Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Sabtu, 03 Maret 2018

INI TAFSIR YANG PENGHABISAN

INI YANG PENGHABISAN,  PENAFSIRAN DAN HARAPAN SAYA,  TERHADAP MA’IYAH

Baru tiga minggu ini saya merunuti minat saya mendengarkan ceramah Cak Nun, yang ternyata banyak sekali, ratusan ceramah di you tube di face book dan ahirnya saking penasaran saya tanyakan di Mbah Google, dengan kata kunci “ma’iyah” ketemu-  piagam tentang perilaku kelurga ma’iyah. Jadi bila berminat silakan buka sendiri, di you tube atau di google caknun.com.

Pada pokoknya kelurga besar pecinta dan pendengar ceramah ma’iyah ini supaya aktip menggiatkan bersodakoh dan berpuasa dalam arti seluas luasnya, ini perilaku  nyata  anjuran ma’iyah yang digelar oleh Cak Nun.

Sudah kadung saya respond di artikel saya di idesubagyo.blogspot.com tiga minggu terakir ini, untungnya kok ya banyak yang nyenggol.
Pokok dasarnya para warga ma’iyah yang kebanyakan remaja islam, dianjurkan berfikir lateral / menyamping , jangan cuma ndlujur atau linear saja, dan bisa menyimak kritisi atau pelurusan  buah tutur Cak Nun, yang pakar dalam menganalisa semua kejadian  secara lateral ditambah spiral naik, apapun tafsir islami yang unik,   saya yakin diterima oleh lain fihak, kadang terasa nylekit. Anehnya reaksi tokoh tokoh pihak lain kok cuek bebek saja, bukan bereaksi meledak kayak kemarahan mereka terhadap putra Pertiwi Ulil Absar Abdullah  atau Dr. Nurkholis Majid  alm..

 Saya rasa ada daya adhikodrati yang selalu memancar dari  pernyataannya disetiap kesempatan ceramah, bahwa beliau sudah mampu menyatukan rasa cintanya yang mendalam dalam setiap expresi  ceramah yang selalu unik, kepada alam seisinya, meskipun kenyataan ceramah ceramahnya itu penuh dengan canda malah “pisuhan” Suroboyo-an yang tandas. Lain sekali dengan pencerahan oleh ulama kharisrmatik dari aliraan agama lain, sebelumnya yang memperoleh sambutan hebat seperti Krisnamurti. Ini bukan sekedar memuji, tanpa kritik, terutama waktu beliau menggelar gagasannya dan mendapat tanggapan dari hadirin pengikut ceramah. Apapun pertanyaannya tidak pernah dijawab seperti penceramah kondang lain, yang selalu dengan komentar klise “pertanyaan anda baik sekali”, malah apapun jawaban pada pertanyaan pendengar ceramah selalu dijawab dengan pertanyaan dari cak Nun, yang jawabannya sudah disiapkan  oleh beliau sendiri, lebih pas menurut beliau. Krisnamurti, pencerah intelaktual di Europa sebelum PD II, malah membubarkan komunitasnya di Europa, "komunitas White Lodge" karena beliau merasa para pendengar pemerhati ceramahnya yang sudah ratusan ribu, malah sudah membuat badan Keuangan, di Europa, menggantungkan diri kepadanya untuk menata kolbu masing masing, sedangkan maksud beliau hampir mirip maksud cak Nun.
Bukan sombong, tapi mendikte.  Saya juga ada ditempat dimana kejadian yang beliau ceritakan. Kala itu duh sulitnya mencari makan, sedang ibu saya selalu mendesak saya, mbok cari kerjaan, saya harus lulus screening tidak terlibat langsung atau tidak langsung G30S. PKI padahal bapak saya orang Madiun, beberapa kerabat dekat menjadi pegawai lapangan di Kehutanan, ikut disembelih. 
Padahal belau beliau sama sekali tidak tahu penghianatan G30S PKI di Jakarta, apalagi di Lubang Buaya, nyatanya harus memikul dosa menereka, yang ikut menyerang  Kiai. kerabatnya cak Nun, bukan diproses secara hukum, langsung diamankan oleh drop dropan membawa parang dibelakangnya tentara bersenjata lengkap. istilahnya waktu itu. Apa itu bukan persoalan "sedumuk bathuk senyari bhumi", tanah HGU pabrik Gula di Jombang, dimana pegawai Petugas lapagan Kehutanan di Madiun tidak tahu menahu. ? Ya sudah lah, memang CIA juga membagi pil bangga diri sebangsa heroin untuk menyemangati yang sedang bertengkar, supaya ndadi. 
Kita  sekarang sedang menghadapi tugas yang sangat besar, sangat berat, membangun sentra produksi pangan dan sarana hidup manusia sedunia dari resources tanah air kita yang masih luas ini, dan pasti dapat dibangun sawah, juga di rawa rawa Papua di Digul, di Asmat, karena dilahan ada air waktu kemarau, disabuk tropik, pasti bisa jadi sawah, seperti para wali tanah jawa melandasi masyarakat Demak Bintoro. Demi mengimbangi ihtikar internasional jahudi timur dan china barat yang menghimpit kemanusiaan. Ma'iyah adalah harapan saya yang nampak  sekarang, yang aman dan damai penuh rakhman dan rakhim, menjadi rakhmatan lil alamin.
Sampai screening tahun tahun terakhir Pemerintahan Jendral Suharto, masih jadi batu sandungan. Mulai dari RT/RW Koramil dan kodim. Kebencian combatant dengan sangkur terhunus, AK terkokang dan  terhadap siapapun yang dianggap mengkritik apalagi menentang ordebaru sangat menonjol ditebarkan, tanpa hukum lagi, bagi yang tidak lulus, di non jobkan atau dirumahkan. Kebencian yang sewenang wenang ini tidak boleh pernah diingat lagi. persis seperti zaman Jepang. Ini yang bukan guyonan lagi bagi si penderita, Cak, yang ini kebal terhadap cinta apapun, yang ada kesetanan saja. Sangat pantas untuk dikenang supaya tidak terulang lagi, Coba bandingkan perlakuan reformasi terhadap yang jelas penebar teror kebencian yang mengulangi kejahatannya berulang ulang, almukharom mbah Baasyir sekarang ? Terus terang perilaku orang kawanua di Sulut yang panen cengkehnya diatur tataniaganya, sehingga harga jual panennya anjlog oleh usaha keluarga Cendana, petani cengkeh di Trengalek, secara menjijikkan para kawanua ini  telah lupa. Ini bukan tebaran cinta tapi.........

Waktu itu lowongan dimana mana hampir tidak ada. Akhirnya Program Bimas Pertanian Pangan membutuhkan penyuluh pertanian, Mahasiswa tingkat akhir dari Gama, IPB, UNSU, UNHAS  semua terjun kesawah, jadi penyuluh Demas, organisasi extra ikut membantu, yang khusus pemakaian pestisida dan pupuk buatan.,urea. TSP, KCl,  direkrut tenaga penyuluh oleh para Pabrikan dari Europa, Amerika dan Jepang. Ekonomi desa desa di Jawa segera bergerak, kebutuhan pangan segera nampak penanggulangannya. Optimisme bangsa ini bangkit kembali, tidak makan bulgur ( tolong jelaskan bulgur itu apa.)

Jadi, bila meneruskan mengikuti ceramah beliau jangan lagi tanya, tapi malah kemukakan pendapat anda, terserah tanggapan beliau, anda bisa memikirkan sendiri dengan rasa cinta. ( ndak ada kaitannya dengan proses regenerasi dengan gamet, bukan urusan sensual. lho)

Sekarang  sejarah rupanya berulang, 
Indonesia ditindas, rakyatnya digiring berkebutuhan yang lebih tinggi oleh zaman, disetel oleh  industri luar negeri, sarananya dijadikan bahan ihtikar global. Kita ditantang untuk mengatasinya. Ini tantangan neo kolonialisme global. Tidak cukup dengan ngantih dan nenun sendiri kayak Mahatma Gandhi.
Untuk pengadaan sarana perlu beaya yang tidak sedikit. masih meghadapi segala godaan ketidak berdayaan mendasar dari perilaku mental dan nafsu korupsi para elite capture nya. 
Muncul ma'iyah, optimisme  bisa menyala kembali dengan api rokok, asep knalpot d motor tua, tapi saya yakin yang ini lebih mendasar dan dijalan yang benar, insya Allah.

Saya hanya pesan, suatu gerakan masyarakat yang besar, harus berani menerima tantangan persoalan yang lebih besar. Sedangkan di zaman apa saja satu gerakan masyarakat selalu saling mempengaruhi dengan maju mundurnya Negara dalam percaturan antar bangsa. Yang sangat dinantikan adalah gerakan masyarakat yang bisa menambah otot kekokohan Negara, bukan gerakan Fulan Gong di China, yang mengambik kekuatan dari confomisme mistik. 
Bukan jargon kosong disuarakan oleh hati kosong dan kepala kosong,  sampai sekarang masih kita gunakan sebagai wahana bangsa untuk menunaikan amanah kepada rakyatnya yang sudah plural dari dulu dan dunia yang juga sudah plural dari dulu, dan semakin tak berdaya - untuk memenuhi "kebutuhan azazinya" yang semakin mahal dan banyak, termasuk "pulsa" HP . Sedangakan ma'iyah menawarkan pulsa chatting dengan Allah gratis.
Manusia telah terancam kekurangan sarana hidupnya yang semakin aneka ragam,  buruh terncam oleh pekerja robot yang tidak punya udel, kerja ndak pernah istirahat tanpa minta bayaran, produksi pangan terancam, baik secara alami dengan adanya perubahan iklim global dan menyusutnya sumber daya alami, persediaan sarana hidup relatip menurun dengan cepat. Lingkungan hidup terancam "over eploitasi" dengan semena mena, e e lah kok sepupu sampean Cak, cengengesan cari popularitas membela jaring centrang yang jelas jelas menyapu terumbu karang di laut dangkal.                                            Malah minta dipilih jadi wakil di 2019, opo tumon ? 
Lha kalok Gus Dur dulu pernah bilang, ya sudah itu hutan jati KU2 KU3 masih sebesar betis dari petak hutan jati yang lambat dijarang, ambillah, buat beli beras, saya tahu rakyat dekat hutan jati banyak yang kepincut ikut ambil, cuma tidak menjarah massal dengan truck, tapi dasarnya kan sebenarnya yang menanam kayu jati itu ya pesanggem petani to ? Lha ini terumbu karang, jaring centrang ini cuma ada di pesisir yang lautnya dangkal, dan dasarnya berpasir kayak di Tuban, depan kota Cirebon, sekitar Padang, pesisir yang berbatu merusak jaring, wong jaringnya benang kapas atau benang nylon lembut, jadi  rusak oleh terumbu karang mati berupa batu. Lha sekarang, benang jaring ini serat nylon yang diperkuat dengan pintalan  sling baja kalok cuma karang sedingklik, ya bablas  ketarik dari dasarnya, terumbu ini bukan tumbuhan tapi binatang, tidak punya akar, ngerti to ? Orang ini ndak ngerti kalok dia nggak ngerti ini istilahnya Cak Nun. Ndasel ndesel kumecer jadi wapersnya Pak jokowi. Ndak ngerti biota  didasar laut dangkal ini, pulihnya lama sekali dan disana ikan industri berkembang biak, padahal ngeruk dasar ini dapatnya cuma ikan rucah.  Ini gara gara ilmu andalannya asimetris, anti ilmu alam nyata (selain ngumpulkan duit), kesombongan yang sudah disandang ratusan tahun , ndak tahu bahwa menurut Cak Nun, islam itu ilmu sangat luas mencakup kebenaran alam nyata yang harus dicermati dengan kerja penelitian yang sangat serius dengan beaya, bukan mencari jenjang karir sarjana sebagai karisma feodal, yang dia remehkan, gara gara tidak pernah ada upaya menguasainya, wong gitu saja sudah "Gus" kok, kapan bisa maju ?  Dasar.

Kita, bangsa Indonesia, boleh dikata menguasai sabuk tropis yang luas, lahan tidur, hutan, rawa, lautan dan bawah tanah dengan mineral dan logam. Mestinya ya kita sendiri yang harus berdaya upaya  - mebudidayakan resources ini untuk amanah kita sebagai rakhmatan lil alamin. Itulah maka anak anak muda usia, orang dewasa, tertarik pada pencerahan Cak Nun yang berani, membumi dan unik, sebagai laron tertarik api. Lupakan bahwa kita berbeda, tapi yang jelas ini tempat kita berkiprah segara. Ma’yah adalah alat sekaligus sumber daya dan beaya yang kita bisa himpun segera.

Saya sangat mengharap bahwa kesatuan Negara kita dapat memberi pengertian dan perhatian dengan organisasi kekuasaan Negara, bahwa warganya mau menunaikan tugasnya sebagai manusia  dengan kesadaran yang gamblang dan transparan. Dimulai dengan puasa seluas luas menahan nafsu dan shodakoh seluas luasnya dengan karya yang bisa berguna, sesudah ma'iyah ini mengkristal bening tanpa cacat, bagi seluruh manusia dan bangsanya, dinamo ma'iyah yang bakal jadi  pendukung handal bangkitnya Tanah air ini.
Banyak pendahulu yang sudah menghimpun jutaan manusia, ternyata hanya mengumpulkan platina untuk menimbang badan Agha Khan sang pemipin  "spiritual" nya mashab Ismaili.
Dari Juan Shi Kai, Hitler,  Stalin,  Saddan Husain, yang setiap patah katanya bisa menghipnotis pengikutnya, dibantu dengan logika palsu dan memabokkan oleh sebangsa Gobbles, berhasil menghimpun jutaan rakyat yang bersemangat dimasa lalu, akhirnya hanya gerakan dari benda satu ke benda lain.
Penyadaran ma’iyah, adalah upaya besar, menyangkut upaya duniawi dan semoga atas kersaning Allah, terutama spiritual.
Dalam mengembangkannya, ma'iyah jelas nampak saling berhubungan dengan mata rantai sejarah, terutama sejarah Islam, khusunya sejarah terbentuknya  Negara  berjiwa islam beraga Jawa Demak Bintoro, Negara berpenduduk plural dari pertamanya, menjadi leading power dari kekuatan ekonomi terutama beras dan log kayu jati, 
Para Wali Islam jawa, bekerja bersama sama santrinya, mencetak sawah dari rawa rawa ( idesubagyo.blogspot,com) pemerintahan dijalankan dengan nafas Islam, wadag jawa. Masyarakat selanjutnya di dominasi oleh kerajaan yang kental dengan feodalisme, seperti umumnya pada zaman itu, meskipun masih menganggap dirinya kerajaan para Sultan Islam, yang amirul mukminin.  Sejarah telah ditukangi dengan hati hati, oleh kerajaan kerajaan berikutnya, dan penjajah belanda, bahwa tidak ada pertentangan pemerintahan Sultan yang sayidin panotogomo khlifatullah tanah Jawa, dengan para wali islam serta para santrinya, yang telah mengerahkan santrinya untuk mencetak sawah di rawa rawa termasuk salah satu sosok wali Sunan Kalijogo, bertahun tahun mengukur kedalaman rawa luas, mencari jalan saluran pematus, dan dasar rawa yang meninggi, disitu dicetak sawah ( dilukiskan dalam legenda rakyat, sang Wali dengan setia menunggui "tongkat" - ini kan ukuran penduga kedalaman rawa ?) Sejarah tidak ada cerita pembagian hasilnya dengan pemerintahan negara Islam itu. ( belum ada PKI  sebagai pemecah kesatauan kawulo Gusti). Waktu infra srtrukture pengairannya rusak karena endapan abu vulkanik,  ndak ada yang memperbaiki, sulit untuk bergotong royong? kok terus kerajaannya pindah ( idesubagyo,blogspot.com)  Negara Demak lagi prihatin, pondasi ekonominya - perdagangan beras dan kayu jati yang dijadikan perahu jung besar besar di galangan perahu  Semarang ( San Pao Lung - catatan Tuanku Rao, Dr Slamet Muljono )  koloni china islam, tukang pembuat jung, sangat terganggu oleh bajak laut Portugis yang selalu mengincar di laut jawa. Armada perahu perang peninggalan Majapahit dengan senjatanya yang ampnh - kalantaka, ternyata kaliberya jauh lebih kecil dari galleon Portugis, yang canonnya berderet di lambung perahu galleonnya  yang jauh lebih besar, jarak tembaknya lebih jauh, armada Demak penerus Majapahit kalah. 
( idesubagyo.blogspot.com - kata kunci Matahari terbit di Wilwatiktapura)  Sedang nama kalantaka saja sudah dihapus, sudah diganti dengan mriem - meriam. Tapi di Malaysia dulu masih jadi senjata andalan, namanya rentaka, sampai Gupernur Jendral Inggris heran heran.( google) Kalantaka nama yang saya dapat dari suluk padhalangan wayang purwo di you tube - suluk   "goro goro"  dengan dhalang ki Hadi Suwito alm, cuma ki dhalang yang dari tradisi Ngajogjakarta ini ragu apa pendengar wayang purwo bisa mengerti tanpa kata ini diawali dengan kata meriyem, jadi dia tambahkan meriyem kolontoko - jadi kalantaka ini meriam nama lokal identik dengan lela - made in Majapahit - lihat di blog saya Intermezo sejarah).  Suluk wayang kulit yang sudah didendangkan oleh ki dhalang Hadi Suwito alm, digubah pada zaman pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo, kalantaka masih dimiliki kasultanan misalnya kiai Guntur Geni. Sesudah itu barang dan namanya sengaja dihapus di Babad Tanah jawi cetakan Belanda, diganti dengan nama meriam, untuk menghapus kepercayaan diri si pribhumi, barangnya semua dirampas, dibawa ke Bhutan ditepi teluk Benggala dicor kembali jadi  cannon dan culverin, yang kalibernya lebih besar dinamakan dalam bahasa jawa meriam, bikinan orang Europa.(google)

Kapan didirikan benteng Portugis di Bangsri Jepara ? Untuk apa benteng itu? Ini sejarawan yang berfikir linear ya tidak tergerak untuk meneliti. Saya harap jajaran ma'iyah Cak Nun bakal meneliti ini, Karena para ma'iyah-lah yang akan melanjutkan sejarah pengembangan islam pola Wali islam tanah Jawa di Nusantara dan Dunia. Karena ternyata lebih cocok dengan pluralnya manusia di dunia, dan gampangnya setan membuat persamuan di Davos.( idesubagyo.blogspot.com. kata  kunci bendung plered  di ibu kota mataram Kerto)
Lantas dimasa sulit ini kas Negara dapat dari mana - mungkin pajak atau bagi hasil beras sawah rawa Demak dinaikkan oleh Negara. Mungkin, wali islam yang setuju ada yang tidak setuju. Di legenda memang ada pertentangan ini lamat lamat diceritakan oleh babad, antara sunan Kudus dan sunan Kalijogo - Ada Siti Jenar yang extrem, mungkin yang ndak setuju menaikkan bagi hasil - - Sunan Kudus. yang setuju sunan Kalijogo - sebab belakangan Raja Raja Mataram sampai Surakarta dan Jogjakarta lebih dekat dengan wali Sunan Kalijogo, yang diagul agulkan.. Sunan ini yang bertemu dengan Penembahan Senopati di pantai Selatan, padahal sudah ratusan tahun kemudian. Sedang pusaka kerajaan Mataram dari Panembahan Senopati, punya tombak pusaka kiai Plered, bagaimana saktinya menurut legenda, Kata Plered artinya bentuk bendung sungai serupa huruf "f" miring, yang tahan terjangan air bah. Bendungan untuk mennaikkan air saluran pengairan sebagai hulu saluran primer pengairan. Sejarawan kita cuek mencari tahu, kenapa kerajan Demak baru tiga suksesi kok mendadak pindah ke Pajang, dasar sejarawan murid Pejajah, diajari berpikir cuma lineair. Dalam legenda pusaka Mataram adalah tombak kiai Plered, biar sakti seperti apa, tapi plered juga nama bngunan bendung yang seperti huruf "f" untuk memberi pengairan sawah petani, harus ada timbal baliknya ( idesubagyo.blogspot.com). Sulit menemukan sosok serupa Abu Dzar di deretan Kesultanan Nusantara ini. Tidak ada catatan mengenai sistim pendapatan Negara dan pendapatan para Penguasa yang konkret dan tepat, dalam cataan sejarah. kecualai bila sudah  berakibat pertentangan atau perang, bahkan penjajahan oleh bangsa lain.

Sedangkan untuk membangunkan masyarakat jadi lebih maju hanya dengan pendapatan Negara. Semoga ma’iyah bisa ikut nyengkuyung Negara, melebihi Gafatar, jang memang dari semula sektarian, tapi mai'yah kan tanpa pamrih tebih ajrih, seperti pendahulunya para wali islam tanah jawa, yang karyanya tidak sepenuhnya kita ketahui, kita jiwai, kita gali lagi, untuk kita mengerti, malah ikut ikut melecehkannya, ketularan ajaran sebagian para habib, bukan menjawab zaman dengan pertanyaan lagi, tapi dari hasil perenungan sosok seperti Cak Nun, Cak Sujowo Tejo dan para scholar/ilmuwan Teknik dan Pertanian maupun Kedokteran  yang mengawalnya, bukan kelompok seniman  nyruput kopi saja. (dalang Jawa timuran kok ngerti RMP Sosrokartono, R,Ng Ronggowasito,  Mangkunegoro IV, Pangeran Suryomentaram, Tan Koen Swie, Meneer De Winter,  kok elok, bacalah dan carilah jejak langkahnya, seperti Pramudya Ananta Toer melacak jejak langkah si Minke
Teriring do’a semoga Allah memberi ijabah kepada upaya anda semua  keluarga besar ma’iyah *)







Kamis, 01 Maret 2018

DASAR HIDUP BERMASYARAKAT HUBUNGAN GENGAN MA'IYAH


                                                                                        ….
ORANG HIDUP BERMASYARAKAT  CIRI DASARNYA HARUS AMANAH.
ORANG BERIMAN, CIRI DASARNYA HARUS SELALU BERZIKIR,
ARTINYA  SELALU INGAT KEPADA TUHANNYA, RABNYA  YA ALLAH ROBBIL ALAMIN

Kita bangsa Indonesia sangat memerlukan manusia dengan kedua ciri hidup itu.
 Sebagai bangsa Indonesia, yang mendapat tanah air Nusantara, yang cukup segalanya untuk menghasikan tambahan segala kebutuhan pokok hidup seluruh manusia di dunia, sangat ditunggu.
Lain dari penghuni wilayah sub Arctic, atau sub Antarctic, atau gurun tanpa hujan disegala benua yang sangat  keras untuk kehidupan,  sebaliknya di Nusantara, sabuk katulistiwa dengan musim yang sangat mendukung kehidupan.  Sebentar longsor, sebentar kena ledakan vulkanik, ribuan korban tsunami, belum sepuluh tahun sudah tidak ada bekas, kecuali sengaja kita lestarikan sebagai peringatan. Sama sekali tidak etis sebagai sesama manusia, bila kita tidak menyadari ini.

Dalil ini akan nyata bila orang berbuat sebaliknya, selalu akan mendapat kesengsaraan dunia akhirat. Orang tidak amanah, sulit dipegag janjinya, akhirnya juga sempit rezekinya, orang tidak ingat Allah, berarti hidup cara hewani, sulit hidup terhormat sebagai manusia, akan dijauhi orang. Masyarakat yang anggautanya rata rata manusia yang demikian, sekarang, di zaman modern, zaman teknologi, tidak ada rintangan alami yang tidak bisa dilewati oleh bangsa manusia apabila terdesak oleh keperluan hidupnya, setidak tidaknya menanam  tanman narkotik saking hewaninya. mengambil alih dengan paksa, atau  memindah Ibu Kotanya – contoh Israel dengan Ibu Kotanya Jerusalem, dipindah hanya menuruti kezalimannya Israel dan Donald Trump. Bisa bisa nanti apabila kita terlena, ribut perkara perkara kecil, hutan digunduli, gambut dibakari, jadi rawa rusak  jadi danau mati,  ibu kota Wilayah Ekonomi akan dipindah dijadikan satu di lain tempat.
.Begitulah peringatan Cak Nun. Malah ditegaskan olehnya, bahwa bangsa ini akan lengser dari pemilik  sorga tropika ini, ditaklukkan bangsa lain,  bila alpa.  Tahuh 2019 adalah titik permulaan percabangan jalan, jadi bisa menjadi rakhmatan lil alamin atau jadi bangsa jongos, bila kita sembrono, menjauhi amanah dan menjauhi Tuhan, Allah Robbal Alamin. Kepincut dengan hujjahnya para tukang promosi dan tukang propaganda, habib atau komunis melibatkan masa Rakyat Indonesia untuk jadi pion perkelahian mereka, demi kepentingan mereka sendiri.

Sejak dini, kabiasaan dasar ini harus ditanamkan pada sikap jiwa bangsa ini sejal anak anak.
Maka dari itu, sejak dini seorang anak, walau anak orang kaya, harus selalu menghargai pemberian orang tuanya atau pemberian siapa saja, apalagi pemberian Allah, sebab pemberian itu artinya amanah. Misalnya menjaga agar jangan memelototi berjam jam main game dengan smartphone, merusak mata. Merusak ekonomi.   Juga menghormati amanah orang lain,  sebab apapun yang melekat pada diri sesorang,  baik berupa benda maupun yang bukan benda ( berupa kewajiban atau janji – sebagai sesama manusia dia harus membantu ikut menghormati, supaya amanah telaksana.
Kuncinya adalah perilaku amanah, pantang berbohong dan tidak melanggar larangan Allah Rabmu, harus benar benar teguh dilaksanakan.
Sebenarnya ini tidak sulit,  mau atau tidak sekarang sudah dijalankan setiap hari. Mulai tidak bisa berbohong kepada mesin, yang dipasang dimana mana. Bila tanpa amanah maka orang akan hilang begitu saja, NIP nya terhapus, mesti bertobat dulu baru diberi NIP baru dengan catatan. Contohnya nomer HP, bila sampai akhir Maret 2018 tidak mendaftar ulang akan dihapus.  Begitu pula nanti, segala amanah cicilan keperluan hidup harus ditepati, atau tidak bisa dipakai kayak decoder program TV yang terlambat bayar, nanti sepeda motor. mobil,  tau tau mogok, rumah sederhana, apartemen tau tau bocor dan langit nampak, karena  konsumen tidak amanah nyicil. Hanya sayangnya ketegasan aturan perjanjian CICILAN  tidak ditengahi PEMERINTAH, yang isinya hanya menguntungkan penjual saja, sedangkan zaman penjajahan konon  ada pasal hukum anti lintah darat. INI KUWAJIBAN BAGI PEMERINTAH, Bakal kejadian kayak ENRON Ltd, di Wall Street, di AMERIKA SERIKAT. Begitu pula residual traiding disana, yang membuat bangkrut rakyat disana, tanbah terpuruk.

 Satu satunya amanah yang MASIH BISA DIINGKARI ADALAH AMANAH ANAK KEPADA  ORANG TUA DAN SESAMA  MANUSIA. Karena hukum mesin tidak ada, maka orang hanya mengharapkan dari rakhman dan rakhim dari/oleh sesama hidup, dengan laku timbal balik, isitilahnya Cak Nun seimbang. Semoga Allah memberi ijabah pada yang saling berkemauan baik kepada setiap orang.
Negara, Pemerintah, harus melindungi warga manusia dari kejahatan manusia lain, yang dengan memprogram mesin untuk menipu, timbangan ukuran volume mutu ingredients pembuatan,  barangnya dan kemasannya, peyimpanannya, dengan sekuat tenaga, ITU MAKANYA PEMERINTAHAN NEGARA DIADAKAN, artinya harus mengadakan checking kualitas dan kuantitas kebutuhan seluruh  hidup manusia supaya sesuai dengan nilai yang dibayarkan. Kenaikan barang kebutuhan pokok, sangat rentan dihasilkan oleh upaya ihtikar, kartel dari china barat maupun jahudi timur.
Etika penjajah saja membatasi keuntungan konon maksimum 10% per transaksi . Bunga cicilan per bulan berkedok dagang, namanya mindring.  Ini masih membutuhkan awak KEKUASAAN NEGARA,  manusia yang amanah dan tidak pernah bohong, beriman teguh kepada Rabnya Allah Pecipta Segala alam, hasil pendidikan kita sekarang. Saya berharap warga ma’iyah mendandani watak anggautanya, hingga bersinar dimasyarakat, tidak mencicil barang pakai, atau barang modal, tidak tergiur rayuan perusahaan penjual pulsa, yang dengan bebas memotong jumlah pulsa, tanpa ada pengawasan Pemerintah.  
Kembali berkomunikasi dengan surat. Karena ini jerat merusak ekonomi bangsa, keuntungan sudah diatur oleh produsen, pedagang mindring dan pejabat Negara yang terjerumus dalam komplotannya, alih alih melindungi konsumen.  
Sedang yang ada sekarang disini, kebanyakan adalah tukang memalsu, pedagang penipu segala macam, dari pembuat camilan anak sekolah, cosmetic, ihtikar sembako, sampai membuat e-KTP, dan rentenir/ menjual barang dengan cicilan  bulanan, bisa dibilang dari satu asal kelompok keturunan, berkolusi erat dengan elite capture lokal dan vocal disegala tingkat, lewat surat surat kepemilikan. Sangat saya harapkan warga ma’iyah menuju ke kesadaran tentang hal ini, dan mengatasinya dengan cermat dan selamat, artinya setiap warga ma’iyah harus mencermati hal ini, pandai mengendalikan nafsu dan teknologi menuntunnya disertai do’a kepada Allah, guna melindungi ummat yang awam*)



DASAR HIDUP BERMASYARAKAT.


DAUR ULANG
untuk apa hasil curian ditingkat anggaran Negara selama berpuluh puluh tahun - terkumpul di organisasimu ? Sampe alumninya masih terkenang kenang nikmatnya.

DI INGATKAN KMBALI: RUNTUHNYA DUNASTI  DINASTI, (VERSI EDIT)

Dinasti Ayyubiyah di Mesir dan sekitarnya pada abad ke 11 Masehi, bisa BERTAHAN SATU ABAD. 
Dalam situasi yang sangat bergolak selama abad abad sebelumnya, terutama dari  wangsa  Mu‘awiyah   dan wangsa Abbasiyah .  Pertentangan ini juga menggendong pertentangan khilafah antara  islam aliran sunni dan islam aliran syi’ah, diwilayah itu.
Salahuddin al Ayyubi pendiri wangsa Ayyubiyah adalah Pahlawan Islam yang sangat zuhud dan hidup sangat sederhana, meskipun peperangan telah melambungkan dia ke derajad Sultan. Salahuddin al Ayubbi  mempersatukan sunni dan syi’ah melawan  pasukan tentara Salib, dan memenangkan kota Yerusalem, dengan spektakuler. Dengan ini Salahuddin al Ayubi mengabadikan namanya dalam perjanjian yang sangat islami, sangat dihormati oleh lawan dan kawan. 
Karena era zaman itu masih dalam kungkungan pola fikir feodalisme, maka Salahuddin al Ayubi yang faktanya adalah  Amirul mukminin  diangkat jadi Sultan, mengawali wangsa Ayyubiyah, bertahan sampai satu abad yaitu abad ke 12.

Wangsa ini mulai runtuh sesudah gnerasi ke 5 , Sultan Al Khamil  I - th 1128-1140, karena perpecahan yang umum dalam sistim pola pikir feodalisme,  yang sekarang kita juluki dengan  genggaman despotic terhadap harta tahta dan wanita.
Sampai sekarang Salahuddin al Ayyubi masih dikenang sebagai pahlawan Islam sesudah khalifaur rasyiddin, yang  zuhud dan sangat sederhana. Namun setepatnya menjadi  Amirul mukminin  di zamannya.
Begitu pula di Indonesia kita punya Brigjen Ahmad Tirtosudiro. Alm.
Beliau  Pendiri yang paling terkemuka dari HMI, dikalangan pimpinan HMI beliau sangat terkenal sangan kebapaan sebagai layaknya Amirul mukminin. ( Kesaksian Nazarudin Bendaharawan  PD, waktu mereka berdua dengan Anas Orba-ningrum  ex Ketum HMI, bersilaturahkhim kepada beliau) - google.
Bersama itu  Ahmad Tirtosudiro alm juga mendirikan Perum BULOG pada th 1967, menurut SK Presiden Orde Baru. Jendral Suharto.
Sayangnya fakta bahwa Bigjen Ahmad Tirtosudiro alm. adalah salah satu pengembang  HMI dan satu satunya  yang membesarkan HMI berbasis "operasi pasar" beras di Bulog  atas restu presiden Suharto, disempurnakan oleh Letjen Bustanul arifin selama 12 tahun, diskala nasional selama 40 tahun, recruitement personnel lapangan. Dengan  golongan tengkulak beras dari swasta dluar sistim berkolusi membentuk kertel yang solid. Dengan dana melimpah dari situ, sehingga bisa berkembang seperti sekarang, para kadernya mengemudikan  banyak  Universitras Negeri  dan  yang tua tua dan ternama dalam Civitas Academica-para Prof Doctor berurusan dengan Pengadilan Negeri karena korupsi. Apalagi universitas yang masih muda muda, mungkin yang lolos hanya  karena mayoritas agamanya   lain.  Ini berjalan  selama Orde Baru, di seluruh Tanah Air  ini.
Dia tidak dimasukkan dalam kenangan di tulisan mengenai sejarah  HMI dan BUlOG  di Wikipedia google oleh para contributor  masa kini. 
Jasa ini dihapus atau dilupakan, bahkan dalam sejarah Perum BULOG, dimana beliau Pendirinya hingga dapat   dukungan dana dari Bank Indonesia langsung,  bahkan dari Negara negara donor dana dialokasikan lewat bank sentral tersebut, saking percayanya.
Sebagaimana bangunan masyarakat dengan fondasi feodalisme,  meskipun pendirinya sama zuhudnya, sama ke-bapakan-nya, sama sama  khusyuk  islamnya,  bila penerusnya  pengejar  nikmat duniawi,  dengan mengumbar nafsu syahwatnya, akan  meruntuhkan bangunan itu karena watak sudrun yang jauh dari noblesse obliqe,  hanya mengejar harta tahta dan wanita, seperti yang didemonstrasikan selama  empat puluh tahun terakhir ini di masyarakat kita, oleh kader kader penerus organisasi ini.
berita terkini:
 Sekarang di MK, habis Akil Mohtar nongol dipermukaan Patrialis Akbar dari jalur yang sama, terima suap untuk  menelikung UU Import ternak pedaging, kolusi dengan yang memdapat monopoli 26 - 27/01/2017. Patrialis Akbar diangkat sebagai hakim MK oleh Pemerintah SBY. (wawancara TV dengan As Sidiqi ex Ketua MK)
Akhirnya ketahuan juga bahwa dana  ribuan triliun yang di embat dengan berani oleh para sudrun ini bukan mengalir  untuk memanjakan miss V saja,  tapi untuk membuat satu dinasti berkuasa mutlak dengan tukang pukul kayak Papa Doc Duvalier, kayak Stalin,  tapi juga mengalir ke upaya yang lebih besar  yaitu  kembalinya daulah  Mu’awiyah dan daulah Abbasiyah  jadi satu, mengusai lebih 70% energy Dunia.
Menantang sesama raksasa penguasa Dunia yang  dikuasai kaum Yahudi, kenyataannya  didalamnya katel minyak ini disampping yahudi dan Amerika dan Rusia, ya juga banyak Shaikh dan Princes   dari seluruh Jazeera,  Tycoons dan Magnates dari seluruh Dunia, dagang  membentuk kartel bersama,  menyetel  pertumbuhan konsumsi seluruh dunia, ya kita kita ini.
  Saya percaya bahwa dunia ini diciptakan plural, generalisasi macam apapun selalu tidak benar,  begitu pula kesempitan  suku  ras dan agama,  apalagi didukung aksi fisik yang  ngawur, memerlukan banyak dana. Mereka tidak ada perhatian terhadap kepentingan  rakyat Idonesia yang semakin miskin, memerlukan sekali dana dan tenaga, yang beayanya mereka korupsi bertrilyun trilyun dengan alasan yang menurut para sudrun ini sangat luhur. berupa khilafah kembalinya kejayaan dinasti dinasti zaman feodal yang sudal lalu.
Karena sudah ketahuan belangnya,  dana dan fasilitas dari donor Boss  besar diketati sampai kering.  (Apalagi Presiden baru Donald Trump. ) Demi memberi  tanda bahwa sang Boss sudah bosan dengan ulahnya slingkuh dengan teroris  dunia, maka korupsi 100 juta rupiah  saja di “kerajaan” warisan dari founding fathernya sendiri , sudah segera ketangkap tangan KPK, suap untuk izin import gula  pasir !!!!  Di DPR tuntutannya lemahkan KPK bersama komplotannya dari Orba dulu. Nampaknya akan berhasil karena komplotan orba ini ada di semua fraksi, karena bos- bosiah  yang puasa sudah lama, ya ngebet buat berbuka mupung pertainya lagi kuasa, ndak bisa menunggu, keburu  rakyat pintar. Kasihan Presiden RI ini.

 Duh sayangnya bangunan  Dinasti yang kokoh yang diwarisi dari founding fathernya Brig Jen Ahmad Tirtosudiro alm. dibelain  hidup zuhud dan menentang hangkara keluarga  Rahwana, tidak dimengerti maknanya OLEH  PENERUSNYA,  yang di Bulog maupun di Kementrian lain, dan Institusi stategis lain, seperti Patrialias Akbar, Aqil Mochtar, Suryadharma Ali, Lutfi Hasan Ishaq Fathonah, tambah lagi Yik Amak dan Yik Bakhil, kepincuk sungguhan dengan harta tahta dan wanita,  KUWALAT *)   wis leren bae, WIS KEBAK SUNDUKANE.

Sabtu, 24 Februari 2018

APA BUKAN LOBBYNYA KURANG KUAT - DAUR ULANG DARI ARTIKEL MENGENAI INFRA STRUCTURE

APA BUKAN LOBBYNYA KURANG KUAT ?

Industri  minta jalan bebas hambatan dari Krawang lewat Gunung Putri Tangerang trus ke Pelabuhan kalok bisa terus ke Ciegon ferrosteel ,  supaya Factories yang sudah terbangun disepanjang super high way ini bisa terintegrasi, kok yang dibuat fasilitas umum pencegah kemacetan ibu kota, trowongan, viaducts dan LRT, apa tidak gondok ?

Masyarakat  menjadi sadar. Persoalan murni teknis,  telah menjadi batu pondasi Politik, yang berarti dasar menyatukan kekuatan masyarakat dalam satu Negara, yaitu INFRA STRUKTUR. Tidak hanya  itu, tapi infra structure yang menyangkut kepentingan hidup orang banyak, kesejahteraan umum.  ALHAMDULILLAH, ini baru benar. Sebelum ini infra structure negeri ini hanya menjadi pembicaraan kaum Ekonom, karena malu diri lantas mereka menyebut dirinya kaum teknokrat. Segolongan dengan Ali Wardhana dkk, yang pengabdiannya hanya mencari keuntungan buat  Boss beserta croni-nya yang diktator militer thok, atau Corporate raksasa yang menyewanya thok. Malah sekarang, orang teknik yang tergabung dalam teknokrat Orde Baru, menjadi menteri kabinet koalisi reformasi,  menjadikan keilmuan teknik melebar ke politik dan kekuasaan seorang menteri, dia dan konco konconya menunggangi politik demi dukungan mencari uang fee satu juta dollar di Masela Maluku, yang dipertontonkan oleh mereka terang terangan, yang lantas diomeli oleh Menteri Rizal Ramli, karena mereka konco gang pencari kesempatan, malah sekarang mau jadi calon Gupernur .Ya nasib seluruh Propinsi dipertaruhkan, yang ini ngotot membela off  shore drilling yang lebih murah, demi membela Corporate dan mengesampingkan kepentingan rakyat buat nunut infra structure bila mereka bikin di inland drilling. Padahal seingat saya yang dari satpam apapun yang berbau BBM, mereka sangat galak, sebab sangat banyak yang disembunyikan dari publik, tidak akan mengizinkan infra strukure-nya di nunut oleh konvoi Militer sekalipun, itu pasti, melainkan setelah sekian puluh tahun kemudian,  sesudah sumurnya kering - baru jalan dan jembatan itu bisa di lewati rakyat umum. Lha gitu kok masih milih off shore yang tanpa pengawasan apa apa, berarti sudah siap pipa kencing sampai Australia !!

Seperti yang telah dianut oleh Amerika Serikat selama hampir tiga abad, infra structure di jejalkan pembangunannya oleh para senators, congressmen,  dengan beaya uang Negara, demi pemodal ganti kulit seperti ular, dilokasi baru dinegaranya sendiri membuat pabrik terintegrasi, otomatisasi, lebih canggih dengan lebih murah, sebab sudah disediakan  jalan dan jembatan, ratusan kilometer dilokasi yang penduduknya jarang, jadi tidak ada gangguan lingkungan hidup dan tanahnya masih murah,  air dan energy sudah tersedia oleh beaya Negara, dengan alasan penyerapan tenaga kerja. Rupanya ini yang dimaui oleh "ekonomist" model Berkely mafia.  Lokasi yang lama jadi kota hantu. Disana infra structure bukan jadi issue  kepentingan umum, tapi kepentingan teknokrat yang mengabdi kepada Corporasi raksasa, dengan motif hanya mencari keuntungan saja.  Raja Sihanouk dari Cambodia juga meniru falsafah ini, sedang rakyatnya terbelah antara orang Khmer yang badannya kecil kulitnya agak gelap matanya bundar, dengan elite dari keturunan dari campuran darah Asia Timur, ganteng dan cantik berkulit cerah, bermata sipit, mereka abai terhadap kehidupan saudaranya suku Khmer yang jadi pemelihar kerbau dan hidup subsisten di hutan hutan dan rawa. Apa yang terjadi kemudian? Peristiwa berdarah darah dari Khmer merah a'la Polpot.

Sedang dinegara orang lain para magnate business dari AS ini membongkar gunung, melenyapkan suku bangsa lain dengan perang, demi menguasai sumber daya alamnya. Edward Carnegy sudah wafat dan hartanya diwariskan kepada rakyat Amerika, tapi yang ini entitas modal, tidak bisa mati, tidak ada rasa, dia entitas modal yang abadi, kerjanya hanya mencari untung, bahkan mencuri warisan bangsa yang miskin, demi keuntugan.  Karyanya hanya membesar dan berganti kulit, hingga tubuhnya menggilas apapun. Sekarang mulai menggilas kaum menengahnya sendiri, Ini OWS ( Occupation Wall Sreet dari Roger Moore), sudah bertindak. 

Yang Mulia Mokhtar Riyadi, si raja uang  termasuk sepuluh orang terkaya di Indonesia, pernah diwawancara-i oleh TV yang pembawa acaranya nyaris menyembah saking hormatnya, bersabda dengan pelan jelas kata satu persatu supaya pemerintah Jokowi membuat infra structure jalan tol bebas hambatan  untuk muatan berat yang menghubungkan factory factorynya yang telah dibangun di Krawang, Gunung Putri dan Tangerang, supaya harga produksinya bisa murah dan bersaing di pasar bebas dunia masa kini, dan rakyat melihatnya bagaimana dia beruntung - juga off shore banks lengganannya. 

Saya menebak, yang dimaksud dengan infra structures oleh Kabinet pak Jokowi sekarang ini, adalah infra structures yang sangat dibutuhkan untuk membangunkan ekonomi kehidupan rakyat banyak.  Ndak heran mengalami banyak gangguan sampai sekarang, pada ambruk apa ndak curiga ?

Mulai jembatan gantung antar desa dan kota kecamatan atau sekolah, sampai saluran air untuk mencegah pengeringan lahan gambut dan menjadikannya  lahan pertanian dengan petaninya yang mempertahankannya dari kebakaran yang sekaligus hidupnya jadi lebih sejahtera, embung embung di NTT, dan penyediaan  hidro listrik dan mikro hidrolistrik  di Sulawesi tengah, sekaligus menarik investor industri pendinginan ikan dan pengolahan hasil  dari keramba raksasa di teluk Tomini, mengembalikan keberadaan perkebunan kelapa di sepanjang pantai  teluk Tomini, selang seling dengan hutan mangrove yang sudah digunduli dasana tanpa rencana, untuk tambak udang. Ini diserahkan kepada Daerah, lantas apa hasilnya ? Rencana jangka pajang dan pendek paling sedikit bahan kampanye KADA, tidak ada.  Itu saja lupa, yang diingat cuma bakar batu, mendatagkan artis seronok dari ibu kota.

Bagian Pemerintah Pusat, pengadaan kapal ternak besar yang berkeliling Nusantara bermuatan sapi kerbau, konsentrate, hay dan silage yang dipadatkan. Membersihan teluk itu dari limbah tambang emas. Ini semua infra structure yang terjangkau. Asal didaerah itu (Sumatra, Sulawesi, Maluku, NTT, Kalimantan) dibersihkan dari teroris dan penguasa setempat yang feodalistic  skala puak dan kampung. Jenis feodal ini malah petentang petenteng di Ibu Kota, saking tingkahnya yang kampungan dipecat oleh partainya e malah masih ningkring disana wakil ketua dewan perwakilan rakyat tanpa dukungan rakyat, cingurnya masih nongol di TV, astagfilullah, naudzubillah minzalik. Sebab di skala yang lebih besar para feodal ini sudah memenuhi Ibu Kota, jadi koruptor buaya malah Tyranosaurus rex yang makan cicak dan buaya, tanpa merasa salah, sedang diskala kampung dan puak para feodal ini sumber makannya jadi pemalak liar a’la pak Ogah, perdagangan narkoba a'la Bupati OKI tanpa merasa salah, pendukung teroris yang sesat dari tujuan nasional kita saja. E menterinya malah beli sertifikat paling layak tanpa cacat bersih dari BPKP, sambil berlagak koplo.

Tidak kalah penting adalah kepedulian di wilayah perbatasan yang sangat memerlukan infra struktur untuk menarik para calon “gafatar” yang pak Jokowi bisa menyulapnya jadi pahlawan pembela tanah air, asal ada infra structures yang cukup menghidupi ekonomi menengah saja, tanpa gencetan dan manipulasi dari feodal setempat, tukang bakar lahan gambut lagi. Dengan catatan, ini bukan kerja sepele,  ini pekerjaan kecil kecil dengan beaya tinggi, ditambah dengan penuhnya godaan lalat calon koruptor yang tidak bertanggung jawab dan politisi hanya cari obyek percaloan, yang gentayangan di DPR dan Partai Partai Politik dengan sikap sisa Orde Baru yang feodalistic, malah masih ningkring bukan wakil siapa siapa - dia bilang sudah sesuai dengan UU Perlindungan Anak Nakal, autis dan longong. Kok ndak ada yang nyuruh pulang , rakyat membayar ratusan juta rupiah, untuk gajinya dia bilang nunggu diusir Polisi, dikasih pesangon.

Kita butuh "Teman Pak Jokowi" yang mau kirim salawat di makam Marsinah. lebih dari 70% pemilih, sudah menunggu untuk menangkal godaan CIA dan iblis yang merasuki feodal feodal kita untuk cup de'etat oleh partai dan militer kayak biasanya dimana saja di dunia. Jutaan sukarelawan yang pandai dan tulus bekerja terutama kaum muda, dan warga ma'yah, sebab ini menyangkut hari depan mereka.  infra struktur yang ini sudah membuat Kabinet Pak Jokowi dan Pendukung nya sangat sibuk. Sedang elite captures yang kehilangan kesempatan korupsi berjama'ah malah cengengesan di TV, mengobati kekecewaan-nya dan makan hati, karena Pak Jokowi mendadak menyaksikan lokasi fisik kegoblokan kroni para sudrun yang dipiara oleh rezim yang digantikannya, trilyunan rupiah pemborosan di Hambalang, sekarang perkaranya saja masih mangkrak,apalagi fisik bangunan sampahnya.  

Wong sejak zaman beheula dikawasan itu desa saja tidak pernah didirikan sebab rawan longsor, kok dibangun bangunan bertingkat banyak. Dasar sudrun sudah menguasai ITA ITB, ITC sampai ITS, ITX, ITZ. sekarang saja sudah ambrol semua.  Sekian semoga Allah menganugerahkan  ijabah kepada bangsa ini *)

Rabu, 21 Februari 2018

MH AINUN NAJIB, MENCERMATI KEKUASAAN DI REPUBKLIK INI. TH 2015

M.H. AINUN NAJIB MENCERMATI KEKUASAAN DI REPUBLIK INI.

Di you tube, Cak Nun menandai bahwa yang “berkuasa” di Republik ini bukan Jokowi dan bukan Megawati. th 2015
Ya jelas, Republik Indonesia, mulai founding fathernya, Bung Karno, sudah dalam pusaran percaturan politik dan ekonomi dunia.
Lebih jelasnya, politik diplomasi, bahkan peperangan, memang sejak dulu ya alat dari percaturan ekonomi masyarakat manusia, Bung Karno dan rakyat pendukung setianya, PKI, sudah disapu bersih th1965,  karena merintangi penguasaan sumber daya alam. l  Negara ini oleh Amerika. akhirnya sibawqah prwsiden HM jandrasl Suharto sudah itu memang gunung emas di Papua dibongkar, juga logam logam langka ada di sana ( sangat perlu ntuk bahan baku chips electronic canggih)                                                                          Jadi cak Nun benar sekali.
Cak Nun juga bilang, Pak Jokowi ini sebagai Presiden yang melakukan  seluruh tugasnya, bukan  dari kemauan hatinya sendiri semuanya. Bila pendahulunya penuh ragu, Pak Jokowi ini tidak mengerti apa yang harus membuat dia ragu dan apa yang harus membuat dia tegas. Jama'ah ma’iyah pada gaduh, tertawa.

Saya tidak, hanya prihatin, memikir ini motifnya apa budayawan islam yang menampilkan dirinya kental dengan kesufian “sepi hing pamrih” ini kok ngomong begitu.  

Cak nun menyambung supaya seluruh jamaah ma’iyah mendo’akan pak Jokowi mendapat pertolongan Allah bisa terbebas dari kuatnya belitan  percaturan politik global, supaya bisa mengemudikan Negara ini dengan baik dan selamat senegara, sejahtera sekeluarga, saya menjawab dalam bathin amiin, kepada tayangan face book ini, yang sudah terlambat 3 tahun.  
 Sedangkan secara ekonomi kebutuhan pokok rakyat sudah sangat tinggi nilainya dibandingkan dengan kemampuan produktivitasnya, akibat policy devaluasi rupiah terhadap US dollar, turun terus secara sistimatis. Sulit dibendung karena digerogoti dari dua sisi, dollarnya sudah turun nilainya karena diinflasikan, diikuti rupiah, karena penerimaan harga comoditas export kita tidak naik, sedang nilai US dollarnya turun. tanpa devaluasi  rupiahnya, malah harga perdagangan kertas dollar US ini tambah tinggi,  karena dibutuhkan oleh Negeri yang harus membangun infra structurnya. 
Dari pendapat saya :
“Meskipun sudah dipilih sasaran pembangunan yang komponen bahan dalam negerinya banyak, seperti  pasir, slagsteen, semen dan lonjoran baja beton.   E, yang ini ya melur kayak gulali, akibat ngirit, (atau sabotase) mburu margin keuntungan, karena tenaga kerja makin mahal, nilai take home pay nya tergerus sampai ke UMR tidak cukup buat beaya pemenuhan kebutuhan sembako. Kualitas pekerja makin turun karena tergoda bersikap masa bodoh dan pragmatis, apapun dicuri, dikurangi, kuli bangunan sampai pengawas lapangan dan managers sampai inspektur konsultan menomerduakan prinsip teknologi dan etos kerja.
Selanjutnya dari  gambaran diatas merambat keseluruh kegiatan ekonomi,  barang konsumsi dalam kemasan, dikurangi jumlahnya ( isi sachet repellant nyamuk jadi sedikit, susu kental manis jadi encer dan kurang manis, Travel Buro berlomba menipu jemaah umroh tabungannya diembat, nanti keluar penjara harta jarahan masih banyak masih bisa bayar mahar untuk jadi pejabat partai lagi. ” hanya bondho mukenah dan baju koko", begitulah dari saya.                                                                          
Selanjutnya cak Nun  bercanda, meskipun dia sisipkan canda dari khazanah bahasa Arab perkara bicara “uslub” yang sangat multi tafsir, tapi cak Nun memberi isyarat uslub ini bicara diplomasi tingkat tertingi. Nggepuk lor keno kidul, saya mulai berpikir  lagi.
Selanjutnya lagi Cak Nun bicara Indonesia, ekonomi didalam negeri kita, kintir di pusaran ekonomi dunia, menghadapi “jahudi timur” dan “china barat”- yang sudah berkomplot, tandanya dollar yang selalu naik kursnya terhadap rupiah, berapapun export diupayakan sebagai imbangan, tapi disisi lain sedotan beaya ditambah ihtikar internasional yang konspiratip antara naga dan gurita, ditambah Tyranosaurus rex. 
Selanjutnya lagi, tinjauan  Cak Nun menandai bahwa mereka jadi tamu kita sejak abad 13 yang lalu, dan sekarang 6 abad kemudian sudah menjadi kaya raya, bukan saja ukuran local tapi ukuran global. Tapi dia merkata: mengingatkan eling dieling, jangan pethakilan macam macam – pesan dalam bahasa  jawa “ojo wani wani, mbawah mrintah Indonesia, mbahu dendho hanyokrowati, lenggah jegang ngedangkrang”, dumeh sudah berkonspirasi dengan bala Rahwana, Indonasia tidak seperti yang engkau tahu, semua jenis manusia ada disini, ada petapa yang waskita, ada ksatrya yang ndak doyan  harta benda dunia, bertekat baja menghilangkan nestapa kaum du'afa, tidak terima mereka di rampas rezekinya oleh China dari Barat dan Jahudi Timur.  Semua orang jawa, sebagai indikator perasaan penghuni seluruh Nusantara, sudah ngerti bahwa sekian abad ini mereka turun temurun lahir mati disini ini, hidup mukti bandha bandu disini, tanpa membuat jalan umum semeterpun, tanpa membuat jembatan yang terpendekpun, meski rumah sakit iya, satu dua, dengan perhitngan ROI 25 % membuat hotel dan kondominium Maikarta di OTT oleh KPK nyuap Nyonya Bupati Bekasi , yang diucapkan oleh Raja kayu pulp Sukanto tanoto, untuk nyedot balik uang gratifikasi yang secara royal ditebar, pebangunannya seret sengaja melanggar perizinan sudah dibangun, alasan buat dihentikan, menilep uang muka yang asalnya juga dari dia gratifikasi,istilah yang sangat menggiurkan balik lagi, bonusnya si Ummi dikandang di gedung gratis.
Sampai sekarang mereka yang terpelajar ; isi hati, keseharian hidupnya   dan perasaannya masih sebagai tamu, jauh di lubuk hatinya sendiri juga begitu. ” Buktinya minta dikubur di Singapura, harta bendanya dipindah ke Panama, anak cucunya punya rumah dan green card Amerika, ternyata tak seberapa beayanya. centeng si Nipar, jongos si Kromo, mayor domo Safaqudin, anak selir si Miah yang dipanggil akarab makco sudah setia tiga keturunan merawat the House of Samcacat -nya.. 
Harta beranak harta. ing,ing, yukde pigi Amelika..
Menurut saya: Prilakunya “ngambang di awang awang, dengan mental bandoro, berangkulan dengan  penguasa, dalam bahasa jawa dilukiskan  “prabowo saloko rukmi, kabeh kabeh mung marono tingalira”- (Serat Kalatidha oleh R Ng Rongowarsito, pujangga Kraton Surakarta 1895)  tergiur perak emas  semua penguasa pandangannya mengincar kesitu.
Hemat saya,  belum pernah secara total mereka menyatu diantara  anak bangsa lainnya, bisa ikut “ngrungkrebi” bhumi pertiwi, syukur alhamdulillah satu  dua sudah membhumi.  Keadaan ini tersindir oleh ucapan  dalam pertemuan dengan teman teman ma’iyah cak Nun. Sudah di release oleh you tube dan face book, saya matur nuwun sekali sudah  lega, baru sekarang hilang rasa  sesak dada saya, sebab ini gawat, ewuh aya ing pambudhi. Sentimen  global anti diskriminasi “sara” marak di Amerika, bisa dibuat tudung mereka  dengan tertawa tawa. perkara ras. Sebab warga sembilan Naga dan Rahwana Global sudah berkonspirasi, mengharu biru menanamkan kepentingan dominasi ekonominya di Republik ini. ” Sambil masih mengerutu secara public di TV, Hartati Murdaya Poo bilang dengan cynical  “Apa apa semua tidak boleh”, maunya dibolehkan  bebas menggunduli pulau luar, bukan dengan Amran Batalipu thok tapi juga dengan yang lain masih ngantri. Yang macam dia ini mestinya jama'ah ma’iyah aktip mengadakan picket gerak geriknya.
Menurut saya: Jahudi Timur dan China Barat ( ungkapan Cak Nun ini kiasan lho, bukan letak geografis). kondisi ini bukan terhadap pak Jokowi saja, tapi berlanjut sampai para penggantinya nanti siapa saja, sampai kapan saja. Barang siapa  pemegang kemudi kapal Republik ini ini harus tidak dengan maunya sendiri, penuh konsentrasi hati hati, seperti menarik rambut dalam tepung. Maunya kepentingan para tamu ini tidak tergerus, karena ditambahi infrastructure baru, rakyat tetap makan ( repotnya kebutuhan rakyat sekarang bukan sekedar makan thok kayak zaman VOC, tapi lingkungan hidup sehat tanpa polusi dan pendidikan. Yang ini biayanya semakin terkatrol naik, nyaris tak terjangkau). Wong rakyat  masih tetap berlindung kepada Allah, untungnya masih ada ma’iyah. Cak Nun sendiri bilang seperti meniti sirotol mustakim. wong maunya ya hanya massa yang mengambang, sampai mateng untuk dikomando oleh siap lagi ?   “Ingat, betapa sulitnya pak Jokowi berusaha mencegah pembakaran lahan gambut, yang asapnya mencekik negara kota Singapore, beberapa propinsi Malaysia, mereka menyumpah nyumpah, padahal mayoriritas pembakarnya investor dari sana yang bandel bandel",  
Preanisme, sekarang sudah sangat reda, memperalat orang setempat yang masih bangsa kita yang masih mengandalkan kepalan dan parang.

Saya percaya manusia model Pak Jokowi, jangankan hanya diangkat jadi aggauta kehormatan tentara satu korps elite ( Uslub ?) diterima dengan ikhlas sambil tersenyum, bahkan andaikata diangkat jadi penunjuk jalan kehormatan peleton penjaga perbatasanpun, pasti akan diterima dengan ikhlas, ndak usah digegerkan, karena tidak melanggar etika   ketentaraan itu sendiri.  Jadi bila ketika pak Jokowi blusukan di ranah perbatasan negeri ini, bila bertemu dengan danton  pengawal perbatasan yang lagi patroli, beliau diangkat jadi penunjuk jalan kehormatan, Pak jokowi pasti berfikir ini  menyangkut semangat keteguhan mental, tuntunan kearah jalan yang benar,   pasti dilayani, sebagai penunjuk jalan satu peleton pasukan, beliau masih berkonsultasi dengan Allah, saya yakin bukan maunya sendiri meskipun beliau  Panglima Tertinggi Angkatan Darat Angkatan Laut dan Angkatan Udara Republik ini, rakyat yang milih. Dia anak rakyat sangat peduli kepada  keselamatan prajurit, yang juga anak rakyat, tidak memandang satu prajurit atau satu peleton.  Seorang Panglima Tetinggi Presiden RI, yang dipilih langsung oleh rakyat, harus ikut cawe cawe, kapan dia bisa menggunakan  chains of command, apa tidak. Menembus segala protocol dan taboo, seperti lakonnya film Amerika  “Saving  private Ryan”  Panglima mandala Amerika,yang manarik pulang prajurit Ryan dari kancah pertempuran ratusan ribu tentara pembebasan Europa dari cengkeraman Nazi Jerman, karena dia sendiri yang masih hidup dari tiga bersaudara  dua yang sudah gugur di medan laga, demi menjaga ibunya yan sudah tua, ini Pangima Tetinggi Amerika serikat, mandala Europa. Lha Panglima Tertinggi Indonesia, Pak Jokowi,  apalagi hanya menerima satu posisi kehormatan, sebagai penunjuk jalan satu peleton pasukan penjaga perbatasan umpamanya..  Sebab kita belum punya drone mata mata yang bisa nguping kersaning Allah, kayak cak Nun (uslub). Masa mengambang pun punya hati nurani, hati hati cak.
Saya memberikan saluut setinggi tingginya kepada Panglima Tertinggi kita yang satu ini, bagaimanapun dia diremehkan oleh jendral professional siapapun, secara terang maupun ungkapan uslub yang rumit.  Yang ini, Jokowi bertindak pasti sudah diawali dengan bismillahirakhmanirakhim, malati, karena beliau bertindak sebagai symbol, sebagai jimat, Presiden panglima Tertinggi pilihan langsung dari rakyat. Saya harap cak Nun ngerti artinya kuwalat,
Prilaku seorang pemimpin, bukan karena bebal berkulit tebal.
Cak Nun bilang sebelum tahun 2024, ya belum habis tugas tukang sapu sampah pesta demokrasi ini. Berbahagialah warga ma’iyah,  KPK masih diberlakukan. Sebab ingat betapa keras upaya wakil wakil rakyat di DPR RI, menggerakkan hak anket mereka, untuk melemahkan KPK, lagi pula anda belum bisa picket di depan istananya oknum Eksekutip Pusat apalagi Daerah, Istana oknum Judikatip Pusat maupaun Daerah , dan istana oknum Legislatip Pusat dan Daerah, apalagi Benteng markas ABRI.  Mosok mereka di dalam negeri tidak tinggal di istana super mewah dan hidup disorga dunia, kok anda ndak tahu ?. Mbok iya, namu namu kayak cak Nun namu bercanda ria dengan pak Harto apa namu Tomi di Penjara Cipinang dibasani pisan sama mas Tomi, waktu dipenjara.  Saya maklum anda ndak tahu  istananya mereka yang diluar negeri kayak istananya Harliemvanto, yang mati katanya bunuh diri. Halah, wong sudah jadi warga Amrik, tinggal opererasi plastic, celekkan  matanya yang sipit,  ganti nama Donald Cuck Kirick,  nanti sambil nyambi kerja untuk Indonesia lagi, nolong Setia si hooping. Dia bukan yang pertama, Andi Nurdin Halid pernah dipenjara karena korupsi di Bulog, pikirnya partai golkar ga apa apa, melanjutkan sebagai ghanimah menang memerangi kaun kafir, tetap jadi pimpinan Partai Golkar, Jendral Park Chung Hee bekas Presiden Korea Selatan, memperoleh dukungan hibah dollar dari Pemernatah Amerika Serikar, berkat para Congressmen dan Senator AS, karena dibawakan oleh oleh suap buaanyak, bebas OTT dan penyadapan ( kok nasih ketahuan ya ?). ini kan klop dengan scenario konspirasi china barat dan jahudi timur. Jadi andaikata dia risih bingung dan malu karena sesudah anda picket ? 
Siapa tahu ma’iyah sudah bang bang rahina, 
Hyang aruna kadi netrane ogha rapuh
sabdaning kokila,ring kanigoro
SAKETER WUWUSING WINIPANCA
BINARUNG PUDYANIRA KIAI KANJENG.
menciptakan gaibnya suasana,
si durjana tahu rasa,
anda anda sudah picket disana,
dengung Kiai Kanjeng do’a rakyat yang sengsara,
tetep nempel ditelinganya  
Mau lari kemana ?
 Ini petunjuk juga terhadap pelajar ma’iyah, masih ada Jahudi Barat (misalnya seperti Michael Moore dengan Occupation Wall Street nya –OWS ) dan China Timur ( yang ngerti sekali sengsaranya di injak injak Bholo Rahwana, pasti ada ratusan juta mereka merindukan ma’iyah, mau sama sama merampas kembali sajadahnya yang sudah jadi ke`se`t , kan sudah diinjak injak syaithan?).
Harus segera membuat tambak meruntuhkan Alengkapura. Tahukah anda satu hukum alam yang bisa kita baca atas anjuran wahyu Illahi surah Al Alaq – Iqrok……., bahwa  bila ada seratus jahudi timur bisa nangkring di puncak sistim materialistik penduduk dunia, di Davos, atas pengorbanan  enam tujuh puluh juta  Jahudi timur dan barat yang kalah bersaing tersingkir dari sumber rezekinya karena lebih ngrumangsani dan jujur diantara mereka ? Ada China Barat  sembilan disini sebagai personifikasi  Naga yang sangat berkuasa disini, itu pasti sudah merebut kesempatan rezeki merampas hajad hidup wajar dari ratusan juta China Timur dan Barat dengan tipu daya ditunggangi posisinya dengan sangat lihai ?
Seperti anda anda sendiri disini, kan juga jadi korban kartel gelap sembako, kerja sama ordebaru dan sisa sisanya dengan menerima ghanimah kemenangan aliansi  dwifungsi dengan Kammi Kappi berupa Badan Usaha Logistik Rapublik ordebaru, mulai berdiri sampai tumbangnya, dengan siapa mereka membangun kartel gelap - ihtikar. bahkan sampai orde reformasi. Hanya pada masa Presiden Gus Dur baru dibersihkan olah Menteri Rizal Ramli?

Hidup dengan robot cerdas,  yang tidak tidur dan istirahat, segalanya bisa dicukupi.  

Ini bisa jadi scenario jalan sesat atau scenario jalan rakhmatan lil alamin, sudah dekat sekali.


Dengan lahirnya masyarakat ma’iyah, merupakan pertanda zaman, kita mohon kehadirat Allah subhanahuwata’ala dengan sesungguhnya supaya terhindar dari jalan sesat dan jalan yang dimurkai Allah. Wahai  ratusan juta rakyat Indonesia milyaran rakyat dunia - korban atau calon korban konspirasi jahudi timur dengan china barat dan para materialis pragmatis Indonesia, alias koruptor alias nyai Blorong, alias oportunis ular kadut penilep anggaran, belut listrik yang pasang muka cengengesan, pemakan suap birokrasi pemerintahan, alias petugas partai, alias gurita istana - rumah keramat, kalian akan lebur oleh  ratusan juta manusia ma’iyah yang telah mesu budhi dengan laku  puasa lahir bathin kesadaran picket,  “anteng mantheng sugeng jeneng” bukan massa yang mengambang tungu komando saja, tapi elite pembelajaran disetaip desa (kalimat pesan peninggalan RMP Sosrokartono alm) dan sodhakoh tanpa pitung alias "sugih tanpa bondho" ( bentuknya nurut arahan ulama alim yang orientasi hidupnya melulu jadi rakhmatan lil alamin, apa saja yang berguna bagi masyarakat, niat ajeg tanpa pitung ikhlas sampain jerohan ). Ini tuntutan zaman.   yang akan mendatangkan  ma’unahe para santri karomahe para Wali, mu’jijate para Nabi, berwujud rakhmat Allah, harapan makhluk manusia sedunia, semoga kali ini, Allah mengijabahi*)

Jumat, 16 Februari 2018

INI BARU KETEMU MA'IYAH ITU APA, LANSUNG DARI SUMBERYA

Asalamu'alaikum ww.
Maaf pembaca blog ini, saya baru ketemu keterangan mengenai ma'iyah di you tube, ternyata ada ratusan tayangan ulang penampilan Cak Nun, menyinggung mengenai ma' iyah, wong tayangan nya unik,  maka saya anjurkan pembaca blog saya membuka sendiri di you tube, sebab ternyata tayangan ulang di you tube ada ratusan, yang saya dengarkan lansung sesudah saya petani baru beberapa, kok definisinya ma'iyah malah ndak ketemu. Jadi karena sudah terlanjur saya recommend-asikan pada pembaca saya, saya sendiri kok baru nggagapi makna dengan tafsir sejatine ma'iyah itu apa. Wong ini penting, jadi untuk memudahkan pengertian teman teman saya pebaca blog ini ya saya tafsir, wong Al Qur'an saja boleh di tafsir kok. Jadi tafsir saya dibawah suluh dari mbah mbah saya yang pernah saya dengar, dari para wali islam tanah Jawa dari ulama inelectual Jawa RMP Sosrokartono,cucu seorang ulama Jawa, dari desa Mayong Jepara, kakak kadung RA Kartini. E ndelallah kok nyenggol, tidak meleset jauh, hanya overexpectant, Ketemunya nanya di mbah Google, sya ketik MH Ainin najib. Ternyata kata kunci : caknun.com saya copy paste dibawah ini, Teriring permohonan maaf, apabila masih ada ganjelan dari semua teman teman masyarakat ma'iyah. Wasalamulaikum WW
qoute:
Izro’u Fi Jannatil Maiyah
CAKNUN.COM  •  22 Nov 2016EsaiTajuk
Bercocok tanamlah atau nandur-lah di kebun Maiyah. Itulah pesan Cak Nun yang disampaikan kepada kita semua di Majelis Ilmu Padhangmbulan 14 November 2016. Malam itu Cak Nun memperkenalkan sesuatu yang baru yaitu menyebut JM bukan dengan Jamaah Maiyah sebagaimana biasa tetapi dengan sebutan Jannatul Maiyah (singkatannya tetap JM). Terdapat gagasan yang hendak Beliau sampaikan dengan frasa baru itu. Dalam bahasa Arab, Jannah berarti kebun. Jannatul Maiyah artinya kebun Maiyah.
Di dalam kebun Maiyah itu, Jamaah Maiyah mendapatkan bermacam-macam buah-buahan, mulai dari buah berupa ilmu, sikap hidup, keseimbangan dan penyeimbangan, pembelajaran, kebahagiaan, solusi, jawaban atas kegelisahan, keberkahan, pandangan hidup yang dinamis dan meluas, alternatif-alternatif sudut pandang, nikmat kebersamaan, kuatnya kemesraan satu sama lain, olah kesehatan, doa, dzikir, pembangunan mental, gugahan kesadaran, hingga detail-detail lain yang dirasakan sebagai anugerah dari Allah di dalam Maiyah.
Sama-sama kita ketahui bahwa semua buah-buahan itu sudah terpetik sejak 23 tahun lebih yang lalu, dan ke sini semakin banyak yang turut mendapatkannya melalui berbagai cara dan media. Lingkaran-lingkaran baru yang memetik dan menikmati buah-buahan itu lahir dan tumbuh di berbagai tempat dengan segala tahap dan karakeristiknya.
Dalam kenyataan dan perkembangan seperti itu Jannatul Maiyah atau Kebun Maiyah itu tak lain adalah sebuah surga, sebagaimana kata Jannah itu berarti sendiri juga berarti surga. Di dalam surga Maiyah, para Jamaah Maiyah mendapatkan pemenuhan-pemenuhan atas kebutuhan jiwanya. Bahkan pemenuhan itu tidak hanya berlangsung pada ranah jiwa, melainkan mewujud dalam perubahan objektif pada kondisi hidup mereka.
Pertanyaan kita selanjutnya, mengapa Cak Nun meminta agar kita bercocok tanam atau tandur terus di kebun Maiyah?
Pertama, dengan terus bercocok-tanam di kebun Maiyah itu, pohon-pohon yang ada di dalamnya akan semakin berbuah banyak dan terus memberi manfaat serta berkesinambungan abadi. Kebun Maiyah sebagai surga akan terus berlangsung tatkala para jamaah aktif menggali tanahnya, menanaminya dengan benih-benih baru (ijtihad, kreativitas, penataan, pengolahan, dan implementasi-implementasi), merabukinya dan menyiraminya terus.
Kedua, Cak Nun meminta kita untuk bercocok-tanam di kebun Maiyah, sebab pekerjaan ini adalah pekerjaan harian Jamaah Maiyah di dalam kebunnya sendiri, dan boleh jadi kita lupa terutama ketika perhatian kita terseret dan diseret oleh arus peristiwa yang sedang berlangsung. Seperti situasi nasional Ummat Islam Indonesia yang dalam satu bulan ini eskalasinya meningkat dengan momentum “Al-Maidah 51” dan 4 November 2016 yang hingga saat ini terus menggelinding bolanya. Para Jamaah Maiyah berupaya memahami dan mempelajari semua peristiwa itu, namun tetap tak boleh lupa akan tugas utamanya berkebun di kebun Maiyah.
Ketiga, kesadaran bercocok tanam atau tandur itu makin kuat untuk disadari justru pada saat Maiyah menemukan dirinya belum tentu mampu menyumbangkan sesuatu bagi merespons peristiwa-peristiwa yang berlangsung hari-hari ini, misalnya peristiwa 411 semestinya melahirkan perasaan dan pengertian akan perlunya seluruh umat Islam Indonesia bersatu duduk bersama, bermusyawarah, merumuskan diri, dan bergerak menuju Ummatan Wahidah, ummat yang satu alias solid.
Untuk kemungkinan gagasan itu, Maiyah melihat kesulitan-kesulitan terutama karena kelompok-kelompok di dalam umat Islam sendiri belum tentu berpikir ke arah sana dan tercerai-berai ke dalam berbagai kepentingan. Pelbagai kondisi atau prasyarat ke arah sana belum cukup terpenuhi.
Di tengah keadaan belum tentu sanggup melakukan sesuatu itu, Maiyah menegaskan diri ke dalam: Izro’u Fi Jannatil Maiyah. Kesadaran ini pun diletakkan secara dialektis. Artinya, tidak sekadar menjadi titik berat bagi aktivitas sehari-hari Jamaah Maiyah, melainkan dipahami seperti ini: Ke dalam, pilihan lelakunya adalah nandur terus di dalam kebun Maiyah. Ke luar, pilihan tindakannya adalah berpuasa dan atau bershadaqah.
Berpuasa? Ya. Ini ada kaitannya dengan bagaimana Maiyah menganalisis situasi-situasi yang tengah terjadi. Pada hemat Maiyah, apa yang sedang menimpa bangsa kita adalah ganasnya keserakahan global. Keserakahan yang hendak menjadikan tanah air bangsa Indonesia sebagai hidangan bagi keserakahan itu, dan untuk mencapainya berbagai tipudaya yang canggih, penjajahan, dan penguasaan politik mereka lakukan. Jamaah Maiyah tak boleh menghadapi keserakahan itu dengan ikut masuk ke dalam arus keserakahan. Jamaah Maiyah harus berpuasa. Bentuk-bentuk puasa itulah yang saat ini perlu mereka temukan.
Bershadaqah? Betapapun dalam berbagai keadaan maupun kehidupan sehari-hari, Jamaah Maiyah bersentuhan dengan beragam lingkungan, dari yang paling kecil di kampung hingga yang lebih luas yaitu bangsa dan negara Indonesia. Seperti yang sudah lama menjadi pemahaman di Maiyah, seluruh kegiatan atau apa-apa yang mereka lakukan dalam ranah yang lebih luas itu seyogyanya diniati untuk shadaqah, artinya melakukan sesuatu bukan karena kewajiban fiqhiyah, melainkan karena ada nilai kemuliaan di dalamnya. Kemuliaan itulah yang melandasi langkah kaki Jamaah Maiyah.
Dengan bercocok tanam di kebun Maiyah sendiri, istiqamah berpuasa, dan akurat niat saat bershodaqah, para Jamaah Maiyah mengolah dan mendialektikakan dirinya agar Kebun Maiyah dan manfaatnya berkesinambungan lestari. Dengan tiga langkah itulah Jamaah Maiyah menjelma diri menjadi Jannatul Maiyah.
Yogyakarta, 22 November 2016
JAMAAH MAIYAH NUSANTARA
Di tengah keadaan belum tentu sanggup melakukan sesuatu itu, Maiyah menegaskan diri ke dalam: Izro’u Fi Jannatil Maiyah. Kesadaran ini pun diletakkan…
CAKNUN.COM merupakan salah satu sub unit dalam lingkaran aktivitas Emha Ainun Nadjib yang dikelola oleh Progress sebagai sarana informasi dan komunikasi.
Bagikan. unquote

MENAFSIR MA'IYAH-NYA CAK NUN DARI YOU TUBE KE II

MENAFSIRKAN MA’IYAH, DARI PENYADARAN CAK NUN DI YOU TUBE – TAFSIR SAMBUNGAN KE II – DENGAN BEKAL JEMBATAN PEMIKIRAN ULAMA JAWA.

Allah sudah berfirman bahwa dunia diciptakan-Nya berpasang pasangan. Hidup pasangannya mati.  Benda (materi – matter) pasangannya rokh dua duanya ada dalam hidup Manusia, tidak terpisahkan.  Sebaliknya, dalam hidup tumbuhan dan binatang ada materi, sebagai wadag/badan, dan jiwa yang temasuk code dari materi yang tidak kasat mata, code satu program. Jiwa mengatur seluruh cyclus hidup tumbuhan dan hewan, yang semakin tinggi derajad hidup semakin complex jiwanya, sehingga pada manusia bisa sebagian fungsinya keluar rel, yang kita namakan sakit jiwa. Gejala ini tidak ada pada tumbuhan dan hewan yang code programnya sederhana. Kecuali disebabkan oleh kerusakan benda otak msalnya oleh invasi virus Rabies, maka anjing disebut anjing gila, bisa menular ke manusia, tidak desebut gila tapi sakit rabies.
Singkat kata, manusia mempunyai dua sisi hidupnya yaitu sisi duniawi badan wadag dan sisi rokhaniyah/ ukhrowi.
Di sisi duniawi ini, syaithan  mengharu biru sejarah khidupan masyarakat manusia sejak Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke bhumi.
Sampai pada utusan Allah yang terakhir, Rasulullah Muhammad salallahu allaihi wassalam, sebagai imbangan di sisi duniawi ini karena sudah di injak injak oleh syaithan untuk menjesatkan manusia, memang diizinkan Allah begitu. Justru Rasulullah membimbing manusia, dengan izin Allah menyiarkan islam kedunia dengan tujuan satu satunya menjadikan manusia sadar akan tugasnya, malah dibekali Allah dengan energy yang luar biasa, untuk jadi rakhmatan lil alamin, dari  sisi bhatiniahnya, memembus ke materi sebagai alat hidup yang diridhloi Allah, direbut kembali dari kesetnya syaithan.
Tentu saja shaithan mengharu biru sisi duniawi, sebab sisi ini sudah dihibahkan Allah kepada khalifahnya di bhumi – ya manusia – sisi duniawi ini disebut Cak Nun sebagai sikap dan sifat matarialis dan pemikirannya disebut materialisme – yang keduanya memang unsur dari hidup manusia. Kedua kenyataan benda, ini memang sudah jadi kesetnya shaithan, tapi ini masih milik Allah dan di hibahkan kepada manusia. Jadi bicara emosipun tidak bisa memusuhi materi atau materialisme, karena  keduanya adalah belahan manusia hidup, yang sudah jadi kesetnya syaithan, yaitu satu niyat pitung/memilih bondho donyo sebagai penolong utama hidupnya, satunya lagi mengutamakan kekuasaan bondho bondho donyo diatas segalanya. Derajatya akan sama dengan menggeluti ajaran mengendalikan nafsu dari Utusan yang terkhir, hanya unutk mengharapkan materi yang melimpah - mestinya hanya untuk memenuhi tugasnya sebagai rakhmatan lil alamin, makanya do'a yang harus dibaca 17 kali sehari ya permohonan untuk dituntun ke jalan yang benar, seperti apa wong sudah pinter hafal ayat ayat suci di Al Qur'anul karim hafal Al Hadist yang shoheh kok masih tanya, ya kan do'a itu untuk dilantunkan manusia sedunia yang sibuk sampai sekarang. Allah cinta pada ciptaaNya yang ini, sedang kebenaran adalah milik Allah - yang dicantumkan di ayat ayat suci dan perilaku Rasulullah salalahualaihiwassalam kan satu bukti yang nyata - pedoman menghadapi kenyataan di situasi jahilliah yang exstreem, buahnya nyata. Lha Allah sangat dekat dengan manusia - sudah diberi tahu terang terangan, mintalah kepadaNya. sebagai timbal balik kesayangan Allah. Rakyo gitu  maksudnya Cak Nun.
Materi seperti apa adanya,  sebagai perkakas atau sebagai pemikiran, bukan dibela atau dimusuhi, karena merupakan dasar dari ilmu pengetahuan, dari tekhnologi, ekonomi dan sejarah manusia, yang merupakan separo dari kehidupan manusia hidup di alam dunia ini.  Didapat dari olah pikir, buahnya kayak yang dicapai oleh Dr. Bhaiquni alm,
Drs Mohammad Hatta, Ir Sukarno. Ir. Sutami, Mr. Yap Thiam Hien. Gandi, Ho Chi Minh, dan Meneer Dr Snuck Horgronje. Mulane pada masa lalu para santri berpandangan cupet, dikira ilmu pengetahuan itu ke`se`t nya syaithan, harus dijauhi,  tapi malah lekat pada kebendaan, tidak kenal ikhlas drengki srei jail  sisanya ada sampai sekarang.
Sejarah kakek moyangnya tidak ditinjau dari kepedulian beliau beliau mengenai keadilan structure ekonomi masyarakat sebelumnya, karena itu metodanya orang komunis, takut sekalian di cap komunis yang anti Tuhan, tapi hidupnya diliputi kebodohan dan kelicikan. Ma’iyah mengembalikan harkat dunia/materi/donyabrana/teknologi seperti apa adanya, gampang diikhlaskan, bukan sesembahan, apalagi penolong.  Bukan sesembahan dan bukan penolong dalam arti rokhaniah yang energinya luar biasa, tapi penolong ragawi, bisa jadi bom nuklir, bisa mengambil energi Thorium yang bisa  memenuhi kebutuhan energi manusia sedunia sampai ribuan tahun  lha kok direwangi  pethentengan saling menista saing membunuh ? – menurut ikrar manusia sndiri –  ashadualaila hailollah wa ashaduana muhammadarasulullah yang menupakan azas pokok ilmu makrifat islami, penyadaran para wali islam tanah Jawa. Sesederhana ini. Ya memang harus sederhana karena di design oleh Allah untuk seluruh peningkatan derajad rokhaniah manusia sak ndonya, supaya bisa kuat mengemban 2/99 energi yang dihibahkan oleh yang MAHA KUAT, MAHA TEKNOLOGI. Sehingga bondho donya bahkan tekhnologinya sekalian yang dirapatkan diseminarkan di Davos itu hanya mainan dibandingkan dengan yang ini.
Para wali islam tanah jawa telah bekerja bermodal “Atas nama Allan yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih”, mencetak sawah di rawa rawa muara Bengawan Solo di Lamongan dan Manyar, ratusan hectare, mungki ribuan hectare, dilanjutkan di rawa Demak Bintoro sampai dua tiga ribuan hectare – ini semua memakai ilmu pengendalian materi, dengan keringat, tidak memakai energy adhikodrati seperti Nabi Sulaiman menaklukkan kerajaan ratu Bilkis, ma’iyah juga memakai benda, yang kekuatannya menjadi pondasi ekonomi Kerajaan islam yang pertama, yaitu materi tempat manusia bermasyarakat. Mana ada sejarawan, atau ulama  yang berfikir kesitu dan mencari bukti bukti kebenaran atau artefaknya ? Paling bakal ketemu sarap dan talempak  semacam sekop atau tombak pendek bermata lebar  untuk menggali lumpur rawa menjadi saluran dan tanggul. sampai kini sarap digunakan membuat laban dan menggali pelataran sawah tambak untuk pangonan ikan air payau –bandeng dan udang, bedanya yang sekarang dari kayu di plipit besi ditepi  tajamnya, lebih enteng. Sedang talempak dari besi sampai gagangnya disepuh jadi baja pada sisi tajamnya, tombak pendek bermata lebar ini bisa dimainkan jadi senjata.
 Bukan keris kiai Sangkelat, Atau Nyai Setan Kober. Itu tandanya bahwa para wali tanah jawa itu menguasai ilmu dunia, ilmu materialisme/kebendaan, dan digunakan sebagai alat untuk mencapai derajad manusia rakhmatan lil alamin, ini juga jadi teladan ma’iyah-nya cak Nun.
Para Wali menggunakan teknologi dari Mesopotamia yang disempurnakan oleh Al Haitham ulama islam Arab, akhli optika prototype dari teropong Geodesi teodolit. Sunan bekerja, dengan energi 2/99 dari asma Allah (karena asma Allah ada 99 dan termasuk 2 ,Ar Rakhman dan Ar Rakhim, paling tidak, bebas masuk angin bebas pneumonia, anti malaria dan kemalasan. Bekerja berbasah basah saban hari dirawa dan sungai, dilindungi dari malaria oleh dua dari asma Allah yang manusia boleh mengandalkan), sampai menyandang julukan Kalijogo – sebab  selalu meneliti, mengukur dan memetakan ratusan km. bakal saluran pematus, tinggi dasar kali dari hulu sampai ke hilir dan rawa yang merupakan akibatya.  Kesadaran mengendalikan materi alam inilah buah dari llmu   hakikat  islam, pegangan para wali tanah Jawa, yang di timba dari ilmu syari’at  islam  dan tarikat  islam,  mambaca alam, bahwa Allah mengajari manusia dengan kalam, rezeki dicari dengan kerja. Begitu juga landasan satu Negara, dengan mencetak sawah dari rawa, tanah yang diterlantarkan tapi hara tanah, air waktu musim kering, hamparan lahan yang terhubung dengan kanal kanal  JUGA BERGUNA BAGI TRNSPORTASI DAN UPAYA PASCA PENEN , ndak perlu jalan dan jembatan, langsung ke pelabuah ada semua disana, para wali tanah jawa membuat sistim pengiran dan transportasi panen.  Ini semua  nampak dari makna bacaan Al Qur’an  dan ibadah sholat, yang masih murni dari pamrih rendah, pasti tidak ada , sudah dikerjakan kasat mata sehari hari, ini juga ma’iyah-nya yang dibuka oleh Cak Nun, sesederhana itu.

Sedang separo yang lain adalah sisi rokhaniah, dimana oleh ma’iyah dijadikan cantolan, supaya menangkal tidak jadi kesetnya setan, malah direbut kembali, cukup  jadi keset ‘welcome’ saja.
Sisi ukhrowi  ma’iyah berdaya upaya supaya duniawinya manusia diliputi oleh ar rakhman dna ar rakhim  menjadikan manusia  rakhmatan lil alamin, dengan hubungan timbal balik dengan Sang Khaliq, yaitu  meluruskan tujuan dan membimbing jalan  ke keimanan sejati.  R.M. P. Sosrokartono alm. menandai dengan kata bahasa Jawa “Tanpa pamrih tebih ajrih”.Tanpa berkepentingan pribadi/egoisme jauh dari rasa takut.
Ma’iyah menuntun sikap pemikiran dan laku untuk mampu mewujudkan dimana perlu energy adhikodrati yang luar biasa 2/99 dari Yang Tak Terukur. Sebab di Papua, materi benda dunia, hutan dan rawa rawa raksasa, menunggu supaya tidak dijadikan kesetnya syaithan, didayagunakan untuk alat, menuju ke masyarakat rakhmatan lil alamin, oleh manusia Indonesia plus ma’iyah-nya. Sesederhana itu.
Ini adalah tuntutan zaman, membendung kekuatan syaithani yang sudah ora sebaene (tidak wajar)  terlalu besar  dan kuat berkali kali lipat dari zaman yang lalu, dari  jin dan manusia yang khianat.
Semoga tafsir ini tidak salah *)























































Rabu, 14 Februari 2018

CAK NUN DAN PECINTANYA DI YOU TUBE

MENAFSIRKAN MA’IYAH,  SIARAN CAK AINUN NAJIB
 DARI RATUSAN  JUDUL CERAMAHNYA, DI YOU TUBE.
Bagi mereka yang tertarik untuk menyelami  apa makna dari ratusan tayang ulang ceramah Cak Nun dengan kidung do’a dengan ansambel  instrument Kiai Kanjeng, saya coba tulisan ini, untuk membantu mereka yang secara acak nenemukannya di you tube.
Bukan saya kuminter,  tapi bagi mereka yang kebetulan  mencermati ceramah ceramah yang sangat banyak itu, yang memang di tayangkan di youtube secara  acak sering  kemudian hanya diresapi oleh originalitas, keberanian khasnya, lucunya.  Memang penyusunan  letak judul ceramah menurut saya, belum di susun menurut waktu dan isinya, juga konsistensi menggunakan kosa kata untuk menjelasan ide ma’iyah dalam  pembicaraan dengan berbagai kalangan pendengar.
Yang Cak Nun nampak bebas memilih kosa kata , baik  dalam bahasa Ingris,  kosa kata Indonesia, maupun jawa. di kalangan  dokter atau mahasiswa dengan para dosennya  terasa  lebih pas, nampak diwajahnya yang berkonsentrasi, merangkai penjelasannya. Tapi sayangnya memang topiknya bukan  perkara ma’iyah, hanya terasa ada ma’iyah  disitu.
Sedangak di ceramah yang diberi judul tayang dengan ma’iyah sering  di selang selingi dengan guyonan yang agak menyimpang dari keseluruhan topiknya karena audience nya  nampak kurang meresapi inti judulnya yang  tertera di you tube. Sedang kita, pelajar penjelajah you yube lagi metentheng.  Karen ide ma’iyah ini   penting, apalagi implementasinya dalam hidup kita bangsa Indonesia  disisi kaum santri, sedang jangka panjangnya hidup manusia  Indonesia dan manusia seluruh dunia, untuk mendampingi  rokh dari ide ad dien yang didambakan umat islam.  
Maka penjelajah dunia maya harus mendengarkan semua judul ceramah yang tercantum di you tube, yang sangat memerlukan waktu  ketelatenan,  dan niat yang baik.
Terus terang, saya click you tube untuk mendengarkan ceramah ini, terlebih dahulu  harus saya petani diantara judul judul yang banyak, yang menyangkut ajaran para wali islam di tanah jawa, sejak enam abad yang lalu.
Contoh:  Cak Nun dengan enteng menyebut dalam ceramahnya, bahwa umur Gajah Mada mencapai umur 100 tahun, bagi saya tidak soal, bisa saja demikian.  Memang tersebut dari sumber tradisional  Sang Mahapatih, masih mendampingi raja Majapahit  Hayam Wuruk tertera dalam perang Bubat yang tragis. Sedang saya, dalam dongeng untuk cucu saya sendiri,  cucu saya yang sekarang belum lancar membaca (baru umur 10 tahun) . Gajah Mada sudah di Majapahit pada saat pembangunan ibu kota Wilwatiktapura, sejak perang Peregreg dan terbunuhnya rakryan  Ronggolawe, penguasa Tuban, sepupu dari Kertanegara, mertua dari Rahadyan Wijaya.  Kok masih menjadi Mahapatih waktu cucu R Wijaya, saya dicerca dikritik berani beraninya mengubah sejarah, oleh seorang Benerbit buku dari clan  kelurga pengarang kenamaan. ( dongeng Matahari terbit di Wilatiktapura di blog ini postingan th 2013 saya bangun imaginasi saya meniru cerita silat Kho Ping Ho – untuk cucu cucu saya – seperti The Pirate of Caribia -  terutama saya dongengkan lebih masuk akal, sedikit yang gaib gaib)
 Lha cak Nun, mengemban ide ma’iyah, yang teramat penting, tidak  seperti saya cuma situa yang lancang, kok berani beraninya bikin dongeng pada cucunya di blog yang dibaca orang banyak, bisa menurunkan reputasi Benerbit,  bila dia terpincuk menjadikan dagangan buku seperti karangan SH Mintarjo, “Api di Bukit Menoreh”,  tahu 70 han, sedang dia  mengemban idealism yang agung, mesti belum pernah membaca "Api di bukit menoreh" semoga ma’iyah tidak bernasib demikian.
Jadi, menurut tafsiran saya, yang dimaksud cak Nun, menjalin  keseimbangan antara manusia dan Tuhannya – dimana dipakai istilah keseimbangan yang oleh penanya pada ceramahnya kemudian, diulangi beberapa kali  oleh penanya, gimana bisa imbang wong debu disanding matahari,  sebenarnya  mungkin maksudnya adalah “timbal  balik” hubungan antara Allah dan ciptaanNya yang paling ditinggikan Allah, lebih tinggi dari Malaikat dan Jin. Manusia.
 Azas ilmu ini istilah dalam ilmu Agama, menurut pepatah jawa, ”bisa diringkes dhadi sak mrica binubud, yan digelar bisa ngabaki jagad”
Si metentheng, pingin tahu  ma’iyah itu apa, jadi kurang sabar, mendengarkan ratusan ceramah yang dikemas di you tube.  Saya coba menafsirnya, sebab di islam, menafsir ini boleh.
Adapun Cak Nun menggelar ngebaki jagad  dengan penampilannya di you tube, dalam nafas islam, yang dinamainya ma’iyah, adalah satu khazanah berharga bukan saja untuk umat islam, yang harus dimaknai manurut azasnya yang pokok, tapi juga jangan terpaku ucapan yang tak berarti, pada guyonannya.  Apalagi gelarnya ilmu ini bisa memenuhi dunia – yang isinya macam macam – inti sarinya adalah keseimbangan  firman Allah dan harkat manusia – maksudnya timbal balik,  dengan  misi utama  manusia menjadi rakhmatan lil alamin, kebaikan kepada seluruh alam – dibawah sorotan sinar islam, dan agama lain, ini seluruh ceramah Cak Ainun Najib jadi ma’iyah *) semoga tidak keliru.





Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More