Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Selasa, 28 Juli 2015

IKHWANUL MUSLIMIN DI MESIR SANGAT BEDA DENGAN SERIKAT ISLAM DI HINDIA BELANDA

IKHWANUL MUSLIMIN DI MESIR SANGAT BEDA DENGAN SERIKAT ISLAM DI HINDIA BELANDA.
Akhirnya setelah sejarah keberadaan Islam yang sangat panjang di  Mesir, Ikhwanul Muslimin harus lahir tanggal 20 Maret 1928, dititik nadir pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Islam di Mesir.
Sejak khalifaur rasyidin Islam sudah merambah Mesir dan berkembang disana hampir sejajar dengan tarikh tahun Hijriah. Jadi sudah 14 abad yang lalu. Ulama Ulama besar Islam. Akhli ilmu pengetahuan yang berkembang dalam sinar ajaran Islam, ilmuwan ilmuwan ini telah lahir dan tinggal di Mesir, Penguasa Penguasa kenamaan Islam, antara lain Salahuddin Al Ayubi juga mempunyai peninggalan di negeri itu.
Pasang surut terendah Islam dimulai pada lahirnya rainessance di Europa, surutnya daerah Magribi, Kesultanan Islam di Andalus dengan Istana Sultan di Al Hambra Spanyol ke pantai utara Afrika, terus merembet dengan cepat sampai titik nadir dengan digali-nya terusan Suez oleh bangsa Europa di awal abad ke 19,sangat menyingkat pelayaran ke India, Nusantara,  China dan Jepang, yang sebelum itu harus memutari benua Afrika. Sosok Hasan Al Banna, lahir di keluarga ulama muslim tg 24 Oktober 1904. Sosok istimewa ini sudah menonjol sejak kecil, balajar dan mengaji Al Qur’an di Mabangun Ulum sehingga hafal Al Qur’an pada umur 14 tahun. Kemudian menjadi ustadz disana dan berdakwah dengan sepenuh hati dimana  mana termasuk di warung warung kopi  waktu istirahat siang hari, memberi kuliah pada malam hari sambil belajar. ( dari google dengan kata kunci Hasan al Banna biografi), dalam situasi umat Islam dalam kemunduran yang sangat, Kesultanan Mesir dibawah kekuasaan Inggris. Sedang seorang Sultan masih sangat pengaruh  oleh dukungan posisinya sebagai  figure sentral  dalam Agama.  Nampaknya Hasan al Banna lebih menunjukkan  identitas  sebagi sosok  Islam daripada sosok bangsa Mesir.
Mulailah dia manapaki jalan jalan yang sangat berbahaya, karena pada kenyataannya kesengsaraan siapapun pribhumi Mesir adalah korban kolonialsme/imperialism  Inggris, apalagi dilokasi yang secara  strategi global sangat penting bagi Inggris, sekitar terusan Suez. Hasan al Banna langsung berhadapan dengan Imperium Inggris, disana. Sebagai bangsa Mesir, yang dijual oleh Sultannya.  Akibatnya mendapatkan kekerasan dari kekuasaan Kesultanan Mesir sendiri, dan sesama sebagian umat Islam disana.  Waktu itu ikhwanul muslimin mendapat tuduhan  menyelewengan syariah  Islam dari risalah antara pemukanya Sayid Al Kutb, Jamaluddin al Afghani dll. (Saya kira ulama sekelas Hasan al Banna, pasti akan sangat  sangat hati hati dalam mendakwahkan sari’ah Islam bagian yang paling gawat ini, karena menyangkut perilaku yang nampak )- Di google bisa disimak dengan kata kunci “Al Manhaj co.id. Membongkar kesesatan dan penyimpangan gerakan Ikhwanul Muslimin”. ( mungkin sekali risalah ini sengaja dicari cari oleh pihak lawan yang berkepentingan sekali di Mesir terutama terusan Suez, sewa atau mempropokasi ulama setempat  oleh kaum Yahudi). Meskipun faktanya Mesir masih merdeka dibawah Kesultanan Mesir, tapi kenyataannya Pemerintahan Sultan ini hanya boneka. Nyata-nyata “devide et impera” dikalangan bangsa Arab yang berdarah panas, sangat mudah disulut dikalangan ulama Islam bangsa Arab ini. Kepatuhan pada nash dan kepatuhan kepada Sultan yang terpateri erat, mulai dipertanyakan, membuat para ulama kuno gerah.  
Rupanya jauh jauh hari Hasan al Banna tahu betul dengan siapa dia berhadapan dan mempersiapkan anggauta organisasinya dengan semboyan yang sangat terus terang bahwa Ikhwanul muslimin menghadapi musuh yang sangat licik dan ganas : Allahu ghayatuna- Allah adalah tujuannya, Al Rasul qudwatuna- Rasulullah adalah Penuntunya, Al Qur’an dusturuna- Al Qur’an adalah pedomannya, Al jihad sabiluna- Jihad membela Islam adalah perjuangannya  dan syahid fisabilillah asma samanina- mati syahid di jalan Allah adalah kemuliaan paling tinggi. Sadar saat dia membangun Ikhwanul Muslimin pada saat yang sangat genting, maut tantangannya, dan benar. Karena yang dihadapi adalah imperialis yang baru dalan puncak keperkasaannya, menguasai terusan Suez ditanah bangsa lain. Muslimin di Mesir dalam keadaan terpecah belah antara yang memberi toleransi kepada akulturisasi Islam dalam kepercayaan Mesir kuno, dengan pemujaan  kepada yang bukan Allah, dan aliran garis keras a’la Wahabi, mempengaruhi perjuangan mengentaskan penindasan terhadap kaum tani fellahin Mesir yang masih dalam proses akulturisasi Islam. Pembelaan kaum menengah yang sudah bebudaya Arab lemah terhadap kaum fellahin miskin ini, yang di cap sebagai islam bid’ah setengah syirik dan cenderung tidak kaffah,sehingga hubungan diantaranya menjadi renggang. Keadaan ini digunakan sepenuhnya oleh kaum Yahudi musuh bebuyutannya. Timing yang sangat tidak tepat dari jamaluddin al Afghani untuk merentang petentangan antara pemikir Islam.
Akan tetapi dikalangan atas sudah sepenuhnya hidup dalam kultur Arab dengan tulisan dan bahasa Arab  dan bahasa Nasional resmi Mesir adalah tulisan dan bahasa Arab. Pada abad ke 19 jauh  sesudah zaman  khalifaur rasyidin, para Khliah Islam malah meberi tanah pertanan di Mesir kepada para Syaikh pemimpin para Bedun yang penggembala asal mereka mau tinggal selamanya sebagai petani penguasa tanah di Mesir inilah catatan yang disimpan di Perpustakaan Konggress Amerika serikat, di google bisa dilihat dengan kata kunci Egypt. Rural society. Satu kepastian untuk dilanjutkan jadi pedagang bahan pangan, beli waktu panen raya dsismpan jual waktu musim paceklik keras, moda perdagangan yang konon dilarang agama Islam.

Sedangkan di Hindia Belanda di era itu para pejuang kita melahirkan “Sumpah Pemuda” Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa  Indonesia” pada waktu itu para Perintis Pejuang Kemerdekaan membahasakan dalam Bahasa Penjajah “Samen boendelen van alle Nationale krachten” yang sulit secara terang terangan  Penjajah Belanda  melarangnya, kecuali dengan devide et impera yang lebih hebat.  Nyata nyata pada saat itu kaum muslimin Indonesia  tidak meributkan upacara “nyadran” yang di ambil dari adat upacara Hindu, upacara “Sradda” pemujaan para pitri ( nenek moyang). Praktek ini sudah sejak abad ke 13 dilaksanakan demi akulturisasi Islam dalam masyarakat Hindu, tapi telah dilantunkan dengan do’a surah surah dari Al Qur’an, jauh sebelumnya oleh para Wali di Pulau Jawa. Para Ulama kita hanya wanti wanti, menyembah dan mohon ampunan bagi si mati hanya kepada Allah semata pada para pengikut upacara Nyadran ini. Meskipun semua Ulama di Indonesia tahu betul bahwa praktrek ini bisa tersesat kearah syirik, mohon sesuatu selain kepada Allah. Sehingga sulit bagi penjajah  untuk memecah belah kaum muslimin massa rakyat yang masih  menngunakan  praktek ini, dengan diperuncingnya  menjadi  syirik, dan ulama yang membiarkan prakek ini, mengerti bahwa  musuh Agama Islam dan menjadikan pertentangan yang hebat diantara kaum muslimin di Hindia Belanda, baik untuk penjajah  karena perpecahan pasti membawa kelemahan dari fihak terjajah. Dibidang ini Penjajah Belanda sulit memisahkan kaum terpelajar dari kaum tani miskin di Jawa, karena budaya mereka, budaya Jawa memang lebih jauh berakar dalam masyarakat, dari budaya Melayu, apalagi budaya Arab.
Islam khususnya di Pulau jawa dan di Sumatra Utara, berhasil di pecah belah dengan nasib seluruh bangsanya - yang terpaksa menentang Amerika Serikat karena Amerika Serikat, dia sangat takut kepada Domino prisiple kekalahannya di Vietnam, sedangkan di Pulau Jawa dan Sumata Utara ada bibit pertentangan kepentingan mengenai kepemilikan tanah bekas perkebunan tembakau deli dan tebu milik Belanda. Keputusan Pemerintahan Presiden Sukarno cenderung memenangkana kaun buruh tani jaman Penjajahan dan mengeluarkan UUPA No 5 tahaun 1960 mengenai Land Reform .Menimbulkan pertentangan horisontal, diakhiri  dengan genocide pelanggaran HAM berat di tahun 1965,  karena para buruh tani ini telah menerima pembagian tanah bekas milik Penjajah yang telah dikuasai oleh banyak kaum kiai beserta murid muridnya sejak zaman Jepang, mebunuhi mereka tanpa tanggung jawab, yang maksudnya meberantas komunis anti Tuhan, kok berani baraninya menerima bagian tanah garapan yang telah dikuasainya secara de facto sejak jaman Jepang,  buruh tani yang menerima tanah pembagian land reform ini.  Dimana kaum agama dibantu sepenuhnya oleh rezim Suharto dan CIA, yang sampai sekarang dipungkiri. Pelanggaran HAM berat ini selama dipungkiri, akan menjadikan apapun yang di jajakan dihadapan rakyat tidak laku, akhirnya mereka jadi partai gurem. Karena sifat pengecut, lempar batu sembunyi tangan, hanya cocok dimiliki oleh gerombolah criminal yang sangat primitive dengan amuk masal sesaat. Tanpa dasar idealisme kemanusiaan yang diyakini dengan teguh, seperti  “syahid fisabilillah asma samanina”.  Nurani  manusia tidak bisa tahan  dengan sikap pengecut terlalu lama.  Paling lama sekedar selama uang dan kekuatan senjata ada yang mengawaki, mereka yang bermuka kayu, berotak robot, dalam pengaruh sesaat heroin, hashish dan sejenisnya, biasa dibagikan di Alamut oleh Hasan al Sabbah 11 abad yang lalu ( lihat di blog ide subagyo) dan CIA masa kini pada pasukan berani matinya, dibagikan diam diam, cuma sesaat   jadi pahlawan bangga diri, itulah maka dikatakan sebagai hero-in.
Di Mesir lebih sederhana, karena IM terlalu menentang kepentingan Amerika  Serikat sekaligus mengabaikan kaum fellahin yang dianggap tidak kaffah dalan akidah Islam, berdiri sendiri melawan kaum militer, yang mempunyai pekik perjuangan membela rakyat banyak dan terbukti dibangunnya bendung Aswan tanpa jadi komunis, malah dipermudah  belanja pangan yang mutlak dibutuhkan untuk rakyat Mesir, oleh lembaga keuangan dunia, akhirnya Presiden Muhammad Mursi dijatuhi hukuman mati bersama dengan ratusan kader IM. Tanpa perlawanan dan pembelaan dari fellahin yang merupakan mayoritas bangsa Mesir di desa desa. Lha iya wong bangsa Jepang pada waktu Neiji restorasi jaman pertengahan tuan tanah kaum shogun dan samurai besar diganti uang untuk modal indsustriasisasi besar beasran,  tapi di Mesir enggak, lha keturunan sheikh beduin ini apa disuruh rugi ? Sebetulnya ya masih bisa tapi harus sepintar mereka yang dilembah silicon US.

Lha Ikhwanul Muslimin, wong sudah benar, berubah dari perhimpunan social ke organisasi politik saat itu, seharusnya sambil menjiwai sampai ke dasar dari ajaran Islam,  bertekat dengan semboyan perjuangannya yang sehebat itu, mestinya sudah beralih haluan ke persatuan nasional  Mesir,  putar haluan mempersatukan seluruh kekuatan nasional Mesir, bersamaan dengan waktu bangsa bangsa yang terjajah di Asia Afrika serentak membebaskan diri dari penjajahnya,  kok malah membelakangi Perhimpunan Perwira Muda Mesir yang dipimpin oleh Gamal Abdul Nasser,  karena para Perwira Muda ini sangat prihatin dengan hari depan  kehidupan buruh dan fellahin di Mesir, malah ketinggalan langkah , memberi “cap” kekuatan pembaharuan  ini sangat cenderung ke Rusia Komunis sehingga dibangunnya bendung raksasa Aswan, yang gunanya sangat besar bagi rakyat Mesir, diabaikan karena komunis itu anti Tuhan. Google kata kunci perjuangan Ikhwanul muslimin di Mesir.
Disamping itu Ikhwan tidak mencari dasar Islam yang lebih universal dan dapat mempersatukan bangsa Mesir dan umat Islam sedunia. Apa tidak menjiwai firman  Allah yang telah menunjuk manusia jadi khalifah Allah di Bumi ini (Al Baqarah ayat 30)  dengan azas Bismillahirakhmanirrakhim ? mukadimah ayat ayat Al Qur’an kecuali satu surah At Taubah.  Basmalah bisa disimak di google kata kunci rahasia makna huruf “ba” dalam kalimat bismillahirakhmanirrakhim.
Bahwa dengan Rakhman dan rakhim akan  melaksanakan “nash” yang tak tergoyahkan dengan mukadimah  bismillahirakhmanirakhin ini, nash yang dikaitkan dengan syari’at Islam  sehingga  menimbulkan sikap manusiawi terhadap yang belum kaffah, atas nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih , adalah azas yang harus selalu diingat  bagi umat Islam untuk dilaksanakan, itupun jihad yang paling hakiki bagi setiap muslim muslimah di Dunia, sehingga tidak memalukan walau dijadikan teladan gerakan Islam di Indonesia dan seluruh Dunia, buahnya juga bisa dirasakan. Ideology ini diberikan Allah untuk mengawal manusia mengubah sistim masyarakatnya yang feudal kapitalis ke tahap yang lebih maju,  demokratik  dan berkeadilan social, tanpa kesakitan yang berdarah darah, memakzulkan setiap despot dan dictator dengan kurun waktu kekuasaannya yang lama dan menyakitkan.  Seperti  yang menjamur diseluruh dunia Islam terutama di Dunia Arab ?. Kok Kayaknya azas bismillahirakhmanirrakhim ini cengeng kurang semangat, ndak sesuai dengan semangat syahid fi sabilillah asma samanina.  Ada saja ulama yang memberi fatwa yang sangat lebih galak,  demi mengimbangi   semboyan tersebut, umpama memberi fatwa hukuman mati pada sesama muslim yang dianggap mencederai kaidah dan syari’ah Islam dengan nash nya, mbok dicoba memasukkan Hukum qisash dalam konun di Aceh,  atau seperti para ulama yang kumpul kumpul di Jawa Barat tempo hari, mmberi fatwa hukum mati kepada Ulil Absa  Abdallah ? lha akibatnya kan jelas akan memutus dialog dan memancing pertentangan yang keras. Hanya para syaitanlah yang riuh bertepuk tangan.
Apa tidak mereka pertimbangkan bahwa kaum Yahudi sangat bisa menyelundupkan agennya untuk menggarap Royan, Lutfi Hasan Ishak, Nazarddin, Anas Urbaningrum atau Suryadharma Ali berbuat korupsi besar besaran, mengerti bahwa tokoh pimpinan Partai Islam di Indonesia ini punya posisi sangat strategis,sangat penting untuk mendiskriditkan Islam pada umumnya, dan Ikhwanul Muslimin khususnya, mengerti bahwa sosok sosok sialan ini  cenderung meneladani Ikhwan ? Akibatnya adalah keterpurukan  reputasi  Partai Partai Islam di Indonesia ?  Jangankan PKS atau PPP yang meneladanai Ikhwan, Organisasi Mahasiswa Islam-pun  digarap oleh kaum Yahudi ini sehingga menjadi contoh yang memalukan dengan korupsinya setelah berhasil naik ke jenjang tertinggi dari birokrasi Negara ini, kayak Beddu Amang, Nazarudin atau Anas Urbaningrum, Aqil Machtar ex Yang Mulia Hakim Mahkamah Konstitusi? *) 




































0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More