Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Jumat, 10 Maret 2017

TAX AMNESTY - PENGAMPUNAN PAJAK

PENGAMPUAN PAJAK ATAU TAX AMNESTY

Duh sakitnya hati ini,  pedihnya hingga ke tulang.

Bagaimana nggak sedih ibu Pertiwi dilecehkan  para pencoleng yang nakal, mencoba kesabarannya. Adanya Pemerintah Indonesia mempunyai  ide mengampuni para Wajib Pajak yang pencoleng ini, karena mereka sudah ketahuan. Nama asli dan berapa uangnya yang disimpan di  Negara Kaum Pembajak, karena zaman ini tanpa diduga menjadi kiamat dari para pencoleng, karena data yang tersimpan dengan kerahasia-an besar ini disimpan  di Komputer yang bocor keluar, ditampung oleh media bebas. Katahuan punya siapa dan dari  Negara mana jumlahnya berapa,  jelas. Lha dari situ ada tali hitam terentang ke entitas dan kegiatannya di Bhumi Ibu Peritiwi kita ini,  Meskipun semua tahu tidak semua uang ini hasil kejahatan langsung, tapi secara tidak langsung pasti. di https//indocropcircle wordpress.com/2016/04/05/inilah-ribuan-nama.indonesia-di-panamapapers-alphabetical-order.

Lha dari pada  mereka tidak tenteram, diberi kesempatan menyimpan kekayaan mereka yang gak jelas ini  di  Bank  dibawah asuhan Ibu Pertiwi seperti yang lain, dengan persyaratan yang ringan sekali  tidak sebanding dengan   bobot kemungkinan kejahatan apa yang mereka perbuat hingga menimbun kekayaan gelap yang sangat besar ini ?  Konon jumlah pencoleng semacam ini sampai ribuan  anjing dan tikus, dari  segala etnik, suku,  dan kegiatan ekonomi, menurut banker swasta di Singapore, jumlahnya sampai 3000 triliun rupiah !!! Ini merupakan 40% putaran uang di bank swasta Singapore saja,  Seluruh jumlah uang yang diparkir di bank khusus didirikan untuk menghindar pajak dan pantauan Negara, oleh orang Indonesia konglomerat hitam, koruptor, dan lain pengemplang pajak ada 12 000 trilyun rupiah menurut Kompasiana di www kompasiana.com/prokontra/tax-amnesty-lindungi-pengemplang-pajak

Mereka dihadiahi derajad menjadi orang terhormat  dengan kekayaan gelapnya menjadi berbau harum, dihormati dijadikan idola oleh majalah  S.ikaya Warga A.ndalan, dengan pajak kekayaan yang sudah sangat ditipiskan.  Karena kami butuh membangun infra struktur secepatnya, supaya Negara ini dapat mengendalikan banjir dan longsor di jalan arteri dan hunian yang diluar perkiraan,  menguras beaya yang sudah dianggarkan.

 Ibu Pertiwi sangat merasa malu, marah, karena tawarannya yang begitu pemurah di abaikan  oleh lebih dari 85 %  uang kekayaan gelap ini. Yang dikuasai oleh orang yang sudah terlanjur ketahuan sebagai Warga Negara Indonesia.

bisnis liputan6 com./read/2691509/realisasi-repatriasi-tax-amnesty-masihjauh-dari-target. 
Dari 1000 triliun uang yang diharapkan pulang, baru 141 triliun yang terealisasi kembali atau 14,1 persen.

 Saya hanya bisa mengharapkan Pemerintah bisa sedikit menghibur Ibu Pertiwi dengan mengusir si anjing tikus ini berhenti jadi Warga Negara Indonesia yang kita cintai ini.  Oleh ke-engganannya membawa  uang yang digondolnya,  pulang.  Apa kita sudah tdak berdaya sama sekali menghadapi para pencoleng ini ? Situasi industri keuangan International mendukung keterbukaan informasi bank bank antar Negara jadi sumber informasinya Jokowi papers, lebih tepat dan lebih rinci dari panama papers.

Apa menunggu sehingga rakyat menuntut PEMBUKTIAN TERBALIK  dari sekian ribu trilyun  yang sengaja disembunyikan agar tidak diricuki dari mana asalnya, agar cepat, terahasia segera bisa cair untuk kulak narkoba, banyak alasan legal Negara perlu tahu. Saya jamin tidak ada yang mau uangmu itu, wong kita ini sangat dipengaruhi falsafah Jawa, inti sari dari semua agama. 

Boleh bawa pengacara siapa saja, bahkan Syaitan sendiri. Rakyat Indonesia yang menjadi Hakimnya.  DPR  2019 jadi jaksanya,   Kami tidak butuh  menghuni bhumi bersama mereka yang membuat Ibu Pertiwi menjadi  miskin, setengah telanjang. 

Belanda dan Jepang telah merampok Negeri ini dan Indonesia ya masih survive, sampai kecolongan lagi 12 000 trilyun. Kalau enggan pulang dengan kesempatan tax amnesty ini ya termasuk murah, bila selamanya kita bisa terbebas dari konglomerat hitam,  organisasi perdagangan narkoba, teroris dan pengabom bunuh diri *)

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More