Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Minggu, 22 November 2015

ISLAM DAN UTOPIA

ISLAM DAN UTOPIA

Ajaran religious yang ditonjolkan Islam adalah keseimbangan antara individualisme dan sosialisme, utopia ? Ah tidak, sebab ajaran yang tidak pernah ada ya utopia ini, sebaliknya sejarah Umat manusia ya tarik ulur antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat, ajaran Islam  memberi bentuk macam keseimbangan yang begtu rupa sehingga bukan memenangkan salah satu dari yang mendua ini, Tapi menyeimbangkan antara kepentingan individu dengan keharusan berbagi dengan anggauta masyarakat yang lain dengan kesadaran. Apakah ini Utopia ? Ah bukan, sebab Andrew Carnegie ya pernah bilang  You die rich, you die disgraced, dia kapitalis dia bukan orang Islam. Konon Salahuddin al Ayubi, Islam,  Panakluk Yerusalem, Sultan, meninggal dengan kekayaan pribadi yang tak cukup untuk beaya penguburannya. Partai partai Islam di Indonesia, semua jadi gurem karena mereka semua bojuasai kecil yang tidak paham bahwa Islam mendidik orang jadi phylantrop, jadi orang yang suka berbagi, jadi pemimpin yang tidak KKN, dambaanya bukan harta tahta dan wanita seperti yang di demonstrasikan sekarang, supaya CIA tidak curiga, ya saya ndak tahu bahwa pengumpulan hasil merampok kekayaan  Nenegara segitu banyak itu untuk berjuang di ISIS


Sebab pnggunaan ajaran Islam yang berbunyi “ cari dan kumpulkan  harta dunia seolah olah kamu tidak akan mati, tapa amalkan kembali ke masyaraka seolah olah kamu mati besuk pagi” supaya amal jariah dan ibadahnya terbawa mati, untuk dihisab. Ini kan ajaran mengenai bagaimana cara memandang capital duniawi, caranya jadi kapitalis yang jinak bukan jadi kapitalis yang ganas, Bukan Islam saja tapi  Islam yang rakhmatan lil alamin *)

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More