Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Kamis, 27 September 2018

KAPITALIS YANG PALING TUA DIDUNIIA

MASYARAKAT KAPITALIS PALING TUA DI DUNIA
Perhitungan tarikh China,  sudah dua setengah abad lebih dari tarikh Masehi. Selama itu pertumbuhannya masyarakatatnya  tetap dalam rangka feodalisme, malah sering bisa dirasakan oleh budaya lain bangsa cara kesadaran kuno ini sangat sinis dan berupaya melecehkan kecerdasan masyarakyat mayoritas, misalnya dengan adanya Dewa Judi.  Masyarakat bangsa lain pada zaman apapun dan dimanapun di muka  bhumi, tidak ada Dewa ini. Perjudian dengan diramu dengan mistik seperti  hwa hwe. Adalah tahayul yang diperkuat dengan “mania” judi, dperkuat lagi oleh mitos, sangat bisa memicu bakat paranoia judi pada sebagian penduduk.  Yang konon nomer keberuntungannya dibungkus kain merah dan digantungkan di bawah plavon satu rumah ibadah mereka.hwa hwee adalah hadiah Dewa Judi. Saya yakin, kelas elitnya  sudah sangat maju kesadarannya – meninggalkan mitos dan taklid – dan sangat piawai untuk mengisolir masyarakat bawah dari kecerdasan berfikir merunuti kesadaran ilmu. Sehingga sangat membatasi dinamika peningkatan  derajad kesadaran secara individual kasta menengah dan seluruh masyarakat bawah, hingga berabad abad. paling awet di dunia tentunya.  juga disebabkan  adanya tulisan yanng sudah sangat tua, berdasarkan gambar karakter, yang melukiskan segala benda, merembet ke gambar sifat, menggambar semua hal ihwal keadaan ke gambar yang lebih abstrak. Sehingga karakter  ini mencapai puluhan ribu. Untuk 100% melek huruf, harus menghafal seluruh karakter yang jumlahnya puluhan ribu, mulai sejak sangat dini, nyaris lepas balita. Jadi tanpa dibatasi secara kasta, keluaga yang lebih mapan, bisa membeayai anak anak anak mereka denga cara  menyewa guru privat sambil jagi pengasuh, yang disiplin dan telaten belajar membaca dan menulis. Kemampuan ini terkumpul dalam satu kasta, jadi masyarakat china sudah terbagi sendiri, selama  dua – tiga puluh abad  lebih,  demikian juga terpisahnya kelompok yang menguasai kekuatan fisik dan siasat menjadi dasar kekuatan feodal. 
Kekuatan sangat erat dengan kebiasaan membaca dan menulis,  dengan terkumpulnya kakuasaan dan kekayaan, disatu sisi hingga  sekian lama. Pola ini tidak ada diseluruh masyarakat manusia di dunia, kecuali di Anak benua china, statesquo feodalisme bisa bertahan sangat lama. Konon di Europa zaman pertengahan, para bangsawan malah bangga sebagai buta huruf, kekuasaannya diperrtahankan dengan menyewa gang kekejaman dan kekejian tentara bayaran dari lain sukubangsa, sebagai centeng.
Keadaan ini ternyata telah mengilhami  datuknya masyarakat kapitalis sekarang,  untuk  mengetrapkan metodanya –   dimasyarakatnya  sendiri. 
Para pemikir imuwan sosiologi Barat, rupanya sedang berusaha mencangkok sebagian dari khazanah kebudayaan china demi perkembangan masyarakat kapitalis Amerika sendiri, sehingga mampu bertahan sampai puluhan abad, sambil mempertahankan demokrasi laizes fare, yang sudah cocok dengan alur kesadaran masyasyarakat sana, yang tumbuh dari masyrakar ditanah prairie yang perawan dan sangat luas dengan penduduk asli yang masih hidup sebagai pemburu dan setengah pengumpul makanan. Dua abad kemudian.......perlu beaya besar sekali untuk bercocok tanam disiitu, kondisi kesuburannya sudah rusak parah, tapi kapital sudah terkumpul untuk penjajahan lain wilayah.
Masyarakat agraris yang teroganisipun seperti masyarakat Aztek dan Inca bukan di Amerika Utara  di lereng dan dataran tinggi pegunungan Andes Amerika selatan.
Rasanya demokrasi apapun yang cocok bagi kapitalisme sekarang adalah demokrasi liberal, yang sayagnya di dunia ketiga mengalami efek buruknya lebih cepat dari efek baiknya.  Indonesia mencoba dengan Demokrasi pancasila, semoga berhasil, karena beratnya rintangan.                                                                                                  ----Kesatu karena alat produksinya sangan minim.                     
-Dan kedua kebutuhan hidup sudah didominasi oleh cara produksi masyarakat maju – jadi lebih banyak dan lebih "murah" harganya. 
Bandingkan ayam goreng di warung dengan Kentucky fright chicken, antara kentang goreng dapur rumahan dan potato chips a'la "Pringle"..... Amerika yang asinnya naudzubillah. yang beda hanya kemasannya sangat kedap udara ------murah mana ?
Bahkan “harga” makanan dari rakyat Negara maju jadi lebih tinggi dari harga makanan rakyat Negara berkembang, meskipun nilai gizi dan higiene pengolahannya setara. Bahkan jumlah kalori dan kandungan esensialnya lebih tinggi.
Maka itu oleh China barat, makanan rakyat Negara berkembang, seperti mie dan bumbu masak termasuk kecap manis, sudah ditukangi begitu hebatnya oleh bahan tambahan dan pengawet, sehingga cendawan dan serangga tidak doyan. Tentu saja untuk menguasai pasar rakyat bawah. Istilahnya cak Nun karyanya China Barat.
Sedang jahudi Timur, Meskipun asalnya dari wilayah kecil tempat lahirnya para nabi nabi agama  samawi, kok malah menjadi Jahudi Timur – artinya sebelah tenggara dan timur dari aslinya – yang sangat gemar pada permainan “harga” barang kebutuhan. Dulunya mengenai pangan, sudah diharamkan, ganti mengenai bunga hutang, sudah diharamkan – malah mereka ganti dengan nilai fulus, supaya lebih afdol, gambar dan tulisannya bukan Arab buka ibrani tapi Inggris gambarnya tokoh Amerika Serikat.
Uang dari bangsa yang rakyatnya banyak, tentaranya banyak, sendjatanya sangat canggih.  Uangnya satu lembar dengan lambang bilangan satu dihargai lmabelas ribu – lambang bilangan 15 dengan nol tiga. Sama sama kertasnya sama sama ukurannya dan tintanya. Nilai yang begitu tinggi hasil karya ditukangi oleh banker yahudi Timur ini. Bukan karena apa, si boros dan bodoh ini butuh pangan dan BBM yang harus dibeli dengan lembarannya uang dia, KEKUATAN SENJATA YANG DIPAKAI MENGUASAI MINYAK MENTAH DUNIA DAN PANGAN DUNIA PLUS SEDIKIT AKAL AKALAN. Yang memegang uangnya ya seneng, meskipun upah minimum regional, tspi  Amerika serikat. 
Pelayanan bank a’la Amerika serikat tidak neko neko. 
Ndak kayak di sini, pensiunan boleh ambil pensiun yang keciiiil masih dipotong administrasi BANK di bank pemerintah, hanya karena cabangnya banyak. Tapi harus pake KTP asli dan tanda tangan si pensioner. Repotnya bila si Pensioner mati mendadak Karena keselek/tersedak, ongkos penguburannya harus mengambil uang tabungan si mati, dari bank rakyat Indonesia yang minta KTP dilegkapi dengan surat kuasa yang ditanda tangani……….. orangnya sudah mati. Islam menentukan harus dimakamkan segera, duitnya masih semiggu, padahal duitya sendiri, alasannya banker’s prudence  Lho kok ndak dibuat clausul waktu jadi nasabah bank rakyat ini – menyatakan bila si nasabah mati mendadak, teller tidak minta surat kuasa yang ditanda tangani, yang masuk akal doong, tapi cukup surat kematian dari Puskesmas, paling identitas yang berlaku si pengambil dana dan hubungan dengan si mati cukup, toh bisa diatur waktu akad jadi nasabah ? BIKIN SULIT KOK KILAHNYA BANKER'S PRUDENCE
Wong duit rupiah sampai 7,3 triliun rupiah saja (dibelakang 7,3 masih ada Sembilan nol) malah tanpa apa apa ditetapkan oleh Direktur bank Centralnya, masak presidennya tidak tahu, dikirim kepada nasabah yang tidak butuh uang, prudence apa ?.
Iya di Amerika Serikat tidak ada puskesmas. Dana pensiun cukup untuk memberi uang muka buat pemakaman pensioner bila mati mendadak *) 
Ya korupsi aja yang buaanyak, nyuri barang subsidi, ngganti obat dengan placebo, nyetak uang banyak banyak, terus hilang,,,,,, sebelum pensiun……makan makan dengan mbok De, rakyat nyoblos sebagai Bupati, gitu ja kok repot. Ama makruf nahi mungkar itu patokan malati, yang cengegesan bisa jadi gurem selamanya bila dilanggar.**))


.




0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More