Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Rabu, 22 April 2015

BIDANG KESEHATAN, SEMOGA TULISAN SAYA INI SALAH

Sudah dimuat di harian electronik Pewarta warga tg 23/4/2015
“KEJAHATAN” PERANGKAT KESEHATAN NEGARA/SWASTA KEPADA RAKYATNYA, BILA DILIHAT SEPERTI APA ADANYA –YAITU MENGULUR WAKTU.

Negara harus adil, benar sekali. Artinya perlakuan kepada semua warganya sama. Sayangnya penyakit yang menjangkiti warga yang berjuta juta ini sangat bervariasi. Negara seperti Amerika Serikat yang relatip kaya raya di dunia saja juga kerepotan mengadakan pelayanan dibidang  kesehatan terhadap warganya. Umum diseluruh dunia, semua Negara menuju ke pelayanan publik dengan asuransi kesehatan. Jadi pelayanan kesehatan warganya dinyatakan dengan angka. Sangat impersonal. Paling bisa dikerjakan secara teknis adalah memilah milah golongan penyakit, DENGAN BEAYA PENANGANNYA.
Pada dasarya semua penyakit itu berkembang  berbanding terbalik dengan kekuatan fisik dan mental para penderita untuk mempertahankan dirinya. Syukur alhamdulillah
Tanpa bantuan medis yang tentu saja dengan beaya, penyakit cancer dan gagal ginjal adalah yang paling pasti mengantarkan penderita ke kematiannya. Dan sayangnya apapun perlakuan medis yang diupayakan pada penyakit cancer mulai dari diagnosa hingga therapy mebutuhkan beaya sangat mahal terutama di Indonesia diluar jangkauan daya beli rata rata  99% penduduknya. Sampai masa depan yang masih  jauh ( saya harap tidak sangat jauh). Angka ini saya dapat dari menghitung sanak family dan kenalan, sahabat, yang terserang penyakit cancer, dan yang bisa bertahan lebih dari sepuluh tahun sesudah operasi, chemotherapy, radiotheraphy. 1% yang survive karena segera ditangani di Singapore Mount Elisabeth Hospital atau hospitals yang lain, dengan methode therapy mereka yang didukung oleh alat perekam gambar jaringan cancer yang paling canggih dan dibaca oleh akhlinys dengan beaya ysng  "the sky is the limit"                                                                                                                                                                                     Apa akal ?                                                                                                                                                                       Kenapa mesti diakali, ya karena dengan premi iuran BPJS  tertinggipun, pengeluaran beaya untuk penanganan supect cancer sudah jauh melampaui batas jatah pengembalian  maximum coverages  beaya. Makanya sesudah semua analisa laboratorim seluruh fungsi faal tubuh yang ternyata normal, akan tetapi menunjukkan kecurigaan ( bagi yang mau tahu) tentang adanya cel cancer ganas, misalnya haemoglobin yang cenderung rendah, berat badan yang menurun drastic dan pembesaran di perut bagian bawah. Pemeriksaan factual tentang kecurigaan ini ditunda, menunggu keadaan tubuhnya lebih membaik, yang tentu saja tidak bakalan.( Atau RS nya ndak punya facilities untuk itu, tapi RS yang bisa terima BPJS)
Dilain sisi laboratorium laboratorium swasta  menawarkan berbagai test chusus adanya cel camcer misalnya test ‘cea’ yang mampu menditeksi dissimilate cel cel cancer yang spesifik dalam nano Mgram, yang berarti jumlah cel ganas ini masih sedikit jadi bisa mendeteksi dini. Sambil menunggu kesadaran sanak family dan mengumpulkan uang, atau menjual rumah yang tak kunjung ada pembeli,menuggu dan menunggu sambil tergeletak di RS dengan jatah beaya asuransi BPJS golongan PNS IVB, dengan beaya lumayan daripada kosong.  Karena tentu saja test ini harus dilanjutkan dengan test test yang lain untuk mempertajam deteksi letak cel cel ini, yang sama mahalnya dan diakhiri dengan penawaran yang tidak mempunyai alternative yaitu dioperasi bila masih memungkinkan, meskipun diketahui bahwa pekembangan setiap jam jaringan cancer ganas makin bercabang cabang, ini bisa menyisakan sedikiiiit sekali cel cel cancer ini menyelip disana sini, meski sudah dioperasi ( jangan su’udhon dokter akhli bedah disini bagiannya “honorarium” kecil saja dibandingkan seluruh  beaya total)  juga dengan beaya yang sangat tinggi dan tidak di cover oleh asuransi. Karena sayang peralatannya yang dibeli sangat mahal nganggur. Alternative lain bagi penderita, ya menunggu panggilan Allah. Inalillahi wa inalillai rojiun*)
                                                                                

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More