Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Jumat, 11 November 2016

DONALD TRUMP -DONALD TRUMP

DONALD  TRUMP  -  DONALD TRUMP.

MENGAPA  SAYA TULIS  JUDUL INI ?

Ya, karena janji kanmpanye- dia,  bila  terpilih oleh rakyat Amerika Serikat , dia akan  mengangkat Amerika Serikat  ditempat yang sangat dibanggakan oleh rakyat Amerika Serikat ini.  Tidak akan membiarkan para migran/wisatawan terutama dari Arab muslim, mengacak acak hidup warga Amerika Serikat di negaranya sendiri. seperti yang terjadi pada World Trade Centre di New York. Amerika Serikat Pemegang kekuasaan  tanpa tandingan di Dunia.

Sekarang dia menjadi President Amerika Serikat, yang sudah dua ratus lima puluh tahun lebih juga merangkap jadi  Kepala Negara,  dalam Republik dengan sistim  Pemerintahan Presidensial,  seperti di Indonesia.

Bila keterbatasan sekaligus kelebihan kita disini adalah kemajemukan peghuninya, yang masih dalam alam fikiran feodal,  sudah menapaki alam pikiran demokrasi,  maka di Amerika Serikat kelebihan dan sekaligus menjadikan keterbatasan Amerika Serikat adalah kecintaan  rakyatnya akan kebebasan, gaya demokratik. Yang sudah sangat cocok dengan kondisi negaranya yang memberikan segala kemungkinan seperti digambarkan dalam buku “ The Land of Plenty”. Thomas Mann

Bila kecintaan rakyat terhadap kebebasan ini ditangkap oleh calon presiden dan divisualisasikan dengan mudah kapada rakyatnya, maka Sembilan  puluh persen dia akan jadi Prsiden.

Kenyataan-nya di  Dunia kita, kebebasan hanya diperoleh dengan KEKUATAN  ADIDAYA, KEKUATAN  FISIK-LAH YANG MENJADI  KUNCI  HAEGEMONY MUTLAK . Ini dapat divisualisasikan dengan terang terangan oleh Donald Trump, tanpa tedeng aling aling.

Melalui dua Perang Dnnia  dalam kurun waktu satu abad yaitu 1914 – 1917  dikenal dengan Perang Dunia I dan 19 39– 1945 dikenal denga Perang Dunia II. Amerika  Serikat membuktikan  bawa dia adalah pemegang Haegemouny Dunia.  Denga cara apapun, militer atau ekonomi. 

Kekuatan meliternya didukung rakyat dengan kata “ yes sir” dengan kepala tegak, mata mendelik, suara keras dan tegas.   Prajurit mereka didapat dari dukungan rakyat denga lotre draft/ wajib militer.

Dengan  sistim ekonominya yang  Kapitalistik bahkan imperialistik,  yang tidak segan segan didukung oleh kekuatan militer, terbukti ampuh untuk menguasasi sumber daya alam seluruh Dunia.  dilaksanakan dengan terang terangan, tanpa basi basi.

Maka itu mereka memilih Donald Trump. Rakyat mengerti karena dia terang tengan bakal  membentengi Negaranya  dari  pendatang  dari Amerika Latin,  Menyadarkan migran dari Afrika akan kedudukannya,  yang bisa dideportasi setiap saat, menyadarkan orang Arab bahwa Amerika Serikat adalah sekutu dalam sistim Kapitalis, kalau perlu  sistim imperialis  bersama dengan  kelompok Negara kapitalis yang lain termasuk Negara Israel, dan Rusia cs,  dia bukan sekutu Islam.  Sebab dengan dalih  apapun rakyat Amerika sangat terpukul  dengan ditubrukkannya pesawat penumpang Amerika sendiri ke Menara Kembar di New York dikenal dngan The World Trade Centre” dihancurkan oleh   orang Arab apapun alasannya.  Mereka tidak akan diberi keleluasaan apapun untuk bergerak  diseluruh Dunia. Ini harga mati rakyat Amerika sekarang , dan  berhasil  di visualisasikan  eleh Donald Trump, atau oleh siapun yang lain.

Hillery Clinton sangat mengerti situasi bathin rakyat Amerika sekarang, tapi dia terikat oleh ideology    “etische politiek”,  belum sepenuhnya dimengerti oleh golongan menengah ,  pada akhirnya hasilnya toh sama saja :  Amerika Serikat adhidaya Dunia nomer satu, tanpa  pertentangan dari bangsa lain yang bakal merepotkan.   Hanya  akan lebih awet dan  lebih  murah, sesuai dengan epoche sejarah dan hari depan dunia manusia. Langkah langkah kampanyenya tidak akan sia sia, yang belum mengerti akan tahu, …………ya biasa,  rakyat dimana mana ya telmi (telat mikir).

Problim bagi kita,  adalah memvisualisasikan kepada Trump  : Islam di Indonesia adalah damai, cerdas  dan mampu menjadi rakhmatan lil alamin,  meskipun seribu persen medukung rakyat  Palestina untuk mempunyai  negaranya sendiri yang berdaulat, Karena Kemerdekaan adalah hak semua bangsa sudah ditulis di UUD kita.  Jadi soal Pelestina dan Israel adalah soal Negara, menurut jalur diplomasi Republik  kita ini, kaum muslimin tidak usah  merepoti mereka, malah minta makan  disana  lebih dari kemampuannya  berperang, disuasana gurun pasir.

Adapun kepentingan organisasi social dan organisasi politik kaum muslimin, yang  dicurigai Donald Trump merunuti garis keras atau bermain slingkuh, berkhalwat  dengan garis keras, akan  membuat iritasi  Pemerintah Amerika Serikat dengan Presiden siapa saja. Sebab Israel bisa meyakinkan  Amerika  bukan hanya Donald Trump,  diperlukan jadi polisi menjaga kepentingan minyak disana.   Inipnn harga mati mereka, sampai membunuh Gadafi, Osama ben Laden dan Saddam Hussain pun dilakukan.

 Jadi hanya kepentingan   kekuasaanlah yang merangsang  organisasi social dan organisasi politik  seperti  yang dilakukan sekarang ini,  demi berkuasa menguras dana masyarakat.  Ternyata  mereka hanya sebagian minoritas dari kaum muslimin, sebagian kecil saja, walau mampu menggerakkan masa seperti  tanggal 4/11/2016. Menggunakan momentum sentimen  penistaan agama, kebodohan  pengikutnya  yang sangat dibuat buat. Seolah olah Superpower masih bersekutu dengan mereka untuk membendung “domino principle” dengan tumpukan US dollar, kan  sudah dimenangkan, dan tidak akan ada lagi makan siang gratis bagi mereka. Sayang, era Suharto sudah berakhir. Oportunis ini harus bermanuver cara lain. Bukan bersandar pada majelis yang membabi buta bersikukuh minta dihormati bila lagi puasa, berduri duri kayak landak diarena pergaulan  bangsanya yang plural, tanpa kesejukan toleransi, dengan mudah mengorbankan persatuan bangsanya> 

Pemerintahan Jokowi dan sebagian besar ormas dan orsos Islam, berusaha dan pasti berhasil mendapat citra sebagai  penggerak policy sejuk dan damai dari kaum muslimin seperti yang digariskan  oleh ideology Islam  yang sesungguhnya.  Tanpa  dirangsang oleh kepentingan kepentingan bantuan dana dari sana seperti biasanya, dan banjirnya bagi mereka kesempatan  berKKN seperti pada zaman Orde Baru. 

Adapun  ada pesan dari saudara  tua kita yang hidup di padang pasir, bahwa muslimin bisa mengalahkan  kaum musyrikin bila sudah menjalani agamanya secara kaffah. Terbukti bahwa upaya memurnikan agama yang dimotori oleh ulama Arabia Abdul Wahab, dapat menyatukan suku  suku Beduin melawan dominasi Turki yang dekaden  menurut anggapan mereka, dan berdirilah Saudi Arabia.  Ini adalah langkah strategis yang perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat,  disuasana yang  terlanjur plural dalam budaya tropis basah, seperti di masyarakat kita sekarang ini.  Diperlukan kader kader yang cerdas, yang bisa melihat jauh kedepan, tanpa kehilangan prinsip.*)


 

 

 

 


 

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More