Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Minggu, 03 Juli 2016

WARISAN MERTUA, DAPAT DIANDALKAN

MENGANDALKAN  WARISAN MERTUA.
Sebagai penutup bulan suci Romadhon 1437 H, rakyat Indonesia disuguhi lelucon yang sama sekali tidak lucu, malah menjijikkan, untuk menguji kesabaran.
Kisahnya, di negaranya kaum bedebah,  seorang mantan Jendral, kepingin jadi Presiden, dia pikir, ini tugas dari korps yang suci, bukan hanya tugas dari seorang ex menantu presiden saja. Tapi jadi Presiden dictator memang nIkmaaat.
Dia sang jendral ini memiliki segalanya yang bisa melambungkan jadi seorang presiden dictator. dimanisator, stabilisator, kartel operator Negri ini, sekaranglah waktunya.  Karena lain hari sudah ndak bisa.
Watak sang jendral ex menantu memang sangat cocok dengan dia, sang mertua licik dan kejam luar biasa, maka bisa mempertahankan rezimnya selama 32 tahun. Pengikutnya yang Tergila gila dengan dia masih menunggu nunggu kesempatan bangkit dari neraka bathin.
Satu metoda sederhana yang sang menantu sudah hafal, dan ampuhnya tidak diragukan adalah : Bila sang mertua bilang akan “menggebuk” siapa saja yang dianggapnya “mbalelo” ( bahasa Jawa artinya melawan) maka berjuta pengikutnya yang sudah keluar duluan dari kotak Pndora yang dibukanya pada permulaan rezimnya akan melaksanakan dengan penggebug  tangan besi.  Semua mereka berseragam loreng. Dari Ormas, Orpol, Ormil serempak maju ( karena upah yang bueesar).
Kalau si metua bilang siapa yang menentangnya adalah anti Pencasila dan pantas dilenyapkan dari bhumi anah air ini , maka seluruh cindil abang dari si  sial ini akan dilenyapkan oleh algojonya yang sama.
Cara ini bukan cara baru, Tonton Macutes-nya Dokter Duvalier dari  Republik Haiti sudah sangat berhasil mendirikan Negara Zombie.
Si Jendral ex menantu sangat mengerti ini, makanya dia sangat ngebet ingin mennggantikan sang mertua kayak Baby Doc, anak sang Diktator Haiti ini, yang mempunyai segalaya untuk  melaksanakan cita cita yang sangat mulia ini demi korpsnya, demi  keluarganya, bunga dari epoche ini, ya karena nafsu hewaninya akan  sangat mudah dturuti oleh seorang dictator, dia  sangat kepingin jadi dictator naik kuda  keliling kota, dinamisator, executor, stabilisator negeri ini.
Di Negara  para bedebah ini, selama 25 tahun dari kekuasaan para  bedebah yang 32 rahun, para petani ditelikung dari beberapa jurusan kunci kehidupannya. Ekonomi . sosial, budaya. SUDAH LUMPUH KEMAUANNYA, SUDAH KAKU OTOT OTOTNYA,  kalau ndak sekarang kapan lagi ? Telikungan ekonomi aqalah subsidi sarana  pertanian yang sangat besar 80% harga pestisida, benih padi dari IRRI yang penennya  dua kali lipat, pupuk urea dan TSP disubsidi hingga 50% , tapi harga padinya “dikendalikan”  untuk bisa  memenuhi beaya hidup buruh yang upah hariannya  sangat rendah seHingga  sangat mendukung para industrialis kroni -nya jadi sangat senang, merangkai industri hilir produk dari Europa Jepang  dan Amerika, trutama barbagai jenis plastic. Assembly motor,  mobil, dan industri textile., semua senang, kecuali  Negara Bedebah yang existensinya sangat tergantung dari utang. Telikungan sosial, anak turun petani yang bekas  orang yang biasa menyanyikan  lagu  genjer genjer tempat kerjanya dikirimi  amlop coklat supaya tidak bisa jadi PNS dan guru desa, maupun guru ngaji,  telikungan budaya dengan membeli para dalang wayang kulit dan para kiai untuk  mengetatkan  pengarahan  pada sikap meneng mangan manut ( diam makan dan penurut arahan ) Cara ini sangat dimengerti oleh sang menantu sesama jendral.
Zamannya Orde Bedebah ini  melahirkan Organisasi Petani yang cocok dengan penguasa selama 32 tahun ini. Dengan rantng dan cabang diseluruh Indonesia – sayangnya anggauta angautanya adalah petani maju, petani teladan dan petani andalan, semua mereka bukan petani asli tapi tengkulak, pengizon panen (maksudnya pengijon), yang gampang terkumpul setiap saat di kecamatan kecamatan pada rapat berjam jam atas beaya muspika  (msyawarah pimpinan kecamatan) negara/sponsor  Organisasi abal abal yang mrupakan hanya bungkus ini memenuhi kriteria untuk pencalonan Presiden RI, jadi dibeli oleh sang jendral, dia yang menjadi pucuk pimpinan, dan mencalonkan Presiden RI,  dengan kendaraan organisasi tani abal abal ini.  Klop, wong yang menjadi tangan kanannya adalah hantu dari  kotak Pandora  yang dibuka Golkar, yang paling akhir keluar, malas dan berlendir  Flavlizon,  bukan demi memimpin para petani untuk servive  dalam persaingan bebas Asean dan Dunia.  \Tapi begitu bego-nya hantu berlendir gemuk ini sehingga terpaksa ditolong oleh Satff  Dewan Perwakilan  Hantu Kotak Pandora berkirim aurat resmi kepada Konsulat RI di New York untuk dibantu jemput di La Guardia Air port,  anak gadis si Hantu blau ini, yang mau jalan jalan, tidak ada urusan dengan tugas kenegaraan. Kekuasaan Dewan hantu ini digunakan hanya untuk menghemat beaya dari kantong sang hantu lerlendir gemuk ini sebesar dua  puluh ribu rupiah rupiah saja ! Masya Allah pelitnya,  hanya pengeluaran segitu saja kok nyuruh sang konsul Negara !  Ya maklum hantu Pandora berlendir ini sangat kikuk, kayak badak diruang tamu, wong budayanya saja ya budaya hutan karet berpuluh  tahun tempat kakek moyang hantu blau Flaflizon, ini bila melihat namanya dia adalah salah satu  pencari kesempatan  dari Sumatra Barat/ Jambi kayak Sultan Batugana, yang terkenal sangat menggemari Feodalisme dengan gelar gelar yang bembastis, malah konon mengkoleksi gelar kebangsawanan dari Surakarta Hadiningrat setara dengan  raden Mas Haryo Dewaningrat alm, yang mati ditempeleng oleh Pangerannya, karena menolak disuruh beli rokok.  Si Pangeran Mahkota ini hobbynya menjual asset kraton barang kuno kepada pak Kasim, sama sama anak pak Sumo, hanya ibunya Blanda,  maha jutawan  didunia terang dan gelap.
Menurut peribahasa Jawa hantu semacam Flavlizon ini sudah “ kebak sundukane” artinya diandaikan orang pencari ikan, ikan ikan itu dirangkai dalam sundukan dari bilah bamboo atau rumput yang panjang, dari insang ke mulut ikan  tangkapannya, bila sundukan ini sudah penuh, ya harus pulang sebab tidak ada tempat  buat merangkai ikan lagi. Kita sudah “eneg” dengan hantu hantu semacam ini , wahai rakyat, satu hantu mati, hiduplah hantu  hantu,  apa anda akan  pilih dia dalam Pemilu  nanti ?*)


0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More