Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Jumat, 23 November 2018

PEMBUNUHAN JAMAL KASHOGGI.

Perilaku  enteng  membunuh se-enak perutnya sendiri bagi si tidak berdaya yang tidak diperhitungkan, misalnya puaknya lemah dan membuat tidak nyaman Penguasa, dianggap biasa oleh kebudayaan Arab. Telah berkali kali dilakukan, dan efeknya sangat berhasil.  Masyarakat Arab, walau demikian, masih mengadakan secara terbuka, seperti pengadilan TKW/TKI, yang menusuk pemerkosanya atau istri sang tuan yang cemburu lantas  menyiksa si TKI korban pmerkosaan sang tuan, saking tak tahan ngamuk.  
Tapi dengan alasan yang lainpun sama, publikasi perilaku koruptive sang  Penguasa,  yang ini malah tanpa mengadilan terbuka dan mayatnya  tidak dimutilasi,  ini  sudah ada sejak Abu Dzar, oleh kaum jahiliah jaman Mu'awiyah  dan wangsa wangsa berikutnya kebiasaan jahiliah mulai kumat lagi, penyiksaan orang padang pasir, tapi sudah sangat jarang, tapi coba disimak dengan tenang...................... 
Pada waktu pemerintahan Presiden Sukarrno, tujuh Pahlawan Revolusi Pati dan Pamen, dibunuh dan jasadnya dimutilasi. Jamal Kashoggi dibunuh, dan jasadnya juga dimutilasi. saking sudah biasa, ujung ujungnya  kok persis  akalnya CIA, menciptakan efek maksimum kebencian, untuk menjatuhkan Penguasa yang  membuat Raja Minyak di Amerika tidak nyaman.
Ir.Sukarno dengan  dukungan mayoritas rakyat anti penjajahahan sangat dibenci oleh DI;TII, Karena Bung Karno dari Bukunya Dibawah Bendera Revolusi pernah menyebut islam sontoloyo kepada ulama  super conservatip hanya berdasarkan ukuran budaya Arab ini. Juga wangsa Salman cabang dari wangsa Ibnu Saud pendiri Negara Kerajaan Saudi Arabia di semenanjung Hejas juga dibenci oleh kaum ultra conservative yang mendekritkan Islam : hanya berdasarkan salaf budaya bangsa Arab,  paling benar dalam ajaran agama Islam. Raja Salman dan putra mahkotanya Muhammad bin Salman, sudah melaksanakan modernisasi budaya dikalangan bangsa Arab di Kerajaan Saudi Arabia, meskipun di mesjid Istiqlal Jakarta, beliau tidak mau menabuh bedug – karena bukan ajaran salaf wahabiyah.   Si habib pelarian kan bingung, jual merek wahabi bersilang jalan dengan sang putra mahkota, mau jual modernisasi sudah terlanjur jadi islam super conservastive mengkafirkan masjid penabuh bedug se Indonesia.                                                      
Kematian Jurnalis Jamal Kashoggi, bisa  berakibat dicurigai/ memberi alasan untuk wangsa Saudiyah non Salman, menjatuhkan putra mahkota Muhammad bin Salman, dengan adanya pembunuhan ini. Arah yang diincar oleh si pemecah belah memang kesana bukan tanpa sebab.
Tapi diluar kebiasaan salafiah Islam di Hejaz, kok CARA YANG SAMA DIPAKAI DENGAN MUTILASI ZASAD KORBAN – untuk lebih membakar dendam para sumbu pendek – kok sama dengan siasat yang dipakai di Indonesia untuk menjatuhkan Bung karno dan melenyapkan BTI  serta petani Marhaen pendukung PKI dan Bung Karno sendiri, karena waktu Pemerintahan Sukarno,  tidak kebagian tanah redistribusi HGU kebun kebun tebu seluruh pulau jawa, karet coklat kopi kelapa sawit agave manioc milik penjajah   kepada akar rumput……maklum, bukan penduduk tanah yang dibagikan.  Kalau pada waktu itu Pemimpinnya mau berunding dengan bangsa sendiri ya tentunya bisa diatur, tapi sudah lebih percaya dikipasi marahnya sama sang big Boss, the winner takes it all semboyannya, Mau dibuatkan khilafah separo dunia, cocok dengan  dengan kemauan  para habib. Taunya tidak dibagi apa apa – Timor Timur saja harus dikembalikan lagi kelingkungan asalnya Vatican,   sang jendral dictator kan repot, yang pintar ya ambil sendiri, terbiasa sampai di-reformasi.
Tentu saja amuk masal ini harus dirangsang dengan sebangsa perangsang heroin oleh sang Boss tangan utama Penguasa Dunia, biar galak kayak dulu, tidak omomg doang kayak yang kabur dari Indonesia barusan ini, sedangkan anak anak sang Diktator juga pelit, manja lagi, tidak mau bantu beli buat mereka, barang sepuluh ton…………. Sekarang ya sudah terlambat………….semua produsen besar sudah didaftar oleh Interpol, nggak percaya………..coba saja……………apa minta ketangkap  kayak Budiman ? Kalau sekarang ya lain,  kan ada perangsang baru  yang bukan narkotik musuhnya Interpol. Tapi harganya……………tanya saja sama mister Donald Trump, bala tentaranya sekarang pake kok.
Si habib sampai sekarang takut pulang.  Sebab modernisasi Saudi Arabia akan bergema di dunia Islam, semboyannya :  'jangan memakai Islam dalam issue politik' akan menuntut beaya lebih banyak, beaya kesetaraan rakyatnya dengan warga Amerika - tentu saja diambilkan dari pendapatan minyak mentah. Untuk hidup lebih meriah, yang ada,........... kurang. 
Sedangkan salaf ultra conservative yang ditawarkan oleh cabang lain dari wangsa Ibnu Saud kepada aliran wahabiah lebih murah tapi lebih ndeso ( hidup cara beduin nomaden) dibanding dengan beaya dari modernisasi rakyat Arab. Lha modernisasi yang ditawarkan oleh wangsa Salman meskipun import textile akan sangat turun, tapi untuk kaum menengah, arti modernisasi minimum,  saban tahun akan minta libur mampir di Singapur. untuk ambil sangu ke Thailand atau Hawaii, sedang yang akar rumput cukup di  Sukabhumi dan Puncak, main kontrak, kan cukup dengan menjual jubah dan burkah bekas saja ?

Emang orang sana sama sama pelitnya, sama sama teganya *) .

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More