Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Jumat, 14 Juli 2017

PRESIDEN JOKOWI SATU SATUNYA PRESIDEN KITA YANG DIPILIH LANGSUNG OLEH RAKYAT –MODA DEMOKRASI

Untuk pertama kali, setelah merdeka lebih dari 68 tahun, rakyat Indonesia memilih presidennya secara langsung bebas dan rahasia. Jadi dialah modal utama demokrasi rakyat insdonesia, setelah dinodai oleh kekuasaan dikktator militer selama 32 tahun, yang penuh dengan pelangaran HAM dan korupsi  dengan kroninya.  Yang kebih berat lagi dia dengan kekuatan senjata telah  melenyapkan semua unsur demokrasi dari masyarakat, dengan dalih memberantas seakar akarnya si khianat PKI  dan antek anteknya,  menggantikannya dengan rakyat yang sudah mati rasa lumpuh katatonik, hanya dibolehkan meneng, mangan manut = diam ,makan dan me nurut.  Atau disukabhumikan. Terror yang sangat efektip untuk membungkam rakyat karena dilakukan dengan kalem dan penuh canda, penuh senyum tapi kejam tanpa pandang bulu, tidak berperikemanusiaan dan pasti, hanya berdasarkan anggapan intelijen a’la Ton Ton Macoutesnya doctor Duvalier dari Republik Haiti, atau Gestaponya Hitler, atau CK nya Stalin.

Presiden jokowi di dorong dorong untuk membuat PERPPU  membubarkan Organisasi yang menyebarkan intoleransi,  negggunakan ancaman terror, mau menang sendiri di NKRI kita, yang otomatis anti Panca Sila, anti kebersamaan di NKRI, meremehkan mayoritas rakyat negeri ini.  Adalah pekerjaan DPR RI untuk mengatasi ancaman ini.  DPR RI-lah yang segera  harus membuat UU anti terror, yang mampu menangkal fanatisme sarA, intoleranasi mau menang sendiri, yang kini golongan ini konon mencapai pasang naik tertinggi dinegara ini dengan cara mau menjerumuskan NKRI masuk dalam khilafah dari Maroke sampai Maroko, mengamuk kepada rakyatnya sendiri untuk melawan Amerika dan Zionis Israel, dengan  perang urat syaraf melibatkan seluruh  NKRI, yang bukan negara embahnya sendiri, sementara si habib lari keluar Negeri hanya dari perkara yang begitu sepele. Begitu ceteknya kepercayaannya kepada Hukum NKRI kita, diukur sama dengan bila dia sendiri yang berkuasa.   Ya memang dia bertumpu pada sebagian rakyat NKRI yang termakan hujahnya. Ya karena falsafah  NKRI memang menentang penjajahan dalam bentuk apapun,  pendudukan dengan kekuatan militer kepada Negara lain – tapi itu ranah Negara yang menentukan politik hubungan internasional, bukan ditentukan dengan terror si habib mengerahkan demo sarA yang intoleran, dan merusak NKRI.

DPR  RI yang sangat berkuwajiban membuat UU anti terror yang bisa menangkal kegiatan  provokasi  oleh sebagian minoritas  rakyat yang sumbu pendek dan beringas mereka terlanjur berhasil digarap untuk menteror rakyat mayoritas, sudah lama. Menjadikan mereka intoleran dan beringas, karena alasan ketimpangan sosial, akibat ulah orde baru sendiri memakai golongan diluar sistim untuk mengeruk kekayaan Negara, sementara para aseng aseng dari luar sistim ini sampai berhasil menggangkangi 65 % kekayaan nasionsal dengan ber-KKN selama 32 tahun orde diktator Suharto. ( interpolasi dari tulisan di google dengan topics yang sama misalnya di http//www.merdeka.cm/pebisnis-etnik-cina- merajai-ekonomi-indonesia-htmi , :www.VOA-islam-com/read/...pengusaha-cina -menguasai-seluruh-ekonomi- indonesia.         5  Feb 2015 .

Di TV,biar dia Dimas Kanjeng,biar dia bang Marning, hanya untuk cari "rating",  dari pada tujuan yang lebih besar, ganjalannya  media itu milik siapa

Si Aseng dari Bekasi saja,  berani melepas suap lebih dari 2 miliar rupiah, tanpa tahu si Bapak dan si pak X penerima suap itu siapa,  sangat percaya kepada  anggauta komisi V  pasti  bisa ngegolkan beaya membuat jalan di Maluku Utara, seharga kotor sekali, artinya plus mark up dan mask on , lebih enam puluhan miliar rupiah, begitu yakinnya si aseng kepada si anggauta fraksi dikomisi apapun, ditandai sebagai langganan perkara ngumpulin bermiliar miliar suap ini. Mestinya rakyat sudah tahu, dari partai partai apa. Apakah si habib tidak berbuat yang sama, kepada kelompok yang sama untuk melakukan pekerjaan yang lebih mudah lagi, kepada si tembem,  dia dan kelompok komplotannya untuk mensabot pebuatan UU anti terror yang lebih bisa mencegah teroris  sebelum bomnya menyasar  korban polisi yang menjaga ketertiban msyarakat NKRI ?   Pengalihan perhatian rakyat dari ulah intelijen jendral Suharto, penguasa Orde Baru selama 32 tahun yang membesarkan mereka nun di Ambon, di Jawa dll pada masa orde baru. Tolong  sesali dulu perbuatanmu secara terbuka, keberpihakkanmu kepada rakyat dan NKRI ditunggu, bukan kepada rezim  komplot golongan diluar sistim, nasional maupun internasional. Ingat siapa ndak curiga, uangnya sangat banyak, hanya di pertaruhkan ke pengiriman satu ton sabu sabu saja, kalok ndak tertangkap, uangnya untuk apa ? Ingat betapa hormatnya pe-wawancara acara TV dengan Tuan Mohtar Riyadi, nyaris bersoja kui manggut manggut,  perkara perlunya jalan bebas hambatan antara Bekasi- Gunung  Purtri – Tangerang – mengintegrasikan Factoriesnya dengan ROI  5% dia tetapkan ( Return On Investment) dana Pemerintah, sedang  factoriesnya akan terintegrasi dengan ROI 20% kayak saingannya di Amerika ? Berarti duit rakyat untuk membangun jalan babas hambatan Tuan Mohtar, kembali modal dalam 20 tahun, sedang factoriesnya kembali modal dalam 5 tahun !! trus bikin pulau.  Lha rakyat kalok butuh jembatan gantung dari desa ke pasar dan sekolahan harus tunggu sampai 20 tahun, kembalinya modal jalannya Tuan Riyadi, apa dia membayar pajak cukup buat membuat jembatan barang satu untuk satu desa  sekarang ? Ini kan tidak korupsi kata pengacara dari daerah yang orangnya pintar - pintar main catur dan minum tuak ? Iya, restitusi pajak kegiatan dagang fiktif , operasi pasarnya, ya bukan korupsi kok nurut mereka, kan salah sendiri kok dikasih restitusi ?

Jangan tergesa gesa mendorong dorong Presiden, sebelum jelas kenapa DPR RI  malas merevisi UU anti terror ini, boro boro menciptakan UU baru yang lebih ampuh. Tapi kalok meng-angket KPK yang mereka sayang-, dengan berjamaah seluruh fraksi seluruh komisi sangat cepat begotong royong berakrobat main silat lidah di media sosial mana saja (iya wong cari  ceperan), mereka tidak  melemahkan KPK sama sekali tidak,  tapi alergi kepada KPK, gatalnya tidak tertahan, belum terkumpul ratusan triyun,(kapan kumpulnya. wong dipake sendiri)  belum terwujud khilafah dari Maroke sampai Maroko,  Kok KPK ini dekat dekat mereka, gatalnya minta ampun.

Seandainya ada pemilu untuk anggauta Legislatip sekarang,  apakah elite capture di daerah daerah  yang ahli omong, ahli  KKN bisa memilih wakilnya yang membela dengan sungguh sungguh kepentingan NKRI ? Kepentingan Nasional yang lebih luas dari puak dan kampungnya ? Kan partai partai tidak mendidikkan wacana ini, ya wong ideologi saja nggak punya, yang dicari mahar mahar mahar  saja.  Aseng  Aseng telah siap bagi bagi  angpao buesar buesar untuk memilih Wakil Wakil Yang Terhormat dengan  attitude yang sama,  penyakit alergi yang sama. Haiyaa langganan lama loh sudah pel-caya guang xi  Dasar nasib bangsaku, seperti kebun sayur yang di kerumuni ulat, saya nggak kasihan, Lha kalok  Partai Parai Koalisi jantan, sudah  membersihkan diri dari pengikut  komisi suap, ya tunjuk hidung terang terangan  yang mau bikin khilafah Maroke sampai Maroko, mengorbankan NKRI, Panca Sila. Meskipun dimana mana sarungnya kedodoran karena korupsi dan bodoh, cuma malu malu malu *)

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More