Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Sabtu, 28 Maret 2015

HASIL WAWANCARA SETENGAH IMAGINER DENGAN CALON INVESTOR PETERNAKAN SAPI PEDAGING DARI KABUPATEN BONE, SULAWESI SELATAN

HASIL WAWANCARA SETEHGAH IMAGINER DENGAM CALON INVESTOR  PETERNAKAN SAPI PEDAGING DARI KABUPATEN BONE, SULAWESI SELATAN.
Kenapa saya tulis hasil wawancara setengah imaginer ini ?
Ya karena pembicaraan ini  dilakukan dengan santai diselang seling dengan   
membicarakan topik yang lain dan menurut alur pikiran yang sangat awam.
Meskipun saya selalu menjaga agar sebanyak mungkin membei input yang
diperlukan untuk  seorang calon investor,  menurut alur pemikiran  ilmiah
telah dipelajari dan dihimpun dalam ‘commom xense’  ilmu ini setara dengan para
pakar diseluruh dunia. 
Meskipun upaya ini  terwujud sebagai  selingan hobby sosok putra Bone, tapi
Pemerintah telah  memberikan signal tidak segan segan untu  mengimport 
sapi anakan dari  Australia bilamana  “cxrash  programme”  memerlukannya
misalnya menghadapi hari  hari  raya, yang  membutuhkan banyak daging sapi.
Saya yakin beliau calon investor ini serius.
Terbukti telah membeli lahan yang baik seluas beberapa hectare dan telah
menggali sumur sedalam lebih dari 20 meter yang  cukup debietnya,  membuat
kandang, membeli  beberapa induk sapi local dan memberi kesempatan penduduk
lokal untuk diajak kerja sama, sudah berjalan beberapa bulan.
 Anehnya, anjuran saya untuk menemui Penjabat Peternakan dan Penyuluhannya ditingkat  Kabupaten maupum Kegamantan untuk mendapat penyuluhan  tidak mendapatkan hasil seperti yang saya harapkan, malah mendapatkan informasi entah dari mana,  sangat tidak berasal dari masyarakat tani, apalagi menyangkut ilmu peternakan.
Pengetahuan dasar mengenai tanda tanda sapi betina birahi atau  masak telurnya saja, investor saya ini tidak mendapatkan  informasi yang setiap orang desa yang paling bodoh tahu.
Lha bagaimana saya bisa menganjurkan beliau untuk mendapatkan layanan kawin  suntik bagi sapi betinanya yang hanya beberapa ekor ini, sedangkan program kawin suntik  sudah puluhan tahun dicanangkan dan diupayakan oleh Pemerintah dari Pusat sampai ke Pedesaan didaerah yang diperhitungkan potensial untuk pengembangan ternak potong, dimana Kabupaten Bone termasuk didalamnya?
Investor ini harus tahu perkara ecto parasites  dan endo parasites dan pencegahannya, dengan membuat kandang yang memadai beserta saluran dan penimbunan kotoran sapi dan sanitasi dan pembuatan pupuk kandang ataupun bio gas. Harus ada gudang tersendiri tempat penyimpan alat alat pertanian dan lemari tersendiri  untuk alat alat PPPK kedokteran hewan. Begitu juga lemari terkunci untuk obat anti ectoparasite ( pestisida)
Pekerja/ Counterpart/Orang Kepercayaan yang menangani sehari hari pemeliharaan ternak sapi pedaging ini harus taat pada aturan harian pemberian makan dan menyesuaikan jumlahnya dengan  jumlah makanan/ekor/ pemberian makan barapa kali sehari.
Harus memelihara dengan cermat semua alat alat yang dipakai, menyimpannya ditempat tertentu dalam keadaan bersih dan lengkap siap pakai ( seperti cangkul, linggis, sekop, parang. Arit ember dan tempat air, tali temali. Obat obatan PPPK harus ditimpat teerkunci ditempat jauh dari jangkauan anak anak, juga segala insectisida,  alat semprot. Alat suntik., ditempat tersendiri, Tampon bersih, pembalut steril dan kapas steril ditempat tersendiri. Juga ruang penyimpanan makanan ternak consentrate dan rumput kering dan silages bila perlu.
 Harus mengerti seluk beluk alat listrik, seperti pompa air dan lampu, menyimpan tang  gunting  dan isolator ,  pompa air dan lampu harus siap sitiap saat. Lampu dinyalakan pada malam hari, bebas dari kemungkinan arus pendek listrik yang menimbulkan kebakaran.
Investor ini harus tahu kemungkinan  penyakit apa yang endemic di daerah Bone dan biasa mewabah di alam Indonesia  dan pencegahannya dengan vaksinasi atau lainnya.
Investor ini harus tahu  menngenai seluk beluk ration makanan ternaknya dan nilai gizi maupun nilai pati dari setiap komponen makanan ternak,  harus tahu sumber dan harga konsentrate setempat dan yang didatangkan dari tempat lain.
Sebaiknya dia mengadakan timbangan ternak hidup dilingkungan kandangnya supaya kenaikan berat hidup sapi peliharaannya bisa dipantau sesuai dengan ration yang diberikan optimal.   Menghimpun vegetasi mengnndung  protein nabati tinggi setempat dan didatangakan benihnya dari tempat lain.
Mendapatkan pengalaman membuat silages maupun mengeringkan rerumputan untuk disimpan dengan skala yang sesuai dengan kebutuhannya seperti peternak di Pulau Madura, guna menghadapi musim kerng.
Untuk sumber informasi diatas saya anjurkan membuat kontak yang baik dengan Dinas Peternakan Kabupaten dan Kecamatan dengan semangat seorang Penyelenggara Peternakan yang gigih tak kenal menyerah. Sambil selalu mencari informasi dari internet  google atu yang lain,  untuk counter check  dan counter balance nasihat yang nenjerumuskan. Tidak ada kgiatan yang lebih berguna  dan disukai  Allah dari membaca (informasi}  dari mana saja, untuk menghindarkan  fitnah dan menghilangkan kebodohan, yang bisa menyengsarakan orang lain, terutama  bawahannya.
Selalu menyempatkan mengunjungi pasar hewan setempat untuk lebih mengenal  situasi peternakan setempat.
Untuk saya sendiri tidak ada investor  yang terlalu besar dan idak ada investor yang terlalu kecil untuk mendapat informasi  mengenai upaya peternakan yang mulia ini, menyediakan protein hewani bagi bangsanya demi peningkatan kecxerdasan generasi yang akan datang, kaena konsumsi daging  per kapita per tahun bangsa Indonesia ini  sejak tahun 1960 hingga sekarang masih sangat rendah dibandingkan dengan bangsa lain di Dunia, sedangka konsumsi daging/ protein hewani menandai  pertumbuhan otak generasi mudanya  sebagai  landasan kecerdasannya *}




Selasa, 24 Maret 2015

BHAIRAWA DAN ANORAGA

 
Sikap yang diperagakan oleh raksasa berwatak pendeta Bhagawan Bagaspati ayah dari Dewi Satyawati, yang kemudian diperistri oleh Prabhu Salya. Credo itu kemudian dipakai sebagai credo dari Divisi Brawijaya dari Jawa Timur, dengan menyatukan kedua sifat itu, setelah berkali-kali memenangkan pertempuran melawan kaum Penjajah dan para pemberontak PRRI Permesta yang bersenjata moderen dan lengkap dari Amerika Serikat.

Sedangkan Divisi ini hanya memakai senjata sisa Perang Dunia II dan rampasan dari bala tentara Dai Nippon yang sudah tidak tidak layak untuk melengkapi satu Divisi, apalagi Infantri. Sejarah mencatat, Divisi Brawijaya melakukan  pendaratan di pantai-pantai Sulawesi dan  kepulauan Maluku dan Saparua  hanya menggunakan drum-drum bekas yang dirangkai dengan tali dan papan-papan seadanya didayung ke arah pantai berbatalion-batalion. Walau demikian, selama perjuangannya, Divisi ini terutama prajuritnya dan bintaranya  yang sudah banyak makan garam dan pensiun tahun 70-han tetap rendah hati dan sederhana, karena selama dinasnya telah diadu dalam berbagai peertempuran demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), selalu banyak berpuasa, hidup prihatin dengan keluarganya, dan dengan khusyuk beritikaf merurut agamanya masing-masing. Saya tahu benar sejarah Divisi Brawijaya, karena saya adalah Arek Suroboyo yang senantiasa berusaha membaca sejarah apa saja di NKRI tercinta.

Jauh masuk  kedalam sejarah bangsa ini, dalam pendirian kerajaan yang telah mengangkat derajad Bangsa Nusantara menjadi bangsa yang tahu sejarahnya dan tidak mudah di taklukkan, Kerajaan Majapahit atau Wilwatikta telah didirikan sehingga mencapai puncak zaman keemasannya selama dua abad dan berjuang  melawan musuh dari dalam berbentuk sekte sewenang-wenang dari Kaum Hindu Jawa, guna mendapatkan kesempurnaan Dunia akhirat yaitu sekte Tantra Bhairawa, yang mengutamakan mendapatkan kepuasan duniawi liar yaitu melaksanakan pemuasan makan daging segala rupa hewan alias “Mamsya” memuaskan makan ikan alias “Matsya”, mabok-mabokan alias “Ma’argya” menari-nari hingga trance alias “Maudra” dan  akhir dari Ma lima ini adalah menyelengarakaan orgy sex terbuka dan gila-gilaan atau ”Maithuna”.

Untungnya kelak warga Kerajaan Nusantara ini yang beragama Islam dengan dipimpin oleh Wali Songo mampu menyelamatkan Negara muda yang baru ini dengan sikap Anoraga, artinya maskipun tetap teguh dan unggul namun tetap mantab menghadapkan lahir barthinnya kapada yang Tuhan Maha Esa.  Wali Songo terbukti mengalahkan Majapahit Hindu dan sekaligus Pajajaran Hindu.

Seperti sikap yang telah digunakan oleh keturunannya setelah lewat beberapa abad kemudian beberapa puluh generasi kemudian. Yaitu sikap hidup seorang intelektual Jawa untuk melawan kesewenang-wenangan kaum Penjajah Belanda yang sudah sangat tengik menjelang keruntuhannya.
Beliau adalah R.M. P. SOSROKARTONO.
Sikap Pengendalian pribadinya untuk dirinya sendiri:

Nrimah mawi pasrah :  Menerima kehendak  Allah dngan berserah diri
Tanpa pamrih tebih ajrih :  Tanpa pamrih jauh dari rasa takut
Langgeng, tan hana bungah tan hana susah : Teguh mantab menghilangkan rasa susah dan senang
Anteng mantheng, sugeng jeneng : Bila lagi tenang, teguh berserah diri kepada Allah Subhanahuwataalla, bila lagi menjalankan roda kehidupan tetap memegang erat prinsip hidup baik terhadap diri sendiri maupun terhadap masyarakat yang sudah menjadi tekadnya.

Sikap Pengendalian  diri menghadapi masyarakat lingkungannya:  

Sugih tanpa bandha : Kaya rela memberikan miliknya tidak lekat dengan harta benda
Digdaya tanpa aji : Sakti fanpa bantuan kekuatan selain Allah
Nglurug tanpa bala : Menyerbu lawan tanpa menggunakan pasukan, melainkan bersendirian
Menang tanpa ngasorake : Memperoleh kemenangan tanpa mengalahkan menaklukkan lawan

Begitulah selama hidupnya RMP Sosrokartono hanya mengabdikan diri untuk mengobati orang sakit hanya dengan do’a dengan air putih, gratis, semua sakit mendapat perlakuan yang sama tanpa memandang nama penyakitnya tanpa pandang suku ras dan agama melulu demi kebaikan sesama hidup, alias melaksanakan Bisimillahirakhnanirakhim dengan bersikap ANORAGA.(*)

Jumat, 13 Maret 2015

SURADIRA JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI

Bahasa Jawa tinggi artinya: PALING BERANI DAN PALING PERKASA SEJAGAD AKAN LEBUR-CAIR DALAM BISMILLAHIRAKHMANIRAKHIM. (idesubagyo blogspot,com 2016

Pesan sungguh-sungguh yang akan saya tulis ini saya mulai dengan upaya saya sejak dari lima puluh tahun yang lalu hingga sekarang, mengetrapkan kata mutiara kuno ini, dengan situasi problim kehidupan, akan tetapi selalu tidak pas. Kecuali bagi si tertindas yang sudah tidak melihat celah-celah pembebasannya.

Pada akhirnya, dengan diskusi sembarangan dengan anak saya mengenai keadaan dunia sekarang, baru nampak pola yang cocok untuk pengetrapan pesan sandi Jawa ini.
Semakin jelas bagi semua orang bahwa Negara Adhikuasa telah dengan terang-terangan menindas daya hidup Negara yang lemah, tanpa mempertimbangkaan akibatnya bagi warganya yang hidup sangat tertindas, watak yang dikenal dengan pembenaran neoliberalisme, semua ditentukan oleh pasar tanpa ampun, sedang pasar telah dikuasai dengan kokoh oleh praktek kapitalisme yang sangat tajam. Akan tetapi perkembangan kapitalisme abad kesembilan belas juga melahirkan sosok super kapitalis kayak Andrew Carnegie yang tersentuh ilham illahi berteriak dengan lantang kepada sebangsanya: "If you die rich. you die disgraced".

Seperti anda bisa baca di sumber http://streamhistory.com/die-rich-die-disgraced-andrew-carnegies-philosophy-of-wealth/, Andrew Carnegie telah mendanakan seluruh hartanya 300 juta dollar dana untuk lembaga sosial di Amerika Serikat.
Bill Gates, kemudian hampir seabad kemudian menyusul dengan perbuatan yang sama, filantropik. Diantara para super kapitalispun ada orang yang tersentuh kemanusiaannya.
Kesewenang-wenangan semacam ini harus disudahi  demi Allah.

Bagaimana bisa ?

Pusaka yang diberikan Allah kepada manusia lewat Utusannya yang terakhir yang telah berkali-kali menegaskan dalam WahyuNya kepada manusia adalah “Manusia adalah Khalifah Allah di Bhumi” diperkuat dengan ayat kata ampuh : “Bismillahirakhmanirakhim” = Dengan nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih” untuk mendasari semua perilakunya.

Ini bukan kata semboyan kosong tapi penuh dengan energi bagi mereka yang menyadari.
Bayangkan bila diyakini alam semesta damulai dengan ”The Big Bang” yang dicanangkan oleh lmu pengetahuan Alam yang dicetuskan oleh Stephen Hawkings.
Malah wahyu Illahi sebelumnya mengisyaratkan bahwa alam semesta dimulai penciptaannya dengan satu super kolosal energi sabda Allah “: Kun fayaa Kun” maka  jadilah alam semesta, sebesar apa energi yang dipergunakan penciptaan itu ?

Tidak bisa dibayangkan.

Ini adalah energi Allah yang menyertakan sifat/ asma yang tertera dalam Asmaul Husna – 99 asma/sifat.
Lha yang dihadiahkan pada umat manusia dengan apa mereka harus memulai karyanya adalah dua asma yaitu Pemurah dan Pengasih.  Samasekali tidak ada petunjuk boleh memakai asma yang lain.

Jadi energinya 2/99  x  tidak terhingga, maka dengan energi sebesar  ini lebih sedikit dari dua persen energi penciptaan alam semesta, manusia di kurniai hak untuk memakainya, dengaan menjiwai bismillahirakhmanirakhim. Bukan sihir dan bukan sulapan bila dalam ceriteranya seorang Waliullah Jawa  bisa merubah dengan sabda sebongkah tanah jadi emas, yang sangat memukau orang yang kaya tapi bakhil, Sunan Pandan Aran yang menurut kisahnya dia berubah menjadi penyiar Agama Islam di Jawa Tengah yang tangguh. Ini kan dalil materi-energi dari Einstein E = mC2 alias m= E/c2, reskipun c adalah kecepatan sinar dalam meter per detik yang sangat besar, tapi E nya Allah tak terhingga, kan hasil baginya ya tak terhingga ?

Dalam bahasa Jawa tinggi, Rakman dan Rakhim yang terkandung dalam kata sakti wahyu Illahi itu setara dengan  “pangastuti” yang artinya dalam bahasa jawa “Mamayu hayuning bhawana”
 Jadi tepatlah ramalan sakti “Suradira Jayaningrat lebur dening Pangastuti, Pada satu saaat nanti, si Pengemban amanah kalimat sakti bismillahirahkmanirakhim ini akan menyadari akar kekuatannya.(*)

Sabtu, 07 Maret 2015

NEGARA AKAN KUAT BILA INDIVIDUALISME WARGANYA YANG DIDUKUNG OLEH SATUAN PUAK/KELUARGA BESAR LEMAH

NEGARA AKAN KUAT BILA INDIVIDUALISME WARGANYA YANG DIDUKUNG OLEH SATUAN PUAK/KELURGA BESAR LEMAH. Yang menjadi persoalan apa benar individualisme ini harus diperlemah atau sebaliknya, Harus diperkuat ? Karena yang tidak bisa ditawar adalah Negara harus kuat, mau atau tidak mau, Negara adalah batas yang akan membedakan nasib setiap individu didalamnya terhadap setiap individu dinegara lain, ini yang berlaku sampai sekarang. Lihat saja betapa gigih Negera Australia ngebelain hidup warganya yang sudah jelas bandar narkoba trus mendapatkan ganjaran hukum mati di Indonesia, dibandng dengan TKW kita yang dihukum pancung di Saudi Arabia karena mempertahankan kehormatannya waktu hendak diperkosa disana, pembelaan apa yang dia dapat dari Negaranya ? Dalam kehidupan makhluk , individualisme sangat didukung unutuk menghinda dari lapar dahaga, sakit dan mati. Segala yang merupakan pengalaman tdak enak, malah individualisme adalah jalan pintas untuk menikmati segalanya sepuas puasnya, singkatnya srakah. Dalam kenyataannya, individualisme selalu menggabungkan lingkungannya terserap dealam existensinya. Separti dalam kosa bahasa “aku” jadi “kita” yang arti sebenarnya ya “aku” juga. Dalam bahasa Inggris bila Raja bekata “WE” artinya ya raja sendiri. Termasuk barang hak milik dan tittle. Dalam era feodalisme penggelembungan diri ini syah syah saja. Di DPRD DKI mereka mengatakan “kita” berarti 100% jumlah anggauta wakil rakyat ini, aklamasi tidak termasuk rakyat Jakarta Raya yang sepuluh juta itu. Rame rame mau memakzulkan A Hok Tjahaja Purnama dari Gubernur Jakarta Raya karena mengganggu mereka cari kekayaan nyolong duit rakyat. Mereka mengejawantahkan dirinya atas contoh feodalisme dari mBok Denya, Pak Denya, Ustatznya, yang demikian juga menggelembungkan dirinya sebagai Pentolan Partai yang feodalistik, dtandai dengan membawa bawa keturun /filialnya, sebagai Pewaris Kepemimpinannya bercokol di hampir semua Partai, jadi Putra Putri Mahkota. Sedangkan ideology Nasionalisme, ideolodi Agama resmi apa saja malah mengajarkan kepada semua pengikutnya mempertebal rasa EMPATHY kepada rakyatnya kepada umat sesama imannya. Lain sekali keadaannya dengan stereotype penampilan dari anggauta DPRD DKI yang nampak di youtube disiarkan oleh Kompas.com,tg 21/3/2015 semua meraka seperti bola padat berlemak dengan mulut lebar dan sangat murah dengan kata umpatan dan jeritan kotor karena rencana menghirup tsndas duit rakyat terancam gagal oleh keberanian sang Gupernur dalam rapat mediasi Memteri Dalam Negeri, yang berusaha menyelamatkan “immage” wakil Partainya dari kesan buruk masyarakat, ternyata tidak semudah itu. Kalau pencopet marah meLulung karena kepergok gerayangan tangannya apanya yang mau di mediasi dengan sang Korban ? Bagaimana rasanya bila duit yang kumpul sedikit demi sedikit lantas dicolong rame rame, demi kemakmuran mereka. Jadi harus jelas seorang wakil rakyat di dewan seterhormat ini harusnya kaya akan empathy kepada rakyat, Negara ini, mereka yang terjepit sebangsa dan setanah airnya, kepada umat seagamanya, untuk ditingkatkan kualitas kidupannya, ini yang ndak ada sama sekali, kok bisa ya ? Tidak malah meneladani mBokDe-nya, PakDe-nya, Ustadznya, yang masih feudalistic, yang gendut dan sudah lapuk pada zaman ini. Tidak bilang “we” secara kompak untuk maling duit rakyat berjama’ah, sangat kentaralah watak buruknya. Mari kita simak, apabila individualisme itu dibesarkan dengan lingkup dan kerdil feodalisme, ataukah individualisme ini dabesarkan dalam lingkup emphathy kepada rakyat ? Nampaknya untuk gerombolan penjahat ini paling banter kepada anak istri, kelurga dekat, kepada puaknya *)

Jumat, 27 Februari 2015

CELAKANYA BILA PARTAI TANPA IDEOLOGI, CIRI MANUVER PEMIMPINNYA ADALAH CARI UANG - TIDAK JAUH DARI MENUMPUK UANG

CELAKALAH BILA PARTAI TANPA IDEOLOGI, CIRI MANUVER PEMIMPINNYA ADALAH CARI UANG – TIDAK JAUH DARI MENUMPUK UANG.
Berita dari Megapolitan, koran Kompas Kompas ,TV 27 Pebruari 2015 sangat Penting bila dilewatkan yang judulnya “A Hok Bongkar anggaran siluman DPRD di Dinas Pendidikan.” Gubernur DKI adalah A hok Basuki Tjahaja Purnama, sosok tidak berpartai, menolak anggaran yang diminta oleh DPRD nya untuk mengajukan anggaran siluman pangeluaran 12,1 trilliun Kepada Kementrian Terkait, guna meningkatkan kualitas alat IT di SMP/SMA sewilayah DKI, dengan alasan bahwa rakyat miskin masih memerlukan gedung sekolah yang memadai, rusun sebagai penampungan penertiban centang perenang hunian mereka yang merintangi DKI untuk menata wilayah agar banjir kambuhan dapat diatasi. Angguata DPRD dengan gagahnya akan mengetrapkan hak angket untuk penolakan itu. ( Siaran Kompas TV jam 5.30 padi hari Jum’at, tg 27/2/2015). sementara Wakil Ketua DPRDnya Lulung, mejeng naik Lamboghgini. Sang Gubernur bilang peningkatan. Anggaran 12,1 trilliun dan semacamnya dari Dinas lain masih banyak, lebih baik dan sangat berarti untuk tambahan menata sekolahan yang banyak masih kumuh, dan lahan kota agar banjir bisa diatasi di kota yang telah dirusak tata ruang kotanya mulai 50 tahun yang lalu. Wujud dari penggunaan uang ini dapat dirasakan dan dilihat. Anggaran 12,1 trilliun cukup banyak untuk “pembelian” alat IT yang standard kualitasnya dan kapasitas tanpa diketahui oleh sebagian besar aggauta Dewan, dan harganya sangat bervariasi, akan sangat berbau busuk “mark up” yang dapat dinikmati Partai maupun anggautanya yang terkait, berjama’ah, sebagai landasan kekuatan Partai dan Pemimpinnya – UANG – Mereka dari Partai apapun semua cap tikus(^) semoga A Hok bisa melewati dengan selamat jebakan dan rintangan maling maling seperti ini. Bila tidak ya Negeri ini ditakdirkan tenggelam ke dasar laut*)

Kamis, 26 Februari 2015

SI SUDRUN MENCUCI UANG HARAM, SUDAH PENGALAMAN MECUCI UANG BERTAHUN TAhUN , SAYANGNYA HABIS UNTUK HARTA TAHTA DAN WANITA

SI SUDRUM MENCUCI UANG HARAM, Bagaimana para Sudrun mencuci uang haram sihingga berbau harum ? Di blog ini sudah ditulis berkali kali tentang kegiatan para sudrun cs, para pedagang beras untuk memncuci uang haram yang trilyunan rupiah yang mereka kuasai, yang didapat dari kegiatan pencurian kekayaan Negara secara sistimatis ini. Semua rekening gendut menjadi tercuci bersih dan harum. Pertama diciptakan situasi sehingga import  suatu komoditas strategis menjadi keharusan oleh Pemerintah sendiri. Seolah olah merupakan tindakan emergency. Untuk mengambil kesempatan pengeluaran Negara mengimport beras, atau gula. kedelai, jagung atau bawang putih bawang merah harga local dari komoditas itu dinaikkan drastis dengan cara membuat komoditas sasaran langka dan harga naik drastis secara luas di seluruh simpul tempat tempat strategis, yng merupakan lokasi industri. Begitu import di laksakanan, tentu saja lewat mekanisme perdagangan internasional, lewat para pengikut tender, ada yang bisa menawarkan dengan harga murah, sebab stock mereka sudah ada di gudang gudang daerah yang terpencil atas beaya Negara, bisa gudag Dolog, gudang KUD setiap Kecamatan bisa gudang swasta. Import dilakukan dengan dokument fiktif semua, seolah olah ada pesanan import L/C invoice fiktive, BL shipment invioce fiktive, nama kapal aspal, tujuan pelabuhan semua fikive. Beras sudah disini sejak lama dengan label karung yang persis seperti tertera di invoice. Uang L/C sudah ditransfer sungguhan dan disimpan di bank Singapore dengan kepercayaan yang sudah teruji bertahun tahun. entah para sudrun ada rencana apa yang membutuhkam beaya besar, apa sudah berhasil memdapat counterpart baru, yang butuh mencuci uang besar besaran yang membutuhkan beaya besar apa ada rencana baru kita tidak bakal tahu. Yang jelas Pak JKW/JK harus waspada. Harus ada yang mengecek gudang dgudang yang digunakan untuk keperluan stock piling beras tersebar sampai Kecamatan kecamatan, lah siapa ?*)

Jumat, 20 Februari 2015

BINATANG YANG SELALU HIDUP BERDEKATAAN DENGAN MANUSIA,, SETENGAH PARASIT MENGUNGGULI KITA - TIKUS REKENING GENDUT. MANUSIA DENGAN NAFSU BINATANG MEMPARASITI DAN MENGUNGGULI KITA - KORUPTOR

Iikus rumah, sudah jutaan tahun hidup bersama manusia nampaknya mulai dari hidup di gua gua sampai hunian kelas atas di komplex mewah, sudah juataan tahun. Sehingga kata beri nama sindiri kepada species ini “Ratus domestica” lain dengan tikus sawah Ratus argentiventer. Si Ratus domestica ini masih kita maklumi bahwa mereka binatang liar, sama dengan binatang liar lainnya, bukan binatang piaraan, atau hewan piaraan. Binatang rumahan in selalu kita lawan, paling itdak kita batasi daya mencurinya secara terus menerus juga telah jutaan tahun. Mereka juga melawan mencuri terus menerus selama jutaan tahun, berubah sikap ? Tidak akan. Lalu apa yang diperbuat nenek muyang kita si Pithecanthropus erectus ? Mereka mendekati binatang lain merupakan predator asli , dipilih yang tidak bakal mengancam mereka bertempat itnggal bersama, mulai dari gua gua alami . Kucing ( Felix manul ) para archeologist bisa membenarkan kejadian ini. Sampai sekarang orang tahu kucinglah yang memiliki kita, dia setia pada rumah, bukan kepada kita. Kita lihat kebijakan nenek moyang kita ini, Binatang tikus rumah kita carikan lawan Kucing rumah, sama sama binatang yang terbiasa dekat dengan manusia, begitu cerdas sehingga tidak takut kepada menusia, dengan caranya sendiri. Hanya pada beberapa ratus tahun belakangan ini sang kucing sudah biasa makan ikan pindang, lebih suka sarden dan sosis curian, sudah makin cuek kepada tikus rumah yang makin besar dan lincah. Sedang sang kucing makin berlemak dan malas, tapi tidak kurang cerdasnya. Di zaman mederen ini kita meniru kebijakan nenek moyang kita, mengambil kucing dari desa yang masih kurus kita ajak kerumah kita yag penuh lubang tikus unggul ini. Benar juga tidak perduli tikus warna apa dia sikat semua, sampai satu saat dia menagkap tikus rekening gendut. Nah sekali ini sang tikus melawan, dia panggil tikus tikus lain mengeroyok kucing desa ini dengan kentutnya yang berbau sangat busuk kayak senggung (skunk). Ternyata kucing dari desa ini pernah menangkap anak burung yang bakal dipelihara oleh si Empunya rumah didapat dari hutan, burung anakan ini dilahapnya dari lapar. Dari tikus yang sudah terlanjur berkuasa disemua tempat, menyebarkan indikasi ini brsama kentutnya.. Kucing desa dipulangkan kedesa, tikus gendut dibiarkan gendut berpesta dengan teman temannya bersama kucing gendut, sekarang dibiarkan didapur dekat dengan tungku menghangatkan badan, dia baik tidak menyiarkan bau busuk lagi. Ada usul ? *) Ya lain kali ndak usah piara kucing desa, piara kucing anggora saja.

Kamis, 19 Februari 2015

MISTERIUS, DAN SERIUS: HARA MACRO TUMBUHAN KALIUM [K]

MISTERIUS DAN SERIUS HARA MACRO TUMBUHAN : KALIUM (K) Setiap petani kita sudah mengerti khasiat setiap unsur hara macro yang dibutuhkan tanaman,[N] untuk menjadikan tanaman nampak subur gemuk, [P] membuat tanaman berbuah lebat, akan tetapi [K] mereka masih mengerti bahwa dia dibutuhkan tanaman dan sudah tercampur dengan pupuk majemuk {NPK}, karena gejala kecukupannya kurang bisa dilihat dengan mata telanjang, yang jelas buah buahan yang dipupuk dengan pupuk KCl buahya akan berasa lebih manis, batangnya lebih kekar. Unsur {K} ini mudah sekali larut dalam air, makanya mudah tercuci dari zona akar tanaman yang dipupuk dengan pupuk {K} Tahukah anda bahwa tanaman tebu ( Sacharum oficinale) di banyak lahan tebu memerlukan pupuk KCl hingga 1 ton /Ha dalam masa vegetasinya ? Hanya untuk sebagian besar terkandung dalam tetesnya (molase} kebagai hasil ikutan yang harganya tidak berarti dibandingkan gulanya. Bagi Pakar Pertanian, mereka hanya mengerti unsur macro (K) ini tidak pernah terikat pada tubuh tumbuh tumbuan dalam jaringannya, tapi K+ ikut dalam semua reaksi kimiawi sintesa asimilasi dan disimilasi yang terjadi dalam tumbuhan itu, antara lain dalam pembentukan karbohydrate, baik tepung ( amylum) maupun gula ( sacharosa, fructosa maupun glucosa dan senyawa yang lain) Si Pakar ya hanya mengerti sampai disini, sebab semua lingkaran reaksi kimiawi dalam tanaman itu secara rinci sudah dilacak oleh ahli biokimia sangat panjang dan rumit, mengikut sertakan ion bebas K+ ini. Jadi ngapain Pakar Pertanian hafal reaksi reaksi dalam sel hidup ini ? Yang penting kejadian adanya ion K+ dalam cairan tumbuhan pasti menaikkan tekanan osmose dari cairan sel. Efek dari sifat ini kasat mata dan pantas dimengerti. Bayangkan kita punya tanaman padi, dan tanaman ini sebangsa rerumputan. Contoh bangsa rerumputan yang paling besar ya bambu. ( Bambusae spp) Lha ini bidang perhatian kita. Bila pohon bambu ini masih kecil namanya rebung, merupakan tunas vegetatip seanjang 0,5 meter rebung sudah komplit jumlah ruasnya seperti bambu dewasa yang tingginya sampai 20 meter hanya ruasnya sangat pendek pendek, waktu tumbuh, setiap ruas ini memanjang dengan cepat. Oleh apa ? melulu dari perpanjangan setiap sel muda dalam ruas ruasnya, dengan sangat cepat. Ini sudah jadi sifat sumput sumputan ( Graminae), padi juga gitu. Dengan pengetahuan kasat mata semacam ini dan sedikit manandai sifat alami tumbuh tumbuhan dapat ditarik kesimpulan, bahwa bila padi yang sedang bunting, sebenarnya semua organ organ diatas tanah sudah komplit semua hanya masih dalam bungkus pelepah daunya, dalan taraf pertumhuhan pasca primordial. Bila waktunya tiba padi ini segera setiap ruasnya memanjang dan malainya keluar mekar untuk persarian bunga bunganya, dan pembentukan buah ( gabah), demi keselamatan gabah gabah yang terbentuk dari serangan hama, dihabiskan hama dan burung burung si padi beranak satu-satu sehingga waktu pembuahannnya berurutan, dan waktu masaknya gabah juga berurutan (maksudnya si padi, mestinya biar yang diambil dahulu yang sudah bernas yang belakngan masih bakal ada dan utuh, untuk melanjutkan keturunan). Ini bisa dimengerti para Pakar Pertanian lapangan, dulu waktu padi dipanen semalai demi semalai dengan ani ani atau ketam, malai yang masih muda akan dipetik pada panen beberapa hari kemudiam,sampai masak dulu, no problem tidak hilang. Sekarang tdak ada ketam/ ani ani, tapi diubah dengan memotong seluruh jeraminya, untuk mengurangi kerontokan, sabit dibengkok semacam arit dan bergerigi supaya bisa memotong jerami tanpa mengayunkannya yang akan merontokan gabah, beberapa genggam jerami dibungkus dengan lembaran karung anyaman prastik. (PP woven fabric), sejauh ini semua baik baik saja, hasil meningkat, rontok sampai 10% bsa dikurangi. Pakar Pertanian Lapangan menandai tidak semudah itu meningkatkan hasil gabah, ternyata waktu malai padi keluar dari pelepah daun masih ada 6-12 dari lebih limabelas sampai duapuluh anakan padi masaknyua tertinggal dan gabah yang tertinggal terbungkus dalam pelepah, juga masih ada Akibatnya masih tetap hijau dan berair waktu gabah semalai pada masak dan gabah yang masih hijau dari anakan beberapa yang termuda ikut terbabat, padahal malai dari anakan semacam ini dari 12 – 20 malai, yang 3-5 malai termuda masih hijau, berisi 150 -200 gabah dan dari semua malai yang sudah tuapun ada 6 – 12 gabah tidak masak alias hijau, karena masih terbungkus dalam kelopak daun hancur waktu dirontokkan dan dikupas dari kulitnya. Apa akal ? Yang harus memutar otak ya kita sendiri, sebab kejadian itu di sawah kita, di Indonesia. Bila diperhatikan padi varietas yang kita tanam ada yang dari kultivar yang tidak bisa mengeluarkan sepenuhnya malai anakan hingga tuntas, ada sisa yang masih dalam seludang kelopak daun, dan jarak waktu pembuahan anakan agak panjang waktunya Cara berpikir semacam ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak berlatar belakang Ilmu Pertanian, yang sekarang rupanya makin susut tidak tergantikan, karena generasi muda sudah tidak berminat menggeluti dunia pertanian di lapangan, sayang. Anakan akan nengeluarkan malai terlalu jauh jarak waktunya dari pokok padi yang tertua dari satu rumpun. Pakar Pengamat Lapangan mendapatkan bahwa sebagaimana bambu, setelah padi bunting, berarti semua organ sampai ke daun bendera sudah ada dalam bentuk post primordial tinggal memanjangkan sel selnya. Disinilah perlu ion (K+ ) untuk mempertinggi tekanan osmose cairan sel dan merangsang fotosintesa daun daun yang sudah tua, mengisi sel sel dengan gula/ tepung. Makanya dicoba pada saat bunting mayoritas anakan dalam satu rumpun disemprot dengan larutan KCl setengah sampai satu persen larutan KCl , 1 Ha hanya membutuhkan 150 -200 liter saja, untuk menyemprot bagian yang masih hijau, paling tidak daun benderanya, Reaksinya cukup baik, padi bisa berbunga lebih bersamaan daalam rumpun dan lahan dengan hari tanam yang sama, dalam satu petak tanam. Akibatnya pada saat dibabat bersamaan. Semua gabah sudah keluar dari seludang tangkai daun dan bisa jadi gabah kering hampir bersamaan dengan waktu dibabat. Bayangkan saja berapa tambahan panen gabah dari akal ini. Hal ini bisa diakali oleh Pakar Lapangan Pertanian dan disuluhkan kepada petani dengan pemikiran sederhana. Belum terhitung tambahan bobot gabah karena lebih bernas. Tambahan gabah yang dikupas jadi beras dari 1 Ha sawah: 10000 m2 x 25 rumpun /m2 x 12 anakan x 10 gabah = 30 000 000 gabah sehat bila 26 gram/1000 gabah. Ada tamabahan 26 x30 kg gabah 780 kg gabah atau 290 kg beras, lebih bisa menambah mulut yang diberi makan. Tanpa memperhitungkan bahwa ada kultivar yang kadang ada 3 – 5 malai paling buncit yang berisi hanya 150-200 gabah masih terlalu muda untuk ikut terbabat. Dengan menambah ongkos penyempotan larutan KCl 80 000 rupiah per ha, paling sedikit ada tambahan panen jadi beras sama dengan sepertiga atau seperempat dari ongkos. *) .

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More