Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Sabtu, 13 Juli 2019

TUNTUNLAH BANGSAMU KEJALAN YANG BENAR


TUNTUNLAH  BANGSAMU KE JALAN YANG BENAR

Pemuda Maluku, nampak di postingan anda, di face book, anda sangat bersimpati pada perlawanan kaum  Papua asli  mengadakan pengacauan  persenjata, mau saya katakan pemberontakan, tidak memenuhi arti kosa kata itu...... hanya puluhan orang sekali menari nari  bawa senjata otomatis, dan  hanya puluhan orang  membakar mesjid,  secara ngawur membunuhi pekerja Bina Marga, puluhan  mahasiswa membawa poster menuntut kemerdekaan, membawa bendera Papua -- sudah tersebar dimasyarakat, lewat  face book postingan anda,  hanya beberapa orang  yang membuka postingan ini.
Surat ini saya lewatkan messege face book, orang lain tidak akan bisa membaca, karena aksi anda hanya sia sia dan melanggar Hukum......... bagaimanapun negara kita ini menganut azas demokrasi,  tapi dalam rangka opini...... bukan agitasi murah
Dalam abad ini, referendum adalah proforma saja membenarkan pemisahan satu wilayah  dari induknya, menjadi  “negara”  tersendiri. Kaum kapitalis sangat alot dan hati hati. dengan kata :”referendum” ini dengan hasil “Balkanisasi” satu wilayah – Balkanisasi adalah azas feodal yang telah menyulut perang, sebelum perang dunia pertama. Perang Dunia Pertama melahirkan kekuatan Kekaisaran Nippon yang militeristik dan Militerisme Hitler. Dan perang dunia kedua juga menghasilkan pemecahan Negara Negara yang juga berbuntut ketegangan sampai sekarang. Tapi ingat masyarakat masyarakat yang menjadi korban pemecah belahan ini adalah masyarakat  yang sudah “maju” dalam budaya, dan – mereka cenderung untuk menyatu kembali, kayak Jerman. Sedangkan bangsa Irlandia, begitu lama Syn Fein berjuang dengan peluh dan darah toh tidak berhasil lepas dari Britania Raya, dan tidak dicap  komunis, oleh Inggris ditangani secara kasus kriminal biasa, Catalonia tidak berhasil memisahkan diri dari Spanyol, bahkan juga kaum Basgue dengan budaya sendiri,  telah sangat lama ingin merdeka menikmati caranya sendiri menari, menyelenggarakan upacara agama dan minum angur, lain  cara dari Spanyol, tidak berhasil. Bukan akalnya kaum  Kapitalis.
Hla sekarang, sebagai elite capture to be,  sebagai kaum terpelajar dari pemuda Maluku....... yang ingin lepas dari NKRI mulai zaman Dr. Sumoukil.  serta RMS nja. Alasan yang dipakai sangat tidak populer, egoisme elite captue..... yaitu ingin masih dibawah ketiak kolonisator Belanda, dengan mengangkat senjata terhadap RI.  PADAHAL PULUHAN TAHUN KEMUDIAN BELANDA MEMERDEKAKAN SURINAME TANPA BANYAK CING CONG KARENA BERATNYA BEAYA KEMAJUAN PEMBANGUNAN INFRA STRUKTURE YANG AKAN DITUNTUT, DAN TIDAK DIDUKUNG AMERIKA .
 Belanda, puluhan tahun sebelumnya mendatangkan ribuan petani dari Jawa, demi mendukung kolonialismenya......dijadikan koeli perkebunan tebu, guna  mempertinggi produktivitas kerjanya..... mendatangkan masyarakat Jawa, dengan rayuan dan bujukan.  Ini jauh lebih produktip  dibandingkan dengan penduduk setempat kaum Indian Amerika Selatan,  Elite capture Suriname adalah orang dari Jawa, India  Afrika maupun Mestiso , Creole  bisa membuat Negara Surname lancar berfungsi dan siap bekerja sama dengan Negara Belanda apabila  ada prospect ekonomi yang sangat menguntungkan dan cepat pengembalian modalnya, yang pada zaman sekarang  ROI ( RETURN ON INESTMENT) bisa aetinggi  20-25 %,  harus padat teknologi......berarti DIBUTUHKAN  ORANG YANG BETUL BETUL MENGUASAI TEKNOLOGI MUTAKHIR....... Bayangkan, apa akibatnya bila anda  menggelitik  mendorong  dorong  dengan bersimpati keras pada elite capture oportunis  yang ada sekarang,  yang  bersembunyi dan ningkring  diatas  saudara kita  orang Papua asli dan lugu dengan puaknya.  Sebab tanpa ada kepentingan apa apa untuk kelompok mereka,, mustahillah sikap  simpati  tidak mendidik ini,yang  jelas sangat  merugikan rakyat  Papua barat,
Sambungan 2
YANG SANGAT SEDIKIT DAN TERSEBAR LUAS, dengan gerombolan pengacau bersenjata ini .    
Kamipun  di pulau Jawa. telah menjadi korban genocide rezim  Diktator Militer sampai jutaan orang yang malah tidak diakui adanya....dianggap PKI  karena pendukung Sukarno... yang dibenci Amerika                                                                          Kami masih optimis bahwa  dibawah Presiden yang ini., pak Jokowi , perbaikan ekonomi rakyat diseluruh negara akan lancar dengan waktu yang  hanya  lima tahun mendatang saja......... kami optimis dan bersedia hidup lebih berat dengan bekerja bekerja dan bekerja.......disertai pemberantasan KKN dan percaloan............. Ingat  menteri ESDM Sudirman Said yang dicopot Pak Jokowi gara gara ngotot menjadi calo  untuk Perusahaan Asing     mengizinkan instalasi minyak lepas pantai ,  sedangkan  untuk wilayah Maluku daerah anda,  lebih baik untuk ekonomi rakyat  Maluku, instalasi darat.                                                                                                                                                          Bukankah itu juga termasuk pembagunan  infra strukture di Maluku dan di Papua barat  ? Sebagai  kaum terpelajar,  anda mesti tahu upaya YANG SUDAH BERHASIL  oleh Presiden ini di Papua selama lima tahun belakangan ini.  Umpama harga minyak yang sama dengan daerah lain di indonesia dan jalan raya ratusan kilometer ke pedalaman Papua Barat, ini tanda nyata yang anda mesti menghargai....... bukan saja melanjutkan rengekan  minta segera jadi  seperti  Hawai atau   Melbourne.  Saya harap saudaraku,  sedikit lebih dewasalah, mengupayakan suku suku dan saudara kita di Papua Barat, merasakan  jalan raya Papua Barat yang dibuat  oleh  kebinet  Presiden Jokowi, supaya rakyat  bebas dari keterbelakangan politik, ekonomi  dan budaya yang sangat diperlukan untuk mengangkat psoduktivitas kerja mereka..  Bukan malah menebar peluru  dengan beberapa puluh pengacau, dari kegelapan hutan tropik , dinamakan  perjuangan menuntut  Papua barat merdeka.  Malah sangat mengganggu perkembangan  yang  dipercepat dari rakyat Papua, kearah kenaikan nilai  prodktivitas  kerjanya. Sebab  bila menangpun, dengan kondisi dan situasi  sebelum Pak jokowi , akan sangat  sulit,  dengan  kuwantita dan kualita pendukung  pengacauan yang hanya  sebagian kecil dari penduduk Papua Barat , yang kuantita maupun kualita-nya  tidak layak menghadapi   Dunia Kapitalistis Moderen, yang  diharapkan menjadi sudara tuanya.. ..........Ingat, gerakan Pol Pot yang makan korban jutaan rakyat Camboja......genocide yang berbau etnik,  campur  aduk dengan kecemburuan sosial.  Gagal total karena tidak didukung oleh budaya dan teknologi masyarakat moderen, hanya nafsu rendah  membunuh dari masyarakat purba.
Seandainya menangpun elite capture yang mencetuskan  gerakan bersenjata ini,  akan berkelahi satu sama lain mengajak pendukungnya yang fanatik, sampai habis...... karena tidak didukung kebudayaan yang lebih tinggi.
Kejadian yang sudah ada,   terlahirnya Timor Leste. Itupun bukan dari perjuangan bersenjata dari Xanana Gusmao, dengan korban sampai  puluhan ribu jiwa dari fihak fihak yang bertentangan diantara elite capture, mengerahkan pendukungnya dari rakyat Timor Timur sendiri, yaitu yang di-ilhami Fidel Castro  ( orang menyebut kiri) yang merapat ke Australia  Portugal, dan Amerika, dan kelompok yang ingin bergabung dengan NKRI.  Akan tetapi dari desakan Australia , Vatican, yang diperalat  Amerika Serikat sebagi polisi dunia.....menjadi internal, karena elite capture setempat di gelontor produk moderen, uang dan senjata saat itu, di-iming iming jadi share holder pengurasan cadangan minyak mentahnya.... perbuatan calo lagi. Sampai sekarang disana belum ada apa apa.... boro boro jalan aspal ke pedalaman.
 Dengan alasan  cadangan minyak mentah di  dipantai selatan Timor  timur. (Celah Timor) . Sedangkan menurut penelitian Shell seluruh daratan dan pantai Papua tidak ada cadangan minyak mentah.  Hla fungsimu sebagai elite capture di percaturan  wilayah ini apa menjadi calo, untuk kepentingan negara lain yang mengimpikan dapat mencaploknya dengan murah ?*)

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More