Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Jumat, 10 Januari 2014

MESIR, SANGAT ADA KESAMAAN DENGAN INDONESIA


Bedanya, Mesir sudah bersinggungan dengan Kebudayaan Barat sejak ribuan tahun yang lalu, sedang Indonesia baru sesudah Pelayar samudra dari  dari Portugis mulai pelayarannya mengelilingi Tanjung Harapan. Limaratus tahun yang lalu. Sebenarnya justru pelayar dari Nusantara sudah sampai ke Madagaskar dan Afrika termasuk Mesir sudah mulai adanya pelabuhan dagang di Aceh, Samudra Pasai misalnya.
Mesir sudah ribuan tahun membangun masyarakat dengan tingkat kebudayaan yang sangat tinggi, sebelum bangsa Europa bangun menapaki zaman  “Rainessance”.
Segera sesudah bangsa Arab bangun, seribu enamratus tahun yang lalu, dibimbing oleh Rasulullah SAW, Mesir menyumbang dengan budayanya yang tinggi dan kemakmuran wilayahnya megembangkan Islam, sampai ke Maghribi.
Ratusan  tahun sesudah itu Mesir ikut menikmati dominasi ekonomi, politik dan budaya di seputar Laut Mediterania, yang merupakan pusat berputarnya seluruh kekayaan di wilayah yang luas jauh menembus  daratan meliputi anak benua Europa dan benua Afrika. Dominasi ekonomi dan budaya Mesir di zaman Islam identik dengan dominasi Arab dengan perdagangannya, yang ditandai dengan Daulah Islamiyah dari lembah sungai Indus sampai ke Jazirah Spanyol.
Bisa dikatakan bahwa pasang naik Dunia Arab dalam segala bidang, ekonomi, militer, budaya sangat dominan di seputar laut tengah dan di timur sampai lembah sungai Indus di anak benua India. Ke Mesir datanglah dengan leluasa, suku suku  Arab bercampur dengan elit bangsa Mesir dan bersama-sama menguasai ekonomi  lembah sungai Nil, ekonomi penguasaan tanah yang mendapat akses air sungai Nil, pardagangan hasil bumi yang spesifik dengan penimbunan dan pelepasan stok yang dapat mengatur harga komoditas setempat. Pada jaman khalifaur raqsyidin pasukan Arab dilarang memiliki tanah tertanian untuk tidak mengurangi jumlah pasukan dan mengurangi hak eknomi orang setempat untuk menggarap tanah milik umum ( Negara) Akan tetapi qada abad ke 19 justru para syaikh dari suku suku Badui penggemala ternak Arab, diiberi hadiah tanah tanah petanian tetapi harus ditinggali disana, menimbulkan perpecahan dan hialngnya kesetai kawanan diantara mereka ( google kata kunci Egypt. Rural Sogiety. -souce US Library of Congress.)
Tentu saja perputaran uang jauh lebih cepat di  perdagangan, daripada di bidang pertanian. Sedangkan di bidang pertanian secara tradisi digeluti oleh fellahin yang kebanyakan suku Hamid dan Nubia , mempertahankan tradisi lama, sedangkan suku Semit/Arab bergiat dalam sektor perdagangan.  Tanahnya 95 % berupa padang pasir  padang rumput dan oasis,  didiami kaum yang beternak unta dan kambing.
Pemisahan profesi ini ( petani yang merupakan pribumi Mesir suku Hamis dan Nubia dan tengkulak yang campuran Arab  dalam jangka yang sangat panjang, menimbulkan ketimpangan kekuatan ekonomi, kini hanya menyisakan  sedikit tanda ibaratnya kemunculan gunung es, yaitu bahwa kenyataannya sebagian rakyat Mesir sampai menolak bahasa Arab menjadi bahasa Nasional Mesir (Google kata kunci Egypt). Malah konon mereka dari ratusan tahun yang lalu diperintah oleh dinasti  Mamluk yang Islam,  arti Mamluk harfiahnya  golongan bawah, sedangkan Islam dipeluk dengan aliran Alawiyah, yang  dinyatakan non Islami oleh aliran Wahabiah karena disana sini mengadakan sincretisme dengan kepercayaan setempat  (Google kata kunci  Alawiyah……….).
Meskipun dalam praktek Islam,  nampaknya di Perguruan Islam yang paling tua dan bergengsi seperti Al Ashar belum bisa memperoleh formula solusi yang mendinginkan perbedaan ini  berpotensi memanas tanpa kendali untuk kepentingan Nasional Mesir (pengeboman kota Hom di Siria…Google………..) Rupanya Hom adalah kota kaum Alawiyah di Siria, inipung mempengruhi soliditas nasional Mesir
Pertanda lain dari dominasi akumulasi  modal yang berat sebelah,  adalah sistim land reform Mesir, yang diprakarsai oleh kaum militer muda seperti Gamal Abdul Nasser, kok bukan Ikhwanul Muslimin, meskipun Ikhwanul Musdlimin hanya ikut mendukung reform ini.
Mengenai pembatasan kepemilikan tanah pertanian yang semula th 1953 – 200 feddan dan sisanya akan dijual pada petani yang tidak punya tanah dengan mencicil pada Pemerintah, sekarang jadi 50 feddan saja, apa ini tidak menimbulkan gejolak pada golongan tuan tanah untuk melawan kaum yang memulai land reform - kelas  militer modern. Prsiden Hosni Mubarak didemo diturunkan paksa sesudah 30  tahun berkuasa, sebagaimana umumnya rezim militer, dia sengat berani menikmati KKN.  Hanya sebentar diganti dengan Presiden terpilih Muhamad Mosi, yang langsung di coup d’etat oleh kaum muliter. Ikhwanul Muslimin dibubarkan dan assetnya disita.
Apakah dengan ketidak cocokan antara Ikhanul Muslimin dengan keum Militer yang muncul dipermukaan sekarang ini dengan meng – coup de’etat dan mengadili Presiden Mohamad Morsi dengan dakwaan korupsi yang clise, menyita asset, membubarkan Ikhwanul Muslimin dengan alasan clise dicurigai sebagai simpatisan kelompok terrorist. Memperkuat dukungan Amerika terhadap rezim ini, dan untuk sementara pemerintahan ini bisa bernafas dikucuri duit kredit untuk mengimport pangan, yang kaum Ikhwanul Muslimin pun harus dapat mengatasi kekurangan produksi dalam negeri di bidang pangan ini bila mereka berkuasa.
Sebaliknya tindakan kaum militer sejauh ini nampak mendapat perlawanan hanya  di kota-kota saja sedikit mengikut sertakan kaum fellahin.
Ada ke-engganan dan penyesalan  dari kaum  tuan tanah maupun fellahin  produsen kapas, tebu/gula dan lain komoditas export terhadap monopoly pemerintah untuk membeli dengan harga yang ditetapkan, yang maksudnya selisih harga  ini untuk masuk ke pendapatan Negara.  Hal ini merambat ke komoditas staple food dari kaum fellahin karena  input pertanian yang dikuasai oleh Negara harus dibayar menurut harga pasar ( menurut konjuncture harga minyak mentah) sedangkan ongkos produksinya   makin tidak seimbang  dengan harga pembelian  Pemerintah.( google –  kata kunci Pressing economical problem in Egypt)
Ini kita di Indonesia sudah hafal dengan pengalaman kita di Bimas/ Inmas  petani tetap miskin modal pertanian, boro-boro mengakumulasinya, wong infra strukturnya saja sisa penjajahan dulu  karena korupsi dari dua sisi secara besar besaran dan sistemik. Penyediaan input disubsidi dan harga output petanian distabilkan oleh campur tangan Pemerintah Orde Baru. Bulog selalu mengadakan operasi pasar dimana disatu wilayah lagi panen ( artinya menjual beras murah), akibatnya petani terpaksa menjual pada tengkulak kroni Bulog dengan harga gabah yang sudah  anjlog, masih kembali ongkos saja sudah untung wong pupuk dan pestisida disubsidi  Dan Bulog membeli dari tengkulak gabah yang kroni Dolog dengan harga yang ditetapkan (lebih tinggi).  Input pertanianpn di mark up  mulai dari pembelian Pemerintaah dari Produsen pupuk KCl dan Supeerfosfat dan pestisida sampai  harga  distribusi dari tangan tengkulak yang menjadi kaya raya, sedangkan dari distributor Pemerintah (PT Pertani) sudah habis, dijual cash ke tengkulak.
Toh masa Orde Baru masih ada semangat swasembada pangan,  kredit untuk membeli input pertanian, sedikit saja tersedia uang untuk import pangan dalam keadaan emergensi  artinya Menterinya ditegur bila pangan harus import. Dengan membandingkan produksi dengan target swasemdada. Sedangkan setelah reformasi produksi pangan amburadul.
Presiden berfikir selama jabatannya import selalu didukung oleh kredit dari Amerika, ditukar dengan consesi tambang apa   saja sayangnya  menteri pendukungnya lebih suka menikmati kredit gampang ini, malas bekerja. Di Daerah, oleh Otonomi Daerah Penggede masyarakat contohnya Atut dan Bintih, Bupati Buol Amran  Batalipu dari Sulawesi Tengah lebih suka pada investor tebu, investor kebun kelapa sawit, tambang terbuka batubara  yang jelas memberi gratifikasi miliaran daripada membagun pertanian beserta  petani setempat atau transmigrasi membuka tanah petanian baru, yang tidak memberi apa apa selain menganggu mereka dengan persoalan permukiman baru,  yang bikin pusing. Toh Si Akil Jahanam wasit sabun Pemilu di tangan mereka ( tidak sekarang, entah nanti).

Mesir kini sangat rentan untuk menjadi Negara yang bangkrut, karena neraca pembayaran yang sangat berat ke keniscayaan import bahan pokok pangan, karena kegagalan mengendalikan jumlah penduduk selama puluhan dasa warsa. Meskipun selama itu produksi pertanian dan infra structure juga meningkat. Akhirnya siapapun yang berkuasa akan menghadapi kesulitan yang luar biasa untuk memberi makan penduduknya.
Kedepan nanti bila di Indonesia Perkebunan Tebu, Perkebunan Kelapa Sawit, tanah sawah modern yang diberikan kepada sebangsa Sugar Group, sebangsa  Sawit group, sheik dari Arab, sebangsa Hartati Murdaya Poo, yang orientasinya mengisi pasar Dunia dengan bioethanol dan biodiesel.
               Apakah hasil pertanian pangan dapat mencukupi jumlah penduduk yang tumbuh 2% setahun, sedangkan lahan sawah makin susut di pulau Jawa, tidak ada upaya membangun gantinya di luar Jawa (sama sama Sudrun antara Bupati dan Menteri akan saling mendukung, menjual konsesi tanah untuk investor besar yang memberi gratifikasi miliaran) dan tidak menyertakan petani yang sudah berdesakan di pulau jawa  lahan sawah berkurang sicara pasti ratusan ribu hectare setiap tahun mnjadi hunian dan pabrik,, sampai Menterinya yang sudrun kehilangan “road map” untuk mengetahui luas tanaman kedele tahun yang lalu hingga mendadak harga naik dua kali lipat. Siapapun Presiden nya pasti mohon mohon kredit untuk membeli pangan.
               Kelompok sudrun yang mengendarai Islam, akan putar haluan kalau bisa, medukung Amerika dan mencederai ukhuwah Islamiah, sambil mengobar kobarkan nafsu pribadi jadi  Kapitalis kalau bisa.  Menjadi titisan Raja Farouk, Sayangnya bangsa Palestina kok dengan semena mena diusir dari tanah airnya, tanahnya  hanya untuk orang Yahudi Israel, ini memaksa sudrun harus barpura pura  berseberangan dengan Amerika, suh sulitnya*)
             

Kamis, 09 Januari 2014

WAYANG KULIT/WAYANG PURWO MEMPUNYAI SEJARAH PERKEMBANGAN YANG PANJANG


Adanya  wayang kulit sebenarnya merupakan  dari kesinambungan upaya panjang untuk menancapkan Hiduisme di rakyat Jawa. Upaya ini perlu sebab Hinduisme adalah suatu jalan hidup bagi seluruh masyarakat. Maka diciptakan satu peragkat pelajaran moral untuk rakyat banyak yang mudah dicerna yaitu Epos Bharatayudha dan epos Ramayana.  Sebagai diletahui umat Hindu menganggap Kitab Mahabharata adalah Wedda yang kelima, dan Ramayana adalah cerita suci yaitu kisahnya titisan Bhatara Wishnu memberantas kejahatan dari  kaum yaksa.
Di India sendiri semacam wayang yang dirupakan layar bergambar telah dipakai dalam dakwah dan upacara mereka. Jadi cara memakai gambar besar yang merupakan layar bisa ditonton orang banyak untuk memberi ilustrasi cerita cerita yang ada dalam kitab  Ramayana maupun Mahabharata. Perkembangan dari layar bergambar  ini menjadi layar bergambar dan  dtambah boneka jadi tiga dimensi, kemudian oleh kesulitan memberi penerangan lampu yang  cukup terang, gambar dihapuskan, diganti boneka yang tangannya bisa digerakkan dan layar yang butih temaram pada waktu malam.  Ternyata boneka dua dimensi dengan lampu minyak besar yang ada  bisa menimbulkan gambar hitam putih yang berubah-ubah bentuk bayangannya, merupakan hal yang menarik untuk ditonton..
Metoda bercerita dengan bantuan peragaan layar bergambar maupun boneka tiga dimensi maupun dua dimensi meluas keseluruh kebudayaan  China dan Asia Tenggara.
Para penyiar Agama Islam mengembangkan pertunjukan wayang dengan lakon dari Mahabharata dan Ramayana untuk kepentingan syi’ar Agama Islam dengan sedikit perubahan alur cerita. Pantheon Trimurti dalam Hinduisme kurang cocok dengan konsep Islam yang Monotheis, sehingga  lalu mengubah Syiwa sebagai Bhatara Guru yang mempunyai alur silsilah dan Dewa Brahma dan Dewa Wishnu menjadi putra Bhatara Guru, dengan konsep satu Raja dari para Dewa akan memudahkan konsep keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dari  ajaran agama Samawi. Ini sebuah cara yang cerdas karena masyarakat dari berbagai macam suku bangsa di dunia umumnya sulit menerima monotheisme, yang banyak diterima oleh orang di dunia ini adalah konsep trinity, trimurty, atau pasti sedikitnya ada 3 tokoh perwujudan yang disembah. Entah itu tiga dijadikan satu dijadikan tiga, yang penting ada konsep sekutu di Ketuhanan mereka itu.

 Untungnya para ulama Islam terdahulu telah memberikan paham kepada masyarakat Jawa bahwa Tuhan itu Satu ya Satu-satunya, Tunggal, tidak ada anaknya, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, sosok Nya tidak dapat dicapai oleh panca indera manusia, karena Dia lah Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, Maha Pencipta, Berbeda dengan makhluk, tidak pernah menyerupai makhluk apapun juga.

Perubahan konsep dasar ini dibuat setelah Islam  hadir di Tanah Jawa.

Sesudah falsafah epos Mahabharata  disesuaikan dengan sistim Pantheon satu Mahadewa, kemudian Raja  Dewa ini diberi ginealogy, Shiwa diubah menjadi Bhatara Guru yang merajai Dewa Dewa, konsep Trimurty jadi pudar, karena diatas Batara Guru rajanya para Dewa masih ada Dewa tertinggi lagi. Sang Hyang Wenang, semua Dewa yang menurunkan Bhatara Guru tetap ada karena mereka tidak bisa mati.

Didunia-arcapadha atau madyapadha dalam wayang kulit ditambahkan Dewa lagi sekeluarga yang urutannya lebih tua dari Mahadewa / Bhatara Guru  raja juga bapak para Dewa  yaitu Semar sekeluarga  anak anak dewa Ismoyo atau Semar atau Lurah Bodronoyo yang tertua  Gareng, Petruk dan Bagong  paling muda. Semar dan anak anaknya ditugaskan untuk membimbing dan mengawal serta melayani Ksatria muda atau Ksatria sapa saja yang sedang melaksanakan tugas dari Dewata. Dewa yang menjadi manusia pelayan para Ksatria inilah yang menjadi favorit penonton wajang purwo/wayang kulit dengan banyolannya lawakan yang disertai tarian (wayang kulit) dan nyanyian ( Dalang) terutama dimengerti oleh anak anak, dengan lawakan slap sticknya
Waktu pertunjukan semalam suntuk ini dibagi dalam tiga bagian besar dari jam tujuh sore sampai jam dua belas malam waktunya anak anak dengan perang kembang ( perang tanding antara Ksatria yang lagi berangkat bertugas melawan para makhluk manusia liar ( perintis  kroni dari balatenrara Raja Seberang  -baik berupa raksasa maupun berupa jin syaitan yeng menghalang halangi jalan) Disini ada pelajaran mengenai bedanya budaya bermasyakat yang teratur berhadapan degan budaya hidup bermasyarakat yang acak acakan makanya mereka dijuluki  kurang ajar. Dalam Perang Kembang, selalu dilakonkan dengan perang tanding seorang lawan seorang – karena Dalang tidak mungkin melakukan perkelahian wayang lebih dari sepasang kan tangannya hanya dua, bagian Ksatria sebelah kanan dan bagian lawannya yang kurang ajar sebelah kiri layar. Pihak kiri biasanya badannya besar dimainkan oleh Dalang  berkelahi dengan berguling guling, melempar batu batuan. Sedangkan Ksatria mengakhiri perang tanding dengan panah yang ampuh/ atau keris milik yaksa yang menghalangi jalan.
Jam duabalas malam sampai jam tetenga tiga adalah waktunya orang dewasa dimana dalang menyindir, menghibur dan member harapas kepada penonton yang sudah dewasa.Dalang biasanya melewatkan waktu ini dengan memainkan wawancara antara Pandita dan Semar, atau antara Prabhu Kresna dan Ksatria Pandawa atau Ksatria mana saja yang akan menunaikan kewajiban.
Jam setengah tiga pagi hingga menjelang subuh waktunya memenangkan yang benar dan mengalahkan yang salah dengan peperangan tanding satu lawan satu dan senjata pamungkas. Dengan wanti-wanti senjata pamungkas ini hanya dipergunakan bila  lawan  seimbang, bila tidak Dewata akan murka dan memberikan kutukan.
Mengenai nada gamelan yang ditabuh, pada sure hari menjelang hingga menjelang tengan malam akan benada “pelog” artinya bernada rendah, tsetelah tengah malam dengan pertanda dari Dalang akan ditabuh gamelan bernada tinggi nada “Sledro” pertanda ini dinyatakan dengan “suluk” yaitu monolog Dalang dengan menyanyika syair namanya “suluk”.
Salah satu suluk, yaitu “suluk  Manyuro”  yang artinya burung merak,  untuk berganti nada lebih tinggi disajikan dalam bahasa Jawa Kuno, yang menggambarkan istana Pesanggrahan raja Hastina yang terletak ditepi hutan tutupan khusus bagi Raja berburu :
Wus bang rahina,  - Ufuk timur sudah memerah
Hayang Aruna kadhi netraning ogha rapuh – matahari merah seperti mata  sakit
Sabdaning kokila ring kanigara, saketer wuwusing winipanca, - bunyi burung  berkasih kasihan di pepohonan, bagai seruling lagi mendendangkan cinta
Papetoking ayam wana , panguwuhing mrak ring pagagan- kotekan ayam hutan memanggil anak, bunyi merak melengking di huma.
Bramara ngabareng kusumo ring parahasyan arum. – watunya Lebah gung membangunkan  bunga di kamar yang harum.
Bagi sastrawan yang mengerti bahasa Jawa Kuno,  bila syair ini didendangkan Dalang yang suaranya bagus dengan nada tinggi  disertai biola Hindu (Rebab) untuk mengambil nadanya,  akan sangat romantis. *)
Lanjutnya akan disajikan pembuatan wayang kulit.                       

Jumat, 03 Januari 2014

WAYANG PURWA ATAU WAYANG KULIT TELAH MENYUMBANGKAN FUNGSINYA UNTUK MENGERAKKAN HARKAT JIWA ORANG JAWA


Di tulisan ini saya sengaja meletakkan subjek ”wayang purwa atau wayang kulit” sebagai perangkat budaya Jawa yang telah berhasil mendasari cetak biru dari idealisme jiwa orang Jawa, jaitu cetak biru ksatria yang wutuh dan membenci kadholiman pada umumnya.    Bagaimana tidak ? 
Selama Dunia bergolak menjelang Perang Dunia ke II, Pendudukan bala Tentara Dai Nippon selan tiga tahun disambung dengan Perang Kemerdekaan selama lima tahun, masyarakat Jawa dair Banten Sampai Banyuwangi toh tetep menjalaini rutinitas kehidupan sehari hari yang menyangkut kegiatan jasmani dan kegiatan rokhani mengalami penindasan perang dengan kekurangan. Tapi masyarakat Jawa selama pendudukan terntara Dai Nippon dan perang kemerdekaan di pelosok  desa desa di pulau Jawa masih ada hiburan perhelatan khitan, perhelatan temanten, ada hari Kemerdekaan 17 Agustus yang sering dirayakan dengan pagelaran wayang kulit dengan dalang  Dalang dari lain  yang ternama dari Kabupaten lain, ada waranggono dari jauh yang tersiar dari mulut ke mulut, menghibur rakyat sekitanya terutama anak anak dari kurcaci sampai pemuda ABG.
Setiap ada tanggapan wayang kulit lakon apa saja baik siang maupun malam, tabuhan gamelan pasti terdengar sampai jauh menyeberang beberapa  hamparan sawah yang luas dan kita sebagai anak laki laki kurcaci antara umur 6 – 15 tanun tanpa ada yang bisa menahan selalu berbondong bondong menuju ke desa dimana suara itu berasal. Pulang sesudah pertunjukan selesai bisa sampai besuk subuh, yang kami bawa pulang adalah bau badan yang khas, bisa tercium dari jarak yang jauh, keringan hasil dari berdesakan duduk di seputar layar atau di belakang Penabuh gamelan ada yang sambil tekantuk kantuk dan mulutnya mengilar ada yang duduk berhimpitan sambil melongo. Ini yang membuat simbok simbok kita, nenek-nenek kita selalu marah-marah. Karena pertunjukan wayang kulit ini  multi demensi, menambah kesenangan anak-anak menyajikan banyolan dan perng tanding antara bangsa raksasa/daitya melawan ksatria favoritnya anak-anak sampai memberikan wawasan pada hal gaib dan hukum Yang Maha Kuasa yang selalu merunuti bersama kehidupan  manusia.
Saking dalamnya contoh perkelahian seorang lawan seorang di pedalangan mereka tidak pernah ada yang tawuran kayak sekarang.
Pada kurun  waktu sepuh tahun mulai perang Pasifik hingga perang Kemerdekaaan hampir tidak ada hiburan umum. Rakyat kecil butuh disentuh semangat dan harapannya untuk gigih bertahan melewati segala kesengsaraan akibat konflik fisik yang sampai satu generasi. Alhamdulillah para dalang pada waktu yang kritis itu seperti tradisinya  “infallible” tanggap. Bimbingan para Pemimpin terutama Bung Karno dikumandangkan sampai ke pelosok desa menyegarkan harapan rakyat kecil yang sudah sangat berkorban. Para Dalang memang biasanya peka dan meraba tanpa salah apa yang dihati pendengarnya memberikan hiburan bathin dengan harapan harapan sebagai harapan para Pandawa akan memenangkan Bharata Judha. Makannya lolos sensor dari Kenpeitai Balatentara Dai Nippon yang sangat ketat.
Lain halnya dengan luka parah jiwa penduduk pedesaan, mereka yang teriris-iris karena tulang punggungnya secara fisik dibinasakan sebagai penerima Land Reform - sesudah UUPA no 5 tahun 1960 dilaksanakan.
Kapan pada saat itu lebih dari satu juta hectare tanah Pabrik Gula di redistribusi kepada tani gogol ( buruh tani Pabrik gula) yang dahulu tergabung dalam BTI yang  diterngarai sebagai onderbow dari PKI,  bertabrakan dengan kepentingan petani papan atas yang telah secara tekun de facto menjadi boss tanah tebu yang berpengairan sangat baik ini, untuk menanam padi. Mereka jaman itu tergabung dalam PNI Osa. Usep,  Anshor/Banser dari NU dan Masyumi.
Konflik horizontal yang merupakan pembantaian mirip “the killing field”  ini lantas diabaikan, dihilangkan jejaknya hingga sekarang,  akibatnya  para Dalang yang sudah terbeli oleh Orde Baru di samping takut  dibawah arahan Babinsa dan Koramil, mereka jadi menumpulkan diri dan abai terhadap kagelapan yang meliputi jiwa keluarga para petani jang mendapat bagian tanah.  Kebanyakan dirampas kembali oleh pengelola sebelumnya, sehingga kelompok besar petani  meskipun mereka adalah pengggemar wayang kulit, hanya beli kaset Ki Nartosabdo yang tetap pada pakem, paling paling mengeritik tata bahasa para Dalang pada umumnya,  netral dari propaganda politik Orde Baru kala itu.
Hampir semua para Dalang menjadi tumpul tidak peka terhadap kegelapan jiwa sebagian besar petani di Jawa tengah dan Jawa Timur. Daerah ini secara Nasional mewakili empat puluh persen wilayah berbengairan teknis yang ditanamai padi. Jumlan buruh tani pabrik gula ini meliputi hampir 70 persen petani tanpa tanah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Akibat dari jaman Orde Baru wayang kulit jadi konsumsinya orang yang sangat kaya, pajabat executive tingkat Bupati keatas,sehingga mendapatkan kucuran dana untuk pemperbaharui sama sekali tekhnik pentas dengan puluhan waranggono ( penyanyi puttri) pintar untuk menari dan menyanyi lagu Jawa moderen “campur sari” yang sangat nge “pop” sehingga mencapai tingkat yang sangat entertaining, dan sangat mahal.
Sebaliknya di desa-desa Jawa Tengah dan Jawa Timur, keturunsan 70 % petani gogol/ buruh tani pabrik gula mengalami metamorphosis, jadi TKI, jadi penghuni kota kota tukang bakso, tukang soto mie, sangat resilient dan adaptive,  juga WTS dari segala kelas dan pemulung telah melupakan wayang kulit sama sekali. Walaupun di kampung kampung perkotaan jam jam tertentu bila ada Stasion TV menayangkan serial dari India “Mahabharat” menjadi sepi pada nonton didekat TV, sayang mereka sudah terputus dari “adhi luhung”nya seni yang telah menjadi seni Keraton, semenjak zaman Wali wali Islam yang menciptakannya untuk dakwah, digelar untuk umum.  Para Dalang mengalami lupa diri meninggalkan infallibilitas menanggapi  kegelisahan dan derita rakyat yang mendalam karena  peristwa yang sangat mengguncangkan di tahun 1965. Walaupun tokoh-tokoh sejalan dengan Gus Dur almarhum dkk dalam NU, sudah menandai keharusan adanya rekonsilisasi Nasional tapi masih mendapati sikap keras kepala dari golongan  pelaku peristiwa 1965 yang lain yang masih hidup. Ini semua memang adalah konsekuensi politik dunia dua kutub di masa lalu, di masa datang jangan ada lagi bunuh-bunuhan gara-gara politik, seperti halnya di Suriah sekarang.
Selain itu wayang kulit sudah tidak jadi sumber pelurusan jiwa massa petani di Jawa Tengah dan Jawa Timur, mati karena tercerabut dari akarnya, yaitu “infallibility” menanggapi kegelisahan  penghuni pedesaan.
Ini yang para Budayawan dan Akhli Komunikasi sangat menyayangkan, karena mereka belum sempat menciptakan perangkat komunikasi massal yang sekomplit wayangg kulit/wayamg golek.(*)

Selasa, 03 Desember 2013

GENERASI “BELAJAR’ DARI MASYARAKAT KITA

Kedengarannya judul tulisan ini kok klise, sebenarnya tidak, buka klise tapi terbukti pada banyak reaksi dari banyak unsur masyarakat yang menanggapi reaksi masyarakat dengan alasan  yang mentah dan emosional, sebagai pasangan dari sikap yang matang dan rasional. Misalnya “money politik” terhadap pemilih yang diobral oleh satu “dinasti” pada pemilihan Kepala Daerah kok ya membuahkan elektorat yang emosional dan fanatic dan malah memenangkan suara, yang menang menyuap Akil Mukhtar yang kalah ngamuk, kasus kasus “sara” yang sering meletus marak dengan alasan yang sepele, Kasus putusan Pengadilan terhadap satu anggauta kelompok profesi, yang bila terjadi di masyarakat yang sudah matang dan rasional ditanggapi dengan perilaku yang anggun, tidak membakar emosi, dan cerdas. Kok malah “demo” mogok kerja berslogan “yang ini jangan digitukan” seperti para Dokter  kemarin.
Yang memprihatinkan bunyi twitter dari adikku -saya sebut saja adik, karena umurnya lebih muda dariku, kalau saya sebut mbak, kan tidak kena- Ratna Sarumpaet, yang mencanangkan dalam twit-nya intinya– "Bila Kekuasan sudah menggumpal dari golongan  unsur apa saja,  telah mengkhianati rakyat dengan KKN, ya REBUT SAJA."
Saya memang sudah tua umur saya 75 tahun, meniti tebing jurang tidak berdasar selama 35 tahun Orde Baru berkuasa, bukan saya takut konsekuensi dari ide ini, tapi mbok ya mikir, pertanyaan dari twitter lain “Caranya gimana Bu ?”
Dalam keadaan sekarang pekik perjuangan sejenis ini sangat mudah untuk jadi bahan provokasi massal dan pembersihan massal. wong efek  dari indiscriminate genocide, akibat digelarnya propokasi dokomen Gilchrist tahun 1965 yang membuat darah kita membeku, tidak jelas hingga sekarang.  Empat puluh delapan tahun yang lalu hingga sekarang belum hilang dari kenangan rakyat yang mendapat bagian tanah dai UUPA No 5 tanuh 1960 yang akhirnya dibantai. Saya sangat mengharapkan adik adik saya untuk selamanya tidak akan mengalami indiscriminate murders seperti tahun enampuluh lima, yang dengan ngototnya diingkari oleh pelaku pelakunya hingga sekarang, yang kini masih bergentayangan dimana mana.
Saya ya ngerti betapa jengkelnya adik saya ini menghadapi keadaan di tanah air kita dewasa ini. Pertahankan semangat merubah keadaan kearah yang lebih baik, bersama sama dengan seratatus tiga puluh juta pemilih.
Ada fihak lain yang menunggu nunggu kesempatan untuk mengadu domba dan melaksanakan pebersihan fisik seperti yang terjadi di tahun enampuluh lima terhadap sesama bangsa kita yang tidak  disenangi oleh Penguasa Dunia. Banyak kekurangan kita.
Rakyat pemilih kita sudah lebih dari 130 juta orang, dalam alam demokrasi liberal masa kini menentukan warna kekuasaan. Semoga bangsa ini cukup cepat belajar untuk bertahan seutuhnya.
Jadi sebenarnya gampang saja, bersabar untuk menunggu para pemilih jadi pintar, mengerti akan kepentingannya sebagai masyarakat yang berbudaya dan berkeadilan. Sesudah itu baru berkecukupan.
Pintar tidak terjadi dengan sendirinya, pintar karena belajar menerima orang lain, yang bukan kliknya
bukan puaknya, bukan saudara seimannya. Pintar karena mengerti satu satunya tempat untuk
mempejuangkan nasibnya dan nasib keturunannya adalah Negara ini, dengan Bangsa ini yang ditakdirkan ada sampai kini. Ketahuilah sejarah bangsa lain, sampai tuntas secara cerdas.
Alat ada : alat computer ada, sumber informasi ada dimana mana, dengan mudah terjangkau sumber sumber bembelajaran yang beraneka ragam. Asal jangan terpancing emosi yang sengaja ditiupkan untuk mengadu domba  sampai  kita babak balur semua. Percayalah bahwa era ini mulainya semua kepalsuan, korupsi kolusi nepotisme akan terbuka kedoknya dengan serta merta. Yang diperlukan hanya mengetahui “track record” alias “jejak rekam” seseorang yang bisa di umumkan lewat mass media public dengan “citizen journalism” dan “Pewarta Masyarakat” ya tentu mengingat UU ITE, sebagai wahananya yang nyaris tanpa beaya.  Kita gampang tahu jejak rekam si "Tuan Sutan Kerikilbatara" waktu kecilnya ( Harigini kok masih ber-sutan, emangnya zaman Siti Nurbaya ?), mengangkat dewasanya, kemudian menjadi warga masyarakat, perilakunya,  dari citizen ournalists para tetangganya, lha kemudian ya tidak heran prilaku persahabatan apa antara dia dengan Penggembala Sapi Perah dan berapa banyak susu telah dia tenggak gratis yang secara hukum sulit dibuktikan, tapi dari track recordnya kita bisa memotret perilakunya selanjutnya, sehingga yang terpenting ya jauhkan dia dari Kekuasaan apapun di Negeri ini, kan anda yang memilih ?(*)

Sebagai blogger usia saya sudah 75-an, saya lahir di tahun 1938, jadi pemikiran saya, juga pengalaman saya di lima jaman (Jaman Belanda, Jaman Jepang, Jaman Revolusi Kemerdekaan, Jaman Orba dan Jaman Reformasi) sebisa mungkin saya tuangkan, semoga bisa menjadi wacana.

Senin, 11 November 2013

EMBAH PUTRIKU DAN PERSOALAN PENUAAN


Saya ingat benar, sekitar Tahun tujuh puluhan (1970-an) embah putriku sudah berusia lanjut, mendekati delapan puluhan. Saya sendiri lahir tahun 1938.  Beliau, embah putriku itu sudah sangat lemah hanya bisa berbaring dan menggerakkan kaki tangan sekadarnya, bisa miring ke kanan dan kekiri, ingatannya masih sangat baik. Putra purtri beliau ada delapan yang tertua Ibu saya. Putra nomer enamnya serorang dokter, kala itu bekerja sebagai dosen di Universitas Diponegoro, telah mendapatkan masternya di Amerika, bea siswa Universitras Gajah Mada.Embah putriku itu menderita keropos tulang dan akibat usia lanjut. Keluhannya hanya tidak lancar BAB dan minta diberi obat pencahar dari putranya yang professor itu, toh tidak dikasih, hanya dibawakan susu  jenis mahal dan diaturi nambah daharnya. (Dianjurkan nambah makannya). Keluhannya mengenai ketidak lancaran BAB diderita sampai akhir hayatnya beberapa tahun kemudian, hingga saya tidak sampai hati dan tidak bisa menolong beliau karena waktu belum ada PC dan google untuk tanya.
Sekarang umurku sudah tujuh puluh lima tahun, barusan enam bulan yang lalu kena stroke ringan,  kaki tangan sebelah kanan tidak bisa digerakkan, tapi Alhamdulillah puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Kuasa, seminggu sudah bisa digerakkan kembali. Ilmu Kedokteran menandai bahwa ini akibat dari tekanan darah yang tinggi tidak terkontrol, systole diatas 150 diastole 70 dan kandungan cholesterol yang tinggi baik high densitiy lipid maupun low density lipid. Tiga bulan terkhir ini saya menderita sulit BAB, tidak ada signal panggilan BAB karena daya dorong peristaltic usus juga mengurang, daya dorong otot sadar untuk mengejan juga ikut terganggu, disamping itu juga anus sering bengkak karena dulu waktu masih muda menderita ambeien ( haemerrhoid). Karena keliru beli suppositoria untuk memperlancar BAB sedangkan anus masih bengkak malah jadi reaksi antagonis antara dorongan akibat obat suppositoria dan anus yang malah menutup karena reflex akibat bengkak, sampai terpaksa dinetralisir di UGD, entah diinjeksi apa sehingga daya dorong usus tidak spasmodic lagi, bahkan mereda. Saya diberi pengantar oleh Dokter UGD untuk consultasi ke Dokter Badah Umum, besuk paginya. Saya pulang walau masih mengantongi faeces yang sudah empat hari ! Saya ada waktu 24 jam untuk mengeluarkannya sebisa saya.  Saya nekat berdaya minum entah limabelas lembar juice daun Ungu (Graptophylum pictum L)  atau daun handeleum saya campur papaya seiris setebal empat jari dengan air seliter ! Saya minum habis karena takut  BAB ndak bisa keluar. Takut sekali akan diputuskan operasi, soalnya duit dari mana ? Aneh bin gumun, besuk paginya setelah sarapan sekenanya bubur dan minum lagi juice serupa kemarin satu liter,  saya paksa duduk di closet, mencari otot pengejan, dengan melengkungkan tulang belakang bagian dada ditarik kebelakang dan bergantian membungkuk, kok BAB bisa terlaksana dengan wujud terpecah pecah jadi gumpalan kecil kecil yang keras, ( mungkin bengkaknya anus kempis, dan fungsi juice satu liter menjelang ke closet memberikan sesuatu untuk didorong gerakan peristaltic usus). Selanjutnya semua  faeces tua keluar. Alhamdulillah. Siangnya saya tidak jadi ke Dokter Bedah Umum.
Persoalannya belum selesai, saya bersedia untuk jadi addict terhadap obat pencahar yang berwujud pill dengan dosisi anjuran 2 butir, besuk paginya pasti mulas tanda panggilan BAB.  Tapi tidak semudah itu pill itu diresepkan dokter Syaraf saya hanya terbatas, hanya dianjurkan oleh dokter syaraf saya untuk minum yang banyak dan menambah makan saya, meskipun obat pencahar itu saya bisa beli sendiri, akhirnya reaksinya makin tidak terkendali dan tidak jelas kapan ada panggilan.
Akhirnya nasihat dokter syaraf yang disertai keterangan bahwa yang terkena akibat stroke itu kan bukan otot polos usus, mungkin otot sfingtor ani terserempet sedikit pikir saya. Saya lantas memutuskan menjalani upaya semula. Saya harus bisa BAB teratur dan tanpa pertolongan obat pencahar. Saya mulai olah raga sholat khusu’ a’la ustadz Abu Sangkan dan minum juice daun handeleum 9 lembar, campur sama sepotong papaya setebal 4 jari,  saya pilih yang mengkal ditambah gula tropicana slim satu sacet, tambah air hingga  1 liter, pakai juicer biasa putaran maximum, sampai benar benar lembut , saya minum sehari dua kali satu liter juice ini. Saya juga makan sayuran daun batatas / ketela rambat kukus dengan sambal berambang asam banyak, sedikit gula jawa. Sudah satu bulan ini saya BAB selang sehari tanpa pertolongan obat pencahar dan tanpa menunggu panggilan. Nafas saya tarik dalam dalam, ternyata otot sadar/lurik yang bersangkutan itu letaknya di belakang kandung kemih, yang bisa dirangsang dengan melengkungkan tulang belakang diatas pelvis kedepan, dan tulang belakang bagian dada ditarik kebelakang. Ini cara mendapatkan pertolongan dengan daun handeleum dan olah raga sholat a’la ustadz Abu Sangkan.
Sebenarnya persolan seperti ini tidak hanya diputuskan dengan pembedahan ambaeien yang onkosnya mesti mahal, karena anjuran dokter mesti benar, tidak bisa di tolong dengan obat pencahar, atau dokter atau dukun herbal, tapi bisa dengan “enema” yaitu memasukkan cairan sabun, tentu saja bukan bagi penderit ambaeien yang sudah beradarah, bahkan cairan kopi organic lewat dubur, yang merupakan cara alternative, yang rupanya tanpa anjuran dokter, mrskipun cara ini ada di khasanah kedokteran, mungkin karena ribet dan tidak menggandeng perusahaan Pharmasi raksasa ( cari di google dengan kata kunci “ konstipasi” atau “enema” semoga berguna.(*)

DIALEKTIKA ALAM, DIALEKTIKA SEJARAH DAN IKHWAL UL MUSLIMIN DI MESIR

DIALEKTIKA ALAM

Bila diketik di google dengan kata kunci “dialektika” tentu akan keluar segala urian mengenai “dialektika pembebasan” yang rumit dan panjang lebar mengenai pembebasan fikir. Padahal dilektika alam adalah aksioma dasar yang terjadi di alam benda  alam materi-energi, yaitu, JUGA SUNNTULLAH
Dalam alam ini ada hukum “mendua yang tak terpisahkan”
 untuk menerima keadaan alam yang memang begitu, misalnya “Hidup” bisa dipandang sebagai kehidupan wadag dan rokh yang  sangat berbeda dan tak terpisahkan, seperti positive dan negative, seperti siang dan malam, jantan dan betina dan seterusnya. Hal ini sudah ditemukan oleh kebudayaan manusia yang paling kuno di India prinsip rwa binedha dan Tiongkok prinsip im dan yang.
Ada hukum “ sebab dan akibat” Yang oleh masyarakat Hindu dari dulu sekali sudah menjadi prinsip hidup di dunia yaitu hukum karmapala, sebabnya pasti lebih dulu dari akibatnya, orang tidak bisa lepas dari karmanya sendiri, harus dibayar kapanpun di kehidupan kehidupan manusia.
Ada hukum “pertumbuhan dan perkembangan” dimana dalam alam pertanian dimengerti bahwa tumbuhan mesti tumuh sel selnya menjadi banyak dulu, secara kuantitative baru pada tahap tertentu atau tumbuhan pada umur tertentu atau pembelahan sel sel secara vegetative atau pembelahan menambah jumlah sel sampai tingkat tertentu baru terjadi pembelahan reduksi artinya jumlah chromosome dalam selnya menjadi separo yaitu sel telur dan sel tepung sari, sel dengan kualita baru, ini namanya perkembangan. Makanya petani mencangkok cabang yang telah berbuah, pasti nantinya akan cepat berbuah karena sel sel pucuknya sudah mengalami “perkembangan” artnya sudah cukup banyak kali membelah diri, menjadi berlemampuan untuk berubah membentuk sel gameet dan masih banyak lagi contoh hukum alam yang satu ini.
Ada hukum “keharusan dan kebetulan” yang menguasai kejadian apapun dialam ini, seperti keharusan kiamat yaitu bertabrakannya benda benda langit satu sama lain yang merupakan keharusan karena ruang kosmos dipenuhi oleh kerapatan benda benda langit, tapi bahwa itu terjadi pada satelit buatan yang ditabkra meteor pada saat tertentu itu adalah kejadian kebetulan, yang sudah harus diperhitungkan oleh pembuatnya.   
Hukum hukum alam semacam ini dihimpun dan dalam kebudayaan manusia alam pikiran manusia, pemikiran  mudah di sistimatik kan dan diatur tidak mudah diselewengkan. Masih banyak hukum alam selain yang menjadi contoh diatas yang didapat dari google dalam bahasa Inggris dengan kata kunci bahasa Inggris “dialectic” tidak dalam bahasa Indonesia “dialektika”
Dialektika sejarah manusia didesak oleh motor utamanya kepentingan ekonomi, kepentingan perut. Era demi era silih berganti. Mengacu dari kenyataan bahwa manusia adalah makhluk individu dan makhluk bermasyarakat yang dalam kesatuan yang tak terpisahkan.
Di Mesir, Negeri paling kuno manusia sudah berbudaya, berkat Sungai Nil yang meluberi tanah tanah yang menjadi amat subur dilembahnya, merupakan negeri Mesir, dengan piramida piramida yang merupakan bangunan bikinan manusia sangat besar sejak ribuan tahun sebelum Masehi.
Tidak heran bhwa tanah tanah itu diperebutkan dan dikuasai oleh penduduk Mesir dengan segala cara, tetap saja harus ada yang bertani disana yang artinya mengerjakan kerja berat mengangkat dan mengangkut. Begitu suburnya lembah Nil ini sehingga makan buah gulma berupa ceplukan saja masih sangat lebih baik dari terbuang dipadang pasir.
Masyarakat Mesir juga mengalami pertentangan pertentangan seputar hak atas tanah yang subur ini tentunya, baik dengan bangsa lain maupun dengan bangsa sendiri. Segala dalil dan kecerdasan para Dewa dan Dukun Mesir telah digunakan untuk membela kepentingan Pharaoh Pharaoh sepanjang ribuan tahun untuk menguasai hasil kesuburan bhumi sungai Nil ini.
Islam telah datang ke Mesir sejak zaman Sahabat Nabi masih menjadi Khalifah menggantikan Rasulullah, dan jelas membela kepentingan kaum Fellahin/Petani. Ada hadist yang menceritakan bahwa seorang Gubernur di Iskandaria dikirimi satu tulang selangka busuk yang ditoreh pedang kepadanya oleh salah satu sahabat Nabi yang menjadi Khalifah, karena mengusir gubug reot orang setempat yang merusak pandangan istana yang dibangunnya. Begitu kiriman itu diterima  pengusiran si miskin dihentikan ( konon si miskin itu orang Yahudi, jadi Islam jelas tidak mengikuti azas stereotype).
 Menurut sumber dari: id.wikipedia.org/wiki/ikhwanul muslimin. masa masa  awal.  Singkatnya -Ikhwanul Muslimin didirikan pada tahun 1928 bulan Maret, oleh pedirinya Hasan al Banna dan enam kawannya. Tahun 1934 menerima anggauta muslimah. Tahun 1948 ikut berperang melawan Israel. Organisasi ini dibekukan oleh Perdana Menteri Mesir Fahmi Naqrasyi tahun 1948.
Hasan al Banna dibunuh bulan Februari 1948. Ikhwaul MUslimin direhabilitasi tahun 1950, pada
saat Perlemen dipimpin oleh Mustafa al Nuhan Pasya.
Kaum militer dipimpin olrh Muhammad Najib mengajak IM bersama sama menggulingkan Raja Farouk, dtolak oleh IM, yang menganggap revolusi penggulingan monarchi ini hanya untuk diganti dengan kaum mliliter, akibatnya IM dianggap tidak revolosioner.
Anwar Sadad membebaskan anggauta IM yang pipenjara tahun 1970, Ismail Tamisani memimpin IM, menempuh jalan moderat tidak bertentangan denga Penguasa.
IM menolak Al Qaeda, menolak terorisme, meperjuangkan terbentuknya “Dien” yang berazaskan Islam, (suatu bangunan masyarakat yang monolith berazaskan sepenuhnya pada Islam) dengan landasan:
1.    Tujuannya adalah Allah –Allahu ghayatuna
2.    Rasulullah adalah teladan kami – Ar Rasul qudwatuna
3.    Al Qur’an adalah landasan Hukum kami—Al Qur’an anshinuna
4.    Jihad jalan kami—Al jihad sabiluna
5.    Mati sahid dijalan Allah cita cita kami yang tertinggi—syahid fisabilillah asma amanina
Sebagaimana yang diketahui umum ini adalah  cita cita seorang muslim/muslimah untuk mewujudkan dan melandasi “dien” yang didambakan. Singkatan dari sumber diatas selesai

Tidak mengherankan bila fellahin yang ribuan tahun hasil kerjanya dirampas kelas feudal dan militer dirasa jauh  dari “ dien” Yang di cita citakan, fellahin/pertani penggarap yang paling rendah mengerti hanya seputar perutnya sekarang. Meskipun Negeri Mesir sudah menjadi kesultanan lama sekali saya yakin bahwa kaum fellahin masih terbelakang hingga sekarang. Sedangkan kebenaran sejarah mengenai pertumbuhan dan perkembangan masyarakat manusia mengenaI Individualisme dan sosialisme masih butuh waktu yang panjang, hingga “dien” terbentuk tanpa cacat. Sebab sebelum itu masyarakat Islam sebenarnya sudah dibekali dengan azas yang diikrarkan setiap saat : Bismillahirakhmanirakhim, keenakan jadi  tuan tanah.
Alangkah jauhnya "dien" yang dicita citakan dengan penindasan petani fellahin saat itu.
Andaikata prmikir mereka bisa menganalisa situasi dengan hukum hukum dialektika sejarah yang berputar putar sekitar isi perut, mereka pasti secara nyata berpihak pada fellahin untuk memperbaiki sistim kepemilkan tanah dan sistim bagi hasilnya. Mempraktekkan ikrar Bismillahirrokhmanirrokhim, untuk selanjutnya dengan kaum fellahin mencita citakan "dien" bersama sama dengan kaum bawah.
Memang mungkin anggauta IM adalah pedangang, mungkin juga termasuk soudagar komoditas pangan yang selalu bisa dimanipulsikan karena fluktuasi  produksi pertanian yang banyak saat panen dan langka saat tanam.
Malah kaum MIliter Muda Kolonel Gamal Abdul Nasir yang mencanangkan land reform dan sosialisme Mesir. Tentu saja IM hanya berperan penggembira saja.

Tidak heran sekarang kaum militer menahan Presiden Nursi dan menuduhnya korupsi, membekukan Ikhwanul Muslimin tanpa ragu ragu, mengetahui bhwa IH tidak berakar dalam masyarakat tani yang besar, dengan kekuatan militer dan intelligent mereka,
Apakah ini benar bahwa Presiden dukungan Ikhwahul Muslimin korupsi ? Apa benar bahwa Ikhwanul muslimin tidak berdaya menghadapi kaum militer Mesir yang mempunyai sejarah dan tradisi yang panjang ? (*)
 Oleh : Subagyo, Ir, Msc, umur 75 tahun, status : tetap berpikir dan membaca                 .  . 

Minggu, 06 Oktober 2013

PATIENT PROTECTION AND AFFORDABLE CARE ACT YANG DIRIBUTKAN MSYARAKAT KAYA AMERIKA SERIKAT


Presiden Obama merasa risih, rakyatnya membayar dua kali lipat dari rakyat Canada untuk membeayai pelayanan kesehatannya per kapita per tahun, begitu juga sekian kali lebih banyak dari Negara Negara industri seperi Negara Negeri Europa Australia bahkan Israel, tapi apa yang didapatkan melainkan harapan hidup yang lebih rendah. Dari www nytime.com/2013/09/30/opinion Krugman – rebel without clue –html?-gre-recg 
Maka dari itu Administrasinya menciptakan Peraturan PPACA tersebut diatas yang isinya saya dapat dari summary ACA .  Sayangnya dapat sandungan dari Partai Republik, dan cemoohan dari para Calo disana, yang oposisi bahwa plavon belanja Negaranya tidak bisa ditambah lagi dengan surat hutang Negara yang diedarkan. Lho kok kalok tahun depan sudah dianggarkan kan mesti dibayar ? ( Negara “Jajahan” yang mesti nombokin kan banyak – Penulis)
Terejemahan dari  rincian inti sari ACA ini:
Undang undang Perlindungan dan Pelayanan Keterjangkauan (Affordable) Kesehatan Masyarakat akan memastikan bahwa semua Warga Negara Amerika mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan akan merubah pelayanan kesehatan masyarakat sesuai dengan beaya yang wajar. Jawatan Pembiayaan pada Konggres (CBO) memastikan bahwa perlindungan Pasien dan Pembiayaan yang terjangkau (affordable) dibeayai, disediakan sampai 94 % untuk rakyat Amerika, masih dibawah $ 900 miliar batas yang didapat oleh Presiden, bisa merundukkan kurva pembeayaan kesehatan, sehingga bisa dinikmati dalan sepuluh tahun dan bertahun tahun mendatang.
Undang undang Perlindungan Pasien dan Pelayanan Beaya Terjangkau kesehatan Masyarakat terdiri dari Sembilan Bab, menyangkut kompnen terpenting dari reformasi pelayanan kesehatan umum ini.
1. Kualitas Pelayanan Kesehatan untuk seluruh rakyat Amerika
2. Menggalakkan Peranan dari Program untuk Masyarakat.
3. Memperbaiki kualitas dan efisiensi Pelayanan Kesehataqn Masyarakat
4. Pencegahan dini penyakit penyakit kronis dan memperbaiki pelayanan kesehatan Masyarakat
5. Mencukupi tenaga lapangan dibidang kesehatan masyarakat
6. Transparansi dan kejujuran setiap Program Kesehatan Msyarakat
7. Memperbaiki pelaksaan antara Pelayanan Kesehatan Msyarakat dengan penemuan-penemuan baru          mengenai bidang therapy.
8. Membantu pemeliharaan kesehatan masyarakat, dengan pelayanan dan bantuan nyata. 
9. membereskan administrasi penerimaan.
Bab 1
Undang undang mengenai kualitas pelayanan pasien dan kewajaran beaya mulai tahun 2014,  secara nyata akan ada perubahan untuk perorangan dan untuk kelompok kecil sebagai pasar asuransi kesehatan untuk rakyat Amerika, menghapus aturan pesanan pelayanan kedepan untuk dijual lagi, menolak nasabah karena alasan alasan kesehatan sebelum jadi nasabah. Mencapai tujuan ini tanpa menaikkan premi asuransinya, berarti seluruh rakyat Amerika dapat menjadi bagian dari PPCA.
Hutang untuk bayar  pajak perorangan maupun keluarga akan memastikan semua warga Amerika dapat ikut di dalam asuransi kesehatan  hasil pembaharuan ini. Pengaturan kembali pelayan kesehatan ini tergantung dari unsur-unsur penting keberhasilan misi ini. Reformasi sistim asuransi kesehatan, akan makan waktu.
Segera akan ada perubahan mulai 2010, oleh implementasi PPCA
- menghapus batas waktu asuransi kesehatan setahunan yang tidak masuk akan
- mencegah dihentikannya kontrak asuransi kesehatan. Nasabah akan dihindarkan dari penolakan atau penetapan premi berdasarkan kondisi kasehatan, seringnya nge-claim, informasi genetis, bukti adanya kekerasan dalam rumah tangga,atau hal yang ada hubungannya dengan risiko kesehatan.
- Premi hanya berbeda menurut structure keluarga, geografi, beaya hidup nyata, pemakaian tembakau, partisipasi dalm program kaehatan, dan umur ( by not more than three to one ) ndak ngerti maksudnya
Ketersediaan asuransi kesehatan yang meng-cover: adanya rencana penyehatan oleh fihak yang qualified, bisa ditawarkan untuk keuntungan seluruh penduduk Amerika . 
- Beaya harus menutup pelayanan terpenting kesehatan dengan emperhitungkan batas beaya atas beban sendiri sehingga tidak diluar kemampuan tabungan umum seseorang, bisa ditambahkan, untuk pasar asuransi kelompok kecil, bagi perorangan tidak lebih dari $ 2000, dan bagi keluarga $ 4000. Penggantian beaya akan ditawarkan dengan tingkat, tergantung kemampuan pembayaran tertanggung tingkat platina bayar 90% , tingkat emas 80%, tngkat perak 70% dan tembaga 60 %. Untuk golongan bencana lebih murah, bagi golongan umur dibawah 30   

- Dibutuhkan upaya preventive pada pelayanan kesehatan dan imunisasi.
- Dibutuhkan tawaran asuransi yang seragam agar rakyat Amerika memilih perusahaan asuransi yang aturannya seragam dengan perusaah asuransi kesehatan yang lain.
- Memperpanjang umur tertanggung (oleh keluarga) hingga umur 26 th.
- Menyeragamkan document tanggungan asuransi kesehatan sehingga pilih apapun perurahaann asuransi kesehatan akan sama.
- Mencegah perusahaan asuransi yang bukan menangani bidang kesehatan, unutk ikutan.
- Memastikan tertanggung memiliki access untuk banding dengan effective, dan menyediakan tempat untuk mengadu, memberi bantuan untuk pemohon untuk diterims dalam lindungan polis.
- Menciptakan program re-asuransi sementara untuk membantu yang undur kerja dini
- Membembentuk portal internet, untuk membantu orang Amerika yang mencari pilihan asuransi kesehatannya.
- Memberi fasilitasi upaya menyederhanaan berkas administrasi asuransi kesehatan warga untuk menurunkan beaya. 
Reformasi pasar asuransi kesehatan: Mulai 2014, setiap Negara Bagian akan menyelenggarakan penawaran asuransi kesehatan untuk perorangan dan pegawai kecil untuk mendapatkan liputan asuransi kesehatan. Rencana yang dikaitkan dengan program kesehatan yang telah di nilai kualitasnya, dengan perbandingan yang nyata gengan cara diseragamkan sehingga pelihan dijatuhkan untuk mendaftas sdebagai nasabah dengan blangko peendaftaran seragam dan gampang. Seseorang yang lolos untuk mendapatkan kredit guna membayar pajak didaftar terlidungi oleh perusahaan asuransi yang ditunjuk. Pendatang yang tidak terdaftar tidak dapat meneri dapat menerima kredit guna membayar pajak. Menteri Kesehaatan dan Pelayanan Masyarakat (HHS).



Meliputi pasar perorangan dan pasar untuk kelompok kecil diseluruh Negara, peraturan baru akan menghentikan permborongan pelayanan medis untuk dijual kembali, nasabah akan terhindar dari perusahaan asuransi calo. Dibentuk usaha non profit koperasi nnon profit. Negara juga berkesempatan membentuk progam kesehatan non medic, dan untuk mereka yang perpenghasilan rendah, Negara juga juga dimungkinkan membentuk upaya bantuan lain, bisa membentuk badan pejualan asuransi antar Negara Bagian, dijamin tidak aka nada uang Negara unutk usaha aborsi.
Membuat liputan asuransi kesehatan yang terjangkau (affordable): Dibentuk kemungkinan kredit untuk membayar pajak bagi mereka yang berpenghasilan antara 100 dan 400 persen diatas ambang garis kemiskinan (PPL) kira kira $ 88 000 per tahun dari keluarga 4 orang. Kredit ini diperhitungkan progresif dari dua persen yang berpenghasilan 100   persen dari PPL , meningkat ke 9,8 persen untuk yang berpenghasilan 300 -400 persen  dari PPL. Jika ditanggung oleh majikan kelangsungan cicilannya maka majikan menanggung kurang dari 60 peren premi, maka karyawan dapat menerima kredit untuk pembayaran pejak. Pembayaran sendiri premi ($ 55,950 bagi perorangan dan $11,900 yang berkeluarga) akan diturunkan jadi sepertiganya untuk yang berpenghasilan $ 200- 300 jadi setengahnya, untuk yang berpenghasilan $200 -300 persen PPL jadi dua per tiganya. Kredit ini akan jadi hak mereka yang behak.  
Sampai disini summary dari PPACA, yang menggambarkan betapa upaya ini merupakan, benar benar pembaharuan Jaminan Pelayanan Kesehaan Seluruh Masyarakat yang terangkau (affordable) dan masuk akal.  Dengan batasan batasan yang mencegah asuransi percaloan, penyesatan clausul akad asuransi kesehatan yang menjadikan Pelayanan kesehatan Masyarakat di Amerika Serikat menjadi sangat mahal. 
 Menurut saya, lho kok, disabot oleh Party Oposisi atas prakarsa Wall Street untuk penambahan antar waktu dari dana yang harus dikeluarkan, smentara anggaran APBN baru belum ada, tapi RAPBNnya jelas ada. Kok kebangeten si Kelompok satu pesen yang menguasai 65 persen kekayaan Nasional ini.  Dan di Congress Amerika Serikat mereka menggalang dukungan, masih banyak rakyat Amerika Serikat yang mencemoohkan bantuan Pelayanan Kesehatan menyeluruh Rencana Presiden Obama ini, seolah-olah bila rakyat tetengganya yang kena wabah penyakit menular karena Pelayanan Kesehatan yang sangat kapitalistik, yang kaya tidak ikut tertular, kok bodho nya lho. 
 Disini kita sama sama tahu, menyambung umur, meringankan hidup, ini bidangnya kaum Dokter, bila bidang ini tidak dilandasi Rakhman dan Rakhim, dijual berapa mahalpun pasti laku, apalagi usaha ini sudah di Kartel kan.(*)
Terlampir Summary dari PPACA bahasa Inggris.
The Patient Protection and Affordable Care Act
Detailed Summary
The Patient Protection and Affordable Care Act will ensure that all Americans have access to quality, 
affordable health care and will create the transformation within the health care system necessary to 
contain costs. The Congressional Budget Office (CBO) has determined that the Patient Protection and 
Affordable Care Act is fully paid for, will provide coverage to more than 94% of Americans while 
staying under the $900 billion limit that President Obama established, bending the health care cost 
curve, and reducing the deficit over the next ten years and beyond.
The Patient Protection and Affordable Care Act contains nine titles, each addressing an essential 
component of reform:
• Quality, affordable health care for all Americans
• The role of public programs
• Improving the quality and efficiency of health care
• Prevention of chronic disease and improving public health
• Health care workforce
• Transparency and program integrity
• Improving access to innovative medical therapies
• Community living assistance services and supports
• Revenue provisions
Title I. Quality, Affordable Health Care for All Americans 
The Patient Protection and Affordable Care Act will accomplish a fundamental transformation of 
health insurance in the United States through shared responsibility. Systemic insurance market reform 
will eliminate discriminatory practices such as pre-existing condition exclusions. Achieving these 
reforms without increasing health insurance premiums will mean that all Americans must be part of the 
system and must have coverage. Tax credits for individuals and families will ensure that insurance is 
affordable for everyone. These three elements are the essential links to achieve reform.
Immediate Improvements: Achieving health insurance reform will take some time to implement. In 
the immediate reforms will be implemented in 2010. The Patient Protection and Affordable Care Act 
will: 
• Eliminate lifetime and unreasonable annual limits on benefits
• Prohibit rescissions of health insurance policies
• Provide assistance for those who are uninsured because of a pre-existing condition
• Require coverage of preventive services and immunizations
• Extend dependant coverage up to age 26 
• Develop uniform coverage documents so consumers can make apples-to-apples comparisons 
when shopping for health insurance
• Cap insurance company non-medical, administrative expenditures2
• Ensure consumers have access to an effective appeals process and provide consumer a place to 
turn for assistance navigating the appeals process and accessing their coverage
• Create a temporary re-insurance program to support coverage for early retirees
• Establish an internet portal to assist Americans in identifying coverage options
• Facilitate administrative simplification to lower health system costs
Health Insurance Market Reform: Beginning in 2014, more significant insurance reforms will be 
implemented. Across individual and small group health insurance markets in all states, new rules will 
end medical underwriting and pre-existing condition exclusions. Insurers will be prohibited from 
denying coverage or setting rates based on health status, medical condition, claims experience, genetic 
information, evidence of domestic violence, or other health-related factors. Premiums will vary only 
by family structure, geography, actuarial value, tobacco use, participation in a health promotion 
program, and age (by not more than three to one). 
Available Coverage: A qualified health plan, to be offered through the new American Health Benefit 
Exchange, must provide essential health benefits which include cost sharing limits. No out-of-pocket 
requirements can exceed those in Health Savings Accounts, and deductibles in the small group market 
cannot exceed $2,000 for an individual and $4,000 for a family. Coverage will be offered at four 
levels with actuarial values defining how much the insurer pays: Platinum – 90 percent; Gold – 80
percent; Silver – 70 percent; and Bronze – 60 percent. A lower-benefit catastrophic plan will be 
offered to individuals under age 30 and to others who are exempt from the individual responsibility 
requirement.
American Health Benefit Exchanges: By 2014, each state will establish an Exchange to help 
individuals and small employers obtain coverage. Plans participating in the Exchanges will be 
accredited for quality, will present their benefit options in a standardized manner for easy comparison, 
and will use one, simple enrollment form. Individuals qualified to receive tax credits for Exchange 
coverage must be ineligible for affordable, employer-sponsored insurance any form of public insurance 
coverage. Undocumented immigrants are ineligible for premium tax credits. The Secretary of Health 
and Human Services (HHS) will establish a national public option – the Community Health Insurance 
Option – and permit states to opt-out. Federal support will also be available for new non-profit, 
member run insurance cooperatives. States will have flexibility to establish basic health plans for nonMedicaid, lower-income individuals; states may also seek waivers to explore other reform options; and 
states may form compacts with other states to permit cross-state sale of health insurance. No federal 
dollars may be used to pay for abortion services. 
Making Coverage Affordable: New, refundable tax credits will be available for Americans with 
incomes between 100 and 400 percent of the federal poverty line (FPL) (about $88,000 for a family of 
four). The credit is calculated on a sliding scale beginning at two percent of income for those at 100
percent FPL and phasing out at 9.8 percent of income at 300-400 percent FPL. If an employer offer of 
coverage exceeds 9.8 percent of a worker‟s family income, or the employer pays less than 60 percent 
of the premium, the worker may enroll in the Exchange and receive credits. Out of pocket maximums 
($5,950 for individuals and $11,900 for families) are reduced to one third for those with income 
between 100-200 percent FPL, one half for those with incomes between 200-300 percent FPL, and two 
thirds for those with income between 300-400 percent FPL. Credits are available for eligible citizens (**)

Kamis, 03 Oktober 2013

NYONYA KAPITALIS KECIL, LADY DESPOT, OWNER OF THE INTERNATIONAL SCHOOL, DI KOMPEX APARTMENT KOTAKU


Saya sangat tertarik kepada cerita saban hari dari anak tetanggaku, yang bekerja sebagai guru pada Sekolah yang katanya bertaraf International dilingkungan Apartment yang canggih mahal dan harum, yang mencerminkan keberhasilan duniawi di Republik ini. Jangan salah, dia Sarjana S1 teknik.
Si Nyonya, yang dari keluarga besar yang kini kaya raya, Sangat dekat dengan Keluarga Cendana, sebagai biasanya hasil upaya yang terintegrasi dari dagang  seluruh puaknya dan Kekuasaan di Republik ini, koalisi dagang dan kekuasaan sudah sejak dini memang ada di Republik ini, tidak lebih dari tiga puluh lima-enam puluh  tahun yang lalu. Saya heran, bagaimana si Nyonya ini kok bisa kesasar mengurusi dunia Penyelengaraan Pendidikan formal  (ya tidak heran, mestinya menurut feasibility studies dalam penggagasan pendiriannya, usaha ini sangat menguntungkan, karena bagi orang tua murid yang kaya raya apalagi para “nouveau riche” – orang kaya baru, yang barusan saja jadi kaya, ongkos tidak bakal jadi masalah, daripada anaknya dikirim ke Singapore atau London) 
Mestinya si Nyonya ini kan menapaki dunia celebrities di lobby- lobby yang terintegrasi dengan Kekuasaan seperti sejenisnya, terbalut oleh itu lho,  karya Allure satu perusahaan adhi busana exclusive dari kaum yang dekat dengan Kekuasaan, selalu diperciki oleh air suci yang harum dari Coco Channel seperti Artalita  Who, Hartati  the Invincible, Anita the Star, Astiami the Old Prisonsflea,  Melinda the Deeceptive, Waode the Fixer Of Undevelopes Area, Bunda Putri The Meatgrinder dan masih banyak lagi.
Si Nyonya khilaf, betapa jauhnya dia disesatkan oleh “feasibility studies” dari upaya pendidikan ini, hasil karyanya yaitu kualitas murid muridnya, segera diketahui masyarakat, karena ulahnya yang hadigang hadigung, sebelum sempat diselipkan dalam daun bunga mawar “socialite” di “dream land” mereka yang mereka ciptakan secara harfiah. Murid muridnya begok, demennya nge-game melulu malah di kelas pelajaran. 
Satu saja yang si Nyonya lupa karena tidak tercantum di feasibily studies, bahwa upaya pendidikan harus ada porsi besar  “ kasih”, kepada murid muridnya, kepada bangsanya,  dan kepada ciptaan Allah secara keseluruhan, yang sayangnya ndak bisa dinilai dengan uang. Malah menggandakan diri sendiri bila suasana cocok. Waktu Kristus, saya menyebut beliau Isa Al Masih, ditanya oleh masyarakat miskin Yahudi, apa mareka boleh makan makanan yang bukan makanan kosher ( makanan yang disiapkan tepat menurut tatacara dan bahan yang di halal-kan oleh agama Yahudi menurut Kitab Torah, Kitab Suci mereka), Jawab beliau: “  Makanan   tidak dengan sendirinya jadi cemar melainkan makanan yang djnyatakan cemar oleh Allah”  -Roma 14).  Beliau tahu bahwa orang miskin tidak akan mampu membeli makanan atau minuman haram sebanyak nafsunya dan kapan saja mereka mau. Inilah ungkapan kasih beliau yang tidak pernah diucapkan. Seperti Gandhi atau setiap orang-tua-saleh dan para Guru yang professional,  tidak pernah mengucapkan kata “kasih” dengan sembarangan, melainkan dengan ungkapan perbuatan, dari hati, dengan hati hati, (maksudnya menurut kadar yang wajar). Lha balik kepada si Nyonya, jadi Kepsek bayangan sambil jadi ketua yayasan, sambil ladi juru bayar karena modal untuk mrnyewa gedung atau membeli sayap dari satu cluster apartment yang wah, laboratorium bahasa, laboratorium kimia dan kaboratorium fisika, alat music yang cocok untuk grand orchestra, ruang olah raga dan fitness centre semua indoors, buntut buntutnya semua dihitung dengan ROI ( return on investment) 25 % (artinya dalan empat tahun modal kembali), plus profit pada tahun pertama lebih dari 20% per bulan sama dengan bunganya orang dagang,  berkali kali lipat dari pengeluaran untuk kehidupan wajar dari tenaga pengajar seluruhnya per bulan ( Ini nyonya dibesarkan di wijk Pecinan yang sesak dengan dagangan dan para budak inlanders, tidak pernah mengalami praktijk etische pilitiek dari penjajah sekalipun, bagaimana Meneer Liem dan Meneer Sugio guru guru dari HCS dan HIS diperlakukan oleh yang katanya penjajah ( guru guru ini digaji oleh Gubermen cukup baik, tanpa dihitung ROI terlebih dahulu). Saban hari mengumpat dan mengumbar sifat  kapitalis kecil yang tidak saja tengik, tapi juga diwarnai watak feudal yang kental. Ini adalah retrogresi dalam bangsa ini yang nyata.  Apakah dia tahu bawa  sekolahan bangsa merdeka seperti Taman Siswa yang “kasih” tidak pernah diucapkan melainkan dinyatakan dengan watak egaliter, adalah mesin penetas tekad bangsa ini untuk merdeka ? Yayasan dan guru guru bertekat hidup miskin sebagai akibat sikap non cooperative dengan penjajah yang sudah menawarkan etische politiek yang lebih nyaman, begitu juga kepada pengikut Dr. Sun Yat Sen ?
Pengalaman sekolah si nyonya adalah sekolah bangsawan Europa tempat orang yang tiada kerja melainkan memburu kesenangan para Despots, persis yang ada sekarang. Mereka tidak kenal idealisme melainkan caprice dari uang yang banyak  saja. Ya bisa dibayangkan anak siapa nanti jadi apa di sekolah yang dikepalai oleh si Nyonya ini, guru gurunya nya jadi mati rasa (*)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More