Amazon SearchBox

Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Senin, 17 Oktober 2011

TEKNIK GRAFTING / SAMBUNG DAN BUDDING/ OKULASI. LANGKAH-LANGKAH TEORITIS BUDDING/OKULASI DAN GRAFTING/MENYAMBUNG TANAMAN


mata cabang untuk perisai (shield)
OKULASI:
Okulasi adalah memindahkan mata tunas satu tananam (menjadi batang atas) ke tanaman lain (menjadi batang bawah) antara tumbuhan ber-cambium.Yang dapat tersambung baik adalah tanaman dalan satu ordo, satu famili, atau satu species, yang ternyata compatible.
Bagaimana bisa mengetahui pasangan batang atas terhadap batang bawah ?, caranya hanya dengan mencoba.
Kita bisa menilai compatibilitas pasangan yang kita pilih, bila langkah-langkah pengerjaan okulasi ini sempurna, artinya berhasil atau tidak dari okulasi hanya dipastikan oleh satu sebab : pasangan yang kita pilih tidak itu tidak compatible.
Bahan:
membuat jendela okulasi
Mata tunas harus diambil dari ranting/cabang/batang yang pertumbuhannya baik, artinya cambiumnya cukup aktif. Mata tunas dalam keadaan setengan tidur, artinya tidak dalam keadaan terlalu tenggelam dalam tidur atau sudah terbangun lanjut (hampir menjadi kuncup cabang/ranting).
Jaringan phloem yang mengelilingi tunas yang bakal kita ambil sebisa mungkin steril artinya tidak terinfeksi spora bakteri atau cendawan.
Jaringan ini mata tunas ini diambil dari tempatnya dengan mengupayakan agar tidak banyak tertekuk, kerena segala tekukan, segala tekanan yang berlebihan bisa merusak dinding sel dan menumpahkan isinya dan tumpahan isi sel ini menjadi halangan penyatuan callus dari jaringan yang ada di dua sisi penyatuan jaringan  (sisi jaringan mata tunas yang selanjutnya dinamakan shield/perisai dan jaringan sisi batang bawah, selanjutnya danamakan jendela.
Sebisa mungkin ukuran jendela dan perisai sama, atau perisai lebih kecil, akan tetapi cara meletakkan perisai di jendela mepet (berhimpitan) ke satu sisi kanan atau kiri ( bila tidak pas), sedang petakan dan perisai harus sekali pasang, jangan digeser-geser atas-bawah atau kanan-kiri, ingat ini sangat penting sebab anda berurusan dengan selapis jaringan cambium milik jendela yang mudah rusak.
Selanjutnya, dengan tangan kiri memegang penyatuan jendela dan perisai, tanpa tergeser-geser sedikitpun tanpa ditekan terlalu erat, tangan kanan membebat dengan selembar bebat plastic/rafia atau apapun, pokoknya diupayakan agar steril, serta tidak mengendor dan tidak terlalu erat, tapi diupayakan tidak ada rongga udara di antara jendela dan perisai.
membuat shield okulasi
 Pengambilan perisai harus menyertakan phloem (milik prisai) dan xilema milik mata tunas harus terikut, karena prerisai adalah satuan dari mata tunas yaitu xylem dan phloem.
Lima hari kemudian baru nampak perisai itu mengering atau tetap segar.
Maka dari itu waktu membebat diupayakan jaringan phloem mata tunas sekitar mata tunas tidak ikut terbebat, masih nampak untuk memberi kesempatan mata tunas bila berhasil disatukan.
Alat yang digunakan:
Pisau sambung/okulasi, dalah alat khusus buat keperluan ini.
Pisau sambung kualitas baik dibuat oleh Victorynox Swiss harganya sekarang sekitar Rp 200. 000,- – Rp. 300.000,-  sedangkan buatan China hanya sekitar RP 50 000 dengan kulitas sangat rendah.
pisau okulasi buatan sendiri dari asahan gergaji besi
Kita bisa membuat sendiri dari gergaji besi yang mempunyai mata satu sisi atau dua sisi, sebatang gergaji besi bisa dipotong  miring kira kira 60 derajad menjai tiga pisau.
Potongan calon pisau ini langsung diasah dengan gerinda, dari satu sisi untuk memperoleh permukaan asah, artinya bila dipegang dengan tangan kanan, ujung pisau mengarah ke tangan kiri ujung runcing dekat ke perut, tajam pisau itu dibuat di permukaan atas colun pisau ini dengan sudut sekitar 15 – 20 derajad hingga tajam dan rata, selanjutnya sisi ini kita namakan sisi asah.
Sisi sebelahnya kita upayakan supaya benar-benar rata seperti kaca, seperti permukaan air. Caranya kita gerinda di dengan piringan gerinda hingga semua lenggokan gergaji besi hilang.
Ini baru bakal pisau okulasi, jauh dari selesai.
Sepertiga potongan beergji sepanjang kira kira 15 cm ini sudah menjadi bakal pisau okulasi dengan ujung runcing bersudut kira kira 60 derejad, masih sangat kasar perlu dipasang gagang pisau, yang penting disatukan sangat erat dengan mata pisau, biasanya di-keling dengan paku dua atau tiga tempat.
 Sesudah itu bakal pisau okulasi harus diasah dengan batu asah khusus “whet stone” dari batu asah yang ada di toko adalah buatan China, terbuat dari batu kehijauan, yang harus diratakan dulu dengan menggosokkan ke-permukaan yang rata, bisa permukaan semen yang rata (bisa bibir jamban), bisa apa saja untuk mempersiapkan batu asah khusus ini.
whet stone
Bila permukaan batu asah “whet stone” batu hijau ini sudah benar-benar rata air, baru bakal pisau okulasi kita asah dengan hati hati dengan air.
Perlu diingat bahwa proses pengasahan batu asah maupun pisau hanya dengan air bukan dengan minyak.
Dengan permukaan batu asah yang rata air, hasil pengasahan pisau okulasi dapat dipastikan juga rata air. Sudut ketajaman tetap 15 – 20 derajad tetap, hanya akhirnya pisau okulasi setajam pisau cukur dan mengkilap seperti kaca, dengan sudut ketajaman kecil mungkin lebih kecil dari 15 derajad.
Ukuran ketajaman pisau okulasi adalah bila pisau itu dapat memotong rambut.
Jaga selama dipergunakan pisau ini harus steril, dan sesudah dipergunakan harus kering tidak berkarat, karena itu pisau Victorynox mahal, meskipun dibuat mirip pisau lipat, kecuali dibuat dari stainless steel juga telah nyaris siap pakai.
Pisau okulasi semahal ini bisa rusak oleh batu asah yang salah atau cara mengasah yang salah dari sudut maksud konstruksi pisau itu dibuat.

Cara mempergunakan pisau okulasi yang benar, untuk meng-okulasi :
membuat jendela okulasi
Langkah pertama Membuat jendela:
Pilih batang bawah sebesar jari atau berdiameter 2 cm kurang lebih.
Membuat jendela dengan pisau okulasi yang siap pakai jangan abaikan sterilitas pisau, disiapkan bebat (balutan dari tali rafia), jendela diiris dengan bentuk dua irisan sejajar dari atas ke bawah, lalu dipotong melintang di bawah atau di atas, supaya phloem batang bawah bisa dikupas, ditarik ke atas atau ke bawah, dirasakan ganpang si phloem ini dikelotok (dikupas), apa tidak, bila mudan dikelotok berarti cambium dalam keadaan aktip, bila sulit, pekerjaan tidak usah ditruskan karena cambium batang bawah tidak aktif, pilih batang bawah yang lain. Bila tanaman batang bawah bergetah seperti karet, atau langsung mengeluarkan air, toreh dulu jendela dengan irisan sejajar, tunggu beberapa jam, sampai getah itu tuntas, bila luka berair, pangkas akar, artinya akarnya dicangkul ringan, besok baru okulasi dikerjakan.
(Barangkali gambar bisa membantu )
gb 6 mengambil mata tunas
Membuat perisai: (gb 6)
Satu pohon induk yang diharapkan lebih superior, dapat diambil mata tunasnya puluhan bahkan ratusan.
Mata tunas yang tidak tidur terlalu dalam atau sudah terbangun agak lanjut ( menonjol terlalu besar) jangan diambil, atau tidak mau tumbuh atau tidak hidup.
Mata tunas yang  cukupan segar diambil dengan memisahkan dari rantingnya, phloem dan sedikit xylem-nya diseputar mata tunas dengan pisau olulasi.
Pisahkan antara phloem dan sisa xylem dengan mengambil xylem menekuk xylem, jangan sekali kali menekuk phloem bakal perisai, ambil xylem tapi ada sisa sedidit di tengah mata tunas, bila xylem pada mata tunas tdak ada alias “blong” perisai tidak terpakai.
Letakkan mata tunas di jendela yang telah kita buat, pas atau lebih besar sedikit, mepet (berhimpit) ke salah satu sisi samping, dipijat dengan ibujari kiri tidak keras mupun terlelu longgar, nah, di sini perlu ketajaman pisau okulasi, sebab di ujung perisai yang melintang, dan pernah dipegang jari jemari, harus dipotong dengan landasan batang bawah tanpa merubah posisinya ( lihat saja cambium, kan licin ya? ) yang perlu dipotong yang melintang di bawah, bila pisau cukup tajam, pemotongan dengan mudah dilakukan tanpa membuat perisai bergeming.
Terus langsung dibebat dengan bebat plastic/rafia yang bersih s panjang lebih kurang 20 cm bebat dimatikan secara ujungnya disisipkan ke dalam bebatan.
Pekerjaan selesai.
Kenyataannya tukang sambung yang saya ajari anak SD dapat menyambung Leucana glauca L atau lamtoro naungan kopi, dengan cultivar L19,  60 sampai 70 batang dalam setengah hari, dengan bebat dari rafia yang hidup rata rata 95% , termasuk waktu jalan dari maungan ke naungan di kebun berjarak 3 m.

MENYAMBUNG ATAU GRAFTING
 
Bahan:
Pada dasarnya meng-okulasi sama dengan menyambung, tapi bahan yang diambil sebagai batang atas adalah ranting, atau batang maksimum sebesar jari, dengan dua atau tiga mata tunas.
Kenapa mesti disambung ?
Sebab atau phloem-nya terlalu tipis, atau mata tunasnya terletak di tempat yang sulit diambil, tanpa merusak jaringan sekitarnya.
Satu pucuk atau ranting pohon induk yang superior, sebaiknya yang sehat, terletak di atas tajuk (terjadi setelah pohon induk berbuah), pokoknya cambiumnya aktif, tapi cabang ini sudah menurun kegiatan tumbuhnya. Dilihat ujungnya lagi bersemi atau daun pupusnya sudah mendekati berhenti atau sudah selesai tumbuh sebaiknya cambium aktif. Diambil dua mata atau tiga mata tunas, sampai ujungnya yang sudah selesai berkuncup bisa, lalu dibuat taji.
Sambung sisip cara kopi:
Pisau okulasi yang siap pakai, artinya steril (karena dilap dengan lap bersih) sangat tajam, di sini arti konstruksi tajam pisau dibuat hanya dari sebelah atas, yang kontak dengan bahan sambung (taji) di sisi bawah yang halus dan rata air.
Cabang bahan sambung dipegang dengan tangan kiri seperti memegang stang sepeda di depan dada.
Tangan kanan memegang pisau okulasi seperti memegang stang sepeda juga, hanya tajam pisau mengarah ke badan ujungnya mengarah ke kiri.
Dengan sikap itu, sisi rata air dan halus dari pisau membuat kontak dengan bahan sambung untuk membuat permukaan taji rata dan haluuuus sekali, pisau okulasi membuat silangan dengan bahan sambung, dengan memperkirakan sudut pisau menyilang ke bawah dan menyilang garis perpanjangan bahan sambung dapat diatur sudut potong taji. Trus pisau ditarik ke kanan sambil jemari tangan kiri memegang  bahan sambung  dan pisau dipegang jemari tangan kanan dengan erat. Ke-eratan pegangan ini perlu agar pisau yang tajam itu tidak terlanjur melukai ibu jari kiri. Siap permukaan satu sisi taji. 
Diulang untuk membuat sisi padanannya.
Maka terbentuk dua muka taji kiri dan kanan yang halus meruncing tajam. Taji kemudian disisipkan ke batang bawah, tidak asal disisikan tatepi dengan cara dibawah ini.
gb 9
Celah dibuat memanjang ke bawah batang bawah yang telah dipotong kira-kira 15 cm di atas tanah. Bekas potongan dirapikan dan dibelah dengan pisau okulasi atau pisau yang serata halus permukaannya dan tajamnya.  (gb 9)
Ke bawah sepanjang taji yang kita buat, lebih sedikit, lha yang sangat penting menarik pisau pembelah tadi, artinya belahan harus direnggangkan dengan jari-jemari tangan kiri sampai renggang (yang bawah toh elastis) selebar taji yang akan kita sisipkan, trus sampai ke dasar celah yang dibantu dengan jemari kiri untuk dilebarkan setelah pas, artinya pas cambium batang atas (taji) ketemu cambuim batang bawah, bila diameter batang bawah dan batang atas tidak sama dengan batang bawah, satu sisi kedua kambium ini bertemu pun jadi, tanpa digeser-geser lagi, trus dibebat (dibalut) dari bawah ke atas erat, tapi tidak mencekik. Bila dalam lima hari sambungan ini tetap hijau, besar kemungkinan sambungan itu berhasil.
Masih dinilai hasil yang hidup ini sambungannya ada renggangnya apa tidak, sebaiknya meskipun hidup, bila sambungan itu ada renggangnya sebaiknya dibuang karena akan menjadi problem bila kita tanam nanti. 
gb 10
Sebaiknya kita jelaskan dengan gambar.  (gb 10)
Bila cara menyambung kopi ini bisa berhasil dilaksanakan cara menyambung apapun bisa dikerjakan.
Bila bibit telah disambungkan maka bisa dicari pasangan batang bawah yang mana dengan batang atas kultivar apa sambungan menghasilkan buah yang baik, dengan ciri-ciri  posture pohon yang mudah dipelihara dan umur yang relatif panjang.


gb 11


gb 12
sambungan dibebat (dibalut)
Wanti-wanti (perhatian), bila mengerjakan grafting kita berurusan dengan jaringan sel phloem, cambium dan xylem yang serupa tirai bambu (kerai) atau berkas sel pembuluh, jadi pisau yang sangat tajam diperlukan,  sehingga bisa memotong  miring jaringan jaringan, dengan sedikit kerusakan, diharapkan beberapa pembuluh dapat menyambung secara acak, dikerjakan cepat sehingga udara belum masuk dalam kapilar-kapilar pembuluh yang disambungkan.
Ketentuan umum sebagai dasar adalah: Batang bawah sedang giat tumbuh, sedang bahan untuk batang atas sedang setengah beristirahat, artinya sel selnya tidak menuntut banyak air dan hara, kan sel tersebut baru saja dipisahkan dari pohon induknya ? Tandanya ujung batangnya sudah tidak ada daun muda, ujung-ujung ranting sedang  mulai berhenti tumbuh cenderung membulat.  Semoga dapat berguna, bila anda kesulitan dengan teknik grafting dan budding bisa menghubungi email saya di : subagyo.surabaya@gmail.com, terimakasih.(*)

1 comments:

Matur nuwun, Mas. ketawis gampang2 susah. Saya mau coba. Insya allah berhasil. Mohon doanya ya Mas Subagyo!

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More