Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Kamis, 09 April 2015

MURID GURUNE PRIBADI, GURU MURIDE PRIBADI. RMP SOSROKARTONO

MURID GURUNE PRIBADI, GURU MURIDE PRIBADI, PEMULANGE SENGSARANE  SESAMI, GANJARANE AYU LAN ARUME SESAMI –
RMP SOSROKARTONO.
Murid (adalah) guru (dari) Pribadi, guru (adalah) murid (dari) Pribadi , pelajarannya dari sengsara yang diderita sesama manusia, ganjarannya adalah kebaikan rasa bersyukur dari sesama
Telur Columbus.
RMP Sosrokartono alkhli bahasa (Linguistics). Lulusan Universitas Leiden, Negeri Belanda ini priyayi ( nobility) Jawa, alkhli bahasa Jawa juga, meninggalkan kepada kita kslimat ini, Orang menganggap paradoksal dan menggali maknanya kearah sana, tapi satu kalimat ini adalah ujian untuk orang supaya berfikir jernih.
Sebagai akhli bahasa tidak mungkin beliau membuat kalimat yang salah  tatabahasanya, melainkan disengaja..
Dalam bahasa bahasa Kepulauan Nusantara, tatabahasanya tidak begitu rumit, Konstruksi kalimat standar pokok adalah : pokok kalimat- sebutan – pelengkap penerita atau pelengkap penyerta.
Kalimat peninggalan beliau diatas membingungkan, induk kalimat dan anak kalimat terdiri dari tiga suku kata, dirangkai dengan kalimat dengan pokok kalimat yang  lain..
 Coba dibaca terbalik menjadi: Pribadi muride  Guru,  pribadi gurune murid. atau Pribadi muride guru dan Pribagi ini  gurune murid, pelajarannya adalah rakhman dan rakhim dengan sesama manusia yang sengsara, hadiahnya adalah  kebaikan dan rasa bersyukur kepada Allah.
Jadi dua kalimat yang dirangkai seperti biasa, pokok kalmiat- sebutan-pelengkap  penderita- ya wajar, pokok kalimat sebutan dan pelengakap penderita, jadi apabila dua kalimat ini dirangkai menjadi satu kalimat majemuk, dirangkai wajar karena pokok kalimatnya sama :
Pribadi muridnya GURU alias Pribadi (yang pantas jadi) gurunya murid murid.
Yang artinya memang Pribadi itu gurunya sang murid atau orang yang sedang belajar atau beguru, mencari jalan yang benar, dia pribadi itulah mridnya sang GURU ( dahasa Sansekerta artinya konon Pwngusir kegelapan)

Maka maknanya : Wahai orang yang sedang mencari jalan yang benar, bergurulah lah pada MURID  SANG GURU, cari sampai ketemu, belajarlah dari dia.
Sedangkan Al Fatihah ayat ke 7 dan ke 8  Pembaca surah itu mohon petunjuk tuntunan ke  ke jalan yang benar, Yaitu jalannya orang yang Enkau beri Petunjuk. Bukan jalannya orang yang sesat serta mendapat murka.
Surah Al Fatihah ini adalah ummul Qur’an – induknya Al Qur’an, yang dibuka dengan Bismillahorakhmanirakhim –Dengan nama Allah yang maha Pemurah dan Maha Pengasih.
Inilah surah Wahyu dari Allah kepada Nabi Muhammad sallalhu alaihi wasalam, lewat Malaikat Jibril. Beliau mendapat petunjuk dari sang GURU.
Yang jelas si Pembaca surah ini tidak menyebutkan permohonannya, jalan yang
benar yang dimaksud seperti apa, tapi seperti yang telah Allah tunjukkan pada mereka yang mendapat rakhmat dan hidayah selumnya. Ummul Qur’an hanya memberi petunjuk bagi Pembacanya petunjuk yang benar itu akan mendapat pendahuluan bahwa perbuatan si pemohon akan harus sesuai dengan tugasnya menjadi Khalifah di Bhumi, dengan azas “Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih” thok tidak ada yang lain.
Jadi petunjuk benar dan salah dari surah berikutnya dari Al Qur’an dan Al Hadist  dilandasi dengan tugas dan kuwajibannya menjadi rakhman dan rakhim, bukan lainnya dari asma Alllah, umpama mengadili suatu perkara tentu tidak boleh dengan nama Allah yang Maha Adil, atau atas nama  Allah yang Maha Benar.
Meskipun Al Qur’an dan Al Hadist jelas jelas menyebutkan mana yang benar dan mana yang salah. Kuasa Allah.  Murid harus me-nera-nya dengan kuwajibannya memutlakkan perilaku rakhman dan rakhim, sehingga menjadikan mereka rakhmatanlilalamin.
 Maka itu setiap ayat suci dari Al Qur'an dibuka dengan Bismillahirakhmanirakhim,sebab isi ayat itu harus di tera dengan tugas manusia di dunia yang melulu harus rakhman dan rakhim thok.
Kecuali satu yaitu surah At Taubah,  Ayat itu turun waktu rombongan pertama kaum muslimin dipimpin oleh Abu Bakar ra mendekati Makkah untuk petama kali, dari Madinah, disusul oleh Ali ra untuk membacakan surah itu kepada orang musyrik,
Allah memutuskan hubungan dengan orang Musyrik, ndak ada pejanjian perjanjian lagi, karena selalu dikhianati.(google). 
Begitu pula menimbang persoalan sikap kelakuan Manusia, pertimbangan yang diperkenankan Allah yang wajib untuk diperhatikan harus didasari denga azas Pemurah dan Pengasih fithrah manusia yang sebenarnya.
Lha bila demikian insya Allah memang energy dua asma Allah ini,  hanya ini thok dari asma yang 99, manusia diizinkan mengatas manakannya hanya dua Ar Rakhman dan Ar rakhim,, sungguh sungguh luar biasa, setara dengan 2/99 x energy penciptaan alam raya 'the big bang'. Sepele saja untuk membekuk Super Rahwana yang merusak Dunia Manusia dan lingkungannya*). 

4 comments:

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. [Matius 11:29]

Ketika orang belajar dari Al Qur'an surah pertama adalah Al Fatihah, Induk dari segala surah. Al Qur'an, ajaran dari sang GURU kepada Nabinya Muhammad slallahuallaihi wassalam lewat Malaikat Jibril, dibuka dengan Bismillahirakhnairakhim. Dan Al Fatihah mengajari satu saja permintaan yaitu mohon dituntun ke jalan yang benar, pemohon tidak diajari mohon yang lain kecualai seperti orang orang yang sudah diberi petunjuk , bukan yang sesat dan mendapat murka. Jadi murid yang mencari kebenaran sudah harus mengerti bahwa kebenaran Allah yang dipelajari manusia ,harus disaring dulu, sejalan dengan kewajibannya Manusia yang pokok yaitu menebarkan rakhnam dan rakhim sebagai KhalifahNya di Bhumi,, bukan sebaliknya.

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." [Lukas 10:27]

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More