PERKEMBANBANGAN EGO MANUSIA
Semua benda tebentuk dari atom, begitu pula masyarakat,
tenbentuk dari unsur dasarnya adalah individu dengan ego-nya.
Sedang ego manusia sejak masih janin menenjadi entitas yang
memiliki sifat dasar menarik ke dirinya semua bahan yang dia perlukan untuk
mempertahankan hidupnya, jadi entitas yang sangat egois kayak amuba, Sesudah dilahirkan baru belajar bahwa makhluk
ini bisa dan harus mengandalkan makhluk sejenisnya, untuk keselamatan diri
bahkan hidupnya. Kemudian sekarang bahkan makhluk lain sesama hidup di bhumi
demi existensinya.
Secara bertahap, si ego bisa mengembangkan dirinya, meluas
hingga puak hingga suku, ras, bangsa, dan bahkan ke seluruh kehidupan dibawah
kolong langit, seluruh alam, jadi
rakhmatan lil alamin. Satu jalan yang amat sangat panjang yang ditunjukkan oleh
ajaran Islam.
Kehidupan padang pasir merupakan catatan yang bisa dibaca
mengenai perkembangan ego ini karena keadaannya yang terisolasi, keras dan
mematikan. Mulai dengan perkembangan
individu ke puak, kemudian oleh jalan alami harus saling menukar DNA dengan
puak lain, menyatukan kombinasi gene menjadi pool gene satu suku, yang mempunya ciri luar yang bersinggungan
langsung dengan keadaan alam yang sama- ras yang sama yang bermukim di hamparan
bhumi yang sifatnya sama – padang kering, bangsa bangsa padang pasir dengan
Negaranya masing masing. Sejarah bangsa bangsa padang pasir ini sangat dinamis kerena hubungan satu sama lain harus memakai dinamisasi alat yang sangat lebih efisien
untuk bergerak unta dan kuda. Bahkan penerimaan
agama sampai bisa menerima Wahyu Illahi lebih jelas dari bangsa yang hidup
dari lingkungan lain. Malah pada pertengahan wahyu ini diturunkan, alamatnya
diubah dari “Kepada mereka yang telah beriman” menjadi “Kepada seluruh manusia”
diseluruh muka bhumi – seluruh Dunia.
Setelah limabelas abad, loncatan perkembangan si ego, yang telah meresapi
wahyu illahi dari semula, mulai menampakkan kesulitan untuk meyiarkan petunjuk
wahyu illahi ini. Mereka saling menghujat dan saling membunuh dengan ringan.
Karena perkembangan egonya baru mencapai suku dan ras, itu
saja. Nabi Sulaiman mengalahkan kebudayaan penyembah Matahari ratu Bilkis,
dengan teknologi waktu itu dan budaya waktu itu yang lebih tinggi,dimenwsi jiwa yang lebih luas atas
kehendak Allah.
Sejarah wilayah gurun kering, telah terjadi pertengkaran
yang berkepanjangan sangat lama berabad abad, menjadi dendam kesumat yang sulit dimengerti oleh kami dari wilayah iklim yang lain. Disatukan oleh pemimpin amirul muminin yang sesungguhnya Salahuddin Al Ayyubi, yang hidup zuhud neskipun memenangkan Yerusalem dari kaum ksatria dari Europa. Amirul ukminin ini tidak merampok, menjual sebagai budak maupun mebunuh taklukannya bila tidak perlu sekali. Padahal
sembilan abad setelah diwahyukan, telah sampai di Nusantara, masyarakat
Nusantara mencoba membina budaya kebhinekaan dalam kebersamaan. Mereka dari suku
dan ras lain dari lingkungan bhumi lain sudah mendengar dan meresapi Wahyu
illahi ini. Melanjutkannya dengan upaya kemakmuran yang
berkeadialan. Upaya yang belum pernah dicoba di khilafah Mesir maupun Andalus, maupaun
Parsi, maupun di India Sedangkan akkhirnya para sheikh
dan mufti malah besekongkol dengan Dr Snouk Horgronje pada zaman penjajahan Belanda,
dan pada zaman ini dengan paman Sam untuk memperketat penjajahannya. Jadinya pertengkaran yang sangat
kuno yang akan diselesaikan dengan cara yang lebih kuno juga (ndak dimakan
dagingnya lho), hanya diusir dari tanah tumpah darahnya, yang sudah berabad
abad ditinggali walaupun si penghuni
lama telah menguasai benua lain, timbunan harta benda ditempat lain dengan
caranya sendiri, tidak jauh jauh dari
riba dan ihtikar (manipulasi stock barang- balakangan ini malah stock dollar) yang mendunia, berkongsi dengan para
sheikh raja minyak, pokoknya dia mau bikin semacan planet Eliseum disitu titik,
berapapun ongkosnya. Lha kegilaan ini malah berhadapan dengan ego dengan dimensi jiwa yang masih
ada di tingkat puak dan suku. Malah berniat untuk menjajari musuh bebuyutannya
dengan khilafah yang sama kunonya, dengan pengorbanan bangsa bangsa lain untuk
menyatu, dibawah komandonya, yang masih ditingkat dimensi jiwa puak dan suku. Sama sama
mempunyai penggada penghancur dunia. Yang ini Peluru kendali manusia !!!! ….
Tanpa memandang bahwa Wahyu Illahi ditujukan kepada manusia,
jadi ego dengan dimensi jiwa yang mampu meresapi Wahyu illahiah ini pasti bisa melarutkan setiap ego - ke
ego dengan dimensi jiwa yang sudah begitu luas dalam urusan Bhumi dan Alam seisinya. Manusia seluruh dunia
bisa menyelamatkan nasib bangsa Palestina yang terusir dari tanah airnya.
Manusia di dunia kini menuju ke kesadaran untuk
keselamatan dan amanah kelestarian Dunia dan Alam. Jelas medan pergulatan sudah diranah yang melewati batas suku, ras dan nasionalitas dengan off shore banking kayak di Panama, pulau Kayman, Singapore dan Swiss dan masih banyak lagi negara pura pura, tanpa bangsa dan tanpa bayar pajak. Ya sudah semestinya "ad dien" yang diperjuangkan harus langsung memburu kesana, nggak malah mundur mengulangi kekhalifahan dengan kekuasaan model kuno. Coba lihat kaum Yahudi sudah menguasai keuangan dunia, menekan buruh yang hanya makan upah diseluruh dunia, dengan menggunakan sepenuhnya mesin kecerdasan dan otot buatan, melecehkan manusia. Buruh dan tani sedunia dibayar dengan uang kertas yang selalu secara sistimatis di inflasikan, bahan kebutuhan hidup., sarana pertanian di ihtikar- kan, nuntut upah naik dikasih sesuai dengan UMmmR tapi manusia harus kerja menghabiskan waktu hidupnya di perusahaan perusahaan mereka yang tidak pernah tidur karena mesin otot dan kecerdasan buatan, jadi jam kerjanya ya kalok bisa seharian 10 jam sehari. Lha ad dien bisa apa untuk membela manusia, yang dibawah kekuasaan uang mereka yang diperoleh dari penindasan warga dunia ?. Wong masih diawaki oleh kecerdasan kuno. untuk sampai ke kecerdasan jadi rakhmatan lil alamin masih jauuuh. Pembuluh darahnya di otak mereka menyempit karena suka makan gule yang sangat berlemak. hidupnya habis untuk hiburan malam, di DPR RI wajahnya jadi tembem, mengkilat, daya tahannya rendah, kalok ditegur MKD atau kena OTT malah sakit ndak bisa ngomong ndak bisa ngaku !!!
Manusia sudah menuju ke kebebasan dari lingkungan “sara” disegala bidang penting, toleransi kepada kebudayaan keberagaman manusia, ilmu pengetahuan. dan perdagangan. Nampaknya kemajuan teknologi bakal sangat melandasi kesejahteraan seluruh kemanusiaan. Sampai kiamat yang Allah tetapkan. Ikutilah gerakan manusia yang sudah sejajar arahnya dengan yang sudah ditetapkan oleh Wahyu lllahi, dengan amal perbuatan. Lha kok mau menanam modal diluar Amerika saja alotnya bukan main, takut puak dan sukunya tidak ikut menguasai dunia, enak nebeng Amerika, tapi tetangganya sampai diusir sohibnya,si pemakan riba, raja ihtikar skala dunia, konco pleknya berselingkuh secara politis, jubahnya saja yang panjang ndak merasa kita semua sudah tahu, Dasar.*)
Manusia sudah menuju ke kebebasan dari lingkungan “sara” disegala bidang penting, toleransi kepada kebudayaan keberagaman manusia, ilmu pengetahuan. dan perdagangan. Nampaknya kemajuan teknologi bakal sangat melandasi kesejahteraan seluruh kemanusiaan. Sampai kiamat yang Allah tetapkan. Ikutilah gerakan manusia yang sudah sejajar arahnya dengan yang sudah ditetapkan oleh Wahyu lllahi, dengan amal perbuatan. Lha kok mau menanam modal diluar Amerika saja alotnya bukan main, takut puak dan sukunya tidak ikut menguasai dunia, enak nebeng Amerika, tapi tetangganya sampai diusir sohibnya,si pemakan riba, raja ihtikar skala dunia, konco pleknya berselingkuh secara politis, jubahnya saja yang panjang ndak merasa kita semua sudah tahu, Dasar.*)
0 comments:
Posting Komentar