Sayang Sama Cucu

Sayang Sama Cucu
Saya sama Cucu-cucu: Ian dan Kaila

Senin, 20 Maret 2017

UJIANKU YANG TERBERAT.

UJiANKU  YANG TERBERAT.

AKU DENGAR SAYUP LANGKAH BEDERAP
APA SEKEDAR ANGIN MENGUSAP  ?


Selama saya menulis  di blog ini  tulisan saya kali ini saya anggap ujian yang  terberat.  Semoga tidak di klick off oleh pembaca. Dikira kampanye.

Bagaimana tidak,  apapun yang ada di perasaan saya, harus saya redam, saya harus benar benar memilih kata kata, memilih  pokok masalah yang sudah diketahui dirasa umum,  mengalirkan alur pemikiran yang  yang sudah menggumpal di benak rakyat, sesak dada saya, tanpa  terkesan   mengajari apalagi melakukan agitasi. Yang saya inginkan rakyat Indonesia mengerti thok.. 

Dari semula saya sudah paham bahwa pembaca blog adalah kaum yang sudah mampu mengentaskan diri, dan bebas dari kebodohan, sangat menaruh harapan pada Negeri ini.  Bukan sekedar rakyat Indonesia yang punya hak politik yang sama, memilih wakil di lembaga Negara, bahkan berhak memlih Presiden  langsung, dan dipilih.  Dari semula saya sangat sadar pembaca blog bisa menentukan nasib bangsa ini, meski tidak akan sama semua dengan pemikiran saya.

Tapi kali ini saya sangat mengharapkan anda menyatu dan mengkristalkan pemikiran anda anda dengan kita SEMUA,  untuk menuangkan  pencerahan dengan segenap kejujuran kepada saudara saudara kita, bahwa apapun aliran prinsip ideal anda, apapun prinsip  cita cita anda,  neyangkut masyarakat kita, adalah hidup mereka, juga hidup kita bersama. Bukan hidupnya sebangsa Dimas Kanjeng dibidang politik praktis. Bukan  juga hidupnya peng-kartel  cabe dan monopoli daging sapi.

 Ternyata  telah terpilih wakil wakil yang menelurkan telur drama, yang  banyak  membusuk dan berbau sangat menyengat busuk di Lembaga Perwakilan kita DPR RIPilihan kita bersama ini, banyak melakukan Korupsi dan Kolusi untuk keuntungan pribadi dan kroninya bersama sama golongan business hitam.

Kali ini pasti kita bisa sepakat,  DPR  kita berusaha menyemangati Institusi harapan kita semua, KPK, dalam membersihkan semua tempat Kekuasaan Negara dari KORUPSI. Karena sebenarnya kekuasaan itu atas mandat kita SEMUA RAKYAT NEGERI INI. Tidak malah memereteli, mebuat lemah dan lemas, karena anggauta DPR RI banyak yang jadi korban tertangkap tangan, Kita hajar mereka dengan tidak memilih Partainya, tidak memilih sosok wakil yang disodorkannya. SEBAB SATU SATUNYA PERTINMABGNAN PERTAI  ADALAH BESARNYA MAHAR YANG DIBERIKAN.  LlHAT SAJA BERAPA PROSEN KADER ANDALAN MEREKA YANG KENA OTT. Yand dipecat karena berulah seperti si kampungnya sendiri, menunutk ganti rugi dri pertainya lima miliar, segitu kira kra "kerugiannya" Dan mencegah dengan kekuatan kita agar mereka tidak bisa berbuat jahat sekarang, dengan mengobral  fitnah busuk, referendum. revisi, hak anket apa saja, penggelapan kenyataan, menutupi korupsinya, melindungi dirinya, sambil jalan lajan keluar negeri atas nama kita semua. Malah dibantu pasukan pemburu uang dengan seragan putih. Ya kita hajar, karena kita bisa, ndak usah memilih mereka. Wong anda anda sudah tahu kok. Jangan sampai masih dikalahkan dalam jumlah - memang sulit, sbab yang belum sadar memang banyak, mereka yang menggeluti kekumuhan, menkmati pelanggaran hukum negara maupun hukum syari'ah - jadi sasaran penyesatan kaum keblinger dengan uang hasil KKN !!!, mereka sangat terganggu dengan kegiatan KPK.

Y

Kali ini kita, rakyat semua harus bisa menyatukan tekad bergandeng tangan  membersihkan Negeri ini dari mereka. karena kita bisa.

Saya percaya pada pembaca blog ini, bisa segera dengan kebijakan-nya sendiri sendiri  menyuluh, memberi  penjelasan, mengajak ,  seluruh rakyat, seluruh bangsa ini, mengungkap kesungguhan  komisi Pemberantasan korupsi. 

sekarang malah dibantu polisi. bukan dilapori, tapi bergerak inisiatip sendiri. Bravo.

untuk mendukung Negara dengan  KPK-nya, bergerak luas dan dalam,  menekan dan membongkar, tanpa mengendor, komplotan koruptor disetiap komisi DPR RI, Tanpa ada revisi, pembelokan visi dan misi, mejelamatkan uang apa ini ? 

5,9 triliun rupiah, habis dirayah

sebab semua warga jujur dan baik baik jadi korban si wakil wakil busuk ini, penuh gaya berMuka tembem penuh gizi, penuh korupsi.*)

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More