Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Senin, 25 Juni 2018

KHUSUS DAUR ULANG POSTING TAHUN LALU,, TEKA TEKI R.M.P, SOSROKARTONO

Khusus didaur ulang

BISIKAN LEMBUT, PETUNJUK  DARI SEORANG FILOSOF JAWA:  DRS. RMP SOSROKARTONO: ”MURID GURUNE PIBADI. GURU MURIDE PRIBADI”

Artikel ini bisa dibaca di google  dengan kata kunci  " Bisikan lembut dari filosof jawa islam jawa" RMP Sosrokartono, urutan paling atas, atau "ulama islam jawa". Zaman penjajahan sesudah Perang Diponegoro, ada banyak fakta tulisan  lebih rinci dari laporan bloggers, yang mereka gali mengenai hubungan erat antara RA Kertini, kakandanya RMP Sororkartono dan Kiai Sholeh Darat, ayah mbah Sholeh Darat juga berasal  dari Mayong Kudus (biodata mbah Sholeh Darat - google), dan banyak Kiai lain sejamannya, antara lain Kiai Hasyim Asjhari dan kiai Ahmad Dahlan, juga murid Kiai Sholah Darat ini, di Semarang.
http://www.aktual.com/kiai-sholeh-darat-profil-ulama-tasawuf-nusantara-berjiwa-nasionalis/ 
RMP Sosrokartono. sarjana bahasa dan indoloog ( ahli budaya Nederlands Indie) lulusan Univ. Leiden negeri Belanda. Hidup sezamam dengan jaya jayanya penjajahah Belanda, dengan siasatnya yang paling ampuh “ devide et impera” di Nusantara.

Beliau pasti tahu tentang bangkitnya ummat islam mengalami kakalahan dan babak belur dengan Serikat Islam yang berakhir dengan pembuangan masal anggautanya ke Boven Digul. Pertentangan yang di api apikan oleh  intelijen penjajahan dengan di sulutnya pertentangan antara  gerakan Ahlul sunah wal jamaah dengan sosok Hasyim Ashari dan Muhammadiyah  dari sosok Ahmad Dahlan yang disusupi oleh agen Dr, Snouck Horgronje dan Van Der Plas, agen Muhammad Basya Dahlan( utarabersatu.blogspot.co.ic/2013/van-der-plas-syeikh-akhmad-syaurkati.htmi )

Di Jazeerah Arab sendiri sedang marak berkobar gerakan Islam dengan gerakan pemurnian a’la Abdul Wahab, yang disambut para syaikh Arab dengan sangat semangat kebagai lambang perlawanan terhadap penjajahan Turki, bisa menyatukan kabilah kabilah melawan Turki yang sudah dianggap decadent. Begitu juga gema yang disuarakan oleh Muhammad Basya Dahlan dengan anti TBC ( Takhayul, Bid’ah dan Churafat), yang oleh penjajah diarahkan ke pertentangan dengan masyarakat jawa yang masih memikul budaya sebelumnya yaitu kebudayaan Hindu. Umpama penghormatan kepada orang tua, yang masih hidup atau  walau sudah mati, dengan melantunkan do’a. Musykilnya membicarakan Allah, yang bagi orang Jawa tidak terlalu musykil. “Lamun adoh tanpa wangenan, lamum cedhak tanpa senggolan.” Biasa saja. Ada disuatu tempat bila jauh tak terhingga bila dekat tanpa bersenggolan. Konsep ini tidak terlalu membebani pemikiran Jawa.

Dasar agen pemecah belah, agen Van Der Plas, Mokhammad Basya Dahlan. 

Dahlan yang ini memurnikan ajaran Islam memperoleh pengikut yang banyak di Muhammadiyah, melancarkarkan pemberantasan TBCnya dengan fatwa fatwa penyimpangan syari’ah dengan ancaman neraka jahanam.  Menyulut kebencian kepada ajaran ahlul sunnah wal jamaah dengan toleransinya terhadap sisa budaya Hindu, misalnya acara “nyadran” yaitu rame reme membersihkan kuburan desa kakek moyang nya sebelum  puasa bulan Ramadhan, ditutup dengan slamatan makan besar bersama dan do'a yang masih ditandai dengan nama upacara Hindu, upacara “sradda” mirip dengan kata "nyadran"

Begitu juga Muhammad Basyar Dahlan, dengan azas pemurniannya, menabrak kanan kiri ajaran islam yang masih dalam proses penyerapan lewat jalan falsafah atau tasawuf , sebab dari asalnya di timur tengah sampai India, islam disebarkan mulai dengan ajaran syari’ah  yang sangat ditekankan pada para pemeluk Islam yang baru, ajaran syari’ah yang komplit dan benar, disegala bidang kehidupan. Harus dilakukan secara taklid/membuta tuli saja.  Sedangkan penyimpangan terhadap fatwa fatwanya, dihujat sebagai kafir dan diancam dengan neraka jahanam.  Penduduk Nusantara tumbuh ditengah iklim yang sangat nyaman, mereka ada waktu buat berfikir dan merenung, di Jawa ajaran  filosofi yang abstrak sudah menjadi  sumber inspirasi untuk menata kehidupan masyarakat berdasarkan karmapala dan dharma. Oleh pendahulu ahlul sunnah wal jamaah, tidak dihadapkan dengan fatwa, tapi dengan ama makruf nahi mungkar, segala amal baik/jahat akan di hisab di akhirat karena sudah tercatat sempurna oleh malaikat, yang tidak bisa disuap dengan apapun.  Basya Dahlan menuntut perubahan radikal dari  budaya masa lalu diganti dengan budaya islami.....yang artinya budaya Arab semenanjung Hijaz sebab, perpecahan dan kebencian antara umat islam adalah tujuannya, dan disana ada Ka'bah.

Dalam hiruk pikuk antara umat islam di Nusantara, tuan Gubernur Jendral dan penasihatnya Tuan Van Der Plas tidak campur tangan, tapi menghadiahi honor besar untuk pengarang penghujat ulama yang masih memberi toleransi kepada budaya setempat, memberikan dukungan materi diam diam bagi maraknya pertentangan itu, dengan penerbitan hujatan hujatan kasar dan hinaan terhadap keterbelakangan mereka yang UZLAH (membelakangi)  budaya barat yang moderen, sangat mempengaruhi kaum inteligensia Nusantara selanjutnya, membentuk budaya Priyayi dan freiedenkers terpisah dari rakyat.

Tentu saja Drs RMP Sosrokartono sebagai inteligensia Jawa, cucu Kiai dari sisi ibu, dari desa Mayong Kudus, sangat prihatin dengan keadaan ummat Islam, yang semestinya membimbing kemajuan berfikir islami yang rasional dan universal supaya bisa menjadi panji panji budaya merdeka di Nusantara yang sangat luas dan beraneka ragam budayanya.

Kok bertengkar oleh perkara yang kecil kecil dengan ancaman siksa neraka dan hujatan kasar dan dibuat buat. Maka beliau meninggalkan teka teki diatas, supaya hanya dipahami oleh mereka yang cukup berfikir dengan analisa moderen, tanpa menggugah akar rumput yang emosional. Beliau sekolah di sekolah Belanda dari kecil sudah dipisahkan dari rakyatnya dari desa desa. Tentu saja beliau tidak leluasa, malah dicurigai ulama, bila mencampuri urusan agen provokator Belanda, apalagi perkara Islam yang menurut tradisi harus dipelajari dari tanah Arab, dari orang Arab.

Sebagai sarjana ilmu bahasa tidak mungkin beliau salah dalam menyusun kelimat, apalagi kalimat bahasa bahasa rumpun Melayu yang tatabahasanya sederhana : pokok kalimat – sebutan – pelengkap penderita/pelengkap penyerta urut. Tidak bisa dibolak balik seperti kalimat bahasa yang sudah canggih dengan perubahan kata menurut fungsinya dalam kalimat. Sehingga bisa dibolak balik tanpa merubah fungsi kata juga artinya. asal perubahan kata itu sudah menurut kaidah gramatikanya.( Google: idesubagyo blogspot.com)

 “Murid gurune pribadi, guru muride pribadi” . begitulah peninggalan Drs. RMP Sosrokartono.  Kalimat ini teka teki, enigma, yang menyesatkan banyak orang, terutama mereka yang menggeluti ilmu kebathinan jawa. Tebakan mereka boleh juga hasilnya, banyak yang sampai di kesimpulan murid dan guru adalah sama dimata Allah, murid mrencari guru, sebaliknya guru mencari murid. Tidak merubah harkatnya guru mengusir kegelapan dan murid menerima penerangan. Tapi untuk mengatakan ini sang linuwih yang hidupnya zuhud, penuh welas asih ini tidak perlu memberikan teka teki yang merupakan kekeliruan gramatika dong, kan orang curiga ?

Tidak mungkin kekeliruan gramatika ini dibuat oleh seorang ahli bahasa seperti beliau, tanpa disengaja. Perlunya hanya supaya akan di bahas dikalangan orang yang sudah mau belajar berargumen dengan otak, bukan orang yang emosional, egosentris cynical terhadap pendapa orang lain,deperti  para Guru spiritual. Hajar, Ketua Aliran Kebathinan yang serem, bagi yang tidak sama derajad canggihnya dengan dia, terlebih menyulutnya dikalangan akar rumput sambil menberi bumbu bumbu bibit perpecahan, tanpa mau berfikir, atau benarnya sendiri, mengedepankan ego, berargumen dengan kekuatan fisik, kebiasaan di akar rumput.
Dalam kalimat sederhana dari bahasa rumpun Melayu bahkan bahasa China, dalam tatabahasanya tidak ada perubahan kata, baik kata benda, kata sifat, kata keadaan, awalan atau akhiran, yang berubah ucapan maupun bentuknya dalam kalimat menurut fungsinya, Sehigga  setiap fungsi dari satu kata dalam kalimat, bisa diletakkan dimana saja dalam kalimat itu. Sebaliknya dalam kalimat bahasa rumpun Melayu maupun rumpun China, fungsi POKOK KALIMAT harus didepan sendiri, baru berikutnya SEBUTAN KALIMAT, disusul dengan PELENGKAP PENDERITA atau PELENGKAP PENYERTA. Jadilah kalimat yang benar. Arti kalimat akan berubah dengan merubah tempat kata katanya, misalnya: "Sarung ini ditanggung tidak luntur", arti dan maknanya akan lain sekali bila disusun "Luntur tidak ditanggung ini sarung" arti dan maknanya jadi lain sekali dengan susunan kata dalam kalimat pertama.

Kalimat majemuk, dua kalimat dijadikan satu, dengan koma, hanya bisa disusun bila POKOK KALIMAT nya sama, dalam bahasa rumpun ini.

Jadi kalimat teka teki beliau bila membacanya dibalik, ( seperti kebiasaan tulisan Arab) yang paling belakang dibaca dudu menjadi “ PRIBADI muride GURU, PRIBADI gurune murid. (tambahan saya: atau santri) . Susunan sebagai kalimat majemuk  wutuh : "PRIBADI muride GURU, gurune murid /santri."
Yang tersirat dalam kalimat ini PRIBADI muride GURU di induk kalimat guru saya tulis dengan huruf besar menurut bahasa sansekerta dan manurut bahasa Arab adalah  ALLAH

Jadi maksudnya PRIBADI di  induk kalimat ini adalah RASULULLAH MUHAMMAD SAW. Sedangakan guru adalah ALLAH.

Di anak kalimatnya disebut lagi sebagai “ PRIBADI  gurune murid” atau sahabatnya - pribadi disini alalah MUHAMMAD RASULULLAH. Sedangkan murid  dianak kalimat ini adalah sahabatnya empat orang yang selalu bersama sama (kemudian disebut khalifaurasyiddin sesudah Rasulullah wafat) dan ummatnya yang pertama mengikuti beliau, saya ingatkan : 

Abu Dzar seorang baduin dari Gifar satu oasis kecil dilewati kabilah dagang dari Mekah ke Syam atau sebaliknya. Si beduin ini jalan kaki sendiri siang malam, sampai di Mekah. Dia duduk di pinggir jalan ke Ka'bah sambil melihat kanan kiri  barangkali ada orang yang bisa ditanya rumah Muhammad  rasulullah. Hanya seorang dengan curiga balik tanya ada keperluan apa - Abu Dzar al Gifari mengenalkan diri, menerangkan keperluannya minta penjelasan dari sang Rasulullah.  Setelah bertemu dengan beliau segera Abu Dzar minta di baiat masuk Islam dan berjanji semua warga Gifar bakal ke Mekah bersamanya. Hari kedua di Mekah dia dipukuli orang Mekah, karean dia secara lugas berpidato mendukung sang Rasuullah. kanjeng Nabi tidak sampai hati, segera Abu Dzar diasuruh pulang ...............Dia merasa belum cukup mendapat pencerahan. Rasulullah menjawab singkat.... disanggah cara beduin....... kanjeng Nabi bersabda..............
Lha jawaban terakhir  ini yang ndak pernah diungkapkan selama berabad abad. Sebab Abu Dzar al Gifari muslim pertama yang di hindari, tidak disengangi oleh komunitas prajurit kavalerist-2 kaya dari kaum Qurais, yang sangat dibutuhkan oleh pasukan Islam yang sedikit dan miskin, baju zirah, senjata, tunggangan kuda, bekal dimuat onta, prajurit pengiring ---sama sekali tidak punya.    Periode perjuangan Nabi saat itu mengharuskan menyingirkan dulu Abu Dzar, dari Mekah meskipun Nabi  pada prinsipnya sangat condong pada pendapatnya.                                                                                     Jawab Rasulullah salallahu alaihi wassallam tidak pernah di dibicarakan hingga sekarang, kecuali orang yang beruntung mendapat pecerahan dari guru yang beruntung. Memang, di google saya cari malah dapat jawaban yang panjang lebar, tidak cocok dengan situasi konspirasional......... malah Abu Dzar  pusing tujuh keliling.


Sebab, sumber pertama dari ajaran Islam  salaf adalah ALLAH lewat Al QUR'AN, yang disampaikan kepada Rasulullah Muhammad SAW, oleh malaikat Jibril, dia adalah PRIBADI gurunya para murid/santri yang keterangan pembahasannya oleh Rasulullah diabadikan dengan AL HADIST, ini yang sahih, dijadikan patokan islam disamping Al Qur'an. Karena berisi ajaran yang universal dan pokok kewajiban dan larangan bagi umat manusia. Sampai sekarang disebut Hadist Kudzi. Santrinya Rasulullah adalah hanya orang orang dekat tertentu yang sudah menyampaikan sunnah teladan rasulullah di AL HADIST,  dalam perilaku hidup para sahabat dicatat juga oleh pengikut Khalifaurasyiddin kemudian, yang sayangnya sang pengikut dari khalifaurasyiddin ini sudah terpecah belah oleh kepentingan kesukuan, persaingan kekuasaan, iri hati dari puak Arab, sehingga tidak bisa jadi patokan yang universal.
Jadi itulah sumber dari salaf yang ada, hanya mencakup pelajaran yang universal, Al hadist yang soheh.
bisa ditrapkan kepada seluruh umat manusia. Itu saja masih harus dibedakan mana yang ajaran Islam dan mana yang budaya Arab. google kata kunci: Sumanto al Qurtubi, yang budaya Arab bukan ajaran dan bukan sunnah nabi.(gelorafirman.org/prof-sumanto-al-qurtubi-antara-islam-dan-budaya-arab/ )
DRS. RMP SOSROKARTONO alm. di era beliau hidup, segan membicarakan itu, menghadapi masa yang fanatik mengacaukan antara sunnah nabi dan budaya Arab. Karena itu beliau prihatin, kok para ulama pada saling menghujat oleh sebab perkara yang kecil, melupakan yang pokok, hasil politik devide et impera penjajah, sedang rakyat masih sangat sengsara miskin dan kelaparan dibawah penjajahan.
Maka beliau menciptakan kalimat teka teki itu. supaya akar rumput fanatik tidak teragitasi.
Mungkin juga beliau tidak merasa mempunyai otoritas untuk ikut berbicara secara terbuka, pasti akan digugat para ulama, sebab beliau memang inteligensia dari priyayi, yang sekolah di Negeri Belanda, diragukan pernah mengaji dibawah asuhan al mukharom yang mana. Tapi membaca risalah dan buku buku islam pasti iya.
Baru ummat islam bisa bersatu bila  melaksanakan ajaran dari sumber yang universal dan pokok, menurut beliau.

Mengabaikan distorsi adu domba yang disulut oleh agen Dr Snouck Horgronje – Van Der Plas, Muhammad Basya Dahlan dan sejenisnya, yang semakin canggih hingga sekarang masih mengungkit ungkit hal yang masih bisa diatasi dengan contoh berperilaku ma'ruf dKm keseharian OLEH ULAMANYA, tidak membesar besarkan permusuhan menggerakkan akar umput, dan tanpa maksud baik sama sekali. gampang sekali meberi fatwa hukum mati.

Sebab kebutuhan mengenai ketegasan aturan islam semakin disesuaikan dengan luasnya wilayah muslim dikala itu, waktu generasi generasi ulama zaman lain, bagian bhumi yang lain. misalnya masjid dtimabah dengan menara untuk mnenyerukan adzan, menara ini oleh orang Mesopotamia majusi tempat api yang mereka sembah (ustadz

Sampai sekarang dari wilayah geografi sampai wilayah budaya diseluruh dunia. Ingat islam tidak akan mempersulit ummatnya.

Adapun hiruk pikuk kala itu yang beliau ikut prihatin  adalah bersumber pada fatwa generasi generasi ulama tahap ketiga dan selanjutnya hingga sekarang, yang sebenarnya bukan alasan untuk saling hujat dan saling benci, saling mendorong ke neraka, sambil mengangkat kroninya sebagai ahli surga *)

COPY PASTE DARI  DUA LAUTAN BERTEMU
https//wordpress.com./2007/10/24/rm-panji-sosrokartono/
Judul artikel ini ada juga di box google denqan kata kunci RMP Sosorokartono filosof jawa./


Beranda
Filosofi
·         Artikel
·         Kontak
·         Ratu Adil
·         Sholat, Jihad & Shodaqoh
quote:·         

Submit
Beranda > Leluhur yg Hilang > R.M Panji Sosrokartono
R.M Panji Sosrokartono
24 Oktober, 2007xendroTinggalkan komentarGo to comments
Kaum bangsawan di Belanda menjulukinya Pangeran dari Tanah Jawa. Raden MasPanji Sosrokartono, kakak R.A. Kartini, selama 29 tahun, sejak 1897,mengembara ke Eropa. Ia bergaul dengan kalangan intelektual dan bangsawandi sana. Mahasiswa Universitas Leiden itu kemudian menjadi wartawan perang bengsa Indonesia pertama pada Perang Dunia I.
Di Indonesia, Sosrokartono mendirikan sekolah dan perpustakaan. Ia juga membuka rumah pengobatan Darussalam di Bandung. Tempo menelusuri jejak sang intelektual dan spiritualis ini dari orang-orang yang pernah
bersinggungan dengan Sosrokartono, juga dari berbagai bukunya, termasuk surat- surat Kartini dan adik-adiknya, dan dari naskah pidatonya yang masih tersimpan di Leiden.
Selama 29 tahun ia hidup melanglang Eropa. Di Bandung ia mendirikan perpustakaan, rumah pengobatan, dan dicap komunis.

FOTO hitam putih seukuran kartu pos itu masih ia simpan rapi. Saat itu Kartini Pudjiarto masih delapan tahun. Ia bersama ibunya RA Siti Hadiwati dan kakeknya PAA Sosro Boesono berfoto bersama RM Panji Sosrokartono di rumah pengobatan Darussalam di Jalan Pungkur 7, Bandung, milik Sosrokartono.
Sosrokartono (1877-1952) adalah adik kandung Boesono. Keduanya adalah kakak RA Kartini, pahlawan emansipasi wanita yang setiap tanggal 21 April selalu dirayakan di seluruh pelosok Indonesia. Mereka adalah anak Bupati Jepara Raden Mas Adipati Ario Samingoen Sosroningrat untuk periode
1880-1905 dari perkawinannya dengan Ngasirah. Pasangan ini memiliki delapan anak.
Foto yang menjadi koleksi tak ternilai Kartini Pudjiarto itu dipotret pada 1950, dua tahun menjelang Sosrokartono wafat. Eyang Sosro, begitu Kartini memanggil, duduk di sebuah kursi. “Eyang Sosro lebih sering duduk di kursi, karena separuh tubuhnya sudah lumpuh,” ucapnya kepada Tempo pekan lalu.
Ia masih ingat, setiap kali berkunjung ke rumah panggung yang dindingnya terbuat dari bambu itu, ia selalu dicium dan diusap kepalanya. Eyang Sosro sering berpuasa. Jika tak berpuasa, ia jarang makan. “Eyang sering hanya minum air kelapa,” tutur Kartini.
Meski separuh lumpuh, Kartono–begitu RA Kartini dan adik-adiknya memanggil–masih menerima ratusan tamu yang datang dengan berbagai kepentingan, mulai dari sekadar meminta nasihat, belajar bahasa asing, hingga mengobati berbagai macam penyakit.
Pada setiap pengobatan, Kartono biasanya memberikan air putih dan secarik kertas bertulisan huruf Alif (singkatan dari Allah) kepada pasien. Kartini Pudjiarto masih menyimpan lukisan sederhana berbingkai kayu yang berisi goresan Alif di kertas putih pemberian Eyang Sosro. “Katanya buat jaga-jaga,” ujar Kartini.
Ada pula secarik kertas putih yang berisi nasihat Eyang Sosro bertulisan “Sugih tanpa banda / Digdaya tanpa aji / Nglurug tanpa bala / Menang tanpa
ngasorake” (Kaya tanpa harta/ Sakti tanpa azimat/ Menyerbu tanpa pasukan/
Menang tanpa merendahkan yang dikalahkan) yang ditempel dengan selotip di
dinding. Ia juga menyimpan tongkat Kartono, yang merupakan jatah warisan
keluarga yang dibagi-bagi setelah sang eyang meninggal.
Air putih, huruf Alif, nasihat-nasihat hidup yang ia tulis dalam bahasa
Jawa, dan laku berpuasa berhari-hari, adalah bagian dari “wajah mistik”
Sosrokartono, orang Indonesia pertama yang terjun ke medan peperangan di
Perang Dunia I di Eropa sebagai wartawan. Selama 29 tahun, Sosrokartono
lebih dikenal sebagai seorang intelektual yang disegani di Eropa. Ia kerap
dipanggil dengan sebutan De Javanese Prins (Pangeran dari Tanah Jawa) atau
De Mooie Sos (Sos yang Tampan).
Ia mengembara ke beberapa negara. Mula-mula ia belajar di Delft, Belanda,
lalu pindah ke Universitas Leiden, bergaul dengan kalangan bangsawan
Eropa, kemudian menjadi wartawan perang. Ia juga pernah menjadi staf
Kedutaan Besar Prancis di Den Haag, bahkan sempat menjadi penerjemah untuk
Liga Bangsa-Bangsa. Kartono pada akhirnya memutuskan
pulang ke Indonesia mendirikan perpustakaan dan sekolah. Seperempat abad
sisa umurnya kemudian ditambatkan sebagai seorang spiritualis.
Pramoedya Ananta Toer dalam Panggil Aku Kartini Saja (Hasta Mitra,
Jakarta, 1997) menggambarkan kelebihan Kartono sebagai spritualis itu.
Pram mengutip kesaksian seorang dokter Belanda di CBZ (kini RS Dr Cipto
Mangunkusumo, Jakarta) pada 1930-an. Ia menyaksikan Kartono menyembuhkan
wanita melahirkan yang menurut para dokter tak tertolong lagi, tapi sembuh
setelah minum air putih yang diberikan Kartono.
Suryatini Ganie, cucu RA Sulastri Tjokrohadi Sosro, kakak seayah
Sosrokartono, menggambarkan kelebihan Kartono yang juga kakeknya itu
sebagai orang yang mudah sekali menebak pikiran orang. Menurut pengarang
buku Resep-resep Kartini ini, Eyang Sosro cenderung menyendiri, jauh di
Bandung, dibanding berkumpul dengan keluarga yang tersebar di Jawa Tengah.
Rumah pengobatan Pondok Darussalam milik Sosrokartono merupakan rumah
panggung yang terbuat dari kayu dengan dinding bambu. Rumah itu dibangun
memanjang membentuk huruf L sepanjang Jalan Pungkur. Bangunan itu tepat
berada di depan terminal angkutan kota Kebun Kelapa sekarang.
Kini bangunan itu sudah tidak ada lagi. Penghuninya sudah berganti, begitu
juga nomor rumahnya, yang sudah memakai nomor baru yang dipakai sejak
1960-an. Pemilik ruko yang menempati Jalan Pungkur 3, 5, 7, 9 ketika
ditanya tidak tahu bahwa di jalan itu pernah ada pondok pengobatan milik
Sosrokartono. Mendengar cerita Kayanto, pondok
pengobatan milik Kartono diperkirakan menempati deretan bangunan yang kini
sudah berubah menjadi toko listrik, swalayan di Gedung Mansion, serta
sebuah apotek yang terletak di sudut Jalan Pungkur dan Jalan Dewi Sartika.
Kayanto Soepardi, 63 tahun, putra seorang asisten Sosrokartono, masih
ingat: Darussalam tak pernah sepi. Tamunya mulai dari orang Belanda,
pribumi, hingga Cina peranakan. Ia pernah melihat Bung Karno datang
menemui Kartono. Saat itu Kartono menggoreskan huruf Alif di atas kertas
putih seukuran prangko dan menyelipkannya ke dalam peci Bung Karno,
entah untuk apa. Bung Karno pula, menurut penuturan ayahandanya, kerap
datang untuk belajar bahasa kepada Sosrokartono.
Kartono, menurut Kayanto, tidak pernah lepas dari sebuah tongkat, beskap
berwarna putih lengan panjang, sebuah topi (mirip mahkota) warna hitam,
dan mengalungkan tasbih yang menggantung hingga dadanya. Janggutnya
sebagian sudah memutih, sorot matanya tajam, dan lebih banyak diam.
Darussalam, selain menjadi rumah pengobatan, juga sebuah perpustakaan.
Kartono dalam suratnya kepada Abendanon pada 19 Juli 1926 (Surat- surat
Adik R.A. Kartini terbitan PT Djambatan 2005) menceritakan selain
mendirikan perpustakaan Panti Sastra di Tegal bersama adiknya, RA
Kardinah, ia juga mendirikan perpustakaan di Bandung. “Perpustakaan ini
tidak disebut dengan nama yang lazim melainkan merupakan lambang dari
suatu pengertian baru, suatu cita-cita baru. Namanya Darussalam, yang
berarti rumah kedamaian,” tulis Kartono.
Buku-buku perpustakaan itu disumbang oleh dua orang insinyur perusahaan
kereta api Staats Spoorwegen, tiga orang partikelir bangsa Belanda, dua
orang wanita Belanda, tiga orang Jawa, dan seorang Tionghoa. “Semboyannya
tanpo rupo tanpo sworo, yang berarti tidak berwarna, tiada perbedaan,
tiada perselisihan,” ucap Kartono.
Budya Pradipta, Ketua Paguyuban Sosrokartanan Jakarta dan dosen tetap
bahasa, sastra, dan budaya Jawa Fakultas Sastra Universitas Indonesia,
mengatakan Darussalam adalah bekas gedung Taman Siswa Bandung. Kartono
diminta menempati gedung itu oleh RM Soerjodipoetro, adik Ki Hajar
Dewantara. “Eyang Sosro di sana karena diminta menjadi pimpinan Nationale
Middelbare School (Sekolah Menengah Nasional) milik Taman Siswa,” ujar
Budya.
Di perpustakaan inilah tokoh pergerakan Indonesia sering berkumpul,
termasuk Ir Soekarno. Bung Karno juga diminta mengajar di sekolah itu
bersama Dr Samsi dan Soenarjo SH. Gedung ini juga dipakai oleh Partai
Nasional Indonesia dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisastie
pimpinan Abdoel Rachim, mertua Bung Hatta.
Kepeloporan Kartono sebagai tokoh pendidikan inilah yang hendak dikenang
Sukadiah Pringgohardjoso, mantan Duta Besar RI untuk Denmark (1981-1984).
Sukadiah kini aktif sebagai pembina Yayasan Pendidikan Anak Sehat
Sosrokartono di Cengkareng Barat, Jakarta. Yayasan ini didirikan oleh
Sosrohadikusumo, anak dari Soematri Sosrohadikusumo–adik Kartono. “Kami
lebih mementingkan hal-hal konkret: mendidik anak sesuai dengan
keinginan beliau dan mengentaskan kemiskinan,” ujar Sukadiah.
Kartono tak pernah beku. Di Belanda, selain kuliah, ia menjadi koresponden
liputan Perang Dunia I untuk koran The New York Herald, cikal bakal The
New York Herald Tribune. Agar bisa lebih masuk ke kancah perang, ia
menerima pangkat mayor dari tentara Sekutu, tapi menolak dipersenjatai.
Salah satu keberhasilan Kartono sebagai wartawan adalah
ketika berhasil memuat hasil perjanjian rahasia antara tentara Jerman yang
menyerah dan tentara Prancis yang menang perang (Baca: Wartawan Mooie dari
Hindia Belanda).
Sebagai koresponden perang, tulis Mohammad Hatta dalam Memoir, Kartono
bergaji US$ 1.250 sebulan. “Dengan gaji sebanyak itu, ia dapat hidup
sebagai seorang miliuner di Wina. Menurut cerita ia bergaul dalam
lingkungan bangsawan,” tulis Hatta.
Kartono, intelektual yang menguasai 17 bahasa asing itu, mudah diterima
kalangan elite di Belanda, Belgia, Austria, dan bahkan Prancis. Ia
berbicara dalam bahasa Inggris, Belanda, India, Cina, Jepang, Arab,
Sanskerta, Rusia, Yunani, Latin. Bahkan, “Ia juga pandai berbahasa
Basken (Basque), suatu suku bangsa Spanyol,” kata Hatta.
Dengan pengetahuan dan kecakapan berbahasa itu, Kartono memberanikan diri
menemui Gubernur Jenderal W. Rooseboom pada 14 Agustus 1899, sebelum
berangkat ke Batavia untuk memangku jabatannya yang baru. Solichin Salam
dalam Drs. RMP Sosrokartono, Sebuah Biografi (terbitan Yayasan Pendidikan
Sosrokartono, 1979) menyebutkan, dalam pertemuan
tersebut Kartono meminta kepada Rooseboom untuk benar-benar memperhatikan
pendidikan dan pengajaran kaum pribumi di Hindia Belanda.
Profesor Dr J.H.C. Kern, dosen pembimbingnya di Universitas Leiden,
kemudian mengundang Kartono untuk menjadi pembicara dalam Kongres Bahasa
dan Sastra Belanda ke-25 di Gent, Belgia, pada September 1899. Dalam
kongres yang membicarakan masalah bahasa dan sastra Belanda di pelbagai
negara itu, Sosrokartono mempersoalkan hak-hak kaum pribumi di Hindia
Belanda yang tak dipenuhi pemerintah jajahan.
Dalam pidato berjudul Het Nederlandsch in Indie (Bahasa Belanda di
Indonesia), Kartono antara lain mengungkapkan: “Dengan tegas saya
menyatakan diri saya sebagai musuh dari siapa pun yang akan membikin kita
(Hindia Belanda) menjadi bangsa Eropa atau setengah Eropa dan akan
menginjak-injak tradisi serta adat kebiasaan kita yang luhur lagi suci.
Selama matahari dan rembulan bersinar, mereka akan saya tantang!”
Keluhuran tradisi itulah yang menurut Kartono mesti dipertahankan
orang-orang pribumi di mana saja berada. Dengan cakrawala pengetahuan yang
terbuka–Kartono meminta pemerintah jajahan agar bahasa Belanda dan bahasa
internasional lain diajarkan di Hindia Belanda–kaum pribumi bisa
mempertahankan kemuliaan tradisi dan harga diri mereka.
Setelah 29 tahun melanglang Eropa sejak 1897, pangeran tampan dari tanah
Jawa itu pun pulang. Ia ingin mendirikan sekolah sebagaimana dicita-
citakan mendiang adiknya, Kartini. Ia juga ingin mendirikan perpustakaan.
Untuk
menghimpun modal, pada mulanya ia melamar menjadi koresponden The New York
Herald untuk Hindia Belanda, tapi koran itu sudah berganti pemilik dan
merger dengan koran lain.
Namun, dalam suratnya kepada Nyonya Abendanon, Kartono menyatakan
kekecewaannya. Sesampai di Jawa, ia telah dicap sebagai komunis oleh
pemerintah jajahan. “Itu merupakan bentuk fitnah yang sangat keji yang
saya rasakan, namun tidak berdaya terhadapnya,” tulis Kartono.
“Tapi kepada Anda, Nyonya yang mulia, saya bersumpah atas kubur ayah saya
dan Kartini, bahwa saya sama sekali tak pernah menganut paham komunis,
dulu tidak, sekarang pun tidak. Tidak ada yang lebih saya inginkan
daripada bekerja untuk pendidikan mental sesama bangsa saya, dalam artian
yang telah dimaksudkan oleh Kartini,” ucap Kartono.
Kartono kemudian menggalang dukungan dari kelompok pergerakan di
Indonesia. Ia menemui Ki Hajar Dewantara. Bapak pendidikan itu lalu
mempersilakan Kartono membangun perpustakaan di gedung Taman Siswa
Bandung. Ia pun diangkat menjadi kepala Sekolah Menengah Nasional di kota
ini.
Pada saat yang bersamaan, ia menyaksikan orang-orang kelaparan dan
diserang berbagai macam penyakit. Kartono pun kemudian menjalankan laku
puasa bertahun-tahun untuk merasakan apa yang juga diderita
saudara-saudaranya. Ia juga menjadikan Darussalam sebagai rumah
pengobatan.
Cerita air putih, Alif, dan wejangan-wejangan hidup dalam bahasa Jawa,
kemudian mengalir dari sini dan menjelmakan Kartono sebagai seorang
penyembuh. Walaupun tak memiliki murid, di kemudian hari Kartono memiliki
“pengikut”. Paguyuban Sosrokartanan, komunitas pencinta
Sosrokartono, kini telah ada di empat kota: Jakarta, Yogyakarta, Semarang,
dan Surabaya. Di Yogyakarta, paguyuban ini juga membuka rumah pengobatan.
Separuh badan Kartono lumpuh sejak 1942. Kartono mangkat pada 1952, tanpa
meninggalkan istri dan anak. Ia dimakamkan di Sedo Mukti, Desa Kaliputu,
Kudus, Jawa Tengah. Di sebelah kiri makam Kartono terdapat makam ibunya
Nyai Ngasirah dan bapaknya RMA Sosroningrat.
Di dinding pagar besi di makam Kartono, terpasang tulisan huruf Alif dalam
bingkai kaca seukuran 10R. Di bawahnya terdapat foto Kartono mengenakan
setelan jas ala orang Barat. Di nisan sebelah kiri, tercantum kata- kata
terpilih Kartono: Sugih tanpa banda, digdaya tanpa aji. Di nisan sebelah
kanan tercantum kalimat: Trimah mawi pasrah (rela menyerah terhadap
keadaan yang telah terjadi), suwung pamrih tebih ajrih (jika tak berniat
jahat, tidak perlu takut), langgeng tan ana susah tan ana bungah (tetap
tenang, tidak kenal duka maupun suka), anteng manteng sugeng jeneng (diam
sungguh-sungguh, maka akan selamat sentosa).
disarikan dari lilis ploso
Terkait
Ki Ageng Suryomentaramdalam "Leluhur yg Hilang"
Nyatakanlah Nikmat Tuhanmudalam "Perjalanan"
K.H Mas Mansyurdalam "Leluhur yg Hilang"
Kategori:Leluhur yg Hilang
Komentar (35)Trackbacks (3)Tinggalkan komentarLacak balik
1.https://2.gravatar.com/avatar/b85cd447ca8dfdcef02c225c77505c5c?s=53&d=identicon&r=G
YuGIE
3 Januari, 2008 pukul 7:54 pm
Balas
Data ini cocok and bagus banget coz aq sedang menjalani tarekat kejawen
o    https://2.gravatar.com/avatar/e9944fc3d1d17892e505ccfe8f00a5b5?s=53&d=identicon&r=G
Tengku Parameswara
8 Juli, 2012 pukul 10:07 am
Balas
Kakek saya Prof. Mr. Tengku Zulkarnaen adalah teman kuliah dari RMP Sosrokartono di Leiden, ibu saya suka cerita tentang sosok mulia ini.
2.https://1.gravatar.com/avatar/127b37e61d3ff968b4e50dbbb94fb0ea?s=53&d=identicon&r=G
keluargaalhikmah
19 November, 2008 pukul 4:58 pm
Balas
Saya sangat kagum sama beliau… terima kasih liputanya broo
3.https://0.gravatar.com/avatar/3c76cdb85b2ee6205918df5d46bf5e48?s=53&d=identicon&r=G
Yudi
27 November, 2008 pukul 1:01 pm
Balas
Pribadi yang unique; bangsawan Jawa, intelektual modern, profesional, paranormal, dan spiritualis….
Bandingnya mungkin ada tapi scopenya yang sebenarnya adalah international tidak akan mungkin mudah dicapai siapapun meskipun itu dicitacitakan. Bersinggungan sangat dekat dengan bangsawan (elite) eropa waktu itu jelas tidak semua orang bisa melakukan – kalo sekarang mestinya ada seorang Indonesia yang bisa keluarmasuk seenaknya dikalangan celebriti TOP Holywood but finally gebyar dunia yang begitu hebat ditinggalkan memilih memasuki dunia pengabdian “sujud bekti marang sesami dalam balutan spriritual religius yang kental.
Salam hormat buat Eyang Sosro – pesan beliau pada kita saat ini mestinya kita bisa lebih berkiprah kontektual menjalankan fungis kekhalifahan kita untuk ngrekso alam semesta – dan tetap lah mempunyai jati diri yen Jowo yo Jowo yen sundo yo sundo nanging elingi pring podo pring eling podo eling.
Wassalam
4.https://0.gravatar.com/avatar/c9490089a5d682601d0aedae7ed91187?s=53&d=identicon&r=G
wgm
28 November, 2008 pukul 3:33 am
Balas
http://kaskus.us/showthread.php?t=876035
5.https://2.gravatar.com/avatar/e0ce9902bf39386c0561f1651f3adc50?s=53&d=identicon&r=G
siponang
23 Januari, 2009 pukul 4:38 pm
Balas
Seorang tokoh spiritual besar dari tanah Jawa….
6.https://2.gravatar.com/avatar/ea317ba5bee6455958295d83def90418?s=53&d=identicon&r=G
anto
28 Januari, 2009 pukul 9:20 pm
Balas
pring podo pring, eling tanpo nyanding…
7.https://1.gravatar.com/avatar/a7d2f8345d7d89ee54688c78de81dfa7?s=53&d=identicon&r=G
ferry
24 Maret, 2009 pukul 9:42 am
Balas
punya cerita perjalanan sosrokartono ke aceh gak? menurut bbrp buku sblm ke bandung beliau ke aceh terlebih dahulu…..
8.https://1.gravatar.com/avatar/742537b2ddc158481d0be6ff888de609?s=53&d=identicon&r=G
Shangkala
24 September, 2009 pukul 12:16 am
Balas
Salah satu tokoh besar bangsa ini yang sayangnya banyak anak bangsa yang tak mengenal beliau. Padahal pengajaran beliau sangat dalam dan perjuangan beliau untuk bangsa cukup besar.
9.https://0.gravatar.com/avatar/cf1bb6d5a12411830bd5e674e3918d08?s=53&d=identicon&r=G
bagus
2 Desember, 2009 pukul 1:16 pm
Balas
muride guruning pribadi
guru muride pribadi
ajaraning sengsaraning sesami
ganjarane hayu lan haruming sesami
by sosrokartono
saya sungguh mengagumi beliau dari dulu, kita semua merasa sangat kehilangan
10.                https://2.gravatar.com/avatar/2f9581fb44c8360e777e377abaafb55e?s=53&d=identicon&r=G
sugeng prayitno
9 Desember, 2009 pukul 10:04 pm
Balas
yang dilakukan eyang sosro memang bisa menjadi suri tauladan bagi kita semua, saya pribadi sangat mengagumi kepribadian beliu, tapi sayangnya generasi saat ini jarang yang mengenal beliu.
11.                https://0.gravatar.com/avatar/644e2627fc0f6298f1182c06ca4e6c4c?s=53&d=identicon&r=G
d-wintolo
20 April, 2010 pukul 1:13 pm
Balas
Kalau India memiliki Mahatma Gandhi, China memiliki Sun Yat Sen atau mungkin Konfusius, Jepang memiliki The Last Samurai, sebenarnya Indonesia memiliki RM Sosrokartono. Sayang sangat terbatas (sedikt) buku yang menuliskan ajaran atau petuah beliu, sesuatu yang secara spiritual sangat tinggi. Konon rama Sosrokartono juga menulis semacam jangka Jayabaya (prediksi Indonesia ke depan), barangkali kalau ada yang memiliki dapat menampilkannya. Atau mungkin ada peneliti yang sudah menggali kembali histori perjuangan dan perjalanan beliau. Trims
12.                https://0.gravatar.com/avatar/6da10735abb1ddf1ff92d832898acb75?s=53&d=identicon&r=G
mazadjie
17 Mei, 2010 pukul 2:23 am
Balas
Subhaanallah alhamdulillah astaghfirullah………
Mas xendro kalo benar alamat rumah pengobatan eyang Sosrokartono dibandung terletak dipengkolan jl pungkur dan jl dewi sartika bandung, insya Allah rumah orgtua saya berada disitu. tanah berbentuk L tsb benar sejak saya kecil hingga kini telah berdiri ruko ruko.(sebayak – 15 ruko). dan 2 dari 15 ruko tsb adalah rumah tinggal sekaligus tempat nyari nafkah mendiang orgtua saya yg kini alhamdulillah masih ditinggali adik saya.
terimakasih telah memberikan info yg amat berharga.
konon lahan berbentuk L ini berusaha digusur pemkot bandung untuk dikuasakan kepada investor ITC bandung namun gagal dan hingga kini masih bisa kami pertahankan.
sekalilagi trim atas tulisan ini.
jazakallah.
13.                https://0.gravatar.com/avatar/ce1dc4e505b02ccb240186548f81a86d?s=53&d=identicon&r=G
Iwan
23 Mei, 2010 pukul 6:25 pm
Balas
sayang sebagian besar bangsa ini kurang begitu mengetahui pribadi2 seperti ini, semangat perjuangan para founding fathers yang tanpa pamrih, hilang bagaikan debu di lantai keramik yang tertiup angin, sehingga tak meninggalkan bekas sedikitpun…penipuan sejarah yang dilakukan Soeharto meninggalkam luka menganga yg begitu dalam…skrng semua orang menjadi matrealistis, bagaikan bangsa yg tidak punya budaya dan panutan, semua melihat ke barat…
14.                https://0.gravatar.com/avatar/3c2a2fbd7fafc6b710f4e0248b6e25f9?s=53&d=identicon&r=G
choi
19 Agustus, 2010 pukul 11:34 am
Balas
bro, Xen…
kmaren napak tilas niat menuntut ilmu dengan berziarah ke tempat-tempat bersejarah yg pernah didatangi sang guru. Ketika di lapangan ada yang mudah tapi ada jg yang agak susah cari informasi dan lokasinya. Nah ketika menulis laporan dan dokumentasi foto perjalanan… sempat beberapa ada yang blank………….. Ealah Njeketek ternyata ketemu di blog ini bro… hehehehehe… trims brother informasimu berguna bwt laporan-laporan perjalanan bersejarah…
thanks bro
choi
Xendro:
Sami sami…
15.                https://2.gravatar.com/avatar/efcc7c7ded66ad3d65c4af357fb1a28e?s=53&d=identicon&r=G
EnoEnaEni
23 Agustus, 2010 pukul 4:18 pm
Balas
ass… beliau merupakan karunia Ilahi. pribadi sederhana yg tlah berhasil merangakai ‘sang Alif”. contoh pribadi wong ‘jowo’ yg paham tirakat, tirakat tanpa batas. Sungguh menawan riwayat hidupnya. Terimakaih Eyang
16.                https://2.gravatar.com/avatar/8edbf31855f34ee3f480348c440a3585?s=53&d=identicon&r=G
ANTON FAIZ
14 Mei, 2011 pukul 4:38 am
Balas
MAHA GURU..
PUTRA BANGSA YANG DUNIA PERNAH MENGENAL(SEBELUM DAN SETELAH MERDEKA)..
TETAPI..
TIDAK BANYAK ORANG INDONESIA YANG MENGENAL BELIAU..
“HARIMAU MATI MENINGGALKAN BELANG”
JASAMU..
NAMAMU..
NASEHATMU..
AKAN SELALU DIKENANG..
DENGAN SEGALA HORMAT DAN KERENDAHAN HATI..
KAMI BERHARAP AKAN ADA GENERASI PENERUS YANG MENYERUPAI WALAU TIDAK AKAN PERNAH ADA YANG MENYAMAI..
17.                https://2.gravatar.com/avatar/80503120158f2aac22ff80ca5a21800e?s=53&d=identicon&r=G
ibnu mas'ud
3 Agustus, 2011 pukul 4:42 pm
Balas
tokoh dibelakang layar yang tiada tertandingi
18.               
mahesa 'akang' (@mahesa)
11 Agustus, 2011 pukul 11:22 am
Balas
Artikel yang bagus tentang RMP Sosrokartono, kakak kandung dari RA Kartini. Indonesia sejati!
19.                https://i0.wp.com/graph.facebook.com/100000330030596/picture?q=type%3Dlarge%26_md5%3D35f9e383cbafd93862ab2ef19fdcb6d3&resize=32%2C32
Saniman Al-Prambataniy
16 Agustus, 2011 pukul 8:57 pm
Balas
Perlu dibaca sebagai ilmu
20.                https://0.gravatar.com/avatar/0b2819175c6281e4ce32d3192df6f754?s=53&d=identicon&r=G
ines
19 Oktober, 2011 pukul 8:49 pm
Balas
Seorang waliyulloh
21.                https://2.gravatar.com/avatar/5fb07e58bd6a2c7411e79e7fa2a23a1c?s=53&d=identicon&r=G
rsisakinah
11 Februari, 2012 pukul 10:09 am
Balas
RUMAH SAKIT ISLAM SAKINAH MOJOKERTO
Jalan RA Basuni 12 Sooko
Kabupaten Mojokerto
Jawa Timur indonesia
Phone: (0321) 321922, 326991, 329669. Sms:085648280307
Fax: (0321) 329670
Email: rsisakinah@telkom.net
22.                https://2.gravatar.com/avatar/509099f1e0523035dc743f9f593e53a7?s=53&d=identicon&r=G
M. Junaedi Juanda
27 Februari, 2012 pukul 12:15 pm
Balas
tak disangka ternyata ada seorang yang begitu bijak di kala itu, meskipun beliau tidak setenar Ibu Kartini, tetapi wejangannya merupakan warisan yang terbaik bagi anak cucu bangsa
23.                https://0.gravatar.com/avatar/0299c18eb8f36fd0c1f5bc978150b023?s=53&d=identicon&r=G
ien98
21 April, 2012 pukul 1:22 am
Balas
Seorang pemain dibelakang layar,seorang pahlawan bangsa sejati tanpa tanda jasa..
Sesorang jenius,intelektual,berilmu,rendah hati dan penyayang.. yg sngatt sulit dicari pada masa sekarang…
Smoga Allah membalas semua kebaikan beliau dan menempatkan beliau ditempat yg sangat layak disisi-Nya…Aminn..yaa..rabballalamin…
24.                https://1.gravatar.com/avatar/dbb0ad4a5249746749318fac7508a8c4?s=53&d=identicon&r=G
dyah
6 Desember, 2012 pukul 10:57 am
Balas
susah nyari bukunya….minta bantuan tentang perjalanan perjuangan beliau untuk makalah donx……
T_T
25.                https://2.gravatar.com/avatar/8a54f9c83bd7b4f61d893fd1e4adb0ef?s=53&d=identicon&r=G
if (node == null)
20 Desember, 2012 pukul 11:20 am
Balas
It’s great that you are getting thoughts from this post as well as from our discussion made at this place.
26.                https://1.gravatar.com/avatar/7e1a65344b16fb918312f945f4be9769?s=53&d=identicon&r=G
Banyu
27 Desember, 2012 pukul 12:27 pm
Balas
Ass…. Alhamdulillah ternyata Eyang masih banyak yang mengenang atas jasa-jasa dimasa dahulu. Terima kasih sebelumnya atas partisipasi yg saudara-saudara berikan, semoga amal dan budi baik serta ketauladanannya dapat sama-sama kita mengikutinya.
Amin
27.                https://i1.wp.com/graph.facebook.com/100001385080997/picture?q=type%3Dlarge%26_md5%3D8d7a3e8143d5b01a95aa1a2f491d90d2&resize=32%2C32
Syeh Gunawan
6 Januari, 2013 pukul 1:37 pm
Balas
mungkin Alloh takdirkan diriku mengikuti jejak beliau di Abad ini … beberapa org sembuh dari kelumpuhan yang di vonis dokter tidak mungkin sembuh . Berbekal keykinan dan kesaksianku atas segala hal ikhwal takdir danketentuan-NYA yang pasti aku suruh semua org yang datang meminta tolong padaku untuk menyebut nama-NYA . hitungan menit di RS itu org lumpuh tiba2 diberi kekutan berdiri ..dan itu menjadi jalan taubat bagi org2 disekitarku ..Eyaangg……satu tahun silam kutemukan kumpulan tulisanmu di sebuah toko buku loak … aku merinding dan bergumam dalam bathin .. mungkin inilah jalanku yg di takdirkan atasku sebagaimana beberapa tahun silam pembimbing spiritualku pernah mengatakan perihal anugerah ini atasku … Eyang ….aku ikhlas jika ini takdir atas hidupku meski kini aku masih bertekun dgn dunia kerja .. labbaiik…Allohumma labbaiik…
28.                https://0.gravatar.com/avatar/cd94ae13feb774cc23fe7d7e293e694b?s=53&d=identicon&r=G
BlackHeart11
18 Januari, 2013 pukul 7:10 am
Balas
Terima kasih
29.                https://0.gravatar.com/avatar/cd94ae13feb774cc23fe7d7e293e694b?s=53&d=identicon&r=G
BlackHeart11
21 Januari, 2013 pukul 8:29 pm
Balas
: )
30.                https://i0.wp.com/graph.facebook.com/1521231683/picture?q=type%3Dlarge%26_md5%3D52ed269032b159589dfed0bc2db1816b&resize=32%2C32
Achmad Amin Sidiq
25 Juni, 2013 pukul 1:18 pm
Balas
walaupun banyak masyarakat yang tidak mengetahui kiprah RMP Sosrokartono, tapi jasa dan perjuangan beliau sangat mulia untuk bangsa ini.
saya sebagai orang “Kaliputu” merasa bangga dan saya secara pribadi baru menyadari bahwa ditempat saya menjadi tempat dikebumikannya tokoh yang paling jenius di Indonesia,,, 🙂
luar biasa tulisannya,,,,terimakasih
31.                https://0.gravatar.com/avatar/cd12a0e1a764ee3ebb7e4cd0c6562ff5?s=53&d=identicon&r=G
Budi_Golik
26 Juli, 2013 pukul 2:45 pm
Balas
Tokoh yang Luar Biasa, Kagum dan jadi Panutan
32.                https://i0.wp.com/graph.facebook.com/100006476920825/picture?q=type%3Dlarge%26_md5%3D7301c9bda6f244606eaf4c2724748aa2&resize=32%2C32
Mikail Maryanto
22 Agustus, 2013 pukul 7:32 pm
Balas
terima kasih dari wewarah dan ajarannya bisa membuat kita ayem lan tentrem.
33.                https://i1.wp.com/graph.facebook.com/100003986047320/picture?q=type%3Dlarge%26_md5%3Da210f8af8746a634b2e6b6b67bc1b88c&resize=32%2C32
Bambang Winiharto
4 Desember, 2013 pukul 9:10 pm
Balas
Subhanllah,seorang intelektual yang religius,yang senantiasa memikirkan akhirat dengan cara melaksanakan amalan yang bermanfaat untuk umat ( bangsa ), sepi ing pamrih,Trimah mawi pasrah (rela menyerah terhadap
keadaan yang telah terjadi), suwung pamrih tebih ajrih (jika tak berniat
jahat, tidak perlu takut), langgeng tan ana susah tan ana bungah (tetap
tenang, tidak kenal duka maupun suka), anteng manteng sugeng jeneng (diam
sungguh-sungguh, maka akan selamat sentosa).semoga Allah SWT berkenen menempatkan beliau di Roudlatul min riyyadin Jinnan, amiin ya Robbal alamin.
34.                https://0.gravatar.com/avatar/99489bc7fe9fe1b0437487ec696c26ff?s=53&d=identicon&r=G
Nuning Widopranoto
24 Februari, 2014 pukul 12:29 pm
Balas
Subhanallah ….
Semoga dilahirkan generasi penerus yang berjiwa besar, bermartabat, berilmu pengetahuan dan yang mampu serta mau mengamalkan ajaran, wejangan Eyang Sosrokartono yang luhur ini ….
Alhamdulilah semboyan Eyang Sosrokartono menjadi ‘kata kata mutiara’ dalam kehidupan kami semua….
Insyaallah kami mampu mengamalkannya. Aamiin Ya Robal Alamiin
Mampang, Jakarta Selatan, 24.02.2014 – 12.25 wib
Tinggalkan pesan

Sumpah PalapaNgelmu Kanthong Bolong
RSS feed
unqoute.·         
·         
·         
·         

·          

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More