Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Selasa, 12 Februari 2019

KAUM MUDA SOKO GURU EKONOMI BANGSA-- SEKALI INI., KALIA N NGGAK KECElLIK

KECEWA  MELESET TERUS MENERUS DARI HARAPAN REFORMASI  - KECELIK 

 Perrtemuan dengan  pemuda pemudi warga ma’iyah Cak Nun teriak dengan pilunya, saya sampe merinding  karena music pengiringnya ditimpali oleh gendang tambur bertalu talu ritmis dan mistis  menyeru Allah.  Wong saya saja, orang yang tidak punya kecenderungan musical  spiritual sampe merinding. Itulah dia sosok seniman musical, yang mempunyai kepekaan spiritual sehingga sering bersinergi dengan karomah para Wali tanah Jawa abad ke 13 M, membuat acara yang merupakan isyarat tanda zaman. Jaman kekerasan orde dwifungsi dengan keperkasan intelijen yang sangat peka sampai daun jatuh dimana saja mereka dapat mendengar- malah dia mengundang masa untuk mendengarkan uraiannya dan lagu ciptaannya di pengajian padang mbulan – artinya suasana terang (di tempat lain ketutup mendung, di Jombang  enggak)  sedang diseluruh Negara malam gelap gulita, bulan pernama ketutup mendung ( figuratip) karena pasukan intel dari dusun sampai ke Ibu kota. Ribuan masa berkumpul ada apa…….Kemudian disusul dengan bang bang wetan begitu juga. Ribuan pemuda pemudi asyik warga ma’iyah merubung dimana mana……ternyata fajar menjingsing bakal  reformasi yang melonggarkan sipil berbicara mengurus Negara. Lha paling baru dia mengundang warga ma’iyah pemuda pemudi muslim, dan tokoh non muslim senegara – minta para muda asuhannya ini. menggalakkan ‘tandur” (istilah khusus buat nanam bibit padi), giat beramal soleh dan amal jariah serta prihatin berpuasa. Lha ini kan lebih aneh lagi………bikin perumpamaan saja kok “tandur” kata yang buka berarti menanam tanaman sembarangan tapi menanam padi…….. Ini mulai tersingkap maksudnya. Setelah saya pikir lama……..karena pekanya hati sang seniman dan greget spiritual dari para Wali tanah Jawa melihat penderitaan kaum muslimin disebagian besar Dunia islam dari Rohingya di Cambodia,…..keluarga Afganistan semburat mencari perlindungan gua gua gunung,  ibu ibu dan anak anak di tenda di ditenda Bagdad.  karena rumahnya hancur, di Siria, Yaman Tepi barat Palestina, jalur Gaza musim dingin yang menggigit ini mereka berlindung di tenda tenda tipis ditempat pengungsian sangat kekurangan makan dan air minum. Negara besar seperti Mesir bertekuk lutut Presiden terpilihnya Ikhwan – Mursi dimakzulkan diganti jendral Fattah al Sisi yang pro Amerika, gara gara ndak kuat “nempur” ( istilah khusus beli beras- jawa) lantas Darussalam diberikan ke Israel. Lantas meloncat ke Vevezula Presiden terpilih si Madura ini tidak disetujui Amerika, harus diganti Juan Guaido PPA ( Pemuda Pro…..Amerika) Cuma yang ini tidak sesangar bergelang akar bahar, pengawalnya Yapto, Buris Rowoai) Inilah dunia Arab morat marit tidak bisa bertani tiga tahun – lah panen hanya sekali setahun, lantas ibu dan anak anak orang orang tua yang sudah uzur dikasih makan apa ?  Apa sang jiwa yang spritulitasnya tinggi, sahabatnys para wali , tidak tergetar hatinya ? Biar gondrong brengos (jenggot) sangar, ndak mau dipanggil kiai, tapi dia seniman yang hatinya lembut sekali. Wisik poro Wali supoyo “tandur” IKU TANDUR BENERAN, NEM WULAN ENGKAS NGGO NGIRIM IBU IBU BOCAH WONG JOMPO DISELURUH DUNIA MUSLIM YANG SANGAT MENDERITA. Ndelalah kersaning Allah pak Jokowi wis ndisiki/sudah mendahului, menterinya lapor tahun kemarin sudah bedrhsil panen wis panen sawah rowo, 1500 ha di Kalimantan Tengah dan Mesuji  Lampung 6,5 ton gabah kering/ha. ternyata Potensi rawa kita 9,3 juta ha. Untuk teknologi mekanisasi petanian sekarang mbukak rawa jadi sawah itu relatip gampang timbang jamannya para Wali – eskavator yang bisa masuk sungai dangkal ada, kakinya …. Saluran pematus dan masuknya air, tanggul sungai memisah rawa dan kalinya tidak perlu  tinggi, dua lima meter cukup, melihat tingginya banjir di lahan luas dan sudah nyaris  datar, mirip sawah ini. Belum ceritanya daerah pantai Situbondo,  sudah memproklamasikan menjadi pusat perdagangan kerapu hibrida “cantik” intinya aquakulutur pembibitan hibrida segala hewan laut lainnya menyusul dengan cepat. Hibrida ini lebih tahan penyakit dan umumnya organisme hidrida sangat cepat besar. Sekarang per kilo hidup ikan kerapu ini diexport ke China jepang Singapore Hongkong  sekllo harganya Rp 150 000 rupiah (Cari di google kata kunci Petani keramba kerapu cantik di Bodowoso) Sentra produksi bibit kerapu hibrida ini bisa dibangun di pantai pantai kita dimana mana jadi potensi pengembangan usaha ini  bisa menampung jutaan pemuda pemudi, sebab teknologi, lahan masih milik Negara yang oleh pak Jokowi dicadangkan untuk modal pertama anda, mendampingi ijazah sekolahan anda. Kan anda dibebaskan  untuk memilih dan bepikir sendiri oleh cak  Nun ?  Sabdho pendito Ratu,  ora bisa dibaleni. Aku gak promiosi, iki kenyataan sing gak membuat anda kecelik sebab wis dadi sabdane para Wali, liwat sosok ora sebaene/bukan orang biasa dihantarkan oleh  cak Nun, entah kena apa  gelone/kecewanya setengah mati ke pak Jokowi – sindirannya BLAS PODO WAE GAWE KECELIKE/ sama saja bikin merasa salah pandang/tertipu, malah saya ikut salah pandang juga, pak prabowo pegang HGU  hutan di Kalimantan dan Sumatera rartusan ribu hekrtare gak dilapor wektu pe nyalon Presiden, bagi bagi dengan kroni lainnya seperti Bob Hasan , Sukanto Tanoto, sing gak mengaku  WNI, hanya anak angkat Bapak sesungguhnya China wangkang daratan dan pulau taiwan, engkongnya ada di Amerika. Lha dasarnya si bekas  menantunnya, Sang Suradira jayaningrat ?  
 Itu kontak resonansi getaran wadag menusianya cak Nun sendiri. Kenyataan bicara,  dan  anda yang menentukan hari depan anda wahai Pemuda ma’iyah, ini ya omongnya Cak Nun, wis waktunya membina kelurga ya harus punya  andalan nafkah hidup mandiri – bersyukurlah  kepada Allah subhanahuwataala  masih bisa menyatu sebagai pemuda Indonesia dengan semua ypaya  jajarane Pak Jokowi ?  Fikirlah apa pak Jokowi  kerja kerja kerja dengan kabinetnya Moana dari Pangandaran, Bu Susi  suah brapa kapal nelayan asing sing ditenggelamkan ? mereka atas pengetahuan  jendral Suharto dan Jendral SBY, belu sempat dipelototi Gus Dur, apalagi Habibi, malah Jokowi, sing didukung lebih dari 1000 purnawirawan jendral AD,AL.AURI - yang bisa  melihat dengan mata kepala sendiri ribuan nelayan asing di laut Zona Ekonomi Excusive kita. 
TROBOSAN HIBRIDA BUDIDAYA LAUT INI LEBIH MURAH DAN PASTI DARI UPAYA NELAYAN TANGKAP DAN BAHAN BAKAR JADI LEBIH IRID - COCOK BUAT USAHA KOOPERASI DENGAN MEMBAIKNYA TRANSPORTASI KE BANDARA INTERNASIONAL UNTUK EXPORT IKAN HIDUP - KELUARGA MUDA BISA DENGAN MUDAH BERGABUNG.
Jangan takut sama malaria prasit rawa sekarang sudah bisa diatasi oleh ilmu pengetahuan yang akan anda miliki. Dirawa luas bisa anda tidak terpencil, pesawat jet besar bisa take off dan mendarat, ada kapal hovecraft kang bisa menggeleser di lumpur ada getek  bambu campur stirofoam dengan kipas angin bikinan sendiri ngambah rawa dan daratan ndak perlu bikin jalan aspal, ndak pelu bikin  Bandara. Andalah soko guru  ekomoni bangsa, Amerika bisa kita bayar sebagai preman dunia……Freeport sudah dibayar cash, padahal kudune gratis, saking HGU ne diperpanjang samapi th 2040 oleh Preseden  Gombloh, sebelumnya.  Korea Selatan sudah bayar tentara AS dan humveenya untuk jaga jaga dan tidak ngatur ngatur di pasar sana, trus mau apa lagi *)

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More