Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

INDONESIA PUSAKA TANAH AIR KITA

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya, Indonesia tempatku mengabdikan ilmuku, tempat berlindung di hari Tua, Sampai akhir menutup mata

This is default featured post 2 title

My Family, keluargaku bersama mengarungi samudra kehidupan

This is default featured post 3 title

Bersama cucu di Bogor, santai dulu refreshing mind

This is default featured post 4 title

Olah raga Yoga baik untuk mind body and soul

This is default featured post 5 title

Tanah Air Kita Bangsa Indonesia yang hidup di khatulistiwa ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa kita lestarikan

This is default featured post 3 title

Cucu-cucuku, menantu-menantu dan anakku yang ragil

This is default featured post 3 title

Jenis tanaman apa saja bisa membuat mata, hati dan pikiran kita sejuk

Minggu, 13 Juli 2014

FENOMENA KEMAJUAN SIKAP MASYARAKAT INDONESIA MULAI NAMPAK


Masyarakat yang berjenjang, sudah mulai ada sejak ribuan tahun yang lalu, semenjak pasyarakat Pengumpul makanan yang masih berpuak puak kecil kecil, memenuhi kebutuhannya dengan hanya mengumpukan makanan. Kemudian berkelompok lebih besar, mulai menanam biji bijian,  berburu bersama sama menjadi mesyarakat Patembayan.  Berubah menjadi  masyarakat Feodal  yang berjenjang setelah adanya  claim hak milik atas lahan dan wilayah subur oleh si Kuat, dan ada penggarap ( serfdom) yang posisinya lebih rendah, menjadi kawula sang Kuat diwilayah yang disebut Neara, dibawah oara  Bangsawan dan Raja, besar maupun kecil. Dari sini timbul dalam masyarakat gejala  “patron – client”  dalam sistim ini si lemah jadi client dan si kuat yang jadi patron/Pelindung,  secara fisik maupun  mental   Dengan jalannya waktu si lemah ini tidak langsung berhadapan dengan si kuat, makin lama makin jauh sehingga entitas kuat tidak menampakkan dirinya atau diwakilkan pada entitas yang dianggap Manusia (Perseroan Terbatas, Holding Companies ) yang membengkak jadi Multi Nasional Companies, Trans nasional Companies.
Tingkah laku anggauta masyarakat client semula  sangat berorientasi  pada kehendak si kuat yang masih sebagai manusia tapi berbeda dalam hak mengenai apapun. Ini berlaku secara fisik dan tingkah laku maupun like dan dislike, kemudian sekali  si kuat makin  tidak nampak melainkan diwakili oleh entitasa lain yaitu Pemegang saham, Holding Companies dan sebagainya  yang dianggap sebagai Manusia utuh, sehingga si cient makin mandiri dalam berprilaku atau berbuat sebagai diri sendiri.
Contohnya di Amerika Serikat,  datuknya Demokraasi masa kini, karena telah berhasil membuat warganya berbuat sebagai diri sendiri, atau azas Patron-Client disana sudah tidak nyata. Nampak dipergaulan masyarakat umum dengan istilah yang dibanggakan  “This is a free country” bisa masuk taman kota mana saja duduk dimana saja.
Di Indonesia Pemilihan Bupati, Pemilian Guberur, didonimasi oleh putra daerah, mereka bersaing dengan sesamanya sangat ketat bahkan melibatkan  wilahah fisik,  dibela belain tawuran satu kelompok sama lain kelompok, sampai terjadi korban jiwa dikedua belah fihak, sungguh  gejala yang sangat memprihatinkan.
Akibatnya, banyak Kepala daerah di tingkat Kabupaten dan tingkat Propinsi terpilih oleh rakyat setempat dengan prinsip  hubungan Patron-Client yang sampai fanatic, primordialisme
Tingkat pemikiran kaum Patron yang terpilih  sayangnya masih dalam taraf  egois yang bersifat feudal dan tidak mengerti membedakan hak feudal dan hak masyarakat,  sehingga konon 80% golongan Patron ini terlibat KKN (Korupsi,  Kolusi dan Hepotisme), mdnjual Hak Guna Usaha pada Pemodal Besar yang calo tapi member gratifikasi  puluha miliar rupiah,  mengusai  Anggaran Belanja Daerah  dengan KKN dan tidak mempu menaikkan Pendapatan Daerahnya, akibatnya rakyat yang juga client mereka tetap miskin. Negara kekurangan pangan karens sudah tidak ada lahan yang tidak digadaikan.

Dua tiga periode  pemilu KADA  (Kepala Daerah) rupanya rakyat sudah sadar akan hal ini. Saya sangat  bangga pada kesadaran rakyat daerah yang sudah setingkat ini, dengan harapan yang besar kedepan.  Hal ini dibuktikan dengan fenomena walaupun masih banyak Kepala daerah yang mendapatkan kedudukannya sebagai Kepala Daerah   karena berlaku sebagai Patron tradisional rakyat  wilayahnya (konon 80 %) kok  peberpihakan sang client – rakyat daerah  yang berlawanan dengan  Capres para Patron   yang sealiran. Nyatanya   tidak diikuti rakyat clientya, yang baru kemarin saja merupakan kaum fanatic  pendukung Patronya  dengan membuta tuli,  memilih CAPRES nurut hati nuraninya sendiri. Saya ucapkan selamat pada kemajuan ini yang saya gambarkan sebagai “This one mall  step  is one giant leap” – Hidup Demokrasi  ! *)

Minggu, 06 Juli 2014

SAYUR SAYURAN –DARI DEDAUNAN DAN PUCUKNYA.


Sungguh sangat banyak dedaunan terutama yang masih muda di Negeri kita ini yang dapat kita gunakan sebagai sayur, baik yang sudah umum dan diperjual belikan di pasar pasar  maupun yang kita manfaatkan dari pekarangan kita.
Anda akan lebih merasa terkejut bila anda sempat mampir di pasar tradisional di pulau pulau selain Pulau Jawa, sana tanaman hias yang anda pelihara dirumah ternyata di Lombok  Tengah atau di Sulawesi Tengah menjadi dagangan sebagai sayur. Sampai pada taraf  itu apa yang sampai diperdagangkan di pasar tradisional selalu yang terbaik dari satu produk sayur dari jenis dedaunan untuk dikonsumsi atau dimasak hari itu, banyak  daun muda, tumbuh baik dan segar. Di Praya  Lombok, daun turi ( Sesbahia grandiflora L ) dunnya dijajakan di pasar, sedang di Rantepao Tanah Toraja  semacam kumis kucing juga dijual di pasar.
Terlalu banyak macan dedaunan yang dapat dimakan sehingga yang dibawa ke pasar tradisional adalah dedaunan yang peminatnya cukup banyak, dan sayur jenis itu   jadi uang, cukup buat membeli keperluan bumbu  umpama garam, tidak sampai harus disimpan kembali untuk hari  esoknya.
Pasar tradisional  era ini jadi lain, bukan factor penyediaan dan permintaan saja yang menentukan, tapi sangat penting untuk sayur dedaunan adalah transportasi yang  cepat sampai ke tangan pembeli, ini penting sekali sebab ternyata era ini membutuhkan kemapanan  dan  kecepatan dari factor transportasi , cukup bernilai untuk menyewa satu pick up paling sedikit, juga sudah tidak mungkin untuk ditumpuk sampai setinggi 1.0  meter dalam bak pick up tanpa menimbulkan panas yang merusak sayuran dedaunan, karena volume pasarnya sudah sangat tinggi.  Sehngga harus ada wilayah yang khusus cukup luas untuk menanamnya, itu pasti agak jauh dari kota besar  Misalnya daun singkong  untuk  Jakarta- Bogor. Wali Kota Bogor tidak menyediakan trotoar/pasar cepat  yang hanya dipergunakan sesaat pagi pagi sekali  di beberapa lokasi kotanya untuk segera mendistribusikan sayur dedaunan ini supaya cepat bisa diambil oleh pedagang asongan sayur  untuk dijajakan keliling. Sehingga  mengerahkan satpol PP untuk mengusir pick up  pick up ini , dan akhirnya karena distribusinya tidak disediakan  lokasi yang memungkinkan cepat untuk menggelar dedaunan ini agar tidak panas, harga  sayur daun singkng tidak menarik lagi  diperdagangkan,  sampai ditemuka moda  pengemasan baru yang  menjaga kesegaran sayur jenis ini, padahal antara peternak ayam dan penanam singkong khusus daun di kecamatan Kemang dan Pebuaran sudah ada simbiose yang baik. Si Wali Kota lebih suka mengatur pendaftaran masuk ke SMA Negeri di wilayahnya lewat e mail,  yang malah jadi sangat amburadul dan bisa penuh lubang  gratifikasi untuk dimanfaatkan, lihat saja.  Keputusan konyol Wali  Kurang Pikir  Kota Bogor (saya perkirakan dari golongan sudrun) , ya berlalu bagitu saja, di politik toh bisa bicara lain.
Kenapa mengenai daun singkong saya ungkapkan disini, karena simbiose antara peternak ayam dan petani daun singkong sangat ideal, daun singkong dipanen 2 bulan berkualitas baik, karena uang paling bawah saja masih berumur 2 bulan,  dan  lahan bisa dilanjutkan beberapa kali panen, kemudian  dirotasi  dengan daun kacang lembayung yang dicabut dalam  hitungan minggu saja, artinya kotoran ayam ini dengan cepat dikonversi jadi produk yang menghasilkan uang dengan cepat.  Tentu saja sayur daun singkong dan lembayung cabut sangat baik untuk rakyat kecil karena murah, dan mengandung protein  relatip tinggi, wong daging  sudah jadi  sasarannya  manipulator internasional, setingkat Lutfi Hasan Ishak sehingga harganya selangit.
Problim xerupa terjadi pada bayam ( Amarantus spp), bayam ini dulu ditanam dikebun sayur pinggir kota atau ditengah kota kota besar dekat saluran air buangan hujan dan rumah tangga, memanfaatkan  jarak yang pendek ke pasar dan pembeli yang  cukup besar jumlahnya,  umpama  bayan cabut, sawi hijau dan kangkung darat.  Sekarang kota tidak ada tanah yang lowong yang tidak jadi  rumah, bayam ditanam diluar kota sehingga harus cukup banyak untuk ongkos angkutan. Penumpukan dalam angkutan tetap menimbulkan panas dan merusak kualitas sayur dedaunan. Sekarang malah bayamnya yang diganti jenisnya sehingga relatip kuat dimasukkan keranjang  dan diangkut ke kota.   Secara pasti di pasar pasar tradisional tidak ada lagi bayam yang daunnya relatip kecil dan cepat lunak bila dimasak, untuk sayur bening,  tinggal  jenis ( saya yakin bukan varietas tapi species) yang daunnya lebar dan relatip tebal dan liat, pohonnya kekar ditanam sebagai bayam cabut. Semua bayam dipasar tunduk pada pilihan jenis bayam yang lebih transportable itu, sayang, bagiku aku senang sayur bening dari bayam  yang berdaun kecil kecil yang sudah tidak ada di pasar lagi, sebentar lagi bayam semacam itu pasti punah atau kembali meliar.

Baiknya sekarang , malah ada lagi  sayur daun yang trendy, yang dulunya cuma jadi tanaman hias yang sangat umum disemua halaman rumah yaitu “kenikir” (Cosmos caudatus Kunth.  dari familia Sterculiaceae/Asteraceae)  berasal dari Amerika Selatan  sangat mudah ditaman. Saya baca di google (dengan kata kunci Cosmos caudatus,  juga kenikir)  keterangannya sangat membesarkan hati,  kenikir  juga bermanfaat untuk obat, yang sifatnya anti oksidan,  bisa membantu  mengurangi pengaruh asupan setiap hari  yang mengandung  racun  sedikit demi sedikit misalmya bahan bahan teknologi makanan  dari kecap sampai bmbu masak, pemanis  anti cendawan dan bahan pengawet, pewarna dan essences bumbu additives zaman sekarang. Antara lain mengandung  ascorbic acid/vit C  yang menonjol. Mengurangi  asam urat dalam darah,  membantu memperbaiki peradaran darah dsb. Penelitian nilai pengobatan dan gizi sayur daun ini makin  banyak dipublikasikan di google, karena tumbuhan ini jiga banyak terdapat di Hawaii, juga dikonsumsi penduduk setempat.
Dipasar tradisional  harganya relatip murah, sebab tumbuhnya cepat dan  masa dedaunannya  relatip banyak, toh masih menjadi  bahan untuk menipu dalam perdagangan “bakul”  kecil  dengan menyediaan sayur daun kenikir  yang berkualitaas jelek. Dalam satu ikat yang sudah diperkecil dimasukkan daun tua  dan layu, batangnya sebesar jempol tangan, mending bila banyak tunasnya, yang ini tunasnya masih kecil kecil, sehingga praktis tidak ada gunanya, ya cuma akalnya bakul di pasar tradisional untuk mencari untung cukup untuk makan sekeluarga sehari  dari modal yang sagat kecil, maklum.
Sayur daun kenikir, meskupun beraroma tajam,  agak  pahit tapi dilain negeri danamakan ulam raja, karena aromanya khas, dan tidak perlu direbus lama daun daun yang tidak terlalu tua mudah untuk menjadi lunak, sehingga kini untuk menyajikan “pecel”, di pulau Jawa bayam praktis telah diganti dengan kenikir, karena bayam yang ada dipasar liat perlu direbus lama.
Aturan dari ahli ahli gizi, bahwa sayur daun atau sayur buah sangat baik bila tidak dipanasi terlalu lama, ini sangat kebalikan dari praktek masak setiap hari, karena bahan sayur daun atau buah ini terlalu tua dan liat apabila tidak direbus lama. Seyogyanya pasar itu medikte supaya jenis dagangan ini   tiba  dipasar dalam keadaan muda, sehat, dan segar, dari sini baru didapat nilai obat dan gizi dengan pemanasan sebentar, konsumen jangan terpincuk pada harga yang  murah, atau mengandalkan presto  cooker/ panci  untuk merebus bertekanan tinggi, meskipun waktunya relatip pendek tapi temperaturnya bsa mencapa lebih dari 170 derajad C, jadi nilai gizinya ya berubah
Sejak zaman dulu sayur pecel ini setengah instant food bagi buruh miskin, jadi  tinggal "ramban" di halaman atau tegalan legalan pucuk pucuk dedaunan yang bisa dimakan, disiram saus kacang cina lengkap dengan bumbu bumbu, Dengan sendirinya kumpulan pucuk pucuk dedaunan ini cepat lunak bila direbus, dengan sedikit nasi yang  ditanak agak lembek dan basah  hangat  cudah cukup nikmat, sukur bila ditemani kerupuk yang dibuat dari nasi yang dibuat dengan garan KCL ( garan bleng dari sumber garam ini di Purwodadi). Jadi sebenarnya sayur pecel adalah kuliner siap saji yang paling sedehana dan sehat, membuat perut berasa nyaman karena nasi dahidangkan hangan dan walau beronga rongga tapi linak) sayut hanya "ramban " di pagar dan tanah terbuka, banyak pucuk tanaman yang bisa dhidangkan setelah dikukus ebentar dan kuncup bung turi (Sesbania grandiflora) yang dibuang benang sarinya karena pahit,
Saya lhawatir, situasi pasar sayur segar sudah tidak bisa melayani kebutuhan hidangan "pecel" karena perdagangan  sayur dipasar tradisional di dikte oleh pencari keuntugan, yaitu menjual daun yang tua, karena kekurangan supply dari desa.. Sayur yang berasal dari daun yang sudah tua akan berasa sangat liat dan tidak nklmat, bisa bsa menjadikan hidangan "pecel" sudah tidak menarik lagi bagi menikmatnya. Karena hidangan "pecel" sudah jadi land mark dari kota Madiun apa sebaiknya Dinas Pertanian Kabubatan mengadakan khusus lahan sayur yang diambil pucuknya bunga turi sukur semuanya "organik" sehingga siapapun bisa "ramban" dan dijual ke penjual pecel. saya kira masih banyak tumbuhan setengan liar yang pucuknya bisa dimanfaatkan sebagai sayuran sepeti beluntas, bunga turi, bayan duri, legetan sapi (TageTes patua l)
/Tagetes patua, mangkokan dan sebagainya yang bisa di jadikan sajur asal daun masih muda/pucuk. memang ini harus dipanen setiap minggu seperti tamanan teh, sehingga Kota Maduin tidak kehilangan pamornya dan kuliner ini bisa dinikmati sebagai hidangan cepat saji yang tertua murah dan meriah*)
Saya tambahkan disini bawa libur panjang minggu yang lalu tg 14 - 17 Mei 2015 kaqmi menci makan siang percel Madiun, ternyata sebagian basar sayurnya adalah sawi daun dan jumlahnya pe porsi sedikit ditebari dengan timun dan krai rebus beberapa iris, dengan sqambal yang telah ditukangi dengan sebangsa umbi yang karya tepung dengan lauk daging yang aduhai liat dan umur pasca masknya  ( artinya sudah berhari hari dipiring ) dan budaya inilah yang mampu dosuguhkan oleh kota Madiun. Saya ramalkan hidangan ini akan melorot jadi hidangan kelas murahan yang akan tamat riwayatnya bila tidak ada yang membantu memperbaiki kualitas saayturnya, sdang Walikoyta Madiun sibuk saja urusan politik dasgang sapi yang lebih menguntungkan..

BAGAIMANA SEHARUSNYA BADAN USAHA MILIK NEGARA MENCARI KEUNTUNGAN.

Seharusnya, keadaan  iklim politik sekarang sudah lain sama sekali dengan iklim politik zaman Orde Baru – yang  dipimpin oleh Presiden Surarto dengan  Golkar dan Dwifungsinya.  Zaman itu dengan tangan besi Kekuasaan berusaha menghapus sama sekali ide ide Presiden Sukarno yang berbau “Sosialisme”, juga  “Marhaenisme” atas persetujuan pendukung setianya.

Umpama Partai PNI dihapus diganti dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang dipimpin oleh tokoh tokoh oportunis meragukan keberpihakannya, malah dengan susah payah bertahan menjadi Pertai Demokrasi Indunesia “Perjuangan” yang terpaksa dengan gigih dipertahankan oleh Ibu Megawati Sukarnoputri.

Istilah “Buruh”  dihapus diganti dengan Istilah  “Golongan Karya” supaya  bau bau  dua kutub  antara “ Buruh” dan “Majikan”  menghilang, maunya masyarakat tidak terkotak kotak diganti dengan P-4 ( Pedoman Penghayatan  Pengamalan Pancasila) yang  Buku panduannya  tidak ada cacatnya walau sampai ke titik dan komanya, wajib dijadikan  pedoman Warga Negara Indonesis dibawah Ode Baru. Maksudnya Panca Sila ini dijadian Ideology tunggal, tapi dibawah todongan  “kekuasaan” jadi sekarang  bahkan mantan anngauta DPRD fraksi Golkar saja sudah lupa artinya P-4, apalagi masyarakat, karena  belajarnya setengah dipaksakan jadi  sekarang malah dilecehkan begitu saja.  Sebenarnya yang keliru “pemaksaan”- nya  bukan dasar pemikirannya. Memang bila direnungkan mendalam sifat manusia itu selalu mendua yang tidak terpisahkan, yaitu manusia sebagai makhluk individu dengan segala alasannya, dan sekaligus manusia makhluk sosial juga dengan segala alasannya. Manusia sebagai makhluk individu karena memang lapar dahaga sakit dan mati hanya dia sendiri yang merasakan, egonya – jadi ya jadi indivualistis, bahkan egois sifatnya, disamping itu satu individu sejak lahir sudah  dibawah lindungan masyarakat manusia tidak bisa langsung mandiri, harus berburu mamouth,  harimau bertaring pedang bersama sama puaknya,  dan  tinggal di gua gua  bersama sama, jadi ya sekaligus makhluk sosial yang  kenal  dan harus bermayarakat dari semula.  Salahnya Orde Baru menganggap tabu semua ide sosialis, atau dasar mendua dari makhluk manusia, diistilahkan  “terkotak kotak”, PADAHAL MEMANG RWA BINEDHA,  Panca Sila  menyeimbangkan sifat  mendua  yang  yang ada dalam diri manusia  yang dimiliki secara  alami. Jadi  ajaran ini tidak bisa dipaksakan dengan todongan senjata.  Kok bernafsu sekali.  Entahlah bila ajaran hanya ini sebagai  tudung untuk tetap menodongkan senjata guna memperoleh yang dikehendaki .  Jadi masyarakat jangan keliru merendahkan  atau melecehkan P-4. Tapi dengan P-4 dimana Ketuhanan Yang Maha Esa jadi Sila pertama  dengan ikrarnya  “bismillahirakhnairakhim” atau “kasih” dalan kristianism atau Bhudism  itulah yang benar dasar meka BUMN diadakan.

Anehnya keberadaan Badan Usaha Milik Negara, bahkan di zaman Orde Baru yang kapitalistik  sekaipun, adalah salah satu dari pelaksanaan ide P-4 ini, bagaimana tidak ? Lho kok MUMN  malah jadi sapi perah kroni Keluarga Besar Suharto ?

BUMN ada karena usaha yang kapitalistik murni ini dimanfaatkan untuk sebesar besarnya demi kemaslahatan  rakyat,  dikelola berdasarkan azas  Perusahaan kapitalistis, yang merupakan entitas mandiri,  tapi juga bukan melulu mencari keuntungan, meskipun juga bukan usaha susial. 

Anehnya  lagi sejak  ada Menteri baru yang diangkat oleh Kabinet  sekarang  barhati  kapitslis murni,  BUMN jadi  dicondongkan sebagai perusahaan kapitaslis murni, entitas pencari keuntungan thok.  Tanda tandanya nya ada, misalnya di Perusahaan Kerea Api milik Negara P.T KAI. Perusahaan Listrik Negara,  Perusahaan  Perusahaan air minum Daerah dsb. Perusahaan Perkebunan Milik Negara, Askes  dll

Lha mosok PT KAI yang mengoperasikan KA jarak jauh  Surabaya –Jakarta PP  dengan waktu tempuh yang relatip cepat kurang lebih 12 jam seperti kereta “Gumarang” yang  semula masih mengadakan kereta ekonomi tanpa AC masih dengan perhitungan tempat duduk manusiawi 76 penumpang tetiap  gerbong berjajar 2 – 2 kursi setiap deret diganti dengan 106 penumpang setiap gerbong dengan berjajar 2- 3 kursi setiap deret dengan tempat duduk yang deradu lutut diantara lutut  penumpang dihadapannya dan tempat pantat lebih kecil, sehingga lebih menyiksa penumpang jarak jauh ini,  sangat beda  dari kereta sebelumnya.  Ya alasannya kami mengerti ,-  cara kapitalis murni mencari keuntungan memang begitu, dari pemasukan harga tiket penumpang, padahal ya harga tiketnya sudah dinaikan ,  penumpang kok mau.  Disamping  itu disemua Setesiun tidak ada lagi pedagang asogan kecuali dari  gerbong  Restorasi, Padahal ditengah malam  hanya  di Semarang  dan Cirebon saja ada kiosk buka menjual kopi sachet  yang  gelasnya dan harganya normal,  sedang dari restorasi masih gelas besar dan kopinya jitu ( kopinya satu jagungnya tujuh ) dan harganya nggepuk. Apa ini cara untuk mencari keuntngan yang mngorbankan pemakai jasa ?. Biarlah orang menggunakan pesawat terbang saja --- o keturutan nanti, sebab kaum bawah sudah tahu kelebihannya naik pesawat lho

PLN ( Perusaan Listrik Negara )memang salah investasi dalam  mendirikan  ribuan PLTD  Pembangkit Listrik Tenada  Disel) disemua kota Kabupaten bedanja barang ini gampang di mark up karena suppliernya banyak) , sekarang harga solar untuk diesel naik drastis,  lha kok mendadak  lampu penerangan umum di jalan jalan langsung dimatikan, ndak dikurangi apa diganti wattage-nya, dipasang lebih rendah, dittipkan warga pokoknya bila mau selalu ada jalan untuk  kepentingan umum.   Lho penerangan jalan ini penting untuk umum,  sekarang malah sepeda becak dokar masih jalan malam tidak memakai lampu, apa tidak berbahaya ?.  sangking the silent majorities bungkam seperti  biasanya saja.  Apa ini kiat mempertahankan tingkat keuntungan ?. Apalagi perusahaan air minum yang dikelola  Daerah, bahan kimia disinfektan mahal,  pipa pralon standard mahal,  lem pralon mahal, tenaga kerja galian mahal,  ambil untung cuma dari harga per kubik air PAM, mutu ya syukur syukur saja ada PAM,  ini juga ikut ikut policy sang Menteri ! Apa disemua sector BUMN ini sudah tidak ada mark up  harga barang belanjaan ? karena Perusaan Monopoly Negara sudah untung oleh ulah Menteri, kenapa ndak cari untung untuk diri sendiri.  Jangan ngomong perkara kebun BUMN dan Perusahaan besar yang dulu dijadikan Perusahaan Inti Kebun Rakyat atau kebun plasma rakyat, demi keuntungan semua ini sudah acc tidak ada  kabun plasma sudah ditelan oleh Pewrusahaan Besar, Asing dan BUMN, yang ada Menterinya, dia Kapitalis murni  dari cabinet Plutokrasi*)



 



Jumat, 04 Juli 2014

ALLAH MEMBUAT MA'UNAH (MU’JIZAT- YANG INI HANYA UNtUK PARA NABI MA'AF- SEDANGKAN NABI MUHAMMAD SAW ADALAH NABI TERAKhIR) MESKI SENILAI HANYA SEPULUH RIBU RUPIAH

Ini sebuah kisah yang kebetulan saya ketahui sebagai kisah di depan mata saya, terjadi bulan Juli 2014, / Ramadhan 1435 H.


Tersebutlah seorang ibu, yang menambah penghasilan keluarga dengan bekerja di satu  Perusahaan, ya jadi pegawai menengah bagian Administrasi.

Keadaan keluarga serba menengah,  bukan posisi yang hidup mudah terutama di Indonesia, sebab gampang sekali terperosok ekonominya menjadi  golongan pariah.   Dengan segala sifat kaum hawa yang  berusia menengah, beliau  ini tidak menarik jadi sahabat para coleganya yang masih muda muda, sebab  canda dan gosipnya tidak  pernah nampak.

Beliau berdandan correct, tidak seksi dan tidak berhijab, rambutnya digunting pendek, meskipun orang yakin bahwa empat dari lima tiang syariah Islam beliau ikuti dengan tekun,  meskipun belum berhaji walaupun belum umroh,  tapi ketekunannya ditandai oleh koleganya bahwa beliau setiap hari selalu mengerjakan sholat sunnah  dhuha (sholat pagi  antara subuh dan dzuhur), dan selalu  menampilkan raut muka  yang bersih dan cerah.
Toh jarang para kolega ini dekat dengan beliau. Nampaknya beliau ada di kantor itu  sudah semestinya seperti jendela kaca yang besar besar meja dan kursi saja, tidak terasa keberadaannya.

Suatu hari, beliau bercerita kepada koleganya yang lebih muda, secara sambil lalu, kala istirahat siang, bahwa seminggu yang lalu beliau sangat cemas dan khawatir bahwa beliau akan datang ke Kantor terlambat,  pada pagi itu cerita beliau, ada saja gangguan sewaktu beliau akan berangkat kerja.  Benar saja, karena jalan di kota Surabaya yang macet dan ada saja hambatan pagi itu, beliau terlambat masuk kerja.

Sistem absensi Kantor itu sudah canggih yaitu dengan meletakkan jempol tangan ke scanner check clock /jam absen alias absen scanner sidik jari.

Di sinlah terjadi kemusykilan,  anehnya ternyata beliau kok sudah absen jempol jam tujuh seperempat, (07:15WIB) padahal jam masuknya jam delapan, jadi sambil terheran heran beliau ya masuk saja  dengan tenang seperti biasa, pada akhir bulan gajinya tidak dipotong sepuluh ribu rupiah, karena datang lambat satu kali.

Lantas siapa di pagi itu yang absen?, sidik jari pula, karena sang ibu tersebut jelas terjebak kemacetan di ruas jalan kota Surabaya yang padat.

Ganjilnya, ada kolega beliau yang melihat pada hari itu beliau, Sang Ibu ini, absen jempol sambil masih mengenakan helm dan keluar lagi. Saat itu,  oleh rekan kerja hal ini hanya dilihat sambil lalu saja,  karena hal ini biasa dan diperbolehkan.

Ceritanya ini tidak menimbulkan  riak-riak gelombang keheranan apa- apa dan tidak memberikan kesan apa-apa bagi para koleganya dari Kantor itu. Heran sebentar, kemudia larut lagi dalam rutinitas kerja.

Tapi bagi saya, kejadian nyata ini saya renungkan dalam-dalam, dan kejadian nyata ini saya langsung tulis di Blog ini.
Sebelum saya tahu kisah ini,  saya pernah  menulis perkara  kerabat saya,  sebagai tanda bersyukur yang sangat  karena kesampaian  apa yang diinginkan  bagi   seluruh  keluarganya,  kerabat saya mengaku melakukan syariat yang lima itu dengan tekun sambil sangat kagum,  mengisyaratkan  kepada orang yang dekat dengan dia, bahwa  perilakunya yang  kaffah itu  menghasikan  “ndelalah” ( Bahasa Jawa,  hampir mirip dengan bahasa Indonesia “Kebetulan” yang bernuansa Ketuhanan)  kok segala permohonannya kepada ALLAH SWT  mengenai nasib keluarganya  dikabulkan.

Mendengar cerita  mengenai kejadian yang dialami ibu yang berkarir ini, sangat menyejukkan dalam bulan  Ramadhan yang penuh berkah ini, saya merenung...meskipun hanya bernilai sepuluh ribu rupiah, kok ALLAH  SWT tidak lalai kepada kegelisahan  umatnya yang  tidak pamrih  sederhana ini,  menyuruh Malaikat mewakili absen jempol ? Untuk umaat yang sholeh/sholehah namanya ma'unah- artinya pertolongan yang kayak mu'jizat – bila enggak lha siapa ?.

Waktu kisah ini saya ceritakan ke anak saya yang di Bogor via telpon, anak saya masih penasaran dan anak saya yang dosen itu berusaha memberi alasan yang masuk akal, tapi kan semasuk akalnya, pun, ibu tersebut pagi itu masih terjebak kemacetan, kemudian saat dia datang dia heran sudah ada yang mengabsenkan pada pukul 07:15 WIB, lha... lantas siapa yang mengabsen sidik jari si ibu-ibu ini pada pagi itu sewaktu ibu tersebut terjebak kemacetan? (*)

Subhanallah,

Ramadhan 1435 H

Ir. Subagyo, M.Sc (Alumnus sarjana dan pasca sarjana Universitas Patricia Lumumba, Moskwa, Russia, lulus dan kembali ke tanah air tepat saat Indonesia geger tahun 1966)


Nb :Kisah ini kemudian juga saya tuturkan secara lisan kepada Bp Tedjo seorang tetangga saya yang kebetulan beragama Nasrani. Beliau adalah teman ngobrol yang baik.
 Komentar serta interpretasi Bp Tedjo dapat dibaca pula di kolom komentar pembaca.

Saya dan tetangga saya Bp Tedjo adalah dua anak Bangsa yang beda suku dan beda agama. Namun Kita bertetangga dengan rukun dan damai, meski beda keyakinan. 
Yah ini mungkin karena di lingkungan kami di kota Surabaya masyarakatnya sangat memelihara kerukunan hidup antar umat beragama. Kehidupan antar agama bagi kami tidak menimbulkan masalah, karena karakteristik orang Surabaya yang mengedepankan faktor kemanusiaan terlebih dahulu. 
Nyatanya, jika ada tetangga yang sakit atau kecelakaan di jalan di lingkungan kami, kami tidak pernah menanyakan Agama apa anda ?, tapi hanya menanyakan apa yang bisa kami tolong. Kamipun segera menolong orang dan bawa orang itu ke Rumah Sakit. Itupun kami tidak memilih-milih rumah sakitnya, apakah mau dibawa ke Rumah Sakit Islam RSI atau Rumah Sakit Katolik Williambooth yang ada di Surabaya. Tapi kami bawa saja tetangga yang sakit atau alami kecelakaan itu ke Rumah sakit terdekat.

 Pembaca yang budiman, Saya beragama Islam, dan menempuh pendidikan tidak hanya di Barat tapi langsung di tanah Sovyet pada 1959-1966, bayangkan ideologi apa yang berkembang di sana pada tahun itu, tapi toh keyakinan saya pada Islam tak pernah luntur. Meski sejarah mencatat bahwa Kami, kami semua alumni  Russia pernah dikejar kejar Orba untuk ditangkap, di Pulau Buru-kan dan dibasmi, dengan dalih politik dan Agama, baca tulisan saya di Blog ini berjudul "Jogjakarta 1959" pada link http://idesubagyo.blogspot.com/2011/10/jogjakarta-1959.html. 

Karena itu bagi saya pribadi, keyakinan Agama masing-masing individu adalah Hak Asasi Utama setiap individu manusia. Tidak dapat dipaksakan.

 Maka dengan Nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Wahai kawanku Bp Tedjo dan bagi Anda semua yang berlainan keyakinan
 Yang Saya sembah, bukanlah yang Anda sembah
Dan Anda bukanlah penyembah/pengikut yang Saya Sembah/ Yang saya ikuti
Dan Saya bukanlah pemyembah/pengikut apa yang Anda sembah dan ikuti

Dan Anda bukanlah penyembah/ pengikut yang Saya Sembah/ Yang Saya Ikuti
Bagi Anda Agama Anda, Bagi Saya Agama Saya.  

 Be peace for All..

Jumat, 27 Juni 2014

Balada Sang Supir Bus

SULIT DIPERCAYA  KEJADIAN INI DI INDONESIA TEPATNYA DI  JAWA TIMUR....

 Bila kejadian ini  tidak menyangkut keselamatan orang banyak, saya tidak akan tulis  kejadian ini di blog saya, kejadian ini di tanggal, bulan dan tahun tulisan ini saya buat  yang saya jaga kebenaran kejadian ini supaya tetap  bermutu, diingat sampai anak cucu kita.

Ini bukan mengenai pertanian, tapi mengenai  anak petani.

Putra putri mereka. Begini kisahnya, saya mendapatkan seorang pembantu rumah tangga dari daerah Pacitan dengan sangat bersyukur, gaji  yang diminta Rp. 950.000,- kami menunggu tiga bulan, jadi sebulan lagi akan kami naikkan jadi  Rp 1.500.000 sebulan, kami bersaing dengan upah minimum regional, karena tinggal bersama kami sekeluarga dengan catatan sore kami tidak memberi tugas apa apa selain istirahat keluarga.
Lha ini repotnya,  saya punya cucu 3 terbesar masih di klas satu SD adiknya umur 4 tahun dan  2 tahun, hari   minggu sering  diajak rekreasi dan  makan diluar.

Daripada  Narti di rumah sendirian, maka dia kami ajak, menurut kita dia ikut rekreasi, menurut dia, dia bekerja.   Jadi jalan keluarnya atas permintaan Narti suaminya kami carikan kerja di Surabaya, supaya dia bisa berekreasi  hari Minggu dengan suaminya, itu hak privacy-nya .
OK kami carikan pekerjaan, kebetulan suaminya punya  SIM A dan SIM B2 umum, untuk mengemudi bus.  Si Suami,  Bambang, dapat kerjaan sebagai sopir pribadi, gaji Rp. 2.000.000,-  rupiah  per bulan makan tidur ikut majikan, minggu libur, pekerjaannya yang pokok antar jemput cucu cucu majikan di beberapa sekolahan.
Nampaknya penghasilan segitu,  bukan layak untuk kerja setingkat dengan sopir bis umum.

Bambang kemudian berhenti sebagai sopir pribadi, bertahan  hanya satu bulan. Dan mendapat pekerjaan sebagai supir bis umum dengan gaji Rp. 3.000.000,- /bulan, berangkat dari terminal Bungurasih Surabaya  pagi pagi sekali dengan route  Bungurasih Surabaya – Malang - Trenggalek – Ponorogo – harus kembali ke Surabaya entah  sampai di terminal Bungurasih jam berapa tidak jadi soal, tujuh hari seminggu !!  Anehnya bila sampai berhenti ditengah route karena  capek, pulang pagi, waktu tunggu penumpang,  melampaui jam  berangkat  bukan alasan teknis, maka dikenakan  denda, cukuip banyak. Pengakuan istrinya  konon sampai Rp. 500.000,- rupiah.  Begitulah  “ perjanjian kerja” antara majikan bus bergambar Panda ( dia tidak mengatakan Perusaan apa )  dengan sopirnya.
Bahwa sopir harus menyetor uang jaminan sebesar 1 juta rupiah,  uang ini bakal dikembalikan apabila si Sopir  “pegawainya”  bisa bertahan  tiga bulan, apabila tidak tahan uang tanggungannya  hangus.  Makanya pembaca yang  ber Panca Sila,  jangan heran bila  kecelakaan bus umum sangat  sering dan berakibat kerugian nyawa dan harta banyak sekali bagi siapa saja pengguna jalan umum  yang apes, dacatat Polisi  sebagai akibat dari “human error”  Titik.
Kok  bisa ya ini terjadi didepan hidung petugas Negara yang  bertugas mengatur  perjanjian kerja,  checking keadaan sopir, menjaga ketertiban lalu lintas jalan raya 24 jam dari berbagai Instasnsi ? Saya pengangguran usia saya sudah 76 tahun, suami istri yang saya ceritakan ini punya anak masih di SD kelas 5, ikut kakek/neneknya,  bagaimana pengawasan terhadap anak ini  apa tidak nge- game  terus,  di persewaan  game yang dtengarai sambil menyewakan disk pornografi ?  Bambang bapaknya, mengaku pada saya uang jaminan satu juta sudah dikembalikan,  tapi tidak dikembalikan ke istrinya, dia ikhlas  berbohong ke  saya, karena uang jaminan itu keringat istrinya.
Nampaknya si Bambang ini cukup ganteng dan enteng membuat keputusan cari istri lain, alias cerai, seperti pria /wanita  segolongannya, jadi istrinya ya takut, saya tidak boleh  berprasangka  dengan dasar  stereotype semacam ini, tapi ini kenyataan akibat kurang pendidikan moral. Dia ikhlas merahasiakan  terhadap saya,  nama   perusahaah bus dimana dia diperas tenaganya,  dibiarkan keselamatannya bersama dengan pengguna jalan yang lain,   mengemudikan bus umum yang dalam jangka panjang diluar  kemampuan  manusia,  jam mengemudi yang panjang dan tiadanya istirahat Minggu,  sangat bisa membahayakan orang lain pengguna  jalan yang tidak berdosa.  Rupanya dia yakin saya tidak bisa berbuat apa apa, memang ternyata  saat saya berkonsultasi ke Dinas Tenaga Kerja  Jawa Timur (Sekarang ganti nama ) dulu bagian Bina Lindung Tenaga Kerja,  rupanya  sang Petugas masih percaya  bahwa “Perjanjian Kerja”  yang dasarnya melanggar “Hukum  Bermasyarakat”  ini bisa berlaku  di hadapan Hukum di Indonesia!  Hukun Indonesia , mengenai perjanjian   dibuat antara Perusahaan Bus dan Supir  yang jelas jelas bisa berakibat membahayakan keselamatan umum.  Ini saya menghadapi Petugas Negara yang ditingkat  Propinsi dan dididik dibawah Orde Baru, tidak permah jelas pe-berpihakan-nya,  Nurut Bossnya saja, siapa tahu Pemilik Perusahaan Bus itu sahabatnya Bossnya.  Si Sopir sialan  ini  takut  bisa didatangi preman tukang pukul dari Perusahaan kek, diperiksa yang artinya ditahan Polisi kek, yang ada hanya takut. Beraninya hanya berbgohong kepada  saya, karena sebentar lagi bulan puasa dia dan istrinya mau pulang kampung., saya dengar di Jakarta pembantu rumah tangga  “bantuan” jangka pendek lima belas hari sebelunm dan lima belas hari sesudah hari raya  ber-tarif Rp. 150. 000,- sehari,  semoga dia cukup pintar ngobyek ke Jakarta, lumayan dapat obyekan  Rp. 4500 000-.  Toh gampang nanti cari suami istri yang berkerja seharian, pasti  membutuhkan  tenaganya.  Tapi kejadian ini memberi pelajaran bahwa orang yang diperas diperlakukan tidak adil akan berbuat yang sama terhadap orang  yang berhubungan dengan mereka yang posisinya lebih lemah,  hidup ini berebut dengan tipu menipu dan kebohongan.
Saya anjurkan pada anak saya yang menggaji dia sebagai  PRT, janjikan kenaikan gaji sesuai dengan upah minimum regional Kodya Surabaya plus hak privacy dia di hari Mnggu  minus pondokan  satu kamar privat  kipas angin listrik  TV dan makan/minum  tidak kami bedakan dengan apa yang kami makan/minum, berlaku bila datang tujuh hari sesudah lebaran. Itu conter offer bisa kami sediakan..  Lantas saya mau apa, saya aka terimakan gajinya bulan Juni/ Juli, saya tambah onkos bus untuk pulang pergi ke Pacitan, THR belum penuh karena belum tiga bulan bekerja,  dan mengharap dia kembali, sudah tentu terlambat. Karena ngobyek di Jakarta  ?  Dengan ini saya anjurkan kepada pasangan “kaum menengah” untuk merencanakan membina keluarga tanpa  tergantung dari Pembantu Rumah Tangga.
Bagi para Boss, sebaiknya  bisa anda arrange untuk banyak macam pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah dengan peralatan komunikasi yang canggih zaman ini, sehingga pegawai wanita bisa masih dirumah ssambil bekerja, malah  si pegawai akan rela mendapat “income” lebih sedikit, jadi penghematan dari sisi pengeluaran Perusahaan. (*)


Sabtu, 21 Juni 2014

AJARAN ISLAM YANG SAYA TANGKAP DARI MASYARAKAT KITA

AJARAN ISLAM YANG SAYA TANGKAP DARI MASYARAKAT KITA

 Ajaran Islam yang  saya terima: Islam memberikan empat ciri nuansa  ajaran yang mestinya dianjurkan  untuk diminati sekaligus  keempat-empatnya menurut kadar bakat yang bersangkutan, yaitu syariat, tarikat, hakikat dan makrifat/ tasawuf. 

Yang secara nyata mutlak harus diamalkan adalah syariah, sebab yang ini  sangat nyata kaitannya dengan hidup sehari-hari, yaitu membaca kalimat syahadat, shalat lima waktu, zakat fitrah/mal, puasa  dalam bulan  Ramadhan dan pergi berhaji ke Makkah dengan wukuf ke di padang Arafah, bila mampu membeayai perjalanan ini walau cukup hanya sekali seumur hidup, e, malah banyak ummat yang berkali-kali, kenapa kok bolak-balik ke Makkah, karena konon disana semua do’anya makbul. Ini dikapitalize oleh induatri pariwisata religi oleh semua bangsa yang penduduknya bnyak beragama islam dan kebudayaannya terbelakang, mereka upayakan begitu terus, jangan sampai berfikir lain.

Diyakini segala kebaikan hidup di dunia ini akan menyertai mereka yang mengamalkan rukun Islam ini dengan sungguh sungguh. Siapa  umat Islam termasuk saya yang tidak mengimani kenyataan ini ? Sampai- sampai ada kerabat saya yang bisa bilang dengan lugasnya pada saya : "Mas Bagyo, saya ini mengamalkan rukun Islam ini utuh dan benar, makanya jangan heran kalau semua permohonan saya demi kebaikan  keluarga saya dikabulkan oleh Allah," ujarnya pada saya ketika saya bertamu ke rumahnya yang megah. 

 Pernyataan ini sudah memastikan bahwa ibadahnya luar dalam sudah cocok dengan apa mestinya. Saya juga ikhlas mempercayai pernyataan ini wong kenyataannya ada, kerabat saya pun sukses hidupnya. Mayaraakat disekitarnya adalah saksi, bagaiaman beda yang diridhoi dan masih berusaha diridhoi, bukan sasaran kesalehan sosial, karena mereka bisa kangsung mohon kepada Allah seperti dia, yang tak berfikit apa apa selain keluarganya..

Kepatuhan pada tata cara menjadi tolok ukur yang sangat penting untuk mengukur sukses kehidupan orang, dalam hidupnya dan  ibadahnya/menjalankan syariah Islam.   Berfikir tidaklah  terlalu penting. Lho apa dmikian sebenarnya yang aku harap ? Aku harapkan kesalehan ibadah ini membawa ke kesalehan sosial, kelakuannya bermasyarakatbya bagaimana, apakah dia tersentuh melihat seekor anjing jalan kehausan ?

Sedang saya seorang Jawa, yang sejak masa kanak-kanak dibesarkan dalam keluarga Jawa yang beragama Islam di awal masa kecil saya tahun 1930-an, dan masa itu trikotomi Geertz yakni Santri, Abangan dan Priyayi masih kental nuansanya di Pulau Jawa saat itu.

Saya masuk sekolah umum jaman Belanda dan sekolah umum jaman Jepang kemudian sekolah umum pula jaman Republik, entah saya digolongkan dalam Abangan, atau Priyayi, kalau sebutan santri, saya belum pernah nyantri. Namun yang saya rasakan di masa remaja dan pemuda saya hanyalah gelora rasa kemerdekaan di awal kemerdekaan Indonesia, yang kental saya rasakan jaman itu adalah nuansa Nasionalisme.

Sebagi seorang yang beragama Islam, saya berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan Shalat, dalam shalat selalu baca pembukaan dalam aksara latin kurang lebih bunyinya :
“Inna shalati wannusuki wamahyaya wamamamati lillahi Rabil Alaamin” – Bahwa shalat dan ibadah saya hidup dan mati saya adalah milik  Allah semata. 

Kenikmatan hidup se-sempit pengertian saya (terus terang juga saya dambakan),  ya tidak saya kaitkan dengan ibadah shalat saya,  demi memenuhi kewajiban saja. Kata pak Ustadz kenalan saya, tanda nyata bersyukur dari nikmat yang tak terhitung, lebih pantas, karena sebenarnya saya tidak akan bisa membatasi  dengan ikhlas  apa saja  nikmat kebruntungan yang  sudah  saya terima, selalu ada kecenderungan minta  nambah nikmat.  

Syariat dijalani dengan tepat dan benar memang berat, merombak seluruh kebiasaan hidup.  Justru syariat ini yang gampang  kelihatan, termasuk,  hasil nyatanya dalam kehidupan sehari hari, ini yang sebenarnya dikejar dan didambakan oleh setiap  orang, bukan ikhlasnya dengan nikmat apa yang didapat.
Bahwa kehidupan ini  dalam keniscayaan perubahan, yang pelakunya, mendapati dari  kalimat  “Maliki Yaumiddin” dalan surah Al Fatihah, ENGKAU LAH  menguasai hari kiamat hari akhir – dan manusia tidak akan tahu kapan perubahan/kiamat besar kecil  itu  akan terjadi – keadaan ini   dijawab oleh para Ustadz dan Kiai  tetaplah istiqomah (telaten/tekun).

Saya ingat Pujangga Ronggowarsito membahasakan dalam bahasa puisi jawa “ Tarlen meleng memalat sih” dan harapannya “Bhadaring sapu dendha antuk mayar sawatawis, Borong anggo swarga mesi martoyo “ dalam bahasa Indonesia Tetep sabar memohon kasih Allah – Bahwa akan mendapatkan keringanan sekedarnya (karena beliau sangat sopan tidak berani mengharapkan,  ikhlas bila kesalahannya  tidak diampuni semua),  terserah kepada Allah yang mengusai segala alam.    

Adapun arti, makna  seluruh isi dari ajaran Islam yang tertera dalam kitab suci Al Qur’an,  Al Hadist,  sunnah Nabi,  perilaku sahabat Nabi mengandung pelajaran sangat luas, sangat lengkap dan dalam,  menggoda orang untuk menyelaminya,  itu adalah kecenderungan manusia secara wajar,  untuk mengobati kerinduannya kepada kesempurnaan Allah. 

Kalau sudah begitu apa masih mohon ini dan itu lagi ? Pokoknya yang menyenangkan thok, yang susah itu tandanya  atau bagiannya orang yang jauh  dari Allah.  
Ndak usah mikir beda WTS di Dolly juga punya wisma mentereng dari Akhli Ginjal yang sekaligus punya Apotik  dan  alat haemodialysa  berderet,  sama sama kerja melayani orang sakit, hasilnya sangat selangit  kedua-keduanya, nungkin mereka juga tidak pernah mohon kepada Allah mengenai rezekinya wong bagi mereka semuanya sudah pasti nikmat, saya pastikan bahw keduanya sam sama tidak memiliki kesalehan sosial(*).


Sabtu, 14 Juni 2014

KEPADA TEMAN TEMAN YANG BERUSAHA GRAFTING/MENYAMBUNG TANAMAN.

Tumbuhan yang bisa disambungkan batangnya adalah golongan Dicotyledone, yaitu tanaman yang berkambium seputar batangnya. Cambium merupakan sel sel yang selalu membelah diri, keluar membentuk jaringan ayak dan kedalam merupakan jaringan kayu. Kedua jaringan ini merupakan silinder/ saluran pipa sebesar satu sel, sambung menyambung.
Jaringan ayak  setiap selnya tersekat berlubang lubang makanya dinamakan jaringan ayak,  menyalurkan hasil asimilasi dari daun ke perakaran dan seluruh tubuh. Jaringan kayu sebelah kedalam cambium, merupakan jaringan pipa satu sel tanpa dinding penyekat,  jaringan kapiler- kapiler  tanpa putus dari akar ke pucuk tumbuhan.  Disela sela jaringan ayak ini kadang ada jaringan kapiler istimewa merupakan jaringan yang  menyalurkan getah  atau damar, bila salurannya bocor, atau rusak . maka getah atau damar, bahkan glucosa ini keluar menutupi luka terlebih dahulu sebelum terbentuk sel sel callus.
Cairan yang terangkut keatas lewat jaringan kapiler kayu, merupakan  jaringan hidup sebentar sekali, kemudian jadi yaringan mati berupa kapiler kapiler, lewat jaringan ini termasuk larutan hara  dan mineral terlarut dan phytohormones yang terbentuk di akar.  Gerakan cairan keatas ini desebabken oleh sifat kapilaritas dari jaringan  itu sendiri dan penarikan dari atas oleh penguapan dedaunan. Daya hidup perakaran dapat menimbulkan daya dorong larutan yang diserap akar  keatas dimanakan “gutasi”, atau “ngompol”

Cairan yang terangkut kebawah lewat jaringan ayak- lewat sel sel yang hidup, sel sel jaringan ayak yang diluar  sendiri paling tua dan mati, menjadi kulit kayu, bersama sama dengan jaringan lainnya  yang fngsinya melindungi batang atau cabang.

Jadi jaringan cambium diapit oleh dua jaringan saluran kapiler yang  tak terputus dari akar ke pucuk pucuk tumbuhan.  Pengertian mengenai ketiga jaringan ini menjadi dasar kita mengerjakan grafting/menyambung.

Kita berurusan dengan  sel sel hidup, jaringan hidup, jadi selama mengerjakan sambungan sebisa mungkin, harus tetap mempertahankan “hidup” dari sel sel itu, antara lain menjaga kelembaban alami sel hidup dan menjaga jangan sampai infeksi oleh bakteri atau cendawan, kontaminasi luka sayat dengan zat zat yang mematikan sel.
Sel sel cambium harus sesedikit mngkin  rusak akibat pengirisan taji,  sel sel jaringan ayak juga demikian. Jadi tajam pusau harus sangat bisa diandalkan, agar bekasnya tidak serupa bekas “digergaji” untuk itu  pisau harus keras tajam dan bersudut kecil saja, ukuran ketajaman  bisa dengan mudah digunakan sebagai pisau cukur rambut. Tajamnya bersudut kecil,  untuk membuat celah batang bawah  agar tidak terlalu memaksa  membuka sambil membelah celah, berarti dalam proses pengasahan harus sabar, tidak tergesa gesa memperoleh ketajaman, yang salah ( di asah “notok”).

Sangat penting menciptakan permukaan sambung dari pisau ini,  sangat halus dan rata air 100%. Permukaan sambung pisau adalah permukaan pisau bagian bawah apabila ujung pisau diarahkab ke lengan kiri, tajamnya kearah dada, permukaan dibawah adalah permukaan sambung. yang dimaksud.  Tandanya bila permukaan sambung ini sudah siap dipakai, memantulkan cahaya lampu, akan nanpak ganbar lampu yang tajam, semua bayangan garis tidak berlenggak lenggok walau sedikit saja, memang perlu kesabaran yang besar untuk menciptakan permukaan sambung ini. Makanya pisau sambung bikinan pabrik “Victorynox” sampai 400 ribu rupiah sebuah.  Pisau sambung bikinan sendiri bisa mencapai kwalitas ini, maka itu tidak boleh dipinjamkan dan dipergunakan untuk eperluan lain. Harus dipelihara dan diasah oleh si pemilik saja. Kenapa ? Supaya bila terjadi kegagalan menyambung tanaman tidak lagi pempertimbangkan kesalahan pisau.  Harus diasah dengan batu asah sangat halus (batu hijau untuk mengasah pisau sadap) dan rata air, diasah dengan air, sama sekali tidak boleh dengan munyak. Di Toko suply alat perkebunan ada batu asah pisau sadap ini namanya whet stone bikinan China.
 Pada tulisan terdahulu sudah  dimuat dengan detail cara membuat taji.

Kita berurusn dengan jaringan hidup dan harus mempertahankan hidupnya jaringan itu selama operasi menyambung tanaman ini dan lima hari sesudahnya.

Tentu saja dibutuhkan afinitas ( saling cocok- tidak ada penolakan jarngan) antara batang atas dan batang bawah, sehingga sel sel hidup cambium  tetap membelah diri pada irisan batang bawah   bisa tetap ratusan kali membelah diri tanpa gangguan, dan dari entrys/ batang atas juga demikian meskipun intensitas pembelahannya lebih lambat karena jumlah persediaan makanan yang sedikit. Pada umumnya ditahap  pertama sampai selama   puluhan tahun baru kelihatan afinitas antara keduanya.  Kemampuan menjatu ini umumnya dalam batas satu familia.  Tidak adanya afinitas ini bisa nampak dalam beberapa hari selama disambungkan, akan tetapi kemampuan menyatu bisa tidak baik meskipun dalam batas satu  species saja hanya lain varietas, ternyata bertahun tahun setelah sukses disambungkan bisa patah dibatas sambungan.   karena kena angin besar, berarti afinitas antara batang bawah dan batang atas kurang.

Kondisi batang bawah harus dalam keadaan sehat, giat bertumbuh baik apical ( diujung ujung,  maupun lateral ( membesar karena kegiatan cambium). Bila tanaman sedang bersemi pertumbuhan apicalnya pasti baik, peertumbuhan semi belum tentu  serta merta disertai dengan kegiatan pertumbuhan cambium mungkin selisih beberapa minggu atau bulan.  Pertumbuhan lateral atau secundair ditandai dengan mudahnya kulit kayu ( phloem) dikelontok, harus dicari kondisi yang paling mudah dikelontok kulitnya. Mungkin keadaan ini sesudah semi menjadi daun tua atau sedang mengeluarkan pentil buah, yang BERARTI DAUN DAUN SUDAH BERFUNGSI SEMPURNA SEHNGGA MAMPU MENIMBUN BAHAN NAKANAN SEL DALA KULIT MAUPUN BUAH .  Ini diperlukan pengalaman si Penyambung tanaman, sebab untuk setiap kombinasi batang atas dan batang bawah berbeda.
Mepertemukan permukaan sambungan jadi  lebih baik apabila permukaan sambung  baik  pada batang bawah maupun pada entrysnya diiris  rata air dan sangat halus terpotong,  tidak banyak sisa sisa sel ang hancur kena potong pisau yang kurang memenuhi syarat.
 Penyatuan batang bawah dan entrys  menjadi ciri cara menyambung.  Cara yang paling umum adalah cleft grafting atau sambungan kopi atau sambung celah. Batang bawah dibelah kebawah sepanjang irisan taji. Batang bawah ini bisa berupa bibit berdiameter kra kira 1 – 1,5 cm  dipotong sejengkal dari tanah ujungnya diratakan terus dibelah ditengah atau agak minggir, sesuai dengan lebar irisan taji., pokoknya satu sisi paling sedikit bisa mempertemukan lapisan cambium batang atas dengan batang bawah tanpa menggeser geser, sekali pas, bila belum pas ya celah dibuka sedikit untuk menghindari geserean, baru dipaskan, sedangkan celah dibuka lebih lebar dari besar taji sehingga ujung taji benar benar bisa mencapai dasar celah dan tidak terlau tenggelam dalam jepitan celah, karena menyulitkan pembebatan.


Sesudah itu  pembebatan sambungan tanpa terlalu menekan sehingga jaringan jaringan menjadi tertekan dan rusak, yang penting jangan sampai menggeser kekiri maupun kekanan atas bawah, semua geseran dan tekanan yang berlebihan harus dihindari. Perlu hanya satu lapis saja tali rafia yang tipis namun kuat dibebat dari bawah ke atas lantas disisipkan kunci  diujung raffia dan ditarik erat mengunci.
Sebaiknya sambungan disungkup dengan kantong plastik kayak bikin es mambo agar ditak kena  air.
Menurut apa yang saya ketahui semua tanaman perkebunan yang termasuk dalam Dicotyledone sudah disambungkan untuk menjaga kemurnian clone unggul dan dicarikan batang bawah yang baku, dengan perakaran yang lebih kuat, afinitas yang baik dari Lembaga Pembibitan yang me release clone tersebut. Seperti kopi, kina,  coklat.  Sedangkan sambung irisan miring banyak dikerjakan untuk tanaman hias dan jeruk (bila tidak diokulasi), banyak ilustrasi di buku buku tanpa petunjuk membuat sambungannya.
Tanaman  buah buahan kebun rakyat sangat amburadul pembibitannya, apalagi bibit hasil sambungannya. Kami pernah beli sambungan tanaman petai (Perkia speciosa Hassk) sudah sambungan, beberapa tahun tanaman ini kelihatah kerdil, ternyata batang bawahnya dalah lamtoro ( Leuceana glauca L) yang sangat murah dan gampang didapat, kami ditipu toko bibit yang sangat terkenal.  Mungkin keduanya  bisa menyatu karena satu  Familia Fabaceae, tapi nyatanya hidupnya sangat kerdil dan merana.  Biasanya petai sangat bagus dan produktip bila disambungkan ke Kedawung (Parkia javamica, familia Fabaceae)  Ada juga kejadian serupa tapi sama gagalnya yaitu member batang bawah jeruk Citus mandarina dengan batang bawah Kawista ( Lemona acidiccia L familia Rutaceae), ini dikerjakan kaena biji batang bawah C. yaponica langka,  kombinasi  ini cepat mati. Penipuan macam ini sangat disesalkan terutama bila uang pembelian bibit adalah bantuan sedang bibit diberikan gratis pada petani, yang sering kejadian pada tanaman mangga, ksrena petani jadi kapok terhadap upaya menyambung .  Mangga paling murah adalah mangga varietas Podang dan jumlahnya banyak dari Kediri Utara, Nganjuk, lereng tinggi pegugungan Wilis,  karena itu dipakai sebagai batang bawah mangga gadung  menurut program Pemerintah  sepuluh tahun yang lalu,  ternyata varietas Podang ini hanya tahan berumur panjang di lereng gunung agak tinggi, sedang bibit sambungan gadung dibagikan di petani pantai utara atau didataran rendah, jadi ya cepat mati, gara gara project mangganisasi  di Jawa Timur, tapi siapa peduli ?*)

Kamis, 29 Mei 2014

KEPADA PEMBACA SABDO PALON DAN NAYA GENGGONG


Maksud tulisan ini hanya analisa sepanjang imaginasi saya, maksudnya supaya dipahami, agar bisa untuk menghargai dakwah pendahulu kita kok bisa se Indonesia yang asalnya Hindu, telanjang dada  minum tuak dan makan daging babi  kok sekarang di desa-desa yang paling pelosok berhenti kebiasaan itu, nurut ajaran Islam, tanpa dipaksa. Bukan menang menangan, tebukti umat Islam di Kudus Pati tidak menyembelih sapi tapi kerbau, jaga perasaan sisa umat Hindu, dengaan demikian malah sekarang mayoritas disana ya Islam tapi dengan azas pluralisme, tidak menang menangan.
Anda benar, AZAS MENANG MENANGAN AKHIRNYA MENYERET SELURUH BANGSA INI  DALAM ADU DOMBA KAYAK SEKARANG DI NAGARA NEGARA ARAB, SESAMA ISLAM SAJA SALING MENGHANCURKAN DENGAN SENAPAN MESIN BERAT DAN GAS BERACUN, PERSIS 500 TAHUN SESUDAH SABDA PALON DAN NAYA GENGGONG MELENYAPKAN DIRI, MAU NIRU DISANA ?


Ir.Subagyo, M.Sc, status sehari-hari : banyak mikir dan berpikir terus, sebuah aktivitas yang dijauhi kebanyakan orang Indonesia yakni : banyak mikir dan merenung, karena mungkin orang kita takut kalau tidak kuat mikir.

Oke jadi begini, seluruh blog ide subayo ini adalah hasil mikir, karena jaman dulu ribuan tahun lalu Plato mikir, Socrates mikir, Phytagoras mikir, oarng suku Maya mikir, Mesir mikir, mereka ga mungkin copy paste kan ?

Kini meski sudah embah-embah saya ya mikir terus apalagi usia jelang 80 tahun, mumpung dikasih ingatan oleh Alloh, karena bangsa kita ini sudah tidak (jarang) mikir selama 32 tahun jaman Orba, orang mikir jaman Orba, jarang, takut, khawatir, dan heiii... wait, wait for second,  kalau anda hidup di jaman Orba dan banyak mikir, anda bisa gila, atau hilang tak tentu rimbanya, karena jaman gila, jaman edan ini kan enakan manut aja...  ,tapi yaaah...jangan keterusan anti mikir dong. Mikir-lah atau bahasa Arabnya Dzikir, ingat, mikir, Iqra, baca, mau tahu segala ilmu-lah.

Tapi generasi muda sekarang -remaja apalagi-, saat saya tanya " hei kok pada main game online ? enggak mau belajar, juga enggak pada belajar filsafat ?" jawabnya : emoh mikir Mbah, apalagi pelajaran filsafat mbah, hiiii sereem kayaknya ane takut jadi gila... he he he...


Lhah gimana kalau generasi muda mikir aja ndak berani, bahkan saat saya masih aktif jadi dosen saja, saya ajak diskusi para mahasiswa tentang ilmu sosial, pertanian, filsafat, apalagi filsafat alam yang dasar, semua pada enggan,  jawabnya : laper pak, mau makan dulu mbah. Jadi kesimpulan saya mikir adalah perintah Alloh yang paling susah daripada laku fisik giat syariah. Perintah kedua yang paling susah adalah perintah :baca/Iqra. Ini juga untuk banyak anak muda usia belajar mending main game online daripada Iqra buku...  ane takut botaaakkk mbaaahh....jawab anak-anak usia belia itu...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More