Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Sabtu, 01 Oktober 2016

RUNTUHNYA DINASTI DINASTI FEODAL

RUNTUHNYA  DINASTI  DINASTI.
Dinasti Ayyubiyah di Mesir dan sekitarnya pada abad ke 11 Masehi, bisa BERTAHAN SATU ABAD. Dalam situasi yang sengat bergolak selama abad abad sebelumnya, terutama  pertentangan dari  wangsa  Mu‘awiyah   dan wangsa Abbassiyah .  Pertentangan ini juga menggendong  digelayuti  oleh pertentangan antara  islam aliran sunni dan islan aliran syi’ah, diwilayah itu.
Salahuddin al Ayyubi pendiri wangsa Ayyubiyah adalah Pahlawan Islam yang sangat zuhud dan hidup sangat sederhana, meskipun peperangan telah melambungkan dia ke derajad Sultan. Salahuddin al Ayubbi  mempersatukan sunni dan syi’ah melawan  pasukan tentara Salib, dan memenangkan kota Yerusalem, dengan spektakuler. Dengan ini Salahuddin al Ayubi mengabadikan namanya dalam perjanjian yang sangat islami, dihormati  oleh lawan dan kawan. Kerena era zaman itu masih dalam kungkungan pola fikir feodalisme, maka Salahuddin al Ayubi yang  faktanya adalah  Amirul mukminin  diangkat jadi Sultan, mengawali wangsa Ayyubiyah, bertahan sampai satu abad yaitu abad ke 12.
Wangsa ini mulai runtuh sesudah generasi ke 5 , Sultan Al Khamil  I th 1128-1140, karena perpecahan yang umum dalam sistim pola pikir feodalisme,  yang sekarang kita juluki dengan  genggaman despotic terhadap harta tahta dan wanita.
Sampai sekarang Salahuddin al Ayyubi masih dikenang sebagai pahlawan Islam sesudah khalifaur rasyiddin, yang  zuhud dan sangat sederhana. Namun setepatnya menjadi  Amirul mukminin  di zamannya.
Begitu pula di Indonesia kita punya Brigjen Ahmad Tirtosudiro. Alm.
Beliau  Pendiri yang paling terkemuka dari HMI, dikalangan pimpinan HMI belau sangat terkenal, karena beliau mendampingi kemudi organisasi disaat Umivrsitas Universitas di Jawa mengalami peertumbuhan  jumlah mahasiswa sangat meningkat bahkan di faklultas fakultas yang sepi peminat, sangat kebapaan sebagai layaknya Amirul mukminin. ( Kesaksian Nazaruddin ex Bendaharawan  PD, waktu mereka berdua dengan Anas Usbaningrum  ex Ketum HMI, bersilaturahkhim kepada beliau}
Bersama itu  Ahmad Tirtosudiro alm juga mendirikan Perum BULOG pada th 1967, menurut SK Presiden Orde Baru. Jendral Suharto.
Sayangnya fakta bahwa Bigjen Ahmad Tirtosudiro alm. adalah salah satu pengembang  HMI dan satu satunya  yang membesarkan HMI sehingga bisa berkembang mendampingi  banyak  Universitras Negeri    yang tua tua dan ternama  beserta Civitas Academicanya   apalagi  Universitas Negeri yang masih muda muda, mungkin lolos dari perkembangan sayap HMI hanya  karena alasan mayoritas agama setempat yang lain. ini terjadi  selama Orde Baru, di seluruh Tanah Air.
Dia tidak dimasukkan dalam tulisan mengenai sejarah  HMI dan BUlOG  di Wikipedia google oleh para contributor  masa kini. dan jasa ini dilupakan, bahkan dalam sejarah Perum BULOG, dimana beliau Pendirinya dengan dukungan dana bank Indonesia langsung,  bahkan dari Negara negara donor dana dialokasikan lewat bank sentral tersebut, saking percayanya.
Sebagaimana bangunan masyarakat dengan fondasi feodalisme,  meskipun pendirinya sama zuhudnya, sama ke-bapakan-nya, sama sama  khusyuk  islamnya,  bila penerusnya  pengejar  nikmat duniawi,  dengan mengumbar nafsu syahwatnya, akan  meruntuhkan bangunan itu karena watak sudrun yang jauh dari noblese oblique,  hanya mengejar harta tahta dan wanita, seperti yang didemonstrasikan selama  empat puluh tahun terakhir ini di masyarakat kita.
Akhirnya ketahuan  juga si Boss besar telah curiga, jangan jangan  dana  ribuan trilun yang di embat dengan berani oleh para sudrun ini bukan mengalir  untuk memanjakan miss V saja, tapi  untuk membuat satu dinasti berkuasan mutlak dengan tukang pukul kayak Papa Doc Duvalier, kayak Stalin. 
Di era reformasi kok malah jadi gurem,
Apa dananya kurang, apa  diam diam mengalir ke upaya yang lebih besar  yaitu  kembalinya daulah  Mu’awiyah dan daulah Abbasiyah  jadi satu, mengusai 70% energy Dunia, menantang sesama raksasa penguasa Dunia yang mereka percaya dikuasai kaum Yahudi, saudara sendiri sesuku !!!  
Mereka percaya bahwa generalisasi semacam itu benar adanya.  Kami percaya bahwa dunia ini diciptakan plural, generalisasi macam apapun selalu tidak benar,  begitu pula kesempitan  suku  ras dan agama,  apalagi didukung aksi fisik yang  ngawur, memerlukan banyak dana. Mereka abai terhadap kepentingan  rakyat Indonesia yang semakin miskin, memerlukan sekali dana dan tenaga, yang beayanya mereka korupsi bertrilyun trilyun selama 32 tahun dengan alasan yang menurut para sudrun ini sangat luhur.
Karena sudah dicemburui  belangnya,  dana dan fasilitas dari donor Boss  besar diketati sampai kering.  Untuk memberi  isyarat bahwa sang Boss sudah bosan dengan ulahnya yang boros,  dicemburui untuk slingkuh dengan teroris  dunia, maka kini korupsi hanya 100 juta rupiah  saja di “kerajaan” warisan  , sudah segera ketangkap tangan KPK, suap untuk izin import gula  pasir ketahuan  !!!! Makanya mereka kompak untuk melemahkan KPK dengan segenap akal bulusnya,

 Duh sayangnya bangunan  Dinasti yang kokoh yang diwarisi dari founding fathernya yang  hidup z
zuhud dan menentang hangkara keluarga  Rahwana. Istri RR,salah satu dari beberapa penerusnya membawa bawa dollar sekoper besar dibawa kamana mana di AS hingga FBI curiga, (berita koran Kompas 19 th yg lalu) datang ke tanah air malah dipenjara karena korupsi, kepincuk sungguhan dengan harta tahta dan wanita,  KUWALAT,  tambah menuntut tambah ketahuan *)


0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More