya yang empat ditambah riwayat teladan Abu Dzar-yang dilupakan oleh para jamhur dan khilafah Islam,selama berabad abad, karean terlalu idealis dan sangat bertentangan dengan kaum feodal masa itu. Tapi berabad abad kemudian ternyata borok feodalisme sudah tidak bisa lagi menampung semangat kemajuan produktip kaum pedagang dan kaum terpelajar, hingga kini, bahkan di Arab Saudi.  

Ajaran para wali tanah jawa bukan ajaran gaya sekte sempalan, bukan sub mashab  islam, tapi ajaran pendekatan ke hakiki iman – diajarkan sorogan – dari mulut ke mulut –"ilmu iku kelakone kanti laku" – bahasa jawa ilmu itu nyata, sesudah  diserap dengan tercermin di perilaku, jadi ya menjalani rukun islam yang lima itu, ditambah dengan perilaku.   Disitu Bramana ksatrya  tunduk sejuk  pada Sang Guru – hidup lebih berisi, hidup berkonsentrasi – membuat dunia lebih baik – mejadi rakhmatan lil alamin.

Santri yang beruntung sepanjang sejarah pelajaran islam di Tanah Jawa, sesudah lima abad ini, masih mendapatkan serpihan pelajaran para Wali yang menggali  riwayat Abu Dzar ini, menjadi azimat hidup murni seperti di teladani oleh jendral Jusuf, Dr.Rizal Ramli, Hakim Kautsar.  Jendral polisi Hugeng Imam Santoso, Laksamana Srimulyono Herlambang,  Jendral KKO  Hartono.   Jendral Polisi Awaludin Jamin, Mereka yakini ilmu islam yang ini, bisa diringkas seperti biji merica yang diasah bulat, sak mrico binububud, lamun digelar bso ngebaki jagad. - tapi bisa digelar memenuhi dunia.  Diajarkan oleh para Wali tanah Jawa – dijahit kuat dengan ilmu  tarikat islam dan syari’at islam  yang  nampak pandangan mata – tercantum di tembang Ilir-ilir,  gubahan para wali tanah jawa, yang dilantunkan oleh cak Nun keliling dunia – sayangnya tanpa makna.( cari di blog ini)

Kesultanan Islam Demak Bintoro berdiri, jauh dari pusat kerajaan Hindu Majapahit, diwilayah yang diterlantarkan dirawa Demak Bintoro dengan potensi pengembangan 20 – 30 ribu hektar !  Yang berkembang jauh lebih kecil dari itu, tapi ngumpul jadi satu – kelebihan sawah rawa : tidak perlu mambuat jalan dan jembatan panjang yang sulit dan mahal – tapi transportasi dengan perahu datar, sampai penyosohan dan pelabuhan – Pamotan dekat Gresik sekarang Lamongan   dan  Jepara dekat dengan rawa rawa Demak.

Kesultanan islam bertahan 18 tahun, sesingkat itu, sejarawan ndak ada yang mau tahu. Dasar cuma tempe, isuk tempe sore dele. Raja touladan-nya Dr. Nugroho Notosusnto

Saya bukan ahli sejarah, tapi saya perkirakan, kesultanan yang didukung sawah rawa, yang mampu melayani kebutuhan pasar beras untuk export ke negeri China – dimana perang antar kerajaan kerajaan tanpa berhenti, menganggu musim tanam penduduk tani, merampok yang   sudah ada, membuat beras langka, di seluruh anak benua China, kelaparan merajalela. Sedang jung perahu layar china bisa dibuat di Semarang, 200 DWT.  sebab kayu jati dari sebelah utara  di lereng dunung Muria,  galangan dengan ahlinya ada – Semarang kota galangan prahu raksasa, dengan layar sutera – ringan dan luas – dengan daya dorong luar biasa – kebutuhan beras sangat mendesak – Demak Bintoro mampu melayani  semua – kurang apa ? tapi Masjid peninggalannya. cuma bertiang tiga, yang satu kayu limbah belaka. Apa Negara  kurang beaya ? Tapi sunan Kudus sudah bikin menara dari batu bata. Apa teman sejawatnya tidak setuju rakyat tani dinaikkan pajaknuya  ? Lha duit dari mana, kalok beras sudah diborong pedagang china ?

Pelayaran export nyaris berhenti karena  Vasco da Gama sudah merintis jalur pelayaran sampai ke laut China. Ke Selat Karimata ( akir abad 14 M)  Pembajakan meraja …. bukan lela – tapi cannon  besi kaliber  10 inci, dimuat berderet di lambung  galleon  300 DWT,  dengan layar dari kanvas  serat flax atau linnen ( belanda) ,  –

1,   Sedang armada Demak dan jung Cina membawa kalantaka  hanya 3-5 inci  dengan jarak tembak 300 meter. Sultan  Demak Laksamana  Adipati Yunus, kalah telak. Jadi pembajakan jung pengangkut beras dan perompakan di Kepulauan Maluku, bukan main kejamnya.

 2.  Terjadi  pesaingan dengan Kesultanan Demak untuk membeli beras dari petani, para pedagang china sudah jauh dari seberang lautan,  membeli “ijon” sebalum panen atau petani meng-gadai-kan-nya, tidak ada kesetiaan pada Negara. Jadinya Kesultanan  hanya mendapatkan income dari pajak bumi saja…… padahal pendapatan Negara yang terbanyak dari perdagangan beras export.

3. Adanya pedangkalan sistim irigasi rawa yan masif dari laar dingin gunung Merapi/Slamet, yang sulit dipulihkan kembali karena lahan sudah di gadaikan atau sdah si ijon. Akhirnya sumber perputaran ekonominya berhenti.

Bila dirunut sebabnya……. Ada pendatang baru dari Timur tengah……menistakan ajaran para wali – dianggap takhayul, bid’ah, dan churafat, melulu dari sudut pandang yang kasat mata, sangat cetek pengisian qolbunya.  Mereka berdatangan sampai sekarang.

Sedangkan petugas dari Kesultanan banyak dari kaum ksatrya dan brahmana yang  masih bermental priyayi, kurang sebat dalam dagang. Persis kayak Dr. Leni Sugihat, panen sudah selesai, gudang bulog masih kosong.

3.  Terjadi pendangkalan sawah rawa dari endapan lahar dingin yang sangat cepat dan merata, sehingga sangat merusak sistim pematusan dan pengisian irigasi sawah rawa – karena luasan lahan yang nyaris rata – sehingga dari design-nya,  saluran  aslinya harus dibuat dangkal dan lebar, sangat rentan terhadap pendangkalan sistim. Untuk memulihkan dengan cepat sistim pengairan wawa ini perlu beaya atau pengerahan tenaga yang sangat besar. Kasultanan Demak tidak mampu  mengerahkan beaya  atau mengerahkan petani untuk gotong royong karena sawah sudah  sangat kacau pemilikannya,  oleh cara beli atau sewa oleh pedagang china, yang sangat di nanti oleh jung jung di pelabuhan Jepara.
Saya kira ketiga kemungkinan , memang terjadi secara simultan.  Sebab semua memang terjadi berbarengan       Kesulitan esultanan islam yantg pertama ini, memilih pindah ke Pajang, orientasi  policy Kesultanan beralih ke Pertanian sawah dengan pengairan di ngarai bengawan Solo, di wilayah lembah yang dibatasi gunung Merapi  Merbabu dibarat,Pagunungan kapur  Kidul diselartan, Gunung Lawu ditimur dan Pegunungan kapur Kendeng di  utara – perbentuk seperti penggorangan.  Sultan memiliki lahan penggorengan ini disela sela Perdikan dari penguasa lama Majapahit. Ndak soal, kerana sebagian besar masih dapat dibangun sistim pengairan diluasan kipas lahar purba. Dari sumber air yang ada  diumbul  Cokro dan umbul Pengging, anak sugai bengawan Solo, sudah cukup unut 2000 -3000 ha sistim pengiran lembah dengan teknologi sedehana. Bahkan Belanda, menamakannya vorsten landen - tanah milik sang raja

Sedang pekerja pembangunannya para abdi prajurit, yang mendapat  “lungguh” artinya sebidang sawah dilemembah berpengairan sebagtai ganti gaji. Juga para bangsawan pengelola pemerintahan. Para ulama melorot jadi abdi kasultanan, bercampur gaul dengan Hindu jawa di Perdikan ( sawah bebas pajak dan kewajiban hadiah raja Majapahit) – seperti Pajang, Kajoran, Tingkir, Banyu Biru, jadi islam abangan. Tapi ajaran para wali islam masih masuk sampai kelubuk hati – menjadi prilaku para priyayi, dan para Kiai. Di pergaulan golongan ini Belanda masih mencari perwira peserta perang Jawa – berakhir 1830 – mereka sangat waspada, sampai ke generasi ke empat kelima, sebagian mereka, benar benar tercebur dalam kenbudayaan  Belanda . Sebagian besar malah sangat mengejutkan Belanda, kok bisa berperang mengadu jiwa, melawan mereka ? mereka anak Kiai, mereka anak priyayi, banyak yang santri, tahun 1945.


 Sebaliknya ada, diantar mereka, sholat  sampai kening hitam mengkilat, sambil mecari   kesempatan unjuk diri – ujung ujungngnya ya mencari rejeki. Jadi pemimpin reuni.*)

ini sudah daur ulang posting lama, jadi bila sudah pernah mebacanya ya tidak usah ikut dibaca.

edisi ke 2 : PERKEMBANGAN +ISLAM  SESUDAH MAJAPAHIT DI PULAU JAWA+ dari blog sesudah di edit 3/1/2018

Yang jelas, Majapahit runtuh  bukan karena perang dengan siapapun,     melainkan disebabkan oleh landasan ekonominya  telah  runtuh, tanpa bisa diantisipasi jauh jauh hari.                    Kapal jung dari China, menjadi lebih besar, guna mengangkut beras yang  lebih dibutuhkan, dan tidak bisa dilayani oleh pelabuhan pedalaman, di pinggir kali Brantas di Wilwatiktapura,  sekarag sekitar Trowulan, Mojokerto sekarang, sangat mendangkal  karena endapan pasir vulkanik dari gunung api di daerah tangkapan airnya, terutama gunung Kelut, dan gunung Anjasmoro. 
Sedangkan memang komoditas beras sangat memerlukan transportasi dari sawah  peninggalan zaman sebelumnya,  sawah dengan pengairan berundak di lereng lereng  gunung yang terpencar pencar, sehingga sulit sekali untuk mendapatkan ready stock beras sebanyak muatan  3-4 jung besar dalam waktu sebulan misalnya, katakaan sampai 1000 ton beras di pelabuhan   dalam, dengan draft 2 -2,5  meter, di laut Jawa atau selat Madura.   Sedangkan ulama islam, sejak berdirinya kerajaan Majapahit telah membangun persawahan pasang surut dan persawahan di rawa rawa  muara bengawan Solo dekat hunian kaum muslim di Gresik, sejak pada abad ke 12 M. dengan teknologi dari Mesopotamia, menggunakan alat pengukur optik, ciptaan Al Haitham,   ulama islam ahli optika, disempurnakan dari kebudayaan Babylonia, oleh ulama islam, dari prototype  teodolit, untuk mengukur kontur dasar rawa. Rawa yang luas dengan cepat dipetakan untuk rencana pembangunan saluran saluran pengairan, bisa diukur  meskipun dari wilayah rawa yang luas. oleh sunan Kalijogo, (arti nama itu penjada sungai) dan gurunya sebelum zaman Demak. Menggunakan dasar rawa paling dalam untuk dilewati saluran pematus guna menurunkan permukaan air di area yang sama sama tergenang air, baik rawa pasang surut maupun rawa akibat aliran sungai terhambat, seperti di Demak Bintoro, karena aliran sungai melewati lembah buntu seperi Demak Bintoro, jadi dasar rawa yang tinggi menjadi cukup dangkal untuk tanam bibit padi, menjadi lahan sawah, yang bisa mendapat air pengairan sepanjang tahun. Pencetakan lahan baru sawah ini tidak bertentangan dengan kekuasaan Majapahit, malah mendatangkan penghasilan dari katakanlah “pajak” exportnya. Dengan demikinan selanjutnya pondasi dari kerajaan islam Demak Bintoro menjadi kokoh. Karena sekitar Demak memang areal rawa yang sangat luas, bisa di cetak sawah puluhan ribu hektare, karena dari tangkapan air di lereng timur gunung Merapi Merbabu, lereng utara pegunngan Kendeng, lereng timur dan selatan gunung Telomoyo di Semarang, terhadang ke laut oleh kaki dan lereng selatan gunung Muria !! .                       
Lha ulama  Jawa, mulai dari para wali zaman Demak, telah mengajarkan ilmu  hakikat islami dan makrifat islami digali dari isyarat isyarat dalam syari’at islami yang kasat mata. ( tembang dolanan ilir Ilir itu ciptaan para wali)
Diajarkan secara estafet, sorogan dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi untuk  mengatasi ajaran dharma dan karmapala yang tanpa ampun terhadap segala kesalahan manusia, dari agama sebelumnya.                Karena isyarat yang diberikan oleh bacaan dan gerakan sholat itu adalah inti sari ilmu hakikat islami dan makrifat islami, yang di design oleh ALLAH subhanahuwata’alla sangat sederhana dan mudah dimengerti oleh manusia diseluruh dunia. Jadi ilmu hakikat islami dan ilmu makrifat islami tidak sulit sulit  amat untuk dimengerti dan dijiwai oleh para murid para wali tanah Jawa, dan anak pinak murid muridnya, meskipun belakangan sesudah Demak sangat banyak ulama belajar dari Timur tengah berdakwah dikalangan akar rumput dengan besorban dan jubah, brewok jenggot aneka macam, menawarkan sorga dan menjatuhkan ke neraka mereka yang secara kasat nata beda dengan dia. Malah menyebarkan ramalan ramalan akhir zaman,mereka artikan secara harfiah, seperti kembali ke kekhalifahan islam.   Apabila pada permulaan kerajaan islam di Jawa, para ulama ikut berperan aktip membangun dasar ekonomi dengan  membangun pondasi ekonomi, sawah rawa, sesudah Kasultanan Demak bintoro fungsi ulama islam surut, karena tidak berperan dalam kemajuan ekonomi, baik infra structure maupun perdagangan, karena gangguan alur pelayaran yang semakin  gawat dari pembajakan galleon galleon Portugis,pondasi karajaan islam yang pertama ini pudar.  Pada kelultanan Pajang, Sultan berusaha agar sawah berpengairan ini menjadi melik kesultanan, dan para prajurit sebagia penggarap, juga para Pembesar kesultanan kerajaan Pajang.  Kerajaan baru ini  hanya didukung oleh produksi beras dari lembah tepi barat bengawan Solo,  sawah berpengairan dari sumber air di ngarai, lembah antara lereng barat kaki gunung Lawu sampai tepian barat bengawan Solo ,lembah antara pegunungan kapur di selatan, Gunung Merapi dan Merbabu di barat dan Pegunungan kapur Kendeng di utara, merupakan dataran rendah bengawan Solo, kali Pepe dan kali Dengkeng di dataran landai  menyatu dengan bengawan Solo,  sebagai anak sungai yang sangat pendek  mengalir di lembah berbentuk seperti alat penggorengan. Dengan ketinggian beberapa puluh meter diatas permukaan laut. Perpindahan ibu kota sekaligus pengalihan rekayasa teknik pengairan sawahnya.-  juga membuat surutnya pegaruh para ulama islam dalam politik pemerintahan para Sultan, mulai zaman Panemhana Senopati di Mataram Kerto, Amangkurat I Mataram Plered, dn Kartasura kemudian pecah dua jadi Srakarta Hadiningrat dan Ngayogyokarto Hadiningrat.
Dari semula, pada zaman terdahulu, sawah berpengairan  merupakan modal kekuasaan semua kerajaan di pulau Jawa, kecuali Majapahit. yang bertumpu pada perdagangan rempah rempah. Tidak seperti kerajaan Hindu yang hingga sekarang masih ada di pulau Bali, menciptakan sistim saluran pengairaan subak sebagai penopang ekonominya., dikepalai oleh kaum brahmana sebagai Sedahan agung.  Bila persawahan rawa ini dimotori oleh para ulama islam yang menyediakan teknologi sekaligus para santrinya, sebagai tenaga penggerak pembuat saluran, oleh sebab itu sidang para Wali sangat besar pengaruhnya terhadap pemerintahan Sultan Sultannya.                                                                                                          Maka pengairan dari sumber dataran rendah ( umbul Cokro, umbul Pengging) adalah danau  kecil di dataran  70 - 80 m diatas permukaan laut. Dengan debiet lk. 1500 liter per detik, setiap sumbernya,  digunakan sebagai  pengairan sawah dengan sistim saluran ke areal sawah bawahnya, hingga tepian barat bengawan Solo. Wilayah yang oleh Penjajah Belanda disebut Vorstenlanden. Yang pemiliknya adalah Sultan. 
Pembunuhan amirul mukminin di tanah Arab jauh sebelumnya, pendukungnya mengajukan pembenaran pembenaran dengan ngotot, sehingga sangat menimbulkan pertentangan, diantara kaum muslimin, gemanya sampai kesini juga setelah berabad abad.  Lha ulama  Jawa, demi menghindari dari dampak itu, mulai dari para wali zaman Demak, telah mengajarkan ilmu  hakikat islami dan makrifat islami digali dari isyarat  isyarat dalam syari’at islami yang kasat mata. Diajarkan secara estafet, sorogan dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi juga untuk  mengatasi ajaran dharma dan karmapala yang tanpa ampun terhadap segala kesalahan manusia, dari agama sebelumnya.
 Karena isyarat yang diberikan oleh bacaan dan gerakan sholat itu adalah inti sari ilmu hakikat islami dan makrifat islami, yang di design oleh ALLAH subhanahuwata’alla sangat sederhana dan mudah dimengerti oleh manusia diseluruh dunia. Ajaran dari kedua ilmu islam ini sangat memikat para brahmana dasn ksatrya, yang sudah muak dengan ajaran agama sebelunya yang sangat feodalistic dan dekaden, jadi para wali tanah jawa memang mendapat dukungan kaum intelek, sebagian dari kaum ksatrya dan kaum brahmana yang memang dibutuhkan.

Sebaliknya dengan para Sultan islam, yang menjadi penerusnya, sangat  tergantung pada hasil sawahnya, sangat memperhitungkan penghasilan berasnya,  bahkan pemberontakan, seperti yang terjadi di Mangir dan Kajoran pada era kerajaan Mataram abad ke 16 -17 yang selalu dapat dipadamkan. Sedangkan pada zaman kasultanan Demak saja yang masih didukung oleh persawahan rawa luas untuk exsport, masih membutuhkan log/gelondong kayu jati dari Wengker ( wilayah Ponorogo) yang sangat mudah dihanyutkan lewat kali Madiun anak sungai bengawan Solo. Demak merasa dirintangi oleh pemangku  wilayah sebagian dari  Wengker, dibawah keturunan pemangkunya yang mendapat mandat dari Majapahit, Kiageng Kutu. Sosok sakti dari sincretisme Islam Hindu jawa. Demak tepaksa minta tolong kepada Kiageng Gribig dari Sengguruh/Malang sekarang,  yang telah membersihkan kaum Bhairawa di sana. Beliau merupakan turunan ketiga dari Sunan Giri Kedaton. Moyang Sunan Giri Kedaton ini Syech Jumadil Qubro pendahulu dari wali islam di Demak, telah mengalahkan  aliran  nyleneh dari hinduisme, yaitu aliran Bhairawa. ( google, idesubagyo.blogspot.com  Matahari Terbit di Wilwatikapura tayangan 2013) . Kiageng Gribig mengirimkan putranya Kiageng Mirah, untuk membantu utusan Demak, Bhatoro Katong, sehingga Kiageng Kutu bisa ditaklukknan. Untuk selanjutya keturunan Kiageng Mirah bermukim di Ponorogo, salah satunya adalah Kiageng Ngalimuntaha Mohammad Besari yang dimakamkan di desa Nglames. utara Madiun, kecamata mBagi.  Pada akhir Perang Diponegoro beliau sudah berusia hampir tujuh puluh tahun, masih menyelenggarakan sistim lintelijen lapangan yang sangat diperlukan oleh pasukan gerilya perang Jawa ini ( 1825-1830), dengan mengamati gerakan pasukan Marsose Belanda dari Benteng Ngawi, yang merupakan pertemuan sungai Madiun dan Bengawan Solo,  Ngawi sangat strategis karena merupakan jalan angkutan perahu ke tiga arah, ke Ponorogo -, Madiun, ke Solo dan ke Surabaya. Berita gerakan pasukan  lewat ketiga arah ini dipantau dan diberitakan dengan puluhan kurir terpercaya sambil membawa pesan berupa kacang tertentu sebagai contoh dagangan, ( jumlah pasukan) para kurir berkuda secara estafet, kurir yang  kesehariannya menyewakan kereta kudanya ke para marsose senior yang memelihara istri simpanan di desa desa, sedang kuda kudanya bila perlu bisa dikendarai oleh kurir dengan cepat,   ke tiga jurusan, sehingga kurir kurir ini tidak tahu siapa sebenarnya penerima contoh dagangan dan disampaikan kepada siapa.  Saat daerah Nganjuk mamanas, pada akhir perang Jawa, setengah batalion marsose dari Ngawi dikirim ke  timur mudik sungai Madiun, mendarat di desa Mbagi, untuk melanjutkan  dengan baris jalan cepat, 55 km ketimur, lewat lereng utara gunung Wilis. Di tepian barat sungai Mediun, tepatnya di ladang kering desa mBagi, sudah dihadang oleh pasukan gerilya simpatisan Diponegoro, dan dipukul mundur,  dengan banyak korban, dikenal dengan perang Mbagi. Sang Kiai sepuh sangat hati hati,  berendah hati, selamanya tidak pernah pergi dan menerima tamu asing, sehingga tidak diketahui  peranan-nya  baik oleh kawan maupun oleh lawan. Itulah yang membuat upayanya sebagai intelijen tidak terungkap sampai perang Jawa dimenangkan oleh Belanda.  Hanya gambarnya dibuat kumpeni untuk arsip, dan pengawasan gerak geriknya, sebagai sosok cerdas, yang bisa diduga juga memiliki pengetahuan strategi militer. sampai sekarang masih ada. Hanya dekat sekali dengan rumahnya didirikan sekolah sampai kelas lima, oleh kanjeng Gupermen, sesuai dengan kebutuhan kecakapan yang diperlukan oleh para kepala mandor kebun tebu (kometir- gecomiteerde) dan pegawai kecil di kaonderan dan kawedanan, istilanya program pasifikasi, sampai th 1952  sekolahan itu masih ada, sedang di dekat masjid lain misalnya di Gebang Tinatar tidak didirkan sekolahan semacam  itu, apalagi di desa. Ini termasuk program pasifikasi wilayah jajahan.
Banyak nama ulama dengan nama Besari di kawasan Madiun Ponorogo Pacitan dan Solo, seperti Ki Ageng Anom Besari, yang makamnya di Caruban, ,dan banyak sosok Besari, yang kiranya merupakan murid dari  satu ulama sufi,   sangat mungkin beliau berasal  dari Lebanon sekarang. Para murid beliau  yang berhasil menguasai ilmu sang guru, seperti Kiai Ageng Ngalimuntaha Mohammad Besari dari desa Nglames Madiun diperbolehkan memakai nama beliau, juga Kiai Ageng Muhammad Besari dari Gebang Tinatar, Ponorogo. Kiai Imam Besari di  Jatisobo, Bekonang Solo, dari Pacitan, sebab kata Besari di Libanon adalah nama satu tempat dekat dengan tempat kelahiran sastrawan humanist zaman ini, yang bermukim di Amerika, Kahlil Gibran (google kata kunci  the birth place of Kahlil Gibran). Jadi pasti ada ilmu sufi/makrifat  islam dan hakikat islam yang sama dari semua yang menyandang nama Besari.  nama ulama Besari ratusan tahun yang lalu, dari wilayah Yogya, Pacitan, Solo, Ponorogo, Madiun, Caruban, belum pasti mereka dari satu induk pohon ginealogi, tapi mungkin juga putra/kerabat, rupanya para generasi ke tiga sudah tidak berhak memakai nama itu. meskipun telah  di wejang  ilmu ini dari tangan ketiga, yang pasti mendapat ajaran yang sama. Yaitu ilmu HAKIKAT ISLAMI DAN MAKRIFAT ISLAMI, yang intinya tentu cocok dengan ajaran para wali jawa terdahulu.                                                                             
Kedua pengetahuan islam ini hingga sekarang di Saudi Arbia sangat  dibatasi penyebarannya, oleh Pemerintah Saudi Arabia (google kata kunci Sumanto al Qurtubi – Wahabi KW ) beliau seorang lecturer mengenai science di Riyad King Faisal University. Rabaan  saya, ajaran hakikat islami dan makrifat islami dengan isyaratnya  dalam kalimah tauhid menunjukkan hanya al Qur’an dan Al  Hadist sajalah asal aturan nas  bukan dari  yang lain, sedangkan generasi yang ada dibawah khalifaurasyiddin saja,  telah menodai dirinya dengan pembunuhan  pembunuhan  amirul mukinin-nya.   Sehingga banyak hujah  untuk pembenarannya yang bias    menimbulkan pertentangan, diantara muslimin, makanya abad ke 15 M  ulama islam di jawa sangat berusaha menghindari dampak hujah hujah itu, dengan ilmu hakikat islam dan makrifat islam langsung dari sumbernya bacaan dan gerakan utama sholat wajib, dan sunnah nabi pada awal wahyu diturunkan, waktu masih belum ada suku atau kabilah yang ikut ikut, kemudian merasa berhak sebagai penerus jadi Amirul Mukminin, melainkan perorangan, dan istri Nabi Muhammad s.aw..belum ada dukung mendukung. Para Wali menelad sebagai patokan para  sahabat Nabi yang tercocok karena cakaplah maka dipilih jadi Amirul Mukminin,

 Persawahan rawa yang lebih unggul dari persawahan berundak dalam  transportasi hasilnya, padahal kerajaan Pajang dan Mataram mendasari ekonominya dengan sistim pengairan dari sumber air dataran rendah, tanpa bantuan dari kaum ulama, juga masih kesulitan dalam transportasi hasilnya,  Hasil karya pembangunan sarana ekonomi ini dimanfaatkan sepenuhnya oleh para penguasa. Di Kesultanan Mataram, mulai dari pendirirnya – Panembahan Senopati, mendasari pengairan sawahnya dengan membendung sungai di Wilayah Yogya sekarang, sungai sungai yang mengalir ke selatan, yang merupakan sungai pendek dengan wilayah penangkapan air di lereng tinggi gunung dan dataran tinggi – beberapa kilometer sepanjang pinggang gunung membentuk jurang dalam, akhirnya beberapa puluh kilometer dibawahnya membentuk kipas lahar dingin di wilayah luas terbentuk dalam waktu jutaan tahun,  peberapa puluh  kilometer menjadi sungai dangkal, yang mengalir deras didataran rendah,  mudah sekali dibendung dan dinaikkan permukaannya dengan  sistim bendung “plered” jaitu luncuran sisa aliran air sungai yang tidak masuk dalam saluran pengairan. Bangunan bendung sistim plered ini menjadikan bendung lebih kuat menahan air bah, dalam legenda bangunan pengairan ini menjadi nama pusaka andalan Mataram tombak Kiai Plered - saya kira in hanya samaran dari andalan kerajaan  Mataram. yaitu bendung yang berupa plered.
Juga bendung batu kali  rendah untuk mengalirkan air pengairan kedataran kipas lahar dingin yang  sudah melapuk  berabad adad  sebelumnya, sudah memadai untuk mengairi sawah areal itu beberapa puluh hingga ratus hektare.  Jelas sistim saluran  pengairan ini tidak memerlukan teknologi yang terlalu tinggi, dari para ahlinya, yang semula dimiliki oleh para wali islam tanah Jawa.  Tidak heran nama istana keraton  ibu  kota Mataram zaman  pemerintahan sesudah Sultan Agung diganti  dengan nama Plered, disitu air sungai dinaikkan dialirkan ke saluran irigasi, untuk mengingatkan abdi petani, bahwa sang Sultanlah yang menghadiahi air.  sebagai  "Trahing kusumo rembesing madhu, satrya handana warih, tedhake  wong hamara tapa"  begitu dilukiskan sebagai tembang suluk  janturan para dhalang  wayang purwa ”. Handana warih artinta memberi sedekah air - irigasi  Sebelumnya ibu kota Mataram namanya Kerto. Sedangkan gelar Sultan Agung adalah Sultan Agung Hanyokrokusumo  Senopati hing alogo Sayidin Panotogomo Khalifatullah tanah Jawa. Tanpa di jajari oleh pemuka agama- ulama atau sidang para ulama.  Malah pada  pemerintahan Amangkurat I,  terjadi suatu masacre pembununuhan besar besaran terhadap para ulama di Plered/Kerto konon menurut buku terjemahan oleh Belanda “Babad Tanah Jawi” huruf latin, dalam satu  hari telah dibunuh 10 000 ulama islam  di ibu kota, didakwa berkomplot melawan Sultan.  Saya kira ini sangat dibesar besarkan, demi politik devide  et impera Belanda yang sangat ampuh. Buku ini susah payah diterbitkan dalam tulisan latin, oleh percetakan J,B,Wolters, Groningen Batavia, agar dibaca olen kaum abangan yang tercipta oleh etische politiek di Hindia Belanda,yang akan menimbulkan jijik kaum menengah kepada penguasanya: para Sultan. Selanjutnya terjadi exodus, pelarian besar besaran para ulama dan  santrinya dari ibu kota dan kawasan sekitarnya ribuan keluarga para santri dan ulama, lewat  route selatan yang sepi, sepanjang pegunungan kapur selatan, Wonosari  Wonogiri Pacitan  Ponorogo Trenggalek Tulungangung Kediri  Jombang selatan  Bangil Pasuruan  Probolinggo Lumajang Jember hingga  Asembagus. Di lokasi lokasi tersebut bertebaran para ulama dan santri pelarian ini bermukim.
Berbaur dengan orang setempat, tentu  saja pelarian pelarian ini sesuai dengan kondisi kelurganya, akan bermukim dimana mereka bakal merasa aman. Tentu saja mereka memilih daerah yang relatip subur dan air sumur untuk air wudhlu mudah didapat. Kebanyakan masyarkat petani jawa dipelosok  route pengungsian ini  masih setengan Hindu dan setengah menjalankan ritual animisme. Bisa ditebak para ulama yang tinggal di jalan pelarian tersebut diatas akan berinteraksi dengan penduduk petani  budaya setempat, saling menyesuaikan diri. Apa yang didapat selama bermukim di kota kerajaan, tidak akan dikenal oleh penduduk setempat. Yang paling mudah menjadi pelipur lara dan dasar pergaulan dengan masyarakat setempat adalah pengertian dan toleransi terhadap budaya lain, yang masih lekat pada karmapala dan dharma sayup sayup, ada pada sanubari penduduk setempat, sedang ajaran agama islam dipilih yang paling sesuai dengan siituasi. Merekalah cikal bakal pesantren yang ada di sepanjang route pengungsian abad ke 17 tersebut. Untuk memimpin masyarakat pelosok yang masih setengah animis ini, yang sangat  menarik minat mereka terhadap ajaran para pendatang baru ini sdalah semacam  ilmu gaib, debus, rodat, reog ponorogo, kuda lumping, silat stroom, mampu menghimpun pengikut baru. Maka makin susutlah ajaran syari’ah yang  mengenai larangan thakhayul, bid'ah   dan khurafat.
Kekurangan para ulama dan keturunan mereka dibidang Agama islam, sedikit demi sedikit diisi oleh pengembara baru dan pendatang baru yang berguru di Mekkah dan lain tempat di timur tengah, berabad abad kemudian hingga  sekarang, yang berkisar pada ilmu bahasa Arab yang adiluhung, sepeti yang dikuasai oleh Prof Qurais Sihab dan Gus Mus, adab dalam menjalankan syari’ah dan hidup secara islami seperti yang di Timur tengah,, dengan cara para habaib,  tanpa mempertajam ilmu hakikat islami dan makrifat islami, karena ulama yang baru datang belakangan tidak diajari peka menangkap isyarat isyarat dari syari’at islami dan bacaan wajib waktu sholat, (jangankan peka, ya Mas Pati ? Ajarannya saja kebanyakan dihapus dari khazanah ilmu ilmu penting  islam ( Sumanto Al Qurtubi islaModerat.com. wahabi KW) karena dorongan watak egoisentris ulama baru dari timur tengah ini untuk menjadi guru mursyid guna mendapatkan taklid (sumpah setia, tunduk tanpa tanya) dari pengikutnya, yang berujung pada masyarakat yang monolit berkhilafah, islam thok.                                                                                       Ini lebih penting dari pengetahuan yang tidak kasat mata dari  ajaran islam, meskipun pengaruh pengertian ilmu ilmu mengenai ajaran hakikat islam dan makrifat islam akan muncul dalam perilaku dikancah pergaulan masyarakat, bisa memancarkan watak yang sangat  penting, yaitu sabar, toleran, rakhman dan rakhim terhadap sesama hidup, dan mendasari tindakan perilaku dengan ilmu ilmu nyata yang moderen. Watak idealnya priyayi jawa, sampai Belandapun tidak bisa menebak pikirannya. 
Mereka kaum muslimin Jawa yang berabad abad yang lalu sudah jauh dari kekuasaan Kasultanan, bentuk kekuasaan  yang sudah menuju ke autarchy feodalistis murni mulai dari Sultan Agung, malah hidup sebagai perajin bathik, tenun dengan seluruh puaknya memelihara masjid dan memberi pelajaran kepada puaknya sendiri, mengajarkan ilmu tasawuf ini dengan diam diam, menghasilkan sosok sosok islami yang hidup zuhud, dan hanya memberi petunjuk kepada anak cucunya sendiri, sambil mewarna kain bathik dan membathik atau menenun untuk menopang hidup keluarganya. Antara lain  model stereortype keluarga besar Kiai Ageng Ngalimuntaha Muhammad Besari. Sedangkan waktu Perang Diponegoro beliau sudah berusia antara 70 tahunan,  menciptakan jaringan informasi intelijen lapangan dengan sangat rapi, memantau gerakan militer marsose dari benteng bentengnya, antara lain yang ada di pertemuan dua sungai Bengawan Solo dan kali Madiun, benteg Ngawi.  
Belakangan setelah Keturunan para ulama pelarian dari Mataram menjadi kelompok uzlah, artinya menjauhi budaya penjajah secara heroik memisahkan diri dari upaya etische politiek Hindia Belanda, bersarung nglinthing dan berbadan aking, berkudis disela jemarinya, (google, kata kunci Islam moderat) sayangnya dijalankan dengan membabi buta, terutama dalam hal menolak ilmu moderen dan hygiene. Jadi sasaran cibiran dan hinaan Mohamad Basya Dahlan agen dari Dr. Snouck Horgronje, diseludupkan di Muhammadiah, memberi dukungan dan dana besar, sekali lagi upaya memecah belah antara pengikut dua sahabat dengan devide et impera, Kiai Hasyim Ashari dan Kiai Ahmad Dahlan, dua sosok besar Islam yang sangat ditakuti Belanda, sesudah Perang Jawa.( Pekalongan.utara.bersatu.com. judul meluruskan sejarah ).
Dalam perang kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan banyak muslimin,terpesona ajaran islam dari ulama baru dari timur tengah yang penuh dengan ide khilafah  diperkuat dengan slogan slogan dari kitab kitab bahasa arab, budaya timur tengah: sewaktu waktu, tumbuh sayap tegas dari pegas yang “forged  in fire" muncul disetiap gerakan dan organisasinya, selalu mempunyai sayap organisasi tumbuh tanpa kendali dari organisasi induknya. Sangat sulit dipegang  tindakan politik praktisnya, karena kaum tetua-nya saja masih terjebak dalam dilema mereka:                                                                        Dalam "ad dien" islami. yang diperjuangkan kaum muslimin itu apa bisa berdampingan dengan masyarakat plural ?  Apalagi dalam khilafah dari Jayapura Sabang sampai Maroko. Untuk mencapai itu apakah bisa dengan damai ?    
Padahal ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia jelas ada. Ini nomer satu, rakyatnya pingin damai, kemakmuran dalam keadilan - harga mati. 

Jangan khawatir, ndak usah plin plan,  "ad dien" itu bakal mendunia, bila dodot tidak bedah di pinggir, yang kasat mata berkibar kibar menyolok mata, kalau bisa dijahit dijlumat  menyatu dengan seluruh segi empat kain penghias pinggang, dodot, sangatlah elok. Seperti lambang bilangan huruf arab, nggak ada yang demo, ndak ada yang sweeping, dengan sendirinya dipakai semua orang semua computer, diseluruh dunia, pemberantasan maraknya HIV yang menetaskan AID, dari hubungan sex sembarangan yang sudah sangat dicermati pelaksanaannya oleh "ad dien". Mbok dicoba, semua santrinya mengurangi rokok ? wong secara global rokok sudah ditandai merusak kesehatan, menjadi cara yang handal untuk mengeruk keuntungan, Sedang di Arab saudi saja sudah di larang ?
Dalam aturan perdagangan islami, mendadak saja dengan cara kapitalis  murni ada Negara yang menawarkan win win solution kepada negara miskin ndak kuat bayar, untuk membangun infra strucutre,  mengajukan syarat mirip cara perdagangan yang dianjurkan Islam, apakah dagang cara islami ini tidak bakal mendunia ? Tanpa di demo ramai dengan gembar gembor ? Atau perang  ISIL ?
Dunia perlu disayang, resources alami terbatas, kalau dunia mau selamat ya harus diatur bagaimana  menggunakannya, itu namanya dalam rangka "ad Dien". Satu keyakinan ideologi : yang  aturan "ad Dhien" islami ini, mau atau tidak harus diikuti oleh orang sedunia, perlu disadarkan, ndak menyinggung harga mati kita, harga mati orang Amerika orang  Europa, orang Rusia orang China orang Jepang, orang Korea orang India.  Kecuali si perusak alam, si pemakan rente, si hangkara murka, si kartel, si neo liberalis, menggunduli hutan, membakar gambut, menggerogoti gunung, dengan kapal ratusan ton menyeret jaring trawl/centrang ngeruk sampai kedasar lautan dangkal - lha kok ponakan njenengan malah cengengesan, membela mereka ?> sampah plastik, ya sampah politik, perusak generasi manusia dengan narcotics dan HIV, rak enggih ta Pak Yai ? Kalok gitu ya monggo kerahkan santri njenengan, ndak usah bawa golok, jadi counterparts relawan pelindung lingkungan hidup.
 Sedangkan keturunan ulama jawa yang jauh dari kekuasaan,  tidak menghimpun pengikut dari golongan bawah dengan daya tarik setengah magic.( Satu bait dari Wedhotomo : "Kekerane ilmu karang, kekarangane bangsane ghaib - syair Wedhotomo oleh Mangkunegoro IV.)  Jadi kelompok yang pertama  menggeluti ilmu barat dengan belajar di sekolah sekolah sejak zaman etische politiek 1870-1890, dan ilmu ilmu moderen dari barat, sambil mempertahankan ajaran yang tidak kasat mata, dalam ilmu hakikat islami dan makrifat islami. Hafalan-nya hanya kitab Turutan/ Jus  Amak, jus yang dalam Al Qur'anul karim, berisi surah surah pendek dari Al Qur’an yang dibaca sebagai lanjutan dari ummul Qur’an  Al Fatihah  wajib diucapkan pada setiap roka’at. Untungnya masih ada isyarat isyarat ilmu ilmu penting yang sudah dijabarkan para wali tanah jawa  jauh jauh hari, dan masih dilantunkan oleh cak Nun dengan Kiai Kanjengnya. tembang dolanan "ilir ilir"   ( di postingan  blog ini tepat sebelum yang anda baca ini)  Anda jangan malah mencerca, ucapan "robil ngalamin" minta dikagumi, sudah mahir tartil dan tajwid, nhwu dan sorof belajar tatabahasa Arab yang adhiluhung berpuluh tahun, lha laku watak anda dalam ,masyarakat gimana ? 

Sayangnya kok di youtube tidak dijabarkan sekalian maknanya "ilir ilir" itu
Kedua model perkembangan agama islam ini bertemu di zaman pra –kemerdekaan.  ,Cacatnya para Amtenaar / kaum menengah ciptaan Belanda, jadi islam abangan yang sering melupakan sholat lima waktu dan  puasa wajib, malah di maklumi oleh Raja Mangkunegoro IV, dengan  syair gubahan beliau mengenai etika dan moral abdi Kraton - serat Wedhotomo, pemerintah Hindia Belanda tidak membredelnya, MUI belum ada.                       Sedangkan para santri yang uzlah,  terpesona pada hujjah para ulama yang berguru dari timur tengah,  sebab bangsa kita sendiri, seperti ustadz Firanda ( google kata kunci  biodata Firanda  )  yang dibesarkan di Sorong Papua, bermukim disana juga tidak mengenal toleransi dengan tetangga, yang bukan golongannya pun dibilang kafir, mau tawuran, sweepingpun sulit karena setiap oasis terpisah dengan padang pasir yang luas. Dan orang Arab kini sangat menghormati kebebasan individu, hanya memperlakukan peraturan agama pada dirinya sendiri ( google, islaModerat .com, Sumanto al Qurtubi, wahabi KW) Mau demo 411 atau 212 penduduknya cuma hitungan  jari, ya pindah lesini.         Yang tinggal disatu oasis harus seragam, yang beda ditindas, mau lari kemana ? Tidak kekurangan  apapun semua dibeli dari Amerika. Petrodollarnya masih mengizinkan.
Zaman mengisi kemerdekaan Indonesia  dengan tantangan baru, satu Negara yang multi budaya, satu Negara yang penduduknya sudah multi agama, harus dipersatukan  oleh kepentingan bersama. Mempertahankan kehidupan warganya dengan  warisan kakek moyang dan cadangan bagi para generasi mendatang, dengan kemakmuran yang berkeadilan.  Itu saja ditinggal lari, oleh sebagian kecil warga kita, yang mengirim uang haramnnya ke Panama, pulau Kayman, Swiss, Singapore, untuk menghindar pajak yang tidak seberapa, kartelnya disini, jadinya kapan ada kemakmuran-nya ?  Di kancah penggunaan fasilitas Negara, anggaran Negara, juga Kekuasaan Negara digunakan mengeruk bersama kartel Usaha e-KTP.. Pembalakan liar, Agen kapal keruk ikan “centrang” , pemerasan anak anak buruh pabrik mercon, penimbunan beras a'la PT Ibu, impor daging sapi, penilepan trilyunan kredit bank pemerintah kita a'la BLBI, menteri sudrun mengobral over budgetting Kementeriannya, semua gak ngaku, bersih, mulus. E akhhir tahun ketangkep OTT deputy  menteri olah raga yang dari partai santri  - Ini mestinya yang jadi deputy ya separtai - bukan PNS karir tapi sosok yang 'luas' pergaulannya seperti layaknya orang swasta ! Cedhak nogo gupak - kebone sudah ngandang. 
Sampai disini bebas, akan jadi  koruptorkah dengan berkartel dan berKKN, menyusup  dengan kekuatan internasional, atau jadi warga yang zuhud sebagai warga negara yang baik, mestinya sejarah ajaran islam di Nusantara, sebagai contoh di Jawa, sudah mampu menunjukkan beda antara mereka yang egosentris despotis a’la timur tengah,  grusa grusu memaksakan kehendak dari para habib - dengan/atau mereka yang mementingkan masyarakatnya dengan hidup bersih, sederhana dengan hati dan mementingkan kepentingan umum, Bangsa dan Dunia, seperti bedanya model(A) Gus Dur dan model(B) Lutfi Hasan Ishaq,   sangat nyata,  Pak Jokowi adalah model(A) dengan kerja kerja karja mengejar dibangunnya infra structures  dasar dari kemakmuran yang berkeadilan- yang malah dicibir dilecehkan oleh warga khilafah islam dari Jayapura Sabang sampai Maroko, para saracen, muslimin khilafah, malah ponakan saya sndiri yang suka nulis ujaran kebencian di face book, anggauta Front embuh membela apa, gitu kok minta direken*)




Selasa, 11 Desember 2018

UNTUK TEMAN JOKOWI CALON PRESIDEN NO 1, 2019

UNTUK TEMAN JOKOWI

INI BUKAN SEKEDAR BUJAN GERIMIS,

TAPI BADAI TORNADO OPTIMIS.

KALAU KAMU NGOTOT DAN  NGAKAK  MENDONGAK  KEPALA,

BERBUSUNG DADA

BISA BARISKAN  REUNII 212 SERIBU JUTA, MAUNYA

DARI  OTAK  OTAK  MINI WILAYAH NUSANTARA  

LHA DALAM  MIMPIMU  SAJA

 NYATANYA YA DARI SEKITAR IBU KOTA.

 SUDAH  PARANOID

MEWAKILI SELURUH NUSANTARA LANTAS KAU MASUKKAN SAKU. WARTAWAN BODREX DAN TV DAVID COPPERFIELD PANEN RAYA

SATU  BAGIAN  KHILAFAH  DARI MAROKO SAMPAI  JAYAPURA. BISA NAMPAK BERJAYA

SAMBIL MELECEHKAN UPAYA  KAMI SEMUA

MENDUKUNG CALON SEKENANYA  MASUK SAKU  KHILAFAH YANG DIBELA AMERIKAH.......APA ADA ?. 

DARI SUMPAH PEMUDA - 

SAMPAI KE  LAHIRNYA PANCASILA

UNDANG UNDANG DASAR SERIBU SEMBILAN  RATUS EMPAT PULUH LIMA. 

Pengorbanan  rakyat semua  nyata………meski di hapus  Nugroho Notosusanto

YAAAA…………KAMI KASIHAN SAJA, KALIAN KOK SAMPAI LUPA, HAWA NAFSU SELALU DIMUKA.

DIATAS KEPALA KALIAN  MENDUNG  KE-EMASAN BADAI  TORNADO  SUDAH TIBA

SELURUH NUSANTARA SUDAH  TAHU  SEMUA

BADAI OPTIMISME  KITA  DENGAN PAK JOKOWI PESIDEN- NYA

YANG SEMULA SUDAH ADA DI ZAMAN WALI TANAH JAWA

SAWAH RAWA

LIMA TAHUN LAGI MENJADI  NYATA - 9 JUTA HEKTAR HARTA PERTAMA KAUM MUDA KITA.

PANENNYA BISA DIKIRIM KE MESIR                                         YANG SANGAT TERGANTUNG DARI GANDUM  KANADA

HARUS BELI DENGAN DOLLAR AMERIKA -                              DARI MANA

ITULAH GUNANNYA, ANDA ANDA HARUS IKUT "TANDUR" ,DISAWAH RAWA MENURUT GURU TERCINTA......            ITUNG ITUNG, NULUNG SESAMA MUSLIM DUNIA

BAYAR DENGAN DO’A DAN  RUPIAH SAJA,                       BUKAN HARGA IHTIKAR PEDAGANG IHWAN

JUGA  KE JALUR  GAZA, PETANI KITA RELA, DIBAYAR  KALOK ADA.

DAN KE  LEMBAH PALESTINA 

KALAU MAU NASI  LAUK TERI .

YA MAKAN  SAJA, BAYAR NANTI

KITA MASAK DISINI - KATA POK SITI
MEMANG BISA, WONG PENDUDUKNYA HANYA SAK JATINEGARA.                                                               

PANEN  DARI SAWAH RAWA, 9,3 JUTA HEKTAR 
KARYA ANAK BANGSA. INI HASIL KEJA KERJA KERJA…….  MAKANYA SANGAT  PENTING OPTIMISME  KITA

PAK   JOKOWI SUDAH  MEMULAI :                                               NUSANTARA  AKAN JADI RAKHMATAN LIL ALAMIN.

iNI BUKAN SEKEDAR PERLAMBANG.
"TANDUR" ISYARAT CAK NUN,
PAMUDA PEMUDI BUKAN MASSA MENGAMBANG.
BANGKIT BERDIRI NUN, SEJAK BANG BANG WETAN..
TERPANGGIL ADZAN - NURUT ALUR RAKHMATAN LIL ALAMIN.
OJO SALAH NGERTI ISYARATE' PARA WALI.
MARI..... TANDUR DISAWAH RAWA .....BERSAMA PAK JOKOWI, YANG DI TULADANI OLEH PARA WALI
BERSAMA PAK JOKOWI - APA SAYA PROMOSI ?
KENYATAAN MIMPI -  MANDIRI,  DARI BUKTI.                     

Wahai pemuda pemudi,para santri,  jangan menunggu bukti, sambil nyruput kopi - aktip tagih yang mendapat hidayah Allah, menurut alur para wali - bilang kami dapat isyarah harus ikut "tandur"..... supaya panen-demi hari depan kami...... Pak Wi, njenengan ngerti, iki ya dawuhe para Wali. 

APA PASUKAN ABU JAHAL MAU JADI PANUTAN LAGI ?

 

 

 


 

Senin, 10 Desember 2018

AMERIKA, JANGAN DUKUNG KUDETA LAGI

AMERIKA, JANGA DUKUNG KUDETA LAGI                                                                                                                                                            Dari bengsa kami, dari ABRI bersama garis keras Islami – demi Allah  pencipta langit dan bhumi.`                                Amerika, domino pinciple jadi mimpi burukmu, Bung Karno kami, merebut Papua barat dengan senjata, dari Belanda, terpaksa dibantu Uni Sovyet.......sedang di Vietnam kamu kalah.                                                                                                                Indonasia,  bagimu bukan soal membendung Komunias China, tapi gunung emas dan logam  penting dalam teknologi electronica. Sukarno dicintai rakyatnya,  dua kakinya di dua perahu, salah satunya di  kamu. Sejak semula golongan Agama, sama sama  membenci Atheis, membenci komunis. Kau dukung Masyumi, kau dukung oportunis di ABRI, kudeta dan meberantas komunis sekaligus – rata sampai akarnya. Kau dapat gunung emas di Papua, ABRI jadi dibawah slagorde Suharto. Yang kroni dapat semua,  yang ragu jadi abu.  Orde Baru 32 tahun berkuasa,  malah kayak diktator lainnya.  Runtuh karena KKN. Memeras  dengan halus kamu, sebagai abdimu  utama, ndak mau mengembalikan Timor Timur pada  Gereja, ngotot sekali, maunya niru Qadafi.  Ya ekonomi Negara kamu kuliti. Kroni kaya pada lari, menteri meninggalkan beliau sendiri, Kamu tidak memberi uang lagi, putra putri malah asyik bertengkar sendiri, dijago diadu konglomerat hitam, 

bikin ngenes ibu sendiri, meniggalkan dunia ini…….. Orde Baru bubar.  Tiga Partai pilihan, hidup bersama slagorde kroni orde baru – ganti  berebut rezeki, sedang putra putri  maunya  dipersilahkan mengganti,  oleh Pak Rudi Habibi, malah bertengkar sendiri, ndak jadi  didukung ABRI guyub rukun murakabi  ( bukan PT Murakabi bikinan Setya Novanto) .  Rakyat risi malah mahasiswa minta reformasi, tanpa ABRI, tanpa Habibi, tanpa putra putri. Sejak itu orang Kauman sibuk mengatur pengganti. Malah Gus Dur dijadikan  wayag potehi - ternyata beliau Wali - Lho, anak kauman malah hilang kendali.  

Pikirnya jendral lain, penampilan phlegmatik buta politik, ternyata sesama jawa tunduk menanduk, air tenang malah lubuk, kena apa ndak putra putriku sendiri ?  Dengan alat yang sama kenapa aku tidak menjadi Gurita.    Yaaa……… morat marit lagi, anak kauman cuma kebagan Fadilah Sapari………bukan  BLBI……….Tapi kerja dua periode ndak konsentrasi ditunggu dinanti rakyat seluruh Negeri. Ketua partainya malah dipimpin Pakar e- kominikasi, harapan putri andi bisa berkreasi, nambah nol berderet dibelakang prestasi pemilu setiap Propinsi - e kasandung kursi lemari malah cengengesan kencing berlari. Kadernya bupati bupati disana sini, belum pemilu sudah kena kasus korupsi. Wakilnya ndak mau sendiri nanggug BLBI. 

Gini lho …Amerika, anda kalok berkenan tahu.  Lha para habib dari  wilayah minyak yang kaya raya….. sangat mikir kalok minyak habis mau kerja apa ? Beli tanah di Brasilia ? wong disana ada  deposit minyak bumi ditemukan baru ( mestinya sudah dulu, tapi di peram dulu). Pikir Raja dengan pengeran seribu : "Ah iya.....bikin Khilafah saja, dari Maroko ke  Jayapura". Bersaing dengan Amerika….. dari Jendral Najib sampai Gamal Abdul Nasir,  Imam Ayatullah Khomeini,  Panglima perang Saddan Husain,  Muamar Gaddafi……..mulai  membuat kartel minyak  menyatukan islam, tapi dengan hebat bertengkar duluan, kayak putra purinya pak Harto.  Akhinya  malah jadi ISIS jadi ISIL  ndak tahu kalok Amerika itu dunia baru kaum Jahudi, orang tidak bisa membedakan mana Anerika mana jahudi, lha kok musuhan sama dia, kan lucu, siasat raja sang habib ini ?                     Kayak kerajaan Saudi Arabia, Mesir - yang saben tahun butuh gandum,  disatu sisi sekutu dibawah Amerika dilain sisi musuh Israel. Lha sekutu anda di Nusantara, oh Amerika, Masymi DI/TII  tetap islam garis keras benci sama Yahudi, tidak makan roti tapi nasi, padahal ngroweng minta bantuan anda mengganti Jokowi, perlu pake kudeta, ditekan dengan apa kowe Rakyat Indonesia?  Dari dulu ingin merdeka. Anda memang adhidaya,  kalok mau kudeta atau menyerbu ke Indonesia...... pasti bisa, tapi pikir dulu, untung apa anda membela khilafah yang jelas dengan segala daya akan memusuhi anda wahai Amerika ? Dikasih janji apa ? Presiden anda sakit hati karena sahabatnya - Freeport sahamnya terpaksa dijuak ke  Pemerintah Indonesia ?Karena kontraknya memang gitu.  Lha tapi anda  Amerika, masih memiliki 49 persen saham, bukan satu gunung tapi deretan gunung yang isinya sama, kan dapat lebih banyak bagian, ongkos kerja di dukung bersama,  kurang apa ? Sedang garis keras HTI/FPI  yang mgebet kudeta dibantu Amerika, cuma  menukar dengan janji, belum tentu bisa membeayai ABRI. Wong dipake ISIL sendiri saja masih kurang. Apalagi confrontasi dengan Amerika, kok bisa Amerika  membantu mereka menyulap kudeta, dumeh sudah "sepuluh juta" petani olahan para habibi, ngebet tanah garapan dari HGU kbekas kebun belanda - ternyata sudah balik nama milik para taipan, ladi villa sampai hutan tutupan, kok bekas kebun sepi tempat pak Pi'i dan mpok Siti yang dipelosok sepi, eong lapangan terbang ditengah ibu kota sja bisa dibeli. Apa daya penggarap  tanah bekas HGU Belanda, didua Propinsi sekitar jakarta, area sudah dibeli oleh kroni Presiden  Suharto  jadi villa dan kebun, padahal disana juga, petani miskin terbelakang  mengharapkan tanah dan sorga.  Yang dijanjikan menantunya,  Dibaris bikin ulah merusak kesatuan bangsa lewat reuni jalan kaki ke Ibu Kota  -Prabu Wo ( nama kecilnya pengeran Rahwono) marah karena sepuluh juta mereka kok ndak nampak di foto ? Dasar bodrex.  siap menyelenggarakan perang saudara kayak di Korea ? musuhnya siapa ? komunis sudah tiada. Amerika, majlis para habib memberi harapan kosong pada garis keras ISIS atau ISILdi Nusantara, padamu hanya ditukar janji mau dikasih semua gunung semua laut untuk ditambang.  Mister  Donald, …….   katanya otak anda bisa diisi tiga dunia ? Lha kok cuma ditipu habib mengembara karena tidak punya Negara , malah istrinya dimana mana ? Padahal dengan pak Jokowi masih diberi 49 % saham dengan  perluasan lahan exploitasi, dijamin bangsa  yang 300 juta jiwa,  multi ras multi agama  bersatu menyediakan petanaiaan padi rawa 9,3 juta ha, ini nyata bukan bicara, kok diancam kudeta, siapa …….Kalau Cuma habib gila, bom panci  teroris. Saracen  pabrik hoax -  Polisi dan rakyat sudah  mengatasi, hanya kelompok  Kriminal Bersenjata……Rakyat, Polisi dan Tentara….. sudah bertekat tidak bicara……menyerah atau  jauh dari budaya dunia  selama nyawa kami masih ada.  Tapi kejahatan kudeta dibantu Amerika……dasar pikiran sehatnya sudah ndak ada. Wong Mister Donald otaknya rangkap tiga - bukan berarti Pemerintah syah dan rakyat yang sudah lama menderita tidak waspada.  Petani dua Propinsi sekitar Jakarta – bakal punya kerja disawah datanah  baru kalau mau. Bekas HGU kebun Belanda  ya ditata kembali, wong mestinya bukan objek jual beli, ya kayak bencana lumpur Lapindo, kok sampai penggarapnya dihibur habib dijanji sorga, tapi disuruh jalan kaki, demo reuni, jadi zombie,  apalagi tanah garapan cuma untuk villa, hobby beternak susu gembos di Tapos, villa Alengka, atau Kartanegara  ternak  kuda  balap, dengan hamparan lapangan ratusan ha, koleksi  mobil dan balapan a’la  cowboy ribuan ha, yang mestinya bisa digarap jadi bekal  hidup petani  tenteram sunyi ratusan generasi  , sudah menunggu sambil jadi koeli, e e dasar otak mini digarap para habib, menantu sendiri *)

Kamis, 06 Desember 2018

KISAH MAJLIS DAKWAH

KISAH MAJLIS DAKWAH
PEDANG DIASAH BERMATA DUA……..LIDAH DIASAH BISA BERCABANG DUA.

Menyebar pasukan dakwah mendirikan khilafah, sangu…..bila kering minyak mentah. 
E e ndelalah kersaning Allah : Gus Mustafa Bisri sudah menyadari, simak di you tube, bila peduli.
Manyebar pasukan konando khusus pencuci otak, kembali ke tradisi salaf wahabi, demi dominasi diwilayah strategis bakal produksi pangan dunia,....... disini, di Nusantara. 

Sasarannya otak otak mini, khusus sekitar ibu kota Negara RI, supaya mudah dibanjiri pejalan kaki, DEMONSTRASI jalan kaki sampai ada yang mati, dia ada juga pegawai negeri Kelurahan !!   Katanya sorga menanti.
Majelis mandiri, dengan uang sangu sendiri, di iklim yang sejuk segar, sepi – kayak di Banten Propinsi, Bogor Puncak Sukabhumi, bukan sangu sendiri saja, malah dimodali. Oleh Khilafah dari Maroko ke Manokwari, sampai Jayapura !!!
Sambil k***n kontrak menebar anak dan sanak, sambil adu domba mencari bid’ah, mata dakwah mencari salah, di Banten Propinsi, Bogor Puncak Sukabhumi, rakyat mau jalan kaki, otak otak mini ini gitu saja malah dikagumi, menjemput sorga dengan demonstrasi, nyatanya pecinta kilafah reuni. Karena 40 tahun sudah di-iming-imingi, villa orang ibu kota, raja korupsi, kebun jengkolnya sudah abis dibeli - tetangga untung tanah dibeli selebar jalan  pribadi, untuk mobil Ferari, sisa tanah menunggu pembeli. Mulus lestari , jangankan hanya kebun jengkol, sedangkan lapangan terbang Kemayoran bisa dibeli bukan dengan uang sendiri, dengan agunan lapangan itu sendiri,wong tiga gupernur merestui. tidak nuruti ? apa minta diganti, wong disponsori Ibu sendiri, penguasa seluruh negeri.
Lha Petani ? penggarap kebun karet, kebun kopi, nyingkir sendiri, wong emang bukan milik pribadi, ex HGU Nederlands Indie. 
E e sang habib datang sendiri, mengerti apa yang menggerogoti hati petani, dibekas HGU kebun kopi. Dakwah berapi api, wahai tetangga pak Pi'i, Pok Siti, jangan sediih makan hati, ana jamin sorga bagimu nanti, asal ikuti ana manantumu ini ( mertuanya disetiap desa, jubah siap dicuci desterika, desa menyediakan daging domba - biar bisa diganti  sorga)).   
Persetan kesatuan RI, yang penting Khilafah berdiri. Khilafah bisa mencaplok RI, dengan modal otak mini satu Propinsi dua Propinsi, bekas wilayah DI/TII. Memang daerah ini seperti sorga penuh lembah gunung dan bukit  Disini akal dipateni-artinya dibungkus rapi dan si otak -otak  mini, selalu dipameri hasil korupsi bisa jadi villa, kebun, yang dibagi bagi kepada slagorde dan kroni. Pondok petani kecil dan sunyi……….Jadi villa villa dengan Ferarri, lah uang ganti rugi …….kan sudah buat modal berhaji ? 
Di Kecamatan Pebuaran/Kemang kabupatan Bogor, tanah ex HGU kebun karet belanda dibagikan a' 3000 meter persegi. kepada kroni dan slagorde Jendral Suharto, Harmoko sudah bikin viila disana, Akbar Tanjung, rumah villa yang keseribulima, malah ada ulama muda kita yang kebagian (sekarang sudah setengah baya, merambah dunia maya dan dunia mistik wali, ulama). PAk Harto tahu dan Mas Tomi tahu, dan beliau diaku saudara, yang tidak membutuhkan apa apa. beliau pengemban berkat isyarat, dikunjungi semangat Wali, jadi kepada sahabat baiknya,  beliau sangat ngebela belai tanpa sungkan, apanya yang dibela, wong katanya entah nyatanya pemangku semua pusaka tanah jawa ? Seluruh rakyat sudah mengerti. dibalik senyumnya itu, ratusan ribu nyawa petani musna. Ya boleh saja.........
Snag Teman dikusi - memberi petnjuk berfkir - tapi menojolkan menonolkan resepn solusi dari dia sendiri - sambil menisa presiewen yang ini  Tapi sekali kali, jangan ulangi, menista yang sekarang ini, kalimat  keluar dari lisan anda, bahwa dari puncak, RI satu  jadi peragu,  tidak tahu yang diragukan apa, jama'ah bersorak tawa ? -Di you tube bergema. Sungguh, merendahkannya........iya, wahai sahabat para Wali, lisanmu sangat berarti, pasti terjadi, tapi tidak seperti yang panjenengan mau-i. panjenengan salah mengerti sampai  Para Wali malah  pergi............

 Sebelum habis duit ganti rugi, kan lebih baik untuk ongkos berlindung dibalik jubah para habib, yang nyatanya memberi rezeki, wong jandanya setengah tua masih laku mencari suami, putrinya blasteran masih dimaui putra sultan, dari tetangga negera sendiri, meskipun disana disiksa, tapi ditimbun materi, atau direktris travel umroh abal abal, atau “actress” penanggok hasil korupsi, sampai  menjanda duapuluh kali !!! masih gampang cari suami. apa salahnya……. Bila bersandar ke khilafah sang habib mulia ini ? kan hanya reuni- demi khilafah idaman sang manantu sendiri. Oh otak mini, kalau dipikir ya salahku sendiri. Wong segala kemewahan Ibu Kota samudra korupsi, kok dijejerkan dengan petani, bekas HGU belum sempat dibagi  (kalau kebagian tambah mereka bakal mati, dicap antek PKI), anak anaknya sekolah nyebrang kali,  deras marayap di lonjoran galah bamboo, istrinya jadi babu Nyah besar Poo, suami tukang kebun villa Yamka suyamdullah, Sutan Batu Putradewa, di villa Jendral ditanah Kehutanan di lahan hutan tutupan. Malah mangkrak di Hambalang, jadi peternakan Tapos, yang mestinya masih kebuh pisang, setidaknya bila setor pak Lurah, sudah bisa jadi tanah garapan.  Jadi galaunya hati, ya dibawa jalan kaki ikut reuni………..dilipat dikali seribu, dipasang merangsang di koran wartawan Bodrex, di-blow up anak autis di media electronik, dari lembaga suvey “Pengamatlipat”, dari lembaga Very Quick kont, olha bisa ngalahin pemilih sluruh warga RI - ratusan juta dseluruh negeri –maunya. 
Ya, itu bukan urusan petani- kaki bukit hutan tutupan, kebun belanda yang jadi villa, jadi peternakan susu punya nyah muda Lolita Surya, oleh sang habib mau diganti…….wah kemana rezeki mau dicari ?  
Jawa Timur Jawa Tengan lain lagi. tanah HGU sudah dibagi, penerimanya, petani gurem dua Propinsi termasuk Bali pada divonis mati, hilang kayak Kashoggi, dIhanyutkan dikali,  bathin sedih takut setengah mati, hati tetap saaaaaakit sekali, berpuak beranak pinak, tahu rahasia ini, malah dengan ngotot diingkari. Mereka anak petani, jual jamu jual bakso di seluruh negeri, malah memburuh migran sampai Arab Saudi, jadi petani diperas bangsa sendiri. Beras ? lagi penen import beras  didukung sang kroni - import berasnya sendiri !!!. 
Coba simak, biar Khofifah dihalangi darah biru NU Muhaimin Ketua partai sebagai cermin,  tetap si ibu dipilih rakyat karena kenal dan mengerti mengirim do’a ke Marsinah, mati disiksa doperkosa, dimutilasi dan dibuang di Hutan Nglegok Nganjuk, kayak Kashoggi. Dia tak sengaja berani melawan  Slagorde Kumpeni, wong hanya minta naik gaji,  500 rupiah sehari, sesuai dengan upah regional Propinsi – Dilaporkan membangkang, mengajak mogok, ngroweng lapor Kodim: Marsinah mbalelo, kilahnya niru istilah jendral Suharto, sambil quangxi kayak biasanya  Yudi Susanto Wangkanglestari – pemilik pabrik arloji, mewah……palsu.  Marsinah buruh kebetulan tahu, Yudi bersaudara merasa terancam business gemuknya bisa hancur kayak tahu - sangat bermotivasi untuk melenyapkan klilip/debu dimata mereka – tapi peradilan suap membebaskannya pada tingkat banding – malah satpam pabrik dihukum. Si Yudi Astono, Yudi Susanto kualat, pabriknya di Siring Porong tertimbun lumpur habis- ya pindah malah tidak usah kasih pesangon.. Gampang......bikin pabrik arloji lagi di apartmen ruko berjejer, ndak usah nyewa, bagi hasil bikin arloji perang yang asli 700 US $,/piece........Yudi bisa 50 US $ per piece....bisa di markt ap samapi 500 US $,  kan pengalaman !!! Cepetan kudeta. bisa belanja dari supplier tunjukan pikir je3ndral Autis.

Departemen Perdagangan bangga bisa nanggok devisa bagi Negara juga Kodim Sidoarjo – juga Pak Harto, ternyata diselundupkan tidak lewat Custom Negara pengexport dan negara tujuan. Wong bukan ke Amerika –yang diexport duit kick back-nya lewat Panama -lho kan enak zaman saya to?  e3eenak zaman saya to ? *)

Selasa, 04 Desember 2018

PARTAI POLITIK DALAM MASYRAKAT KITA.

PARTAI POLITIK DALAM  MASYRAKAT KITA,                                                                                                                                                               

PROGRAM KERJANYA HARUS SESUAI DENGAN   KECENDERUNGAN TATA MASYARAKAT MANUSIA JAMAN MODEREN DUNIA.                                                                                          .Semua manusia di dunia modern ini sudah sama sama menyadari, bahwa masyarakat manusia dimana saja harus semakin mudah hidup berdampingan satu sama lain – saling bekerja sama dengan prinsip pembagian kerja saling member manfaat yang  semakin dalam spesialisasinya dan memberi imbalan seadil adilnya diantara mereka – kecukupan hidup wajar bukan membedakan kaya dan miskin, tapi semua kebutuhan bisa kecukupan  hanya bertukar nilai secara adil, artinya adil juga terhadap mereka yang menyumbangkan jasa yang masih jauh  dari kebutuhan msyarakat sehari hari, utopia ?            Sama sekali tidak,  orang kaya pilihannya cukup banyak, yang bisa dia capai……….. boleh saja, mulai bayi sebelum lahir sampai manula menjelang ajal, asal tahu kepantasan dalam masyarakat yang masih prihatin.  Bukan malah pamer Lamborghini, cengeng petentang petenteng, si kambing kriting yang ekornya besar (itu bulan kambing kacang lho, jangan kliru ),  sudah berhasil bagi uang di Ponorogo, perkaranya hilang. Lho kan baik; bagi bagi uang, iya..... soalnya menjelang pemilu - jadi money politik. 

Mayoritas masyarakat harus diberi hak hidup wajar dengan adil dan cukup, karena akhirnya technology yang sudah berkembang pesat selama tiga abad terakhir bisa memenuhi tuntutan itu, dan menciptakan spesialis spesialis yang tidal langsung bisa bermanfaat bagi manusia seperti paleo klimatology - itulah teknologi - asal mau. Kesadaran manusia setelah kena bencana pendinginan global. termasuk  kesadaran politik satunya masyaragat manusia. Sebab masyarakat manusia sudah sadar bahwa teknology bisa dipakai untuk perang atau untuk kesejahteraan, sama sama  bisanya. 

Tapi      awas, perang selalu dipaksakan oleh yang merasa pasti menang, lahaula walaquwata ila billah. Dalam ekonomi bikinlah bangsa ini bangsa yang kuat…..kerja……kerja…..kerja – untuk bangsa dalam rangka rakhmatan lil alamin....                                .

Partai partai jangan omong doang, latih pemuda pemudi yang mau jadi operator alat berat, backhoe, ekskavator, grader, buldozer, crane, sebab Nusantara, patah tumbuh hilang berganti. Kelompok Kriminal Bersenjata, dengan otak mini-nya bisa membunuh bangsanya sendiri hingga puluhan orang yang sedang meberdayakan tanah huniannya, tapi bangsa ini bisa mengganti dengan seribu kali. 

Katimbang duit untuk dana kampanye money politik, mondir mandir orasi sana sini.          Alat alat itu mahal harganya, tidak ada sekolah yang punya, untuk murid muridnya belajar sampai trampil siap kerja, menggunakan alat alat berat itu. Ya patungan diantara partai sehaluan, sesudah beberapa angkatan, kan alat masih bisa disewakan ? Beri kaum muda modal pertama, jangan malah nampak senang mereka dibantai, oleh otak mini, mental predator, dari Kelompok Kriminal Bersenjata, beri para pemuda di pembangunan jalan jembatan disana senjata dan ketramapilan menjadi operator alat berat. Jadi bisa membantu tentara reguler dan bergiliran menjadi operator alat berat. Mereka butuh kegiatan, sukur sukur bisa untuk bekal melamar gadis idaman.                                                                    Generasi muda, bukan massa mengambang, bukan pengikut seruling gafatar, e..e.. pak kacamata tebal berwibawa laksana Bima,  dia ndak usah bermegah diri, Si mbokde gemuk tua....lupa mereka....kaum muda butuh sangu kawin. Pak jokowi membuka sawah rawa, sangat butuh tenaga kerja....cetak yang bukan petani biasa....petani mekanisasi....rangkul mereka, semua bisa utak utik motor....tinggal alih ke traktor...eskavator. Mana organisator kaum muda dari partai kalian ? Mereka bukan cuma Unyil dan Unyilwati

Wahai kacamata lambang wibawa, wahai simbok muda, rangkullah mereka berarti membantu pak Jokowi bangkit berdiri. Ini bukan soal adminstrasi partai - tapi soal hati. Wadag bisa tua, hati mengerti kebutuhan kaum muda...dukunglah mereka mupung masih bisa !!!.... Kalian bukan penderita rematik, kalian kan tidak plegmatik to ? TANAH AIR MEMANGGIL TAU ! umurku sudah delan puluh tahun kapan kamu lahir, aku sudah baca koran.

Pepatah mengatakan: Bila tidak mau berperang harus selalu siaga untuk perang, akhirnya, terlalu mahal, dan senjata sudah bisa memusnahkan seluruh kehidupan tanpa sisa……. Itu kan pilihan gila ?

Manusia perlu menyabung jawa – dalam dua kali perang dunia yang korbannya jutaan nyawa, putusnya cinta antara sesama manusia, hanya untuk  membuktikan itu semua.                              Partai partai Politik sudah didirikan sejak budaya barat sudah merembes di masyarakat kita dipertengahan abad 20. Tentu saja berdasarkan inisiatip kaum inteligensia kita, hasil cetakan pedidikan barat. Bahkan pemerintahan Autonomi Wilayah Jajahan Bekanda yang halus dan manusiawi, di sini segwra bwerubah menjadi Pemerintahan despotic Hindia Belanda, terpaksa mengizinkan secara resmi pendirian partai partai politik ini, tentu saja dengan persyaratannya yang sesuai dengan selera penjajahan.

Sampai Hindia Belanda Kukut, bubar, duisir oleh Balatentara Dai Nippon yang militeristik diktatorial, baru yang ini melarang adanya Partai politik, kecuali ormas bikinannya sendiri untuk mengerahkan dukungan kaum Pribhumi kepada pemenangan Perang Asia Timur Raya. Persis kayak Golkarnya Harmoko yang mulia, menterinya Jendral Suharto. Konon HAri hari ngo MOng KOperasi antara KRONI !!! ndak malah cakar cakaran diadu domba oleh conglomerar Hitam dengan siasat qoangxinya yang ampuh.

Jadi……… setelah 17 Agustus 1945, seharusnya semua partai ya mendukung azas manusia modern – Kebebasan individu – Kebangsaan dan Kesetaraan berdasarkan keadilan. Orang Perancis bilang Liberte – Fraternite – Egalite.  Orang Indonesia bilang Pancasila. Yag digali oleh founding fathers kita sesuai dengan kondisi rakyat Nusantara yang plural suku ras dan agamanya – semuanya miskin karena dirampas hak ekonominya. Hanya kaum komprador para oportunis pribumi dan timur asing yang diberi kesempatan penjajah belanda untuk jadi pembantu dagangnya,  dapat ceperan rejeki dari zamannya yang sudah selesai.

Beberapa abad masa Penjajahan, penduduk jajahan ini dengan sangat licik dipecah belah oleh penjajahnya dengan membagi mata pencaharian yang diarahkan oleh penjajah:  Pribhumi asli bertani dan jadi tenaga pelayanan, mantri kesehatan, mantri penjual candu –  mantri guru, bangsa pndatang Timur Asing jadi Pedagang, dan tengkulak pengumpul hasil bhumi – dan Warga Nederland termasuk orang Europa dan  orang yang terpilih disamakan dengan orang Belanda  jadi Boss disegala sector kehidupan modern era pejajahan, disamakan hak dan kuwajibannya dengan sang Tuan.

Tentu saja yang paling tertindas dalam masyarakat jajahan ini kaum pribhumi menempati tangga kekuatan ekonomi ditingkat yang paling bawah distruktur ekonomi masyarakat jajahan ini – marupakan lapisan mayoritas, kala itu hampir 90 persen, jadi wajar bila golongan para pelayan favorit boss, Para  pedagang pengumpul, para pemilik  trnsportasi umum, rumah sewa dikota kota, pabrik pengolahan pangan, bank dan usaha intertainment adalah dua lapisan yang diatas yang merupakan minoritas  puncak dalam jumlah kekayaan, dalam pemilikan modal 95 %.  Majoritas kawula jajahan yang  jadi petani, pelayan bawah dan menengah disegala sector ekonomi –  telah tercipta menjadi kelas petani dan pelayan masih dipecah menjadi kelas baru diantara para inlander (pribhumi) yaitu kaum Priyayi atau the white collar labor dan  tenaga kasar atau the blue collar labour di Amerika, disini kolor labor -tani gogol.

Hak untuk the Netherlander dan yang diseterakan, langit adalah batas atasnya, juga untuk warga Timur Asing yang disetarakan dengan Belanda – misalya Oei Tiong ham, Cong A fie dan beberapa gelintir yang lain. Tahun  ’30 –han, di Malang ada satu jalan yang panjangnya beberapa kilometer rumah para exporter kapok randu, bahan strategis untuk pelampung penyelamatan transportasi laut sungai dan danau,kasur dan bantal diberikan kepada  warga china/timur asing  di Hindia Belanda, masuk dipasar bursa. Rumah pualam Italia, disamping Packard 12 cylinder. delapan babu empat jongos dan satu sopir, centeng ada dsetaip desa dimana hutan randu dari kaki gunug Arjuno sampai pantai Bangil - kuburan cino. 

Lha itulah modal structure ekonomi dan sociologi masyarakat kita sebelum  kemerdekaan Republik Indonesia, jadi yang dikehendaki oleh mayoritas semua rakyat jajahan yang paling tertindas, adalah hapusnya semua hasil pemecah belahan penjajahan ini yang sangat mengerdilkan kaum pribhumi, Sudah dibatasi oleh Pancasila, kebuasan “laizes fare” kaum pedagang.  Tapi dasar pencoleng, kadernya partai Wakil Gupenur Bali, malah tertawa. (2 Desember 2018)
WABUB BALI KETUT SUDIKERTA = CALON  PARTAI GOLKAR PENIPUAN 150 MILIAR. yang ditipu Maspion, plosduik ploduk, serba murah serba menghemat bahan, perkara tanah dijual 2 kali, tentu saja jadi perkara. Diperkara malah ketawa ketawa.
menipu demi perjuangan, persembahan pada Pimpinan Partai raja maling e-KTP - klop.
E, e, satu golongan timur asing  yang telah mendapat posisi ekonomi mapan dalam masyarat penjajahahan dicatat oleh sejarah dan tidak bisa dipungkiri………Ditahun 1945 malah hanya berdiri diluar ring sebagai penonton, atau sebagai komprador, bersama dengan komprador dari kaum pelayan Pribhumi kesayangan penjajah di Negara Negara RIS bikinan KMB Belanda, th ’50 han.

Penulis harus mengulangi DAN MENEKANKAN : Yang dimaksud Golongan timur asing, sebagai golongan yang di-didik-kan dicekok-kan turun temurun sebagai mentalitas Tuan  yang diciptakan penjajah. 

Ada tetangga saya, dari keturun etnik china, mengingatkan saya, jangan ajak pembantu rumah tanggamu berfikir, bermental mandiri, mengupayakan efisiensi, berfikir higieni dan perlunya gizi berimbang, protein, begitu pula vitamin, tidak bisa disimpan dalam tubuh, melainkan langsung jadi bagian dari pembuatan jaringan badan dan energi hidup melawan penyakit. jadi harus ajeg ada di makanan walau sedikit - sebab sunatullah sudah mengajari bagaimana kuda memberi susu pada anaknya - meskupun sedikit sambil berlari, tapi dua jam sekali. Sedngkan lemak dan karbohydrate, bisa disimpan dalam lapisan jaringan, ikut beredar dalam darah, malah jadi penyakit, obesitas atau diabetik gula tinggi, plak dalam pembuluh darah. Dengan mereka- perintahkan saja. sambil diberi sedikit hadiah - Lah bila itu saya laksanakan, kapan mereka sempat belajar ? Didesa desa ada SD, murid sudah mengerti gizi, empat sehat lima sempurna, tapi sarapan cuma supermie, makan siang nasi lauk seiris kecil  tempe dan supermie, makan malam ayah bawa roti. sebulan tidak berjamur - Besoknya baru bawa ikan nangkap dikali, baru minggu ke kota beli bakso kenyal banyak kanji, jangan jangan direndam formalin ? 

 Padahal belo, bayi kuda menyusu dua jam sekali, dalam susu ada protein dan vitamin, lemak dan karbodrat - Pak guru bu guru mengajar sambi lalu. Tidak sadar bahwa seluruh hidup sebenarnya hanya butuh susu - hanya bentuknya jadi macam macam sunatullah membuat supaya tidak bosen. Saya orang Jawa, pembantu rumah tangga saya gadis jawa dari desa, jadi saya merasa wajib mengajari supaya dia mengerti untuk selamanya, apa yang guru SD nya melewatinya. Ini mentalitas berbangsa. gadis desa, hanya seneng hadiah, bukan kuliah - saya menegerti. Makanya.......saya ajak melihat sunatullah......apa yang ada dan terjadi di bhumi, bukan diskusi, saya islam tidak pernah nyantri.  Itu bedanya hidup bersama berbangsa lawan hidup bersama tuan yang disamakan dengan belanda.

Jadi bukan individu. Sebab mayoritas individu golongan ini telah mengisi semua jenis sikap tindakan dan watak masing masing, yang sangat berguna bagi Republik muda waktu itu, dan semua Warga negaranya, tapi semula memang tidak terhindari orientasi golongan ini mesti saja ke elite capture- nya sebagai suri teladan keberhasilan hidup, semua sar* sama saja, ada yang matre’k – tapi ini  mayoritas sebab disananya dari negara asalnya, mereka petani miskin- takuuuut kelaparan.

Pendekar kemanusiaan sperti Penerbit Tan Koen Swie Kediri, mayor John Lie, penembus blokade laut pulau Sumatra, Ahli Hukum yang sangat berprinsip Yap Tiam hien, sosiawan dokter mata Dr Yap, dr Oen dari Solo, salah satu dari enam polisi wanita lulusan Sekolah polisi di Bukit Tinggi  th 1948 adalah gadis kerturunan China, Ana Lao, baru di Makasar Polwan angkatan pertama, ada 8 perwira Tinggi di TNI ketiga angkatan yang keturunan China, seniman sineas yang unggul Teguh Karya, ekomonist sangat prihatin oleh akibat dari ngawurnya orde dictator militer:  Kwik Kian Gie, Seniman philanthropist anggauta keluarga pengusaha jamu jawa Jaya Suprana… dan tetangga saya…….saya harap beliau menjadi pemimpin Partai Indonesia…….mengingat kecintaannya kepada tanah air dan bangsa ini. Beliau adalah Gus Dur-nya  kemelut orientasi budaya WNI keturunan China.

Dan masih puluhan juta the silent mayority yang tercemar tanpa menyadarinya oleh tingkah polah Sukanto Tanoto, Eddy Tansil, Artalita Suryani, Hartati Murdaya Poo, Setya Novanto, James Riyadi semua yang tersebut ini sudah merambah ke rumah tangga dan keluraga Indonesi 1 yang terdahulu……. Mantra pengasihnya: quangxi. Mereka berhasil menghancurkan menghianati A Hok, sampai ke rumah tangganya. 

Dan ribuan warga keturunan china akhli quangxi, malah ada yang mendapatkan BLBI dan surat sudah membayar secara penuh utangnya di BI, padahal sesenpun belum bayar, bisa. Tentu saja mereka mereka masih mendambakan kembalinya orde baru, muka lama dengan nafsu baru. Malah sudah mendahului mendirikan Partai Politik untuk menyongsongnya………. e barangkali bisa mengganti Liem Sioe Liong. Wong kenyataan-nya menurut Kompas TV siaran siang bari senin 5/12/2018 - ditandai 69 % koruptor yang berurusan dengan KPK adalah kader Partai - jadi siapa tidak kepingin punya Perusahaan -Penempatan- Koruptor yang namanya bukan PT atau bukan Yayasan - tapi Partai apa saja ? Kan uang pangkal keanggautaan balon apa saja dan pembagian keuntungan selalu bisa dirunding ?  Paling paling hanya berasosiasi lepas dengan detektive partikelir dan pengacara. Membina persahabatan dengan Kalapas langganan para Koruptor saja, demi client-nya kader partai bila ketangkap, kayak si Frederich Yunadi

Jadi pekerjaan utama semua partai politik yang ada  sekarang adalah menyetarakan kedudukan ekonomi seluruh warga Negara Republik Indonesia. Apalagi setelah ekonomi Negara ini diporak perandakan oleh sistim dictator orde Suharto selama 32 tahun yang sangat korupt dibantu oleh senjata dan para keturunan  China yang langsung menguasi seluruh sector ekonomi “mega” dan perbankan di Indonesia, berkat bakat kuangxi dan bekerja sama dengan kepentingan Negara Kota tetangga kita. Disana sangat terbuka kepada golongan ini, sehingga sangat mencemari jasa dan pengabdian individu individu teladan yang dengan peluh dan darah menjadi warga Negara ini, seperti contoh tersebut diatas yang jumlahnya bisa puluhan  juta, jarang dikenang umum. Malah  tulisan ini tambah membuat mereka nelongso – maaf – karena penyakit harus dimengerti dan diobati. Teman  Ahok adalah wahana  untuk permulaan yang sangat baik demi  menyaring kembali masyarakat kita, yang sakit dari yang waras.

 Menata kembali pelaksanaan amanat Revolusi kemerdekaan 17/8/1945, seperti yang dicanangkan oleh Surya Paloh, sebagai Pendiri dan Pemimpin partai baru, sikapnya sangat  menyegarkan, dibanding partai yang sudah ada selama Orde Suharto, yang alih alih bisa menghidupkan kembali marhaenisme, nasionalisme yang luas dari bung Karno, Islam Nusantara dari Mulyadi Djojomatono, melanjutkan cita cita kiai Hasyim Ashari, malah anak cicitnya sendiri, yang meng-anschluss berdasarkan darah "biru" dan salam tempel, perhimpunan ini malah jadi partai gurem, berkat semua lalat merubung bangkai. Budaya tani padi rawa harus menang dari budaya karet rimba, harus tahan terhadap peng-ijon si Babah.  Kristianity  a’la  filosof  Romo Frans Magnis Suseno, membentengi invasi ke jiwa, dari nafsu korupsi. Sosialisme yang berpihak kepada masyarakat adalah berkah, bukan sosialisme jargon,  dipakai oleh ambisi pribadi pribadi yang mencari pengikut instant. Malah  dengan membiarkan anggautanya mencari untung sendiri  sendiri, termasuk anak anaknya.   Partai politik baru atau lama harus mempunyai garis dasar politik yang dilaksakan oleh angautanya dengan teliti dan patuh –karena mengerti.  Umpamanya hidup jauh dari korupsi, kolusi dan nepotisme, ya harus dilaksanakan dengan teladan dari anggauta , ranting cabang sampai pusatnya. E e lihat berapa Bupati dan Gupernur yang kena kasus KPK tanpa malu malu, masih cengengesan prya atau wanita – semua hitungan trilyun dan milliard, masih mengacungkan dua jari V, apa maksudnya ? Keluar penjara masih membeayai reuni mengerahkan demonstrasi, membela mahaguru  KKN,  slagorde dan kroninya, menikmati demoktasi, yang pada waktu sang Rahwna-the big bossnya berkuasa  sampai 32 tahun, yang dianggap halangan: jang ditindas, dibungkam, dimatikan oleh aparat aparat intelijennya  persis seperti Kenpetai, Gestapo,KGB, FBI zaman senator McCarty th 1950han, zaman Presiden Nixon dengan skandal Watergate jadi satu.. Pangeran pelanggar HAM berat si bekas menantu  ini sudah menyatu kembali berbalik rasa,  malah berkiprah menari bersana Sarpakenaka dan Indrajid, dengan tekad "menebar" janji  hasil  perampokan selama  32 tahun, demi berkuasa kembali, mengincar rampokan ribuan trilyun. Dari gunung yang mereka persembahkan sudah kembali pada sang boss dan........mau dipersembahkan kembali ditambah dan sawah rawa jutaan hektare.  Satu satunya yang sisa dari modal dasar kaum muda bangsa kita,  dari rampokan ayah serta slagorde-nya.

Pak Jokowi, sudah bukan waktunya menarik rambut dalam tepung, rambut sudah  tercabut, tepung sudah tidak berserakan, simak dan teliti semua kegiatan  penyebaran uangnya,  beaya illegal  kembalinya Indrajit  Sarpakenaka ke tahta lewat demokrasi yang  sekarang lagi bersemi, malah dimanipulasi. Diwilayah bekas DI/TII, majlis majlis dakwah liar, menjadi panutan pembenci, benar sendiri, ...... pelipur diri .....petani sudah tersudut di desa sendiri ...... semua tanah garapan  bekas HGU kebun belanda sudah  ganti pemilik, Kolompok Koruptor Bersenjata keputusan Bupati.  

Sangat waspadai aliran dana dari china barat,  yang masih merindukan quangxi yang  berbuah penelikungan, penjajahan ekonomi dinegeri ini.  

 Malah ketua partai dan Presiden Partai. Semua partai ngumpul di penjara Sukamiskin (ironinya) disana jadi penjara suka kaya raya, penjara itu dirombak jadi wilayah elit atau motel mewah – partai partai yang  dipimpinnya  ya ndak bilang apa apa kepada rakyat, e minta maaf  kek, kader andalannya, kader idolanya kena OTT, kena sadap KPK, malah aklamasi semua fraksi partai oposisi dan anggauta partai tanpa sisi, ngamuk di DPR mau ganti KPK mau ganti Polisi, mau ganti Presiden, mau ganti rakyat dengan robot kembali. ( sudah terjadi sesudah tahun 1965 semua jadi robot, duh senangnya)

Bila tidak mau menimbulkan bencana kolosal, akibat ideology partai membiarkan kadernya mencari ceperan keuntungan dari kekuasaan, setingkat menteri Fadilah Sapari, Yamka yamdu, Patrialis Akbar, Fath El Fouz, Suryadharma Ali, Andi Karaeng fvorite majalah business partai mvmbuat jargon politik disegala bidang, dipakai secara srampangan,  kebijakan yang lebih besar, persatuan Nasional dengan mudah dikalahkan oleh kebijakan lepau kopi, dengan orasi berapi api khas subculture petani karet dicekok-kan ke masyarakat petani sawah pulau jawa yang chronis miskin. Para bodoh dari pelosok mata hari tenggelam di pulau jawa, yang terpukau janji sorga, mabok nilai baru terpampang sempit didepan mata – kayak kacamata kuda. Wong umroh saja duitnya ditipu hanya dengan penampilan pakian burkah  dan gamish, kopyah putih dan sorban.

Malah menjadikan korban dendam kepada yang  kebagian lahan HGU belanda,  jutaan mati sia sia, jadi bahan cemohan, malah menutupi kekeliruannya sampai sekarang karena waktu itu mabok heroin, menemukan daftar nama gurunya yang akan dibunuh oleh BTI bersenjata cung dan AK, oleh PNI Asu,  oleh PKI desa. Padahal ini ngomong hukum dan nyawa, mana daftarnya, dibuat oleh siapa kapan dst dst............ ternyata tidak ada seperti Surat Perintah Sebelas Maret. Sahabat ya sahabat tapi mbok jangan ikut nipu ? Apa Wali bakal Kualat menipu para Wali ?.

Karena tanah HGU perkebunan hanya dbagikan pada buruh tani penduduk Kecamatan. Sedang sang guru gurunya percaya pada janji Paman Sam, diberi khilafah yang macan beneran. Jutaan rakyat mati apa artinya…….wong Saddan Hussain, Muamar Gadafi, Jamal Kashoggi saja dibuang tanpa kuburan, suni atau syi' ah ya bungkam saja.

Maka apa artinya………………bahkan Munir dan Marsinah ?

Sering kejadian intelijen asing, musuh lemerdekaan bangsa ini menyesatkan partai dan aggautnya dengan sangat sukses, seperti pembunuhan dengan mutilasi Kashoggi, supaya orang arab menuding lawan politik sang pengeran Muhammad bin Salman, yang lebih dekat dengan cara progresive, tapi minta beaya mahal,  kan lebih murah demi alasan anggauta wangsa yang sangat konservative. Semua bakal memakai bahan itu membuat api,  supaya Putra mahkota Mohammad Salman diganti…….. karena mengerti kekuatan ceteknya orasi lepau kopi – jadi dibentengi dengan research dan penelitian berdasarkan ilmu sosiologi sarjana peneliti seluruh Dunia,  mirip  maha guru Dr. Snouck horgronje.  Sehingga duta besarnya bingung sendiri - malah salah langkah, ikut menggoyah Putra mahkota,  ikut mencerca ajaran islam Nusantara.      Berkacalah……………perangnya  disana garis front-ya disini !  Partai menghadapi situasi ini, bukan sekedar kimpul kumpul di Hotel mewah, membuka cabang dan ranting, kayak membuka gerai ayam goreng, memang disemua kabupaten propinsi sudah ada bekas kroni, para oportunis begaya harapan bangsa.

Sebab, tau apa partai politik dan anggautanya, perkara analisa sosiologi  dulu dan sekarang ?  

Selain untuk jargon slagorde harmoko, men sejahterakan rakyat, kalau saja tidak dia rampok kan sekarang sudah lumayan,  buat apa mesam mesem membuat partai baru, apa dikira rakyat sudah lupa siapa mereka kok bikin partai gara gara ?                                                                        Partai Politik lama dan baru,  malah menghidup hidupkan orde despotism, premanisme dengan orasi dan politisasi segala segi hidup ini, sampai politisasi kepercayaan agama dan hubungan mahluk dengan sang Pencipta,  demonstrasi,  adu aksi, yang ujungnya menyuburkan konglomerasi ekonomi yang telah menguasai 75% kekayaan nasional seperti yang diciptakan Orde  Suharto, orde yang despotic militer,   saling mendukung petita petiti diranah public, bukan itu saja……juga bikin mati mereka yang kurang berdaya.                                                                              Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, adalah kendaraan bangsa ini untuk menuju ke kemerdekaan mengelola Negara ini demi kepentingan rakyat Indonesia, melaksanakan tugas manusia sebagai rakhmatan lil alamin, mulus tanpa gangguan dari luar. Perwira dan kelasi, pemegang kemudi Bahtera RI dan awak kapal ini adalah putra putri terbaik Negeri ini sepanjang sejarah akan dikenang anak cucu kita. Dinakodai Jokowi. Apapun kata anda, saya memang mohon pada anda anda sadar, sosok Jokowi sebagai     Nakoda RI, sebab bahaya semakin nyata, perlu sekali sosok pekerja, sosok yang sudah terbukti memilih tiga empat kali langkah strategi telah terbukti  –ke arah yang benar – telah berjalan dengan bantuan  dan dukungan anda anda:  

= Membenahi Agraria – merakyatkan lahan gambut dan lahan hutan untuk  sebanyak banyaknya bermanfaat dan dijaga kelestariannya oleh dan demi TANAH  GARAPAN rakyat tani untuk kesejahteraan mereka – bukan untuk dijual pada gurita,  melipat bandakan sistim embung di NTT – sekaligus membuka borok KKN Bupati Bupatinya,  sangat dirasakan di daerah tertinggal  misalnya Sabu dan Ngada – mereka pasti kader partai.                                                   =Menggalakkan infra dtrukture hubungan tol kapal laut untuk menambah melipat gandakan intensitas angkutan kapal  melancarkan peredaran ternak pedaging dan pakan konsentratnya -                     =Memilih menteri perikanan Moana dari Pangandaran, ibu Susi Pujiastuti yang selalu dillecehkan oleh politisi go**ok, meledakkan kapal kapal pencuri ikan yang ditereaki  sumpah serapah oleh pentolan Pemuda Preman (PP) Borisrowo, yang ternyata agen ratusan kapal asing, khusus  untuk sengaja merusak biota laut kita yang dangkal dengan jaring centrang ditarik kapal 200 DWT pake sling baja sakjempol kaki koloran bawah jaring yang puaaanjang sekali mengeruk dasar, ratusan kilometer. kapok  kapalnya diledakkan, yang disana tidak kembali, bang Boris sakit hati, ngajak gupernur Maluku minta ganti income yang hiang bersama jareing centrang incomenya siapa ? =Manyamakan harga BBM diseluruh wilayah Indonesia, menembus hegemony tunggal Pertamina di usaha distribusi BBM yang menghitung ongkos pengapalan dari Pengilangan ke pasar. Padahal jarak dan kesulitan transport seharusnya dibuat sudah rata rata untuk seluruh wilaya di indonesia - sesederhana itu, tapi karena Presiden lain terlalu banyak urusan, harga BBM di Papua bisa mencapai 100.000 rupiah per liter tapi dibadingkan dengan daerah lain volumenya kecil, wong penuduknya jarang dan jalan raya sangat minim. Entah kapal nelayan berapa keperluannya. Yang jelas penggundulan hutan jadi bancakan, lha kenapa pertamina tidak ikutan ?                                                

=Yang terbaru sangat strategis, semoga cepat terlaksana dengan bantuan do’a anda bila anda termasuk warga ma’iyah yang mulia, membuka lahan rawa untuk sawah – ketersediaan lahannya sampai 9,3 juta HA yang sangat urgen dilaksanakan segera tahun depan satu juta ha – sudah nampak dipelupuk mata, sudah tentu wahai keluarga ma'iyah, dukunglah dengan bathin yang bersih dan......TENAGA, sebab itu modal pertama yang masih tersisa satu satunya - untuk menyongsong kehidupan dewasa, "tandur" beneran - panen padi beneran, bisa untuk modal amal jariyah dan puasa anjuran sang Guru tercinta, sudah terucap oleh mulut wali - dianjurkan "tandur" kan ? pasti terlaksana, berkat karomahnya ucapan Wali, dengan ini malah segera bisa panen beneran.               Mulai zaman dulu teknologi baru penanaman padi selalu mendahului  zaman baru – yang ini zaman islam Nusantara rajadi at, kroninyrakhmatan lil alamin, bila Partai mau berlapang dada, kekuatan orgamisasinya bisa ikut menggalakkan upaya sawah rawa ini, seperti Gavatar belatar belakang sektarian sempit, membantu menggalak-kan kan bukan membentuk organisasi eksklusip ?                       Lumbung pangan dunia ketiga, dan seluruh umat manusia didunia. Jangan sampai jatuh ketangan pedagang ihtikar, seperti gandum dari Canada di akhir abad pertengahan. Jangan lupa kapal clipper dari Amerika, kecuali muat  gandum, dagangan lain, ada gamis dan jubah kapas Amerika, minta brapa panjang ? juga berbatalion marinirnya, derap langkah barisnya saja, bisa meruntuhkan tembok kota, belum senapan Henry-nya, repeater tanpa dikokang 7 peluru, di zaman itu !!! masih jaman senapan sundut. Yang jelas dominasi ekonomi Mesir suram, ada gandum murah ada textile murah, dari kapal clipper Amerika. Enaknya di Mesir dijual waktu panen raya saja, makanya IM tidak populer dikalangan kaum felahin, IM populer  melainkan dikalangan kaum pedagang arab- kilahnya bukan ihtikar ? Tapi jadi gurunya Bulog, malah sang  murid lebih pintar. Kualat bubar, diganti polisi. 

= Memilih wakil tepat menurut situasi dan kondisi menjadikan mereka dari kalangan yang sama, yang suka bertengkar dan menjatuhkan fatwa hukum mati tanpa nurani – perkara sepele jadi rame, biar kapok. Padahal dari kadernya banyak akhli yang mumpuni dan berniat murni – tetap tidak bisa aklamasi, malah saling menyulut dendam pribadi. Tapi yang ini yeah ndak perlu aksi bertopeng alumni, beliau ndak pernah ke lepau kopi, tentu saja kalah unggul berorasi – duh malunya, hanya bisa meringkuk dipenjara  Sukakayi 

jadi untuk selanjutnya sampai 2024 nanti, atas pilihan anda, insya Allah – nakoda Republik kita ini mendapat tuntunan Allah – jalan yang benar, untuk melangkah memenuhi tugas bangsa ini menjadi Raskhmatan lil Alamin. Bisa mesupply beras kedunia keruh, dunia korban rebutan emas hitam, ke korban kebakaran hutan di California, ke Myanmar, ke Mesir biar sadar kiriman makanan dari Islam yang teduh, islam Nusantara, wali mandi telah bicara: Wahai pemuda Pemudi pebanyaklah "tandur"  bersama bangsa senegaranya yang berpancasila, dimana saja.      Ini propaganda, tapi 9.3 juta ha sawah rawa memang bisa ada, Pak Jokowi membuat upaya nyata. 

Bayangkan 9,3 juta ha sawah rawa. Lebih mudah dari mengeruk rata gunung batu, hanya perlu ingat, problim sistim atau laku menhianatan kepada tugas ibu Dr Leni Sugihat, PASTI BAKAL ADA.

Abri, anda anda adalah jajaran putra putri pujaan bangsa ini, kalok bikin kantor di desa desa, bimbinglah Pramuka Wirabhumi, anda bukan anak autis yang biayakan, a’la pemuda bongsor urakan. Dengan pemanfaatan lahan rawa untuk sawah padi, barang 2 juta ha  dalam dua tiga tahun ini, ( wong sudah ada air, sinar matahari dan lahan rata sepanjang tahun setiap hari), 

cukup buat anda anda mendjalani hidup mulia, wahai tulang dan otot Negara dan Bangsa. Sedikit bersabarlah, memang paman Sam bicara macam macam, jangan kesusu percaya. Saudara saudarimu disini - bukan disana.

Partai partai seharusnya mendidik mengajar anggaautanya, simpatisannya, bukan kendaraan yang ditungu tunggu oleh himpunan masyarakat baru atau lama untuk keneraka dunia kemelut perpecahan dan saling membunuh, seperti yang ada di sebagian besar dunia ketiga, hanya untuk turut masuk keneraka nestapa bagi sebagian besar rakyat kita yang masih menderita dan kurang wawasan bernegara. Semoga Allah memberi ijabah bagi bangsa ini, sebagai hamba hambanya yang lagi berangkat menunaikan tugasnya.*)




copy ppaste dasri IDN times -2018/12/12 KepalaZ Daerah sudah 28 kena perkara korupsi 
Jakarta, IDN Times - Kepalaerah dan korupsi seolah sudah gak bisa dipisahkan. Walaupun gak semua kepala daerah berbuat korup, tetapi nyatanya banyak yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berdasarkan data yang dirilis oleh lembaga antirasuah tahun 2017, mereka melakukan upaya penindakan sebanyak 19 kali. Tujuh kepala daerah berhasil ditangkap dan dijebloskan ke penjara karena terbukti telah menerima uang suap atau menyalahgunakan kewenangannya untuk memperoleh keuntungan bagi diri sendiri atau orang lain. 
Lalu, bagaimana dengan tahun ini? Belum sampai ke akhir tahun saja sudah ada 25 OTT, di mana 17 orang yang ditangkap lembaga anti rasuah adalah kepala daerah. Angka ini bisa bertambah dari pengembangan kasus. 
Maka gak heran dong kalau Presiden Joko "Jokowi" Widodo sampai merasa sedih karena hampir setiap hari ia mendengar pemberitaan mengenai kepala daerah yang ditangkap KPK karena korupsi. 
"Jangan dipikir saya senang, tengah malam tahu-tahu dapat berita (kepala daerah ditangkap karena korupsi), pagi dapat berita (kepala daerah ditangkap KPK)," ujar Jokowi di hadapan ratusan kepala daerah pada 6 Juli lalu. 
Mantan Gubernur DKI itu mengingatkan para kepala daerah agar hati-hati saat mendapat berbagai penerimaan, uang suap atau gratifikasi. 
Lalu, siapa saja kepala daerah yang terjaring KPK dalam OTT pada tahun 2018? Berikut daftarnya: 
19. 24 Oktober 2018: Bupati Cirebon, Jawa Barat
(Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra) ANTARA FOTO/Sigid KurniawanKepala daerah yang terjaring O
KPK: Bupati Cirebon, Jawa Barat, Sunjaya Purwadisastra
Partai politik: PDI Perjuangan 
Status hukum: tersangka 
Kronologi kasus: Sunjaya Purwadisastra tertangkap tangan menerima uang suap senilai Rp100 juta dari Sekretaris Dinas PUPR, Gatot Rachmanto. Tujuannya, agar Gatot bisa menempati posisi kariernya saat ini. 
Praktik jual beli jabatan ini diduga sudah terjadi cukup lama di Cirebon. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengatakan setiap pejabat yang ingin mendapatkan posisi di atasnya, mulai dari camat, lurah hingga eselon 3, harus menyerahkan setoran dengan nilai tertentu. 
"Pemberian setoran kepada Bupati nanti dilakukan setelah pejabat terkait dilantik," ujar Alex ketika memberikan keterangan pers pada Kamis (25/10). 
Uang tersebut tidak diserahkan langsung ke Sunjaya melainkan melalui ajudannya yang berinisial DS. Tim KPK kemudian mendatangi kediaman DS di daerah Kedawung Regency dan menemukan uang tunai senilai Rp116 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. 
Ancaman hukuman: KPK menggunakan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pemberantasan korupsi. 
Merujuk ke pasal itu, maka Sunjaya terancam penjara selama 20 tahun dan denda Rp200 juta hingga Rp1 miliar. Hal ini lantaran ia melanggar ketentuan sebagai penyelenggara negara dilarang menerima janji atau hadiah untuk menggerakan atau tidak menggerakan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. 

18. 15 Oktober 2018: Bupati Bekasi, Jawa Barat
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018(Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin digelandang ke Gedung KPK) ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin 
Partai politik: Partai Golkar
Status hukum: Tersangka
Ancaman hukuman: disangkakan dengan UU nomor 31 tahun 1999 pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 atau pasal 12B. Isi dari pasal tersebut yakni melarang pegawai negeri atau penyelenggara negara menerima janji atau hadiah.
Ancaman hukumannya penjara maksimal 20 tahun dan denda hingga Rp1 miliar
17. 4 Oktober 2018: Wali Kota Pasuruan, Jawa Timur
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018IDN Times/Angela Monica
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Wali Kota Pasuruan, Setiyono
Partai politik: Partai Golkar. Ia menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar wilayah Pasuruan. Namun, usai ditangkap ia digantikan oleh Saifullah Maksum
Status hukum: Tersangka
Kronologi kasus: Berdasarkan penelusuran KPK, komitmen fee yang diterima Setiyono digunakan untuk proyek pengembangan PLUT-KUMKM. Setiyono dijanjikan akan mendapat fee senilai 10 persen dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau setara Rp 2,2 miliar. Usai diperiksa selama 24 jam, Setiyono resmi mengenakan rompi oranye dan mendekam di rutan KPK cabang Pomdam Guntur, Jakarta Selatan selama 20 hari pertama. 
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengatakan karena sudah dijanjikan akan diberikan komitmen fee, maka proyek di Pasuruan diberikan kepada kontraktor bernama Muhammad Baqir, pemilik CV M. 
Ancaman hukuman: Atas perbuatannya, Setiyono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ancaman hukumannya penjara 4-20 tahun dan denda Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar.
16. 26 Juli 2018: Bupati Lampung Selatan, Lampung
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Bupati Lampung Selatan, Zainuddin Hasan
Partai politik: Partai Amanat Nasional. Namun, ketika pilkada ia juga diusung oleh PDI Perjuangan, PKS dan Partai Nasdem.
Status hukum: tersangka
Kronologi kasus: Zainudin ditangkap di kediamannya di Lampung Selatan pada 26 Juli sekitar pukul 23:00 WIB. Ia diduga memudahkan proyek agar bisa dimenangkan oleh seorang kontraktor yang dekat dengan dia, bernama Gilang Ramadan. Gilang merupakan pemilik dari CV 9 Naga.
Sebagai imbalannya, ia meminta fee untuk setiap proyek sebesar 10-17 persen. Hasilnya, Gilang berhasil mendapatkan 15 proyek dengan nilai total Rp 20 miliar. Namun, Gilang cerdik. Ia menggunakan trik meminjam nama perusahaan lain agar bisa ikut lelang dan mendapatkan semua proyek itu.
Semula, sudah ada uang senilai Rp 600 juta yang ditujukan bagi Zainudin. Sebanyak Rp 200 juta dipegang oleh Agus Bhakti Nugroho di sebuah hotel. Sedangkan sisanya, Rp 400 juta ditemukan di rumah Anjar Asmara. Namun, belum juga diserahkan ke Zainudin, uang itu sudah disita oleh penyidik KPK. Selain Zainudin, KPK juga menetapkan Agus, Anjar dan Gilang sebagai tersangka.
Ancaman hukuman: Zainudin disangkakan dengan pasal 12 huruf a atau huruf b pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pemberantasan korupsi. Dalam kasus itu, Zainudin menerima uang suap bersama dengan Agus Bhakti Nugroho (anggota DPRD Provinsi Lampung), dan Anjar Asmara (Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan)
Merujuk ke UU itu, maka ia terancam hukuman 4-20 tahun penjara dan denda Rp 50 juta - Rp 250 juta
15. 17 Juli 2018: Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018ANTARA FOTO/Reno Esnir
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap
Partai politik: Pangonal diusung oleh empat partai politik yakni PKS, PBB, PKB dan PDI Perjuangan
Status hukum: tersangka
Kronologi kasus: Bupati Pangonal meminta uang sebesar Rp 3 miliar kepada pengusaha bernama Effendy Syahputra. Namun, yang terealisasi baru Rp 576 juta. Itu pun, barang bukti sebesar Rp 500 juta masih raib dibawa kabur oleh orang dekat bupati yang bernama Umar Ritonga.
Uang itu diberikan sebagai imbal balik dari proyek RSUD yang dijanjikan akan diberikan ke Effendy. Selain Pangonal, KPK juga menetapkan Umar dan
Ancaman hukuman: Pangonal disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pemberantasan korupsi. Ancaman hukumannya penjara 4-20 tahun dan denda Rp 50 juta - Rp 250 juta.
14. 3 Juli 2018: Bupati Bener Meriah, Aceh
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018ANTARA FOTO/Aprilio Akbar
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Bupati Bener Meriah, Ahmadi
Partai politik: Partai Golkar
Status hukum: tersangka
Kronologi kasus: Ahmadi disebut KPK sengaja menyuap Gubernur Irwandi senilai Rp 1,5 miliar. Tujuannya agar mendapat jatah Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA). Namun, kepada media, Ahmadi membantah pernyataan KPK tersebut.
Ia menyebut yang menyerahkan uang suap itu adalah ajudan dan pengusaha dari kabupatennya. Menurut Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, uang tersebut diperoleh Ahmadi dari para pengusaha di kabupaten itu.
Selain Ahmadi, KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka yakni Gubernur Irwandi Yusuf dan Hendri Yuzal.
Ancaman hukuman: Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumanny penjara 1-5 tahun dan denda Rp 50 juta hingga Rp 250 juta.
13. 3 Juli 2018: Gubernur Nangroe Aceh Darussalam
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf
Partai politik: Irwandi diusung oleh beberapa partai politik di antaranya Partai Demokrat dan Partai Nasional Aceh
Status hukum: tersangka
Kronologi kasus: Irwandi Yusuf meminta uang senilai Rp 1,5 miliar kepada Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Tujuannya, agar proyek infrastruktur jalan di kabupaten tersebut bisa memperoleh jatah DOKA.
Irwandi memang sudah menetapkan jatah bagi masing-masing bupati akan mendapat 2 persen dari DOKA. Sementara, untuk proyek di tingkat provinsi, akan dialokasikan 8 persen dari DOKA. Tapi, untuk mendapat jatah tersebut, mereka harus mau memberikan uang kepada mantan pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu. Padahal tahun 2018, DOKA yang dialokasikan dari pemerintah pusat untuk Aceh mencapai Rp 8 triliun.
Selain Irwandi, KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka yakni Bupati Bener Meriah, Ahmadi dan Hendri Yuzal.
Ancaman hukuman: Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001
12. 6 Juni 2018: Walikota Blitar, Jawa Timur
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018IDN Times/Santi Dewi
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Walikota Blitar, Samanhudi Anwar
Partai politik: Samanhudi diusung oleh PDI Perjuangan
Status hukum: tersangka
Kronologi kasus: OTT yang dilakukan penyidik KPK terhadap Samanhudi bersamaan dengan operasi senyap di Tulunagung. Sama seperti Syahri, Samanhudi sempat menghilang saat dicari oleh penyidik KPK. Tetapi, ia akhirnya menyerahkan diri sehari setelah diumumkan sebagai tersangka.
Samanhudi disebut oleh KPK menerima uang senilai Rp 1,5 miliar untuk ijon pembangunan fasilitas pendidikan. Uang tersebut merupakan komitmen fee senilai 8 persen yang dijanjikan ke Samanhudi. Semula, ia dijanjikan fee 10 persen. Tetapi, sisa 2 persennya dibagi-bagikan kepada dinas.
Ancaman hukuman: Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya 4-20 tahun penjara dan denda Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar.
11. 6 Juni 2018: Bupati Tulunagung, Jawa Tengah
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo
Partai politik: Syahri diusung oleh dua partai politik yakni PDI Perjuangan dan Nasdem
Status hukum: tersangka
Kronologi kasus: proses penetapan Syahri sebagai tersangka terdapat sedikit drama. Sebab, ketika ia ditetakan sebagai tersangka, penyidik KPK justru gak bisa menemukan keberadaan Syahri ada di mana.
Ia akhirnya menyerahkan diri ke KPK dua hari usai diumumkan menjadi tersangka. KPK menangkap Syahri karena diduga telah menerima uang suap dengan total Rp 2,5 miliar dari seorang kontraktor bernama Susilo Prabowo.
Menurut Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, uang yang diterima Syahri gak digunakan untuk logistik Pilkada 2018. Publik pun dibuat terkejut karena Syahri tetap menang di Pilkada Tulunagung kendati sudah ditahan di rutan KPK.
Selain Syahri, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka yakni Sutrisno, Agung Prayitno, dan Susilo Prabowo.
Ancaman hukuman: Syahri disangkakan dengan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya penjara 4-20 tahun denda Rp Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar.
LANJUTKAN MEMBACA ARTIKEL DI BAWAH
Editors’ Picks
10. 4 Juni 2018: Bupati Purbalingga, Jawa Tengah
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Bupati Purbalingga, Tasdi
Partai politik: Tasdi diusung oleh PDI Perjuangan dan tujuh partai lainnya yakni Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Nasional Demokrat, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional dan Partai Hanura.
Status hukum: tersangka
Kronologi kasus: Tasdi dijanjikan uang Rp 500 juta atau 2,5 persen dari total nilai proyek kawasan Islamic Centre. Sementara, kawasan yang berlokasi di Kabupaten Purbalingga sedang memasuki pembangunan tahap ke-2 yang menelan biaya Rp 22 miliar. Area tersebut merupakan proyek multi years yang dikerjakan selama tiga tahun selama 2017-2019. Total nilai proyek mencapai Rp 77 miliar.
Selain Tasdi, KPK juga menetapkan Hadi Iswanto, Hamdani Kosen, Librata Nababan, dan Ardirawinata Nababan.
Ancaman hukuman: Tasdi disangkakan Pasal 12 huruf atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
9. 23 Mei 2018: Bupati Buton Selatan, Sulawesi Tenggara
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Bupati Buton Selatan, Agus Feisal Hidayat
Partai politik: Agus diusung oleh tiga partai politi yakni Partai Demokrat, PPP dan PKB
Status hukum: tersangka
Kronologi kasus: Agus diduga menerima uang suap dari para kontraktor di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Uang itu diduga untuk membiayai pencalonan ayah Agus di Pilkada Sulawesi Tenggara sebagai calon gubernur.
Menurut Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, penyidik KPK menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 409 juta dan alat kampanye salah satu calon gubernur di rumah konsultan politik bernama Syamsuddin. Diduga itu adalah konsultan politik yang digunakan oleh Agus agar dapat memenangkan ayahnya di Pilkada tahun ini. Sementara, uang senilai Rp 409 juta, sebagian di antaranya berasal para kontraktor atau pihak swasta yang memang sudah dekat dengan Agus.
Ancaman hukuman: Agus disangkakan dengan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ancaman hukumannya yakni penjara 4 tahun - 20 tahun dan denda Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar.
8. 15 Mei 2018: Bupati Bengkulu Selatan, Bengkulu
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud
Partai politik: Dirwan diusung oleh empat partai politik yakni PDI Perjuangan, PKPI, PPP dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).
Status hukum: sudah menjadi terdakwa
Kronologi kasus: Dirwan diduga telah menerima komitmen fee untuk lima proyek infrastruktur di Bengkulu Selatan dari kontraktor setempat. Total uang yang dijanjikan oleh kontraktor mencapai Rp 112,5 juta. Namun yang terealisasi untuk diberikan sebesar Rp 98 juta.
Uang tersebut diberikan oleh kontraktor bernama Juhari yang telah menjadi mitra pemkab dan mengerjakan proyek sejak tahun 2017 lalu. Rencananya, bahkan Juhari dijanjikan akan ditunjuk secara langsung oleh Bupati Dirwan untuk mengerjakan lima proyek secara langsung. Total nilai lima proyek itu mencapai Rp 750 juta.
Selain Dirwan, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka. Mereka adalah Juhari (kontraktor), Hendrati (isteri Dirwan) dan Nursilawati (Kepala Seksi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan).
Ancaman hukuman: disangkakan dengan pasal 12 huruf a atau b UU nomor 20 tahun 2001 mengenai tindak pidana korupsi. Ancaman penjara yang tertulis di dalam pasal itu yakni 4-20 tahun dan denda antara Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar. 
7. 10 April 2018: Bupati Bandung Barat, Jawa Barat
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Bupati Bandung Barat, Abu Bakar
Partai politik: Abu Bakar diusung oleh tiga partai politik yakni PPP, PKB dan PDI Perjuangan
Status hukum: sudah menjadi terdakwa
Kronologi kasus: Menurut Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, tim penyidik lembaga anti rasuah itu tiba di kediaman Abubakar pada sore hari untuk menangkap Abu Bakar. Tetapi, pria berusia 64 tahun itu memohon kepada penyidik agar tidak diproses secara hukum. Alasannya, ia menderita penyakit kanker dan harus menjalani perawatan kemoterapi.
Lucunya, yang terjadi selanjutnya, Abu Bakar justru mengadakan jumpa pers di kediamanya untuk membantah kalau ia ditangkap dalam peristiwa OTT.
Saut mengatakan dari operasi senyap yang digelar, penyidik menemukan barang bukti Rp 435 juta. Selain Abu Bakar, KPK menetapkan tiga tersangka lainnya yakni Weti Lembanawati, Adiyoto dan Asep Hikayat.
Ancaman hukuman: penyidik mengenakan pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU nomor 20 tahun 2001 mengenai pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya penjara 4 tahun - 20 tahun dan denda Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar.
6. 27 Februari 2018: Walikota Kendari, Sulawesi Tenggara
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Walikota Kendari, Adriatma Dwi Putra
Partai politik: Adriatma diusung oleh lima partai politik yakni PAN, Gerindra, PKS, PKB, dan PBB
Status hukum: sudah menjadi terdakwa
Kronologi kasus: Menurut Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, proses pemberian uang suap kepada Asrun, ayah Adriatma, telah dilakukan sejak 26 Februari. Tim penyidik KPK mengetahui ada penarikan uang sebesar Rp 1,5 miliar di Bank Mega di Kendari. 
Lalu ada pula uang senilai Rp 1,3 miliar yang diambil dari kas PT Sarana Bangun Utama. Uang dengan total Rp 2,8 miliar itu terkait pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di Pemkot Kendari pada tahun 2017-2018.
Selain Adriatma, KPK menetapkan sang ayah, Asrun dan dua orang lainnya sebagai tersangka. Mereka adalah Fatmawati (mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah yang kini bekerja untuk pihak swasta), dan Hasmun Hamzah (Direktur Utama PT Sarana Bangun Utama).
Ancaman hukuman: Pasal 11 atau Pasal 12 huruf a UU Pemberantasan Tipikor Jakarta Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.‎ Ancaman hukumannya 5 tahun - 20 tahun dan denda Rp 200 juta - Rp 1 miliar.
5. 14 Februari 2018: Bupati Lampung Tengah, Lampung
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018ANTARA FOTO/Reno Esnir
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Bupati Lampung Tengah, Mustafa
Partai politik: Mustafa diusung oleh Partai Nasdem, PKS dan Partai Hanura
Status hukum: divonis 3 tahun penjara, denda Rp100 juta dan hak politik dicabut 
Kronologi kasus: Kasus penyuapan yang dilakukan oleh Pemkab Lampung Tengah bermula karena Mustafa ingin meminjam uang sebesar Rp 300 miliar kepada PT SMI, BUMD yang dikelola oleh Kementerian Keuangan. Uang itu akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek milik Kementerian PUPR di Lampung Tengah. 
Untuk bisa meminjam dana dari BUMD, membutuhkan persetujuan dari anggota DPRD. Sayangnya, sebagai imbal balik, mereka meminta uang Rp 1,16 miliar. Lalu, apa peran Mustafa di sini? Rupanya ia turut mengarahkan agar uang Rp 1,16 miliar mengambil dari dana taktis Pemda dan kontraktor.
Selain Mustafa, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka. Mereka adalah Taufik Rahman, Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah, J Natalis Sinaga dan Rusdiyanto (anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah). 
Ancaman hukuman: Mustafa disangkakan pasal 5 ayat (1) huruf a UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya 1-5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta - Rp 250 juta.
4. 13 Februari 2018: Bupati Subang, Jawa Barat
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018www.kotasubang.com
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Bupati Subang Imas Aryumningsih
Partai politik: Ketua DPD Golkar Subang
Status hukum: divonis 6,5 tahun penjara, denda Rp500 juta dan hak politik dicabut 
Kronologi kasus: dari OTT tersebut, KPK berhasil menyita uang tunai senilai Rp 337 juta dan bukti dokumen penyerahan uang. Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan uang suap tersebut diberikan sebagai imbal balik untuk izin prinsip pembangunan atau tempat usaha di Subang. Semula, nominal yang dijanjikan untuk Imas mencapai Rp 1,5 miliar. Namun, baru terealisasi Rp 337 juta. 
Ancaman hukuman: KPK menyangkakan Imas dengan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pemberantasan Korupsi. Ia terancam hukuman 4-20 tahun penjara dan denda Rp 200 juta - Rp 1 miliar.
3. 11 Februari 2018: Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018www.facebook.com/marianus.sae
Kepala daerah yang terjaring OTT KPK: Bupati Ngada, Marianus Sae
Partai politik: PDI Perjuangan
Status hukum: divonis 8 tahun penjara, denda Rp300 juta dan hak politik dicabut 
Kronologi kasus: Marianus diduga menerima janji dan hadiah berupa uang tunai dengan total mencapai Rp 4,1 miliar. Uang itu diserahkan dengan cara ditransfer dan diserahkan langsung secara tunai.
Sebagai imbal baliknya, Marianus menjanjikan Dirut PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan, beberapa proyek di Kabupaten Ngada yang nilainya mencapai Rp 54 miliar.
Marianus dan Ketua Tim Penguji Psikotes Calon Gubernur NTT, Ambrosia Tirta Santi ditangkap penyidik saat tengah berada di Surabaya. Penyidik kemudian menyita sebuah ATM dan beberapa struk transaksi keuangan. Selain Marianus, KPK juga menetapkan Wilhelmus sebagai tersangka.
Ancaman hukuman: Marianus sebagai pihak yang menerima disangka telah melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal II Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya 4-20 tahun penjara dan denda Rp 200 juta - Rp 1 miliar
2. 3 Februari 2018: Bupati Jombang, Jawa Timur
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Kepala daerah terjaring OTT: Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko
Partai politik: Ketua DPD Partai Golkar tahun 2016-2021
Status hukum: divonis 3,5 tahun penjara dan hak politik dicabut
Kronologi kasus: Nyono diduga menerima uang suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang bernama Inna Silestyanti. Tujuannya, agar Inna ditetapkan sebagai kepala dinas kesehatan definitif.
Uang yang diterima oleh Nyono ternyata merupakan kutipan jasa pelayanan kesehatan dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang. Menurut Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif kutipan itu sudah dikumpulkan sejak Juni 2017. Totalnya mencapai Rp 275 juta.
Selain Nyono sebagai penerima uang suap, KPK juga menetapkan Inna sebagai tersangka karena telah memberikan uang suap.
Ancaman hukuman: Nyono disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya penjara 4-20 tahun dan denda Rp 200 juta - Rp 1 miliar.
1. 4 Januari 2018: Bupati Hulu Sungai Tengah
ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Kepala daerah terjaring OTT: Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif
Status hukum: divonis 6 tahun penjara, denda Rp300 juta dan hak politik dicabut
Partai politik: Partai Berkarya
Kronologi kasus: penerimaan hadiah atau janji kepada penyelenggara negara terkait pengadaan pekerjaan pembangunan RS Damanhuri Baranai tahun 2017
KPK menduga ada pemberian uang sebagai fee proyek pembangunan Klas I, II, VIP dan Super VIP di RSUD Damanhuri Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Total uang suap yang diterima Abdul mencapai Rp 3,6 miliar yang merupakan nilai komitmen fee 7,5 persen yang dijanjikan oleh pengusaha swasta.
Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan uang komitmen fee itu diberikan dalam dua periode yakni periode September-Oktober 2017 sebesar Rp 1,8 miliar dan pada 3 Januari 2018 dengan nominal yang sama.
Selain Abdul, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka yakni Ketua Kamar Dagang Hulu Sungai Tengah (HST), Fauzan Rifani, Dirut PT Sugriwa Agung, Abdul Basit dan Dirut PT Menara Agung, Donny Winoto.
Ancaman hukuman: disangka melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman penjara 4-20 tahun dan denda Rp 200 juta - Rp 1 miliar.
Topic:
·         OTT KPK

·         KPK

·         KEPALA DAERAH
  • Santi Dewi

·         Dwi Agustiar
Editorial TeamShow All
BPJS Defisit triliunan. Salah Siapa? Simak jawaban Dirut BPJS
JUST FOR YOU
La Nyalla Akui Sebarkan Isu PKI, Ini Respons Kubu Prabowo

12 Desember 2018 News

Polsek Ciracas Dirusak Massa, Tahanan Dipindahkan ke Polda Metro Jaya

12 Desember 2018 News

Longsor Landa Situnjau Lawik, Akses Jalan Tertutup

12 Desember 2018 News

Novel Baswedan: Adrianus Meliala Sempat Berbohong ke Publik

12 Desember 2018 News

Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018
Beroperasi Maret 2019, MRT Targetkan Puluhan Ribu Penumpang Tiap Hari

12 Desember 2018 News

TKN: Era Jokowi Jangan Disamakan dengan Orde Baru

12 Desember 2018 News

Ma'ruf Amin Ternyata Doyan Nonton Sepak Bola, Ini 3 Klub Favoritnya 

12 Desember 2018 News

Bidik Suara Jateng, Kubu Prabowo Dirikan Markas Dekat Rumah Jokowi  

12 Desember 2018 News

Sandiaga: e-KTP Tercecer Berpotensi Cederai Demokrasi

12 Desember 2018 News

Keren! Sutopo Kembali Dapat Penghargaan

12 Desember 2018 News

Kemenpar Boyong Puluhan Industri MICE Indonesia, Inilah 5 Faktanya!

12 Desember 2018 News

Polisi Tangkap Satu Pelaku Pengeroyok Anggota TNI di Ciracas 

12 Desember 2018 News

Polsek Ciracas Diserang, Kapolsek Jadi Korban Keberingasan Massa

12 Desember 2018 News

Menpar Resmikan MarkPlus Center For Tourism And Hospitality di Manado 

12 Desember 2018 News

KPK: OTT di Cianjur Terkait Setoran dari Kepala Sekolah ke Bupati

12 Desember 2018 News

[BREAKING] KPK Gelar OTT ke-28 di Kabupaten Cianjur

12 Desember 2018 News

Catat! Ini 6 Fasilitas MRT Jakarta yang Ramah Disabilitas

12 Desember 2018 News

Diperiksa KPK Soal Meikarta, Ini Jawaban Deddy Mizwar 

12 Desember 2018 News

TRENDING
·         ABOUT US
·         CAREER
·         PRIVACY & POLICY
·         PEDOMAN MEDIA SIBER
·         CONTACT US
FOLLOW US:    
© 2018 IDN Media | All Rights Reserved
"The Voice of Millennials and Gen Z"
#DIVERSITYISBEAUTIFUL

Survey Idn Times
Kirim pertanyaanmu mengenai Pilpres 2019 dan dapatkan hadiah menarik!
https://www.idntimes.com/assets/img/millennials-memilih/send-question-left-icon.png
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018https://www.idntimes.com/assets/img/millennials-memilih/send-question-right-icon.png



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More