Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Kamis, 25 Juli 2019



disambungkan jadi seri 7  KONTINEN KEDELAPAN

KAPITALIS PARADIGMA  LAMA,  LAWAN KAPITALIS PARADIGMA YANG BARU

KAPITALIS DENGAN  SISA SISA “PARADIGMA LAMA” AMERIKA SERIKAT DALAM PENGUNGSIAN.  “THE HAWK” KAUM MILITER DAN SISA SISA CIA, MENCARI AKAL BUAT BERKUASA DITEMPAT YANG BARU, BERSELISIH PANDANG DENGAN iLMUWAN “THE DOVE”, PARA ILMUWAN PENGUNGSI  YANG  SANGAT BERSYUKUR OLEH SAMBUTAN MASYARAKAT SETEMPAT
.

Berabad abad sebelumnya, setelah ternyata di etalase dunia.... Kota Berlin di Jerman Timur  yang berazaskan sosialisme ini nampak kalah mentereng dari Berlin Barat zona  sekutu di bekas Ibu Kota Jerman nazi Hitler. Kenyataannya kekuatan suatu sistim ekonomi ditentukan oleh kekuatan produktivitas per kapita... warga dari masyarakat itu sendiri dengan takaran yang kongkret, darimana dan bagimanapun asal komoditas yang dihasilkan. Kaum agama mengharuskan denan jalan yang direstui sesembahannya atau sidang mereka seendiri, kaum bangsawan selalu didukung oleh kaum pemuka agama, kaum kapitalis untuk mencapai produktivtas tinggi didukung oleh kekuatan fisik hard wares dan soft wares yang merupakan kekuatan pembenaran jalan perolehannya, pengabdian hamba petani, dan rakyat penerima gaji dan upah di nenara berekembang dan negaranya sendiri.
Disini terjadi persaingan antara perolehan produktivitas  dengan keunggulan kekuatan teknologi segala cara dominasi kapitalisme,  melawan  cara sosialisme yang mengandalkan masyarakat kerja, yaitu teknologi dengan dominasi masyarakatnya. 
Dikota yang terbelah dua ini, yang nampak kalah ialah azas sosialisme,  karena Kapitalisme megerahkan semua akal  dengan cara merugikan buruh, dari Negara Jajahan dan Negara sistim Kuno seperti Turki dan lingkungan wilayah  Arab, sedangkan kapitalisme memakai segala cara mencari keuntungan, mulai abad 19 disambung dengan kekerasa perang kolonialisme- diteruskan dengan neolibaralisme-nya  terhadap hidup manusia jajahan, lingkungan hidup dan alam. Sinisme ini,  nampak dimata seluruh penduduk dunia, sebagai pemenang. kapitalisme dengan azas neo liberalisme sangat leluasa menggunakan uang,  sampai menipu seluruh bangsa bangsa manusia yang membutuhkan kertas uangnya laksana emas ..... merusak lingkungan hidup, dengan membakar batubara dan derivat dari minyak bhumi gila gilaan.                                                     Jerman kapitalis mendapatkan dukungan dari pasar ex negara jajahan di Asia Afrika untuk produk industri ringannya, dan kepiawaian memasarlan dengan untung yang fantastis dari segala barang pakai yang tidak ada batasnya, umpamanya bidang estetika "cantik, nikmat dan menyenangkan" bagi konsumen, para ekonom menyebutkan dengan kebutuhan secunder dan keperluan   tertier bagi kehidupan manusia.....seperti narcotika sintetik, bahkan rokok sintetik. sampai tidak ada batas atasnya...... hingga menyaingi sorga, termasuk product yang berhubungan dengan libido sexualis manusia juga direka yasa harga jualnya. 
Sedangkan masyarakat sosialis Jerman membatasi dirinya dengan produk pertanian dan industri ringan-nya dengan azas normative yang  diajarkan pada manusia yang berbudi luhur menurut idealisme agama agama dunia dan penyelamatan lingkungan yang batasnya hidup bahagia, menjadikan pertumbuhan ekonominya nampak kalah cepat, dari Berlin Barat – sebagai etalase Ekonomi kapitalis/

Amerila Serikat dan Canada.
Karena pendatang dari Utara yang beku ke  Mexico,  dan Negara    yang berada di tropikal  Amerika selatan ini terdiri dari sebagian politikus dan satuan militer yang relatif kecil sebagai satuan pengawal dengan komandannya, dan ilmuwan, maka terjadi  peselisihan pendapat internal mereka, mengenai bagaimana bersikap kepada “tuan rumah”, dan sikap kedepan sebagai Negara adhikuasa.
Kaum politisi yang sangat beragam derajad pemikirannya ikut rombongan pengungsi keselatan sebagai rakyat biasa, kecuali rombongan “The Presiden” yang sangat sedikit dengan jendral jendral kementerian Pertahana AS.  
Dari pihak tuan rumah, rombongan mereka masih diperlakukan sesuai dengan protocol bangsa bangsa, meskipun dengan sangat sederhana. Dengan kesadaran kedua belah pihak, seolah olah kejadian bencana global ini hanya keadaan sementara, bukan seperti zaman es kesatu dan kedua dunia. Dalam sejarah iklim dunia, pulih dalam ratusan abad.
Ini disebabkan kebanyakan penduduk daerah terdampak sudah maju kebudayaannya, setengah mengerti persoalannya.
Diyakini mereka akan dapat menghilangkannya dalam waktu yang singkat.  Ini sangat menyesatkan kerana belum pernah dicoba pekerjaan kolosal ini, yaitu menghilangkan CO2 yang sangat berkelebihan, dari seluruh troposfer Dunia. Umum tidak tahu betapa kolosal upaya ini, dalam pikiran mereka masih lekat upaya fiksi a’la Superman.  Sebaliknya para Ilmuwan yang jumlah intinya sangat sedikit, tapi dengan pendukung ilmuwan dari semua disiplin Ilmu jadi jauh lebih banyak, semua bergerak di bidangnya sebagai cara mendapatkan nafkah. Jadi sebenarnya berwatak sempit.
Saat itu mereka ikut bersyukur bisa ikut usaha tani di wilayah bekas lahan gersang yang mendadak mendapat curah hujan cukup di Brasilia utara , dengan dorongan dari Pemerintah setempat dan The DGS, yang dengan murah membantu dengan bibit dan alat alat mekanis berbahan bakar H2.  
Mereka sangat mengerti seluk beluk perubahan iklim global yang menimbulkan bencana global ini, tidak bisa membayangkan bagaimana mengurangi kadar CO2 yang sudah terlanjur  menghalangi pantulan panas matahari dari bumi ke kosmos, kecuali secara alami, dengan fotosintesis –secara biologis – oleh mskhluk berchlorophyl. Ini perlu waktu yang sangat lama.
Mereka tergolong dengan kelompok “the Dove’’ yang perpecah pecah di abad abad sebelum bencana, kemudian sangat menyatu secara solid sesudah bencana datang mendadak. Mereka dengan mudah menerima pandangan baru untuk manusia zaman baru, dengan paradigma zaman kapitalis baru, yang dipelopori oleh “The DGS” mengenai satunya umat manusia dan satunya warga Dunia.
Sambaungan 2
Menjadikan kaum mudanya
sangat bersemangat membangun kehidupannya dengan suasana baru, terutama bantuan robot cerdas sebagai mentor dalam science dan bahasa bahasa yang mereka sukai, persis kakek moyangnya sebagai para pioneer ada puluhan abad yang lalu menaklukkan dunia baru.
Terbukti dalan lima tahun sejak bencana terjadi, armada air ship Helium entah dari mana mengadakan distribusi makanan hasil tangkapan laut yang dibekukan, dan dikemas 0,5 kg, langsung ke lokasi lokasi pertanian ke lahan lahan pengungsian berbaur dengan penduduk setempat yang petani lugu, ke Selatan ratusan ton, secara tetap seminggu sekali, demi mengisi kabutuhan protein hewani para pengungsi. Juga susu sapi yang sudah dibekukan atau powder beku, untuk balita.
 Sebaliknya golongn “the Hawk”, meskipun sangat bertemperamen jagoan kayak biasanya, fakta kenyataan-nya, sudah buyar. Militer dari tiga Angkatan, ribuan divisi dengan sekutunya diseluruh dunia dan semua peralatannya beku. Sulit melawan dengan pemikiran mereka  sebagai dasar untuk melaksanakan bertindak , sesuai keyakinan the Hawk dengan kekuatan : Masyarakat manusia telah terlanjur mudah menerima yang kuat selalu benar. The might is always the right. Rombongaan penting ini memilih Mexico dari Hawai, hanya perkara jarak kembali dari pengungsian nanti.
Sebaliknya the Dove dengan dasar pemikiran barunya, dengan mudah memenangkan semangat baru, yang sesuai dengan jiwa “The Dove”. The whole humanity is always the might.
Jadi perlawanan hebat dari the Hawk ini tetap saja sangat berdasar "ilusi"   melawan tekanan arus realita  situasi, maka the Hawk menjadi penggerutu yang tidak lagi punya pengaruh dan kekuatan nyata, kecuali kekuatan “gang” the Hawk, yang mudah terkontaminasi dengan kejahatan seperti biasanya diabad abad yang lalu. Ini pun sudah diantisipasi oleh  generasi manusia baru, sebagai generasi penerus.  Untungnya  sebagian the Hawk ada kelompok yang realistis selalu membantu para ilmuwan kaum muda dan rakyat, ya herannya cepat sekali menjadi cerdas.
Sudah bisa mengantisipasi gerakan nyata the Hawk, masih bisa mengatasi dengan bekerja sama dengan Interpol, dan re-edukasi ideology, menunjukkan nyata kemampuan teknologi baru, masih bisa mengatasi persoalan kelangsungan masyarakat manusia, untuk hari depan kemanusiaan seluruhnya, meskipun  sangat tidak ringan. Bagaimana mengembalikan kapital unuk tujuan yang lebih besar, menjelajah alam raya untuk mendapatkan sumber energi baru, demi kemanusiaan yang menyebarkan rakhmatan lil alamin.

“Tanpa mengurangi tingkat kebutuhan hidup manusia modern hanya  dengan kesadaran  menurut paradigma baru bermasyakat KAPITAL. Hanya wujud capital  ini menurut paradigma  kapitalis baru berupa langsungnya kamamkuan mantal untukjadi mnuzia rakhmatan lil alamin mengubah segala energy alam jadi bermanfaat bagi manusia.  

“ Kapital  seluruh dunia harus dilipat gandakan demi pencarian sumber energy yang lebih besar dari macro kosmos dan micro cosmos “  
 Tanpa exploitasion  de l’ home par l’ home”.   Jadi masyarakat kapitalis yang berparadigma baru – Kesadaran jiwa masyarakat manusia, mengerti akan pentingnya pasadigma naru ini.

LANGKAH PERTAMA MENGAMANKAN TIMBUNAN SENJATA PEMUSNAH MASAL YANG TERBENGKALAI DIMANA MANA DI EX NEGARA MAJU, DAN EX NEGARA YANG BERSETERU KERAS, SEPERTI INDIA BERHADAPAN DENGAN PAKISTAN, ISRAEL CS BERHADAPAN DENGAN IRAN CS. DAN NEGARA INFANT TERRIBLE, YANG TIDAK DISEBUTKAN DISINI.   

Kemenangan ideologis “rakhmatan lil alamin”  ini sangat penting bagi umat manusia seluruhnya. Keadaan yang sudah di wujudkan di masyarakat ilmuwan yang sudah bependuduk jutaan di Kontinen kedelapan waktu zaman es ketiga datang dengan mendadak.......... kemampuan mereka berproduksi novivlar, nano tecknology, technologi robotik sudah sangat maju, berkat energi Thorium 90 yang nyaris tanpa batas.
Bagi masyarakat terdampak zaman es ketiga, dasar utama rakyat bisa memiliki ketahanan pangan dan sandang sandaran hidup sepanjang tahun – di zaman bencana iklim ini. Itu saja kuncinya. Selanjutnya tingkat kebutuhan masyarakat modern, mampu diadakan dengan jasa teknologi terbaru, yang sudah sangat canggih kemampuannya, selanjutnya diteruskan hanya dengan kemampuan dan upaya penyesuaian diri manusia sendiri tentu saja.
Sebabnya antara  energy dan pangan memang dari dulu tidak berjarak, jadi  masih bisa diupayakan melimpah, pada kondisi teknologi energy yang tersedia saat  itu – ISTILAHNYA ORANG JAWA: “NDELALLAH  AWIT SAKING KERSANING ALLAH” 
Tanpa perantara dan rekayasa ekonomi demi keuntungan pribadi yang sangat  kekanak kanakan – Begitulah paradigma lama Kapitalisme. Diganti dengan paradigma baru  kapitalis “rakhmatan lil alamin”.

Maka  yang pertama diupayakan dengan cepat dengan bekerja sama dengan The DGS upaya pengumpulan sesegera mungkin alat amunisi senjata pemusnah masal, yaitu Uranium dan isotopnya  Plutonium yang siap pakai, bahan bom nuklir memusnah masal ini masih tertimbun dibawah es dan salju, bisa puluhan meter dibawah permukaan, di Amerka Serikat, dan Europa maupun Russia, Ukraina dan China dan diseluruh dunia. Keberadaan benda benda berbahaya ini dikhawatirkan bisa jatuh ketangan manusia manusia jahat untuk memeras dan akan memperbudak manusia, baik bangsa pengungsi maupun penduduk sabuk tropis.
Jadi The DGS merasa harus mendapatkan persetujuan atas kesadaran Negara Negara Maju yang terdampak, dari semua bangsa untuk betindak cepat.
Meskipun tidak diragukan lagi, bahwa barang siapa yang bisa bergerak tanpa diketahui ataupun hanya dicurigai keberadaannya sekian abad, seperti Kontinen Kedelapan sebagai Sponsor utama The DGS, bisa mengatasi sendiri. 
Pastilah sudah sejak bencana tiba sudah mengupayakan pengamanan barang barang berbahaya ini, dengan sungguh sungguh.
Tentu saja sudah jauh  ratusan tahun sebelum bencana dunia ini terjadi, Kontinen kedelapan sudah mendata seluruh tempat penyimpanan bahan peledak nuklir ini yang dimiliki oleh Negara Negara seluruh dunia. Upaya ini sering dianggap  campur tangan "alien" bila sedikit terdeteksi, meskipun sangat efektif.
Begitu bencana pendinginan global ini disadari akibatnya, segera dalam waktu yang singkat  kapal selam mereka yang dilengkapi dengan reaktor Thorium 90, disebar ke empat kontinen dunia untuk mengumpulkan data tempat penyimpanan bahan yang sangat berbahaya ini.  Dengan robot cerdas yang banyak, apakah yang tidak bisa dibuat ?

Sambungan3
Sebagian besar yang sudah bisa ditemukan bahan bahan berbahaya ini, berdasarkan data intelijen mereka.  Juga peralatan perang yang lain.
 Zaman dimana bumi sebagian besar menjadi padang es,  pekerjaan yang rapih antara lain kendaraan udara “ hybride air ship” yang protipenya sudah ada di abad abad sebelumnya, dengan mudah di produksi secara murah dan masal oleh the DGS, karena teknologi baru macam macam jenis novivlar yang sudah dikuasai oleh Kontinen Kedelapan termasuk sintesa fusi setengah matang, aman terkendali atom H2, nano teknologi. Dan ilmu robotic. Dua proton dan dua neutron sebagai unsur gas Helium  kelebihan dua proton yang harus dijadikan meutron dengan menghilangkan dua muatan positifnya, mendapat nama  “positron”, yang sangat beguna untuk pembuatan pusat kendali humanoid robot, alias otak robot, yang jauh lebih cerdas dan manusiawi dari manusiawinya  manusia asli.  .  
Helium gas ringan dari golongan VIII A deret unsur Mendeleyev,  alias tidak bisa mengikat unsur lain, menjadi unsur mulia. Seperti semua golongan VIII A : He,Ne,Ar,Ks, Kx. Ra,  - Helium, Neon, Argon, Kripton, Ksenon, Radon
Sistem deret periodik unsur unsur ini sudah ditengarai oleh sarjana ahli Kimia, Filosof, dari Russia :Dimitri Ivanovich Mendeleyev, (1834 – 1907)
Menjadi gas ringan dan tidak terbakar seperti Helium yang sudah bisa diprodukisi dengan jumlanh tak terbatas, sebagai   poduct  ikutan dari reactor Thorium generasi ke empat,  dengan sangat banyak kelebihannya, adalah serat mineral semacam asbestos – serat ‘’novivlar”.  Untuk produksi airships masal yang aman dan mudah. Terutama BD/berat jenisnya yang sangat kecil, nyaris seperseratus dari kapas maupun sutera, sama sama bisa di buat sangat kecil nyaris serambut dibelah tujuh, tapi yang ini malah dapat dibuat serambut dibelah ratusan “belahan”, hingga 5 micron diameter seratnya, tetap ulet sekali dan elastisitasnya bisa meregang tambah panjang 15 % tambahan sifat yang dimiliki  serat bening ini, berkat nonotechnology yang sudah sangat maju di kontinen kedelapan.
Serat ini merupakan olahan cairan Kristal mineral yang berubah jadi plasma dengan tiupan super cepat dari uap aluminium dan silica, yang laminer menjadikan untaian nano partikel laminer memananjang  dapat disusun  agregate dari serat novivlar.  juga dari proton dan neutron yang pada proses runtuhnya kristal granit dikedalaman kerak bumi , persis seperti membuat gula kapas dari kristal gula.
 Semua ini merupakan limbah cair super panas dari pembuatan ruang ruang jauh dalam  tanah, hingga oleh upaya keras dan tanpa henti hentinya, berkat reactor nuklir Thorium 90. Bisa terwujud, macam macam serat mineral buatan dengan sifat sifat khusus. 
Sebagaimana diketahui guna pertama yang spektakuler hasilnya adalah bahan pembuatan lembaran “Novivlar” untuk kemah ruang pelindung  upaya hydrophonika di Sahara, yang dengan cepat merambat kelain bagian lahan yang diterlantarkan oleh manusia karena merupakan gurun pasir dan bebatuan gara gara sangat kurangnya air di lokasi lokasi itu. 
Juga menciptakan pelindung microklimat di Nusantara karena hujan asam dan sering cuaca yang tidak bersahabat dengan tanaman budidaya,  sampai pembuatan airships yang lebih ringan dari udara, membantu distribusinya. 
Dengan novivlar khusus dan gas Helium yang sangat langka, jadi melimpah, dan robot cerdas yang sangat membantu umat manusia membentuk masyarkat kapitalis dengan paradigma rakhmatan lil alamin, Kakek moyang orang Amerika Serikat,  sudah jauh jauh hari sadar akan hal ini. Sudah disadari oleh kapitalis idealis Amerika Serikat seperti 
Andrew Carnegie: :
“A man who dies rich…… dies  disgraced”. Orang  yang meninggal masih dengan hartanya…….adalah orang  yang  terhina.  (google)
 Mewariskan sebagian besar hartanya kepada masyarakat Amerika Serikat dan dunia dengan upaya nirlaba, benar benar terlaksana i zaman manusia sudah sadar menjadi rakhmatan lil alamin, malah dipelopori oleh Kontinen Kedelapan, tanpa disadari oleh manusia seluruh dunia sampai saat bencana terjadi.......... hanya diraba dari dongeng saya ini *)




0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More