INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA
Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata
This is default featured post 5 title
Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan
This is default featured post 3 title
Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk
Sabtu, 12 November 2016
DI INGATKAN KEMBALI RUNTUHNYA DINASTI DINASTI .
Dinasti Ayyubiyah di Mesir dan sekitarnya pada abad ke 11 Masehi, bisa
BERTAHAN SATU ABAD. Dalam situasi yang sangat bergolak selama abad abad
sebelumnya, terutama dari wangsa Mu‘awiyah
dan wangsa Abbasiyah .
Pertentangan ini juga menggendong pertentangan antara islam aliran sunni dan islam aliran syi’ah, diwilayah itu.
Wangsa ini mulai runtuh sesudah gnerasi ke 5 , Sultan Al Khamil I - th 1128-1140, karena perpecahan yang umum
dalam sistim pola pikir feodalisme, yang
sekarang kita juluki dengan genggaman
despotic terhadap harta tahta dan wanita.
Jumat, 11 November 2016
DONALD TRUMP -DONALD TRUMP
DONALD TRUMP - DONALD TRUMP.
MENGAPA SAYA TULIS JUDUL INI ?
Ya, karena janji kanmpanye- dia, bila terpilih oleh rakyat Amerika Serikat , dia akan mengangkat Amerika Serikat ditempat yang sangat dibanggakan oleh rakyat Amerika Serikat ini. Tidak akan membiarkan para migran/wisatawan terutama dari Arab muslim, mengacak acak hidup warga Amerika Serikat di negaranya sendiri. seperti yang terjadi pada World Trade Centre di New York. Amerika Serikat Pemegang kekuasaan tanpa tandingan di Dunia.
Sekarang dia menjadi President Amerika Serikat, yang sudah dua ratus lima puluh tahun lebih juga merangkap jadi Kepala Negara, dalam Republik dengan sistim Pemerintahan Presidensial, seperti di Indonesia.
Bila keterbatasan sekaligus kelebihan kita disini adalah kemajemukan peghuninya, yang masih dalam alam fikiran feodal, sudah menapaki alam pikiran demokrasi, maka di Amerika Serikat kelebihan dan sekaligus menjadikan keterbatasan Amerika Serikat adalah kecintaan rakyatnya akan kebebasan, gaya demokratik. Yang sudah sangat cocok dengan kondisi negaranya yang memberikan segala kemungkinan seperti digambarkan dalam buku “ The Land of Plenty”. Thomas Mann
Bila kecintaan rakyat terhadap kebebasan ini ditangkap oleh calon presiden dan divisualisasikan dengan mudah kapada rakyatnya, maka Sembilan puluh persen dia akan jadi Prsiden.
Kenyataan-nya di Dunia kita, kebebasan hanya diperoleh dengan KEKUATAN ADIDAYA, KEKUATAN FISIK-LAH YANG MENJADI KUNCI HAEGEMONY MUTLAK . Ini dapat divisualisasikan dengan terang terangan oleh Donald Trump, tanpa tedeng aling aling.
Melalui dua Perang Dnnia dalam kurun waktu satu abad yaitu 1914 – 1917 dikenal dengan Perang Dunia I dan 19 39– 1945 dikenal denga Perang Dunia II. Amerika Serikat membuktikan bawa dia adalah pemegang Haegemouny Dunia. Denga cara apapun, militer atau ekonomi.
Kekuatan meliternya didukung rakyat dengan kata “ yes sir” dengan kepala tegak, mata mendelik, suara keras dan tegas. Prajurit mereka didapat dari dukungan rakyat denga lotre draft/ wajib militer.
Dengan sistim ekonominya yang Kapitalistik bahkan imperialistik, yang tidak segan segan didukung oleh kekuatan militer, terbukti ampuh untuk menguasasi sumber daya alam seluruh Dunia. dilaksanakan dengan terang terangan, tanpa basi basi.
Maka itu mereka memilih Donald Trump. Rakyat mengerti karena dia terang tengan bakal membentengi Negaranya dari pendatang dari Amerika Latin, Menyadarkan migran dari Afrika akan kedudukannya, yang bisa dideportasi setiap saat, menyadarkan orang Arab bahwa Amerika Serikat adalah sekutu dalam sistim Kapitalis, kalau perlu sistim imperialis bersama dengan kelompok Negara kapitalis yang lain termasuk Negara Israel, dan Rusia cs, dia bukan sekutu Islam. Sebab dengan dalih apapun rakyat Amerika sangat terpukul dengan ditubrukkannya pesawat penumpang Amerika sendiri ke Menara Kembar di New York dikenal dngan The World Trade Centre” dihancurkan oleh orang Arab apapun alasannya. Mereka tidak akan diberi keleluasaan apapun untuk bergerak diseluruh Dunia. Ini harga mati rakyat Amerika sekarang , dan berhasil di visualisasikan eleh Donald Trump, atau oleh siapun yang lain.
Hillery Clinton sangat mengerti situasi bathin rakyat Amerika sekarang, tapi dia terikat oleh ideology “etische politiek”, belum sepenuhnya dimengerti oleh golongan menengah , pada akhirnya hasilnya toh sama saja : Amerika Serikat adhidaya Dunia nomer satu, tanpa pertentangan dari bangsa lain yang bakal merepotkan. Hanya akan lebih awet dan lebih murah, sesuai dengan epoche sejarah dan hari depan dunia manusia. Langkah langkah kampanyenya tidak akan sia sia, yang belum mengerti akan tahu, …………ya biasa, rakyat dimana mana ya telmi (telat mikir).
Problim bagi kita, adalah memvisualisasikan kepada Trump : Islam di Indonesia adalah damai, cerdas dan mampu menjadi rakhmatan lil alamin, meskipun seribu persen medukung rakyat Palestina untuk mempunyai negaranya sendiri yang berdaulat, Karena Kemerdekaan adalah hak semua bangsa sudah ditulis di UUD kita. Jadi soal Pelestina dan Israel adalah soal Negara, menurut jalur diplomasi Republik kita ini, kaum muslimin tidak usah merepoti mereka, malah minta makan disana lebih dari kemampuannya berperang, disuasana gurun pasir.
Adapun kepentingan organisasi social dan organisasi politik kaum muslimin, yang dicurigai Donald Trump merunuti garis keras atau bermain slingkuh, berkhalwat dengan garis keras, akan membuat iritasi Pemerintah Amerika Serikat dengan Presiden siapa saja. Sebab Israel bisa meyakinkan Amerika bukan hanya Donald Trump, diperlukan jadi polisi menjaga kepentingan minyak disana. Inipnn harga mati mereka, sampai membunuh Gadafi, Osama ben Laden dan Saddam Hussain pun dilakukan.
Jadi hanya kepentingan kekuasaanlah yang merangsang organisasi social dan organisasi politik seperti yang dilakukan sekarang ini, demi berkuasa menguras dana masyarakat. Ternyata mereka hanya sebagian minoritas dari kaum muslimin, sebagian kecil saja, walau mampu menggerakkan masa seperti tanggal 4/11/2016. Menggunakan momentum sentimen penistaan agama, kebodohan pengikutnya yang sangat dibuat buat. Seolah olah Superpower masih bersekutu dengan mereka untuk membendung “domino principle” dengan tumpukan US dollar, kan sudah dimenangkan, dan tidak akan ada lagi makan siang gratis bagi mereka. Sayang, era Suharto sudah berakhir. Oportunis ini harus bermanuver cara lain. Bukan bersandar pada majelis yang membabi buta bersikukuh minta dihormati bila lagi puasa, berduri duri kayak landak diarena pergaulan bangsanya yang plural, tanpa kesejukan toleransi, dengan mudah mengorbankan persatuan bangsanya>
Selasa, 08 November 2016
KEPADA YTH MENTERI PPDK : JUDUL: BUKAN WAKTUNYA LAGI
KEPADA YTH MENTERI PP DAN K
JUDUL; BUKAN WAKTUNYA LAGI MASSA PELAJAR MAHASISWA JADI “PRESSURE GRUP”
Orgaisai apapun yang menyangkut
Pelajar dan Mahasiswa, harus berlandaskan upaya untuk membantu pengembangan program Pengajaran Pendidikan
dan Kebudayaan. di institusinya tanggung
jawab Rektor, Direktur, Kepsek, Kiai, Ustadz , Bruder dsb.
Memang sejarah telah menunjukkan bahwa lahirnya bangsa ini, bangsa kita Indonesia ya dibidani oleh “Sumpah Pemuda “sebagai reaksi logis dari politik penjajahan yang “ Devide et impera”
Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan degan semangat Pemuda untuk merdeka.
Karena penjajahan Nippon ternyata menindas seluruh komponen bangsa yang tinggal di Hindia Belanda, maka seluruh komponen bangsa ini, tidak memandang suku ras dan agama, bersama sama melawan kembalinya penjajahan.
Nippon tidak sempat menjalankan siasat "Devide et impera" kayak penjajah sebelumnya yang berkuasa di kawasan ini 350 tahun.
Yang dibakar adalah kebencian kepada Inggris dan Amerika musuh Nippon yang nyata, bahkan ada nyanyiannya, yang dinyanyikan anak sekolah SD, cara yang klasik untuk membakar fanatisme.
Penjajah Belanda sangat sempat leluasa untuk menjalankan siasat busuk ini dan menimbulkan fanatisme benci diantara suku, ras dan agama, dari rakyat jajahannya Malah sengaja mendatangkan dari Jazeerah dan China Selatan, yang dipupuk oleh peraturan peraturan kolonial. Siasat devide at impera ini membekas di Rebublik kita sangat lama, hingga sekarang masih membekas. Tapi upaya busuk ini hilang sesaat waktu bangsa ini mencdetuskan kemauan kau muda untuk merdeka. Kita punya pengalaman tentang fanatisme.
Proklamasi Kemerdekaan tg 17 Agustus 1945 adalah pencetusan dari desakan Pemuda Pemudi Indonesia kepada para senior Pejuang Pergerakan Indonesia Merdeka, dan dengan tangkas melaksanakan pertanda zaman, terimbas api semangat para pemuda.
Ternyata Pemuda Pemudi Indonesia tidak mengecewakan, dengan gagah berani pemuda pemudi kita semuda pelajar SMP. SMA dan Mahasiswa yang jumlahnya kecil. Telah berani menjawab ultimatum Jendral Sekutu Manserch, tanggal 10 No[ember 1945 , akan menggempur kota Surabaya dari darat laaut dan udara, bila tidak menyatakan menyerah kapada Sekutu dan NICA . Terjadilah perang kota, selama tiga bulan, pertahanan wilayah bumi dengan lini pertahanan sebelah barat kota Surabaya, dari tepian utara sungai Brantas memanjang keutara beberapa puluh kilometer, sampai ke Benowo. Inilan front garis pertahanan satu satunya selama perang Kemeredekaan lima tahun aksi polisionil Balanda, dimana rakyat yang berjuang di kepung diisolasi secara ekonomis hingga tahun 1950.
Sebagai konsekuensi dari tantangan pemuda pemudi Surabaya 10 Norpmbwr 1945 Sekutu dan NICA meyerbu ke barat kearah Mojokerto lewat batas kota sebelah barat lahan perbukitan gersang. Malah di utara sungai Brantas sampai ke Bonowo sudah dibangun garis pertahana tentara pendudukan Dai Nippon, khusus untuk mempertahankan Wilayah Surabaya denga pillbox /sarang senapan mesin berat, dihubungkan satu sama lain dengan parit parit pertahanan. Ini adalah perang frontal dimana pesawat terbang, tank dan brencarrier ratusan maju menghadapi garis petahanan dengan pillboxes beton bertulang dan parit parit pertahanan. Sebab sesudah itu, pasukan pasukan TNI kita baru terbentuk smpai tingkat Divisi. Batalion kompi dan regu, baru operasional kemudian sesudah tg 10 Nopember 1945 hanya perangnya adalah pencegatan /ambush, skirmish. Dan perang gerilya. dimana pemuda dan pemudi kita, prsama rakyat desa desa melawan kekuasaan Penjajah Kerajaan Belanda, setiap malam bergerilya ke kota kota kekuasaan Belanda, dengan resiko melanggar konvensi Jenewa, dianggap sebagai extremist dan dengan mudah dihukum mati tanpa urusan.
Lha sesudah kedaulatan dimenangkan walau lewat perundingan KMB, walau lewat jebakan politik Penjajahan dengan Republik ndonesia Serikat yang dsodorkan Belanda, mengerti bahwa Negara Negara yang lain kecuali Republik Indonesi dengan Ibu kota Jogyakarta, semua itu buatan Belanda dan kroni kroninya. Jadi RIS adalah masakan Belanda untuk kepentingan Belanda.
Seumur jagung, RIS tidak bertahan lama, bangsa ini ingin merdeka dengan persatuan dan kesatuan NKRI, bukan berserikat dengan Ndoro tuan Van Der Plas, dengan Gusti Dimas Kanjeng, dengan Karaeng Matinro, dengan Anak Agung Gede Asem, bukan dengan Mamiek Tuan Muda Bermasallah, dengan Ratu Sokikah, dengan Datuk Maraja Batugundul. Tapi dengan seluruh bangsa Indonesia. Itu sudah dijalani.
Lho wong sudah gitu kok SEKARANG malah bikin organisasi pelajar organisasi mahasiswa, yang hanya diajari berorganisasi taklid kepada kepentingan ragawi yang cetek , diajari berpolitik praktis, jadi pressure group politisi oportunis dengan segenap kepentingan ceteknya. Sekarang rakyat sudah pintar, Pemerintah sudah lengkap dengan aparat intelijen dan aparat penegak hukum, lantas "pressure group" yang mempovokasi rakyat itu apa efektip ? Selain kenyataanya mereka sendiri jadi pelaku kejahatan melawan penegak hukum dan merusak fasilitas umum.? Didepan CCTV dan ribuan perekam audio-video lagi, diajari ndak jujur layaknya sorang ksatria, ngotot dan berlagak mengancam demo lebih besar sampai tuntuntan-nya dituruti.
Misalnya wong sudah berhasil mempersatukan seluruh fraksi di DPRD kok digaganggu gugat, sehingga kesatuan dan persatuannya dibawah panji uang bubar. Lha dengan sendirinya Bapak M. Sanusi tidak terima, dengan segala dayanya, Ahok mesti mundur, SANUSI DKK MAJU. Haji Juling maju, PNS DKI yang kumpulkan pungli- maju. Lha kok HMI ikut ikut rusuh demo, Buni Yani usil unggah pidato yang sudah ditukangi, pembelanya, hanya ingin di shoot tv, menunjukka diri ke khalayak, kentara sekali dengan bahasa badannya, dia yang punya gawe, menonjol nonjol duduk ditengah depan mikrofon, ngotot lagi ? Duh malunya.
Mahasiswa sampai ditangkap polisi, jadi tersangka provokator, ini mahasiswanya siapa ? Kok masih tergila gila mengikuti politik praktis jadi pressure group terhadap saudara sendiri, mencederai yang menunjukkan kebolehannya ratusan juta demonstran sehari suntuk berdemo santun, mempunyai kepentingan satu tegakkan hukum , bagi yang salah, ya divonis pengadilan, yang benar dilindungi hukum. Anda tidak perlu mencintai Negeri ini, mau bersatu di padang pasir silahkan, tapi di negeri damai ini penuhilah tatakrama pergaulan yang wajar.
Pikir si Pemuda ketua sayap kepemudaan partai politik atau Oganisasi sosial: Wong seniornya ya cari duit dari dukung mendukung dan permainan kata di levelnya. Kanapa saya tidak, mumpung ada yang meliput untuk mass media.
Sekarang oknum dari PKS malah tidak mau penyidikan terbuka, mungkin kuatir kalau kalau si terperiksa ketahuhan menggigit yang lain, dan khalayak, tahu dari media. wong rakyat tanpa itu sudah tahu.
Mbok belajar ideologi Islam yang benar, sehingga bisa mencapai tingkat jadi manusia yang rakhmatan lil alamin …. ! *)
Tg 10 Nopember 1945 ini tanggalan tetap hari biasa, SUDAH DIHAPUS OLEH ORDE BARU. TANPA ALASAN YANG JELAS Bahwa rayat Surabaya telah berani menentang ultimatum jendral tentara Sekutu, yang menuntut penyerahan diri dan senjata dibalas dengan kata "nuts" adalah semangat kemerdekaan.
Ini perang pemperebutkan bhumi sejengkal demi sejengkal, karena tentara pendudukan Dai Nippon siap menghadapi serangan sekutu , pesawat tempur Inggris “Spitfire”, tank tank Inggri “ chieftain” yang kala itu dijuluki tank raksasa, ratusan brencarrier / kendaraan lapis baja dengan senapan mesin berat dan regu regu pasukan komando ditingkat Divisi dengan senjata otomatis, berbaret merah, pasukan gurkha siap dengan kukritnya juga tank dari Amarika “Patton” yang menjuarai medan perang dunia ke II , berhadapan dengan parit parit pertahanan untuk prajurit Lasykar Rakyar seperti Hisbulah, TRI, TRIP, BPRI dan Polisi Istimewa bertahan berlapis lapis. Sudah jauh jauh hari disiapkan oleh mandala tentara pendudukan Dai Nippon, haiho, pelajar SMP/AMA berkinrohosi menggali parit parit pertahanan selama tiga tahun, ternyata digunakan untuk keperluan ini. Sedangkan garis pertahana itu diawaki oleh kita: laskar rakyat. Pemuda Sungkono, pemuda pemuda dari pedalaman Jawa Tengah , Jawa Timur, TRI, TRIP dan Polisi Istimewa. dengan pillboxes sarang senapan mesin beton bertulang yang anti bom pesawat tempur . Konsekwensi HARI PAHLAWAN 1O NOPEMBER 1945., GARIS PERTAHANA INI BERTAHAN BERBULAN BULAN. Dipertahankan oleh pemuda pemudi kita.***)
KEPADA YTH MENTERI PPDK : JUDUL: BUKAN WAKTUNYA LAGI
KEPADA YTH MENTERI PP DAN K
JUDUL; BUKAN WAKTUNYA LAGI MASSA PELAJAR MAHASISWA JADI “PRESSURE GRUP”
Orgaisai apapun yang menyangkut Pelajar dan Mahasiswa, harus berlandaskan upaya untuk membantu pengembangan program Pengajaran Pendidikan dan Kebudayaan. di institusinya tanggung jawab Rektor, Direktur, Kepsek, Kiai, Ustadz , Bruder dsb. Bukan tanggung jawab organisasi extra/ diluar institusi, mereka cenderung menarik anggauta yang fanatik dan ambisius, memincuk degan taknik tenteer, alias membocorkan soal ujian. Makanya bgitu mereka kuat kualitras abiturient-nya jeblok.
Memang sejarah telah menunjukkan bahwa lahirnya bangsa ini, bangsa kita Indonesia ya dibidani oleh “Sumpah Pemuda “sebagai reaksi logis dari politik penjajahan yang “ Devide et impera”
Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia tiak bisa dipisahkan degan semangat Pemuda untuk merdeka.
Proklamasi Kemerdekaan tg 17 Agustus 1945 adalah pencetusan dari desakan Pemuda Pemudi Indonesia kepada para senior Pejuang Pergerakan Indonesia Merdeka, dan dengan tangkas melaksanakan pertanda zaman, terimbas api semangat para pemuda.
Ternyata Pemuda Pemudi Indonesia tidak mengecewakan, dengan gagah berani pemuda pemudi kita semuda pelajar SMP. SMA dan Mahasiswa yang jumlahnya kecil. Telah berani menjawab ultimatum Jendral Sekutu Manserch, tanggal 10 No[ember 1945 , akan menggempur kota Surabaya dari darat laut dan udara, bila tidak menyatakan menyerah kapada Sekutu dan NICA . Terjadilah perang kota, selama tiga bulan, pertahanan wilayah bumi dengan lini pertahanan sebelah barat kota Surabaya, dari tepian utara sungai Brantas memanjang keutara beberapa puluh kilometer, sampai ke Benowo. Inilan front garis pertahanan satu satunya selama perang Kemeredekaan lima tahun aksi polisionil Balanda, dimana rakyat yang berjuang di kepung diisolasi secara ekonomis hingga tahun 1950.
Sebagai kosekuensi dari tantangan pemuda pemudi Surabaya 10 Norpmbwr 1945 Sekutu dan NICA meyerbu ke barat kearah Mojokerto lewat batas kota sebelah barat lahan perbukitan gersang. Malah di utara sungai Brantas sampai ke Bonowo sudah dibangun garis pertahana tentara pendudukan Dai Nippon, khusus untuk mempertahankan Wilayah Surabaya denga pillbox /sarang senapan mesin berat, dihubungkan satu sama lain dengan parit parit pertahanan. Ini adalah perang frontal dimana pesawat terbang, tank dan brencarrier ratusan maju menghadapi garis petahanan dengan pillboxes beton bertulang dan parit parit pertahanan. Sebab sesudah itu, pasukan pasukan TNI kita baru terbentuk smpai tingkat Komandan Divisi. kemudian, setalah Lasykat Ralyat, TRI dan TRIP, Polisi istimewanya Pak Jasin, berperang, baru Batalion kompi dan regu TNI di medan perang terbentuk, hanya perangnya adalah pencegatan /ambush , skirmish , dan perang gerilya. Dimana pemuda dan pemudi kita, bersama rakyat desa desa melawan kekuasaan Penjajah Kerajaan Belanda, setiap malam bergerilya ke kota kota kekuasaan Belanda, dengan resiko melanggar konvensi Jenewa, dianggap sebagai extremist dan dengan mudah dihukum mati tanpa urusan.
Lha sesudah kedaulatan dimenangkan walau lewat perundingan KMB, walau lewat jebakan politik Penjajahan dengan Republik ndonesia Serikat yang disodorkan Belanda, mengerti bahwa Negara Negara yang lain yang akan dimasukan dalan RIS, kecuali Republik Indonesi dengan Ibu kota Jogyakarta, semua itu buatan Belanda dan kroni kroninya. Jadi RIS adalah masakan Belanda untuk kepentingan Belanda.
Seumur jagung, RIS tidak bertahan lama, bangsa ini ingin merdeka dengan persatuan dan kesatuan NKRI, bukan berserikat dengan Ndoro tuan Van Der Plas, dengan Gusti Dimas Kanjeng, dengan Karaeng Matinro, dengan Anak Agung Gede Asem, bukan dengan Mamiek Tuan Muda Bermasallah, dengan Ratu Sokikah, dengan Datuk Maraja Batugundul. Tapi dengan seluruh bangsa Indonesia. Itu sudah dijalani.
Lho wong sudah gitu kok SEKARANG malah bikin organisasi pelajar, organisasi mahasiswa, yang hanya diajari berorganisasi taklid kepada kepentingan ragawi yang cetek , dijari berpolitik praktis, jadi pressure group politisi oportunis dengan segenap kepentingan ceteknya. Sekarang rakyat sudah pintar, Pemerintah sudah lengkap dengan aparat intelijen dan aparat penegak hukum, lantas "pressure group" yang mempovokasi rakyat itu apa efektip ? Selain mereka sendiri jadi pelaku kejahatan melawan penegak hukum dan merusak fasilitas umum.? Didepan CCTV dan ribuan perekam audio-video lagi.
Misalnya wong sudah berhasil mempersatukan seluruh fraksi di DPRD kok digaganggu gugat, sehingga kesatuan dan persatuannya dibawah panji uang bubar. Lha dengan sendirinya Bapak M. Sanusi tidak terima, dengan segala dayanya, Ahok mesti mundur, SANUSI DKK MAJU. Haji Juling maju, PNS DKI yang kumpulkan pungli- maju. Lha kok HMI ikut ikut rusuh demo, Buni Yani usil unggah pidato yang sudah ditukangi, pembelanya, hanya ingin di shoot tv, menunjukka diri ke khalayak, kentara sekali dengan bahasa badannya, dia yang punya gawe, saking bangganya megap megap, menonjol nonjol duduk ditengah depan mikrofon, ngotot lagi ? Mahasiswa sampai ditangkap polisi, jadi tersangka provokator, ini mahasiswanya siapa ? Kok masih tergila gila mengikuti politik praktis jadi pressure group terhadap saudara sendiri, mencederai yang menunjukkan kebolehannya ratusan juta demonstran sehari suntuk berdemo santun, mempunyai kepentingan satu tegakkan hukum , bagi yang salah, ya divonis pengadilan, yang benar dilindungi hukum Negara, bukan majelis yang kurang legalitas, mencari pedukung. Anda tidak perlu mencintai Negeri ini, tapi penuhilah tatakrama pergaulan yang wajar. Pikir si Pemuda ketua sayap kepemudaan partai politik atau Oganisasi sosial, wong seniornya ya cari duit dari dukung mendukung dan permainan kata di levelnya. Kanapa saya tidak, mumpung ada yang meliput untuk mass media.
Sekarang oknum dari PKS malah tidak mau penyidikan terbuka, mungkin kuatir kalau kalau si terperiksa ketahuhan menggigit yang lain, dan khalayak tahu dari media.halah, wong rakyat tanpa itu sudah tahu.
Mbok belajar ideologi Islam yang benar, sehingga bisa mencapai tingkat jadi manusia yang rakhmatan lil alamin …. ! *)
Tg 10 Nopember 1945 ini tanggalan tetap hari biasa, SUDAH DIHAPUS OLEH ORDE BARU. TANPA ALASAN YANG JELAS Bahwa rayat Surabaya telah berani menentang ultimatum jendral tentara Sekutu, yang menuntut penyerahan diri dan senjata dibalas dengan kata "nuts" adalah semangat kemerdekaan.
Ini perang pemperebutkan bhumi sejengkal demi sejengkal, karena tentara pendudukan Dai Nippon siap menghadapi serangan sekutu , pesawat tempur Inggris “Spitfire”, tank tank Inggri “ chieftain” yang kala itu dijuluki tank raksasa, ratusan brencarrier / kendaraan lapis baja dengan senapana mesin berat dan regu regu pasukan komando dengan senjata otomatis, berbaret merah, pasukan gurkha siap dengan kukritnya juga tank dari Amarika “Patton” yang menjuarai medan perang dunia ke II , berhadapan dengan parit parit pertahanan untuk prajurit Lasykar Rakyar seperti Hisbulah, TRI, TRIP, BPRI dan Polisi Istimewa bertahan berlapis lapis. Sudah jauh jauh hari disiapkan oleh mandala tentara pendudukan Dai Nippon untuk keperluan ini. Sedangkan garis pertahana itu diawaki oleh kita laskar rakyat. Pemuda Sungkono, pemuda pemuda dari pedalaman Jawa Tengah , Jawa Timur, TRI, TRIP dan Polisi Istimewa. dengan pillboxes sarang senapan mesin beton bertulang yang anti bom pesawat tempur . Konsekwensi HARI PAHLAWAN 1O NOPEMBER 1945., GARIS PERTAHANA INI BERTAHAN BERBULAN BULAN. Dipertahankan oleh pemuda pemudi kita.***)
Sabtu, 05 November 2016
sEANDAINYA MASYARAKAN MASYARAKAT MANUSIA S BUNIA
SEANDAINYA MASYARAKAT MASYARAKAT MANUSIA DI DUNIA INI SUATU KELUARGA
Maka, kita msyarakat Indonesia adalah keluarga miskin yang mempunyai anak banyak, lagipula yang bungsu terhambat pertumbuhan mentalnya, dengan sendirinya mempunyai kebutuhan khusus ( menurut ilmu pendidikan sekarang).
Bagaimana tidak ? peristiwa 4/11/2016 Jum'at jm 7 petang, depan Istana Negara RI
Anak yang bungsu ini secara normal disebut anak Bengal, selalu membuat ulah, rewel dan suka merajuk dan memamerkan tantrum dengan alasan yang tak masuk akal, bahkan bukan perilaku anak normal, apalagi orang dewasa. Pendidikan taklid kepada guru, tidak mengerti sejarah.
Sudah sekira dua abad, kekuasaan dibagi menjadi tiga institusi pokok, yaiu kekuasaan eksekutip, kekuasaan legislatip dan kekuasaan judikatip. Manurut pengalaman masyarakat Dunia, bila ketiga kekuasaan ini tidak ditangan tiga institusi yang satu sama lain tidak bisa saling menindas, bila tidak demikian, maka mudah sekali menjadi balik kembali ke susunan masyarakat yang sudah ditinggalkan yaitu masyarakat feodal dengan satu Despot Penguasa dan mudah sekali menjadi sewenang wenang. Sesederhana itu.
Lha si Bungsu yang terbelakang mental ini, merajuk tantrum membentur benturkan kepalanya sambil ngomel menjerit jerit, supaya saudaranya lain bapak, yang tidak dia senangi dan yang masih disangka menistakan si bungsu, karena plintiran berita dari anak tetangga , saudara sial ini bilang mukanya tembem. Si bungsu yang berkebutuhan khusus ini minta ortunya segera menghukum penjara si saudara yang tidak dia senangi ini, bila tidak mereka tidak mau bobok, tetep dijalanan, supaya yang tidak dia senangi, tidak bisa ikut pemilihan pemimpin sesama anak anak sepermainan di kampungnya..
Aneh tapi nyata.
Bayangkan bagaimana repotnya sang ortu.
Kalau saya jadi ortunya anak terbelakang mental dan mempunyai kebutuhah khusus ini, kepada dia juga harus dimengertikan dicekok-kan tentang sarana aturan keluarga yang fundemental, yaitu ortu harus adil dan beradab , bukan ortu yang Despotik seperti zaman feodal. Apalagi hanya menuruti tantrum yang didasari laporan plintiran berita. Anak tetangga ini mesti diperiksa dulu, jangan lantas digebug kayak zaman pak harto dulu. anak ini dibesarkan dengan dimanja, semua harus membenarkan tuntutannya karena dia memang anak emas.
Masak seorang “tokoh agama” yang kebetulan juga mukanya tembem sudah berani menentukan bahwa berita ini sudah final ( tidak dipelintir ) bisa berakibat marahnya si anak bungsu terbelakang mental ini? Karena mestinya dia tahu kemarahan anak luar biasa ini ya seperti itu, maunya si muka tembem dan golongannya yang dari dulu cuek terhadap saudara saudarinya, yang waras mengalah, bukan memberi nasihat yang sebenarnya, yaitu jangan kesusu tapi diselidiki dulu.
Kan ini mengambil keuntungan dari mengail di-air keruh ? *)
KDUA SEANDAUNYA........................
SEANDAINYA MASYARAKAT MANUSIA DI DUNIA INI SATU KELUARGA
Maka, kita msyarakat Indonesia adalah keluarga miskin yang mempunyai anak banyak, lagipula yang bungsu terhambat pertumbuhan mentalnya, dengan sendirinya mempunyai kebutuhan khusus ( menurut ilmu pendidikan sekarang).
Bagaimana Tidak
?
Anak yang bungsu ini secara normal disebut anak Bengal, selalu membuat ulah, rewel dan suka merajuk dan memamerkan tantrum dengan alasan yang tak masuk akal, bahkan bukan perilaku anak normal, apalagi orang dewasa.
Sudah sekian abad, kekuasaan dibagi menjadi tiga institusi pokok, yaitu kekuasaan eksekutip, kekuasaan legislatip dan kekuasaan judikatip. Menurut pengalaman masyarakat Dunia, bila ketiga kekuasaan ini tidak ditangan tiga institusi yang satu sama lain tidak bisa saling menindas, maka mudah sekali menjadi balik kembali ke susunan masyarakat yang sudah ditinggalkan yaitu masyarakat feodal dengan satu Daspot Penguasa dan mudah sekali menjadi sewenang wenang. Sesederhana itu.
Lha si Bungsu yang terbelakang mental ini, merajuk tantrum membentur benturkan kepalanya sambil ngomel menjerit jerit, supaya saudaranya lain bapak, yang tidak dia senangi dan yang masih disangka menistakan si bungsu, karena plintiran berita dari anak tetangga , saudara sial ini bilang mukanya tembem. Si bungsu yang berkebutuhan khusus ini minta ortunya segera menghukum penjara si saudara yang tidak dia senangi ini, supaya tidak bisa ikut pemilihan pemimpin sesama anak anak sepermainan di kampungnya, yang nakal menciptakan sumber permen fresh Polo atau Fishermans friend yang segar memakai minth/ minthol yang keras, memalak a'la Pak Ogah, di halangi oleh temannya yang tidak dia senangi itu, makanya dia dendam. (dia anak emas lho dari pemilik pabrik permen sebelah, sekarang sudah tutup, pemiliknya mati, anak anaknya bukan type pemimpin, cuma type penikmat saja, cita cita bapaknya menjadika mereka Sultan atau Sultanzah kandas, sayang)
Aneh tapi nyata.
Bayangkan bagaimana repotnya sang ortu.
Kalau saya jadi ortunya anak terbelakang mental dan mempunyai kebutuhah khusus ini, dia juga harus dimengertikan tentang sarana aturan keluarga yang fundemental, yaitu ortu yang adil dan beradab, bukan ortu yang Despotik seperti zaman feodal. Apalagi hanya menuruti tantrum yang didasari laporan plintiran berita. Anak tetangga ini mesti diperiksa dulu, jangan lantas digebug kayak zaman pak harto dulu. Masak seorang “tokoh agama” yang kebetulan juga mukanya tembem pak Udin bisa keseleo, sudah berani menentukan bahwa berita ini sudah final ( tidak dipelintir ) memicu berakibat marahnya si anak bungsu terbelakang mental ini, jadi si sial harus digebug ? Karena mestinya dia tahu kemarahan anak luar biasa ini ya seperti itu, bukan memberi nasihat yang sebenarnya, yaitu jangan kesusu tapi diselidiki dulu.
Kan ini mengambil keuntungan dari mengail di-air keruh ? *)
Maka itu, para tetangga yang menginginkan "pressure power" ditujukan kepada ortunya si anak bengal ini, saya mohon pengertian dari para tetangga bakul jajan yang kaya, jangan manjakan anak bengal ini dengan kemurahan anda memberi jajan setiap saat, sebab anak punya keterbelekangan ini akan merasa menjadi "pressure power" bikin ulah kepada ortunya, kepada dunia, bisa merubah ortu yang adil dan beradab menjadi ortu yang pilih kasih kepadanya, merubah kaidah dunia seperti maunya, jadi Dimas Kanjeng diantara saudara saudaranya kandung apa tiri, karena punya "backing" tetangga yang tidak bertanggung jawab.
Kan akan menjusahkan kita semua ? Kalau sudah begitu dia akan ancam dan bawa senjata berat, untuk memaksakan kehendaknya pada siapapun, jadi tukang palak biasa, termasuk memalak anda sendiri, dia kan ketagihan permen fresh, KERAS KAYAK "FIHERMEN FRIEND" yang ISIS, wahai tetangga kaya, karena sudah terlanjur fisiknya butuh gula jauh lebih banyak dari orang biasa, bukan untuk kerja keras demi berbangsa bernegara, tapi untuk berdaya menuruti nafsunya sewenang wenang mendominasi orang waras. **)
Kamis, 03 November 2016
MENYELA KESIBUKAN IBU RISMA ( bukan mencela lho)
MENYELA KESIBUKAN IBU RISMA, WALIKOTA KOTA MADYA SURABAYA.
Kami tahu kesibukan Ibu Walikota Surabaya, dengan panggilan akrabnya Bu Risma., mengatur kota Surabaya agar menjadi cantik dan penduduknya merasa lebih nyaman.
Soal transportasi umum.
Kota madya Surabaya sudah jadi kota besar, dengan kpasitas sebagai metropolitan wilayah Timur Negeri ini dengan Prlabuhah dan Bandaranya..
Aktivitas penduduknya untuk mencri nafkah dari kota besar ini terutama bekerja mengawaki segala kegiatan ekonomi manufaktur dan jasa. PNS Instansi Tingkat Propinsi, dan Pegawai Swasta, juga Mahasiswa puluhan Universitas Negeri dan Swasta, pelajar ratusan SMA dan SMP.
Kota yang semula panjang menyusuri Kali Mas dari Sepanjang ke Tanjung Perak, dengan segala fasilitgas transportasinya telah berubah menjadi bulat telur dengan memanjang kebarat dan ketimur.. ke barat dipenuhi dengan pabrik pabrik yang labour intensive ketimur terutama dengan hunian mewah sampai Pantai Timur Kota Surabaya. Ke Utara berhenti sampai Pelabuhan dan Depo container di bekas lapangan terbang Perak. Keselatan mendesak Wilayah Kabupaten Sidoharjo. Kebarat mendesak wilayah kabupaten Gresik. Saya salut kepada Bapal Ir Johan Silas, pecinta Kota ini, yang masih cawe cawe dalam design-nya, meskipun tanpa diminta.
Transportasi umum, tidak mengenal batas wilayah, orang berangkat dan pulang kerja, anak sekolah, orang berbelanja dan pulang, orang bersosialisasi antar mereka, kegiatan agama. Kegiatan olah raga dan hiburan, membayar pajak, mengurus dokumen Kependudukan, Penjara dan Pengadilan, terakhir kegiatan MENGUNJUNGI RUMAH SAKIT, YANG MELAYANI BPJS, acara rutin bagi manula yang masa mudanya tidak sempat korupsi.
Hampir semua Rumah Sakit di Kota ini dapat dicapai dengan berbagai moda transportasi umum, kecuali satu, YAITU RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI.
Ibu Risma telah begitu berhasil menghentikan kegiatan umum yang cukup ramai di Jarak daerah lampu merah , (konon yang terbesar di Asia Tenggara), bagus, kaum Agamawan dan Penjaga kesehatan moral bangsa , sangat terbantu. Diacungi jwmpol oleh semua fihak. Bu Risma telah berhasil mempercantik kota, dengan penghijauan. Kecuali jalan jalan baru diwilayah baru yang di design tanpa trotoir, malah tanpa saluran pematus.
Tapi Rumah sakit yang melayani lebih dari 800 pesien setiap hari, mngkin 1000 orang sehari semalam, yang 90 persen BPJS - dengan pelayanan yang alhandulillah terbaik di Kodya Surabaya, kok sulit sekali dijangkau dengan moda transprtasi umum. Hanya ada satu lin bus kota, Bungur asih – Bratang. Itu saja jarang lewat.
Wajibnya, kota yang baik selalu megupayakan akses ketempat tempat fssilitas umum ke tempat tempat yang sangat diperlukan msyarakat, supaya terjangkau oleh penduduk kota dengan murah dan gampang. Sebab diseluruh dunia justru rakyat kecil menengah bawah ini yang membayar pajak ke Negara langsung atau atau tidak lansung yang terbesar jumlahnya . Mereka, pejalan kaki, penumpang bis dan angkot, membayar ongkos per meter persegi jalan yang dipakai setiap hari, jauh lebih mahal dari pemilik mobil Ferari. Tidak semua mereka mampu menyewa taxi, gojek atau jasa transportasi umum papan atas lainnya.
Apabila Angkot merasa keberatan kerena bila pagi pagi sekali jam 530 sampai jau 730 Jalan A. Yani jadi lautan sepeda motor, merayap sehingga angkot terpaksa nombok bensin, sedang siang hari dianggap jarang peumpang.
Mbok lin yang ke utara lewat Jarak dikurangi (kan sudah sepi) dipindah ke Bungurasih –Bratang.-pp. -Kami kaum bawah dalam income, ( belum tentu dalam bidang moral dan etika, apalagi kepekaan intelektualitas) sangat membutuhkan transportasi umum, sanggup membayar jauh dekat 10 000 rupiah dari dan ke RSI Jemur, (meskipun hanya kelewatan) untuk kompensasi kekurangan penumpang pada siang hari. Katimbang naik taxi atau gojeg yang jauh lebih mahal.
Karena ada dua tiga klinik yang harus dikunjungi dan sehari hanya satu
unit klinik yang dibolehkan, meskipun
hanya untuk diambil darahnya sesudah puasa 9 jam, besoknya baru dilayani satu klinik yang bersangkutan lusa satu lagi –
kebanyakan manula mengunjungi lebih dari
satu klinik setiap bulannya.
Bu Risma sangat kaget karena di Jarak ada PSK tepaksa praktek pada usia 60 tahun, saya hormat setinggi tingginya pada kepekaan anda. Saya harapkan kepekaan yang sama dalam mengatur lin lin transportasi umum, supaya tempat tempat yang harus dikunjung oleh setiap warga Surabaya anda, bisa dijangkau karena dilewati lin angkot dengan “murah” dan handal seperti angkot dari-- ke Jarak dulu, meskipun, percayalah, saya sudah 78 tahun, tidak pernah ke sana*)
Selasa, 01 November 2016
WAHAI BANGSAKU, HUTAN DIPINGGANG GUNUNG GUNUNG SUDAH KALIAN RUSAK DENGAN CEPAT









