Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Sabtu, 01 Oktober 2016

RUNTUHNYA DINASTI DINASTI FEODAL

RUNTUHNYA  DINASTI  DINASTI.
Dinasti Ayyubiyah di Mesir dan sekitarnya pada abad ke 11 Masehi, bisa BERTAHAN SATU ABAD. Dalam situasi yang sengat bergolak selama abad abad sebelumnya, terutama  pertentangan dari  wangsa  Mu‘awiyah   dan wangsa Abbassiyah .  Pertentangan ini juga menggendong  digelayuti  oleh pertentangan antara  islam aliran sunni dan islan aliran syi’ah, diwilayah itu.
Salahuddin al Ayyubi pendiri wangsa Ayyubiyah adalah Pahlawan Islam yang sangat zuhud dan hidup sangat sederhana, meskipun peperangan telah melambungkan dia ke derajad Sultan. Salahuddin al Ayubbi  mempersatukan sunni dan syi’ah melawan  pasukan tentara Salib, dan memenangkan kota Yerusalem, dengan spektakuler. Dengan ini Salahuddin al Ayubi mengabadikan namanya dalam perjanjian yang sangat islami, dihormati  oleh lawan dan kawan. Kerena era zaman itu masih dalam kungkungan pola fikir feodalisme, maka Salahuddin al Ayubi yang  faktanya adalah  Amirul mukminin  diangkat jadi Sultan, mengawali wangsa Ayyubiyah, bertahan sampai satu abad yaitu abad ke 12.
Wangsa ini mulai runtuh sesudah generasi ke 5 , Sultan Al Khamil  I th 1128-1140, karena perpecahan yang umum dalam sistim pola pikir feodalisme,  yang sekarang kita juluki dengan  genggaman despotic terhadap harta tahta dan wanita.
Sampai sekarang Salahuddin al Ayyubi masih dikenang sebagai pahlawan Islam sesudah khalifaur rasyiddin, yang  zuhud dan sangat sederhana. Namun setepatnya menjadi  Amirul mukminin  di zamannya.
Begitu pula di Indonesia kita punya Brigjen Ahmad Tirtosudiro. Alm.
Beliau  Pendiri yang paling terkemuka dari HMI, dikalangan pimpinan HMI belau sangat terkenal, karena beliau mendampingi kemudi organisasi disaat Umivrsitas Universitas di Jawa mengalami peertumbuhan  jumlah mahasiswa sangat meningkat bahkan di faklultas fakultas yang sepi peminat, sangat kebapaan sebagai layaknya Amirul mukminin. ( Kesaksian Nazaruddin ex Bendaharawan  PD, waktu mereka berdua dengan Anas Usbaningrum  ex Ketum HMI, bersilaturahkhim kepada beliau}
Bersama itu  Ahmad Tirtosudiro alm juga mendirikan Perum BULOG pada th 1967, menurut SK Presiden Orde Baru. Jendral Suharto.
Sayangnya fakta bahwa Bigjen Ahmad Tirtosudiro alm. adalah salah satu pengembang  HMI dan satu satunya  yang membesarkan HMI sehingga bisa berkembang mendampingi  banyak  Universitras Negeri    yang tua tua dan ternama  beserta Civitas Academicanya   apalagi  Universitas Negeri yang masih muda muda, mungkin lolos dari perkembangan sayap HMI hanya  karena alasan mayoritas agama setempat yang lain. ini terjadi  selama Orde Baru, di seluruh Tanah Air.
Dia tidak dimasukkan dalam tulisan mengenai sejarah  HMI dan BUlOG  di Wikipedia google oleh para contributor  masa kini. dan jasa ini dilupakan, bahkan dalam sejarah Perum BULOG, dimana beliau Pendirinya dengan dukungan dana bank Indonesia langsung,  bahkan dari Negara negara donor dana dialokasikan lewat bank sentral tersebut, saking percayanya.
Sebagaimana bangunan masyarakat dengan fondasi feodalisme,  meskipun pendirinya sama zuhudnya, sama ke-bapakan-nya, sama sama  khusyuk  islamnya,  bila penerusnya  pengejar  nikmat duniawi,  dengan mengumbar nafsu syahwatnya, akan  meruntuhkan bangunan itu karena watak sudrun yang jauh dari noblese oblique,  hanya mengejar harta tahta dan wanita, seperti yang didemonstrasikan selama  empat puluh tahun terakhir ini di masyarakat kita.
Akhirnya ketahuan  juga si Boss besar telah curiga, jangan jangan  dana  ribuan trilun yang di embat dengan berani oleh para sudrun ini bukan mengalir  untuk memanjakan miss V saja, tapi  untuk membuat satu dinasti berkuasan mutlak dengan tukang pukul kayak Papa Doc Duvalier, kayak Stalin. 
Di era reformasi kok malah jadi gurem,
Apa dananya kurang, apa  diam diam mengalir ke upaya yang lebih besar  yaitu  kembalinya daulah  Mu’awiyah dan daulah Abbasiyah  jadi satu, mengusai 70% energy Dunia, menantang sesama raksasa penguasa Dunia yang mereka percaya dikuasai kaum Yahudi, saudara sendiri sesuku !!!  
Mereka percaya bahwa generalisasi semacam itu benar adanya.  Kami percaya bahwa dunia ini diciptakan plural, generalisasi macam apapun selalu tidak benar,  begitu pula kesempitan  suku  ras dan agama,  apalagi didukung aksi fisik yang  ngawur, memerlukan banyak dana. Mereka abai terhadap kepentingan  rakyat Indonesia yang semakin miskin, memerlukan sekali dana dan tenaga, yang beayanya mereka korupsi bertrilyun trilyun selama 32 tahun dengan alasan yang menurut para sudrun ini sangat luhur.
Karena sudah dicemburui  belangnya,  dana dan fasilitas dari donor Boss  besar diketati sampai kering.  Untuk memberi  isyarat bahwa sang Boss sudah bosan dengan ulahnya yang boros,  dicemburui untuk slingkuh dengan teroris  dunia, maka kini korupsi hanya 100 juta rupiah  saja di “kerajaan” warisan  , sudah segera ketangkap tangan KPK, suap untuk izin import gula  pasir ketahuan  !!!! Makanya mereka kompak untuk melemahkan KPK dengan segenap akal bulusnya,

 Duh sayangnya bangunan  Dinasti yang kokoh yang diwarisi dari founding fathernya yang  hidup z
zuhud dan menentang hangkara keluarga  Rahwana. Istri RR,salah satu dari beberapa penerusnya membawa bawa dollar sekoper besar dibawa kamana mana di AS hingga FBI curiga, (berita koran Kompas 19 th yg lalu) datang ke tanah air malah dipenjara karena korupsi, kepincuk sungguhan dengan harta tahta dan wanita,  KUWALAT,  tambah menuntut tambah ketahuan *)

Jumat, 23 September 2016

PAK JOKOWI, ATAS NAMA BANGSA INI MEMERINTAHKAN PEMANFAATAN LAHAN NEGARA YANG TIDUR UNUTK PERTANAN RAKYAT

PAK JOKOWI MEMERINTAHKAN

Aneh, pernyataan Perintah Presiden sepenting ini tidak direspon oleh mass media electronic maupun cetak secara semestinya. 

Tertutup oleh berita yang ber-rating tinggi, ulahnya Partai- Partai Politik dalam mempolitik-kan pencalonan Gubernur dalam Pilkada terutama hebohnya pemilihan Gubernur DKI Jakarta, itulah tandanya bagaimana uang berkuasa di kelangsungan kemakmuran media kini. Bagaimana keberpihakannya kepada rakyat masih sebatas itu.

Bagi blog ini, (dengan resiko kami bloggers sendiri - kami bisa mengembangkan idealisme. demik bangsa ini,) Pernyataan Perintah Presiden untuk mendayagunakan lahan dalam hutan industri,  lahan gambut dan rawa ini adalah tiupan terompet kulit kerang Bhatara Wisnu, sang Sangkakala, Semua jajaran menteri harus segera geger,  semua mass media harus bergaung  mengumandangkan  Perintah Presiden sepenting ini demi kelangsungan pembangunan KEHIDUPAN RAKYAT, di akar rumput.

Bagaimana tidak ?

Di wilayah dimana lahan yang menjadi sasaran  Perintah ini menyangkut basis feodal kampung dan puak yang sesungguhnya. Menyangkut kepentingan para profiteer, menyangkut kepentingan penjabat pusat dan daerah yang gila harta dengan korupsi, menyangkut para petugas partai yang mencium bau uang seperti anjing pelacak mencium bau binatang buruan, disetiap tahap pelaksanaannya.

Jadi  ?

Kok masih tanya.

Wong para pesanggem yang menanam bibit pohon jati saja dari dulu ya jadi sumber uang dari petugas Perhutani yang pak  Jokowi tahu persis. 

Apalagi hutan rimba, jangan-jangan  praktek si Oknum Bintara Polisi Labora S, dan oknum petinggi lainnya, ambil kayunya dapat alasan baru,  menggunduli hutannya menarik feodal kampung  buat pemanfaatan lahannya yang mau ditanam kembali apa terus gundul sampai puluhan Presiden dan Bupati baru?

DPD minta uang milyaran untuk payung hukum pembalakan resmi ini.          

Apa para Bupati dengan seluruh DPRD nya aklamasi  menguras kas pendapatan daerah dan uang  dari Pusat untuk proyek ini.

Apa nanti anggauta DPR RI tidak mengais sejeki a’la Wisnu Putranti kesetiap hutan dan lahan gambut yang jadi sasaran

Maka itu menterinya harusnya geger, untuk mencegah pelecehan hari depan bangsa sehingga tidak semena mena, yang seperti saya prediksi ini. Semoga Allah memberikan ijabah kedada Pak Jokowi dan  bangsa ini. (*)

















































Sabtu, 10 September 2016

ANTARA KEPENTINGAN PRIBADI DAN KEPENTINGAN UMUM

Individualisme versus sosialisme --- bila ini menjadi judul tulisan  saya ini, segera  sayap lain dari Partai Golkar, dari  CSIS dari BIN dari ABRI versi Orde Baru, dari partai Partai Feodal  baru  akan ber jingkrak ……. Nah lu, ini komunisme masih mau bangkit kembali. waaspadalah…….Maka judulnya jadi :

ANTARA KEPENTINGAN PRIBADI DAN KEPENTINGAN UMUM.

Dikampung saya, ditengah kota lama Surabaya,. Ada  puak keluarga yang berumah di gang ditengah kota ini sudah berganti ganti generasi. Generasi terkhir menjadi tetangga saya. Karena pendidikan generasi terakhir ini masih mengikuti pendidikan tradisional,. Sedang umum sudah dua tiga generasi trend umum menggunakan Pendidikan Umum dari Pemerintah. Maka penghasilan generasi yang terakhir ini menjadi sangat merosot, karena keahliannya menjadi pembuat sandal kulit dan sepatu kulit,  tersaing dengan produksi masal a’la Industri pabrik. Jadi kehidupan ekonomi keluarganya merosot. Rumah tua yang mereka tempati makin rusak terutama atapnya banyak yang bocor.
Dasar cerdik, maka dia mrndapat akal, mermbagun mesjid di bekas atap rumahnya seluas  halaman rumahnya yang tidak begitu luas, pas dengan batas pagarnya.
Ide ini timbul karena ditengah kota ini masjid kampungnya ada diseberangan jalan raya kota yang semakin ramai, sehingga sulit untuk menyeberang salama matahari terbit sampai matahari terbenam, sehingga sulit  warga kampong kecilnya,  yang makin padat untuk sholat di mesjid seberang jalan kecualai sesudah matahari tenggelam dan subuh.
Ide ini mendapat dukngan warga, karena ide ini muncul pada gencar gencarnya   Orde Baru, membentuk masyarakat  yang  tenang dan penurut,  maka pendirian mesjid kampung diatas rumahnya mendapat dukungan surat dari Kelurahan, Kecamatam, Koramil, Depag dan Kodya Surabaya dengan mudah,asal di mahkota atau menaranya diberi tangkringan segi lima, dengan lafal Allah, bukan bulan bintang demi kemaslahatan umat.
Berlembar surat penting ini delaminating dan diedarkan keleseluruh toko dipinggir jalan besar, kebanyakan toko onderdil/ suku cadang mobil yang lagi naik daun dengan keras, dan segera mesjid bisa dibangun diatas halaman keluarga mereka, bertahap hingga jadi,  keluarganya tetap tidur dirumah yang atasnya dibangun mesjid, Alhamdulillah dengan selamat.
Selama tigapuluh dua tahun keluarga itu tinggal dibawah masjid, yang di cor beton dialantai duanya, anti bocor dan keluarga itu hidup dngan tenteram, didak ada bocor lagi.
Masjid  lebih tepat disebut Musholla  karena  ukurannya, ditingkat dua  diatas rumahnya, semakin sepi bukan karena orang berhenti sholat tapi generasi muda lampung  itu pada  kerja di trempat lain atau pindah rumah sekalian,  menyebar mencari kehidupan ditempat lain. Sudah  lama tdak kedengaran azan dari sana, dan si bapak tua bekas perajin sandal sudah duda, tidur di atas,  sambil menjaga kebersihan,  keadaan air makin sulit karena tekanan air PDAM  untuk wudlu tidak sampai keatas, sebab pompa listrik sudah lama rusak. Mushola berfungsi sebagai mesjid ada juga di halaman Rumah Sakit Islam Jemursari Suarabaya, karena ukurannya tidak besar.
Memang  sekarang, empat puluh tahun setelah dibangun,  sangat sulit menentukan status  mesjid ditingkat dua rumah hunian ini. Apakah tempat itu termasuk digunakan untuk kepentingan umum atau  sebagai kepetngan pribadi.
Sebaliknya mesjid Cheng Ho dibangun  ratusan tahun yang lalu ditengah kota Surabaya, dekat dengan  Kampung  Pecinan Jl.  Jagalan Surabaya, sampai sekarang berstatus  Masjid dan tanah kepentingan umum, cukup untuk membangun gedung Organisasi PITI dan dua lapangan basket dbawah atap dan tempat parkir yang luas.
Satu lagi,  ada  si  cerdik, yang mendapat  hak mendirikan  FASILITAAS UMUM   di tanah  pengembang, yang masih berupa lahan karena  medirikan TAMAN KANAK KANAK NEGERI di area yang sudah dibebaskan oleh pengembangnya  dari sawah gogolan.  Sekarang  TK Negeri ini  dikelilingi perumahan mewah yang harganya sekarang sangat tinggi. Setelah tigapuluh tahun, Taman Kanak Kanak Negeri ini bubar,  dan tanahnya dijual oleh ahli waris dari pendiri Taman Kanak Kanak ini, tentu saja dengan harga sekarang. Titik.
Terserah pada pembaca siapa mengambil keuntungan dari kepentingan umum  ini, dan siapa yang melulu  menyediakan untuk kepentngan umum tanpa pamrih untuk kepentingan pribadi.
Dari contoh diatas nyata bahwa kepentingan pribadi mampak selalu kertabrakan dengan kepentingan umum.
Di Wilayah Negara Berkembang,  dimana rakyatrnya umumnya miskin, adu kepentingan antara umum dan perorangan ini menjadi sangat meruncing.
TEMPAT YANG PALING SUBUR UNTUK MENGEMBANGKAN IDEOLOGI SOSIALISME. Ini yang akan dicanangkan oleh bangsanya CSIS dan BIN dan CIA, untuk mendapat dana,  partainya kembali dipercaya oleh Donald Trump.
Untuk menghindari  ini dan memenuhi idaman masyarakat miskin Founding father kita Bung Karno, menggali  MARHAENISME  artinya pemilik / kapitalis kecil yang terjepit  aturan kolonialismenya. Bukan kaum proletar yang dak punya apa apa.. Bukan Penyadap karet yang kaya raya tapi hidup miskin dihutan hutan.
Kaum Muslim di Indonesia pernah terpincuk pada ide sosialisme , terbukti dengan didirikannya Syarikat Islam Merah pada permulaan abad ke 20, yang dihabisi oleh penjajahan dengan ditangkapi semua dan dibuang  sampai cindil abangnya  jadi umpan malaria ke  Boven Digul,  Papua sampai punah. Bung Karno setelah berkuasa, berusaha mengembalikan martabat mereka dengan mendirikan pabrik tenun BHATARI yang bahan baku kainnya hanya  dijual kepada mereka supaya tidak jadi proletar.  Petani lapar tanah diberi tanah Pabrik Gula supaya tidak jadi proletar – taunya malah dibabat sampai cindil abangnya  untuk  menguasai bagian tanah itu.
Sedangkan persoalannya sudah jelas, kepentingan pribadi orang miskin itu ditingkat yang paling acute selalalu mengganggu kepentingan umum orang kaya. Inilah problem yang selalu dihadapi Para Walikota Negara Berkembang secara langsung, hingga NYPD  ( New York Police Department).  Anehnya hanya secara tidak langsung dihadapi oleh pakar Agama, Kiai, Ulama, Pastur, Pendeta,  Upasaka Uasika,  Ida Pedanda, karena orang miskin itu tahu diri, dia jadi miskin atas kehendak Allah, itu yang tertanam di jiwanya yang paling dalam, dalam kemiskinannya mereka semoga Allah memberi ijabah pada semua do'a-nya.
Kau temanku , tidak akan jadi miskin dengan menyembelih  qurban besok  ini, dan membagi dengan ketenangan dan kebahagiaan hidup miskin ini,  dagingnya dibagikan pada si menengah yang jadi si miskin, malah dapat pahala,    Ternak petani  meskipun  diberi makan berapa saja dan apa saja akan semakin susut berat badannya, mending miara yang baru lahir) agar  pakan ternak optrimal penggunaannya, rerumputan di padang rumput penggembalaan tidak kuat, pokok rumpun pisang habis, malah rusak pada mati terinjak innjak ternak yang jumlahnya banyak tapi sudah tua tua karena tidak ada pembeli ( Kali ini jangan kuwatir, borong ternak ternak ini,  akan dicatat di pintu sorga, duitmu yang kau pakai untuk beli  ternak korban).
Satu permulaan dari mengikis kepetingan pribadi yang tidak ada habisnya, mengadakan penghorbanan untuk berbagi dengan orang lain, pengorbanan mengikuti perintah Allah, berkorban dengan kulit dagingnya sendiri. Sampai sebatas itulah tugas khalifah Alah di Bhumi, malah digantikan Allah gengan hewan qurban. Ya alhamdulillah, kamu tidak perlu mengulangi cobaan Nabi Ibrahim ini.


Sebenarnya ajaran Islam telah memberikan jalan kepada ummat manusia ini,  lewat  petunjuk dan sunnah Nabi. Wahai Manusia, mulailah karyamu sebagai khalifah Allah di Bhumi dengan Bismillahirakhmanirakhim – JALAN INI TIDAK MEMPERTENTANGKAN ATAU MENJAMIN   TDAK ADANYA PERTENTANGAN ANTARA PEKENTINGAN UMUM DAN KEPENTINGAN PRIBADI . Allah telah memberikan sarana rizki dan akal,  bahan baku, buat hidup manusia sangat cukup dari lahir sampai mati. untuk membuatnya merata ke yang miskin perlu pengorbanan  sedikit kepentinganmu. Hanya punyailah keyakinan kepada satu satunya  sikap lahir bathin yang alami dan mudah bagi manusia,  yaitu Rakhman dan Rakhim, sudah itu Allah sudah membukakan pintu rizkinya  kepapada yang dikehendakiNya, temukanlah !!. Hanya dua dari asma Allah yang 99……….. duh sulitnya untuk sekedar mengerti, belum mepraktekkannya lho*)

Selasa, 06 September 2016

SEMOGA FEODALISME BERAKHIR TH 2019 DI BHUMI KITA.

TAHUN 2019, FEODALISME BERAKHIR DI BHUMI KITA , ITU HARAPAN SAYA. SEMOGA
Sekali lagi saya dengan tulisan ini me-respond  Editorial  MI   dari Metro TV , Jum.at tg, 2/9/2018. Jam 630 pagi. judulnya DPRD menuntut kenaikan gaji.
Diulas oleh Suryopratomo, bahwa gaji semua Perangkat Negara, dikeluarkan dari pajak penghasilan Negara, yadi bila penghasilan pajak Negara sedikit atau kekuatan eknomi Negara atau Baerah masih kecil ya duit dari mana ?  Walau yang sudah didapat oleh anggauta DPRD rata tata seluruh Indonesia budah jauh diatas pendapatan rata rata per kapita Indonesia sekarang yaitu sekiytar 4 Juta rupiah per tahun.
Maunya gross income  mereka diatas 25 juta per bulan, baru para wakil rakyat ini tidak harus mencari tambahan dengan menjadi macam macam calo proyek Pemerintah kepada swasta. (jpnn, com. 10 oktober 2015)
 Sedangkan yang di DPR RI  sudah terima 51 567 200 rupiah  per bulan { kompas com. Berita Nasional )
BANDINGKAN.
Hasil Pemilu untuk Gupermur dan Bupati/Walikota yang akan berakhir th 2019,  ada 343 Bupati/Walikota dan  18 Gupernur  yang masih diproses dan sudah diputus perkara korupsinya. Semuanya diatas  miliar rupiah, PARA BEDEBAH INI RATA RATA HANYA DIVONIS   DUA TAHUN LEBIH BEBERAPA BULAN MASIH AKAN DIPOTONG REMISI SABAN 17 AGUSTUS.
APA YANG SALAH YA ?
Sudah begitu Partai  Partai yang menelorkan Balon Eksekutip dan Legislatip BEDEBAH  ini masih membusungkan dada sebagai kampiun mewakili Rakyat, membuta tuli terhadap polah tingkah track record “petugas Pertainya”.  Hanya disatu wilayah ditantang  oleh    sector non Partai,  langsung dihadapi dengan  perlawanan all  out oleh Partai Partai semuanya, secara demonsratip, kecualai satu partainya Pak  Surya Paloh. Toh dia masih disusupi diketiaknya sorang Puja Nugara & istrinya dan Pengacara kondangnya  pak OC !!.   Apa dia juga tidak punya info mengenai tingkah polah si kader ini, apa hanya ter kesima pada mahar yang diberikan ? Sehingga didukung jadi Gupernur Sumatra Utara, duh malunya ? Kataya sudah kaya sejak berkongsi dengan Murdoch ?
KOK BISA  YA ?
Sebagai warga Negara yang sudah tidak bodoh lagi, kecualai berfikir mengenai apa yang  tidak pas  dalam masyarakat yang terjangkit wabah penyakit dengan gajala  jiwa yang koruptive ini. Saya tetap befikir dimana akar masalahnya.
Juga mencari kata kata yang sangat tajam supaya rakyat sadar akan budaya korupsi pada setiap wakilnya di eksekutip dan legislatip. Ini yang menjangkiti seluruh  tiang tiang bangunan demokrasi  jadi mainan  para egois dan  yang ber-orientasi pada  puak dan golongan – yang seharusnya orientasi pengabdian-nya hanya kepada bangsa dan Negara. Cita citanya dibina oleh ideology Patai masing masing.
PARA BEDEBAH INI ADALAH PILIHANMU  YANG DISODORKAN OLEH PARTAI FAVORIT KAMU, KARENE MEREKA TELAH MEMBAYAR MAHAR BANYAK SEKALI, . YANG  MEMBERI KAMU  SUPER MIE DAN MENGHADIAHI  KALIAN DENGAN MUSIK DANGDUT UNTUK BERJOGED RIA  BERDESAK DESAKAN NIKMAT, WAHAI RAKYAT NEGERI INI.  !!!!

Kok bisa ya ?
Ya bisa, karena mayoritas Pertai Partai kita masih menawarkan feodaslisme kampung dan puak,  tokoh bedebah yang mengobral  pork barrel ( pakan babi) pada pendukungngnya menurut istilah orang Phillipina, dan kalian terpincuk  pada bedebah ini, ya  to, ya to *)

Jumat, 26 Agustus 2016

MATAHARI TERBIT DI WILWATIKTAPURA SERI 19=20-21 22-23

MATAHARI TERBIT DI WILWATIKTAPURA SERI 19-20-21-22- 23  ADA DI BLOG INI, DITULIS BULAN AGUSTUS 2013. DICARI DI HALAMAN BLOG SEBELAH KANAN DIBAWAH NOTE MENGENAI POST YANG TERPOPULER DIBACA PALNG BANYAK. ADA DAFTAR TAHUN POS 2013 DAN DI KLIK BARU KETEMU BULAN AGUSTUS KLIK, SATU RANGAKIAN DAFTAR SERI CRITA INI. SEBAIKNYA BACA JUGA POS "INTERMEZO REKONSTRUKSI SEJARAH" TERLEBIH DAHULU. SESUDAH DIKETEMUKAN LOKASINYA MAKA MENERUSKAN MEMBACA KE SERI BERIKUTNYA TINGGAL LANGSUNG KLICK KE SERI SELANJUTNYA HINGGA YANG YANG KE 23. SELESAI. TERIMA KASIH

S


Kamis, 25 Agustus 2016

NEGARA – SATU ORGANISASI YANG DINILAI KEBERHASILANNYA, DARI PELAKSANAAN-NYA  DI LAPANGAN, DI AKAR RUMPUT. SEBAB  DIA MAMPU DAN HARUS KESANA

Saya tarkesima,  menonton acara  TV,  Hari Rabu  sore  tg 24/8/2016,  bahwa seorang pakar Pertanian  mengemukanan kualitas penemuan penemuan dari Ilmu ini untuk lebih mensejahterakan Petani.  Di acara ini dipertontonkan mesin mesin pertanian yang masih  baru  gres,  berukuran  sesuai dengan lahan lapik sawah  yang kecil kecil. Antara lain mesin penanam bibit padi, mesin panen/ combain ukuran kecil,  traktor menarik bajak yang hydrolik bisa mengangkat bajak  dan seketika  berputar arah  hinga bajaknya nggak tertekuk dsb. BAIK

Beberapa jam kemudian Mendagri berpidato bahwa blangko pendaftaran E KTP tersedia  cukup untuk jutaan pemohon. Disamping itu dipertonkan  oleh stasiun TV itu, di  Jawa Barat  para Pemohon mendapatkan E -KTP sampai tidur di Pendapa Kecamatan, ( hari gini dimana mana ada  mesin fotocopy, mau blangko apa ? – sedang computer yang melayani  dihubungkan on line  dengan computer Pusat,  juga  di Kecamatan Seluruh Indonesia”) jadi tidak akan  ada E-KTP ganda. Pembagian E-KTP menjadi tersendat hebat karena dibatasi oleh blanko yang jumlahnya terbatas. BAIK.                                                                                                           Tapi rakyat sudah terlanjur tahu apapun pembelian yang disentralisir di Pusat sangat empuk dan rentan uutuk  KKN, apalagi oleh Petugas Partai.

Nilai “BAIK” ini bisa diberikan  kepada anak murid TK, supaya merangsang semangatnya, karena kita  mengerti kemampuan anak TK, demi tidak mematahkan semangatnya.

Tapi untuk pakar Pertanian, untuk Mendagri, mereka ini bicara di ruang public mewakili Negara, bukan mewakili pribadi, supaya didengar bossnya (bukan salah dia, atau dia sudah kerja keras), namun didengar umum jadi lucu.   Sedang Negara itu dinilai bukan dari bicaranya Menteri , atau Presiden,  atau ketercapaian Pakar Pertanian ditingkat promosi produk ,atau tingkat produksi masal atau ditingkat prototype yang di shoot TV, tapi dinilai dari angka berapa persen  Petani yang  sudah mampu memakai alat alat mesin yang lebih efisien ini,  dimana saja .   Bukan Petani terus mau leha leha, tapi demi menggunakan waktunya untuk menanam lebih cepat, untuk kegiatan yang lain  misalnya  lebih mencurahkan pikiran  tentang kemasan,   mencari pasar untuk menjual langsung dengan syarat perdagangan umum, mengorgnisasi pengiriman produk dll. Jadi nyata di kegiatan akar rumput.


Pembelaan diri Mendagri, pomosi a’la Produsen barang, ini “mind set” menurut istilah sekarang, yang mesti dirubah. Jangan mempertontonkan hasil karya Kementerian atau Pemerintahan  atau Penelitian, dengan acara  a’la promosi orang dagang. Pertontonkan  semua  pelaksanaan kerja anda di akar rumput secara nyata, kalaupun ada pasti bisa, wong ada crew TV pakar akan hal ini.  Menteri dan Pakar harus kenal akar rumput, BLUSUKAN, kayak bossnya – Hingga ketahuan apa yang sebenarnya terjadi, kayak Dr Rizal Ramli membongkar beton yang menutupi rel KA pelabuhan Priok, karena kerja anda dinilai dari sini, bukan cuma omong bikin pernyataan di TV semua beres dan baik baik saya.  Ini baru revolusi mental yang diharapkan rakyat. Mestinya Menteri maupun Pakar semua bidang Ilmu tahu akan hal ini*)

Sabtu, 20 Agustus 2016

UNTUK MEREKA YANG LUPA ATAU KURAN INFORMASI



UPLOADLIBRARY
BooksAudiobooksComicsSheet Music


1
.

UNTUK YANG LUPA ATAU YANG KURANG INFORMASI

Dari idesubagyo blogspot.com. Redaktur dan Penulis tunggal blog ini
Penulis artikel dibawah ini Rum Rosyid dari Universitas Tanjungpura, Pontianak, lupa atau tidak mengerti, bahwa  disamping Trisakti bung Karno, masih mempunyai janji kepada rakyat Indonesia, yang juga jadi pondasi existensinya:, satu obsessi yang mendrah daging.   Membebaskan seluruh Indonesia dari Penjajahan Belanda, juga tidak uni Indonesia- Belanda - dalam politik patah arrang..
Lha Papua Barat, sejak KMB hanya dibuat mainan saja oleh Belanda, tidak kunjung diserahkan kepada Negera Kesatuan Republik Indonesia. Pikir mereka Indonesia miskin, tidak punya alat perang yang bisa menandingi Belanda, apalagi dengan sekutunya.
Negara blok Barat hanya cuek saja menykapi kelicikan Belanda termasuk Aurtralia.
Satu satunya Negara yang peduli pada idaman bangsa Indonesia, obsesi fonding fathernya,  adalah mendiang USSR, yang mempunyai keunggulan ALUTISTA sama dengan penguasa dunia saat ini USA yang cuek dan cynical  juga..
Sebagai Presiden yang memproklamasikan kemerdekaan Negeri ini, yang kala itu adalah pelopor sikap Bebas Aktip menghadapi konflik Dunia. Tentu saja dengan segala daya berusaha mendapat bantuan senjata yang lebih ampuh dari milik Belanda, yang malu malu didukung oleh Amerika Serikat dan Inggris. Maka Kapal Induk Belanda " Karel Doorman"  yang dikirim ontuk operasi eskalasi perang di Papua Barat, balik kucing setelah menyeberang terusan Suez, Tahu bahwa perang laut di Samudra Hindia pun Repubik Indonesia sudah sanggup mengatasi Kapal Induk Belanda dengan puluhan pesawat tempur moderen jet Sabre, sama dengan yang dimiliki NATO dari Amereka Serikat. Angkatan Laut Republik Indonesia atas persesetujuan Rapublik Pakistan telah mengirim puluhan kapal selam dan kapal pemburu berpeluru kendali jauh lebih kecil dan lincah dari frigate ke permukaan laut ke Semudra Hindia, lepas pentai Pekistan, berkoordinasi dengan kapal kapal selam, dan payung udara perasaw MiG 21 di pangkalan Barat Indonesia, juga bantuan Lapangan terbang di Pakistan. Maka patahlah tulang punggung agresi Belanda yang ketiga, mati sebelum perang di  Laut Jawa atau di laut Arafura,tujuannya  adalah  aksi polisonil ke tiga melepaskan pesawat Sabrenya ke kota kota pulau Jawa dan Sumatra, yang padat penduduk, agrsi langsung atau ancaman yang nyata.
Sekarangpun, Indonesia sangat mampu untuk mempertahankan integritas Negara ZMRUD kALULISTIWA INI.
Pabrik pesawat Nurtanio dan seluruh  fakultas teknik mesin, dan elaetronika,  SMK mesin seluruh Indonesia akan mempoduksi ribuan DRONE untuk menangkal penggerogotan hak nelayan Indonesia.*)





Down load dari https/www/scribd-com/doc/44736351/kebijakan-pedidikan-orde-baru.

Kebijakan Pendidikan Orde Baru Oleh Rum Rosyid, Univ Tanjungpura Pontianak

Kekuasaan Sukarno yang otoriter mendorong kelompok mahasiswa yang berharapan muncul pemerintahan bersih dan adil. Tetapi rupanya harapan tersebut hanya mimpi yang tidak pernah terwujud sejak awal pergantian pemerintahan dari Sukarno ke Suharto. tumbang, berlanjut dengan lahirnya Orde Baru yang berusaha melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Pendidikan di era orde baru ditujukan untuk membentuk manusia pancasilais berdasarkan ketentuan-ketentuan yang terdapat pada pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 1945.Pasca dekrit 5 Juli 1959, Pancasila masih menjadi ‘kiblat’ kenegaraan dengan sistem demokrasi terpimpin. Sukarno sebagai pemimpin bangsa menunjukkan sikap-sikap yangcenderung otoriter, dan mudah terbawa angin kelompok komunis yang terlihat revolusioner sehingga disayangi Sukarno. Pertentangan ideologi dalam suasana kediktatoran semakin menunjukkan ruh Pancasila hanya sebagai simbol. Pembubaran Masyumi dan Murba secara paksa oleh Sukarno sebagai bentuk otoriterisme presiden.Pertentangan politik memuncak ketika terjadi peristiwa 30 September 1965.Pada 12 Maret 1966, sehari setelah suksesi kekuasaan dari Presiden Soekarno kepadaJenderal Soeharto, tindakan pertama Soeharto adalah menyatakan bahwa PKI sebagai partai terlarang yang diikuti dengan pembubaran PKI dan pemberantasan kader maupunsimpatisan PKI. Penasbihan dosa waris kepada para keturunan PKI, pembantaian anggotadan kelompok yang dianggap PKI telah menimbulkan korban jutaan di Jawa dan Bali.Pengerdilan partai politik berlanjut hingga pada pembungkaman suara rakyat kritis telah menjadikan Orde Baru sebagai pemrakarsa memasukkan Pancasila dalam brankas kenegaraan. Awal dari orde baru pun bergulir di bawah kepemimpinan Jenderal Soeharto, nama orde baru diciptakan demi membedakan dengan pemerintahan orde lama di bawah Presiden Soekarno. Perbedaan nama rezim itu bukan saja secara harfiah, maupun perbedaan sang pemimpin orde. Tapi juga berimplikasi kepada pergeseran secara fundamental misi dari pemerintah serta metode yang tepat untuk mencapai misi tersebut. Radius Prawiro yang mantan Deputi menteri untuk urusan Bank Sentral merangkap Gubernur Bank Indonesia(1966-1973), dalam bukunya Pergulatan Indonesia Membangun Ekonomi menyatakan bahwa, misi orde baru dapat disarikan sebagai pembangunan ekonomi. Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat. Dalam pencapaian misi tersebut, disiplin ilmu ekonomi - termasuk alat analisis ekonomi makro dan mikro - menjadi ujung tombak, padahal di zaman orde lama ekonomi dianaktirikan, tanpa kebijakan ekonomi yang jitudan terencana, mustahil ekonomi Indonesia bisa sehat kembali. Faktor politik, budaya dan sosial juga berperan penting dalam membangun budaya ekonomi baru itu.
Kabinet Pembangunan Pertama : Menekankan Rekayasa Sosial
Pada Maret 1967, Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), memilih Soeharto sebagai pejabat Presiden.
Setahun kemudian MPRS memilih Soeharto sebagai
Presiden. Pada Juni 1968, presiden Soeharto mengangkat kabinet baru. R.E. Elson dalam bukunya Soeharto, Sebuah Biografi Politik menuliskan bahwa diantara tugas-tugas pertamanya sebagai presiden adalah membentuk kabinet baru, yang diberi nama Kabinet Pembangunan Pertama untuk membedakan kabinet itu dari kabinet-kabinet sebelumnya yang menekankan berbagai aspek rekayasa sosial yang berorientasi ideologi.Presiden Soeharto mendukung penuh tim ekonomi pemerintah dan rekomendasi mereka sekalipun kebijakan yang diambil tidak populer secara politis. Staf ahli ekonomi PresidenSoeharto terkenal sebagai para teknokrat atau sering disebut “mafia Berkeley” karena beberapa anggotanya alumni University of California at Berkeley. Tim ini terpisah darikabinet yang anggotanya terdiri dari Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, Mohammad Sadli, Subroto, dan Emil Salim. Selanjutnya beberapa tim menyusul seperti Rachmat Saleh, Arifin Siregar, J.B. Sumarlin dan Radius Prawiro. Soeharto mempercayakan Widjojo Nitisastro sebagai pemimpin informal dari tim ekonomi ini. Radius Prawiro menyatakan ada 3 hal nilai yang menonjol dalam menciptakan tatanan ekonomi baru, yaitu gotong royong, trilogi pembangunan, dan Pragmatisme. Banyak cara gotong royong yang telah diterjemahkan ke dalam tindakan politik dan kebijakan lainnya.Dalam masa sulit, pemerintah telah mengimbau warga negara untuk mendukun gkebijakan yang merupakan langkah terbaik bagi kepentingan nasional meskipun kebijakan tersebut menuntut pengorbanan dari banyak individu. Terutama saat awal orde baru, gotong royong punya dua arti praktis. Pertama, konsep ini merupakan alternatif  budaya terhadap paham komunisme. Gotong royong menjadi basis ideologi yang berakar  pada budaya bangsa untuk memajukan kebijakan ekonomi yang bertanggung jawab secara sosial, toleran terhadap kesejahteraan individu, dan tidak bertentangan dengan ekonomi pasar bebas. Kedua, gotong royong punya pengaruh memoderatkan proses perumusan kebijakan di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh hubungan erat antara gotong royong dengan dua konsep budaya Indonesia lainnya; musyawarah yang berarti dialog,dan mufakat yang berarti konsensus.Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwitujuan, bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. Dengan ditopang kekuatan Golkar, TNI, dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional, Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi.DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. Anggotanya bahkan seringkali dipilih darikalangan militer, khususnya mereka yang dekat dengan Cendana. Hal ini mengakibatkanaspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. Pembagian PAD juga kurang adilkarena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta, sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah.Trilogi Pembangunan terdiri dari stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan. Pengalaman hiper inflasi dan kekacauan politik yang melanda Indonesia membuat para pemimpin negara menerapkan kebijakan stabilisasi sebagai kebutuhan mutlak untuk menjaga kekuatan dan keutuhan nasional.

Para pemimpin orde baru menilai bahwa kehilangan stabilitas bisa memporak-porandakan fungsi pasar dan merusak basis perubahan sosial masyarakat sipil. Pertumbuhan, khususnya untuk negara miskin seperti Indonesia pertumbuhan mutlak diperlukan. Hanya dengan pertumbuhan ekonomi negara berpeluang untuk melayani kebutuhan hidup rakyatnya. Dan komponen ketiga dari trilogi pembagunan adalah pemerataan. Benar atau salah, Indonesia cenderung melihat kolonialisme sebagai contoh kapitalisme dalam bentuk terburuk. Kesenjangan pendapatan yang besar dan ketidak pedulian terhadap kesejahteraan anggota masyarakat lainnya merupakan karakteristik yang sering diasosiasikan dengan kapitalisme free-fight.
Ideology Pendidikan : Pendidikan sentralistik dan mentalitas pragmatis
Sense of education ala Soekarno kemudian dilanjutkan lebih inovatif lagi pada periodesasi kepemimpinan Soeharto. Di zaman pemerintah Orde Baru misalnya, pendidikan diwarnai oleh politik yang bersifat sentralistik, dengan titik tekan pada pembangunan ekonomi yang ditopang oleh stabilitas politik dan keamanan yang didukung oleh kekuatan birokrasi pemerintah, angkatan bersenjata, dan konglomerat.Dengan politik yang bersifat sentralistik ini, seluruh masyarakat harus menjunjukan monoloyalitas yang tinggi, baik secara ideologis, politis, birokrasi, maupun hal-hal yang bersifat teknis.Dari sisi ideologi, pendidikan sebenarnya telah cukup mendapat tempat dari pendiri bangsa. Terbukti dengan dimasukkannya pendidikan sebagai salah satu prioritas utama dalam Pembukaan UUD 1945, yang notabene tak dapat diubah dan dianggap sebagai landasan perjuangan bangsa yang sakral. Sebelum pemerintahan Presiden Soeharto,sebenarnya masalah pendidikan nasional telah memperoleh cukup banyak perhatian dari elite politik yang ada. Jika kita melihat sejarah, proklamator Bung Hatta merupakan salah satu tokoh yang gencar menyuarakan pentingnya pendidikan nasional bagi kemajuan bangsa sejak zaman kolonialisme.Sebagai pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI baru) sejak tahun 1931 (PNI lalu pecah menjadi Partai Sosialis dan Partai Sosialis Indonesia), konsep pentingnya pendidikantelah diajukan Hatta dalam Pasal 4 Konstitusi PNI, yaitu untuk mencerdaskan rakyat dalam hal pendidikan politik, pendidikan ekonomi, dan pendidikan sosial (pidato Bung Hatta dalam reuni Pendidikan Nasional Indonesia yang diterbitkan di Bogor tahun 1968). Namun, sejalan dengan pemerintahan Soeharto yang otoriter, tampaknya isu tentang pendidikan mulai dikesampingkan, terutama mungkin terkait dengan kekhawatiran akan timbulnya gejolak apabila pendidikan politik benar-benar dilakukan sepenuhnya. Sejak saat itu kita lebih melihat pendidikan digunakan sebagai kendaraan politik bagi pemerintahan Soeharto untuk melakukan indoktrinasi terhadap rakyat.Kita masih ingat bagaimana, khususnya dalam sejarah, berbagai macam pelajaran sejarahyang ada secara tumpang tindih diberikan berkali-kali, dari SD, SMP, dan SMA, bahkan perguruan tinggi dalam bentuk P4. Masalahnya, isi pelajaran sejarah yang ada tidak lebihdari justifikasi mengenai G30S, Serangan Fajar, atau berbagai pembenaran konstitusional terhadap kebijakan pemerintah saat itu. Tidak heran apabila sistem pendidikan yang adadi Indonesia amat tersentralisasi dengan 80 persen dari kurikulum yang ada ditentukan oleh pusat (Ibrahim, 1998). Contoh lain, dalam hal dana instruksi presiden (inpres) pada
Similar to Kebijakan Pendidikan Orde Baru

Kebijakan Pendidikan Orde Lama

Kebijakan Pendidikan Era Reformasi

Pendidikan Pra & Pasca Reformasi

orde baru

Perkem Ekonomi Dan Kebijakan Orde Baru

ORDE BARU

Orde Baru

Orde Baru

Ideologi Islam vs Ideologi Pancasila

orde baru tugas sekolah

Orde Baru

Makalah Tentang Kebijakan Ekonomi Makro

MAKALAH SEJARAH

Orde Baru

Orde Baru

orde baru

Kebijakan Pendidikan Orde Baru

orde baru

Makalah Orde Baru

Kebijakan Pembangunan Era Orde Baru

Kebijakan Sosial Politik Orde Baru

DRAMA W.S RENDRA SEBAGAI KRITIK SOSIAL TAHUN 1973-1977

Makalah Ekonomi Tentang Kebijakan Fiskal

Makalah Politik Orde Lama Dan Orde Baru

PRASANGKA SOSIAL

DIPLOMASI, Lobi, Negosiasi

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN KEBIJAKAN EKONOMI PADA MASA ORDE LAMA

REPELITA 2

Epistemologi Pragmatisme Dalam Pendidikan Kita

Analisis kebijakan pendidikan
More From This User

Kebijakan Pendidikan Zaman Pendudukan Jepang

Kebijakan Pendidikan Pemerintahan Megawati Soekarnoputri

Kebijakan Pendidikan Pemerintahan BJ Habibie

Kebijakan Pendidikan Pemerintahan Abdurrahman Wahid

Kebijakan Pendidikan Orde Lama

Kebijakan Pendidikan Orde Baru

Kebijakan Pendidikan Era Reformasi

Kebijakan Pendidikan Era Politik Etis

Kapitalisme Pendidikan Kita Efisiensi Sosial Sebagai Tujuan

IMPERIALISME PENDIDIKAN

Gejala Dehumanisasi Dalam Pendidikan

Epistemologi Pragmatisme Pendidikan Indonesia

Epistemologi Pragmatisme Dalam Pendidikan Kita

Epistemologi Pancasila Keseimbangan Idealisme Dan Pragmatisme

Upaya Kontekstualisasi Pancasila

System Pendidikan Di Indonesia Kegamangan Normatif

Standar Nasional Pendidikan Dari Layanan Public Menjadi Industri Jasa

Sekolah Sbg Miniatur Masy

Relevansi Meningkatkan Belanja Publik Untuk Pendidikan Menengah

Problem Pendidikan Moral Dalam Dunia Pendidikan Kita

Pragmatisme Pendidikan Indonesia

Pragmatisme Pendidikan Gagalnya Membangun Peradaban

Pendidikan Pragmatisme Kegagalan Memperadabkan Manusia

Pendidikan Bukan Prioritas

menuju masyarakat informasi
Kebijakan Pendidikan Orde Baru
Dec 06, 2010 by rumrosyid
(0 ratings)
8.5K views
EMBED
DOWNLOAD
ADD TO LIBRARY
Download as DOC, PDF, TXT
More information
RELATED

Kebijakan Pendidikan Orde Lama
by rumrosyid

Kebijakan Pendidikan Era Reformasi
by rumrosyid

Pendidikan Pra & Pasca Reformasi
by minawati widiastuti

orde baru
by Herry Kusniyadi
Previous
Next
Page 1 of 7
ABOUT
·         Browse books
·         Site directory
·         About Scribd
·         Meet the team
·         Our blog
·         Join our team!
·         Contact Us
PARTNERS
·         Publishers
·         Developers / API
MEMBERSHIPS
·         Join today
·         Invite Friends
·         Gifts
SUPPORT
·         Help
·         FAQ
·         Accessibility
·         Press
·         Purchase help
·         AdChoices
LEGAL
·         Terms
·         Privacy
·         Copyright
Scribd on AppstoreScribd on Google Play
Copyright © 2016 Scribd Inc.Terms of serviceAccessibilityPrivacyMobile SiteSite Language:
English

Jumat, 19 Agustus 2016

PEMASARAN SESUATU PRODUCT

Tulisan ini saya buat,   didedikasikan kepada mereka yang akan membuka tempat makan diwilayah Nsantara ini

Hampir semua menyedia makanan pokok yang telah dimasak, untuk diperdangkan ternasuk usaha catering dan makanan pokok siap saji dalan kemasan ( nasi bungkus –nasi bakar inasi kuning) ,  dirancang untuk dikonsumsi hari itu, tidak pernah diberi bengetahan dasar mengenai  “ makanan” yang tidak diawetkan, oleh _yang  yang berwenang, seperti di Negera maju yang sudah sadar akan kepentingan masyarakat.

Suatu product  barang , dibuat dengan modal , ide, design dan waktu, yang kadang tidak sedikit, dan tidak dengan mudah.  Perlu research pasar yang sangat teliti dan luas, meskipun peraturan yang rinci mengenai itu belum ada.

DISINI AKAN SAYA BECARAKAN HANYA MENGENAI   NASI.

Nasi adalah makanan pokok dari sebagian beasr penduduk Nusantara yang makin  lama makin mendapat penggemar mengkonsumsinya setiap hari, menjadi  main staple food diseluruh  Nusantara.

Konsumen nasi tebesar adala penduduk pulau Jawa, begitu pula luas penanamannya.

Dari zaman dahulu  ada dua macam cara memasak beras jadi nasi,  di kukus yaitu terlebih dahulu nasi derebus hingga cukup menyerap air – disini trick untuk memasak nasi,   kearah keras atau kearah lembek. Yang kedua ditanak dengan periuk, yaitu direbus hingga  menyerap air secara maksimum dan sekaligus dibuat matang,  yang artinya seluruh texrtuse butir nasi sudah rata penyerapan airnya, walau harus mengorbankan sebagian lapisan bawah yang lekat dengan dasar periuk menjadi sedikit berarang/gosong  ( kerak)

Sekarang ada cara  yang ketiga, yaitu dengan  rice cooker listrik, yang menjamin panasnya merata sehingga  tidak ada yang menjadi lapisan kerak. Hanya  pemberian airlah yang bisa mengatur keras lembeknya nasi itu.

Disamping jumlah air pemasak nasi, jenis padi yang  membuahkan gabah kemudian beras juga sangat menentukan tekstur dari setiap butir masinya, sedikit pengaruh pada  penyelepannya.  Ada beras yang   “pera”  ada beras yang bederung  “pulen”

Para ahhli seleksi padi, harus memilih, padi menghasilkan tanaman yang panennya tinggi tapi berasnya  terasa pera, atau nasinya pulen tapi kurang tinggi kapasaitas panennya. IRRI di Los Banos Philipina,  juga sangat memperhatikan hal ini

Saya menandai ada wilayah di pulau Jawa dimana orang cenderung suka nasi yang pera, ada wilayah yang cenderung suka pada nasi yang pulen.


Ada gejala kesukaan nasi pera ini  oleh pekerja fisik, sedang yang pulen disukai oleh  “white collar” / pekerja  menggunakan ketelitian dan pekerja admnistrasi dan keuangan,  mereka ini kurang menggunakan kerja otot.

Kini ternyata yang paling menyadari keadaan ini adalah penjual  fast food,  yang sangat digemari abak anak  dimana mana – tergetnya sebenarnya  adalah kaum menengah  para muda mudi dan kini malah merambah kaum  memengah bawah, sebagai  makanan extravaganza. Sedan dinegara aslnya mereka tidak menjal nasi tai potato chip. atau france fry, dikenal sebagai junk food, karena sangat berlemak.`


Saya menandai mereka dimana mana tempat,  nasinya fat food ini  dihidangkan dalan bungkusan dengan takaran sedang, dan seragam pulen.

Saya bisa meamastikan cara memasak nasi seseragam sebaik ini berdasarkan satu  penelitian yang serius, bukan sekedar trial and error saja.

Selama saya bekerja sebagai  sales – promotion  personnel untuk prodct pertanian, saya kenyang dengan makan dimana saja warung   maupun segala tempat makan  dimana mana, lebih sering dari makan dirumah. YANG PALING  GAGAL MENGANTISIPASI KEADAAN NASINYA ADALAH PENJUAL RAWON. KEMUDIAN NASI GORENG.  Untuk  penjual dua macam masakan ini, kualitas nasi sangat daibaikan, atau menurut kebiasaan dari asal usul si tukang masak saja.

Yang paling memperhatikan kualitas nasinya ada di Jawa Barat. Paling tidak peduli adalah di  Jawa Timur, Madura dan Bali. Hanya yang terbaik menurut selera setempat, atau selera si koki.

Saya ndak mengerti mengapa begitu, mungkin mereka membanggakan  dagingnya.

Saya menjadi risih  waktu saya mendengar  Pegawai  menengan yang masih muda, merencanakan membuka resto dengan tabungannya, menyatakan bahwa nasinya nanti ambil sendiri ( takaran masing masing  pembeli– bukan kayak es cream pakai scoop yang pasti) – dan sangat sambil lalu mendiskusi kan perkara ini.


SEMOGA TULISAN INI DAPAT DICERNA DENGAN BAIK *)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More