Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Sabtu, 12 November 2016

DI INGATKAN KEMBALI RUNTUHNYA DINASTI DINASTI .

untuk apa hasil curian ditingkat anggaran Negara selama berpuluh puluh ahun - terkumpul di organisasimu ?

DI INGATKAN KMBALI: RUNTUHNYA DUNASTI  DINASTI, (VERSI EDIT)

Dinasti Ayyubiyah di Mesir dan sekitarnya pada abad ke 11 Masehi, bisa BERTAHAN SATU ABAD. Dalam situasi yang sangat bergolak selama abad abad sebelumnya, terutama dari  wangsa  Mu‘awiyah   dan wangsa Abbasiyah .  Pertentangan ini juga menggendong pertentangan antara  islam aliran sunni dan islam aliran syi’ah, diwilayah itu.

Salahuddin al Ayyubi pendiri wangsa Ayyubiyah adalah Pahlawan Islam yang sangat zuhud dan hidup sangat sederhana, meskipun peperangan telah melambungkan dia ke derajad Sultan. Salahuddin al Ayubbi  mempersatukan sunni dan syi’ah melawan  pasukan tentara Salib, dan memenangkan kota Yerusalem, dengan spektakuler. Dengan ini Salahuddin al Ayubi mengabadikan namanya dalam perjanjian yang sangat islami, sangat dihormati oleh lawan dan kawan. Karena era zaman itu masih dalam kungkungan pola fikir feodalisme, maka Salahuddin al Ayubi yang faktanya adalah  Amirul mukminin  diangkat jadi Sultan, mengawali wangsa Ayyubiyah, bertahan sampai satu abad yaitu abad ke 12.

Wangsa ini mulai runtuh sesudah gnerasi ke 5 , Sultan Al Khamil  I - th 1128-1140, karena perpecahan yang umum dalam sistim pola pikir feodalisme,  yang sekarang kita juluki dengan  genggaman despotic terhadap harta tahta dan wanita.

Sampai sekarang Salahuddin al Ayyubi masih dikenang sebagai pahlawan Islam sesudah khalifaur rasyiddin, yang  zuhud dan sangat sederhana. Namun setepatnya menjadi  Amirul mukminin  di zamannya.

Begitu pula di Indonesia kita punya Brigjen Ahmad Tirtosudiro. Alm.

Beliau  Pendiri yang paling terkemuka dari HMI, dikalangan pimpinan HMI beliau sangat terkenal sangan kebapaan sebagai layaknya Amirul mukminin. ( Kesaksian Nazarudin Bendaharawan  PD, waktu mereka berdua dengan Anas Orbaningrum  ex Ketum HMI, bersilaturahkhim kepada beliau) - google

Bersama itu  Ahmad Tirtosudiro alm juga mendirikan Perum BULOG pada th 1967, menurut SK Presiden Orde Baru. Jendral Suharto.

Sayangnya fakta bahwa Bigjen Ahmad Tirtosudiro alm. adalah salah satu pengembang  HMI dan satu satunya  yang membesarkan HMI sehingga bisa berkembang seperti sekarang, mengemudikan  banyak  Universitras Negeri  dan  yang tua tua dan ternama dan mendampingi Civitas Acacemicanya,   apalagi yang masih muda muda, mungkin yang lolos hanya  karena mayoritas agama setempat  lain.  Ini berjalan  selama Orde Baru, di seluruh Tanah Air  ini.

Dia tidak dimasukkan kenangan dalam tulisan mengenai sejarah  HMI dan BUlOG  di Wikipedia google oleh para contributor  masa kini. 

Jasa ini dilupakan, bahkan dalam sejarah Perum BULOG, dimana beliau Pendirinya hingga dapat   dukungan dana dari Bank Indonesia langsung,  bahkan dari Negara negara donor dana dialokasikan lewat bank sentral tersebut, saking percayanya.

Sebagaimana bangunan masyarakat dengan fondasi feodalisme,  meskipun pedirinya sama zuhudnya, sama ke-bapakan-nya, sama sama  khusyuk  islamnya,  bila penerusnya  pengejar  nikmat duniawi,  dengan mengumbar nafsu syahwatnya, akan  meruntuhkan bangunan itu karena watak sudrun yang jauh dari noblese oblique,  hanya mengejar harta tahta dan wanita, seperti yang didemonstrasikan selama  empat puluh tahun terakhir ini di masyarakat kita.

berita terkini:

 Sekarang di MK, habis Akil Mohtar nongol dipermukaan Patrialis Akbar dari jalur yang sama,terima suap untuk  menelikung UU Import ternak pedaging, kolusi dengan yang memdapat monopoli 26 - 27/01/2017. Patrialis Akbar diangkat sebagai hakim MK oleh Pemerintah SBY. (wawancara TV dengan As Sidiqi ex Ketua MK)

Akhirnya ketahuan juga bahwa dana  ribuan triliun yang di embat dengan berani oleh para sudrun ini bukan mengalir  untuk memanjakan miss V saja,  tapi untuk membuat satu dinasti berkuasa mutlak dengan tukang pukul kayak Papa Doc Duvalier, kayak Stalin,  tapi juga mengalir ke upaya yang lebih besar  yaitu  kembalinya daulah  Mu’awiyah dan daulah Abbasiyah  jadi satu, mengusai 70% energy Dunia.

Menantang sesama raksasa penguasa Dunia yang mereka percaya dikuasai kaum Yahudi.  Kenyataannya  didalamnya ya juga banyak Shaikh dan Princes   dari seluruh Jazeera,  Tycoons dan Magnates dari seluruh Dunia, dagang  membentuk kartel bersama,  menyetel  pertumbuhan konsumen seluruh dunia, ya kita kita ini.

  Saya percaya bahwa dunia ini diciptakan plural, generalisasi macam apapun selalu tidak benar,  begitu pula kesempitan  suku  ras dan agama,  apalagi didukung aksi fisik yang  ngawur, memerlukan banyak dana. Mereka abai terhadap kepentingan  rakyat Idonesia yang semakin miskin, memerlukan sekali dana dan tenaga, yang beayanya mereka korupsi bertrilyun trilyun dengan alasan yang menurut para sudrun ini sangat luhur.

Karena sudah ketahuan belangnya,  dana dan fasilitas dari donor Boss  besar diketati sampai kering.  (Apalagi Presidennya baru Donald Trump. ) Demi memberi  tanda bahwa sang Boss sudah bosan dengan ulahnya slingkuh dengan teroris  dunia, maka korupsi 100 juta rupiah  saja di “kerajaan” warisan dari founding fathernya sendiri , sudah segera ketangkap tangan KPK, suap untuk izin import gula  pasir !!!!


 Duh sayangnya bangunan  Dinasti yang kokoh yang diwarisi dari founding fathernya Brig Jen Ahmad Tirtosudiro alm. yang  hidup zuhud dan menentang hangkara keluarga  Rahwana, tidak dimengerti maknanya OLEH  PENERUSNYA,  yang di Bulog maupun di kementrian lain, dan I

nstitusi stategis lain, seperti Patrialias Akbar, Aqil Mochtar, Suryadharma Ali, Lutfi Hasan Ishaq Fathonah, kepincuk sungguhan dengan harta tahta dan wanita,  KUWALAT *)   wis leren bae, WIS KEBAK SUNDUKANE.

Jumat, 11 November 2016

DONALD TRUMP -DONALD TRUMP

DONALD  TRUMP  -  DONALD TRUMP.

MENGAPA  SAYA TULIS  JUDUL INI ?

Ya, karena janji kanmpanye- dia,  bila  terpilih oleh rakyat Amerika Serikat , dia akan  mengangkat Amerika Serikat  ditempat yang sangat dibanggakan oleh rakyat Amerika Serikat ini.  Tidak akan membiarkan para migran/wisatawan terutama dari Arab muslim, mengacak acak hidup warga Amerika Serikat di negaranya sendiri. seperti yang terjadi pada World Trade Centre di New York. Amerika Serikat Pemegang kekuasaan  tanpa tandingan di Dunia.

Sekarang dia menjadi President Amerika Serikat, yang sudah dua ratus lima puluh tahun lebih juga merangkap jadi  Kepala Negara,  dalam Republik dengan sistim  Pemerintahan Presidensial,  seperti di Indonesia.

Bila keterbatasan sekaligus kelebihan kita disini adalah kemajemukan peghuninya, yang masih dalam alam fikiran feodal,  sudah menapaki alam pikiran demokrasi,  maka di Amerika Serikat kelebihan dan sekaligus menjadikan keterbatasan Amerika Serikat adalah kecintaan  rakyatnya akan kebebasan, gaya demokratik. Yang sudah sangat cocok dengan kondisi negaranya yang memberikan segala kemungkinan seperti digambarkan dalam buku “ The Land of Plenty”. Thomas Mann

Bila kecintaan rakyat terhadap kebebasan ini ditangkap oleh calon presiden dan divisualisasikan dengan mudah kapada rakyatnya, maka Sembilan  puluh persen dia akan jadi Prsiden.

Kenyataan-nya di  Dunia kita, kebebasan hanya diperoleh dengan KEKUATAN  ADIDAYA, KEKUATAN  FISIK-LAH YANG MENJADI  KUNCI  HAEGEMONY MUTLAK . Ini dapat divisualisasikan dengan terang terangan oleh Donald Trump, tanpa tedeng aling aling.

Melalui dua Perang Dnnia  dalam kurun waktu satu abad yaitu 1914 – 1917  dikenal dengan Perang Dunia I dan 19 39– 1945 dikenal denga Perang Dunia II. Amerika  Serikat membuktikan  bawa dia adalah pemegang Haegemouny Dunia.  Denga cara apapun, militer atau ekonomi. 

Kekuatan meliternya didukung rakyat dengan kata “ yes sir” dengan kepala tegak, mata mendelik, suara keras dan tegas.   Prajurit mereka didapat dari dukungan rakyat denga lotre draft/ wajib militer.

Dengan  sistim ekonominya yang  Kapitalistik bahkan imperialistik,  yang tidak segan segan didukung oleh kekuatan militer, terbukti ampuh untuk menguasasi sumber daya alam seluruh Dunia.  dilaksanakan dengan terang terangan, tanpa basi basi.

Maka itu mereka memilih Donald Trump. Rakyat mengerti karena dia terang tengan bakal  membentengi Negaranya  dari  pendatang  dari Amerika Latin,  Menyadarkan migran dari Afrika akan kedudukannya,  yang bisa dideportasi setiap saat, menyadarkan orang Arab bahwa Amerika Serikat adalah sekutu dalam sistim Kapitalis, kalau perlu  sistim imperialis  bersama dengan  kelompok Negara kapitalis yang lain termasuk Negara Israel, dan Rusia cs,  dia bukan sekutu Islam.  Sebab dengan dalih  apapun rakyat Amerika sangat terpukul  dengan ditubrukkannya pesawat penumpang Amerika sendiri ke Menara Kembar di New York dikenal dngan The World Trade Centre” dihancurkan oleh   orang Arab apapun alasannya.  Mereka tidak akan diberi keleluasaan apapun untuk bergerak  diseluruh Dunia. Ini harga mati rakyat Amerika sekarang , dan  berhasil  di visualisasikan  eleh Donald Trump, atau oleh siapun yang lain.

Hillery Clinton sangat mengerti situasi bathin rakyat Amerika sekarang, tapi dia terikat oleh ideology    “etische politiek”,  belum sepenuhnya dimengerti oleh golongan menengah ,  pada akhirnya hasilnya toh sama saja :  Amerika Serikat adhidaya Dunia nomer satu, tanpa  pertentangan dari bangsa lain yang bakal merepotkan.   Hanya  akan lebih awet dan  lebih  murah, sesuai dengan epoche sejarah dan hari depan dunia manusia. Langkah langkah kampanyenya tidak akan sia sia, yang belum mengerti akan tahu, …………ya biasa,  rakyat dimana mana ya telmi (telat mikir).

Problim bagi kita,  adalah memvisualisasikan kepada Trump  : Islam di Indonesia adalah damai, cerdas  dan mampu menjadi rakhmatan lil alamin,  meskipun seribu persen medukung rakyat  Palestina untuk mempunyai  negaranya sendiri yang berdaulat, Karena Kemerdekaan adalah hak semua bangsa sudah ditulis di UUD kita.  Jadi soal Pelestina dan Israel adalah soal Negara, menurut jalur diplomasi Republik  kita ini, kaum muslimin tidak usah  merepoti mereka, malah minta makan  disana  lebih dari kemampuannya  berperang, disuasana gurun pasir.

Adapun kepentingan organisasi social dan organisasi politik kaum muslimin, yang  dicurigai Donald Trump merunuti garis keras atau bermain slingkuh, berkhalwat  dengan garis keras, akan  membuat iritasi  Pemerintah Amerika Serikat dengan Presiden siapa saja. Sebab Israel bisa meyakinkan  Amerika  bukan hanya Donald Trump,  diperlukan jadi polisi menjaga kepentingan minyak disana.   Inipnn harga mati mereka, sampai membunuh Gadafi, Osama ben Laden dan Saddam Hussain pun dilakukan.

 Jadi hanya kepentingan   kekuasaanlah yang merangsang  organisasi social dan organisasi politik  seperti  yang dilakukan sekarang ini,  demi berkuasa menguras dana masyarakat.  Ternyata  mereka hanya sebagian minoritas dari kaum muslimin, sebagian kecil saja, walau mampu menggerakkan masa seperti  tanggal 4/11/2016. Menggunakan momentum sentimen  penistaan agama, kebodohan  pengikutnya  yang sangat dibuat buat. Seolah olah Superpower masih bersekutu dengan mereka untuk membendung “domino principle” dengan tumpukan US dollar, kan  sudah dimenangkan, dan tidak akan ada lagi makan siang gratis bagi mereka. Sayang, era Suharto sudah berakhir. Oportunis ini harus bermanuver cara lain. Bukan bersandar pada majelis yang membabi buta bersikukuh minta dihormati bila lagi puasa, berduri duri kayak landak diarena pergaulan  bangsanya yang plural, tanpa kesejukan toleransi, dengan mudah mengorbankan persatuan bangsanya> 

Selasa, 08 November 2016

KEPADA YTH MENTERI PPDK : JUDUL: BUKAN WAKTUNYA LAGI

KEPADA YTH MENTERI PP DAN  K

JUDUL;  BUKAN WAKTUNYA LAGI  MASSA PELAJAR MAHASISWA  JADI “PRESSURE GRUP”

Orgaisai apapun yang menyangkut  Pelajar dan Mahasiswa, harus berlandaskan  upaya untuk membantu  pengembangan program Pengajaran Pendidikan dan Kebudayaan. di institusinya  tanggung jawab   Rektor, Direktur, Kepsek,  Kiai, Ustadz , Bruder dsb.

Memang sejarah telah menunjukkan bahwa  lahirnya bangsa ini, bangsa kita Indonesia ya  dibidani oleh “Sumpah Pemuda “sebagai reaksi logis dari politik penjajahan yang “ Devide et impera”

Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan degan semangat Pemuda untuk merdeka.  

Karena penjajahan Nippon ternyata menindas seluruh komponen bangsa yang tinggal di Hindia Belanda,  maka seluruh komponen bangsa ini, tidak memandang suku ras dan agama, bersama sama melawan kembalinya penjajahan. 

Nippon tidak sempat menjalankan siasat "Devide et impera" kayak penjajah sebelumnya yang berkuasa di kawasan ini 350 tahun.  

Yang dibakar adalah kebencian kepada Inggris dan Amerika  musuh Nippon yang nyata, bahkan ada  nyanyiannya, yang dinyanyikan anak sekolah SD, cara yang klasik untuk membakar fanatisme.

 Penjajah Belanda sangat sempat leluasa untuk menjalankan siasat busuk ini dan menimbulkan fanatisme benci diantara suku, ras dan agama,  dari rakyat jajahannya  Malah sengaja mendatangkan dari Jazeerah dan  China Selatan, yang dipupuk oleh peraturan peraturan kolonial. Siasat devide at impera ini membekas di Rebublik kita sangat lama, hingga sekarang masih membekas. Tapi upaya busuk ini hilang sesaat waktu bangsa ini mencdetuskan kemauan kau muda untuk merdeka. Kita punya pengalaman tentang fanatisme.

Proklamasi Kemerdekaan tg 17 Agustus 1945  adalah  pencetusan dari  desakan Pemuda Pemudi Indonesia kepada para senior Pejuang  Pergerakan  Indonesia Merdeka,  dan dengan tangkas  melaksanakan  pertanda zaman,  terimbas  api semangat para pemuda.

Ternyata Pemuda Pemudi Indonesia  tidak mengecewakan,  dengan gagah berani  pemuda pemudi kita semuda  pelajar SMP. SMA dan Mahasiswa  yang jumlahnya kecil. Telah berani  menjawab ultimatum Jendral Sekutu Manserch, tanggal 10 No[ember 1945 , akan menggempur kota Surabaya dari darat laaut dan udara, bila tidak menyatakan menyerah kapada Sekutu dan NICA  . Terjadilah perang kota, selama tiga bulan, pertahanan wilayah bumi dengan lini  pertahanan  sebelah  barat kota Surabaya,  dari  tepian  utara sungai Brantas memanjang keutara beberapa puluh kilometer,  sampai ke  Benowo.  Inilan front  garis pertahanan satu satunya selama perang Kemeredekaan  lima tahun aksi polisionil Balanda,  dimana rakyat yang berjuang di kepung  diisolasi  secara ekonomis hingga tahun 1950. 

Sebagai konsekuensi dari tantangan pemuda pemudi Surabaya 10 Norpmbwr 1945   Sekutu dan NICA meyerbu ke barat kearah Mojokerto lewat  batas kota  sebelah barat lahan perbukitan gersang.  Malah di utara sungai Brantas sampai ke Bonowo sudah dibangun garis pertahana tentara pendudukan Dai Nippon, khusus untuk mempertahankan  Wilayah  Surabaya denga pillbox /sarang senapan mesin berat, dihubungkan satu sama lain dengan parit parit pertahanan. Ini adalah perang frontal dimana pesawat terbang, tank  dan brencarrier ratusan  maju menghadapi  garis petahanan dengan pillboxes beton bertulang dan parit parit pertahanan. Sebab sesudah itu, pasukan pasukan TNI kita baru terbentuk smpai tingkat   Divisi.  Batalion  kompi dan regu, baru operasional kemudian  sesudah tg 10 Nopember 1945 hanya  perangnya adalah pencegatan /ambush, skirmish.  Dan perang gerilya. dimana  pemuda dan pemudi kita, prsama rakyat desa desa melawan kekuasaan Penjajah Kerajaan Belanda, setiap malam bergerilya ke kota kota kekuasaan Belanda, dengan resiko melanggar konvensi  Jenewa, dianggap sebagai extremist dan dengan mudah dihukum mati tanpa urusan.

Lha sesudah  kedaulatan dimenangkan walau lewat perundingan KMB, walau lewat jebakan politik Penjajahan dengan Republik ndonesia Serikat  yang dsodorkan Belanda, mengerti  bahwa Negara Negara yang lain kecuali Republik Indonesi dengan Ibu kota Jogyakarta, semua itu buatan  Belanda dan kroni kroninya. Jadi RIS adalah masakan Belanda untuk kepentingan Belanda.

Seumur jagung, RIS tidak bertahan lama, bangsa ini ingin merdeka dengan persatuan dan kesatuan NKRI, bukan berserikat dengan Ndoro tuan Van Der  Plas, dengan  Gusti Dimas Kanjeng, dengan Karaeng  Matinro, dengan Anak Agung  Gede  Asem, bukan dengan Mamiek Tuan Muda Bermasallah,  dengan  Ratu Sokikah,  dengan  Datuk Maraja Batugundul. Tapi dengan  seluruh bangsa Indonesia.  Itu sudah dijalani.

Lho wong sudah  gitu kok SEKARANG malah  bikin organisasi pelajar organisasi mahasiswa, yang hanya  diajari berorganisasi taklid kepada kepentingan ragawi yang cetek , diajari berpolitik praktis, jadi  pressure group politisi oportunis dengan segenap kepentingan ceteknya.  Sekarang rakyat sudah pintar, Pemerintah sudah lengkap dengan aparat intelijen dan aparat penegak hukum, lantas "pressure group" yang mempovokasi rakyat itu apa efektip ? Selain kenyataanya mereka sendiri jadi pelaku kejahatan  melawan penegak hukum dan merusak fasilitas umum.? Didepan CCTV dan ribuan perekam audio-video lagi, diajari ndak jujur  layaknya sorang ksatria, ngotot  dan berlagak   mengancam demo lebih besar sampai tuntuntan-nya dituruti. 

Misalnya wong sudah berhasil mempersatukan  seluruh fraksi di DPRD kok digaganggu gugat, sehingga kesatuan dan persatuannya dibawah panji uang bubar. Lha dengan sendirinya Bapak M. Sanusi tidak terima, dengan segala dayanya, Ahok  mesti mundur, SANUSI  DKK MAJU. Haji  Juling maju,  PNS DKI yang kumpulkan pungli-  maju.  Lha kok HMI ikut ikut  rusuh demo, Buni Yani usil unggah pidato yang sudah ditukangi, pembelanya, hanya ingin di shoot tv,  menunjukka diri ke khalayak, kentara sekali dengan bahasa badannya, dia yang punya gawe,  menonjol nonjol duduk ditengah depan mikrofon, ngotot lagi ?  Duh malunya. 

Mahasiswa  sampai ditangkap polisi, jadi tersangka provokator, ini mahasiswanya  siapa ?  Kok masih tergila gila mengikuti politik praktis jadi pressure group terhadap saudara sendiri,  mencederai  yang  menunjukkan kebolehannya  ratusan juta demonstran sehari suntuk berdemo santun,  mempunyai kepentingan  satu  tegakkan hukum , bagi yang salah, ya divonis pengadilan, yang benar dilindungi hukum.  Anda tidak perlu mencintai Negeri ini, mau bersatu di padang pasir silahkan, tapi  di negeri damai ini penuhilah tatakrama pergaulan yang wajar.  

Pikir si Pemuda ketua sayap kepemudaan partai politik atau Oganisasi sosial:  Wong seniornya ya cari duit dari dukung mendukung dan permainan kata di levelnya. Kanapa saya tidak, mumpung ada yang meliput untuk mass media.

Sekarang oknum dari PKS malah tidak mau penyidikan terbuka,  mungkin kuatir kalau kalau si terperiksa ketahuhan menggigit yang lain, dan khalayak, tahu dari media. wong rakyat tanpa itu sudah tahu.

Mbok belajar ideologi Islam yang benar, sehingga bisa mencapai tingkat jadi manusia yang  rakhmatan lil alamin …. !  *)   

 

Tg 10 Nopember 1945 ini tanggalan tetap hari biasa, SUDAH DIHAPUS OLEH ORDE BARU. TANPA ALASAN YANG JELAS Bahwa rayat Surabaya telah berani menentang ultimatum jendral tentara Sekutu, yang menuntut  penyerahan diri dan senjata dibalas dengan kata "nuts" adalah semangat kemerdekaan.

Ini perang pemperebutkan bhumi sejengkal demi sejengkal, karena  tentara pendudukan Dai Nippon  siap menghadapi serangan sekutu , pesawat tempur Inggris “Spitfire”, tank tank Inggri  “ chieftain”  yang  kala itu dijuluki tank raksasa,  ratusan brencarrier / kendaraan lapis baja dengan senapan mesin berat  dan regu regu pasukan komando ditingkat Divisi  dengan senjata otomatis, berbaret merah, pasukan gurkha siap dengan kukritnya juga  tank dari Amarika “Patton”  yang menjuarai medan perang dunia ke II ,   berhadapan dengan parit parit pertahanan untuk prajurit Lasykar Rakyar seperti Hisbulah, TRI, TRIP, BPRI dan Polisi Istimewa bertahan berlapis lapis. Sudah jauh jauh hari disiapkan oleh  mandala tentara pendudukan Dai Nippon, haiho, pelajar SMP/AMA berkinrohosi  menggali parit parit pertahanan selama tiga tahun, ternyata digunakan  untuk   keperluan ini.  Sedangkan garis pertahana itu diawaki oleh  kita:   laskar rakyat. Pemuda  Sungkono,  pemuda pemuda dari pedalaman Jawa Tengah , Jawa Timur, TRI,  TRIP dan Polisi Istimewa. dengan pillboxes sarang senapan mesin beton bertulang  yang anti bom pesawat tempur . Konsekwensi HARI PAHLAWAN 1O  NOPEMBER 1945., GARIS PERTAHANA INI BERTAHAN BERBULAN BULAN.    Dipertahankan oleh pemuda pemudi  kita.***)



 


KEPADA YTH MENTERI PPDK : JUDUL: BUKAN WAKTUNYA LAGI

KEPADA YTH MENTERI PP DAN  K

JUDUL;  BUKAN WAKTUNYA LAGI  MASSA PELAJAR MAHASISWA  JADI “PRESSURE GRUP”

Orgaisai apapun yang menyangkut  Pelajar dan Mahasiswa, harus berlandaskan  upaya untuk membantu  pengembangan program Pengajaran Pendidikan dan Kebudayaan. di institusinya  tanggung jawab   Rektor, Direktur, Kepsek,  Kiai, Ustadz , Bruder dsb. Bukan tanggung jawab organisasi extra/ diluar institusi, mereka cenderung menarik anggauta yang fanatik dan ambisius, memincuk degan taknik tenteer, alias membocorkan soal ujian. Makanya bgitu mereka kuat kualitras abiturient-nya jeblok.

Memang sejarah telah menunjukkan bahwa  lahirnya bangsa ini, bangsa kita Indonesia ya  dibidani oleh “Sumpah Pemuda “sebagai reaksi logis dari politik penjajahan yang “ Devide et impera”

Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia tiak bisa dipisahkan degan semangat Pemuda untuk merdeka. 

Proklamasi Kemerdekaan tg 17 Agustus 1945  adalah  pencetusan dari  desakan Pemuda Pemudi Indonesia kepada para senior Pejuang  Pergerakan  Indonesia Merdeka,  dan dengan tangkas  melaksanakan  pertanda zaman,  terimbas  api semangat para pemuda.

Ternyata Pemuda Pemudi Indonesia  tidak mengecewakan,  dengan gagah berani  pemuda pemudi kita semuda  pelajar SMP. SMA dan Mahasiswa  yang jumlahnya kecil. Telah berani  menjawab ultimatum Jendral Sekutu Manserch, tanggal 10 No[ember 1945 , akan menggempur kota Surabaya dari darat laut dan udara, bila tidak menyatakan menyerah kapada Sekutu dan NICA  . Terjadilah perang kota, selama tiga bulan, pertahanan wilayah bumi dengan lini  pertahanan  sebelah  barat kota Surabaya,  dari  tepian  utara sungai Brantas memanjang keutara beberapa puluh kilometer,  sampai ke  Benowo.  Inilan front  garis pertahanan satu satunya selama perang Kemeredekaan  lima tahun aksi polisionil Balanda,  dimana rakyat yang berjuang di kepung  diisolasi  secara ekonomis hingga tahun 1950. 

Sebagai kosekuensi dari tantangan pemuda pemudi Surabaya 10 Norpmbwr 1945   Sekutu dan NICA meyerbu ke barat kearah Mojokerto lewat  batas kota  sebelah barat lahan perbukitan gersang.  Malah di utara sungai Brantas sampai ke Bonowo sudah dibangun garis pertahana tentara pendudukan Dai Nippon, khusus untuk mempertahankan  Wilayah  Surabaya denga pillbox /sarang senapan mesin berat, dihubungkan satu sama lain dengan parit parit pertahanan. Ini adalah perang frontal dimana pesawat terbang, tank  dan brencarrier ratusan  maju menghadapi  garis petahanan dengan pillboxes beton bertulang dan parit parit pertahanan. Sebab sesudah itu, pasukan pasukan TNI kita baru terbentuk smpai tingkat Komandan  Divisi.  kemudian, setalah Lasykat Ralyat, TRI dan TRIP, Polisi istimewanya Pak Jasin,  berperang, baru Batalion  kompi dan regu TNI di medan perang terbentuk, hanya  perangnya adalah pencegatan /ambush , skirmish ,  dan perang gerilya. Dimana  pemuda dan pemudi kita, bersama rakyat desa desa melawan kekuasaan Penjajah Kerajaan Belanda, setiap malam bergerilya ke kota kota kekuasaan Belanda, dengan resiko melanggar konvensi  Jenewa, dianggap sebagai extremist dan dengan mudah dihukum mati tanpa urusan.

Lha sesudah  kedaulatan dimenangkan walau lewat perundingan KMB, walau lewat jebakan politik Penjajahan dengan Republik ndonesia Serikat  yang disodorkan Belanda, mengerti  bahwa Negara Negara yang lain yang akan dimasukan dalan RIS, kecuali Republik Indonesi dengan Ibu kota Jogyakarta, semua itu buatan  Belanda dan kroni kroninya. Jadi RIS adalah masakan Belanda untuk kepentingan Belanda.

Seumur jagung, RIS tidak bertahan lama, bangsa ini ingin merdeka dengan persatuan dan kesatuan NKRI, bukan berserikat dengan Ndoro tuan Van Der  Plas, dengan  Gusti Dimas Kanjeng, dengan Karaeng  Matinro, dengan Anak Agung  Gede  Asem, bukan dengan Mamiek Tuan Muda Bermasallah,  dengan  Ratu Sokikah,  dengan  Datuk Maraja Batugundul. Tapi dengan  seluruh bangsa Indonesia.  Itu sudah dijalani.

Lho wong sudah  gitu kok SEKARANG malah  bikin organisasi pelajar, organisasi mahasiswa, yang hanya  diajari berorganisasi taklid kepada kepentingan ragawi yang cetek , dijari berpolitik praktis, jadi  pressure group politisi oportunis dengan segenap kepentingan ceteknya.  Sekarang rakyat sudah pintar, Pemerintah sudah lengkap dengan aparat intelijen dan aparat penegak hukum, lantas "pressure group" yang mempovokasi rakyat itu apa efektip ? Selain mereka sendiri jadi pelaku kejahatan  melawan penegak hukum dan merusak fasilitas umum.? Didepan CCTV dan ribuan perekam audio-video lagi.

Misalnya wong sudah berhasil mempersatukan  seluruh fraksi di DPRD kok digaganggu gugat, sehingga kesatuan dan persatuannya dibawah panji uang bubar. Lha dengan sendirinya Bapak M. Sanusi tidak terima, dengan segala dayanya, Ahok  mesti mundur, SANUSI  DKK MAJU. Haji  Juling maju,  PNS DKI yang kumpulkan pungli-  maju.  Lha kok HMI ikut ikut  rusuh demo, Buni Yani usil unggah pidato yang sudah ditukangi, pembelanya, hanya ingin di shoot tv,  menunjukka diri ke khalayak, kentara sekali dengan bahasa badannya, dia yang punya gawe, saking bangganya megap megap, menonjol nonjol duduk ditengah depan mikrofon, ngotot lagi ?  Mahasiswa  sampai ditangkap polisi, jadi tersangka provokator, ini mahasiswanya  siapa ?  Kok masih tergila gila mengikuti politik praktis jadi pressure group terhadap saudara sendiri,  mencederai  yang  menunjukkan kebolehannya  ratusan juta demonstran sehari suntuk berdemo santun,  mempunyai kepentingan  satu  tegakkan hukum , bagi yang salah, ya divonis pengadilan, yang benar dilindungi hukum Negara, bukan majelis yang kurang legalitas, mencari pedukung.  Anda tidak perlu mencintai Negeri ini, tapi penuhilah tatakrama pergaulan yang wajar.  Pikir si Pemuda ketua sayap kepemudaan partai politik atau Oganisasi sosial, wong seniornya ya cari duit dari dukung mendukung dan permainan kata di levelnya. Kanapa saya tidak, mumpung ada yang meliput untuk mass media.

Sekarang oknum dari PKS malah tidak mau penyidikan terbuka,  mungkin kuatir kalau kalau si terperiksa ketahuhan menggigit yang lain, dan khalayak tahu dari media.halah, wong rakyat tanpa itu sudah tahu.

Mbok belajar ideologi Islam yang benar, sehingga bisa mencapai tingkat jadi manusia yang  rakhmatan lil alamin …. !  *)   

 

Tg 10 Nopember 1945 ini tanggalan tetap hari biasa, SUDAH DIHAPUS OLEH ORDE BARU. TANPA ALASAN YANG JELAS Bahwa rayat Surabaya telah berani menentang ultimatum jendral tentara Sekutu, yang menuntut  penyerahan diri dan senjata dibalas dengan kata "nuts" adalah semangat kemerdekaan.

Ini perang pemperebutkan bhumi sejengkal demi sejengkal, karena  tentara pendudukan Dai Nippon  siap menghadapi serangan sekutu , pesawat tempur Inggris “Spitfire”, tank tank Inggri  “ chieftain”  yang  kala itu dijuluki tank raksasa,  ratusan brencarrier / kendaraan lapis baja dengan senapana mesin berat  dan regu regu pasukan komando dengan senjata otomatis, berbaret merah, pasukan gurkha siap dengan kukritnya juga  tank dari Amarika “Patton”  yang menjuarai medan perang dunia ke II ,   berhadapan dengan parit parit pertahanan untuk prajurit Lasykar Rakyar seperti Hisbulah, TRI, TRIP, BPRI dan Polisi Istimewa bertahan berlapis lapis. Sudah jauh jauh hari disiapkan oleh  mandala tentara pendudukan Dai Nippon  untuk   keperluan ini.  Sedangkan garis pertahana itu diawaki oleh  kita  laskar rakyat. Pemuda  Sungkono,  pemuda pemuda dari pedalaman Jawa Tengah , Jawa Timur, TRI,  TRIP dan Polisi Istimewa. dengan pillboxes sarang senapan mesin beton bertulang  yang anti bom pesawat tempur . Konsekwensi HARI PAHLAWAN 1O  NOPEMBER 1945., GARIS PERTAHANA INI BERTAHAN BERBULAN BULAN.    Dipertahankan oleh pemuda pemudi  kita.***)



 


Sabtu, 05 November 2016

sEANDAINYA MASYARAKAN MASYARAKAT MANUSIA S BUNIA

SEANDAINYA MASYARAKAT MASYARAKAT MANUSIA DI DUNIA INI SUATU KELUARGA

Maka, kita msyarakat Indonesia adalah keluarga  miskin yang mempunyai anak  banyak, lagipula yang bungsu terhambat pertumbuhan mentalnya, dengan sendirinya mempunyai kebutuhan khusus ( menurut ilmu pendidikan sekarang).

Bagaimana tidak ? peristiwa 4/11/2016 Jum'at jm 7 petang, depan Istana Negara RI

Anak yang bungsu ini secara normal disebut anak Bengal, selalu membuat ulah,  rewel dan suka merajuk dan  memamerkan tantrum dengan alasan yang tak masuk akal,   bahkan bukan perilaku anak normal, apalagi orang dewasa. Pendidikan taklid kepada guru, tidak mengerti sejarah. 

Sudah sekira dua abad, kekuasaan dibagi menjadi tiga  institusi pokok, yaiu kekuasaan eksekutip, kekuasaan legislatip dan kekuasaan judikatip. Manurut pengalaman masyarakat Dunia,  bila  ketiga kekuasaan ini tidak ditangan tiga institusi yang satu sama lain tidak bisa saling menindas, bila tidak demikian, maka mudah sekali menjadi balik kembali ke susunan masyarakat yang sudah ditinggalkan yaitu  masyarakat feodal dengan satu  Despot Penguasa dan mudah sekali menjadi sewenang wenang.  Sesederhana itu.

Lha si Bungsu yang terbelakang mental ini,  merajuk tantrum membentur benturkan kepalanya sambil ngomel  menjerit jerit, supaya  saudaranya lain bapak,  yang tidak dia senangi  dan yang masih disangka menistakan   si bungsu,  karena plintiran berita dari anak tetangga , saudara sial ini bilang mukanya tembem.  Si bungsu yang  berkebutuhan khusus ini minta ortunya  segera menghukum  penjara  si saudara yang tidak dia senangi ini, bila tidak mereka tidak mau bobok, tetep dijalanan, supaya yang tidak dia senangi, tidak bisa ikut pemilihan pemimpin  sesama anak anak sepermainan  di kampungnya..

Aneh tapi nyata.

Bayangkan bagaimana repotnya sang ortu.

Kalau saya jadi ortunya anak  terbelakang mental dan mempunyai kebutuhah khusus ini, kepada dia juga harus dimengertikan dicekok-kan tentang  sarana aturan keluarga yang fundemental,  yaitu ortu  harus adil dan beradab , bukan ortu yang Despotik seperti zaman feodal. Apalagi hanya menuruti tantrum yang didasari  laporan plintiran berita.  Anak tetangga ini mesti diperiksa dulu, jangan lantas digebug kayak zaman pak harto dulu. anak ini dibesarkan dengan dimanja, semua harus membenarkan tuntutannya karena dia memang anak emas. 

Masak seorang “tokoh  agama” yang kebetulan juga mukanya tembem  sudah berani menentukan bahwa  berita ini  sudah final  ( tidak dipelintir ) bisa berakibat marahnya si anak bungsu terbelakang mental ini?  Karena mestinya dia tahu kemarahan anak luar biasa ini ya seperti itu, maunya si muka tembem  dan golongannya yang dari dulu cuek terhadap saudara saudarinya,  yang waras mengalah,  bukan memberi nasihat yang sebenarnya, yaitu jangan kesusu tapi diselidiki dulu.

Kan ini mengambil keuntungan dari mengail di-air keruh ? *)


 

KDUA SEANDAUNYA........................

SEANDAINYA MASYARAKAT MANUSIA DI DUNIA INI SATU KELUARGA

Maka, kita msyarakat Indonesia adalah keluarga  miskin yang mempunyai anak  banyak, lagipula yang bungsu terhambat pertumbuhan mentalnya, dengan sendirinya mempunyai kebutuhan khusus ( menurut ilmu pendidikan sekarang).

Bagaimana Tidak ?

Anak yang bungsu ini secara normal disebut anak Bengal, selalu membuat ulah,  rewel dan suka merajuk dan  memamerkan tantrum dengan alasan yang tak masuk akal,   bahkan bukan perilaku anak normal, apalagi orang dewasa.

Sudah sekian abad, kekuasaan dibagi menjadi tiga  institusi pokok, yaitu kekuasaan eksekutip, kekuasaan legislatip dan kekuasaan judikatip. Menurut pengalaman masyarakat Dunia,  bila  ketiga kekuasaan ini tidak ditangan tiga institusi yang satu sama lain tidak bisa saling menindas, maka mudah sekali menjadi balik kembali ke susunan masyarakat yang sudah ditinggalkan yaitu  masyarakat feodal dengan satu  Daspot Penguasa dan mudah sekali menjadi sewenang wenang.  Sesederhana itu.

Lha si Bungsu yang terbelakang mental ini,  merajuk tantrum membentur benturkan kepalanya sambil ngomel  menjerit jerit, supaya  saudaranya lain bapak,  yang tidak dia senangi  dan yang masih disangka menistakan   si bungsu,  karena plintiran berita dari anak tetangga , saudara sial ini bilang mukanya tembem.  Si bungsu yang  berkebutuhan khusus ini minta ortunya  segera menghukum  penjara  si saudara yang tidak dia senangi ini, supaya tidak bisa ikut pemilihan pemimpin  sesama anak anak sepermainan  di kampungnya, yang nakal menciptakan sumber permen fresh  Polo atau Fishermans friend yang segar memakai minth/ minthol yang keras, memalak a'la Pak Ogah, di halangi oleh temannya yang tidak dia senangi itu, makanya dia dendam. (dia anak emas lho dari pemilik pabrik permen sebelah, sekarang sudah tutup, pemiliknya mati, anak anaknya bukan type pemimpin, cuma type penikmat saja, cita cita bapaknya  menjadika mereka Sultan atau Sultanzah kandas, sayang) 

Aneh tapi nyata.

Bayangkan bagaimana repotnya sang ortu.

Kalau saya jadi ortunya anak  terbelakang mental dan mempunyai kebutuhah khusus ini, dia juga harus dimengertikan tentang  sarana aturan keluarga yang fundemental,  yaitu ortu yang adil dan beradab, bukan ortu yang Despotik seperti zaman feodal. Apalagi hanya menuruti tantrum yang didasari  laporan plintiran berita.  Anak tetangga ini mesti diperiksa dulu, jangan lantas digebug kayak zaman pak harto dulu. Masak seorang “tokoh  agama” yang kebetulan juga mukanya tembem  pak Udin bisa keseleo, sudah berani menentukan bahwa  berita ini  sudah final  ( tidak dipelintir ) memicu  berakibat marahnya si anak bungsu terbelakang mental ini, jadi si sial harus digebug ? Karena mestinya dia tahu kemarahan anak luar biasa ini ya seperti itu, bukan memberi nasihat yang sebenarnya, yaitu jangan kesusu tapi diselidiki dulu.

Kan ini mengambil keuntungan dari mengail di-air keruh ? *)

Maka itu, para tetangga yang menginginkan  "pressure power" ditujukan kepada ortunya si anak bengal ini, saya mohon pengertian dari para tetangga  bakul jajan yang kaya, jangan manjakan anak bengal ini dengan kemurahan anda memberi jajan setiap saat, sebab anak punya keterbelekangan ini akan merasa menjadi "pressure power" bikin ulah kepada ortunya, kepada dunia, bisa merubah ortu yang adil dan beradab menjadi ortu yang pilih kasih kepadanya, merubah kaidah dunia seperti maunya, jadi Dimas Kanjeng diantara saudara saudaranya kandung apa tiri, karena punya "backing" tetangga yang tidak bertanggung jawab.  
Kan akan menjusahkan kita semua ? Kalau sudah begitu dia akan ancam dan bawa senjata berat, untuk memaksakan kehendaknya pada siapapun, jadi tukang palak biasa, termasuk memalak anda sendiri,  dia kan ketagihan permen fresh, KERAS KAYAK "FIHERMEN FRIEND"  yang ISIS, wahai tetangga kaya, karena sudah terlanjur fisiknya butuh gula jauh  lebih banyak dari orang biasa, bukan untuk kerja keras demi berbangsa bernegara, tapi untuk berdaya menuruti nafsunya sewenang wenang mendominasi  orang waras.  **)

Kamis, 03 November 2016

MENYELA KESIBUKAN IBU RISMA ( bukan mencela lho)

MENYELA KESIBUKAN IBU RISMA, WALIKOTA  KOTA MADYA SURABAYA.

Kami tahu kesibukan Ibu Walikota Surabaya,  dengan panggilan akrabnya Bu Risma., mengatur kota Surabaya agar menjadi cantik dan penduduknya merasa lebih nyaman. 

Soal transportasi umum.

Kota madya Surabaya sudah jadi kota besar, dengan kpasitas sebagai  metropolitan wilayah Timur Negeri ini dengan Prlabuhah dan Bandaranya..

Aktivitas  penduduknya untuk mencri nafkah dari  kota besar ini  terutama bekerja mengawaki segala kegiatan ekonomi  manufaktur dan jasa.  PNS  Instansi Tingkat Propinsi, dan Pegawai Swasta, juga Mahasiswa  puluhan Universitas Negeri dan Swasta, pelajar ratusan SMA dan SMP.

Kota yang semula  panjang menyusuri Kali Mas dari Sepanjang ke Tanjung Perak,  dengan segala fasilitgas transportasinya telah berubah menjadi bulat telur dengan  memanjang kebarat dan ketimur..  ke barat dipenuhi dengan pabrik  pabrik yang labour intensive  ketimur terutama dengan hunian mewah sampai Pantai Timur Kota Surabaya. Ke Utara berhenti sampai  Pelabuhan dan  Depo container di bekas lapangan terbang Perak.  Keselatan  mendesak  Wilayah Kabupaten Sidoharjo. Kebarat mendesak wilayah  kabupaten Gresik. Saya salut kepada Bapal Ir  Johan Silas, pecinta Kota ini,  yang masih cawe cawe dalam design-nya, meskipun tanpa diminta.  

Transportasi umum, tidak mengenal batas wilayah, orang berangkat dan pulang kerja,  anak sekolah,  orang berbelanja  dan pulang,  orang  bersosialisasi antar mereka, kegiatan agama.  Kegiatan olah raga dan hiburan,  membayar pajak, mengurus dokumen Kependudukan,  Penjara dan Pengadilan,  terakhir kegiatan  MENGUNJUNGI RUMAH SAKIT, YANG MELAYANI BPJS, acara rutin bagi manula yang masa mudanya tidak sempat korupsi.

Hampir semua Rumah Sakit di Kota ini dapat dicapai dengan berbagai moda transportasi  umum, kecuali satu, YAITU RUMAH SAKIT  ISLAM  JEMURSARI.    

Ibu Risma telah begitu berhasil  menghentikan kegiatan umum yang cukup ramai di Jarak  daerah lampu merah , (konon yang terbesar di Asia Tenggara),  bagus,  kaum Agamawan dan Penjaga kesehatan moral bangsa , sangat terbantu.   Diacungi jwmpol oleh semua fihak. Bu Risma telah berhasil mempercantik kota, dengan penghijauan.  Kecuali jalan jalan baru  diwilayah baru yang di design tanpa trotoir, malah tanpa  saluran pematus.

Tapi Rumah sakit yang melayani lebih dari 800 pesien setiap hari, mngkin 1000 orang sehari semalam,  yang 90 persen BPJS  -  dengan pelayanan yang alhandulillah terbaik di Kodya Surabaya, kok sulit sekali dijangkau dengan moda transprtasi umum.  Hanya ada satu lin bus kota,  Bungur asih – Bratang. Itu saja jarang lewat.

Wajibnya, kota yang baik selalu megupayakan akses  ketempat tempat fssilitas umum ke tempat tempat yang sangat diperlukan msyarakat, supaya terjangkau oleh penduduk kota dengan murah dan gampang. Sebab diseluruh dunia justru rakyat kecil menengah bawah ini yang membayar pajak ke Negara langsung atau atau tidak lansung yang terbesar jumlahnya . Mereka, pejalan kaki,  penumpang bis dan angkot, membayar ongkos per meter persegi jalan yang dipakai setiap hari,  jauh lebih mahal dari pemilik mobil Ferari. Tidak semua mereka mampu menyewa taxi,  gojek atau jasa transportasi umum papan atas lainnya.

Apabila Angkot merasa keberatan kerena bila pagi pagi sekali jam  530 sampai jau 730 Jalan A. Yani jadi lautan sepeda motor, merayap sehingga angkot  terpaksa nombok bensin, sedang siang hari dianggap jarang peumpang.

Mbok lin yang ke utara lewat Jarak dikurangi (kan sudah sepi) dipindah ke  Bungurasih –Bratang.-pp. -Kami kaum bawah dalam income,  ( belum tentu dalam bidang moral dan etika, apalagi kepekaan intelektualitas) sangat membutuhkan transportasi umum,  sanggup membayar jauh dekat 10 000 rupiah dari dan  ke RSI  Jemur,  (meskipun hanya kelewatan)  untuk kompensasi  kekurangan penumpang pada siang hari. Katimbang naik taxi atau gojeg yang jauh lebih mahal.

Karena ada dua tiga klinik yang harus dikunjungi dan sehari  hanya satu  unit klinik  yang dibolehkan, meskipun hanya untuk diambil darahnya sesudah puasa 9 jam, besoknya baru dilayani  satu klinik yang bersangkutan lusa satu lagi – kebanyakan manula  mengunjungi lebih dari satu klinik setiap bulannya.  

Bu Risma sangat  kaget  karena di Jarak ada PSK  tepaksa praktek pada usia 60 tahun, saya hormat setinggi tingginya  pada kepekaan anda. Saya harapkan kepekaan yang sama dalam mengatur lin lin transportasi umum, supaya tempat tempat yang harus dikunjung oleh setiap warga Surabaya anda,  bisa dijangkau karena dilewati  lin angkot dengan “murah” dan handal seperti angkot  dari-- ke Jarak dulu, meskipun,  percayalah, saya sudah 78 tahun, tidak pernah ke sana*)


Selasa, 01 November 2016

WAHAI BANGSAKU, HUTAN DIPINGGANG GUNUNG GUNUNG SUDAH KALIAN RUSAK DENGAN CEPAT

WAHAI  BANGSAKU, HUTAN YANG DI PINGGANG GUNUNG SUDAH KALIAN RUSAK.

Ibu pertiwi sudah kehabisan air mata, lereng gunung, hutan raya sudah kamu rusak dengan alasan yang sepele,  kalian dipimpin oleh nafsu iblisnya  para feodal setempat, feodal puak dan kampong, bekerja sama dengan  golongan yang memang nalurinya untuk kepentingannya sendiri dan puaknya,  naluri jahat yang lepas kendali,  karena kendali  masih ditangan feodalmu

Air hujan telah menghanyutkan  tanah lereng  terjal dan landai dari bukit dan gunung, tujuh puluh persen  telah gundul kelimis, hanya ditumbuhi semak dan alang alang .

Mau lihat bukti hasil perilaku kalian ?

Lihat di aliran sungai Sa’dang Sulawesi Selatan, dari Rantepao  Tanah toraja,  Makale hingga  Enrekang  didataran  rendah sungai Sa’dang..  Orang Makale malah bangga memperlihatkan jurang gundul disisi selatan jurang  hulu sungai Sa’dang , yang mengukir jurang dalam dan curam seperti miss V di pegunungan yang dilewati.  Sebaliknya lembah miring curam gundul penuh belukar dan alang alang pada musim hujan, musim kemarau rumput semak kering  ( rupanya top soil-nya sudah tergerus oleh air hujan semua ke bawah), lapisan tanah tinggal beberapa cm, saja tidak bisa menyimpan air, kehabisan air selama musim kemarau, (yang bisa tumbuh hanya alang alang dan semak) bagaimana meng-hutan-kan-nya  kembali  ??.  Alih alih membuat bangunan reservoir air di hulu, di ketinggian  dataran tinggi Toraja ( bila perlu dengan pipa pralon– untuk mengangairi  bibir   atas  lahan curam tepian sungai Sa’dang, bukan untuk debiet airnya  guna usaha tani, tapi untuk menyiram penghutanan kembali jurang sempit dan curam sepanjang  dari Makale ke  Enrekang saja, menutupi luka hati  kita yang menganga berabad abad. Tapi malah membangun bendung raksasa di sungai Jeneberang yang musim hujan saja airnya kecil,  karena water catchment area-nya kecil. Dari sungai yang sangat pendek dibandingkan  dengan sungai Sa’dang.

Ini bukti lagi bahwa duit rakyat bertrilyun trilyun bisa habis oleh proyek aneh yang disebut project politis ini, semacam “pork barrel” di Phillipines, untuk mendukung elektabilitas feodal  kelas  puak dan suku saja, sebagai tulang punggung golkarnya Pak Harto, direka yasa menjadi "suara mahal" artinya jumlah suara sedikit tapi ke- terwakilan-nya di DPR RI banyak. biar si feodal puak bisa nangkring disana terus.

Lihat lembah lembah sungai  Cimanuk di Jawa Barat, mulai dari Garut sampai Sumedang, dihulu  bendung Jati gede. Ada belasan kota kecamatan, dibangun dilembah  atau bekas aliran sungai Cimanuk yang rata,  dengan tersedianya air sumur yang dangkal, banyak bahan bangunan rumah tembok, beratap genteng, kurang apa ? Kena apa tidak membuat kota hunian sepanjang  tanah sebagus itu ?

Lantas bulan yang lalu banjir bandang menghabiskan  sebelas kota kecamatan. Ironisnya  lokasi- nya sangan dekat dengan Mekkah-nya  civil engineering  ITB  di Bandung, menjadi sembelit ilmu karena didominasi Organisasi Mahasiswa berkolitik (kolusi politik)  praktis, tapi ideologinya masih karbitan dan jongkok.   Sungai sungai  mendangkal  alirannya di lembah lembah luas   dan nyaris rata. Sekarang sungai sungai- mu ini sudah menjadi dangkal. gampang meluap ke hunian di lembah lembahnya.

Masih tidak percaya, kalian malah bermukim  disana, mendirikan kota kota kecamatan ditanah lembah aliaran sungai dengan  senangnya karena air sumur yang  dangkal, dan tanahnya rata  seperti di aliran sungai Cimanuk dihulu waduk bendung Jatigede itu.  Mendirikan kota kecamatan harus izin Bupati dan Gupernur, kalau asal tanda tangan saja, ya itu akibatnya. Tapi toh  manti bebas hukum, karena tidak mengerti. Contoh ada, seorang menteri, dari kabinet presiden yang lalu. Lebih licin dan kaya dari Ksatria tingkat Jero, dari Puri Singaraja. 


Sekarang   semua kita bangsa Indonesia mulai yang kakek nenek diharapkan  cepat mati,  tabungan pensiunnya dibutuhkan untuk membangun infra struktur,  sampai bayi yang belum  dilahirkan harus memelihara rungai sungainya  supaya manfaatnya bisa diperoleh, dan musibahnya hilang, dan sangat tidak murah.  Lantas mau apa ? Mau main kolitik terus, mempertahankan pengusaha Peng Peng**  dengan semua kakak adik dan sepupu satunya?  Haiyaa*)   


pengusaha Peng Peng bukan pegusaha Gepeng, tapi Pejabat Pengusaha bukan Pengusaha Gepeng

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More